cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 32 Documents clear
STRUKTUR PASAR BAWANG GORENG VARIETAS LOKAL SUMENEP Dody Tri Kurniawan; Isdiantoni; Dewi Wulansari
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The current condition of local fried onion varieties in their marketing activities is still very dependent on middlemen. Producers are very low on market information so they cannot determine for themselves which market channels to use and which are the most efficient, they have not been able to determine prices according to a reasonable margin for them. In addition, the largest production is on orders while the continuous one is very low, because producers do not understand the existing market structure so that their target market information policy is very limited. The purpose of this study is to provide market information to consumers in the form of: Efficient market channels and market margins and information on the structure of the fried onion market. The sample in this study was the Persada Indah Rubaru Cooperative (PIR) with 3 respondents. The analysis used in this study is the analysis of marketing channels and market structure. The analysis of marketing channels includes descriptive analysis for marketing channel patterns. While for the analysis of market structure using market concentration analysis (CR4) and Minimum Efficient Scale (MES). The results of the study showed (1) there are fried onion marketing channels in Mandala Village, namely there is 1 marketing channel, namely the first level marketing channel. Market concentration in the competitive market leads to a perfect competition market with a CR4 value of 35% and an MES value of 9%, which means that market entry and exit barriers are still easy.
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DI KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH Wulzazur; Erlinda Yurisinthae; Pamela
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah merupakan sentra produksi jahe terbesar di Kalimantan Barat, dengan peningkatan luas panen dan produksi setiap tahunnya. Namun, produktivitasnya menunjukkan adanya risiko produksi, terutama karena kondisi lahan gambut yang asam dan kurangnya unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi dan pengaruh faktor produksi terhadap risiko produksi usahatani jahe. Populasi penelitian terdiri dari 33 petani jahe, yang seluruhnya dijadikan sampel. Risiko produksi menggunakan pengukuran koefisien variasi (CV) untuk menentukan tingkat pencahayaan hasil produksi, serta model Just dan Pope untuk mengidentifikasi pengaruh berbagai faktor produksi terhadap risiko yang dihadapi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV risiko produksi usahatani jahe sebesar 69,93%. Pupuk urea, pupuk NPK, pestisida, dan paranet merupakan faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi usahatani jahe.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN SOSIAL RUMPUT ODOT OLEH PETANI: STUDI KASUS DI DESA PILOHAYANGA, KECAMATAN TELAGA, KEBUPATEN GORONTALO Widiastuti, Ni Made Pandi; sirajuddin, zulham; R, St. Aisyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Membudidayakan rumput odot merupakan salah satu pilihan masyarakat di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dalam meningkatkan sumber perekonomian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani rumput odot dari aspek ekonomi dan untuk menganalisis tingkat adopsi inovasi petani rumput odot dari aspek sosial di Desa Pilohayanga. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10 petani dengan teknik pengambilan sampel secara snowball. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Selain itu, jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Usahatani budidaya rumput odot di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dikatakan layak berdasarkan analisis B/C menunjukkan >1. (2) Faktor yang mempengaruhi proses adopsi inovasi usahatani rumput odot ini diantaranya yaitu: usahatani rumput odot lebih menghemat biaya perawatan, biaya tenaga kerja, dan menghemat waktu penanaman, petani merasa cocok untuk membudidayakan rumput odot karena sesuai dengan aktivitas sehari-hari serta tidak menggangu aktivitas lain dan Petani di Desa Pilohayanga mengetahui inovasi baru itu dari petani lain dan belajar dari pengalaman yang awalnya juga seorang peternak sapi yang membudidayakan rumput odot.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI APEL DI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Mohammad Misbachul Munir; M Zul Mazwan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kota Batu merupakan salah satu produsen apel terbesar di Indonesia. Beberapa tahun terakhir produksi apel di Kota Batu mengalami penurunan produksi. Tujuan dari penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi apel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu, serta mengalisis elastisitas produksi dengan melihat return to scale. Penelitian dilaksanakan di Desa Tulungrejo dan Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji, dengan pertimbangan kedua desa tersebut penghasil apel terbesar di Kota Batu. Purposive sampling dengan metode non probability sampling digunakan dalam pengambilan sampel 35 petani apel dengan kriteria petani yang masih menanam apel. Data primer dan sekunder merupakan jenis data yang digunakan, data primer diperoleh menggunakan kuesioner dengan wawancara, data sekunder dari studi literatur. Teknik analisis data dengan analisis regresi linier berganda model cobb douglas dengan menggunakan alat analisis. Hasil dari analisis secara simultan variabel modal, luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja mempengaruhi produksi apel, namun secara parsial hanya variabel modal yang mempengaruhi produksi apel. Hasil koefisien determinasi diperoleh R2 = 0.859 yang berarti produksi apel 85,9% dipengaruhi oleh modal, luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja sisanya 14,1% dipengaruhi faktor di luar penelitian. Tingkat elastisitas produksi menunjukan decreasing return to scale atau skala menurun.
OPTIMALISASI PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) TERHADAP PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HORTIKULTURA Fernanda Chesaridestiwany
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The agricultural sector plays a strategic role in Indonesia's economic development, particularly in supporting food security and improving the welfare of rural communities. Field Agricultural Extension Workers (PPL) play a crucial role in assisting and empowering farmers. However, the limited number of extension workers, the low quality of extension services, and the lack of farmers' trust pose significant challenges in optimizing the role of PPL. This study aims to identify the priority roles of PPL in supporting the empowerment of horticultural farmer groups in Parindu District, Sanggau Regency, where the PPL-to-farmer group ratio is 1:18. The method used is the Analytic Hierarchy Process (AHP), involving respondents from various stakeholders, including PPL, farmer group leaders and members, village government officials, and the agricultural office. The results show that the highest priority role of PPL is as a facilitator (weight 0.399), with a primary focus on facilitating access to financing and capital, particularly government capital assistance. The role of educator ranks second (weight 0.323), followed by motivator (weight 0.192), and organizer (weight 0.086). These findings highlight the importance of strengthening the facilitation capacity of PPL to enhance the empowerment of horticultural farmer groups. The recommendations of this study are expected to serve as a basis for improving the agricultural extension system in a more practical and targeted manner at the local level.  
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN PADA RESTORAN CEPAT SAJI LOKAL DI KOTA BANDUNG Muzaffirah, Adzirah; Abdul Wahib Muahimin; Kliwon Hidayat
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The food and beverage industry experienced significant growth globally, including in Indonesia, as evidenced by the increasing number of fast-food restaurants. Bandung City emerged as a hub for the culinary industry's development, particularly local fast-food restaurants competing with international brands. However, intense competition required local fast-food restaurants to optimize their marketing strategies to enhance customer satisfaction and loyalty. This study identified the influence of the marketing mix (7P) and local brand awareness on customer satisfaction and loyalty in local fast-food restaurants in Bandung City. Using a quantitative approach with the SEM-PLS method, the study involved 203 respondents who met specific criteria. The findings indicated that the marketing mix and local brand awareness significantly impacted customer satisfaction and consumer loyalty. These results provided critical contributions for local fast-food restaurant businesses to improve their competitiveness through effective marketing strategy implementation.
PERAN GAYA HIDUP TERKAIT MAKANAN DALAM MEMPREDIKSI NIAT MAHASISWA UNTUK MENGURANGI KONSUMSI DAGING Nurcahyaning Tyas, Putri Reygina; Setiawan, Budi; Hartono, Rachman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

The increasing global meat consumption poses significant environmental challenges, including greenhouse gas emissions, land degradation, and excessive water usage, necessitating a shift toward sustainable dietary habits. The aim of this study is to investigate university students' intentions to reduce meat consumption, focusing on the influence of food-related lifestyle, attitude toward meat reduction and socio-demographic factors. Data collected from 397 students were analyzed using hierarchical cluster analysis using the ward method, anova, pearson correlation, and multiple linear regression. Five consumer clusters were identified such as rational, adventurous, careless, conservative, and uninvolved, each showing distinct consumption patterns. The Adventurous cluster exhibited the highest intention to reduce meat consumption, driven by novelty-seeking and openness to new culinary experiences. Attitude emerged as the most influential predictor of intention, surpassing gender and lifestyle clusters, with women demonstrating stronger intentions than men. By analyzing these dynamics, the study provide insights for targeted strategies, including educational campaigns, product innovations, and policies supporting meat reduction consumption
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LITERASI KEUANGAN DIGITAL TERHADAP KINERJA UMKM DI GORONTALO Bobihu, Nofita; Adam , Echan; Boekoesoe, Yuriko
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Apakah faktor sosial seperti usia,pendidikan,lama usaha,motivasi,lingkungan berpengaruh terhadap literasi keuangan digital dan apakah literasi keuangan digital berpengaruh terhadap kinerja umkm  . Penelitian ini dilakukan selama 5 Bulan dari mulai bulan maret sampai dengan juli 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan penedekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner (angket). ata menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel faktor sosial seperti usia,pendidikan ,lama usaha,motivasi,lingkungan berpengaruh terhadap literasi keuangan digital. tetapi tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja UMKM. Sebaliknya, teknologi digital terbukti berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja UMKM dan menjadi variabel mediasi antara faktor sosial dengan kinerja usaha. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan digital melalui pelatihan praktis penggunaan aplikasi pengelolaan keuangan, serta perlunya kolaborasi dengan lembaga keuangan, platform fintech, dan e-commerce. Keterlibatan lembaga seperti Bank Indonesia diharapkan dapat mempercepat adopsi praktik keuangan digital secara lebih luas di kalangan UMKM.  
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP ISPO: STUDI KASUS PETANI SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SANGGAU Aditya; Maswadi; Shenny Oktoriana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil System) adalah salah satu kebijakan yang bertujuan dalam peningkatan daya saing minyak sawit yang dibuat oleh Kementrian Pertanian Indonesia. Hingga saat ini sertifikasi ISPO masih mengalami beberapa hambatan, masalah, tantangan, dan tuntutan. Pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (berkelanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme kelembagaan penyelengaraan sertifikasi ISPO. Tujuan dari penulisan ini ialah memberikan hasil analisis terkait bagaimana perbedaan persepsi petani sawit swadaya yang melakukan standarisasi sertifikasi ISPO dan yang tidak menjalankan sertifikasi ISPO. Penulisan penelitian ini didasarkan pada jenis metode penelitian desktiptif. Hasil temuan penelitian ialah petani sawit swadaya yang mendapatkan program pelatihan sekolah lapang demi mewujudkan sertifikasi ISPO mulai beradaptasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memenuhi standarisasi sertifikasi ISPO. Pengelolaan usahatani kebun sawit pada petani yang mendapatkan program pelatihan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak lembaga penyelenggara, faktor ini juga yang mendorong minat petani dalam memenuhi standarisasi ISPO. Petani sawit swadaya yang tidak melaksanakan standarisasi ISPO masih melakukan penerapan pengelolaan kebun berdasarkan kebiasaan atau kebudayaan yang telah turun temurun, minimnya pengetahuan dan pengenalan terkait kebijakan ISPO pada petani mengakibatkan kurangnya minat petani dalam melakukan standarisasi ISPO.
PENGARUH PROGRAM KEMITRAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MITRA DI PT WILMAR PADI INDONESIA Rayesa, STP. MSi., Neza; Anina Ramadani; Budi Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pendapatan petani merupakan faktor penting dalam menunjang kesejahteraan dan keberlanjutan usaha tani. Namun dalam hal ini masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses produksi, pasar, pendanaan, dan fluktuasi harga. Selain itu, terdapat kesenjangan harga yang diterima petani dengan harga ditingkat hilir karena panjangnya rantai pemasaran. Program kemitraan PT Wilmar Padi Indonesia dengan petani padi hadir sebagai strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan akses sarana produksi, teknologi, pendampingan, dan harga jual yang lebih menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kemitraan, pengaruh kemitraan terhadap pendapatan petani, serta faktor-faktor kemitraan yang memengaruhi pendapatan petani mitra. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan 60 petani mitra dan 60 petani non mitra yang dipilih melalui teknik simple random sampling dan perhitungan Slovin. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan merupakan pola sub-kontrak. Uji independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pendapatan dengan selisih sebesar Rp8.364.458 yang menunjukkan bahwa kemitraan berdampak positif terhadap pendapatan petani. Hasil regresi menunjukkan bahwa secara simultan, variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3), dan komitmen (X4) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani mitra (Y). Secara parsial, hanya variabel variabel kerja sama (X1), komunikasi (X2), keterbukaan (X3) yang berpengaruh signifikan, sedangkan komitmen (X4) tidak berpengaruh signifikan.

Page 2 of 4 | Total Record : 32