cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
ANALISA PERILAKU MEKANIK KAYU MANGGA Muhammad Latif; Bagus Acung Billahi; Hendra Masvika
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 2 (2024): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i2.10377

Abstract

Kayu mangga merupakan kayu yang mudah didapatkan, hampir masyarakat menanam pohon mangga di pekarangan rumah. Kayu mangga memiliki tingkat kekerasan yang medium untuk pohon mangga yang sudah tua dapat dipotong , selanjutnya digunkan sebagai material pada konstruksi rumah. Untuk mengecek nilai kuat tekan kuat tarik kayu mangga maka perlu dilakukan pengujian di Laboratorium. Serta mengklasifikasikan kayu mangga ke kelas kayu 1-4. Dan aplikasi konstruksi yang tepat untuk kayu mangga. Menginggat kayu mangga memiliki proses pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan pohon lainnya. Proses pengujian karakteristik mekanik kayu mangga di laboratorium Bahan Bangunan dan Struktur Universitas Semarang. Pengujian kayu mangga meliputi kadar lengas kayu, uji tarik kayu, uji tekan kayu. Untuk mendapatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur kayu mangga. Serta pengaplikasikan pada konstruksi rumah. Kayu mangga memilik kadar air rata rata sebesar 45% dengan berat jenis 0.014 gr/mm3 .Untuk Modulus elastisitas  Kayu mangga sebesar 50848,59 kg/cm2 untuk modulus of repture sebesar 482,67 kg/cm2 .Dapat disimpulkan kayu mangga masuk dalam klasifikasi kayu kelas III.
STUDI KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENGGUNA JALAN RAYA PADA PERLINTASAN SEBIDANG RESMI TIDAK DIJAGA: Studi Kasus: Desa Klegen Serut Kabupaten Madiun Handoko; Nanda Ahda Imron; Arinda Leliana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 2 (2024): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i2.10384

Abstract

Pertumbuhan masyarakat memicu berkembangnya pembangunan di sekitar rel dan perlintasan desa klegen serut. Pengguna jalan hanya diberikan tanda berupa suara dari kereta api yang hendak melintas karna pada perlintasan tersebut tidak ditemukan adanya palang pintu. Apabila pengendara kurang mewaspadai dalam berkendara maka akan menimbulkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dengan menggunakan diskriptif kualitatif yang dianalisis menggunakan metode RCA dalam penelitian ini ditemukan akar permasalahan keselamatan yang timbul antara perpotongan perlintasan sebidang dengan jalan raya. Dengan dilihat dari kondisi jalan yang memperoleh jumlah perhitungan kapasitas jalan menurut MKJI 1997 1313 smp/jam dari perkalian volume lalu lintas dan frekuensi kereta api yang melintas dan jumlah volume lalu lintas tersisbuk yaitu pada hari Senin pukul 07.00-08.00 sebesar 78.5 smp/jam. Untuk nilai derajat kejenuhan pada Jalan perlintasan sebidang di desa klegen serut berdasarkan hasil perhitungan adalah 0,05 yang menandakan bahwa tingkat pelayanan jalan pada klegen serut memiliki Lalu lintas agak ramai, kecepatan menurun. Kemudian hasil perhitungan dari jarak pandang pada perlintasan sebidang di desa klegen serut yaitu 40,1 dari as rel terhadap pengguna jalan. Dengan mengarah padam Pedoman Teknis Perlintasan, jika rata-rata volume lalu lintas harian (LHR) dikalikan dengan jumlah perjalanan kereta api antara 12.500 sampai dengan 35.000 smpk, maka perlintasan tersebut tidak perlu ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang. Hasil perkalian menunjukan bahwa perlintasan sebidang di desa klegen serut mempunyai nilai LHR yang masih tergolong sesuai dengan standart teknis yang ditentukan yaitu 17.128,8 smpk. Namun tidak dilengkapinya prasarana seperti palang pintu dan sistem perambuan yang lengkap membuat perlintasan tersebut yang berpotongan dengan antara rel kereta api dan jalan menimbulkan tingkat resiko kecelakaan dan potensi untuk mengalami kemacetan lalu lintas akibat adanya kereta api yang melintas. Sehingga perlu diadakanya penambahan kelengkapan jalan berupa rambu dan marka berdasarkan pedoman teknis keselamatan perlintasan sebidang yang ada.
ANALISIS MODIFIKASI STRUKTUR GALLERY & LEG EKSISTING CONVEYOR AKIBAT PENAMBAHAN KAPASITAS PRODUKSI BATUBARA: (Studi Kasus Proyek BLC Upgrade 2000 TPH Kalimantan Timur) Agyanata Tua Munthe; Falldy Yudianto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10136

Abstract

Conveyor merupakan salah satu struktur penting dalam memfasilitasi perpindahan material secara massal dari satu tempat ke tempat lain, umumnya digunakan dalam berbagai sektor industri. Pada sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur, terdapat fasilitas penanganan material berupa conveyor CV-204 dengan kapasitas 1000 TPH (ton per jam) pada tahun 2019. Seiring dengan peningkatan target produksi batubara, dibutuhkan peningkatan kapasitas conveyor tersebut menjadi 2000 TPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi struktural conveyor, khususnya pada bagian rangka gallery dan tiang leg, ketika kapasitas dinaikkan menjadi 2000 TPH. Analisis desain dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SAP.2000 V.14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada beban Walkway, beban Dust Suppression, dan beban Angin. Beban Carry Idler & Return Idler meningkat sebesar 37,83%, berdasarkan perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Belt naik sebesar 7,74% dari perhitungan Helix 2000 TPH. Beban Cable meningkat sebesar 50% karena adanya penambahan komponen kabel listrik. Setelah dilakukan analisis dengan SAP2000, defleksi terbesar terjadi pada sambungan ke-149, dengan nilai defleksi -17,41 mm, yang masih memenuhi batasan defleksi yang diizinkan. Terdapat 15 batang yang berisiko mengalami kegagalan pada desain 2000 TPH, terdiri dari 10 batang dengan rasio tegangan 1,001-1,082 (warna merah) dan 5 batang dengan rasio tegangan 0,969-0,994 (warna oranye), namun batang-batang ini masih aman dari pengecekan tekuk (buckling). Penguatan dilakukan pada 15 batang Siku L70x70x7 dengan menambahkan profil yang sama, yaitu L70x70x7, yang dilas untuk membentuk penampang hollow 70x77x7. Rasio tegangan pada batang yang berisiko mengalami kegagalan mengalami penurunan sekitar 35,98% hingga 42,35% setelah penguatan, dengan nilai penurunan rata-rata sebesar 39,58%. Sebagai hasilnya, batang-batang tersebut kini aman dari pengecekan tekuk (buckling).
EVALUATION OF AIRPORT RAIL SERVICES BASED ON MINIMUM SERVICE STANDARDS (SPM) Dinda Sekar Selni Prawardani; Imam Basuki
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10526

Abstract

The Yogyakarta government's decision to construct the Yogyakarta International Airport (YIA) was prompted by the limited capacity of Adisutjipto Airport, which could only accommodate 1.2 million passengers. In reality, the number of passengers exceeded five times its capacity due to congested flight schedules and inadequate airport facilities. Since 2020, flights have been redirected to YIA, as stated on the official Adisutjipto Airport website. The airport's distant location from the city center influenced the development of mass transportation, particularly the direct rail connection between YIA and Yogyakarta city center. The YIA Airport Train Station began operations in October 2021, prompting the need for an evaluation of service facilities within the train and at the YIA Airport Station. This study aims to assess the extent to which services within the Airport Train and the YIA Airport Station meet minimum service standards and to innovate scheduling to improve passenger satisfaction. The Government has established the Minimum Service Standards for People Transportation by Train, covering safety, security, reliability, comfort, convenience, and equality. Evaluation is conducted through qualitative methods, including direct observation and an online questionnaire for primary data collection. The evaluation results indicate that several service facilities do not meet standards, such as the absence of toilets and prayer rooms in the station, a shortage of seating in waiting areas, inappropriate temperatures inside the train, and the need for additional departure schedules aligned with flights. The questionnaire reflects passengers' expectations for improved facilities and scheduling. This study proposes enhancements to facilities and train scheduling as steps toward improving service quality in the Airport Train and YIA Airport Station.
KELAYAKAN JALUR PENYEBERANGAN ORANG (STUDI KASUS DEPAN PASAR KRANGGAN KOTA YOGYAKARTA): Studi Kasus: Depan Pasar Kranggan Kota Yogyakarta Fransiska Shinta Paramita Kusumadewi
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10561

Abstract

Perhitungan Kelayakan Jalur Penyeberangan Pejalan Kaki berdasarkan Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki Kementerian PUPR tahun 2018: Studi Kasus di Ruas Jalan Pangeran Diponegoro, Depan Pasar Kranggan Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer melibatkan volume kendaraan, volume pejalan kaki, dan inventarisasi ruas jalan, sedangkan data sekunder mencakup peta lokasi, data kecelakaan, dan survei kinerja lalu lintas. Analisis data melibatkan volume kendaraan, volume pejalan kaki, pemilihan fasilitas penyeberangan, tingkat kecelakaan, estimasi kebutuhan jalur penyeberangan pejalan kaki, perancangan fasilitas penyeberangan, dan durasi lampu pelican crossing. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ruas Jalan Pangeran Diponegoro, volume kendaraan rata-rata dari dua hari kerja dan dua hari akhir pekan terbagi menjadi tiga sesi pengamatan, yaitu Titik 1 (Pilar Tengah): 2226,78 smp/jam, Titik 2 (Pilar Barat): 2155,95 smp/jam, dan Titik 3 (Pilar Timur): 2125,53 smp/jam. Pada tahun 2023, berdasarkan nilai i real 0,079, belum diperlukan fasilitas penyeberangan pejalan kaki berupa jembatan. Namun, berdasarkan nilai i sesuai MKJI = 4,80, diperlukan jembatan penyeberangan pejalan kaki pada tahun 2031. Dengan mengacu pada nilai PV2 tertinggi sebesar 18,35 x 108, titik yang direkomendasikan untuk pembangunan fasilitas penyeberangan pejalan kaki adalah Titik 1 (Pilar Tengah), dengan kategori kebutuhan fasilitas penyeberangan pejalan kaki berupa pelican dengan lapak tunggu.
Perbandingan Data Angin Metode Windrose di Kota Probolinggo dan Kota Banyuwangi dengan Independent Sample T-Test Gunasti, Amri; Wicaksana, Krisna Ary; Putri, Tiara Ghayda; Rozikin, Alimul; Putra, Mohammad Ridha Ardiansyah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10958

Abstract

Angin, sebagai arah angin yang diukur dalam derajat, menjadi faktor penting dalam pemahaman iklim suatu wilayah. Mawar angin, sebagai representasi visual dari data angin pada suatu lokasi dan waktu tertentu, menjadi alat yang berguna dalam menganalisis pola angin. Penelitian ini bertujuan untuk membangun aplikasi statistik berbasis Android khusus yang dapat digunakan untuk melakukan analisis uji T pada dua sampel independen, dengan fokus pada data angin kota Probolinggo dan Banyuwangi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin selama satu bulan (Maret 2023) dari Stasiun Iklim Jawa Timur dan Stasiun Cuaca Banyuwangi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Metode pengumpulan data melibatkan aplikasi Microsoft Excel untuk pengolahan awal, dan kemudian data diintegrasikan ke dalam Statistical Package for Social Sciences (SPSS) untuk analisis uji Independent T-Test pada data angin menggunakan metode windrose. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pola angin di Kota Probolinggo dan Banyuwangi. Nilai signifikansi (sig) yang diperoleh dari uji T independen adalah sebesar 0,0003, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua dataset angin. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menunjukkan bahwa aplikasi statistik Android dapat digunakan secara efektif untuk analisis perbandingan pola angin menggunakan berbagai metode, tidak hanya terbatas pada metode windrose. Temuan ini dapat membantu pemahaman lebih dalam terkait variabilitas angin antarlokasi, berpotensi mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan manajemen lingkungan.
Perbandingan Arus Kepadatan Jalan Pada Jalan Mastrip (ONE WAY-ANOVA) Amri Gunasti; Kia Candra K; Tiara Puspita S; Andi Batara R. A; Veri Ardiansyah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.10978

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis kepadatan lalu lintas di Kota Jember, sebuah daerah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama di Jalan Mastrip. Tingkat kepadatan ini memicu kemacetan lalu lintas, menghambat mobilitas penduduk dan memerlukan solusi efektif. Tujuan penelitian adalah menganalisis titik-titik kemacetan kritis dengan mengumpulkan data penting, yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistik One Way Anova. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Data primer dikumpulkan secara langsung di lapangan pada tahun 2023 di Jalan Mastrip, sebuah wilayah dengan arus lalu lintas yang padat di pusat kota Kota Jember. Pengolahan data menggunakan uji normalitas dan One Way Anova pada perangkat lunak SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepadatan arus lalu lintas di tiga jalur yang diuji (Jalan Mastrip ke Jalan Patrang, Jalan Kalimantan ke Jalan Mastrip, Jalan Mastrip ke Jalan Danau Toba) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji normalitas mengonfirmasi distribusi data yang normal, dan Uji Anova memberikan nilai signifikansi >0,05, menandakan ketidakberbedaan yang signifikan antara kelompok jalur. Penelitian ini juga melibatkan Uji Homogenitas dan Uji Lanjut (Post Hoc Test), yang mendukung temuan bahwa kepadatan arus lalu lintas di setiap jalur cenderung sama-sama padat. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan bahwa upaya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Mastrip perlu mempertimbangkan strategi pengendalian lalu lintas dan evaluasi sistem transportasi. Penelitian ini mengonfirmasi kesesuaian dengan temuan sebelumnya dan memberikan rekomendasi kepada pengendara untuk mempertimbangkan alternatif transportasi atau rute untuk mengurangi dampak kemacetan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mobilitas di Kota Jember.
Analisis Struktur Balok pada Proyek Gedung Kampus STIE dan STIKOM Yayasan Pelita Indonesia Kota Pekanbaru-Riau Anuar Rusalim; Ermiyati; Andre Novan; Yenita Morena
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.11221

Abstract

Efisiensi struktur mencakup tujuan desain struktur yang relatif lebih ekonomis. Efisiensi diperlukan sebagai pedoman perencanaan agar proses perencanaan dapat menghasilkan hasil yang efektif dan efisien. Pada penelitian ini penulis melakukan efisiensi struktur balok pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus STIE dan STIKOM Kota Pekanbaru-Riau, dengan tujuan untuk mengetahui struktur balok yang dibangun sudah efisien. Data material yang digunakan penulis sama dengan data yang digunakan pada proyek tersebut. Metode yang digunakan dalam analisa struktur balok ini menggunakan program SAP2000v14, dan program Matchad sebagai alat bantu perhitungan tulangan. Proses studi efisiensi struktur mengikuti SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan SNI 1727-1989. Hasil perbandingan persentase luas penampang balok rata-rata 34,6%, dan luas tulangan rata-rata 37,57%, dimana hasil analisis ini lebih kecil dari perhitungan perencana. Penulis menghitung Rencana Anggaran Biaya untuk struktur balok lantai satu sampai lantai tiga, diperoleh total biaya dan sudah termasuk dengan nilai PPN 10% adalah Rp 2.395.156.000,00.
ANALYSIS SAFETY FACTOR KUALANAMU RAILWAY EMBANKMENT USING FINITE ELEMENT METHOD Surbakti, Rudianto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.11238

Abstract

Analysis of the soil's bearing capacity for the loads acting on the railway tracks is one of the most important parts of planning the structure of the railway to be built. Considering that train activity is very intense and imposes a significant live load on the soil layer beneath it, it is necessary to ensure that the soil layer under the railroad track is able to withstand the entire load. This analysis aims to ensure that the subgrade is able to support the entire load acting on it by calculating the safety factor for the layers of soil and ballast on the railroad track. The calculation method used to obtain the load value is analytical, while the calculation of safety factors and soil settlement is carried out using the finite element method (FEM) calculation concept. From the results of analysis using the finite element method (FEM) using Plaxis 2D, it can be concluded that at the operational stage the maximum drop in the vertical direction was -5.96 mm while the maximum movement in the horizontal direction was 1.12 cm. This is smaller than the maximum drop permitted by Minister of Transportation Regulation No.  60 of 2012, namely 10 cm. The safety factor during train operations is 2.902, so the railroad construction can be declared safe.
The Utilization of HuberRegressor Machine Learning Model to Predict Carbon Monoxide Concentration in Surabaya City Sugiarto, Cahya; Abigael, Febby Debora; Athallah, Yusron Faiz; Agung Hari Saputra
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 1 (2024): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i1.11262

Abstract

Carbon monoxide (CO) is one of the pollutant gases whose concentration currently continues to increase due to an increase in population and population activities, especially those that occur in the city of Surabaya, East Java. The purpose of this study is to make a prediction of CO gas concentration in Surabaya City in 2022. CO concentration air quality data was obtained from MERRA-2 Reanalysis through NASA's Giovanni platform. CO concentration data processing is carried out by Machine Learning methods using the Google Colaboratory platform with the HuberRegressor model. The results of the data processing carried out were obtained with details of MASE worth 0.6218, RMSSE worth 0.3657, MAE worth 0.0280, RMSE worth 0.0314, MAPE worth 0.0836, and SMAPE worth 0.0876. From the results of the evaluation of the model, it can be concluded that the HuberRegressor model can make a prediction of CO gas concentration in the city of Surabaya quite well.