cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2023)" : 28 Documents clear
Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum Frustescens) Di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Riska Melati Agustina; Rini Mutisari; Tri Wahyu Nugroho; Deny Meitasari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.29

Abstract

The aims of this research on technical efficiency analysis of chili pepper farming in Ngantru Village are to analyze the production factors that affect the production of chili pepper, the level of technical efficiency, and the factors that cause the technical inefficiency. This research uses Stochastic Frontier Analysis (SFA). The sample calculation uses the Parel formula, obtained as many as 40 respondents. The results showed that there were 5 production factors that had a significant effect on the production of chili pepper, land area and manure with coefficients of 0.230 and 0.386 with α = 5%, labor with coefficients of 0.192 with α = 10%, seeds and chemical fertilizers with coefficient of 0.193 and 0.159 with α = 15%. On average, chili pepper farmers in Ngantru Village are not technically efficient with the average of technical efficiency value at 0.67, with a maximum value of 0.995 and a minimum value of 0.34. Socio-economic factors that affect technical inefficiency are the level of education, experience, age, and agricultural extention. Education and experience have a significant effect on α = 5% with a negative coefficient. Agricultural extension has a significant effect on α = 10% with a negative coefficient sign, which means that education, experience and counseling can increase the level of technical efficiency. While the age factor has a significant effect on α = 5% with a positive coefficient, which means that the age factor of farmers can increase technical inefficiency.
Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Lada Di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau RUMAH TANGGA PETANI LADA DI KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Sisilia Paulina; Erlinda Yurisinthae; Josua Parulian
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.18

Abstract

Kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Tingkat kesejahteraan mencerminkan kualitas hidup dari sebuah rumah tangga. Rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya rumah tangga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan. Namun dalam kehidupan petani sekarang, masih banyak rumah tangga petani yang belum terpenuhi kesejahteraannya karena pendapatan yang masih rendah serta masih belum terpenuhinya kebutuhan akan hak–hak dasarnya seperti, kebutuhan akan pangan, kurangnya pendidikan, kemudian masih minimnya pemenuhan kesehatan, dan fasilitas perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendapatan rumah tangga petani lada di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau dan bagaimana tingkat kesejahteraan rumah tangga petani lada di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Lokasi penelitian ini terletak di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Penentuan lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (Purposive). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 petani responden dari 896 populasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dilokasi penelitian, wawancara dengan para informan menggunakan kuisioner dan studi kepustakaan. Analisis penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan analisis kesejahteraan rumah tangga petani lada diukur dengan menggunakan indikator tingkat kesejahteraan setara beras (Sajogyo, 1997). Hasil penelitian menunjukan pendapatan rumah tangga petani lada terendah yaitu sebesar Rp 14.230.000/tahun dan pendapatan rumah tangga tertinggi adalah Rp. 108.480.655/tahun, dengan rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp 40.291.754/tahun. Tingkat kesejahteraan rumah tangga petani lada dengan kriteria sajogyo (1997) menunjukan jumlah rumah tangga petani yang berada pada kriteria miskin sebanyak 1 kepala keluarga (KK) dengan presentase sebesar 2,33%. Rumah tangga petani yang berada pada kriteria nyaris miskin sebanyak 11 kepala keluarga (KK) dengan presentase sebesar 25,58%, jumlah kepala keluarga pada kriteria cukup sebanyak 18 kepala keluarga (KK) dengan persentase sebesar 41,86% dan pada kriteria hidup layak sebanyak 13 KK dengan persentase sebesar 30,23%. Dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga petani per kapita yang dikonversikan kedalam ukuran setara beras sebesar 761 Kg/tahun atau dengan kriteria cukup, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rumah tangga petani lada di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau dapat dikatakan sejahtera.
Analisis Sektor Unggulan Di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Nadia Yusuf Maghfironi; Dwi Aulia Puspitaningrum; Siti Hamidah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sektor basis, sektor dengan daya saing tinggi, dan sektor unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pelaksanaan penelitian yaitu studi kasus. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Kotawaringin Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2010-2020. Sumber data yang digunakan diperoleh dari BPS Kabupaten Kotawaringin Barat dan BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis Dinamic Location Quetient (DLQ), analisis Shift Share (SS), tipologi klassen, dan overlay. Hasil penelitian (1) Sektor basis yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; sektor Industri Pengolahan; sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; sektor Konstruksi; sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; sektor Transportasi dan Pergudangan; sektor Jasa Keuangan dan Asuransi; sektor Jasa Perusahaan. (2) Sektor ekonomi yang memiliki daya saing tinggi yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; sektor Industri Pengolahan; sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; sektor Konstruksi; sektor Transportasi dan Pergudangan; sektor Jasa Keuangan dan Asuransi; sektor Real Estate; sektor Jasa Perusahaan; sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. (3) Sektor unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; sektor Konstruksi; sektor Transportasi dan Pergudangan; dan sektor Jasa Keuangan dan Asuransi.Kata kunci: Sektor Basis, Daya Saing, Sektor Unggulan
Analisis Profitabilitas Usaha Ternak Sapi Potong (Studi Kasus Di Kelompok Ternak Sido Makmur Kabupaten Sleman) Dewi Masitoh; Meita Puspa Dewi; Abi Pratiwa Siregar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.23

Abstract

Analisis profitabilitas usaha ternak sapi potong studi kasus di Kelompok Ternak Sido Makmur Kabupaten Sleman merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui analisis profitabilitas usaha budidaya peternakan sapi potong di Kelompok Ternak Sido Makmur Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022 dengan menggunakan metode studi kasus dan pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara dengan 12 anggota Kelompok Ternak Sido Makmur yang masih aktif melakukan usaha ternak sapi potong. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling yaitu di Kelompok Ternak Sido Makmur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis profitabilitas dengan menghitung rasio Net Profit Margin (NPM) untuk mengetahui nilai profitabilitas pendapatan yang diperoleh anggota Kelompok Tani Sido Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Ternak Sido Makmur menerima laba bersih sebesar Rp 2.498.661 dan penerimaan yang diterima sebesar Rp 21.095.238. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui analisis profitabilitas di Kelompok Ternak Sido Makmur dengan rasio Net Profit Margin menghasilkan nilai sebesar 11,84% yang berada di atas rata-rata standar industri 0% yang artinya usaha penggemukan sapi di Kelompok Ternak Sido Makmur menguntungkan dan layak diusahakan.
Rantai Pasok Benih Jeruk Di Kalimantan Barat Didik Didik; Novira Kusirini; Maswadi Maswadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok benih jeruk di Kalimantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat karena daerah ini merupakan sentra produksi benih jeruk di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif.Analisa rantai pasok benih jeruk di Kalimantan Barat menghasilkan struktur rantai pasok melalui beberapa anggota rantai pasok. Anggota rantai pasok tersebut yaitu BPMT, BALITJESTRO, Penangkar, Asosiasi Penangkar, CV/ PT, Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, Balai Benih Induk Hortikultura, Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih, kelompok tani/ petani dan lembaga terkait. Pola struktur rantai pasok terdapat pada aliran produk, informasi, finansial dan jasa. Rantai 1, dari Pemasok ke Penangkar kemudian ke Kelompok tani/Petani. Rantai 2 yaitu, proses rantai pasok meliputi dari pemasok ke penangkar kemudian ke asosiasi penangkar/kelompok penangkar/Dinas pertanian Kabupaten dan Provinsi setelah itu ke konsumen akhir petani.
Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Broiler (Studi Kasus di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Syafaah; Meita Puspa Dewi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha peternakan ayam broiler di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2022. Sumber data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian analisis profitabilitas menggunakan rumus NPM menunjukan bahwa keuntungan yang diperoleh Peternakan Mustika Febri Farm dengan populasi 16.000 ekor ayam broiler sebesar Rp.74.473.233 dan nilai NPM yaitu 14,18% yang dapat disimpulkan bahwa pada usaha tersebut menguntungkan peternak
Perubahan Sosial Kultural Dalam Perkembangan Pariwisata Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Intan Qisthi Arbiati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.24

Abstract

Pembangunan desa wisata diupayakan untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kepedulian dan kesiapan dalam menyikapi potensi pariwisata di wilayah mereka. Masyarakat nantinya dapat menjadi tuan rumah dari para wisatawan yang berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan super-struktur ideologis masyarakat Desa Sanankerto, Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan struktur sosial masyarakat Desa Sanankerto dengan cara mengetahui stratifikasi sosial yang terjadi seiring berkembangnya Desa Wisata Sanankerto, Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan infrastruktur material masyarakat Desa sanankerto. Penelitian ini mengunakan kajian deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling baik penentuan informan pertama maupun informan selanjutnya. Adapun informan pada penelitian ini merupakan 12 orang dari berbagai Stakeholder. Adapun teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa ideologi umum pada super struktur ideologis. Perubahan ideologi umum ditandai dengan terlepasnya Desa Sanankerto dari status desa IDP dengan memperbaiki potensi-potensi desa wisata, sumberdaya alam dan manusia dan terlaksananya Grebeg 1001 Tumpeng. Perubahan pengetahuan ‘warga melalui stakeholder penta helix yang memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, pedagang, pengerajin, peternak dan pelaku pariwisata lainnya di Sanankerto. Desa Sanankerto tidak mengenal stratifikasi pada hubungan sosialnya, namun secara tidak langsung terdapat juga stratifikasi di dalamnya yang berubah dengan seiring perkembangan zaman. Perubahan infrastruktur material masyarakat Desa Sanankerto di bidang teknlogi dan ekonomi. Perubahan teknologi pada Desa Sanankerto dimana pada saat ini infrastruktur di Desa sanankerto semakin baik. Perubahan ekonomi pada Desa Sanankerto yang dirasakan oleh masyarakat yaitu perekonomian warga terus meningkat dengan seiring perkembangan Desa Wisata Sanankerto.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Karet Di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Adam Feliciano; Novira Kusrini; Marisi Aritonang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.19

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasilliensis) merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka karena memiliki peranan penting di Indonesia dan banyak menunjang perekonomian negara sebagai salah satu sumber pemasukan devisa. Selain itu, tanaman karet akan menjadi salah satu sumber pemasok kayu yang dapat mensubtitusi kebutuhan kayu yang saat ini masih menggunakan kayu dari hutan alam. Indonesia juga menjadi salah satu negara produsen karet di dunia. Hal tersebut ditunjukkan dengan potensi sumber daya yang memadai baik melalui pengembangan areal baru maupun melalui peremajaan areal tanaman karet tua dengan menggunakan klon unggul lateks kayu. Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki lahan yang cocok untuk perkebunan karet. Luas areal perkebunan karet pada tahun 2020 tercatat mencapai 8,2 juta Ha diseluruh indonesia yang terdiri dari sekitar 85% perkebunan karet merupakan milik rakyat, 7% perkebunan besar negara dan 8% perkebunan besar swasta. Tumbuhan karet ini dapat hidup dengan baik terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Prospek perkebunan karet di Kalimantan Barat masih cukup menjanjikan karena masih tersedianya lahan yang luas untuk penanaman karet. Prospek yang menjanjikan ini harus didukung dengan upaya pengembangan perkebunan karet yang tentunya didukung dengan adanya upaya pengembangan dari setiap faktor agar produksi karet dapat terus meningkat dan mendapat pangsa pasar yang terus besar. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Karet Di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Oleh karena itu, penelitian ini difungsikan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani karet di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang petani karet. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian, observasi dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Berdasarkan uji-uji diketahui seluruh variabel yaitu curahan tenaga kerja, bibit, pupuk urea, herbisida, dan luas lahan berpengaruh terhadap pendapatan usahatani karet.Kata Kunci: Desa Sepulut, Faktor-Faktor, Pendapatan, Karet
Seberapa Elastis Permintaan Bawang Putih Indonesia? Sebuah Analisis Regresi Linier Berganda Shavira Putri Noviaranti; Ahmad Zainuddin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.10

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki banyak manfaat. Bawang putih bukan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masak namun juga sebagai obat-obatan.  Permintaan bawang putih di Indonesia selama ini terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Indonesia dan bagaimana proyeksi permintaan bawang putih di Indonesia pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2022-2031). Variabel yang digunakan pada penelitian yaitu permintaan bawang putih, jumlah penduduk, pendapatan nasional perkapita, harga riil bawang putih dan harga riil bawang merah di tingkat konsumen. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data time series dari tahun 1985-2020. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dan metode analisis ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Indonesia yaitu pendapatan nasional perkapita dengan koefisien elastisitas 9,14 dan harga riil bawang putih di tingkat konsumen dengan koefisien elastisitas -2,65. Elastisitas permintaan bawang putih di Indonesia dapat dikatakan Elastis. Hasil proyeksi permintaan bawang putih di Indonesia pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2022-2031) mengalami perkembangan yang meningkat atau trend positif. Rata-rata pertumbuhan proyeksi permintaan yaitu  1,81% per tahun.
Analisis Structure, Conduct and Performance (SCP) pada Pemasaran Daging Sapi di Kabupaten Kubu Raya Linda Yulinda Asri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.1

Abstract

Structural problems of domestic cattle and beef marketing include: marketing infrastructure, market structure and price formation, and the existence of domestic marketing policies and regulations. The purpose of this study was to determine the description of beef marketing in Sungai Subdistrict, Kubu Raya Regency and to calculate the marketing efficiency of beef cattle using market structure, market conduct, and market performance (SCP) analysis approaches. The research was carried out in November-December 2021. Respondents were 60 farmers, and 32 sub-district traders, district traders, and retailers. The method used is a survey using a questionnaire. Descriptive analysis for marketing margins and analysis of market structure, market behavior and market appearance. The results showed that beef marketing in Sungai Raya Subdistrict consisted of 3 marketing channels, namely: 1) Breeders – Collector Traders, Sub-District Traders – Retailers – Consumers; 2) Breeders – District Collectors – Retailers – Consumers. ; 3) Jakarta Retailers-PT Agro Boga Utama Pontianak (Prov Distributor)-Regency/City Traders in West Kalimantan Province-Consumers. With a market structure approach, the beef market in Sungai Raya District tends to be less concentrated (low concentration). From market behavior, the payment system is good. Meanwhile, market performance shows that the distribution of margin, farmer's share, and profit ratio is evenly distributed in each marketing institution. From the SCP indicators above, it can be seen that beef marketing in Sungai Raya District is efficient.

Page 2 of 3 | Total Record : 28