cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : -
Journal Educative is a scientific journal in the field of educational study published by the State Institute of Islamic Studies (IAIN) Bukittinggi, which is a transformation of the analysis journal published by STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Journal of analysis has been published periodically since 2007 and is a journal in the study of education. In each of its publications, the Educative Journal presents various academic articles in educational studies that not only from textual traditions in education, but also are mixed from field studies. The themes are also varies; educational management, educational sociology, educational technology, curriculum and learning, educational psychology, educational anthropology and Islamic education.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
An Analysis of Interlingual and Intralingual Errors in EFL Learners’ Composition Rahmila Murtiana
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6592.593 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i2.2544

Abstract

This study aims to investigate the occurrence of errors committed by EFL learners in their composition in terms of interlingual and intralingual errors. The setting of the study was a state Islamic university in Banjarmasin South Kalimantan, Indonesia.  The research participants were undergraduate students majoring in English Education. Data were collected through documentation of students’ composition and analyzed based on Corder’s Error Analysis (EA) theory.  From the samples of 38 compositions submitted, it was identified that interlingual errors occurred more frequently than intralingual errors. Interlingual errors comprised morphological selection, lexical selection, syntactical selection, and misordering.  Meanwhile, intralingual errors were evident in both omission and addition in the areas of word formation and syntax.  The findings of this study revealed that first language interference caused more errors in writing than learners’ incomplete process of acquiring second language rules. To prevent the errors from being fossilized, it is suggested that in the teaching and learning process, language instructors provide continuous corrective feedback, and learners be more active in finding exposure to the correct form of the target language.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa asing dalam tulisan mereka yang berupa kesalahan interlingual dan intralingual.  Penelitian dilakukan di sebuah universitas Islam negeri di Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia. Partisipan penelitian adalah mahasiswa S1 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.  Data diperoleh melalui dokumentasi hasil karangan mahasiswa yang kemudian dianalisa berdasarkan teori Error Analysis dari Corder.  Sebanyak 38 sampel karangan mahasiswa dikumpulkan dan ditemukan bahwa kesalahan interlingual lebih banyak terjadi daripada kesalahan intralingual. Kesalahan interlingual berupa kesalahan dalam memilih kosa kata dan menyusun kalimat yang disebabkan oleh pengaruh bahasa asli. Sedangkan kesalahan intralingual berupa penghilangan atau penambahan yang tidak tepat pada bentuk kata atau bentuk kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh bahasa asli yang menyebabkan kesalahan interlingual dalam tulisan terjadi lebih banyak daripada kesalahan intralingual. Untuk mencegah melekatnya kesalahan, disarankan agar dalam proses belajar mengajar guru dapat terus memberikan umpan balik, dan siswa harus lebih aktif dalam mencari contoh-contoh bentuk bahasa yang benar.Kata Kunci: kesalahan, interlingual, intralingual, karangan
Structure and Written Expression Section on Paper-Based TOEFL : Perceived Difficulties by Nursing Students of Poltekes Solok, West Sumatera Fitri Handayani
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8205.768 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i2.2393

Abstract

English language ability is one of the skills that must be possessed by college students, including nursing students. Having good English skills will open broad opportunities for increasing the competency and expertise of nursing students. One form of recognition of good English skills is to have a high TOEFL score. However, getting a high TOEFL score is still a challenge for nursing students. Facts in the field show that many nursing students find it difficult to achieve high scores on the TOEFL test. The most common form of difficulty is the problem in answering questions related to the structure and written expression section in the Paper-Based TOEFL test. The purpose of this research is to investigate nursing students’ difficulties in the structure and written expressions section tested in the Paper-Based TOEFL. The population of this study was 80 nursing students of POLTEKES Solok, and the sample was selected by using cluster random sampling. Data of the research was collected through tests and interviews. The result of the research found that that there were 8 items considered as the most difficult elements met by nursing students in the TOEFL test. These items were word order, parallel structure, singular and plural nouns, missing and extra words, articles, comparative and superlative, word choice, and word form. In addition, the findings also show that several factors influence nursing students' difficulties in the structure and written expression section. The factors were unfamiliarity with the TOEFL test, lack of practice, and lack of grammatical competence.Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh mahasiswa perguruan tinggi, termasuk mahasiswa keperawatan. Dengan memiliki keterampilan bahasa Inggris yang baik akan membuka kesempatan yang luas terhadap peningkatan kompetensi dan keahlian mahasiswa keperawatan. Salah satu bentuk pengakuan dari kemampuan bahasa Inggris yang baik ialah memiliki skor TOEFL yang tinggi. Namun, mendapatkan nilai yang tinggi dalam test TOEFL masih menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa keperawatan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa keperawatan yang kesulitan untuk bisa mencapai skor tinggi dalam tes TOEFL. Bentuk kesulitan yang paling banyak ditemui adalah permasalahan dalam menjawab soal yang berkaitan dengan structure dan written expression section pada Paper-Based TOEFL test. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa keperawatan POLTEKES Solok dalam menjawab structure dan written expression section yang diuji dalam Paper-Based TOEFL. Populasi penelitian ini adalah 80 orang mahasiswa keperawatan, dan sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Data dari penelitian ini  dikumpulkan dengan menggunakan tes dan interview. Dari temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada 8 item yang dianggap sebagai elemen paling sulit yang ditemui mahasiswa keperawatan dalam tes TOEFL. Item-item tersebut adalah word order, parallel structure, singular and plural noun, missing dan extra words, article, comparative and superlative, word choice, dan word form.Selain itu, temuan ini juga menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam structure and written epression section. Faktor-faktor tersebut adalah tidak terbiasa dengan tes TOEFL, kurangnya latihan, dan kurangnya penguasaan tata bahasa.Kata Kunci: TOEFL, Structure and Written Expression Section, Mahasiswa Keperawatan
Perancangan Sistem Informasi Bank Soal Online Di SMP Negeri 3 Matur Firdaus Annas
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v4i2.2522

Abstract

AbstrakThe National Examination (UN) is an activity to measure the competence of students in basic education and secondary education as a result of the learning process in accordance with the Graduate Competency Standards (SKL). The national exam questions that have been tested at the State 3 Matur Junior High School (SMP) are used as test materials for ninth grade students. The archiving activity of the questions tested was done manually by the school so that many questions were lost. So this is the background for the author to design an online question bank system using the PHP programming language and MySQL database. The method used in this research is the research and development (R&D) method. This research was also carried out by utilizing computer facilities in designing, testing, and optimizing the results of the research that the authors had done. Based on the research that the author put forward, it can be ensured that the information system that the author created can help SMP Negeri 3 Matur in facing the national exam, so that the practice questions for preparation for the national exam each year are well documented.  AbstrakUjian  Nasional  (UN)  merupakan kegiatan untuk mengukur  pencapaian  kompetensi  lulusan  peserta didik  pada  jenjang  satuan  pendidikan  dasar  dan  pendidikan  menengah  sebagai  hasil  dari  proses pembelajaran  sesuai  dengan  Standar  Kompetensi  Lulusan  (SKL). Soal-soal ujian nasional yang telah diujikan di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 3 Matur dijadikan sebagai bahan tryout untuk siswa kelas sembilan. Aktifitas pengarsipan soal yang relah diujikan dilakukan secara menual oleh pihak sekolah sehingga banyak soal-soal yang hilang. Sehingga hal ini melatarbelakangi penulis untuk merancang sistem bank soal online dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini juga dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas komputer dalam perancangan, pengujian, dan pengoptimalan hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis kemukakan dapat disimpulkan bahwa sistem informasi yang penulis rancang dapat membantu pihak SMP Negeri 3 Matur  dalam menghadapi persiapan ujian nasional, sehingga soal-soal latihan untuk persiapan ujian nasional pada setiap tahunnya sudah terdokumentasi dengan baik.
An Analysis of Students’ Reviews of Expository Text A Study at English Department of UNP Yati Aisya Rani; Dinovia Fannil Kher
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5731.496 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i2.2394

Abstract

This article describes the result of analysis of expository text reviews made by English Department students at UniversitasNegeri Padang. The review quality was seen from the applications of review components. This article is aimed at analyzing how far English Department students used the components in their reviews of expository text.The research design was descriptive by using reviewing task as the instrument. The population of the research was the third-year students at English Department of UniversitasNegeri Padang who had passed the Extensive Reading and Academic Writing subjects. The sample consisted of 18 students. They were asked to review an expository text with the topic of parents’ efforts to prevent their children from becoming smokers. From the result of analysis, it was found that three components were successfully applied by the students in their reviews which were the identification of premise and supporting points, the writing mechanics, and the organization. Meanwhile, other three components; the application of analysis, the critical evaluation, and the review format, were not properly applied in the reviews made by the students.Artikel ini mengkaji hasil analisis dari review teks eksposisi yang ditulis oleh mahasiswa bahasa Inggris Universitas Negeri Padang. Kualitas review yang dihasilkan oleh mahasiswa dilihat dari pengaplikasian komponen review didalamnya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana masing-masing komponen review ditemukan dalam review teks eksposisi yang ditulis mahasiswa bahasa Inggris Universitas Negeri Padang.Jenis penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan reviewing task sebagai instrumennya.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun ketiga Jurusan Bahasa Inggris UNP yang sudah selesai mengambil mata kuliah Extensive Reading dan Academic Writing.Sampel penelitian terdiri dari 18 orang mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling.Para mahasiswa tersebut diminta untuk me-review sebuah teks eksposisi dengan topik yang berkaitan dengan usaha orang tua untuk mencegah anak mereka merokok. Dari hasil analisis review mahasiswa, ditemukan bahwa tiga komponen review terkandung didalamnya yaitu identifikasi ide utama dan pendukung dalam teks, mekanika penulisan review, dan penyusunan ide dalam review. Sementara itu, tiga komponen review lain yaitu komponen analisis, evaluasi kritis, dan format review belum tergambar dengan baik. Disarankan kepada para dosen untuk memasukkan komponen review kedalam pengajaran dan menyediakan latihan yang bisa merangsang kemampuan mereview mahasiswa..KataKunci: Review, TeksEksposisi, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Penggunaan CIPP Model dalam Mengevaluasi Pelaksanaan Tahfiz Qur’an di Pondok Pesantren Retna Fitri; Supratman Zakir; Sarwo Derta; Gusnita Darmawati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.471 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3071

Abstract

This research began with barriers to the implementation of Tahfiz Quran activities in the Ecology Boarding School of Jama'atul Muslimin, such as the lack of facilities and infrastructure to support various programs, in particular the Tahfiz Quran Program. Despite having various obstacles, students from this Islamic boarding school have often performed well in a number of competitions. The aim of this study was to evaluate the implementation of the Tahfiz Qur'an in Jama'atul Muslimin Ecology Islamic Boarding School, which includes the implementation of the programme, the tahfiz method and the evaluation system used. The research method used was an evaluation of the CIPP (Context, Input, Process and Product) research method. Data was collected by observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) the implementation of the Tahfiz Qur'an was carried out at the following three levels: the first level focused on memorization and tahsin, the second level focused on memorization and understanding, while the third level focused on making students memorize and be able to preach. (2) The methods used in the Tahfiz Qur'an were Wahdah, Sima'i, Jama', Tarki methods and verse comprehension. (3) The evaluation system for the implementation of Tahfizul Qur'an had been implemented in two ways: internal evaluation and external evaluation.  The result of the external evaluation shows that the community was grateful and pleased with the existence of the Tahfiz Qur'an program at the Ecology Boarding School.  Penelitian ini berawal dari adanya kendala di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin dalam melaksanakan kegiatan tahfiz qur’an, seperti minimnya sarana dan prasarana untuk mendukung berbagai program khususnya program tahfiz qur’an. Meskipun memiliki berbagai kendala, para santri pondok pesantren ini sering berprestasi dalam setiap perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tahfiz qur’an di Pondok Pesantren Ekologi Jama’atul Muslimin yang meliputi pelaksanaan program, metode tahfiz dan sistem evaluasi yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian evaluasi dengan pendekatan CIPP (context, input, process dan product). Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pelaksanaan tahfiz qur’an dilakukan dengan tiga tingkatan, yaitu tingkat satu difokuskan untuk menghafal dan tahsin bacaan. Tingkat dua, hafal dan paham, sementara pada tingkat tiga difokuskan agar santri hafal dan bisa mendakwahkan. (2) Metode yang digunakan dalam tahfiz qur’an yaitu; metode wahdah, sima’i, jama’, tarki dan memahami ayat. (3) Sistem Evaluasi pelaksanaan tahfizul qur’an dilakukan dengan dua cara yaitu, evaluasi internal dan evaluasi eksternal. Sistem evaluasi internal dilakukan untuk melihat sejauh mana jumlah hafalan santri dengan cara santri menghafal hafannya dihadapan guru. Hasil evaluasi eksternal menunjukkan, bahwa masyarakat merasa bersyukur, gembira dan senang dengan keberadaan program tahfiz qur’an di Pesantren Ekologi ini.
Islamic Education In The Al-Qur'an and Sunnah (Study About the Meaning of Education and Implication for Educator) M Imamuddin; Andryadi Andryadi; Zulmuqim Zulmuqim
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3055

Abstract

Al-Qur'an and Sunnah Rasul are the sources of Islamic teaching, which means that Islamic education cannot be separated from both sources. In both sources, education is known in terms of the meaning of Tarbiyah. In the Quran, the meaning of education is often found in the Surah with different meanings. The different meanings encouraged researchers to analyze or examine them to recognize the educational terms of the Quran and the implications for educators. Researchers used library research to collect data, and the results were analyzed based on deductive thinking. The analysis shows that there are 12 terms which refers to education, such as Tarbiyah, Talm, Da'wah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-tigerizah. The implication of the meaning of education is that educators should possess and impart good qualities to themselves and their personalities. Tarbiyah, da'wah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, al-tafakkur, al-intidzar, and al-mauizah are the ideal qualities they should have, as stated in the Qur'an. Al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber ajaran Islam, maka pendidikan Islam pada hakekatnya tidak boleh lepas dari kedua sumber itu. Dalam kedua sumber tersebut pendidikan lebih dikenal dengan istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan Tarbiyah. Seperti di Al-quran sendiri makna pendidikan banyak ditemukan pada surat-surat al-Quran yang mempunyai makna-makna yang berbeda. Dengan banyaknya makna-makna pendidikan dalam al-quran, penulis mencoba menganalisis atau mentelaah makna dari istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran dengan tujuan untuk mengetahui istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran serta menganalisis dampaknya terhadap pendidik. Peneliti menggunakan penelitian pustaka dalam mengumpulkan data-data dan hasilnya dianalisis berdasarkan pola pikir deduktif. Hasil analsis memperlihatkan bahwa terdapat 12 istilah yang mengacu pada Pendidikan, seperti Tarbiyah, talm, dakwah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah. Implikasi dari makna pendidikan tersebut adalah pendidik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri dan kepribadiannya. Sifat-sifat ideal yang perlu dimiliki pendidik adalah Tarbiyah, dakwah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah yang merupakan istilah-istilah yang tertera dalam Al-Quran
Peningkatan Motivasi Belajar Menggunakan Contextual Teaching and Learning di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Raudhatul Mujawwidin Tebo Juni Astuti; Mona Novita; M. Syukri Ismail
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i1.1630

Abstract

This research was motivated by a low learning motivation of the second-grade students of MIS Raudhatul Mujawwidin on Akidah Akhlak subject. The purpose of this study was to analyze the increase of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject by using Contextual Teaching Learning (CTL) approach. The research approach was qualitative with the two-cycle action research method of Kemmis and Taggart. The results showed that: first, the level of students’ learning motivation in the Akidah Akhlak subject increased from 36.84 per cent to 64.69 per cent with the use of the CTL approach in the first cycle. This means that the use of CTL is a sufficient solution to overcome the low motivation of student learning, so that it remains used as an action variable for Cycle II. Second, the level of motivation of students in the Akidah Akhlak subject, using the CTL approach, increased to 82.89 per cent in the second cycle. Out of the six indicators of the student's learning motivation, only one indicator is in the category of "moderately motivated," that is, the indicator of learning appreciation. This shows that the use of the CTL approach can increase the motivation of students in learning Akidah Akhlak in the second class of MIS Raudhatul Mujawwidin, particularly on the material of "beriman kepada Allah." Evidence shows that almost all indicators of student motivation for learning are in the category of "highly motivated." Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa di kelas II MIS Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif dengan metode action research melalui model Kemmis and Taggart dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus I meningkat menjadi 64,69% dari sebelumnya hanya 36,84%. Hal ini berarti bahwa penggunaan pendekatan CTL cukup menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa, sehingga tetap dijadikan sebagai variabel tindakan untuk siklus II. Kedua, tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak dengan pendekatan CTL di siklus II meningkat menjadi 82,89%. Dari keenam indikator motivasi belajar siswa, hanya satu indikator yang berada dikategori “cukup termotivasi”, yaitu indikator penghargaan dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II MI Raudhatul Mujawwidin pada mata pelajaran akidah akhlak materi beriman kepada Allah yang dibuktikan dari hampir semua indikator motivasi belajar siswa berada pada kategori “sangat termotivasi”.
Implementasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning pada Pembelajaran Qur’an Hadits Suriadi Suriadi; Triyo Supriyatno; Muhammad Walid
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3181

Abstract

This article discusses the learning of the Qur'an with the approach of contextual teaching and learning. This research was conducted at the Islamic Junior High School Muhammadiyah Sejangkung Sambas Regency. The study focused on learning the Qur'anic Hadith. The aim of the research was to describe the contextual teaching and learning on: a) the implementation of the learning of the Qur'anic Hadith, b) the implications of learning the Qur'an Hadith, (c) the factors supporting and inhibiting the learning of the Hadith Qur'an. This research was designed with a qualitative approach. The subject of the research was the Hadith teacher and the students at the Islamic Junior High School Muhammadiyah. The results of the analysis show that the implementation of the learning of Qur'an Hadith with a contextual teaching and learning approach is achieved by conveying more actual, realistic, enjoyable material in the four forms of learning methods namely learning together, group discussion, Jigsaw, and peer teaching method. Implications of learning have a very positive impact on students, among others, students are more responsive to the material being delivered, the classroom atmosphere is more pleasant, the material being delivered is more actual, so that it can indirectly improve the quality of education in madrasah (Islamic junior high school). The supporting factors for the positive effects are as follows: (1) The ability of teachers, (2) the ability of students, (3) facilities and infrastructure;  while the inhibiting factors in implementing this strategy are (1) the limitations of teachers, (2) the lack of facilities and infrastructure, and (3) the diverse psychological abilities and souls of students Artikel ini membahas tentang pembelajaran qur’an hadits dengan pendekatan contextual teaching and learning. Penelitian ini dilakukan di madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Kabupaten Sambas. Kajian difokuskan pada pembelajaran qur’an hadits. Penelitian bertujuan untuk menguraikan pembelajaran contextual teaching and learning pada: a) implementasi pembelajaran Qur’an Hadits, b) implikasi pembelajaran Qur’an Hadits, (c) faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Qur’an Hadits. Penelitian ini didesain dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian guru Qur’an Hadits dan siswa di madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran qur’an hadits dengan pendekatan contextual teaching and learning terwujud dilakukan dengan cara menyampaikan materi yang lebih aktual, lebih realistis, lebih menyenangkan dalam empat bentuk metode pembelajaran yaitu metode belajar kelompok (learning together), metode diskusi kelompok (group discussion), metode Jigsaw dan metode tutor sebaya (peer teaching). Implikasi pembelajaran memberikan dampak yang sangat positif terhadap siswa antara lain siswa lebih mudah menerima materi yang disampaikan, suasana kelas lebih menyenangkan, materi yang disampaikan lebih aktual, sehingga secara tidak langsung) dapat meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Sedangkan faktor pendukung (1) Kemampuan guru, (2) Kemampuan siswa, (3). Sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat dalam penerapan Pendekatanini adalah: (1) Keterbatasan guru, (2), Sarana dan prasarana yang kurang memadahi, (3) Kemampuan dan jiwa psikologis siswa yang beragam
Aplikasi Mobile Learning Sebagai Sarana Pembelajaran Abad 21 bagi Pendidik dan Peserta Didik di era Revolusi Industri 4.0 Liza Efriyanti; Firdaus Annas
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1118.513 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3132

Abstract

The first to fourth industrial revolution has resulted in changes in the learning process of today. Learning in a person which was limited in space and time, with the development of technology, has led to the transition of a learning process that can take place anywhere and at any time. The aim of the research was to find the literature on mobile learning and its application in the 21st century learning process by educators and students and the devices used. This literature review research has shown that the use of mobile technology has influenced the development of mobile learning applications as a means of learning in the 21st century. Mobile learning applications can be used by educators and students if they are connected to the Internet. Developing a mobile application requires educators to be able to use it. Vice versa, students can use this application to build their knowledge of the material they need. Researchers concluded that learning through mobile learning has led to changes in educators and student thinking; how to work; the level of technology mastery; and the ability to adapt and survive in the outer environment Revolusi industri pertama sampai dengan keempat mengakibatkan perubahan pada proses pembelajaran pada zaman sekarang. Pembelajaran pada diri seseorang yang dulunya dibatasi oleh ruang dan waktu, dengan perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya peralihan proses pembelajaran yang bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Adapun tujuan penelitian berupa mencari literatur tentang mobile learning dan pengaplikasiannya dalam proses pembelajaran di abad 21 oleh pendidik dan peserta didik dan tools yang digunakan. Jenis penelitian yang digunakan berupa literature review. Hasil penelitian yang diperolah dari literature yang didapatkan bahwa penggunaan teknologi mobile berdampak pada berkembangnya aplikasi mobile learning sebagai sarana dalam proses pembelajaran pada abad 21. Aplikasi mobile learning dapat digunakan oleh pendidik dan peserta didik asalkan terhubung dengan internet. Perkembangan aplikasi mobile mengakibatkan pendidik harus memiliki kemampuan untuk menguasai penggunaannya. Begitu juga sebaliknya peserta didik dapat memanfaatkan aplikasi ini dalam membangun pengetahuan mereka terhadap suatu materi yang dibutuhkan. Kesimpulan yang peneliti dapatkan pada penelitian ini yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan mobile learning mengakibatkan perubahan yang terjadi pada pendidik dan peserta didik terhadap cara berpikir; cara bekerja; tingkat penguasaan teknologi yang ada dan kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan hidup pada lingkungan luar.
Quest for Mutual School-Community Relationship In Nigeria: The Critical Centrifugal Forces Ige Akindele Matthew
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.291 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3122

Abstract

Mutual school-community relationship is imperative in the educational system due to the associated benefits. One of the purposes of establishing a school is to serve the immediate community. A community also needs to monitor and supervise the schools located within it, attend to their needs, challenges, as well as monitor their progress, so that there will be effective management of the schools while the set objectives can be achieved.  In this paper, critical forces pulling schools and communities apart (i.e. centrifugal forces) in Nigeria, such as theft of school properties, encroachment into school’s land/territory, interference in school’s activities, invasion of school by hoodlums, ritual killings, and obstruction of movement of staff, indiscipline of pupils/students and teachers,  as well as the apathy of school to community’s activities, are examined. To tackle the forces and achieve mutual school-community relationships, all hands must be on deck, particularly, by the parties to the school and community relationship. In this case, non-apathy of school to community activities, prevention of theft of school properties, non-interference of community members in school affairs, non-interference of parents and community in school affairs, among others, are recommendedHubungan antara sekolah dan masyarakat sangat penting dalam sistem pendidikan karena manfaat yang ada di dalamnya. Salah satu tujuan pendirian sekolah adalah untuk melayani masyarakat yang berada di sekitarnya. Masyarakat juga perlu memantau dan mengawasi sekolah-sekolah yang berada disekelilingnya, memperhatikan kebutuhan mereka, tantangan, serta memantau kemajuan mereka, sehingga akan tercipta manajemen sekolah yang efektif sementara tujuan yang ditetapkan juga dapat tercapai. Tulisan ini menganalisa kekuatan kritis yang  memisahkan antara sekolah dan masyarakat (yaitu kekuatan sentrifugal) di Nigeria, seperti pencurian properti sekolah, gangguan lingkungan sekolah, campur tangan dalam kegiatan sekolah, invasi sekolah oleh preman, ritual pembunuhan, gangguan akan aktivitas staf sekolah, ketidakdisiplinan siswa dan guru, serta sikap apatis sekolah terhadap kegiatan masyarakat. Untuk mengatasi kekuatan tersebut dan mencapai hubungan timbal balik sekolah-masyarakat, semua pihak harus bersinergi, terutama pihak-pihak sekolah dan hubungan dalam masyarakat. Sebagai solusi, ada beberapa kegiatan yang direkomendasikan, diantaranya tidak apatisnya sekolah akan kegiatan masyarakat, pencegahan pencurian properti sekolah, tidak adanya campur tangan anggota masyarakat dalam urusan sekolah, tidak adanya campur tangan orang tua dan masyarakat dalam urusan sekolah

Page 7 of 11 | Total Record : 103