cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 343 Documents
Total Quality Management dalam Meningkatkan Budaya Mutu di Pendidikan Tinggi Widiastuti, Widiastuti; Madhakomala, Madhakomala; Hulwan, Najma Ilmi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Studi ini menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam memperkuat budaya mutu di Fakultas Ilmu Pendidikan. Adopsi TQM di pendidikan tinggi semakin diakui sebagai kerangka strategis untuk mengembangkan sistem manajemen terpadu yang menekankan peningkatan berkelanjutan, kepuasan pemangku kepentingan, dan keterlibatan aktif semua anggota organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, dan staf administrasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip TQM utama seperti perencanaan sistematis, standardisasi, dan evaluasi berkelanjutan telah diterapkan melalui kebijakan penjaminan mutu internal, program pengembangan profesional dosen, dan mekanisme pemantauan digital. Upaya-upaya ini telah berkontribusi pada peningkatan transparansi, efisiensi, dan konsistensi dalam proses akademik dan administratif. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ada, termasuk internalisasi nilai-nilai mutu yang tidak merata di berbagai unit, kesenjangan komunikasi antar tingkatan organisasi, dan tingkat partisipasi yang berbeda-beda dalam kegiatan penjaminan mutu. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformatif, perluasan sistem mutu digital, dan peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan untuk membangun budaya mutu yang lebih berkelanjutan dan kohesif. Hasil penelitian ini berkontribusi pada semakin banyaknya literatur tentang implementasi TQM di lembaga pendidikan tinggi. Kata kunci: total quality management, budaya mutu, pendidikan tinggi, penjaminan mutu, manajemen pendidikan Abstract: This study analyzes the implementation of Total Quality Management (TQM) in strengthening a quality culture in the Faculty of Education. The adoption of TQM in higher education is increasingly recognized as a strategic framework for developing an integrated management system that emphasizes continuous improvement, stakeholder satisfaction, and the active involvement of all organizational members. Using a descriptive qualitative approach, the study collected data through semi-structured interviews, direct observation, and document analysis involving faculty leaders, program coordinators, lecturers, and administrative staff. The findings indicate that key TQM principles—such as systematic planning, standardization, and continuous evaluation—have been implemented through internal quality assurance policies, professional development programs for lecturers, and digital monitoring mechanisms. These efforts have contributed to improved transparency, efficiency, and consistency in academic and administrative processes. Nevertheless, several challenges remain, including uneven internalization of quality values across units, communication gaps among organizational levels, and varying levels of participation in quality assurance activities. To address these challenges, the study recommends strengthening transformational leadership, expanding the digital quality management system, and increasing stakeholder engagement to build a more sustainable and cohesive quality culture. This study contributes to the growing body of literature on TQM implementation in higher education institutions. Keywords: total quality management; quality culture; higher education; quality assurance; educational management
Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Program Tatanén di Balé Atikan di Kabupaten Purwakarta dalam Konteks Disrupsi Pendidikan Global Taufik, Iwan Mochamad; Komariah, Aan; Nurdin, Nurdin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how visionary leadership of school principals contributes to the development of the Tatanén di Balé Atikan program amid the context of global educational disruption, which demands high levels of innovation, creativity, and adaptability. Tatanén di Balé Atikan is a local education policy in Purwakarta Regency that embeds ecological, social, and spiritual values into the learning process to strengthen students’ character, independence, and environmental awareness. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving school principals and teachers as key informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and processed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals with visionary leadership are able to integrate the local values of Tatanén di Balé Atikan into a future-oriented educational vision that is adaptive to global changes. Principals act as innovators, motivators, and collaborators in fostering a school culture that is reflective, adaptive, and ecologically conscious. These findings affirm that visionary leadership strengthens school community participation, enhances the relevance of learning to real-life contexts, and positions the Tatanén di Balé Atikan program as a vehicle for educational transformation. The study recommends strengthening visionary leadership capacity through professional mentoring, continuous reflection, and the development of learning communities within schools. Keywords: visionary leadership; school principal; Tatanén di Balé Atikan; global educational disruption; local wisdom Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan dalam pengembangan program Tatanén di Balé Atikan di tengah konteks disrupsi pendidikan global yang menuntut tingkat inovasi, kreativitas, dan adaptabilitas yang tinggi. Program Tatanén di Balé Atikan merupakan kebijakan pendidikan lokal di Kabupaten Purwakarta yang menanamkan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah dengan kepemimpinan visioner mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Tatanén di Balé Atikan ke dalam visi pendidikan berorientasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan global. Kepala sekolah berperan sebagai inovator, motivator, dan kolaborator dalam menumbuhkan budaya sekolah yang reflektif, adaptif, dan berwawasan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner memperkuat partisipasi komunitas sekolah, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta menjadikan program Tatanén di Balé Atikan sebagai wahana transformasi pendidikan. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner melalui pendampingan profesional, refleksi berkelanjutan, dan pengembangan komunitas belajar di sekolah. Kata kunci: kepemimpinan visioner; kepala sekolah; Tatanén di Balé Atikan; disrupsi pendidikan global; kearifan lokal
Efisiensi Pembayaran UKT Mahasiswa Melalui Pemanfaatan Mobile Banking di Prodi Magister MPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Firdaus, Hanif; Kiram, Syaiful; Amin, Muhammad Safiul; Munawwaroh, Fabroy Fauziyatul; Munastiwi, Erni
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of information and communication technology has had a major impact on the education sector. The use of mobile banking is increasingly being used in higher education for UKT payments. Therefore, the use of mobile banking can achieve its goals if used efficiently. This research aims to analyze the efficiency of using mobile banking in UKT payments by students by highlighting aspects of speed, cost savings, ease of access, and the obstacles faced. This research used a descriptive qualitative approach involving 10 students of the Islamic Education Management Masters Study Program (MPI) at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta as research subjects. Data was collected through in-depth interviews and analyzed using thematic methods. The research results show that the use of mobile banking provides time efficiency, reduces administrative costs, and reduces recording errors. Apart from that, students are satisfied with the flexibility of transactions that can be carried out anytime and anywhere. However, there are several obstacles, such as uneven levels of digital literacy and internet network disruptions that affect the smoothness of transactions. Apart from that, concerns about data security are also a major concern for some students. This research recommends increasing digital literacy, strengthening network infrastructure, and providing digital security education to support a more inclusive and efficient implementation of mobile banking. These findings are expected to help educational institutions and financial service providers in optimizing digital payment systems for ease and sustainability of educational services. Keywords: Mobile banking; Efficiency; UKT Payment; Digital Liteacy Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak besar terhadap sektor Pendidikan. Penggunaan mobile banking semakin banyak digunakan di perguruan tinggi untuk pembayaran UKT. Oleh karena itu penggunaan mobile banking dapat mencapai tujuannya apabila digunakan secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan mobile banking dalam pembayaran UKT oleh mahasiswa, dengan menyoroti aspek kecepatan, penghematan biaya, kemudahan akses, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mobile banking memberikan efisiensi waktu, biaya administrasi, dan pengurangan kesalahan pencatatan. Selain itu, mahasiswa merasa puas dengan fleksibilitas transaksi yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti tingkat literasi digital yang belum merata dan gangguan jaringan internet yang memengaruhi kelancaran transaksi. Selain itu, kekhawatiran terhadap keamanan data juga menjadi perhatian utama sebagian mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur jaringan, serta edukasi keamanan digital untuk mendukung implementasi mobile banking yang lebih inklusif dan efisien. Temuan ini diharapkan dapat membantu institusi pendidikan dan penyedia layanan keuangan dalam mengoptimalkan sistem pembayaran digital untuk kemudahan dan keberlanjutan layanan pendidikan. Kata kunci: Mobile banking; Efisiensi; Pembayaran UKT; Literasi Digital
Efektivitas Program Indonesia Pintar dalam Mengatasi Kesenjangan Biaya Pendidikan Eldita, Sirda; Umanto, Umanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Indonesia Smart Program (Program Indonesia Pintar/PIP) is a government initiative aimed at enhancing educational accessibility for children from economically vulnerable families. This study aims to analyze the effectiveness of PIP in reducing the personal education cost burden of students from poor and near-poor families at both primary and secondary education levels. Using a post-positivist approach, this research employs primary data obtained through interviews with representatives from the Educational Financing Service Center (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan/Puslapdik) and student beneficiaries of PIP, as well as secondary data from official government documents related to the program. The findings indicate that PIP has successfully reached over 18 million students annually, with fund disbursement exceeding the targeted allocation. However, the financial assistance provided only covers approximately 23% to 25% of the students' actual educational needs. This reveals a mismatch between the aid amount and the students’ real requirements in the field. Further analysis highlights that the inadequacy of the financial support received, accessibility challenges in remote areas, and weak oversight of fund utilization constitute major challenges affecting the program’s sustainability. Additionally, while data show an increase in the net enrollment rate (Angka Partisipasi Murni/APM) among the bottom 40% income group, the insufficient amount of financial assistance relative to students’ actual needs hinders the program's effectiveness. The study also reveals geographic disparities in aid accessibility, driven by infrastructure limitations and restricted banking access in remote areas. Although PIP has proven effective in supporting educational access, optimizing its impact requires periodic adjustments to the assistance amount, an improved monitoring system, and enhanced distribution mechanisms to ensure a more significant impact in the future. Keywords: effectiveness, educational costs, smart indonesia program Abstrak: Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang rentan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas PIP dalam mengurangi beban biaya personal pendidikan peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin di jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah. Dengan menggunakan pendekatan post-positivist, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan perwakilan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan peserta didik penerima manfaat PIP, serta data sekunder dari dokumen resmi pemerintah berkaitan dengan Program Indonesia Pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PIP telah berhasil menjangkau lebih dari 18 juta peserta didik setiap tahunnya, dengan realisasi penyaluran dana melebihi target yang ditetapkan. Namun, besaran dana bantuan yang diberikan hanya mampu memenuhi 23% hingga 25% dari kebutuhan rill pendidikan peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan kebutuhan aktual peserta didik dilapangan. Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa ketidakcukupan besaran bantuan yang diterima, kendala akses di daerah terpencil, serta lemahnya pengawasan penggunaan dana menjadi tantangan utama program ini yang mempengaruhi keberlanjutan program. Selain itu, meskipun data menunjukkan adanya peningkatan angka partisipasi murni (APM) pada kelompok 40% pendapatan terbawah, besaran dana yang tidak sebanding dengan kebutuhan riil peserta didik dinilai menghambat efektivitas program. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya disparitas geografis dalam aksesibilitas bantuan, yang disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan akses perbankan di daerah terpencil. Meskipun PIP efektif dalam mendukung akses pendidikan, namun untuk meningkatkan efektivitas program secara optimal, maka diperlukan adanya penyesuaian besaran bantuan secara berkala, sistem pengawasan, dan mekanisme penyaluran agar program ini dapat memberikan dampak yang lebih signifikan di masa mendatang. Kata kunci: efektivitas; biaya pendidikan; program indonesia pintar
Kolaborasi Antara Guru Dan Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Inklusif Anastasya, Eja Puji
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Inclusive education at MTsN 5 Kerinci faces challenges similar to those found in many schools in Indonesia. This study aims to identify the challenges faced by teachers and parents in supporting inclusive education, with a focus on communication and collaboration. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through interviews with teachers, parents and school officials, as well as observation and document analysis. The results showed that the main challenges faced were teachers' lack of understanding and skills in dealing with children with special needs, limited teacher training and a lack of learning resources. On the parents' side, they often feel they lack knowledge on how to support their child and communication between teachers and parents is often ineffective. Effective communication between teachers and parents is essential to creating a supportive learning environment for children with disabilities, which includes information sharing, empathy and the use of technology. Successful inclusive education requires collaboration between government, schools and communities to improve teacher training, improve communication between parents and teachers and provide the necessary facilities. Keywords: inclusive education, teachers, parents, communication Abstrak: Pendidikan inklusif di MTsN 5 Kerinci menghadapi berbagai tantangan yang serupa dengan yang ditemukan di banyak sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif, dengan fokus pada komunikasi dan kolaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), terbatasnya pelatihan guru, dan kurangnya sumber daya pembelajaran. Di sisi orang tua, mereka sering kali merasa kurang pengetahuan tentang cara mendukung anak mereka, dan komunikasi antara guru dan orang tua sering kali tidak efektif. Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi ABK, yang mencakup keterbukaan informasi, empati, dan penggunaan teknologi. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan inklusif, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan pelatihan guru, memperbaiki komunikasi antara orang tua dan guru, serta menyediakan sarana yang diperlukan. Kata Kunci: pendidikan inklusif, guru, orangtua, komunikasi
Peran Kepemimpinan Perempuan dengan Perspektif Gender di MIN Se-Kota Bandar Lampung Juniasari, Juniasari; Hadiati, Eti; Tuala, Riyuzen Praja
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of female leadership from a gender perspective at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) schools in Bandar Lampung City, focusing on their effectiveness, challenges, and contributions to advancing educational institutions. Gender stereotypes often shape perceptions of women's leadership abilities, particularly in religious-based educational environments. A qualitative descriptive approach was used in this study, employing data collection methods such as in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that women are capable of performing leadership roles effectively, especially in building effective communication, motivating educators, and creating an inclusive work environment. However, they also face various obstacles, such as gender stereotypes, societal expectations, and limitations in making strategic decisions. Despite these challenges, support from gender equality policies and school collaboration helps them overcome these issues. The conclusion of this study emphasizes that female leadership in MIN schools in Bandar Lampung City holds significant potential for improving the quality of education, with recommendations for strengthening gender equality policies and providing leadership training for women. This research contributes to demonstrating their effectiveness in creating an inclusive work environment, effective communication, and motivation for educators, despite facing gender stereotypes. The study recommends gender equality policies and leadership training to support women's roles in religious-based education. Keywords: Leadership, Women, Gender Perspective Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan perempuan dari perspektif gender di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Kota Bandar Lampung, dengan fokus pada efektivitas, tantangan, dan kontribusi mereka dalam memajukkan institusi pendidikan. Stereotip gender yang kerap memenuhi pandangan terhadap kemampuan perempuan dalam memimpin, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis agama. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mampu menjalankan peran kepemimpinan dengan baik, terutama dalam membangun komunikasi efektif, memotivasi tenaga pendidik, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Namun, mereka juga menghadapi bebagai hambatan seperti stereotip gender, ekspektasi masyarakat, dan keterbatasan dalam pengambilan keputusan strategis. Meski demikian, dukungan dari kebijakan kesetaraan gender dan kolaborasi sekolah membantu mereka mengatasi tantangan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan di MIN se-Kota Bandar Lampung memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dengan rekomendasi untuk penguatan kebijakan kesetaraan gender dan penyediaan pelatihan kepemimpinan bagi perempuan. Penelitian ini berkontribusi menunjukkan efektivitas mereka dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif, komunikasi efektif, dan motivasi tenaga pendidik, meskipun menghadapi stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan kesetaraan gender dan pelatihan kepemimpinan untuk mendukung peran perempuan dalam pendidikan berbasis agama. Kata Kunci: Kepmimpinan, Perempuan, Perspektif Gender.
Strategi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam Memperkuat Citra dan Positioning Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kawasan Ibu Kota Nusantara Basuki, Anita Dwi; Masruhim, Muh. Amir
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Formation of a positive image of SMK is an effort to increase the level of competition amidst the progress of the development of the Capital Region of Nusantara. The purpose of this study is to describe the planning, organization, implementation, and evaluation of Public Relations (PR) strategies in strengthening the image and positioning of State Vocational High Schools in the Capital Region of the Archipelago. This study uses a qualitative approach with a case study method in three State Vocational High Schools in Penajam Paser Utara Regency, the Capital Region of the Archipelago, data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation, with data validity checks through triangulation of techniques and sources. The results of the study indicate that public relations strategy planning is carried out through an early school year meeting with a focus on strengthening external relations, school branding, and increasing industrial cooperation. The organization of the strategy is adjusted to the conditions and resources of each school. The implementation of the strategy involves the use of social media, as well as active collaboration with the business world and industry. Program evaluations are carried out periodically to measure the effectiveness in building the school's image. This study confirms that public relations have a strategic role in shaping public perception and increasing the competitiveness of vocational schools, especially amidst the rapid development of the Public Relations; Image; School Positioning; Capital Region of the Archipelago. Keywords: Public Relations, Image, School Positioning, Capital Region of Nusantara Abstrak: Pembentukan citra positif SMK adalah sebuah upaya terhadap meningkatnya tingkat persaingan di tengah kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi strategi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam memperkuat citra dan positioning Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kawasan Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga SMK Negeri di kabupaten Penajam Paser Utara kawasan Ibu Kota Nusantara, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi humas dilakukan melalui rapat awal tahun ajaran dengan fokus pada penguatan hubungan eksternal, branding sekolah, dan peningkatan kerja sama industri. Pengorganisasian strategi menyesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing sekolah. Pelaksanaan strategi melibatkan penggunaan media sosial, serta kolaborasi aktif dengan dunia usaha dan industri. Evaluasi program dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas dalam membangun citra sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan meningkatkan daya saing SMK, khususnya di tengah perkembangan pesat Ibu Kota Nusantara. Kata kunci: Hubungan Masyarakat, Citra, Positioning Sekolah, Ibu Kota Nusantara
Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Berbasis Gender Abeng, Andi Tenri; Faridah, Faridah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the leadership of gender-based female principals at the primary school level in Barebbo Sub-district, Bone Regency, South Sulawesi. The purpose of this study is to describe how gender-based principal leadership is based on the character and context of leadership. The study was adopted from the Gender and Leadership approach based on the FourC-PITO concept. Character is an individual trait or personality and the values that a person believes in. Character in educational leadership relates to self-confidence, independence, responsibility, gender stereotypes, interpersonal relationships, and team management. Context is the physical, psychological, social, economic environment and various situations. Context in leadership is related to stress management, differences in gender relations, socio-cultural conditions, the number of human resources, and work status. The sampling methodology used purposive sampling with informants as many as 5 female principals. This research uses a qualitative descriptive method. The research data were obtained using interviews, observation and documentation. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that: (1) The leadership character of elementary school principals in Barebbo Subdistrict, Bone Regency, generally has confidence, is responsible, open to other people's ideas, maintains interpersonal relationships, is democratic, and has good management. (2) The most prominent contexts for gender-based principal leadership are educational strata, gender equality, family relationships, number of resources, work status, regional origin, and teacher adaptability. Keywords: gender, female principal, leadership Abstrak: Penelitian ini mengkaji tentang kepemimpinan kepala sekolah perempuan berbasis gender jenjang SD Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bagaimana kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender berdasarkan karakter dan konteks kepemimpinan. Kajian tersebut diadopsi dari pendekatan Gender and Leadership yang berdasar pada konsep FourC-PITO. Karakter merupakan sifat individu atau kepribadian dan nilai-nilai yang diyakini seseorang. Karakter berkaitan dalam kepemimpinan pendidikan berkaitan dengan kepercayaan diri, kemandirian, tanggung jawab, stereotip gender, hubungan interpersonal, dan pengelolaan tim. Konteks merupakan lingkungan fisik, psikologis, sosial, ekonomi, dan berbagai situasi. Konteks dalam kepemimpinan berkaitan dengan pengelolaan stres, perbedaan relasi gender, kondisi sosial budaya, jumlah SDM, hingga status kerja. Metodologi pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan informan sebanyak 5 kepala sekolah perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakter kepemimpinan kepala sekolah SD di Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone pada umumnya memiliki kepercayaan diri, bertanggung jawab, terbuka terhadap gagasan orang lain, menjaga relasi interpersonal, demokratis, dan memiliki manajemen yang baik. (2) Konteks yang paling menonjol pada kepemimpinan kepala sekolah berbasis gender berupa, strata pendidikan, kesamaan gender, hubungan kekeluargaan, jumlah sumberdaya, status kerja, asal daerah, dan kemampuan adaptasi guru. Kata kunci: gender, kepala sekolah perempuan, kepemimpinan
Review Manajemen, Kurikulum, Budaya Sekolah, dan Dampaknya terhadap Karakter Siswa dalam Pelaksanaan Green School Gunarso, Teguh; Wuryandini, Endang; Muhtarom, Muhtarom
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to review the implementation of the Green School program at primary and secondary education levels by examining school management, curriculum integration, school culture, and their impacts on students’ character development. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA model. Data were collected from accredited national journal articles published between 2010 and 2025 and analyzed using thematic synthesis. The findings indicate that the success of Green School implementation is strongly influenced by participatory and collaborative school leadership, supportive managerial policies, and the consistent integration of environmental values into the curriculum and learning processes. Furthermore, a school culture that promotes environmentally friendly habits, such as waste management, greening activities, and energy conservation, plays a crucial role in shaping students’ environmental character. The availability of simple supporting facilities, including school gardens, hydroponic systems, and waste separation tools, not only strengthens the green culture but also serves as contextual learning media. The implementation of the Green School program positively impacts students’ ecological awareness, responsibility, discipline, intrinsic learning motivation, and pro-environmental behavior. However, most of the reviewed studies remain descriptive in nature and lack robust longitudinal measurements. This indicates the need for further research employing quantitative or mixed-method approaches to evaluate the sustainability and long-term impacts of Green School initiatives on students’ character development and overall educational quality in a more comprehensive manner. Keywords: character education; curriculum integration; environmental awareness; green school; learning motivation; school culture; sustainable education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mereview implementasi Program Green School pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan menelaah aspek manajemen sekolah, kurikulum, budaya sekolah, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada model PRISMA. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional terakreditasi yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2010 hingga 2025 dan dianalisis melalui pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Green School sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan sekolah yang partisipatif dan kolaboratif, dukungan kebijakan manajerial, serta integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan secara konsisten dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Selain itu, budaya sekolah yang menanamkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, penghijauan, dan hemat energi, berperan penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Keberadaan fasilitas pendukung sederhana, seperti kebun sekolah, sistem hidroponik, dan sarana pemilahan sampah, tidak hanya memperkuat budaya hijau, tetapi juga berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual. Dampak implementasi Green School tercermin pada meningkatnya kesadaran ekologis, tanggung jawab, disiplin, serta motivasi belajar intrinsik siswa. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian yang direview masih bersifat deskriptif dan belum didukung oleh pengukuran longitudinal yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengevaluasi keberlanjutan program serta dampak jangka panjang Green School terhadap karakter siswa dan mutu pendidikan secara komprehensif. Kata kunci: pendidikan karakter; integrasi kurikulum; kesadaran lingkungan; green school; motivasi belajar; budaya sekolah; pendidikan berkelanjutan
Manajemen Humas dalam Peningkatan Citra Sekolah Studi di SMA Negeri 8 Mandau Riau Mustika, Hannisa; Setyaningsih, Rini
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aimed at knowing 1) the planning of public relations management in maintaining the school image, 2) organizing of public relations management in maintaining the school image, 3) the implementation of public relations management in maintaining the school image, and 4) the supervision of public relations management in maintaining the school image at State Senior High School 8 Mandau, Bengkalis Regency. It was a qualitative research with descriptive method. The subjects of this research were the school principal, the vice of public relations, school committee, and 2 students. The object of this research was the public relations management in maintaining school image at State Senior High School 8 Mandau. Interview, observation, and documentation techniques were used for collecting the data. Collecting, filtering, presenting, and drawing conclusions techniques were used for analyzing the data. The findings of this research showed that 1) the planning of public relations management was conducted well: the planning was conducted by the beginning of the school year and grouped based on the timeframe that has been made. 2) The organization of public relations management was conducted well: selection according to ability and divided into 3: external, internal and publication relations. 3) The implementation of public relations management was conducted quite well, by implementation of timely work programs and collaboration between school residents and parties outside the school, and publishing activities on social media, but the process of uploading activities to social media was a little late. 4) The supervision of public relations management was conducted properly: incidentally and periodically once a month that could see the implementation of each section of public relations in maximizing activities at school. Keywords: Management; Public Relation; School Image Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perencanaan manajemen humas dalam menjaga citra sekolah di SMAN 8 Mandau, 2) Pengorganisasian manajemen humas dalam menjaga citra sekolah di SMAN 8 Mandau, 3) Pelaksanaan manajemen humas dalam menjaga citra sekolah di SMAN 8 Mandau, dan 4) Pengawasan manajemen humas dalam menjaga citra sekolah di SMAN 8 Mandau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Bagian Humas, Komite Sekolah dan 2 orang peserta didik. Objek penelitian ini adalah manajemen humas dalam menjaga citra sekolah di SMAN 8 Mandau. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tahapan pengumpulan data, penyaringan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Perencanaan manajemen humas di SMAN 8 Mandau sudah dilakukan dengan baik, yaitu perencanaan dilakukan pada awal tahun ajaran dan dikelompokkan berdasarkan jangka waktu yang telah dibuat. 2) Pengorganisasian manajemen humas di SMAN 8 Mandau sudah dilakukan dengan baik, yaitu dilakukan pemilihan sesuai dengan kemampuan dan dibagi menjadi 3 ada hubungan eksternal, internal dan publikasi. 3) Pelaksanaan manajemen humas di SMAN 8 Mandau sudah dilakukan dengan cukup baik dengan terlaksananya program kerja yang sesuai dengan waktu dan terlaksananya kerjasama dengan warga sekolah dan pihak luar sekolah serta mempublikasikan kegiatan di media sosial, namun proses penguplodan kegiatan ke media sosial sedikit terlambat. 4) Pengawasan manajemen humas di SMAN 8 Mandau sudah dilaksanakan dengan baik, yaitu secara insidentil dan berkala dalam satu kali dalam sebulan sehingga dapat melihat pelaksanaan setiap bagian humas dalam memaksimalkan kegiatan di sekolah. Kata kunci: Manajemen; Humas; Citra Sekolah

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue