cover
Contact Name
Bakir
Contact Email
jppp@uhamka.ac.id
Phone
+628112334445
Journal Mail Official
jppp@uhamka.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka Jl. Buncit Raya No. 17, Pancoran, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan
ISSN : 25280945     EISSN : 25797654     DOI : https://10.22236/jppp.v3i1
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan E-ISSN:2579-7654, ISSN: 2528-0945, DOI Prefix 10.22236/jppp is a is a showcase of original, rigorously conducted educational measurement, assessment, and evaluation. The journal particularly covers manuscripts within the following areas: instrument and assessment development, classroom assessment, and policy and program evaluation in educational settings. Given that the journal prioritizes research reports in evaluation and assessment education, viewpoint articles in the same field will be considered for publication. Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan welcomes research articles, literature reviews, book reviews from various countries in the world that have high-quality on all topics related to current trends issue in evaluation education research to publish in this journal. The article submitted to Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan will be reviewed by two reviewers. Each article published in Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan passes the process of double-blind review. The decision made for the article is the result of the Editorial Board’s agreement based on the suggestions proposed by the reviewers. Plagiarism scanning will be conducted with the help of Turnitin Anti-Plagiarism Software.
Articles 144 Documents
Mengatasi Tantangan Disiplin dan Karakter di Sekolah Dasar: Inovasi Pedagogis dan Keterlibatan Multistakeholder Arie Zulfan, Muhammad; Sofian Hadi, Muhamad; Saputra, Dendi Wijaya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.18199

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya disiplin, esensial bagi pembentukan kepribadian siswa sekolah dasar. Tantangan seperti pengaruh teknologi tidak terkontrol, inkonsistensi pola asuh, dan keterbatasan sumber daya menghambat penanaman disiplin. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas pendekatan penghargaan positif dan pelibatan siswa dalam penyusunan aturan untuk membangun disiplin dan karakter. Menggunakan studi literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis teori dan temuan terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa pembiasaan positif, keteladanan guru, serta kolaborasi sekolah-keluarga-masyarakat mampu mengatasi tantangan tersebut. Integrasi disiplin dan karakter, didukung program inovatif dan evaluasi teratur, menciptakan lingkungan belajar kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman strategi holistic, penguatan karakter berkelanjutan, membentuk generasi unggul, bertanggung jawab, dan adaptif.   Character education, especially discipline, is essential for the formation of elementary school students' personalities. Challenges such as the influence of uncontrolled technology, inconsistent parenting patterns, and limited resources hinder the instillation of discipline. This study aims to explore the effectiveness of the positive reward approach and student involvement in the preparation of rules to build discipline and character. Using a qualitative literature study, this study analyzes previous theories and findings. The results show that positive habits, teacher role models, and school-family-community collaboration can overcome these challenges. Integration of discipline and character, supported by innovative programs and regular evaluations, creates a conducive learning environment. This study contributes to the understanding of holistic strategies, continuous character strengthening, forming superior, responsible, and adaptive generations.
Interaksi antara Gender dan Strategi Belajar dalam Pendidikan Biologi dan Science Berbasis Blended : Implikasi untuk Pedagogi Inklusif Murwitaningsih, Susanti; Naswardi; Baadilla, Irwan
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.19859

Abstract

Inclusive learning is a crucial element in any learning process, including biology. The purpose of this study is to explore the impact of gender interactions and biology learning strategies based on blended learning. The subjects were teachers implementing blended biology instruction. Data were collected through in-depth interviews, exploring all key information triangulated through source and time triangulation. The results indicate a positive impact on biology and science learning processes that respond to blended gender-based interaction. This learning impact will make science and biology learning more inclusive and responsive.   Pembelajaran yang inklusif menjadi elemen penting dalam proses pembelajaran tak terkecuali biologi. Tujuan penelitian ini ingin mengeksplorasi dampak interaksi gender dan strategi belajar biologi berbasis blended learning. Subjek penelitian ini diambil dari guru yang menerapkan pembelajaran biologi secara blended. Data diambil melalui wawancara mendalam dengan mengeksplorasi seluruh informasi – informasi utama yang ditriangulasi melalui triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak positif yang terjadi pada proses pembelajaran biologi dan science yang merespons pembelajaran interaksi berbasis gender secara blended. Dampak pembelajaran ini akan menjadikan belajar science dan biologi menjadi lebih inklusif dan responsif.
Penilaian Autentik dan Kedalaman Kognitif: Evaluasi Sumatif Pengaruh Pembelajaran Mendalam (DL) terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Purnomo, Wahyu; Puji Lestari, Dwi; Imron, Muhammad
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.10360

Abstract

Background: The need for adaptive graduates demands a shift from superficial learning to Deep Learning (DL), which is ideally supported by Authentic Assessment. However, it is unclear to what extent the integration of the two summatively can significantly improve students' Critical Thinking Skills. Objective: This study aims to evaluate the effect of the application of authentically assessed DL on improving students' critical thinking skills. Method: Using a quantitative approach with a Quasi-Experimental design through a Pretest-Posttest Control Group Design. The population was high school students, with two classes (experimental and control) selected by purposive sampling. Data analysis used a t-test. Results and Discussion: The results showed that the group implementing Authentic Assessment in the DL context experienced a higher and significant increase in critical thinking scores (p < 0.05) compared to the control group. This indicates that authentic tasks in DL encourage students to analyze, synthesize, and evaluate real-world problems. Research Contribution: This study contributes to strengthening the theoretical foundation that Authentic Assessment is a valid evaluation tool for measuring the results of DL, especially in the cognitive depth dimension such as critical thinking.Latar Belakang: Kebutuhan akan lulusan yang adaptif menuntut pergeseran dari pembelajaran superfisial menuju Pembelajaran Mendalam (Deep Learning/DL), yang idealnya didukung oleh Penilaian Autentik. Namun, belum jelas sejauh mana integrasi keduanya secara sumatif mampu meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis siswa secara signifikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penerapan DL yang dinilai secara autentik terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Eksperimen melalui Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi adalah siswa SMA, dengan sampel dua kelas (eksperimen dan kontrol) dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil dan Pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa kelompok yang menerapkan Penilaian Autentik dalam konteks DL mengalami peningkatan skor berpikir kritis yang lebih tinggi dan signifikan (p < 0.05) dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa tugas autentik dalam DL mendorong siswa untuk melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi masalah nyata. Kontribusi Penelitian: Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat landasan teoretis bahwa Penilaian Autentik adalah alat evaluasi yang valid untuk mengukur hasil dari DL, khususnya dalam dimensi kedalaman kognitif seperti berpikir kritis.
Menumbuhkan Inovasi Berbasis Logika: Pengaruh Penilaian Portofolio Autentik Reflektif dalam Konteks Deep Learning Terhadap Peningkatan Kualitas Argumentasi Kritis dan Solusi Kreatif Siswa. Waluyo, Ahmad; Kusumawardana, Sri Mulyawati; Dewi Lestari, Nita
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i1.11583

Abstract

Background: 21st-century education necessitates students master Critical Thinking (Logical Argumentation) and Creative Thinking (Innovative Solutions). The Deep Learning (DL) context requires assessment tools that can capture these complex cognitive processes. Purpose: This study aims to evaluate the influence of implementing Reflective Authentic Portfolio Assessment within DL on enhancing the quality of students' critical argumentation and creative solutions. Methods: A quantitative Quasi-Experimental approach was utilized, employing a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of high school students divided into an experimental group (reflective authentic portfolio) and a control group (traditional assessment). Data were analyzed using ANCOVA. Results and Discussion: The experimental group showed a significantly higher increase in both critical argumentation and creative solutions compared to the control group (p < 0.01). Reflection in the portfolio allowed students to review logic and refine solutions. Research Contribution: The main contribution is providing empirical evidence that Reflective Authentic Portfolio Assessment is an effective and valid instrument for promoting and measuring the integration of critical and creative thinking skills in a deep learning context.Latar Belakang: Pembelajaran Abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan Berpikir Kritis (Argumentasi Logis) dan Berpikir Kreatif (Solusi Inovatif). Konteks Deep Learning (DL) yang berfokus pada pemahaman mendalam memerlukan instrumen penilaian yang mampu menangkap proses kognitif tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penerapan Penilaian Portofolio Autentik Reflektif dalam DL terhadap peningkatan kualitas argumentasi kritis dan solusi kreatif siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari siswa SMA yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menerapkan portofolio autentik reflektif) dan kelompok kontrol (penilaian tradisional). Data dianalisis menggunakan ANACOVA. Hasil dan Pembahasan: Ditemukan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas argumentasi kritis dan solusi kreatif dibandingkan kontrol (p < 0.01). Refleksi dalam portofolio memungkinkan siswa meninjau ulang logika dan menyempurnakan solusi. Kontribusi Penelitian: Kontribusi utama adalah membuktikan bahwa Penilaian Portofolio Autentik Reflektif adalah instrumen yang efektif dan valid dalam mempromosikan dan mengukur integrasi keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam konteks pembelajaran mendalam.
Building Future Skills Through Online Practice-based learning in Distance Learning: Evaluation with Context‑Input‑Process‑Product‑Outcome Model Amastini, Fitria; Aprijani, Dwi Astuti; Sapriati, Amalia; Puspitasari, Maya
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21685

Abstract

to align with the demands of future skills. This study aims to evaluate the implementation of Desktop Programming and Computer Network in a distance learning scheme of Information Systems Program Study, using the Context-Input-Process-Product-Outcome model approach. A mixed-methods approach was employed through the questionnaires, analysis from online learning platform activities, and interviews with students and tutors. The results indicate ongoing issues in the aspects of dissemination of communication regarding policy context, limited infrastructure and devices to support online practice-based learning, and low responsiveness of some tutors. However, students who engaged actively in forums and collaborative learning with peers in completing assignments show better learning outcomes and have a higher confidence to face the challenges of the digital workplace. This evaluation model has proven effective in providing a comprehensive picture of the dynamics of practice-based learning implementation, and producing strategic recommendations for curriculum improvement, tutor training improvement, and integration of learning analytics for early detection and intervention. This study highlighting a conceptual and implementation contributions in online practice-based learning model that promoting transformative and technologically adaptive distance education in building students' professional digital competencies.   Pergeseran menuju industri digital telah mendorong pendidikan tinggi untuk mendesain ulang strategi pembelajaran berbasis praktik agar selaras dengan tuntutan keterampilan masa depan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Pemrograman Desktop dan Jaringan Komputer dalam skema pembelajaran jarak jauh Program Studi Sistem Informasi, menggunakan pendekatan model Konteks-Input-Proses-Produk-Hasil. Pendekatan metode campuran digunakan melalui kuesioner, analisis dari aktivitas platform pembelajaran daring, dan wawancara dengan mahasiswa dan tutor. Hasil menunjukkan adanya masalah yang berkelanjutan dalam aspek penyebaran komunikasi mengenai konteks kebijakan, keterbatasan infrastruktur dan perangkat untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik daring, dan rendahnya responsivitas beberapa tutor. Namun, mahasiswa yang aktif terlibat dalam forum dan pembelajaran kolaboratif dengan rekan-rekan dalam menyelesaikan tugas menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk menghadapi tantangan tempat kerja digital. Model evaluasi ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika implementasi pembelajaran berbasis praktik, dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk peningkatan kurikulum, peningkatan pelatihan tutor, dan integrasi analitik pembelajaran untuk deteksi dan intervensi dini. Studi ini menyoroti kontribusi konseptual dan implementasi dalam model pembelajaran berbasis praktik daring yang mendorong pendidikan jarak jauh transformatif dan adaptif secara teknologi dalam membangun kompetensi digital profesional mahasiswa.
Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar: Menjembatani Kesenjangan Antara Konsep Pedagogis dan Realitas Lapangan Sanusi, Adi; Maheswari; Aripin, Paisal; Iswan
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21880

Abstract

Purpose: This study critically examines the disparity between the pedagogical conceptualization of Deep Learning (DL) and on-the-group operational realities. Furthermore, it delineates a strategic framework to align policy mandates with the elementary school ecosystem in anticipation of the national rollout in the 2025/2026 academic year. Design/mythology/approach: Employing a qualitative archival research design, this study utilizes comparative analysis to juxtapose policy documents (2025 Technical Guidelines) against empirical data (teacher surveys and 2022 PISA reports). Content analysis is leveraged to map the dissonance between the expected pedagogical roles of teachers and their actual administrative workloads. Findings: The findings elucidate significant cognitive distortion, revealing that 59.7% of teachers conflate DL with Artificial Intelligence (AI)  technology rather than viewing it as a pedagogical approach. Primary impediments include onerous administrative burdens and infrastructural disparities. Pivotal strategies for successful adoption include practice-based simulation training and the transformation of school principals into instructional leaders. Practical implications: These results necessitate a paradigm shift from theoretical dissemination to practical workshops. Furthermore, the study advocates for the deregulation of administrative workloads as a sine qua non for effective implementation. Originally/value: The study's novelty is predicated on its function as a comprehensive “early warning system," scrutinizing ecosystem redliness  prior to full-scale policy enactment. This distinguishes it from standard post-implementation evaluation, offering a protective rather than reactive analysis.   Purpose: Studi ini menganalisis kesenjangan antara konsep pedagogis Pembelajaran Mendalam (PM) dan realitas implementasi lapangan, serta merumuskan strategi menyelaraskan kebijakan dengan ekosistem sekolah dasar menjelang penerapan nasional 2025/2026. Design)/methodology/approach: Menggunakan desain kualitatif studi kepustakaan, penelitian ini menerapkan analisis komparatif antara dokumen kebijakan (Petunjuk Teknis 2025) dan data empiris (survei guru, laporan PISA 2022). Analisis konten digunakan untuk memetakan diskrepansi antara ekspektasi peran guru dan beban kerja aktual. Findings: Temuan mengungkap miskonsepsi signifikan di mana 59,7% guru mengasosiasikan PM dengan teknologi AI, bukan pedagogi. Hambatan utama meliputi beban administratif berat dan ketimpangan infrastruktur. Strategi kunci keberhasilan mencakup pelatihan simulasi praktik dan transformasi kepala sekolah menjadi instructional leader. Practical implications: Hasil ini mendesak pergeseran paradigma dari sosialisasi teori ke workshop praktis, serta deregulasi beban administrasi guru sebagai prasyarat mutlak implementasi efektif. Originality/value: Kebaruan studi ini terletak pada fungsinya sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang membedah kesiapan ekosistem sebelum implementasi penuh kebijakan, berbeda dengan evaluasi pasca-program pada umumnya.
P Personalisasi adaptif dalam pendidikan jarak jauh: tinjauan literatur sistematis tentang integrasi artificial intelligence dan learning analytics dalam LMS HAERUDIN, ABD MALIK; Alam, Bahrul; Sa’duddin; Wicaksono, Dirgantara
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21891

Abstract

Purpose: This study scrutinizes mathematical literacy difficulties aligned with TIMSS standards regarding the topic of Relations and Functions, utilizing Polya’s framework to bridge the dichotomy between global benchmarks and the cognitive realities of learners. Design/methodology/approach: Employing a qualitative descriptive design, data were elicited from 21 tenth-grade students via problem-solving tests and in-depth interviews. These data were subsequently analyzed systematically to delineate difficulty profiles according to varying levels of mathematical ability.Findings: The results unveil a stratification of impediments: high-ability students were constrained primarily by accuracy issues; moderate achievers struggled with strategic maturity; whereas low-ability students experienced systemic failure across all Polya stages due to foundational conceptual deficits and inadequate time management. This corroborates the premise that literacy difficulties are deeply rooted in metacognitive barriers, particularly during the solution evaluation phase. Practical implications: These findings advocate for the implementation of differentiated instruction and the fortification of heuristic procedures to accommodate diverse cognitive profiles, thereby better preparing students for international assessments. Originality/value: This study offers a granular diagnosis of the topic of Relations and Functions within the specific context of Madrasah education, enriching the existing body of literature on mathematical literacy barriers by directly contextualizing them within global TIMSS indicators.   Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk membedah kesulitan literasi matematika berstandar TIMSS pada materi Relasi dan Fungsi dengan menggunakan kerangka pemecahan masalah Polya, guna menjembatani kesenjangan antara standar penilaian global dan realitas kognitif peserta didik.Design/methodology/approach: Mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 21 siswa kelas X sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui instrumen tes pemecahan masalah dan wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis secara sistematis untuk memetakan profil kesulitan siswa berdasarkan tingkat kemampuan matematika mereka.Findings: Temuan penelitian mengungkapkan adanya stratifikasi hambatan yang berbeda: siswa berkemampuan tinggi cenderung terkendala pada aspek ketelitian (akurasi); siswa berkemampuan sedang terhambat pada kematangan strategi penyelesaian; sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami kegagalan sistemik di seluruh tahapan Polya akibat lemahnya konsep fundamental dan manajemen waktu. Studi ini mengonfirmasi bahwa akar kesulitan literasi terletak pada hambatan metakognitif, khususnya dalam tahap mengevaluasi solusi.Practical implications: Hasil penelitian ini merekomendasikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi (differentiated learning) dan penguatan prosedur heuristik di kelas. Pendekatan ini diperlukan untuk mengakomodasi keberagaman profil kognitif siswa dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi standar penilaian internasional.Originality/value: Studi ini menawarkan kontribusi orisinal berupa diagnosa spesifik pada materi Relasi dan Fungsi dalam konteks madrasah. Hal ini memperkaya literatur mengenai pemetaan hambatan literasi matematika yang dikontekstualisasikan secara langsung dengan indikator kompetensi global TIMSS.
Identifikasi profil miskonsepsi ipas siswa sekolah dasar menggunakan instrumen two-tier diagnostic quiz berbasis gamifikasi Rachmawati, Shomayya; Ichsan, Muhammad; Ernawati
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21927

Abstract

Abstract This study aims to develop and examine the validity of a gamification-integrated Two-Tier Diagnostic Quiz to identify elementary school students’ misconceptions in IPAS learning, particularly on hydrological cycle and social interaction concepts. The study addresses the limitations of conventional assessments that often fail to distinguish students with genuine conceptual understanding from those who answer correctly due to guessing. A mixed methods approach with a convergent parallel design was employed. The participants consisted of 50 fifth-grade students from SDIT Citra Insani, Cikarang Utara District, selected through purposive sampling. The instrument comprised 30 two-tier diagnostic items consisting of answer choices and conceptual reasoning, validated through expert judgment and empirical testing. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation, while qualitative data were examined through thematic coding of in-depth interviews. The results revealed a significant positive correlation between answers and conceptual reasoning ( , ), indicating adequate construct validity of the instrument. Theoretical misconceptions emerged as the most dominant type, particularly in mixture separation (28.6%) and disaster mitigation (24.0%) concepts. The instrument successfully identified false positive and false negative student profiles that are typically overlooked by single-tier assessments. Furthermore, the integration of gamification reduced test anxiety and enhanced student engagement. This study contributes a valid, adaptive, and precise diagnostic assessment tool to support early detection of cognitive barriers and the development of targeted remedial instruction in elementary IPAS learning.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas instrumen Two-Tier Diagnostic Quiz terintegrasi platform gamifikasi dalam mengidentifikasi miskonsepsi siswa sekolah dasar pada materi IPAS, khususnya konsep siklus hidrologi dan interaksi sosial. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya akurasi asesmen konvensional yang belum mampu membedakan siswa yang memahami konsep secara ilmiah dengan siswa yang menjawab benar akibat faktor tebakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain convergent parallel. Subjek penelitian terdiri atas 50 siswa kelas V di SDIT Citra Insani, Kecamatan Cikarang Utara, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa 30 butir soal diagnostik dua tingkat yang divalidasi melalui expert judgment dan uji coba empiris. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson serta secara kualitatif melalui thematic coding hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara jawaban dan alasan konseptual dengan nilai  dan . Miskonsepsi teoretik menjadi bentuk kesalahan yang paling dominan, terutama pada konsep pemisahan campuran (28,6%) dan mitigasi bencana (24,0%). Instrumen ini juga berhasil mengidentifikasi profil siswa false positive dan false negative yang tidak terdeteksi oleh asesmen satu tingkat. Integrasi gamifikasi terbukti menurunkan kecemasan tes dan meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa instrumen diagnostik yang valid, adaptif, dan presisi sebagai dasar perancangan pembelajaran remedial IPAS di sekolah dasar.
Arsitek digital masa depan: revolusi pemahaman coding siswa al bayan melalui E-modul Scratch Rohim, Abdul; Wicaksono, Dirgantara
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.19227

Abstract

Purpose: This study aims to develop a Scratch-based visual programming e-module to bridge the coding literacy gap among novice students who possess visual learning preferences but lack computational experience.Design/methodology/approach: Adopting the ASSURE instructional design model, this Research and Development (R&D) study involved 23 seventh-grade students at SMP Al Bayan Islamic School Jakarta. Instruments included expert validation, response questionnaires, and pre-test/post-test analysis. The e-module was constructed using Canva and Book Creator integration.Findings: Expert validation for material (100%) and media (95.6%) confirmed high feasibility. Field trials indicated positive student response with a score of 4.14 (5-point scale). Effectiveness was evidenced by a significant surge in classical mastery from 13% to 91%, with mean scores rising substantially from 36.81 to 89.Practical implications: The e-module provides IT educators with a standardized visual instructional instrument, replacing conventional methods to accelerate the comprehension of fundamental programming logic.Originality/value: This study offers empirical contributions regarding the efficacy of applying the ASSURE model to transform technical (hard-skill) materials into interactive visual media for a low-prior-knowledge demographic.     Purpose: Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul visual programming berbasis Scratch guna mengatasi kesenjangan literasi coding pada siswa pemula yang memiliki preferensi belajar visual namun minim pengalaman komputasi. Design/methodology/approach: Mengadopsi model desain instruksional ASSURE, penelitian pengembangan (R&D) ini melibatkan 23 siswa kelas 7 di SMP Al Bayan Islamic School Jakarta. Instrumen meliputi validasi ahli, angket respon, serta pre-test dan post-test. E-modul dikembangkan menggunakan integrasi Canva dan Book Creator. Findings: Validasi ahli materi (100%) dan ahli media (95,6%) mengonfirmasi kelayakan produk yang sangat tinggi. Uji coba lapangan menunjukkan respon positif siswa dengan skor 4,14 (skala 5). Efektivitas terbukti melalui peningkatan ketuntasan klasikal yang signifikan dari 13% menjadi 91%, dengan lonjakan rata-rata nilai dari 36,81 menjadi 89. Practical implications: E-modul ini menyediakan instrumen instruksional visual yang terstandarisasi bagi guru TIK, menggantikan metode konvensional untuk mempercepat pemahaman logika pemrograman dasar. Originality/value: Studi ini memberikan kontribusi empiris mengenai efektivitas penerapan model ASSURE dalam mentransformasi materi teknis (hard-skill) menjadi media visual interaktif bagi demografi siswa dengan kompetensi awal rendah.
Beyond the Blackboard: Reimagining Math Education through Flipped Classrooms, AR, and GeoGebra Safitri, Prahesti Tirta; Purbaningrum, Kus Andini
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.19643

Abstract

This systematic literature review investigates the learning outcomes of implementing flipped learning integrated with Augmented Reality and GeoGebra in mathematics education. Following the PRISMA guidelines, a comprehensive search was conducted in Scopus database using specific search terms related to flipped learning, augmented reality, and GeoGebra in educational contexts from 2015 to 2026. The initial search yielded 67 articles, which were screened based on inclusion criteria including empirical studies, publication year, English language, and methodological approach. After the screening process, 49 articles were excluded as not relevant. Further eligibility assessment of the remaining18 articles led to the exclusion of 10 articles (4 non-primary research articles and 6 non-full-text articles), resulting in 8 final articles for review. The analysis reveals several key findings: (1) the integration of AR and GeoGebra in flipped learning environments significantly enhances students’ mathematical understanding and problem-solving skills; (2) students demonstrate improved self-regulated learning capabilities and engagement in mathematical concepts; (3) the combination of these technologies supports personalized learning experiences and active participation; and (4) while implementation challenges exist, particularly in technical infrastructure and initial adaption, the overall impact on learning outcomes is positive. This review contributes to the growing body of knowledge on technology-enhanced mathematics education and provides practical insight for educators implementing flipped learning with digital tools.   Tinjauan literatur sistematis ini menyelidiki hasil pembelajaran dari implementasi pembelajaran terbalik (flipped learning) yang terintegrasi dengan Augmented Reality dan GeoGebra dalam pendidikan matematika. Mengikuti pedoman PRISMA, pencarian komprehensif dilakukan di basis data Scopus menggunakan istilah pencarian spesifik yang terkait dengan pembelajaran terbalik, augmented reality, dan GeoGebra dalam konteks pendidikan dari tahun 2015 hingga 2026. Pencarian awal menghasilkan 67 artikel, yang kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi termasuk studi empiris, tahun publikasi, bahasa Inggris, dan pendekatan metodologis. Setelah proses penyaringan, 49 artikel dikeluarkan karena tidak relevan. Penilaian kelayakan lebih lanjut dari 18 artikel yang tersisa menyebabkan pengecualian 10 artikel (4 artikel penelitian non-primer dan 6 artikel non-teks lengkap), sehingga menghasilkan 8 artikel akhir untuk ditinjau. Analisis mengungkapkan beberapa temuan kunci: (1) integrasi AR dan GeoGebra dalam lingkungan pembelajaran terbalik secara signifikan meningkatkan pemahaman matematika dan keterampilan pemecahan masalah siswa; (2) siswa menunjukkan peningkatan kemampuan belajar mandiri dan keterlibatan dalam konsep matematika; (3) kombinasi teknologi ini mendukung pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan partisipasi aktif; dan (4) meskipun terdapat tantangan implementasi, khususnya dalam infrastruktur teknis dan adaptasi awal, dampak keseluruhan terhadap hasil belajar adalah positif. Tinjauan ini berkontribusi pada semakin banyaknya pengetahuan tentang pendidikan matematika yang ditingkatkan dengan teknologi dan memberikan wawasan praktis bagi pendidik yang menerapkan pembelajaran terbalik dengan alat digital.