cover
Contact Name
Bakir
Contact Email
jppp@uhamka.ac.id
Phone
+628112334445
Journal Mail Official
jppp@uhamka.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka Jl. Buncit Raya No. 17, Pancoran, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan
ISSN : 25280945     EISSN : 25797654     DOI : https://10.22236/jppp.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan E-ISSN:2579-7654, ISSN: 2528-0945, DOI Prefix 10.22236/jppp is a is a showcase of original, rigorously conducted educational measurement, assessment, and evaluation. The journal particularly covers manuscripts within the following areas: instrument and assessment development, classroom assessment, and policy and program evaluation in educational settings. Given that the journal prioritizes research reports in evaluation and assessment education, viewpoint articles in the same field will be considered for publication. Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan welcomes research articles, literature reviews, book reviews from various countries in the world that have high-quality on all topics related to current trends issue in evaluation education research to publish in this journal. The article submitted to Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan will be reviewed by two reviewers. Each article published in Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan passes the process of double-blind review. The decision made for the article is the result of the Editorial Board’s agreement based on the suggestions proposed by the reviewers. Plagiarism scanning will be conducted with the help of Turnitin Anti-Plagiarism Software.
Articles 144 Documents
DAMPAK PERAN KESADARAN DAN RASA MEMILIKI GURU DALAM MENDUKUNG PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Kusumawati, Erna
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i2.18098

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kesadaran diri dan rasa memiliki terhadap profesionalisme guru dalam menjaga kualitas sekolah, dengan fokus pada guru berpengalaman. Profesionalisme guru mencakup aspek yang lebih luas, tidak hanya penguasaan materi pelajaran, tetapi juga keterampilan sosial dan emosional. Kesadaran diri yang tinggi membantu guru mengelola emosi dan membuka diri terhadap umpan balik, sementara rasa memiliki terhadap profesi mendorong motivasi dan keterlibatan yang lebih dalam dalam pengembangan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesadaran diri dan rasa memiliki pada guru berpengalaman, serta menganalisis hubungan keduanya dengan berbagai aspek profesionalisme guru seperti kemampuan mengajar, inovasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesadaran diri dan profesionalisme dengan korelasi yang sangat kuat (r = 0,749, p < 0,05), namun hubungan antara rasa memiliki dan profesionalisme tidak signifikan. Kesadaran diri terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini menyarankan agar guru berpengalaman lebih mengembangkan kesadaran diri sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan profesionalisme mereka.
Analisis Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Kusumawati, Erna
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i1.18124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam upaya meningkatkan kompetensi guru. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan mendukung pengembangan profesional guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus di beberapa sekolah menengah. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memainkan peran penting dalam merancang program pengembangan guru, seperti pelatihan, supervisi akademik, dan fasilitasi kolaborasi antarpendidik. Kepala sekolah yang efektif juga mampu menjadi role model, memberikan motivasi, serta mendorong guru untuk mengimplementasikan metode pembelajaran inovatif. Selain itu, dukungan kepala sekolah dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah berdampak langsung pada peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan peran ini menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Penilaian Inovasi Manajemen Sekolah dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah di Era Globalisasim Naswardi
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i2.18125

Abstract

Manajemen kinerja menjadi aspek yang sangat penting dalam tata Kelola sekolah yang baik. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sekolah Muhammadiyah dikelelo dengan baik dan mendapatkan kepercayaan yang berdampak secara finansial serta ekonomi secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan kualitatif eksploratif untuk memberikan gambaran yang komprehensif. Analisis data menggunakan tema-tema yang sudah ditetapkan berdasarkan kriteria manajemen kinerja sekolah yang berorientasi pada dampak ekonomi dan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang baik terhadap siswa-siswa memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan dimana kepercayaan Masyarakat tumbuh secara eksponensial. Pertumbuhan manajemen yang baik ternyata juga berdampak kepada kemampuan sekolah Muhammadiyah mendapatkan kepercayaan finansial sehingga dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.   Performance management is a very important aspect in good school governance. The purpose of this study is to explore how Muhammadiyah schools are managed well and gain trust that has financial and economic impacts simultaneously. This study uses exploratory qualitative to provide a comprehensive picture. Data analysis uses themes that have been determined based on school performance management criteria that are oriented towards economic and financial impacts. The results of the study show that good service to students has a significant economic impact where public trust grows exponentially. The growth of good management also has an impact on the ability of Muhammadiyah schools to gain financial trust so that they can develop according to the needs of today's era.
Evaluasi Manajemen Pelaksanaan Kurikulum 2013 di Sekolah Muhammadiyah Naswardi
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i1.18126

Abstract

This study aims to evaluate the integration between the 2013 curriculum and Muhammadiyah values ​​that have an impact on the branding of Muhammadiyah schools in Kebayoran Baru, South Jakarta. The selection of research subjects was based on the criteria of teaching experience, and active involvement in the integration between the curriculum and Muhammadiyah values. Analysis of research data began by eliminating inappropriate codes. The results of the study showed that Muhammadiyah schools in Kebayoran Baru were able to integrate Muhammadiyah values ​​with the government curriculum empirically and were able to improve school branding. The significant impact of creating strong school branding is the increase in the number of school students from elementary schools, junior high schools, and high schools which reached more than fifty percent. The increase in students that occurred was a very impressive result in the growth of the number of students amidst the fairly tight competition for quality private schools in Jakarta.   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi integrasi antara kurikulum 2013 dan nilai – nilai kemuhammadiyahan yang berdampak pada branding sekolah Muhammadiyah di kebayoran baru, Jakarta Selatan. Pemilihan subjek penelitian didasarkan atas kriteria pengalaman mengajar, dan keterlibatan aktif dalam integrasi antara kurikulum dengan nilai Muhammadiyah. Analisis data penelitian dimulai dengan mengeliminasi kode-kode yang tidak sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Muhammadiyah kebayoran baru mampu mengintegrasikan nilai kemuhammadiyahan dengan kurikulum pemerintah secara empiris mampu meningkatkan branding sekolah. Dampak yang signifikan yang terciptanya branding sekolah yang kuat, adalah bertambahnya jumlah murid sekolah dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas yang mencapai lebih dari lima puluh persen. Peningkatan siswa yang terjadi ini merupakan hasil yang sangat mengesankan dalam pertumbuhan jumlah murid ditengah persaingan sekolah swasta berkualitas yang cukup ketat di Jakarta.
N Nilai Kesetaraan Gender dalam Novel Cantik itu Luka Karya Eka Kurniawan : Novel, Kesetaraan Gender,Feminisme dan Patriarki Setiadi, Hari; Ernawati; Kusuma, Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v6i2.12015

Abstract

Post-COVID-19 learning has left various difficulties experienced by teachers. The purpose of this study is to provide an overview of the mapping of teacher difficulties in learning. The selection of research subjects was based on recommendations from the principals of the schools where the research was conducted. Qualitative research was used in this study to provide a comprehensive overview of the difficulties experienced by teachers. Thematic analysis was used as one of the keys to solving the problem of mapping teacher difficulties. The results show that post-pandemic teacher difficulties are divided into three aspects, namely difficulties in dealing with student psychology, and lack of student motivation. These difficulties have an impact on many things in maintaining better learning quality.   Pembelajaran pasca COVID-19 menyisakan berbagai kesulitan yang dialami oleh guru. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan gambaran pemetaan kesulitan guru dalam pembelajaran. Pemilihan subjek penelitian didasarkan atas rekomendasi dari pimpinan kepala sekolah yang menjadi tempat penelitian. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kesulitan yang dialami oleh guru. Analisis tematik digunakan sebagai salah satu kunci menyelesaikan masalah pemetaan kesulitan guru. Hasil menunjukkan bahwa kesulitan guru pasca pandemi menjadi tiga aspek yaitu kesulitan menghadapi psikologis siswa, dan motivasi siswa yang kurang. Kesulitan ini berdampak kepada banyak hal dalam menjaga kualitas pembelajaran yang lebih baik.
Sinergi Audio dan Visual di Kelas IPAS: Analisis Kebutuhan dan Dampak Media Pembelajaran Digital Terhadap Pencapaian Kompetensi Siswa Sekolah Dasar Wahyuni, Winarni Puji; Ali, Wardana
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18028

Abstract

Background: IPAS (Science and Social Studies) learning in elementary school often involves abstract material, which can impede students' competency achievement. Digital Audiovisual Learning Media offers a solution by presenting information concretely and engagingly. However, an in-depth analysis of the needs and the specific impact of this media on learning outcomes is necessary. Purpose: This study aims to analyze the need for digital IPAS learning media and evaluate its impact on enhancing Elementary School students' Competency Achievement. Methods: A quantitative Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, supported by a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design. The research subjects were fourth-grade students. Data were analyzed descriptively for needs and using a paired t-test to measure the increase in competency achievement. Results and Discussion: The needs analysis showed the urgency for relevant media development. Upon implementation, the digital audiovisual media proved effective, indicated by a significant increase in posttest scores (p < 0.05) in students' knowledge and skills aspects. Research Contribution: This study contributes by providing a digital IPAS learning media design that has been tested for validity and effectiveness, which can serve as a practical reference for elementary school teachers.Latar Belakang: Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di Sekolah Dasar seringkali dihadapkan pada materi yang bersifat abstrak, yang dapat menghambat pencapaian kompetensi siswa. Media Pembelajaran Digital Audiovisual menawarkan solusi dengan menyajikan informasi secara konkret dan menarik. Namun, analisis mendalam tentang kebutuhan dan dampak media ini terhadap hasil belajar spesifik diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran digital IPAS dan mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan Pencapaian Kompetensi siswa Sekolah Dasar. Metode: Penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE, didukung dengan desain Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD. Data dianalisis secara deskriptif untuk kebutuhan, dan uji-t berpasangan untuk mengukur peningkatan pencapaian kompetensi. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya urgensi pengembangan media yang relevan. Setelah diterapkan, media audiovisual digital terbukti efektif, ditunjukkan oleh peningkatan skor posttest yang signifikan (p < 0.05) pada aspek pengetahuan dan keterampilan siswa. Kontribusi Penelitian: Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan desain media pembelajaran digital IPAS yang teruji validitas dan efektivitasnya, yang dapat dijadikan referensi praktis bagi guru SD.
Differensiasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Dengan Media Monopoli Kelas 2 Sekolah Dasar Sugiarti, Sri; Hadi, Muhammad Sofian; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18058

Abstract

Pembelajaran modern di sekolah dasar menuntut adaptasi terhadap keberagaman gaya dan kebutuhan siswa. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi relevan, implementasinya terkendala kurangnya strategi konkret, terutama dalam mengakomodasi pembelajaran individualistik di kelas kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media Monopoli Pancasila sebagai instrumen efektif dalam pembelajaran berdiferensiasi mata pelajaran PPKn kelas II SD. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan Monopoli Pancasila signifikan meningkatkan motivasi, interaksi sosial, kerja sama, dan pemahaman konsep PPKn yang abstrak, karena sifat gamifikasi dan kolaboratifnya. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan bukti empiris tentang media permainan sebagai alat diferensiasi pembelajaran PPKn, menawarkan strategi praktis bagi guru, dan menjadi dasar pengembangan kurikulum berbasis permainan.   Modern learning in elementary schools requires adaptation to the diversity of student styles and needs. Although differentiated learning is relevant, its implementation is constrained by the lack of concrete strategies, especially in accommodating individualistic learning in collective classes. This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Monopoly media as an effective instrument in differentiated learning of PPKn subjects for grade II elementary school. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed thematically. The results show that Pancasila Monopoly significantly increases motivation, social interaction, cooperation, and understanding of abstract PPKn concepts, due to its gamification and collaborative nature. The contribution of this study is to provide empirical evidence of game media as a tool for differentiation of PPKn learning, offer practical strategies for teachers, and become the basis for developing a game-based curriculum.
Menjaring Karakter Emas: Strategi Kepemimpinan Spiritual Kepala Sekolah dalam Menginternalisasi Nilai-nilai Islam dan Membangun Ekosistem Religius Holistik di Sekolah Dasar Islam Zein, Nur Asiah; Muhammad Soffian hadi; Niswah Zahrotul jannah; Achda Fitriah
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18060

Abstract

Background: Strengthening religious character at the elementary level requires a leadership strategy that is not merely managerial but spiritually grounded. The Principal, acting as a Spiritual Leader, plays a crucial role in creating a school environment that consistently reflects Islamic values. Purpose: This study aims to analyze the strategies employed by the Principal of SD Islam Al Azhar 15 Pamulang in internalizing Islamic values and building a Holistic Religious Ecosystem to shape students' character. Methods: A qualitative research design with a case study approach. Research subjects include the principal, teachers, and parent representatives. Data collection techniques involved in-depth interviews, participant observation, and school program document analysis. Results and Discussion: The strategies identified include Modeling (daily role modeling), Coaching (continuous spiritual mentoring), and Integrative Curriculum Design. The implementation of these strategies successfully mobilized the participation of all stakeholders to create the school ecosystem as a center for character development. Research Contribution: This study provides a theoretical contribution regarding an effective Spiritual Leadership model for Principals as the primary key in the development of religious character in Islamic basic education institutions.Latar Belakang: Penguatan karakter religius pada jenjang sekolah dasar memerlukan strategi kepemimpinan yang lebih dari sekadar manajerial, tetapi berlandaskan spiritual. Kepala sekolah sebagai Pemimpin Spiritual memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan sekolah yang secara konsisten merefleksikan nilai-nilai Islam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 15 Pamulang dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam dan membangun Ekosistem Religius Holistik untuk membentuk karakter siswa. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen program sekolah. Hasil dan Pembahasan: Strategi yang ditemukan meliputi Modeling (keteladanan sehari-hari), Coaching (pendampingan spiritual berkelanjutan), dan Integrative Curriculum Design. Implementasi strategi ini berhasil menggerakkan partisipasi seluruh stakeholder untuk menciptakan ekosistem sekolah sebagai pusat pengembangan karakter. Kontribusi Penelitian: Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis mengenai model Kepemimpinan Spiritual Kepala Sekolah yang efektif sebagai kunci utama dalam pengembangan karakter religius pada lembaga pendidikan Islam dasar.
Membentuk Budaya Kinerja Unggul: Implementasi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Kaitannya dengan Peningkatan Akuntabilitas dan Mutu Lulusan Kusumawati, Erna; Aminudin, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18123

Abstract

Background: Sustained educational quality improvement heavily relies on a collective performance culture. Transformational Leadership (TL) by the Principal is deemed an essential factor in stimulating this culture. However, the empirical correlation between TL implementation and the enhancement of Institutional Accountability and Graduate Quality requires further investigation. Purpose: This study aims to deeply analyze the role of the Principal's TL implementation in cultivating a culture of excellence and its impact on boosting school accountability and graduate quality. Methods: A qualitative approach using a multiple-case study design was conducted across three different secondary schools. Data collection techniques included in-depth interviews, participant observation, and documentation study. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Results and Discussion: Findings indicate that the dimensions of TL (Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individualized Consideration) cohesively formed a culture of excellence founded on ownership. This culture subsequently directly drove transparency in teachers' and staff's work processes (Accountability), leading to a significant improvement in student competency achievement (Graduate Quality). Research Contribution: The primary contribution of this study is providing a specific and empirically proven TL implementation model that can serve as a practical framework for principals aiming to transform their school culture into a high-quality, performance-oriented one. Latar Belakang: Peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan sangat bergantung pada budaya kinerja kolektif. Kepemimpinan Transformasional (KT) Kepala Sekolah diyakini merupakan faktor esensial dalam menstimulasi budaya tersebut. Namun, kaitan empiris antara implementasi KT dengan peningkatan Akuntabilitas Institusional dan Mutu Lulusan perlu dikaji lebih mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran implementasi KT Kepala Sekolah dalam membentuk budaya kinerja unggul dan dampaknya terhadap peningkatan akuntabilitas sekolah serta mutu lulusan. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak (multiple-case study) dilakukan di tiga sekolah menengah yang berbeda. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa dimensi KT (Pengaruh Ideal, Motivasi Inspiratif, Stimulasi Intelektual, dan Pertimbangan Individual) secara terpadu membentuk budaya kinerja unggul yang didasarkan pada rasa kepemilikan. Budaya ini kemudian secara langsung mendorong transparansi proses kerja guru dan staf (Akuntabilitas) yang berujung pada peningkatan signifikan pada capaian kompetensi siswa (Mutu Lulusan). Kontribusi Penelitian: Kontribusi utama studi ini adalah menyediakan model implementasi KT yang spesifik dan terbukti efektif sebagai kerangka kerja praktis bagi kepala sekolah yang ingin mentransformasi budaya sekolah menjadi berorientasi mutu tinggi.
Bagaimana Taman Bacaan Masyarakat Menguatkan Kemampuan Literasi dan Minat Baca Murid Sekolah Dasar? Hendrawan, Galih Maulana; Sofian Hadi, Muhamad; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18198

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi perkembangan anak, terutama pada usia sekolah dasar, karena mempengaruhi kemampuan mereka dalam mengakses pengetahuan dan berpikir kritis. Salah satu strategi efektif untuk mengoptimalkan kemampuan literasi dan minat baca murid adalah melalui taman bacaan masyarakat (TBM). Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber yang membahas pengaruh TBM dalam mendukung kemampuan literasi dan minat baca murid sekolah dasar. Studi ini menelaah berbagai program literasi berbasis aktivitas seperti mendongeng, diskusi buku, serta keterlibatan keluarga dan sekolah dalam menciptakan kebiasaan membaca yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi peran TBM berkontribusi besar terhadap peningkatan kemampuan membaca dan pemahaman teks murid, serta memperkuat minat baca mereka. Penyediaan bahan bacaan yang bervariasi, dukungan dari program literasi yang menyenangkan, dan keterlibatan berbagai pihak seperti keluarga dan sekolah terbukti efektif dalam membangun budaya literasi yang kuat. TBM memiliki peran strategis dalam memperkuat kemampuan literasi dan minat baca anak usia sekolah dasar, serta memberikan solusi untuk meningkatkan budaya literasi di komunitas.dengan minat dan memutuskan apakah akan membaca keseluruhan dokumen atau tidak.   Literacy is a basic skill that is very important for children's development, especially at elementary school age, because it affects their ability to access knowledge and think critically. One effective strategy to optimize students' literacy skills and reading interest is through community reading parks (TBM). This study uses a literature study method to examine various sources that discuss the influence of TBM in supporting elementary school students' literacy skills and reading interest. This study examines various activity-based literacy programs such as storytelling, book discussions, and family and school involvement in creating positive reading habits. The results of the study show that optimizing the role of TBM contributes greatly to improving students' reading skills and understanding of texts, as well as strengthening their reading interest. The provision of varied reading materials, support from fun literacy programs, and the involvement of various parties such as families and schools have proven effective in building a strong literacy culture. TBM has a strategic role in strengthening the literacy skills and reading interest of elementary school children, as well as providing solutions to improve literacy culture in the community.