cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
kartowijaya@universitaskebangsaan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arcade@universitaskebangsaan.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
KAJIAN AKSESBILITAS KAWASAN MIKRO PADA PERENCANAAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS BENGKULU Samsul Bahri; Panji Anom Ramawangsa; Atik Prihatiningrum; Debby Seftyarizki
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.926

Abstract

Abtract: Bengkulu University Hospital (UNIB Hospital) in the current time, the building has not been built physically. From the location of the building footprint and the fairly dense circulation path, we found problems in the form of an inappropriate accessibility pattern to be used as the main access route to enter the hospital area. The purpose of the study was to obtain data on the condition of the circulation path around the construction site of the UNIB Hospital. The approach consists of regional data collection and analysis using the concept of accessibility. Data analysis begins by examining the condition of vehicle circulation around the site and surrounding buildings and analyzing accessibility with the software space syntax. The results showed that 98% of respondents thought this area needed to reorganize. The results of the analysis of software space syntax on micro-accessibility in the UNIB Hospital area along the main route in front of the site, the integration value is high with a red view. In the current vehicle path surrounding the site, the integration value is knowing the yellow color. The behind area has a low integration value with a green color update. Mainline connectivity in front of the tread is high with red color options. Several connectivity lines in the site area have a blue color pattern with low connectivity.Abstrak: Rumah Sakit Universitas Bengkulu (RS UNIB) Kondisi saat ini, bentuk fisik bangunan dan kawasan belum dibangun. Ditinjau dari lokasi tapak bangunan dan jalur sirkulasi yang cukup padat, ditemukan permasalahan berupa pola aksesibilitas yang belum tepat untuk digunakan sebagai akses jalur utama untuk masuk ke dalam kawasan rumah sakit. Tujuan   penelitian  adalah mendapatkan data terukur kondisi jalur sirkulasi di sekitar lokasi pembangunan RS UNIB. Pendekatan penelitian terdiri dari pengumpulan data kawasan dan analisis dengan menggunakan konsep aksesbilitas.  Analisis data dimulai dengan menelaah kondisi sirkulasi kendaraan disekitar tapak dan bangunan sekitar serta analisis aksesbilitas dengan software space syntax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 98% reponden berpendapat kawasan yang akan dibangun RS UNIB perlu ditata kembali. Hasil analisis software space syntax  terhadap aksesbilitas mikro pada kawasan RS UNIB di sepanjang jalur utama di depan tapak, nilai integrasi adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Pada jalur kendaraan eksisting yang mengelilingi site, nilai integrasi adalah sedang dengan identifikasi warna kuning. Area belakang kawasan memiliki nilai integrasi rendah dengan identifikasi warna hijau. Konektifitas  jalur utama di depan tapak adalah tinggi dengan identifikasi warna merah. Beberapa jalur konektifitas di kawasan tapak memiliki identifikasi corak warna biru dengan konektifitas yang rendah.
SISTEM PENGHAWAAN PADA KAMAR HOTEL Maria Carizza Pandora Raharjo; Wahyu Setia Budi; Eddy Prianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.1010

Abstract

Abstract: Nowadays, development in urban areas is progressing very rapidly, accompanied by an increase in the number of residents and various kinds of activities carried out. Seeing this phenomenon, many developers are competing to build multi-layered high buildings. Air conditioning systems in high-rise buildings are generally carried out with artificial air arrangements. The Grand Edge Hotel Semarang building is one of the multi-layered high-rise buildings that will be the case study. This hotel building is located in Semarang on an area of 2860 m2, 7 floors above ground and 3 basement floors as deep as 9 meters from ground level, total floor area is 15,958 m2. The electricity used from PLN is 700 KVA, equipped with 1 generator unit with a capacity of 650 KVA. The ventilation system used in this building is in the form of an artificial air system, including: Direct Air Conditioning (AC) Fan Coil Unit with Split Ducting system, as many as 117 units, with capacities of 1.5 PK, 2 PK, 3.5 PK and 10 PK. The ventilation system used in terms of the specifications of the AC unit used is able to produce conditions according to the PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, especially in hotel rooms. The information obtained at this time is a prelude to obtaining quantitative-qualitative data about the existing problems, as well as the form of the solution, it is necessary to deepen and add cases in the project.Abstrak: Dewasa ini pembangunan di perkotaan melaju sangat pesat yang disertai dengan jumlah peningkatan penduduk dan berbagai macam aktivitas yang dilakukan nya. Melihat fenomena tersebut maka banyak dari para developer berlomba-lomba untuk membangun bangunan tinggi berlapis. Sistem penghawaan pada bangunan tinggi umum nya dilakukan dengan tatanan udara buatan. Bangunan Hotel Grand Edge Semarang adalah salah satu bangunan tinggi berlapis yang akan menjadi studi kasus ini. Bangunan hotel ini terletak di Semarang diatas lahan 2860 m2, berlantai 7 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 9 meter dari permukaan tanah, luas lantai total 15.958 m2. Tenaga listrik yang digunakan dari PLN sebesar 700 KVA, dilengkapi 1 unit genset dengan kapasitas 650 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan bangunan ini berupa tatanan udara buatan, meliputi : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit dengan sistem Split Ducting, sebanyak 119 buah, dengan kapasitas 1,5 PK, 2 PK, 3,5 PK dan 10 PK. Sistem penghawaan yang digunakan dari sisi spesifikasi unit AC yang dipakai mampu menghasilkan kondisi yang sesuai standar PERMENKES No. 1077/MENKES/PER/V/2011, khususnya pada kamar hotel.  Info yang didapatkan saat ini adalah sebuah awalan untuk mendapatkan data kuantitatif-kualitatif tentang permasalahan yang ada, serta bentuk solusinya perlu diadakan pendalaman dan penambahan kasus di proyek.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ) Riyan Hermawan; Uras Siahaan; Margareta Maria Sudarwani
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1097

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
IDENTIFIKASI BANGUNAN KUMUH YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN TAMANSARI KOTA BANDUNG Churchil Febrion; Karto Wijaya; Dedi Sugandi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.584

Abstract

The density of urban settlements has resulted in poor visualization of the city, the need to improve the quality of buildings and rearrangement of the area which aims to improve the quality of visualization of the face of the city of Bandung for the better. Moreover, the area is located near one of Bandung's landmarks, namely the Pasopati bridge which is also an access to the city of Bandung. The high price of land and building materials causes a very dense residential environment, every existing land will be built as much as possible with bad construction values, of the many slum settlements in Bandung City, Tamansari is one of the settlements that are still slum. The buildings in the Tamansari area have various forms, the building area is relatively narrow and the material is minimal, and the construction is minimal. The tightness of the building distance makes road access in this area very narrow so that it cannot be used for evacuation routes and other emergency routes, another result of the density of the building is a lack of green open space or public facilities. This is what makes the visualization of this area worse and if you look at it from above the Pasopati bridge. The Pasopati Bridge is a bridge that stretches over this village and has become one of the city's icons, a bridge that connects the Pasteur area which is one of the access points to Bandung City to the center of Bandung City and across an area that has history and has even become an icon of the city of Bandung, namely Satay tower. This makes observers interested in researching slum buildings that have been built for a long time. The purpose of this study is to determine the level of slums on the banks of the Cikapundung river which is clearly visible from the bridge which is the access to the city gate of Bandung.
PERUBAHAN TERITORI RUANG PADA RUMAH SUBSIDI TIPE 30 (Studi Kasus : Perumahan Mawar Indah, Kendal) Bagus Iqbal Adining Pratama; Wijayanti Wijayanti; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.597

Abstract

Abstract: The supply of subsidized housing in Indonesia is rising rapidly. One of them is Mawar Indah residence, Kaliwungu, Central Java. The current problem with subsidized houses is in the house planning that does not consider the needs and developments of the occupants of the house. It causes subsidized housing to have low standard quality, as a result, the occupants make spatial development that will involve changes in spatial territory. The purpose of this research is to ascertain changes in space territory and its effects on occupant privacy and comfort. This research applies a qualitative approach and descriptive methods. A purposefully select sampling technique was used to determine 3 samples of houses that had experienced space development. The study results show changes in space territory, making the privacy and comfort of residents not fulfilled. The changing spatial territory is more dominant in the area of semi-public space and private space, this is because residents develop space to accommodate the needs of family social and economic activities. In this case, the living room and family are used for economic activities as a shop. This causes a lack of privacy and comfort for occupants.Abstrak: Penyediaan rumah subsidi di Indonesia saat ini berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah di perumahan Mawar Indah, Kaliwungu, Jawa Tengah. Permasalahan yang terjadi saat ini pada rumah subsidi yaitu perencanaan rumah yang tidak melihat kebutuhan dan perkembangan dari penghuni rumah tersebut. Hal ini menyebabkan rumah subsidi memiliki kualitas di bawah standar, akibatnya warga di perumahan tersebut melakukan pengembangan ruang yang akan memengaruhi perubahan teritori ruang. Tujuan dari peneltian ini ialah untuk mengetahui perubahan teritori ruang dan pengaruhnya terhadap privasi dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik sampling purposefully select digunakan untuk menentukan 3 sampel rumah yang telah mengalami pengembangan ruang. Hasil studi menunjukkan perubahan teritori ruang, membuat privasi dan kenyamanan penghuni tidak terpenuhi. Teritori ruang yang berubah lebih dominan pada area ruang semi publik dan ruang privat, hal tersebut karena, warga melakukan pengembangan ruang dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga. Dalam hal ini, ruang tamu dan keluarga digunakan untuk aktivitas ekonomi sebagai toko. Hal tersebut menyebabkan kurangnya privasi dan kenyamanan penghuni.
KARAKTERISTIK PEMUKIMAN KUMUH KAMPUNG KANDANG AYAM Dika Fitriyati; Suzanna Ratih Sari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.747

Abstract

Abstract: Kandang Ayam settlement in lowland typology and directly adjacent to the river, and vulnerable to flood area. In evolution, this village became a place who migrants hope to get a job. Migrants who do not have a permanent residence, and then they build some0house0and no give attention of environmental aspects, and it can give impression of0slums.0The0purpose0of0thisFstudyRisVtoLfind out the characteristicsRof0slumsUinRKandang Ayam village. Analytical method used is qualitative analysis with steps : (1) Analyze and describe by used the theory of factors causingLenvironmentalTslum based on theory (2) Assesement based on ministerial regulation oftpubliciworkiandipublicihousinginumberl2 of 2016 on quality improvement oftslumRhousingRand slums. ResultToftthiststudyNisethevcharacteristicsvofislumsiin Kandang Ayam village at the moderate level of slums with characteristics, as follows : water network, drainage and sanitation quality are poor, in thistvillagetmajority of the house is homes not liveable and makes  impression of slum.NThetsocio-economic conditionsioftthetpopulationtintgenerally low income, unfortunately motivation to have a  decent and healthy home is still low.Abstrak: Permukiman kampung Kandang Ayam secaraRtipologiRberadaRpada kawasanmdatarannrendahndannberbatasanilangsungidenganisungai, dan termasuk dalam daerah rawan bencana banjir. Dalam perkembangannya kampung ini menjadi lokasi tempat tinggal para pendatang yang berharap dapat memperoleh pekerjaan. Warganpendatangiyang tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan mereka membangun tempat tinggal secarawmandirintanpanmemperhatikannaspek-aspektlingkungan, hal tersebutlah yang kemudian dapat menimbulkan kesan kumuh. Tujuannpenelitiannini yaituMuntuknmengetahuinkarakteristiknpemukimanmkumuhRdinkampungnkandang ayam.tMetodetanalisisiyangidigunakantadalahtmetodeikualitatiftdengantlangkah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan menggunakan teori faktor faktor penyebab kekumuhanRlingkunganRberdasarkan teori analisis; (2) Melakukan penilaian menggunakan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini ialah karakteristik darinpermukimannkumuhndi kampungnKandang Ayam memiliki tingkattkekumuhantsedang, dengan karakteristik sebagai berikut : jaringan air bersih, sistem drainase dan sanitasi yangnburuk,mMayoritas rumah termasuk rumah tidak layak huni dan terkesan kumuh.RKondisiMsosialMekonomiNpenduduknumumnya berpenghasilanirendahisehinggaimotivasi untuk memiliki rumah yang layak dan sehat masih rendah
MENELUSURI GENIUS LOCI PASAR BARU JAKARTA Geofani Kurniawaty; Agus Suharjono Ekomadyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.908

Abstract

Abstract: Jakarta as the largest city in Indonesia has had the center of the economy for a long time. One of the historic economic centers is Pasar Baru, Central Jakarta. As a historical place, Pasar Baru has its own unique character compared to any other market through the spatial phenomena that have long ago been formed through the various ethnicities, cultures, and histories, which created their uniqueness in that area. This study aims to find the spirit of place in the Pasar Baru area using the Genius Loci concept by Norberg-Schulz to show the uniqueness of a place that was created through the interaction between the natural and built environment. The method used in this study is a qualitative descriptive method with data collection obtained through literature reviews, field observations, and interviews. Through research, it was found that there was a mixture of culture between Chinese and Indian and was followed by the local community that keeps the place alive. However, identities contained in this market are slowly receding. Therefore, this research is expected to discover the spirit that shapes and makes the place feel alive so it can provide additional insight for both readers and support the revitalization or other development in the future that may help maintain the identity and uniqueness of this place.Abstrak: Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia sudah memiliki pusat perekonomian sejak dahulu. Salah satu pusat perekonomian bersejarah berada di Kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat. Sebagai tempat bersejarah, Pasar Baru memiliki karakter unik tersendiri dari pasar lainnya melalui fenomena-fenomena ruang yang telah lama terbentuk dari percampuran berbagai etnis, budaya, dan sejarah di dalamnya menciptakan keunikan tersendiri pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari spirit of place Kawasan Pasar Baru yang didasari dengan konsep Genius Loci oleh Norberg-Schulz untuk menunjukan keunikan sebuah tempat melalui interaksi yang tercipta antara lingkungan alam dan binaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diperoleh melalui kajian pustaka terhadap beberapa literatur yang relevan, observasi lapangan secara langsung, dan wawancara. Melalui penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya percampuran budaya antara Tionghoa dengan India yang kemudian diikuti dengan masyarakat lokal sehingga membuat tempat ini tetap hidup hingga saat ini. Namun, secara perlahan identitas-identitas yang terkandung di dalam pasar ini kian surut. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan mendukung pengembangan Pasar Baru di masa mendatang yang turut menjaga identitas dan keunikan tempat ini.
PENERAPAN IDENTITAS PERUSAHAAN DALAM PERANCANGAN INTERIOR: STUDI KASUS LEMBAGA BAHASA LIA PENGADEGAN Nur Arief Hapsoro; Zetta Andalusia Zahra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.957

Abstract

Abstract: Corporate identity is totally important to make the public identify its existence easily. Corporate identity must be applied in its interior design to directly present the visual form of the spaces to its users. The case study in this research is the interior design of Lembaga Bahasa LIA Pengadegan building. Researchers found that LIA identity is not fully applied in the space forming elements—floor, wall and ceiling. Therefore, the aim of this research is to get the public insights about the application of LIA identity on its interior design by means of questionnaire and then match the results with the respondents’ answers and the researcher’s opinion about the identity being applied. This research uses a qualitative method where data is gained by filling in questionnaire, source, and pictures. Data analysis results in a descriptive conclusion: researchers, the public and source have the same opinion about the color of LIA identity, but they have different opinion about other elements of LIA identity.   Abstrak: Identitas perusahaan sangatlah penting agar perusahaan tersebut dikenal masyarakat. Identitas perusahaan harus diterapkan dalam perancangan interiornya sehingga bentuk visualnya dapat dihadirkan secara langsung untuk pengguna ruang. Studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini adalah interior gedung Lembaga Bahasa LIA Pengadegan yang merupakan Kantor pusat sekaligus tempat kursus bahasa Inggris. Peneliti bahwa identitas LIA kurang diterapkan pada elemen pembentuk ruang-lantai, dinding dan plafon. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pandangan masyarakat terhadap penerapan identitas LIA pada perancangannya melalui pengisian kuesioner, serta mencocokkannya dengan jawaban narasumber pada saat wawancara dan pandangan peneliti mengenai identitas yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya berupa pengisian kuesioner, wawancara dan foto.  Data dianalisis menghasilkan kesimpulan yang berbentuk deskripsi berupa: peneliti, masyarakat, dan narasumber memiliki pandangan yang serupa terhadap warna identitas LIA, namun ketiga pihak tersebut memiliki pandangan yang berbeda terhadap elemen identitas lainnya.
PERSPEKTIF TEKNIS DAN TEKNOLOGIS DALAM PERKEMBANGAN DESAIN RUMAH BERBIAYA RENDAH DI INDONESIA Adityo Adityo; Theodora Yonna Effia Santoso
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i2.692

Abstract

Abstract: House is a building that has a functions as a residence. The house plays an important role for life because humans need a permanent place to live. A house must have a strong and stable structure so that it can protect and secue its residents. But in reality, many houses are built with nonstandard structures. For many cases, limited cost become the obstacles in building house. The main problem in designing residential houses in Indonesia is the 'old-fashioned' way of thinking that involving an architect must have expensive costs. So over time, Indonesian architects began to create and develop low-cost home design concepts. Lowcast house does not mean reducing its design quality, but implementing efficient strategies in building structure and material. This research case study are several houses in Indonesia designed by renowned architects with the main focus on low-cost house design. This study aims to identify the optimal and efficient use of materials in low-cost housing elements, then the analysis is conducted with secondary data sources through the literature study method. From this research it was found that lowcast house design is consider the use of material in structural and non-structural building elements. Exposed building material and efficient structure grid module is an effective way to reduce the cost of house building construction.Abstrak: Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Rumah berperan penting bagi kehidupan karena manusia memerlukan tempat tinggal yang tetap. Bangunan rumah harus memiliki struktur yang kuat dan stabil sehingga dapat memberikan perlindungan dan keamanan bagi penghuninya. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit rumah-rumah yang dibangun dengan struktur seadanya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh keterbatasan biaya dalam membangun rumah. Permasalahan utama perancangan rumah tinggal di Indonesia adalah pola pikir masyarakat yang masih ‘kuno’ menganggap bahwa sebuah perancangan bangunan yang melibatkan arsitek pasti memiliki biaya yang mahal. Maka seiring berjalannya waktu, para arsitek Indonesia mulai menciptakan dan mengembangkan konsep desain rumah berbiaya rendah. Desain rumah murah bukan berarti mengurangi kualitas desainnya, melainkan menerapkan beberapa strategi yang efisien dalam merancang rumah terkait struktur dan materialnya. Penelitian ini mengambil studi kasus berupa beberapa rumah di Indonesia karya arsitek ternama dengan fokus utama desain rumah berbiaya rendah sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan jenis material yang optimal dan efisien dalam elemen rumah berbiaya rendah. Analisis dilakukan dengan sumber data sekunder melalui metode studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa untuk mewujudkan rancangan rumah dengan biaya relatif rendah adalah dengan cara mempertimbangkan penggunaan material pada elemen struktur dan non-struktur. Selain itu penyelesaian material dengan cara di ekspos serta penggunaan grid struktur yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menekan biaya pembangunan rumah.
ADAPTASI DESAIN SIRKULASI GANG KAMPUNG SEKAYU SEMARANG SEBAGAI RUANG PUBLIK RESPONSIF PANDEMI COVID-19 Paskalis Noventus Krishartadi; Novia Sari Ristianti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i3.1023

Abstract

Abstract: Public spaces need to adapt to the COVID-19 pandemic by supporting the implementation of health protocols, so they do not become places for the virus to spread, one of which is the implementation of physical distancing. Alleys in urban kampung as public spaces are undoubtedly prone to spread the virus. The narrow width of the alley makes it difficult for people to implement physical distancing like the alley in Sekayu Kampong in Semarang, which has not shown any adaptation, especially the adaptation of circulation design to support the implementation of physical distancing. The research aims to find and recognize the need for a design for circulation alleys in Sekayu Kampong as a public space responsive to the COVID-19 pandemic. This research approach is quantitative. There are two stages of analysis—first, the user typology analysis in Sekayu Kampong through the behavior and place setting methods. The result is user characteristics: gathering at alley intersections, gathering in alleyways and mobilizing on alleyways. Second, analysis of the needs of circulation design elements with quantitative descriptive methods. Two aspects result. Aspects of the circulation path resulted in a design requirement to utilize another alleyway as an alternative route. Aspects of the direction of circulation resulted in design requirements in circulation signposts and the application of a two-way system that is used alternately, which is applied on Sekayu alley.Abstrak: Ruang publik perlu beradaptasi terhadap pandemi COVID-19 dalam mendukung penerapan protokol kesehatan agar tidak menjadi tempat penyebaran virus, salah satunya penerapan physical distancing. Gang di kampung Kota sebagai ruang publik tentu rawan menjadi tempat penyebaran virus. Ukuran lebar gang yang sempit cenderung membuat masyarakat sulit menerapkan physical distancing. Seperti halnya gang di Kampung Sekayu, Kota Semarang yang belum menunjukkan adanya adaptasi, khususnya adaptasi desain sirkulasi untuk mendukung penerapan physical distancing. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan mengenali kebutuhan desain sirkulasi gang di Kampung Sekayu sebagai ruang publik yang responsif terhadap pandemi COVID-19.  Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Terdapat dua tahap analisis. Pertama, analisis karakteristik pengguna gang di Kampung Sekayu dengan metode behaviour dan place setting. Hasilnya adalah karakteristik pengguna yaitu berkumpul di persimpangan gang, berkumpul di badan jalan gang dan mobilisasi di badan jalan gang. Kedua, analisis kebutuhan elemen desain sirkulasi dengan metode deskriptif kuantitatif. Terdapat dua aspek yang dihasilkan. Aspek jalur sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa bentuk pemanfaatan jalur gang lain sebagai jalur alternatif. Aspek arah sirkulasi dihasilkan kebutuhan desain berupa penggunaan papan penunjuk arah sirkulasi dan penerapan sistem dua arah secara bergantian yang diberlakukan di Jalan Sekayu Masjid.