cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
FORMULASI GEL EKSTRAK METANOL DAUN BALIK ANGIN (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz): Bahasa Indonesia Hafiz Ramadhan; Rina Helmina; Yuni Fahriana; Rahmi Muthia; Fitriyanti; Dyera Forestryana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.9863

Abstract

Daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz) yang dimaserasi dengan metanol dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan S. epidermidis dengan kadar hambat minimum (KHM) 927 μg/mL dan 1428 μg/mL. Ekstrak daun yang diekstraksi dengan Soxhlet memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 32 μg/ml), sehingga ekstrak tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan karakteristik dan stabilitas (Freeze-thaw cycling) sediaan gel ekstrak metanol daun balik angin. Daun balik angin diekstraksi menggunakan metode maserasi dan soxhlet dengan pelarut metanol, dan dibuat menjadi sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi karbopol yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan hedonik. Hasil karakteristik organoleptis berwarna kuning hingga coklat kekuningan, bau khas ekstrak, memiliki tekstur semi solid yang lembut dan homogen. Semua formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan topikal selama siklus pengujian freeze-thaw. Berdasarkan evaluasi fisik, siklus pengujian freeze-thaw, dan uji hedonik dapat disimpulkan bahwa didapatkan formula terbaik dengan konsentrasi Karbopol 0,75% pada ekstrak hasil soxhlet dan formula terbaik dari ekstrak hasil maserasi pada konsentrasi karbopol 0,5%.
REVIEW: ISOLASI α-SELULOSA DARI BAHAN ALAM DENGAN BERBAGAI METODE Lestari, Yulianita Pratiwi Indah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.11919

Abstract

Salah satu sumber daya alam Indonesia yang paling melimpah adalah selulosa (C6H10O5)n,  senyawa ini merupakan komponen utama dari sebagian besar sel tumbuhan. Selulosa merupakan monomer glukosa dengan rantai polimer yang panjang. Karena menyusun sebagian besar dinding sel tumbuhan, selulosa adalah zat yang relatif umum terdapat di alam. Sebagian besar selulosa masih berkombinasi dengan lignin dan hemiselulosa yang terdapat pada sel tumbuhan berkayu, sedangkan sebagian lagi terdapat dalam bentuk murni, seperti pada biji kapas dan tanaman lainnya. Beberapa prosedur untuk mendapatkan selulosa telah dilakukan, termasuk perlakuan dasar alkalinasi dengan proses bleaching, steam exposion, iradiasi, ekstruksi, biodelignifikasi, serta enzimatik, yang tahapan ini dapat digunakan untuk mengisolasi selulosa. Jenis zat yang digunakan sebagai alkali, zat pemutih, penambahan enzim, dan penggunaan peralatan semuanya berdampak pada seberapa efektivitas proses isolasi selulosa. Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi literatur mengenai metode-metode yang dapat digunakan dalam proses isolasi selulosa, diakses dengan membandingkan berbagai prosedur yang tepat akan menghasilkan kadar selulosa yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam metode yang dapat dilakukan untuk mendapatkan atau mengisolasi α-selulosa dari bahan alam. Berdasarkan hasil studi literatur yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa isolasi selulosa dapat melalui beberapa cara, antara lain: cara kimia, cara fisika, cara biologi dan cara tradisional lainnya.
ANALISIS UTILITAS BIAYA KOMBINASI ANTIHIPERGLIKEMIA ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD DR. SOERATNO GEMOLONG Anggriani, Indah Putri; Dewi, Lucia Vita Inandha; Pradesthya, Karinda Wirandani; Hanifah, Inaratul Rizkhy
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.12418

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II sebagai suatu kondisi kronismemerlukan biaya dan waktu perawatan yang cukup besar dengan kualitas hidup sebagai salah satu parameter keberhasilan terapi. Kombinasi metformin-gliclazid dan metformin-pioglitazon merupakan kombinasi obat yang terbanyak digunakan di RSUD Dr. Soeratno Gemolong. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan obat mana yang lebih cost-utility lebih besar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode farmakoekonomi Cost Utility Analysis (CUA). Penelitian yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2023 ini melibatkan 71 responden yang memenuhi kriteria inklusi, 38 responden menggunakan kombinasi metformin-gliklazid dan 33 lainnya menggunakan kombinasi metformin-pioglitazon. Pengambilan data menggunakan kuisoner Diabetes Quality of Life (DQoL). Rata-rata total biaya untuk kombinasi metformin-gliklazid sebesar Rp 8.634.959 dengan Quality-Adjusted Life Years (QALY) mencapai 2,33, sedangkan kombinasi metformin-pioglitazon membutuhkan total biaya rata-rata Rp 10.030.517 dengan QALY sebesar 1,99. Nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) kombinasi metformin-gliklazid dan kombinasi metformin-pioglitazon sebesar Rp 3.705.991 dan Rp 5.040.461, dengan nilai ICER –Rp 4.104.582, sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi metformin-gliklazid lebih cost-utility. Berdasarkan analisis sensitivitas menunjukkan biaya obat lain memiliki rentang yang paling panjang, sehingga memiliki dampak paling signifikan terhadap biaya pengobatan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Raharjo, Rahmat Budhi; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.14146

Abstract

Penyakit infeksi  disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan kapang. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan biji pepaya (Carica papaya L.) dapat digunakan sebagai obat alami karena mengandung zat aktif yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor dan biji pepaya terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 96% dengan metode maserasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi dengan konsentrasi ekstrak 10% dan 20%. Hasil menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor dan biji pepaya memiliki aktivitas lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal baik daun kelor maupun biji pepaya. Diameter zona hambat paling besar ditemukan pada konsentrasi 10% dan 20 % dengan perbandingan 2:1. Namun aktivitas yang paling baik terhadap bakteri E. coli adalah kombinasi 20% dengan perbandingan 2:1 dengan hasil diameter zona hambat 13,92±0,65 mm dan memiliki aktivitas paling baik dalam menghambat bakteri E. coli pada kategori kuat.
An KRIM ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL DAUN KESUM (Polygonum minus Huds) Saepudin, Syumillah; Hartono, Kusdi; Wasih, Efriliya Andila
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.14707

Abstract

Kesum (Polygonum minus Huds) memiliki potensi sebagai antibakteri dan dapat dikembangkan menjadi sediaan krim untuk pengobatan jerawat. Salah satu eksipien krim, asam stearat, merupakan emulgator yang dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh konsentrasi asam stearat 6% (F1), 12% (F2), dan 18% (F3) terhadap sifat fisik sediaan krim. Ekstraksi daun kesum dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak daun kesum yang diformulasikan menjadi krim adalah 5%. Evaluasi sifat fisik sediaan krim meliputi pengamatan organoleptik, uji nilai pH, homogenitas, dan daya sebar. Aktivitas antibakteri dari tiap formula dilakukan terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil menujukkan krim ekstrak daun kesum terdistribusi secara homogen, kisaran pH krim yang diperoleh adalah 4­6, kemampuan penyebaran krim adalah 5,2­6,2 cm. Hasil uji antibakteri formula krim F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas yang kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes. Sediaan krim ekstrak daun kesum dengan variasi konsentrasi asam stearat 6%,12%, dan 18% memiliki sifat fisik yang meliputi bentuk, warna dan bau yang stabil, sediaan yang homogen, nilai pH dan daya sebar yang telah memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan krim.

Page 1 of 1 | Total Record : 5