cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 343 Documents
Strategi Branding, Marketing dan Reputasi dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah Astuti, Puji; Trianung, Teguh; Santosa, Heru
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the digital era, significant transformations have taken place within the education sector, particularly in how institutions manage and organize their operations. With the rapid advancement of technology and the increasing reliance on digital tools, educational institutions are presented with new opportunities to boost their competitiveness. One of the key ways they can achieve this is through the strategic use of branding, marketing, and reputation management. These elements play a crucial role in shaping a school’s public image and enhancing its attractiveness to potential students and stakeholders. This article delves into the synergistic roles of branding, marketing, and reputation management strategies in strengthening a school’s competitive position. The research employs a qualitative approach, utilizing a case study method to explore how these strategies are implemented in real-world educational settings. Data collection methods include in-depth interviews with key stakeholders, participant observations, and documentary analysis, ensuring a comprehensive understanding of the subject. The findings of this research indicate that the integration of branding, marketing, and reputation management strategies can significantly elevate a school’s ability to stand out in a competitive market. Institutions that successfully highlight their unique identity, effectively utilize technology for promotional activities, and maintain a positive reputation are better positioned to attract prospective students and parents. Additionally, the study suggests that these strategies must work in harmony to achieve the desired outcomes, as each element complements the others. Ultimately, schools that adopt a holistic approach to these strategies are more likely to succeed in an increasingly competitive educational environment, where reputation and visibility play pivotal roles in attracting students and fostering institutional growth. Keywords: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah Abstrak: Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor pendidikan, terutama dalam cara institusi mengelola dan menyelenggarakan operasional mereka. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ketergantungan yang semakin besar pada alat digital, institusi pendidikan memiliki peluang baru untuk meningkatkan daya saingnya. Salah satu cara utama untuk mencapai hal ini adalah melalui penggunaan strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi yang efektif. Elemen-elemen ini memiliki peran penting dalam membentuk citra publik sekolah dan meningkatkan daya tariknya bagi calon siswa dan pemangku kepentingan. Artikel ini membahas peran sinergis dari strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dalam memperkuat posisi kompetitif sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana strategi-strategi ini diterapkan dalam pengaturan pendidikan dunia nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai topik ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sekolah untuk menonjol di pasar yang kompetitif. Institusi yang berhasil menonjolkan identitas unik mereka, memanfaatkan teknologi untuk kegiatan promosi, dan menjaga reputasi yang baik di mata publik lebih berpotensi untuk menarik calon siswa dan orang tua. Selain itu, penelitian ini menyarankan bahwa strategi-strategi ini harus bekerja secara harmonis untuk mencapai hasil yang diinginkan, karena masing-masing elemen saling melengkapi. Pada akhirnya, sekolah-sekolah yang mengadopsi pendekatan holistik terhadap strategi-strategi ini lebih mungkin untuk berhasil di lingkungan pendidikan yang semakin kompetitif, di mana reputasi dan visibilitas memainkan peran penting dalam menarik siswa dan mendukung pertumbuhan institusi. Kata kunci: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah
Peran Program Repatriasi Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Community Learning Center (CLC) Sabah Malaysia Anggraeni, Lia; Purwanto, Nurtanio Agus
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The study aims to examine the role of repatriation programs in improving the quality of education in Community Learning Centers (CLCs) in Sabah, Malaysia. The main focus of the research is to investigate the aspects of education quality in CLCs, identify obstacles to improving the quality of education in CLCs, understand the implementation of repatriation, and identify the role of repatriation programs. This research is expected to provide strategic recommendations to improve the quality of education in CLCs in Sabah, Malaysia. This research was descriptive research with a qualitative approach. The location of this research was CLC in the Sabah, Malaysia, region. The subjects in this study were the principal of the Indonesian School of Kota Kinabalu (SIKK), CLC teachers, and CLC alumni. Data collection in this study was carried out by technical observation, documentation, and interviews. The validity of the data was checked using a triangulation technique. Meanwhile, data analysis used qualitative data analysis techniques (Miles and Huberman), with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The study shows that each CLC seeks to meet the eight national education standards set by the Indonesian government. Because the SNP has not been implemented optimally, SIKK as the parent school of CLC carries out internal standardization through monitoring and evaluation. Obstacles to improve the quality of CLC education are mostly in terms of administration. Besides that, each CLC has different challenges and obstacles. The repatriation program is one of the efforts to improve quality in the form of repatriation of students to continue their education, which is divided into the ADEM repatriation pathway, which is fully financed by the government, and the Foundation repatriation pathway, which the Foundation or partner schools finance. The role of the repatriation program in improving the quality of education in CLC, Sabah, Malaysia, includes increasing students' motivation to learn, increasing parents' awareness of education, improving the quality of CLC graduates, and improving the quality of the educational service process at CLC. Keywords: CLC; quality of education; repatriation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program repatriasi dalam peningkatan mutu pendidikan di Community Learning Center (CLC) di Sabah, Malaysia. Fokus utama penelitian adalah mengetahui aspek mutu pendidikan yang ada di CLC, mengidentifikasi hambatan dalam peningkatan mutu pendidikan di CLC, mengetahui pelaksanaan repatriasi serta mengidentifikasi peran program repatriasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah CLC di wilayah, Sabah, Malaysia. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Guru CLC dan Alumni CLC. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Sedangkan analisis data menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan diantaranya setiap CLC berupaya memenuhi delapan standar nasional pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Dikarenakan SNP tidak diterapkan secara maksimal, SIKK sebagai sekolah induk bagi CLC melakukan standarisasi internal melalui monitoring dan evaluasi. Hambatan dalam peningkatan mutu pendidikan CLC sebagian besar dari segi administrasi, selain itu masing-masing CLC memiliki tantangan dan kendala yang berbeda. Program repatriasi menjadi salah satu upaya dalam peningkatan mutu dengan bentuk pemulangan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan yang terbagi atas jalur repatriasi ADEM dan jalur repatriasi Yayasan. Peran program repatriasi dalam peningkatan mutu pendidikan di CLC, Sabah, Malaysia diantaranya meliputi meningkatkan motivasi belajar peserta didik, meningkatkan kesadaran orang tua tentang pendidikan, meningkatkan mutu lulusan CLC dan meningkatan mutu proses layanan pendidikan di CLC. Kata kunci: CLC; mutu pendidikan; Repatriasi
Pengembangan Model Aplikasi Manajemen Kehadiran Siswa di Satuan Pendidikan di Indonesia: A Systematic Literature Review Irawan, Alvian Fandi; Supriyanto, Achmad; Timan, Agus; Zulkarnain, Wildan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development of many student attendance applications that have been carried out has not received special attention to measuring product quality during development. Application development requires consideration as an effort to meet user needs. Achievement in meeting user needs can be done by measuring product quality such as functional suitability, reliability, performance efficiency, usability, security, maintainability, portability, compatibility through these measurements can provide quality to the application developed. This research aims to integrate ISO 25010 measurements in creating a conceptual model of a quality student attendance management application. This research uses a qualitative approach of the systematic literature review type, adapting the Okoli guide model with steps (1) Determine research questions, (2) Identify relevant search terms, (3) develop a search plan, (4) test the search, (5) select a database and run a search, (6) document and manage search results. The results show that the student attendance management application model consists of several features and contains product quality measurements, features obtained through pattern matching patterns to select popular and essential features with product quality that meets the ISO 25010 product quality model. The model is still conceptual and needs to be followed up with empirical studies and technical development of student attendance management applications. Keywords: student attendance; iso 25010; attendance management; application development; education technology Abstrak: Pengembangan banyak aplikasi absensi siswa yang telah dilakukan belum mendapatkan perhatian khusus dalam mengukur kualitas produk selama pengembangan. Pengembangan aplikasi memerlukan pertimbangan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Pencapaian dalam memenuhi kebutuhan pengguna dapat dilakukan dengan mengukur kualitas produk seperti kesesuaian fungsional, keandalan, efisiensi kinerja, kegunaan, keamanan, pemeliharaan, portabilitas, dan kompatibilitas. Melalui pengukuran ini, dapat memberikan kualitas pada aplikasi yang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pengukuran ISO 25010 dalam menciptakan model konseptual aplikasi manajemen absensi siswa yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis tinjauan literatur sistematis, mengadaptasi model panduan Okoli dengan langkah-langkah (1) Menentukan pertanyaan penelitian, (2) Mengidentifikasi istilah pencarian yang relevan, (3) Mengembangkan rencana pencarian, (4) Menguji pencarian, (5) Memilih database dan menjalankan pencarian, (6) Mencatat dan mengelola hasil pencarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model aplikasi manajemen absensi siswa terdiri dari beberapa fitur dan mengandung pengukuran kualitas produk, fitur yang diperoleh melalui pola pencocokan pola untuk memilih fitur yang populer dan esensial dengan kualitas produk yang memenuhi model kualitas produk ISO 25010. Model ini masih bersifat konseptual dan perlu dilanjutkan dengan studi empiris dan pengembangan teknis aplikasi manajemen absensi siswa. Kata kunci: absensi siswa; ISO 25010; manajemen absensi; pengembangan aplikasi; teknologi pendidikan
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sebagai Wujud Transformasi Pendidikan Ribudiyanti, F; Reknaningsih, Endah; -, Nurkolis
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Educational transformation is a demand of the times that must be responded to with concrete steps in educational units, particularly in the implementation of the Independent Curriculum. This article describes the strategic efforts undertaken by the Principal of SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati since the beginning of his leadership in 2023 to improve the quality of learning. Based on the 2022 Education Report Card data showing low achievements in literacy, numeracy, student character, and learning quality, the Principal conducted a reflection with teachers, identified challenges, and developed an improvement strategy focused on strengthening teacher competency as the primary implementers of the Independent Curriculum. This study used a qualitative descriptive method in accordance with the research process, starting with supervision, interviews, and collecting necessary documentation. The Principal took on the role of an agent of change through training, mentoring, and teacher empowerment. The results of this study serve as a foundation for realizing more meaningful, student-centered learning, and oriented towards the Pancasila Student Profile, given the school's remote geographical location and limited human resources and facilities. This change focuses on shifting from simply delivering material to developing student competency and character. Principals and teachers play a crucial role in building an innovative and responsive learning ecosystem. With the support of progressive policies and collaboration from all parties, educational transformation can be realized. SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati remains committed to providing the best educational services, with a spirit of inclusive and sustainable change. This effort is reflected in the positive achievements of the 2025 Education Report, as concrete evidence that quality education can be achieved through hard work, collaboration, and a focus on student needs, skills training for teachers, a culture of reflection and collaboration, designing targeted quality improvement programs, and prioritizing transformative leadership. Keywords: Educational transformation; Merdeka Curriculum; learning quality; school principal; teacher competence Abstrak: Transformasi pendidikan merupakan tuntutan zaman yang harus direspon dengan langkah nyata di satuan pendidikan, khususnya dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Artikel ini mendeskripsikan upaya strategis yang dilakukan Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati sejak awal kepemimpinannya pada tahun 2023 untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan data Rapor Pendidikan tahun 2022 yang menunjukkan rendahnya capaian dalam literasi, numerasi, karakter murid, dan kualitas pembelajaran, Kepala sekolah melakukan refleksi bersama guru, memetakan tantangan, dan menyusun strategi perbaikan yang terfokus pada penguatan kompetensi guru sebagai pelaksana utama Kurikulum Merdeka. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriftif sesuai pada jalannya penelitian mulai pada ovserbasi, wawancara dan pengambilan dokumentasi yang diperlukan. Kepala sekolah mengambil peran sebagai agen perubahan melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan guru. Hasil dari penelitian ini menjadi fondasi dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada peserta didik, dan berorientasi pada Profil Pelajar Pancasila terdasarkan letak geografis sekolah yang terpencil serta keterbatasan SDM dan sarana. Perubahan ini fokus dari sekadar penyampaian materi menuju pengembangan kompetensi dan karakter siswa. Kepala sekolah dan guru memainkan peran penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif dan responsif. Dengan dukungan kebijakan yang progresif serta kolaborasi semua pihak, transformasi pendidikan dapat terwujud.SMP Negeri 3 Satu Atap Kedungjati terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik, dengan semangat perubahan yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini tercermin dalam capaian positif Rapor Pendidikan Tahun 2025, sebagai bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan fokus pada kebutuhan murid, pelatihan skill pada guru, budaya refleksi dan kolaborasi, merancang program peningkatan mutu yang tepat sasaran, mengedepankan kepemimpinan transformatif. Kata kunci: Transformasi pendidikan,Kurikulum Merdeka, kualitas pembelajaran, kepala sekolah, kompetensi guru.
Peningkatan Kualitas Penilaian Melalui Supervisi Akademik Guru TK di Gugus Flamboyan Kecamatan Banggae Ulfah, St. Maria
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of school action research is to improve the quality of assessment through academic supervision for teachers of Gugus Flamboyan, Banggae District, Majene Regency. In this study, researchers used data collection tools in the form of observation instruments and thematic learning lesson plan preparation instruments. The research was conducted from March to May 2021, with the consideration that the assessments that have been made can be used to develop the KTSP used in kindergarten in the 2021/2022 academic year. This research was conducted using the school action research method. Researchers always try to obtain optimal results through methods and procedures that are considered the most effective, so that repeated actions are possible to improve classroom management in the teaching and learning process. The researcher conducted two cycles of research. Starting from cycle I, 1) action planning, 2) action implementation, 3) observation, and 4) reflection. Based on the formulation of problems, hypotheses and research results, the researcher concludes that academic supervision can improve the quality of teacher assessment - kindergarten teachers of the Lelebautapa cluster in the 2021/2022 academic year. Keywords: Supervision; Academic; Assessment Abstrak: Tujuan penelitian tindakan sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas penilaian melalui supervisi akademik bagi guru-guru Gugus Flamboyan Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat pengumpulan data berupa instrumen observasi dan instrumen penyusunan RPP pembelajaran tematik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei tahun 2021, dengan pertimbangan penilaian yang sudah dibuat dapat digunakan untuk pengembangan KTSP yang digunakan di TK pada tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan sekolah. Peneliti senantiasa berupaya memperoleh hasil yang optimal melalui cara dan prosedur yang dinilai paling efektif, sehingga dimungkinkan adanya tindakan yang berulang-ulang untuk meningkatkan pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar. Peneliti melaksanakan penelitian dua siklus. Dimulai siklus I sejak 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan, dan 4) Refleksi hingga siklus II.Berdasarkan rumusan masalah, hipotesis dan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kualitas penilaian guru – guru TK gugus Lelebautapa tahun pelajaran 2021/2022. Kata kunci: Supervisi; Akademik; Penilaian
Manajemen Pendidikan Inklusif di Negara Berkembang: Tantangan dan Peluang dalam Konteks Multukultural Hafizah, Nanda Nur; Tuala, Riyuzen Praja; Dermawan, Oki
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of inclusive education management in developing countries with multicultural backgrounds, particularly in Indonesia, Malaysia and India. Inclusive education, which emphasizes providing equal opportunities for all learners without exception, including those who have special needs or come from diverse social and cultural backgrounds, is faced with various challenges in these developing countries. The method used in this study is Systematic Literature Review (SLR), by analyzing 35 relevant articles obtained from various sources, such as Scopus, Taylor & Francis, ScienceDirect, and Google Scholar. This study identified various obstacles in the implementation of inclusive education, such as access gaps, infrastructure limitations, lack of teacher training, social stigma, and language and curriculum barriers. However, there are great opportunities to improve the effectiveness of inclusive education through policy strengthening, technology utilization, synergy between government and society, and more flexible curriculum reforms. This research makes an important contribution to the literature on inclusive education in developing countries and offers strategic recommendations to improve the sustainability and equity of access to inclusive education in countries with complex cultural and ethnic diversity. Keywords: Inclusive Education Management; Developing Countries; Multiculturalism Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pendidikan inklusif di negara-negara berkembang dengan latar belakang multikultural, khususnya di Indonesia, Malaysia, dan India. Pendidikan inklusif, yang menekankan pada pemberian kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam, dihadapkan pada berbagai tantangan di negara-negara berkembang ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menganalisis 35 artikel relevan yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti Scopus, Taylor & Francis, ScienceDirect, dan Google Scholar. penelitian ini mengidentifikasi berbagai kendala dalam implementasi pendidikan inklusif, seperti kesenjangan akses, keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan guru, stigma sosial, serta hambatan bahasa dan kurikulum. Meskipun demikian, terdapat peluang besar dalam meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif melalui penguatan kebijakan, pemanfaatan teknologi, sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta reformasi kurikulum yang lebih fleksibel. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur mengenai pendidikan inklusif di negara berkembang dan menawarkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan keberlanjutan serta kesetaraan akses pendidikan yang inklusif di negara-negara dengan keragaman budaya dan etnis yang kompleks. Kata kunci: Manajemen Pendidikan Inklusif; Negara Berkembang; Multikulturalisme
Digitalisasi Layanan Administrasi Akademik: Evaluasi Pengalaman, Kendala, dan Kebutuhan Mahasiswa Januaripin, Muhamad; Winarso, Widodo; Sumarna, Cecep; Jubaedah, Ubed
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The digitalization of academic administrative services in higher education has become a significant trend, particularly since the COVID-19 pandemic accelerated technology-driven transformations in education. Institut Miftahul Huda Subang is among the institutions that have implemented a digital system to improve efficiency, transparency, and accessibility of academic services. This study aims to evaluate students’ perceptions of digital administrative services, focusing on user experience, expectations for development, technical challenges, and training needs. The research employs a descriptive quantitative method, with data collected through an online questionnaire distributed to 145 active students. Data analysis was conducted using descriptive statistics and interpreted within the framework of the Technology Acceptance Model (TAM), the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), and the DeLone & McLean Information System Success Model. The findings indicate that most students perceive the campus digital system as beneficial, with an average user experience score of 3.82 on a 5-point scale. However, several technical issues remain, particularly related to system feature comprehension, access speed, and availability of support services. Students also expressed high expectations for system improvement, such as more responsive features, automated notifications, easier access, and better integration of academic services, reflected in an average expectation score of 4.07. Furthermore, the need for training and user assistance emerged as highly significant (mean 4.17), suggesting that the optimal use of digital systems relies heavily on adequate technical support and user guidance. These results emphasize the importance of a holistic approach to the digitalization of academic services, which should not only prioritize technological availability but also ensure service quality, technical support, and user readiness. The study contributes to strategies for developing user-oriented academic information systems and expands the discourse on digital transformation in non-instructional aspects of higher education in Indonesia. Keywords: Academic Digitization, Digital Administration System, Campus Services Abstrak: Digitalisasi layanan administrasi akademik di perguruan tinggi telah menjadi fenomena penting, terutama sejak pandemi COVID-19 mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi. Institut Miftahul Huda Subang merupakan salah satu institusi yang menerapkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap layanan administrasi digital dengan fokus pada pengalaman penggunaan, harapan pengembangan, kendala teknis, dan kebutuhan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring dari 145 mahasiswa aktif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan dikaitkan dengan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM), Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone & McLean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menilai sistem digital kampus cukup baik dan bermanfaat, dengan rata-rata skor pengalaman penggunaan 3,82 dari skala 5. Namun, terdapat kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait pemahaman fitur sistem, kecepatan akses, dan ketersediaan layanan bantuan. Mahasiswa menunjukkan harapan tinggi terhadap pengembangan fitur yang lebih responsif, seperti notifikasi otomatis, akses yang lebih mudah, dan integrasi layanan akademik yang lebih efisien, dengan skor rata-rata harapan 4,07. Selain itu, kebutuhan pelatihan dan pendampingan pengguna tercatat signifikan (mean 4,17), menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem digital optimal bergantung pada dukungan teknis dan bimbingan penggunaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam digitalisasi layanan akademik, yang tidak hanya fokus pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kualitas layanan, dukungan teknis, dan kesiapan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi strategi pengembangan sistem informasi akademik yang berorientasi pada pengalaman pengguna, serta memperluas kajian transformasi digital non-instruksional di perguruan tinggi Indonesia. Kata kunci: Digitalsiasi Akademik, Sistem Administrasi Digital, Layanan Kampus
Analisis SWOT Ketercapaian Tujuan Dibentuknya KOSP Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Swasta IT Ad Durrah Marelan Simatupang, Siti Fatimah Azzahro
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the achievement of the formation of KOSP by using SWOT analysis, knowing the role of leadership in overcoming the difficulties of teachers, students and parents regarding the independent curriculum program. The method used is a qualitative research method. With the approach of library research, which is a research method that analyzes a topic from a collection of data found from various literatures and is carried out at the Private Junior High School of IT Ad Durrah Marelan. The data analysis used consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the Swot Analysis research on the achievement in the form of Kosp include strengths: the ability of teachers who are still of productive age, socio-cultural community and community support. Opportunities: It Ad durrah Junior High School has become a driving school, there are not many IT schools that focus on the implementation of the independent curriculum and life skills of students. Weakness: changing the mindset of teachers who are still static to dynamic, making parents' understanding of learning does not have to be in the classroom, budget and infrastructure. Threats: The transition process that is still a lot makes parents and the community less accepting that teaching does not have to be in the classroom. For the achievement of the goal of forming the Kosp, it can be seen from the student learning report card, the P5 report card, and the school education report card Keywords: SWOT Analysis; KOSP;Independent Curriculum Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu guna mendeskripsikan Ketercapaian dibentuknya KOSP dengan cara menggunakan analisis SWOT , Mengetahui peran kepemimpinan dalam mengatasi kesulitan guru, siswa dan orang tua mengenai program kurikulum merdeka. metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Dengan pendekatan studi Pustaka (library research), yaitu metode penelitian yang menganalisa suatu topik dari kumpulan data yang ditemukan dari berbagai literatur dan dilaksanakan di Smp Swasta It Ad Durrah Marelan. Adapun analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Analisis Swot ketercapaian di bentuk nya Kosp diantaranya strengths: kemampuan guru yang masih berusia produktif, sosio kultur masyarakat dan dukungan masyarat. Opportunities: Smp It Ad durrah sudah menjadi sekolah penggerak, tidak banyak sekolah it yang fokus implementasi kurikulum merdeka dan life skill peserta didik. Weakness: mengubah mindset guru yang masih statis menjadi dinamis, membuat pemahaman orang tua belajar tidak harus dikelas, anggaran dan sarana prasaran. threats: Proses transisi yang masih banyak membuat pemhaman orang tua dan masyarakat kurang menerima bahwa bekajar tidak harus di dalam kelas. Untuk ketercapaian tujuan dibentuk nya Kosp dapat dilihat dari rapot hasil belajar siswa, Raport P5, dan Raport pendidikan sekolah. Kata kunci: Analisis SWOT; KOSP; Kurikulum Merdeka
Pemahaman Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Palangka Raya Terhadap Strategi Teaching Factory Sabariah, Sabariah; Mazrur, Mazrur; Jasiah, Jasiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to identify and describe factually, accurately, and systematically (1) Teachers' understanding of the teaching factory (TeFa) model and (2) Inhibiting and supporting factors in the implementation of TeFa in the Food Crops and Horticulture (ATPH) agribusiness expertise program at SMK Negeri 7 Palangka Raya. This study used a descriptive quantitative approach. The study's subjects included the principal, the head of the expertise program, teachers, and employees at SMK Negeri 7 Palangka Raya. Data collection was conducted through questionnaire. Data analysis used descriptive analysis methods. The study's results showed that (1) some teachers have a good understanding of the concept, objectives, and steps involved in implementing TeFa. In contrast, others remain confused about integrating TeFa into the learning process. (2) The implementation of TeFa in the ATPH expertise program at SMK Negeri 7 Palangka Raya is running because of supporting factors including: (a) The principal has entrepreneurial motivation and TeFa development; (b) some TeFa managers and instructors (teachers and employees) have attended industry training; (c) the existence of production/business units; (e) support from the business and industry (DUDI) partners even though the number of participating industries is still lacking. The implementation of TeFa has several obstacles, including (a) the lack of TeFa training provided, (b) limited facilities and infrastructure, (c) government funding, (d) limited cooperation with DUDI, and minimal industrial experience from managers. Keywords: teaching factory, smk, the food crops and horticulture (ATPH) Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan secara faktual, akurat, dan sistematis tentang: (1) Pemahaman guru mengenai model teaching factory (TeFa), dan (2) Faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi TeFa pada program keahlian agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH) di SMK Negeri 7 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Objek penelitian adalah kepala sekolah, ketua program keahlian, guru, dan pegawai di SMK Negeri 7 Palangka Raya. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sebagian guru telah memahami konsep, tujuan, dan langkah-langkah implementasi TeFa dengan baik, namun sebagian lainnya masih mengalami kebingungan dalam mengintegrasikan TeFa ke dalam proses pembelajaran. (2) Pelaksanaan TeFa pada program keahlian ATPH di SMK Negeri 7 Palangka raya berjalan karena adanya faktor pendukung antara lain: (a) Kepala Sekolah memiliki motivasi kewirausahaan dan penembangan TeFa; (b) sebagian pengelola dan instruktur TeFa (guru dan pegawai) pernah mengikuti pelatihan di industri; (c) terdapatnya unit produksi/bisnis; (e) adanya dukungan dari dunia usaha dan industri (DUDI) mitra meskipun jumlah industri yang berpartisipasi masih kurang. Pelaksanaan TeFa memiliki beberapa hambatan antara lain: (a) masih minimnya pelatihan TeFa yang diberikan; (b) adanya keterbatasan sarana dan prasarana; (c) pendanaan dari pemerintah. Kata kunci: teaching factory; smk, agribisnis tanaman pangan dan holtikultura (ATPH)
Manajemen Etno STEAM Bagi Suku Amarasi dalam Pegelolahan Warna Kain Tenun Ikat Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Tangi, Hironimus; Tinenti, Yanti Rosinda
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research focuses on ethno STEAM management in the processing of NTT Amarasi ikat woven cloth and the value of character education for the Amarasi community. The problems in this research are 1). How does ethno STEAM management work in the processing of Amarasi ikat woven fabric? 2). What is the value of character education for the community from the Amarasi ikat woven fabric processing process? The type of research in this research is descriptive qualitative. This research will describe, describe, explain and explain in the form of words and sentences the STEAM concept of the Amarasi tribe in making Ikat Woven Cloth by several groups of craftsmen in the Teunbaun sub-district, Amarasi District, Kupang Regency, NTT. The samples for this research were 3 (three) groups of Amarasi ikat weaving craftsmen in Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The results of this research are 1). The process of managing ikat woven cloth applies the STEAM concept, namely the Science Concept that has been used by the Amarasi tribe in making ikat woven cloth. The technological concept developed by weaving craftsmen for the Amarasi tribe is: roki ana roki ko'u for untangling threads and for weaving. The concept of Engineering, for the Amarasi tribe, is engineering in spinning and dyeing threads and engineering of the tools used in weaving activities which are divided into three, namely moleng for spinning thread, roki ana for tying threads (making motifs) and also roki ko'u for unraveling threads. and for weaving. Concept art in geometric decoration, flora decoration and fauna decoration. The concept of mathematical science applied in the Amarasi tribe is counting the number of threads spun, the number of sticks, making thread rolls, counting the number of strands of thread in the process of tying the thread to form the desired motif. 2). Character education from the ikat woven fabric processing process, namely; values in life, the value of knowledge, social skills, and identity formation. Keywords: Ethno STEAM, Local Wisdom, Character Education Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada pada manajemen etno STEAM pada pengolahan kain tenun ikat Amarasi NTT dan nilai pendidikan karakter bagi masyarakat Amarasi. Masalah dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana manajemen etno STEAM dalam proses pengolahan kain tenun ikat Amarasi ? 2). Bagaimana nilai pendidikan karakter bagi masyarakat dari proses pengolahan kain tenun ikat Amarasi ?. Jenis penelitian pada penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan menggambarkan, menguraikan, menjelaskan dan menerangkan dalam bentuk kata dan kalimat mengenai konsep STEAM pada suku Amarasi dalam pembuatan Kain Tenun Ikat oleh beberapa kelompok pengrajin di kelurahan Teunbaun Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, NTT. Sampel penelitian ini adalah 3 (tiga) kelompok pengrajin tenun ikat Amarasi di Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian ini adalah 1). Proses pengelolaan kain tenun ikat menerapkan konsep STEAM yaitu Konsep Sains sudah digunakan oleh suku Amarasi dalam pembuatan kain tenun ikat. Konsep Teknologi yang dikembangkan oleh perajin tenun untuk suku Amarasi yaitu: roki ana roki ko’u untuk mengurai benang dan untuk menenun. Konsep Engineering, bagi suku Amarasi yaitu rekayasa dalam pemintalan dan pewarnaan benang dan rekayasa alat-alat yang digunakan dalam aktivitas menenun terbagi menjadi tiga yaitu moleng untuk memintal benang, roki ana untuk mengikat benang (membuat motif) dan juga roki ko’u untuk mengurai benang dan untuk menenun. Konsep seni dalam ragam hias gemetris, ragam hias flora dan ragam hias fauna. Konsep Ilmu matematika yang diterapkan dalam suku Amarasi yaitu menghitung banyaknya pintalan benang, jumlah lidi, membuat gulungan benang, menghitung banyaknya helai benang pada proses ikat benang untuk membentuk motif yang diinginkan. 2). Pendidikan karakter dari proses pengolahan kain tenun ikat yaitu; nilai dalam kehidupan, nilai pengetahuan, keterampilan sosial, dan pembentukan identitas. Keywords: Etno STEAM, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue