cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Analisis Permasalahan Terkait Obat Pada Pengobatan Pasien Asma Rawat Inap Lorensia, Amelia; Pratiwi, Anindita Dyah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v8i2.5399

Abstract

AAsma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan saluran napas yang mengakibatkan obstruksi saluran napas yang bersifat reversible. Penatalaksanaan asma bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup pasien agar pasien dapat menghilangkan dan mengendalikan gejala asma, pasien dapat mencegah eksaserbasi akut serta memelihara fungsi paru agar pasien tidak mengalami kematian karena asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah terkait obat (MTO) dan terapi yang paling banyak terlibat pada kejadian MTO pada pasien asma yang menjalani rawat inap di suatu rumah sakit umum di Sidoarjo. Desain penelitian adalah retrospektif dengan menggunakan data rekam medik sampel asma pada tahun 2017-2018. Dari total 100 data rekam medik pasien, sebanyak 143 (97,28%) kasus terkait masalah obat saat pengobatan di IGD dan sebanyak 202 (98,06%) kasus terkait masalah obat saat menjalani rawat inap. Terapi yang paling banyak terlibat kejadian MTO adalah ceftriaxone dengan jumlah 86 (60,14%) kasus saat pengobatan di IGD dan saat menjalani rawat inap adalah ceftriaxone dengan jumlah kasus sebesar 112 (55,44%) kasus. Oleh karena itu pengobatan asma di rumah sakit harus mendapatkan perhatian agar dapat mencapai hasil yang optimal dalam efektifitas dan keamanan.
Studi Farmakognosi, Fitokimia Dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius (Mill.) I.M. Johnston) Novita Sari, Sartika; Prastiwi, Rini; Hayati, Hayati
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v9i1.5403

Abstract

Tanaman Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius (Mill.) I.M. Johnston) merupakan tanaman dari suku Euphorbiaceae yang berasal dari Semenanjung Yucatan, Meksiko. Tanaman pepaya jepang digunakan sebagai obat tradisional dengan memanfaatkan bagian tanaman, antara lain daun dan batang. Tanaman pepaya jepang mengandung banyak metabolit sekunder yang saling bersinergis dalam memberikan efek farmakologis. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kandungan senyawa aktif dan aktivitas farmakologis, dalam mengatasi berbagai penyakit. Berdasarkan beberapa penelitian diketahui tanaman pepaya jepang memiliki aktivitas farmakologis seperti antibakteri, antijamur, antioksidan, antidiabetes, hiperkolesterolemia, antiinflamasi, perbaikan pada kerusakan hati dan asam urat. Aktivitas farmakologis terjadi dengan berbagai mekanisme kerja dalam mengatasi berbagai penyakit. Senyawa kimia yang terkandung dalam pepaya jepang seperti saponin, flavonoid, tanin, alkaloid, fitat, glikosida sianogenik, dan terpenoid.
Review Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.) Ditinjau Dari Segi Farmakognosi, Fitokimia, Dan Aktivitas Farmakologi Za'amah Ulfah; Prastiwi, Rini; hayati, hayati
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v8i2.5407

Abstract

Tanaman tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan, kosmetik dan aromaterapi. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui cara mengidentifikasi dari segi farmakognosi, menentukan kandungan fitokimia, dan mengetahui berbagai aktivitas farmakologi yang terkandung dalam tanaman Gaharu. Pemeriksaan karakterisasi mutu ekstrak daun gaharu meliputi uji makroskopis, uji mikroskopis, penentuan kadar air. , kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar ekstrak larut air, kadar ekstrak larut etanol, dan susut pengeringan. Hasil dari studi literatur didapatkan data kadar air 4,32%, kadar sari larut air 12,09%, kadar sari larut etanol 9,56%, kadar abu total 7,78%, dan kadar abu tidak larut asam 0,62%. Kandungan senyawa dalam daun gaharu antara lain flavonoid, glikosida, tanin, dan triterpenoid. Tanaman gaharu memiliki beberapa aktivitas farmakologi seperti antibakteri, antidiabetes, antiinflamasi, anti rayap, dan antioksidan. Adanya kandungan senyawa metabolit sekunder ini membuat Gaharu mempunya aktivitas farmakologi.
Validasi Metode Analisis Kapsul Rifampisin Dengan HPLC-PDA Andi Suhendi; Ayusari Ramly, Erlya
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v8i1.5602

Abstract

Rifampisin merupakan salah satu obat anti-tuberkulosis. HPLC merupakan metode pilihan karena kepekaan, reprodusibilitas dan spesifitasnya. Namun metode terbaru dari kromatografi cair membutuhkan penambahan tetra-butyl ammonium hydroxide yang dapat memperpendek umur kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu metode kromatografi cair dengan waktu pengerjaan yang efisien dibandingkan metode-metode sebelumnya. Sistem kromatografi yaitu HPLC Alliance 2695, C18 (100 x 4,6 mm; 5 µm), fase gerak sistem gradient berupa asetonitril dan akuades dengan laju alir 1,0 mL/menit dan dideteksi pada 254 nm. Hasil penetapan parameter validasi didapatkan bahwa metode akurat dengan %recovery 99,96 ± 0,04% dan RSD 0,64 ± 0,30%. Parameter linieritas didapatkan koefisien korelasi 0,998, kerberulangan dan presisi antara didapatkan RSD masing-masing yaitu 1,51% dan 1,54%. Nilai LoQ didapatkan dari persamaan regresi linier residual yaitu 0,0164%. Metode yang divalidasi memenuhi parameter validasi akurasi, presisi dan linieritas.
Aktivitas Antihiperlipidemia Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Hamster Kondisi Hiperglikemia dan Hiperkolesterol Wiyati, Tuti; Dewanti, Ema; Chairunnisa, Wulan Fitria
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5616

Abstract

Hiperlipidemia atau dikenal juga dengan dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko yang berperan dalam penyakit kardiovaskular.Dislipidemia sering menyertai penyakit DM tipe 2 terkait abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.Daun kersen (Muntingia calaburaL.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berkhasiat sebagai antihiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun kersen terhadap penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida pada hamster jantan hiperlipidemia dan hiperglikemia. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, semua kelompok kecuali kelompok normal diberi diet tinggi kolesterol (kuning telur puyuh 40%, minyak nabati 10%, pakan standar 50%) dan streptozotosin (STZ) dosis 30 mg/KgBB sebagai penginduksi hiperglikemia. Hasil menunjukkan terdapat aktivitas penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida dari ekstrak daun kersen (ANOVA sig<0,05). Dosis 600 mg/KgBB ekstrak daun kersen memiliki aktivitas penurunan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida yang paling baik dibandingkan dosis ekstrak yang lain, namun tidak sebanding dengan atorvastatin.
Efektivitas Kombinasi Infus Jahe, Kayu Manis, Teh Hijau, Lemon Sebagai Antihiperkolesterolemia Pada Tikus Hiperglikemia Hiperlipidemia Wardani, Elly; Sunaryo, Hadi; Rafiqul, Rizky; Azis, Firhan; Rafdi, M. Abi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5617

Abstract

Diabetes melitus dicirikan dengan intoleransi glukosa yang menghasilkan terjadinya hiperglikemia dan gangguan dalam metabolisme lipid dan protein sehingga terjadi peningkatan konsentrasi lipid darah. Jahe, kayu manis, teh hijau, lemon dan madu mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antihiperkolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas kombinasi infus jahe, kayu manis, teh hijau, perasan lemon dan madu terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL darah tikus hiperglikemia dan hiperlipidemia. Hewan uji tikus wistar jantan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (kontrol positif) diberi atorvastatin 1,029 mg/Kg BB, kelompok IV, V, dan VI (kelompok perlakuan) diberi kombinasi infus jahe, kayu manis, teh hijau, perasan lemon, dan madu. Data penurunan kadar kolesterol total dan LDL serta peningkatan HDL darah tikus hiperglikemia dan hiperkolesterolemia dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok dosis dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL darah, presentase penurunan kolesterol pada kelompok positif sebanding dengan kelompok dosis tinggi dan dosis sedang. Presentase penurunan LDL pada kelompok positif sebanding dengan kelompok dosis tinggi, dosis sedang dan dosis rendah, tetapi tidak mampu meningkatkan kadar HDL.
Uji Teratogenitas Ekstrak Etanol 70% Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Mencit Putih Bunting Hiperglikemia Rindita, Rindita -; Efendi, Kriana; Armelia, Tiska Dwi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5618

Abstract

Diabetes selama kehamilan merupakan kondisi yang sangat berpengaruh terhadap janin, di antaranya menyebabkan keguguran, kecacatan, berat badan bayi berlebih, lahir prematur, serta kematian. Maka perlu dilakukan pencegahan dampak buruk tersebut bagi janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun kelor terhadap perkembangan fetus serta mengetahui efektivitasnya dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih bunting hiperglikemia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 30 ekor mencit betina yang dibagi menjadi 6 kelompok. Seluruh kelompok diinduksi aloksan kecuali kelompok kontrol normal. Kelompok kontrol normal dan kontrol negatif hanya diberi Na-CMC. Sebagai bahan pembanding digunakan metformin dengan dosis 65 mg/KgBB pada kelompok kontrol positif. Sediaan ekstrak diberikan secara oral pada hari ke-6 hingga ke-15 kehamilan dengan 3 variasi dosis, yaitu: dosis 300 mg/KgBB, 600 mg/KgBB, dan 1200 mg/KgBB. Mencit dilaparatomi pada hari ke-18 kehamilan. Efek teratogenik dilihat dari jumlah fetus (hidup, mati, dan resorpsi), berat, panjang, dan kelainan morfologi. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 70% daun kelor tidak menimbulkan kecacatan pada fetus yang dilahirkan, serta mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit sebesar 50,50%, 51,68%, dan 56,56% berturut-turut pada mencit putih (Mus musculus) bunting hiperglikemia.
Parameter Standar Ekstrak Etanol Stelechocarpus burahol Dalam Pengembangan Bahan Baku Obat Purwatiningsih, Purwatiningsih; Hakim, Arief Rahman; Purwantini, Indah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5632

Abstract

Ekstrak etanol daun Kepel (Stelochocarpus burahol) dilaporkan memiliki potensi untuk menurunkan kadar asam urat darah pada tikus dan tidak berbeda nyata dari allopurinol (P <0,05). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standar simplisia dan ekstrak etanol daun Kepel untuk pengembangan bahan baku obat. Standarisasi simplisia dilakukan untuk menentukan parameter non-spesifik dan spesifik serta kandungan kimia ekstrak. Parameter non-spesifik terdiri dari kadar air, susut pengeringan, kadar abu, kadar senyawa larut air dan kadar senyawa larut ethanol, kontaminasi logam berat, mikroba dan pestisida. Sedangkan parameter non-spesifik untuk ekstrak kental dan kering adalah semua parameter tersebut kecuali kadar ekstrak. Parameter khusus meliputi profil TLC dan kandungan flavonoid total. Kandungan flavonoid Total dihitung setara dengan jumlah kuersetin dalam gram per 100 g sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol daun Kepel memenuhi standar sesuai yang ditetapkan oleh Farmakope Herbal Indonesia baik untuk parameter non-spesifik maupun spesifik. Berdasarkan pemeriksaan, simplisia mengandung total flavonoid 0,52% b/b, sedangkan ekstrak kental dan kering daun kepel masing-masing mengandung 13,04 b/b dan 11,02% b/b. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kepel memenuhi standar sesuai Farmakope Herbal Indonesia.
Pengaruh Konsentrasi Hpmc Sebagai Basis Gel Ekstrak Ciplukan Terhadap Aktivitas Antibakteri Teodhora, Teodhora
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5633

Abstract

Physalis angulata L. merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh penggunaan HPMC sebagai basis dalam beberapa variasi konsentrasi terhadap mutu fisik gel dan aktivitas sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun Physalis angulata L. pada penggunaan variasi basis HPMC tidak mempengaruhi mutu fisik organoleptik, homogenitas, pH dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan mempengaruhi mutu fisik viskositas, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Gel ekstrak daun Physalis angulata L. dengan menggunakan konsentrasi HPMC 4% menghasilkan gel dengan mutu fisik dan aktivitas antibakteri yang optimal terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, dengan daya hambat yang diperoleh yaitu sebesar 12,7 mm dan 12,9 mm.
Pengaruh Konsentrasi Asam Stearat Terhadap Aktivitas Antioksidan Lotion Tanaman Bangkal (Nauclea subdita) Rahmawanty, Dina; Annisa, Noor; Sari, Destria Indah
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i2.5634

Abstract

Senyawa antioksidan melindungi tubuh dari pengaruh buruk radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit. Sediaan lotion dari tanaman bangkal (N. Subdita) berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi asam stearat terhadap aktivitas antioksidan lotion kulit batang bangkal (N. Subdita). Dalam penelitian ini lotion diformulasikan dengan tiga konsentrasi asam stearat yang berbeda yaitu FI (2%), F2 (3%) & FII (5%). Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil peneltian menunjukkan peningkatan konsentrasi asam stearat mempengaruhi aktivitas antioksidan, semakin tinggi konsentrasi asam stearat semakin besar nilai IC50. Hasil IC50 lotion pada FI, FII & FII berturut-turut 61,5593±0,2673 ppm, 66,8051 ± 0,2317 ppm & 72,6253 ± 2,3117 ppm. Ketiga formula tergolong sebagai antioksidan aktif. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam stearat dalam formula lotion menghasilkan penurunan aktivitas antioksidan dan tergolong sebagai antioksidan aktif.