cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 406 Documents
Analisis Kebijakan Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-K) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Lidiana Fitria Ningsih; Rahmania Ramadhani Dzikrullooh; Fitrotul Mutiara Sukma; Sulistya Umie Ruhmana Sari
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: KIP-K is a scholarship program launched by the Indonesian government to support underprivileged students in accessing higher education. This research applies a qualitative approach with a case study design to examine the implementation of the KIP-K policy at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data were obtained through interviews and documentation, then analyzed using four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study shows that the KIP-K policy at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang is already equipped with established procedures, criteria, and requirements that must be met by prospective recipients. The student affairs staff responsible for KIP-K management carries out rigorous assessments, including surveys and direct verification, to ensure the accuracy of data and the eligibility of applicants so that the program benefits those who truly need it. Nevertheless, the implementation still faces several challenges, such as document forgery by students attempting to qualify, secret marriages that affect recipient eligibility, and students transferring study programs without informing the KIP-K management staff. Another issue encountered is the late submission of academic grades, which often hampers the timely disbursement of KIP-K funds. These problems not only create administrative difficulties but also potentially undermine the effectiveness and credibility of the scholarship program. Therefore, this research suggests the need for more intensive socialization efforts targeted at both students and lecturers. By improving awareness of the regulations, responsibilities, and possible consequences of violations, the university can build a more transparent and accountable management system. Such measures are expected to minimize irregularities and ensure that KIP-K continues to achieve its primary goal, namely to provide equal opportunities for underprivileged students to pursue higher education and to contribute to the development of human resources in Indonesia. Keywords: Education, Policy, KIP-K Abstrak: Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa yang diluncurkan pemerintah Indonesia untuk membantu mahasiswa kurang mampu dalam memperoleh akses pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji implementasi kebijakan KIP-K di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan KIP-K di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dilengkapi dengan prosedur, kriteria, serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Pihak kemahasiswaan selaku pengelola KIP-K menerapkan seleksi yang ketat melalui survei maupun verifikasi langsung untuk memastikan keabsahan data dan kelayakan mahasiswa sehingga bantuan dapat diberikan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Meskipun demikian, implementasi program ini masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa mahasiswa diketahui melakukan pemalsuan dokumen untuk dapat lolos seleksi, adanya pernikahan siri yang memengaruhi kelayakan penerima, serta kasus perpindahan program studi tanpa sepengetahuan pengelola KIP-K yang menimbulkan persoalan administratif. Selain itu, keterlambatan penginputan nilai akademik juga kerap menghambat proses pencairan dana KIP-K. Permasalahan tersebut tidak hanya menimbulkan kesulitan administratif, tetapi juga berpotensi melemahkan efektivitas serta kredibilitas program beasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi yang lebih intensif kepada mahasiswa maupun dosen mengenai aturan, kewajiban, dan konsekuensi dari penyalahgunaan program. Dengan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran, diharapkan terbangun sistem pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel. Upaya ini penting untuk meminimalisasi penyimpangan sekaligus memastikan KIP-K tetap berjalan sesuai tujuan utamanya, yaitu memberikan kesempatan yang adil bagi mahasiswa kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi serta berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Kata kunci: Pendidikan, Kebijakan, KIP-K
Strategi Manajemen Kesiswaan dalam Mengatasi Degradasi Moral Melalui Program Pembinaan Siswa Helda Yusfarina Anggraini; Zamroni Zamroni; Shafa Shafa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by the increasing cases of moral degradation of students in adolescence which is marked by the emergence of cases of juvenile delinquency. This phenomenon increasingly encourages educational institutions, especially schools, to be able to provide appropriate guidance so that the problem of moral degradation can be immediately addressed. One strategy that can be an alternative in dealing with cases of moral degradation in schools is through student development. This is what the Deputy Head of Student Affairs at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang did in dealing with the problem of moral degradation that occurred among students. Based on this background, this research aims to describe and provide explanations regarding student development strategies at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang. The type of research used by researchers is a case study with a qualitative research approach. Data from this research was collected through data collection techniques such as non-participant observation, semi-structured interviews and documentation. The collected data was analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model analysis techniques. This technique includes the stages of data condensation, data presentation and conclusion drawing. Meanwhile, testing the validity of the data uses triangulation techniques. Based on the research results, it was found that the student development strategy in overcoming moral degradation at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang was carried out through three development strategies, namely; (1) academic development of students, which includes development of academic, arts and sports achievements, development of literature and culture, and development of ICT and English; (2) non-academic student development which includes fostering creativity and entrepreneurship, as well as fostering physical health; (3) attitudinal and spiritual development of students which includes moral development, personality development, as well as democracy and tolerance development. Keywords: student development, moral degradation, strategy Abstrak: Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya kasus degradasi moral siswa di usia remaja yang ditandai dengan kemunculan kasus kenakalan remaja. Fenomena ini semakin mendorong lembaga pendidikan terutama sekolah untuk dapat memberikan pembinaan yang tepat agar permasalahan degradasi moral ini dapat segera tertangani. Adapun salah satu strategi yang dapat menjadi alternatif dalam menangani kasus degradasi moral di sekolah yakni melalui pembinaan kesiswaan. Hal inilah yang dilakukan oleh Waka Kesiswaan di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang dalam menangani permasalahan degradasi moral yang terjadi di kalangan para siswa. Berdasarkan pada latar belakang inilah, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memaparkan penjelasan terkait strategi pembinaan kesiswaan di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang. Jenis penelitian yang digunakan peneliti yakni studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data secara observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis menggunakan teknik analisis model Miles, Huberman, dan Saldana. Teknik ini meliputi tahap kondensasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data menggukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa strategi pembinaan kesiswaan dalam mengatasi degradasi moral di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang dilakukan melalui tiga strategi pembinaan, yakni; (1) pembinaan kesiswaan secara akademik yang mana meliputi pembinaan prestasi akademik, seni, dan olahraga, pembinaan sastra dan budaya, serta pembinaan TIK dan bahasa inggris; (2) pembinaan kesiswaan secara non akademik yang meliputi pembinaan kreativitas dan kewirausahaan, serta pembinaan kesehatan jasmani; (3) pembinaan kesiswaan secara sikap dan spiritual yang meliputi pembinaan pembinaan akhlak, pembinaan kepribadian, serta pembinaan demokrasi dan toleransi. Kata kunci: pembinaan kesiswaan, degradasi moral, strategi
Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SDN 3 Lemba Kabupaten Soppeng Dika Safitri; Muhammad Ardiansyah; Hasan Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of social media in education opens up new pedagogical spaces for content creator teachers in instilling character education values in students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to understand the experiences of content creator teachers in utilizing social media at SD Negeri 3 Lemba, Soppeng Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and analysis of school social media content documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, maintaining data validity through triangulation of sources and methods. The results show that social media is used consciously and deliberately as a medium for instilling character values through visual, participatory, and contextual content. Dominant character values include religiosity, discipline, cooperation, social care, national spirit and love of the homeland, good manners, and self-confidence, which are integrated into students' daily activities and the school's flagship programs. Despite facing internal and external challenges, content creator teachers demonstrate adaptive efforts in managing social media pedagogically. These findings confirm that the use of social media by content creator teachers plays a significant role in supporting the internalization of character education values and strengthening school culture in the digital era. Keywords: social media; content creator teacher; character education. Abstrak: Pemanfaatan media sosial dalam pendidikan membuka ruang pedagogis baru bagi guru konten kreator dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman guru konten kreator dalam memanfaatkan media sosial di SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi konten media sosial sekolah, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan secara sadar dan terencana sebagai media penanaman nilai karakter melalui konten visual, partisipatif, dan kontekstual. Nilai karakter yang dominan meliputi religius, disiplin, kerja sama, peduli sosial, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, adab sopan santun, serta percaya diri, yang diintegrasikan melalui aktivitas keseharian peserta didik dan program unggulan sekolah. Meskipun menghadapi tantangan internal dan eksternal, guru konten kreator menunjukkan upaya adaptif dalam mengelola media sosial secara pedagogis. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial oleh guru konten kreator berperan signifikan dalam mendukung internalisasi nilai pendidikan karakter dan penguatan budaya sekolah di era digital. Kata kunci: media sosial; guru konten kreator; pendidikan karakter.
Program Sekolah Ramah Anak dalam Mencegah Perundungan melalui Manajemen yang Efektif Anisa Dyah Putri; Gilang Syaputra; Jhon Hendro; Marlinda Marlinda; Samsinar Samsinar; Satria Satria; Hendri Mahardi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Child-Friendly School (CFS) is an educational management approach oriented toward fulfilling children’s rights, protection, and participation in all aspects of educational implementation. This study aims to describe the effectiveness of the CFS program in preventing bullying behavior through effective school management. The method used is a literature study (Systematic Literature Review/SLR) involving relevant scientific articles, academic books, and educational policies. The analysis was conducted using content analysis to identify key themes and findings related to the implementation of CFS in bullying prevention. The results show that the effectiveness of the CFS program is influenced by humanistic and collaborative school leadership, systematic anti-bullying program design, educator capacity building, student management that fosters positive social relationships, and protection for vulnerable groups, including students with disabilities. In addition, a conducive school climate, a safe physical environment, and the integration of local wisdom values were found to strengthen the culture of nonviolence in schools. Overall, the findings affirm that inclusive, participatory, adaptive school management aligned with local contexts is a key factor in realizing the effectiveness of the Child-Friendly School Program and in creating a safe, harmonious, and bullying-free educational environment. Keywords: School management, Child-Friendly School (CFS), Bullying prevention, Educational climate. Abstrak: : Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan pendekatan manajemen pendidikan yang berorientasi pada pemenuhan hak, perlindungan, dan partisipasi anak dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas program SRA dalam mencegah perilaku perundungan melalui manajemen sekolah yang efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur (Systematic Literature Review/SLR) terhadap artikel ilmiah, buku akademik, dan kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan temuan terkait implementasi SRA dalam pencegahan perundungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas program SRA dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah yang humanis dan kolaboratif, desain program anti-bullying yang sistematis, penguatan kapasitas pendidik, manajemen kesiswaan yang mendorong hubungan sosial positif, serta perlindungan bagi kelompok rentan termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Selain itu, iklim sekolah yang kondusif, lingkungan fisik yang aman, serta integrasi nilai-nilai kearifan lokal terbukti memperkuat budaya anti-kekerasan di sekolah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa manajemen sekolah yang inklusif, partisipatif, adaptif, dan selaras dengan konteks lokal merupakan faktor utama dalam mewujudkan efektivitas Program Sekolah Ramah Anak serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan bebas dari perundungan. Kata kunci: Manajemen sekolah, Sekolah Ramah Anak (SRA), Pencegahan perundungan, Iklim pendidikan.
Pengaruh Supervisi Akademik dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMKS Al Ittihad Karangtengah Cianjur M Khoerudin; Tatang Sudrajat; Yuyun Yuniarsih; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Vip Paramarta
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of the principal's academic supervision and work motivation, both partially and simultaneously, on teacher performance at SMKS Al Ittihad, Karangtengah District, Cianjur Regency. The research used a quantitative approach with descriptive and verificative methods. The study population consisted of all 36 teachers at the school, using a total sampling technique. Data were collected through closed-ended questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS software. Basen on the statistic results that Academic supervision has a positive and significant effect on teacher performance (t-count = 5.938; Sig. = 0.000), and work motivation has a positive and significant effect on teacher performance (t-count = 3.867; Sig. = 0.000). And Then Academic supervision and work motivation together have a significant effect on teacher performance (F-count = 26.759; Sig. = 0.000) with a contribution of 61.9% (R² = 0.619). The remaining 38.1% is influenced by other factors outside the model. The Conclusion is Teacher performance at SMKS Al Ittihad Cianjur can be significantly improved by enhancing the quality of academic supervision that is developmental in nature and by comprehensively strengthening teacher work motivation. It is recommended that principals integrate both aspects into their strategies for teacher professional development and guidance. Keywords: Academic Supervision, Work Motivation, Teacher Performance, Educational Management, Vocational High School. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja guru di SMKS Al Ittihad Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh 36 guru di sekolah tersebut, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Berdasarkan hasil olah data statistik, supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t-hitung = 5,938; Sig. = 0,000), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t-hitung = 3,867; Sig. = 0,000). Kemudian Supervisi akademik dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F-hitung = 26,759; Sig. = 0,000) dengan kontribusi sebesar 61,9% (R² = 0,619). Sisa 38,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerja guru di SMKS Al Ittihad Cianjur dapat ditingkatkan secara signifikan melalui peningkatan kualitas supervisi akademik yang bersifat membina dan penguatan motivasi kerja guru secara komprehensif. Kepala sekolah disarankan untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut dalam strategi pembinaan dan pengembangan profesional guru. Kata kunci: Supervisi Akademik, Motivasi Kerja, Kinerja Guru, Manajemen Pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan.
Manajemen Social Capital Pendidikan Islam Era Digital dalam Upaya Peningkatan Kepercayaan Publik dan Partisipasi Sosial Ribhil Mafatih; Nur Hidayati
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the management of social capital in Islamic educational institutions in the digital era, focusing on the role of media-based da’wah programs, particularly religious reality shows, in building public trust and enhancing social participation. Using a qualitative literature study design, data were obtained from primary journal articles, academic books, and research reports, and analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that digital social capital is constructed through three core dimensions “bonding”, “bridging”, and “linking”, which collectively shape the foundation of social cohesion in digital spaces. The results also indicate that religious reality shows strengthen public trust through host credibility, transparent program documentation, and emotional narratives that create a sense of closeness between audiences and institutions. Public trust subsequently functions as a form of social currency, encouraging community involvement in social activities, donations, and educational support. The study concludes that digital da’wah serves as a strategic instrument for reinforcing social capital and sustaining the development of Islamic educational institutions. The implications highlight the need for professional, transparent, and literacy-based digital media governance to maintain institutional legitimacy and increase public participation. Keywords: Digital Social Capital, Media Da’wah, Public Trust, Social Participation, Islamic Education Management. Abstrak: Penelitian ini menganalisis manajemen social capital lembaga pendidikan Islam pada era digital dengan fokus pada peran program dakwah media, khususnya religious reality show, dalam membangun kepercayaan publik dan meningkatkan partisipasi sosial. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, data diperoleh dari artikel jurnal primer, buku akademik, dan dokumen penelitian yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social capital digital terbentuk melalui tiga dimensi utama, yaitu bonding, bridging, dan linking, yang membentuk landasan kohesi sosial di ruang digital. Temuan juga mengungkap bahwa reality show dakwah mampu memperkuat public trust melalui kredibilitas host, transparansi kegiatan, dan narasi emosional yang mendekatkan audiens dengan lembaga. Kepercayaan publik kemudian berfungsi sebagai social currency yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial, donasi, dan dukungan program pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital dapat menjadi instrumen strategis bagi penguatan social capital serta keberlanjutan lembaga pendidikan Islam. Implikasi penelitian mendorong perlunya tata kelola media digital yang profesional, transparan, dan berbasis literasi sosial agar lembaga mampu mempertahankan legitimasi dan meningkatkan partisipasi publik. Kata Kunci: Social Capital Digital, Dakwah Media, Kepercayaan Publik, Partisipasi Sosial, Manajemen Pendidikan Islam
Manfaat Pendidikan sebagai Investasi Sumber Daya Manusia bagi Perekonomian Indonesia Ditinjau melalui Systematic Literature Review Tahun 2020–2025 Neng Lulu Azizatulhadhro; Sita Ratnaningsih; Nurochim Nurochim
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how education contributes to the quality and development of human resources in Indonesia, particularly in enhancing their capabilities and serving as an investment in the economic sector. The research method used is a systematic literature review. The data sources include relevant journals from the past five years (2020–2025) and official data from research or survey institutions as well as from the government. The results show that economic factors—especially poverty, unemployment, and GRDP per capita—play a significant role in shaping Indonesia’s Human Development Index (HDI). Although GRDP per capita provides a positive contribution, unemployment and poverty have more substantial and negative impacts on human development. These findings indicate that improving human development in Indonesia requires targeted policies to reduce unemployment and poverty, alongside strategic investments in education, healthcare services, and job creation. The post–COVID-19 pandemic period, particularly between 2021 and 2023, represents a crucial phase in the context of recovery and improving the population’s quality of life. The pandemic has transformed many aspects of life, from how people work to how they interact and access services. On one hand, the pandemic has worsened health and education conditions, but on the other hand, it has also driven innovation and adaptation across various sectors. Keywords: Education, Human Resource Investment, Indonesian Economy, Human Resources Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan dapat berkontribusi dengan kualitas dan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan kualitas dan menjadi investasi dalam dunia perekonomian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah systematic literatur review. Sumber data yang digunakan adalah jurnal yang relevean selama 5 tahun terakhir (2020-2025) dan data resmi dari lembaga penelitian/survey maupun dari pemerintah. Hasil penelitian telah menunjukan faktor-faktor ekonomi—terutama kemiskinan, pengangguran, dan PDRB per kapita memainkan peran penting dalam membentuk Human Development Index(HDM) Indonesia. Meskipun PDRB per kapita memberikan kontribusi positif, pengangguran dan kemiskinan memiliki dampak yang lebih substansial dan negatif terhadap pembangunan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pembangunan manusia di Indonesia memerlukan kebijakan yang terarah untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan, di samping investasi strategis di bidang pendidikan, layanan kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja. Periode pascapandemi COVID-19, khususnya antara tahun 2021 dan 2023, merupakan fase krusial dalam konteks pemulihan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pandemi telah mengubah banyak aspek kehidupan, mulai dari cara kita bekerja hingga cara kita berinteraksi dan mengakses layanan. Di satu sisi, pandemi telah memperburuk kondisi kesehatan dan pendidikan, namun di sisi lain, pandemi juga telah memicu inovasi dan adaptasi di berbagai sektor. Kata kunci: Pendidikan, Investasi SDM, ekonomi Indonesia, Sumber Daya Manusia
Manajemen Kurikulum Deep Learning dalam Mengarsiteki Ruang Kelas Sebagai Laboratorium Pembuat Makna di SMA Darussalam Blokagung Nikmaturrohmah Nikmaturrohmah; Lutfi Wakhid
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze curriculum management that emphasizes deep learning at SMA Darussalam Blokagung, a pesantren-based school with distinctive and integrated learning characteristics. The research employs a qualitative method with a case study approach, involving interviews, observations, and document analysis to explore the stages of curriculum planning, implementation, and evaluation focused on deep learning. The findings reveal that the principles of deep learning, including creativity, collaboration, communication, character building, critical thinking, and citizenship, have been incorporated into the curriculum documents. However, their implementation in classroom practices remains suboptimal, as teaching methods are still dominated by lectures and memorization. This condition limits students’ active engagement, exploration, and critical reflection. In addition, the classroom design, which tends to be rigid and teacher-centered, hinders the development of collaborative interaction, which is essential for deep learning. Although the pesantren environment has strong potential to support deep learning through discipline, character habituation, and collective student activities, this potential has not been effectively integrated into formal classroom instruction. Therefore, this study highlights the importance of aligning curriculum planning, innovative teaching strategies, flexible classroom arrangements, and continuous teacher professional development. Such integration is crucial to creating a meaningful, creative, reflective, contextual, adaptive, relevant, inclusive, and sustainable learning ecosystem that meets students’ needs and responds to the demands of the 21st century. Keywords: Curriculum Management; Deep Learning; Classroom Design Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kurikulum yang mengedepankan pembelajaran mendalam di SMA Darussalam Blokagung, sebuah sekolah berbasis pesantren yang memiliki keunikan dalam metode pembelajarannya yang khas dan terintegrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mendalami tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang difokuskan pada pembelajaran mendalam. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, penguatan karakter, berpikir kritis, dan kewarganegaraan, telah dicantumkan dalam dokumen kurikulum. Namun, penerapannya di dalam kelas masih belum maksimal karena metode pembelajaran yang lebih banyak menggunakan ceramah dan hafalan. Hal ini mengakibatkan keterlibatan aktif, eksplorasi, dan refleksi kritis siswa tidak berkembang dengan baik. Di samping itu, desain ruang kelas yang cenderung kaku dan bersifat satu arah juga menghalangi terciptanya interaksi kolaboratif yang sangat penting dalam pembelajaran mendalam. Meskipun lingkungan pesantren memiliki potensi yang besar untuk mendukung pembelajaran mendalam melalui budaya disiplin, pembiasaan karakter, dan aktivitas kolektif santri, potensi tersebut belum terintegrasi secara efektif dalam proses pembelajaran formal. Maka dari itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya mengintegrasikan perencanaan kurikulum, strategi pembelajaran yang inovatif, pengaturan ruang kelas yang fleksibel, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan profesional untuk menciptakan ekosistem belajar yang bermakna, kreatif, reflektif, kontekstual, adaptif, relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Manajemen Kurikulum; Pembelajaran Deep Learning; Desain Ruang Kelas
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Iklim Organisasi dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Etos Kerja Guru SMA Negeri Di Kota Palangka Raya Septina Wijayanti; Ahmad Suriansyah; Wahyu Wahyu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teachers' work ethic plays an important role in shaping the character of students. One of the factors that affects it is the leadership of the principal, especially instructional leadership that can create a positive organizational climate and increase work motivation. This study aims to analyze the influence of instructional leadership and organizational climate on teachers' work ethic, both directly and through work motivation at SMA Negeri Palangka Raya City. This study uses a quantitative approach with a population of 527 teachers from 10 public high schools in Palangka Raya City, and a sample of 227 teachers taken proportionally using random sampling. Data is collected through a Likert questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using path analysis and multiple regression. The results of the study showed: (1) an overview of the principal's instructional leadership, organizational climate, teacher competence, and work ethic; (2) the instructional leadership of the principal has a direct effect on the work ethic of teachers; (3) the organizational climate has a direct effect on the work ethic of teachers; (4) teachers' work motivation has a direct effect on teachers' work ethic; (5) instructional leadership and organizational climate have a direct effect on teachers' work motivation; (6) there is an indirect influence of instructional leadership and organizational climate on work ethic through work motivation. These findings show that teachers' work ethic is influenced by the quality of the principal's leadership, a conducive organizational climate, and high work motivation. These results emphasize the importance of leadership that is not only administrative, but also encourages communication, appreciation, and individual development. It is suggested that strengthening the organizational climate and teachers' work motivation be made into a sustainable program. This research also opens up opportunities for further study to explore teachers' work ethic more deeply. Keywords: Instructional Leadership; Organizational Climate; Work Motivation; Teacher Work Ethic. Abstrak: Etos kerja guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang dapat menciptakan iklim organisasi positif dan meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja guru, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 527 guru dari 10 SMA Negeri di Kota Palangka Raya, dan sampel 227 guru yang diambil secara proporsional menggunakan random sampling. Data dikumpulkan melalui angket Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran kepemimpinan instruksional kepala sekolah, iklim organisasi, kompetensi guru, dan etos kerja guru; (2) kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (3) iklim organisasi berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (4) motivasi kerja guru berpengaruh langsung pada etos kerja guru; (5) kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi berpengaruh langsung pada motivasi kerja guru; (6) terdapat pengaruh tidak langsung kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap etos kerja melalui motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa etos kerja guru dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi yang kondusif, dan motivasi kerja yang tinggi. Hasil ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mendorong komunikasi, apresiasi, dan pengembangan individu. Disarankan agar penguatan iklim organisasi dan motivasi kerja guru dijadikan program berkelanjutan. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan untuk mengeksplorasi etos kerja guru lebih mendalam. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional; Iklim Organisasi; Motivasi Kerja; Etos Kerja Guru
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin Petrus Lein; Wahyu Wahyu; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue