cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
Analisis Profitabilitas Usaha Ternak Sapi Potong (Studi Kasus Di Kelompok Ternak Sido Makmur Kabupaten Sleman) Dewi Masitoh; Meita Puspa Dewi; Abi Pratiwa Siregar
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.23

Abstract

Analisis profitabilitas usaha ternak sapi potong studi kasus di Kelompok Ternak Sido Makmur Kabupaten Sleman merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui analisis profitabilitas usaha budidaya peternakan sapi potong di Kelompok Ternak Sido Makmur Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022 dengan menggunakan metode studi kasus dan pengumpulan data dengan melakukan observasi dan wawancara dengan 12 anggota Kelompok Ternak Sido Makmur yang masih aktif melakukan usaha ternak sapi potong. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling yaitu di Kelompok Ternak Sido Makmur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis profitabilitas dengan menghitung rasio Net Profit Margin (NPM) untuk mengetahui nilai profitabilitas pendapatan yang diperoleh anggota Kelompok Tani Sido Makmur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Ternak Sido Makmur menerima laba bersih sebesar Rp 2.498.661 dan penerimaan yang diterima sebesar Rp 21.095.238. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui analisis profitabilitas di Kelompok Ternak Sido Makmur dengan rasio Net Profit Margin menghasilkan nilai sebesar 11,84% yang berada di atas rata-rata standar industri 0% yang artinya usaha penggemukan sapi di Kelompok Ternak Sido Makmur menguntungkan dan layak diusahakan.
Rantai Pasok Benih Jeruk Di Kalimantan Barat Didik Didik; Novira Kusirini; Maswadi Maswadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok benih jeruk di Kalimantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat karena daerah ini merupakan sentra produksi benih jeruk di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif.Analisa rantai pasok benih jeruk di Kalimantan Barat menghasilkan struktur rantai pasok melalui beberapa anggota rantai pasok. Anggota rantai pasok tersebut yaitu BPMT, BALITJESTRO, Penangkar, Asosiasi Penangkar, CV/ PT, Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, Balai Benih Induk Hortikultura, Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih, kelompok tani/ petani dan lembaga terkait. Pola struktur rantai pasok terdapat pada aliran produk, informasi, finansial dan jasa. Rantai 1, dari Pemasok ke Penangkar kemudian ke Kelompok tani/Petani. Rantai 2 yaitu, proses rantai pasok meliputi dari pemasok ke penangkar kemudian ke asosiasi penangkar/kelompok penangkar/Dinas pertanian Kabupaten dan Provinsi setelah itu ke konsumen akhir petani.
Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Broiler (Studi Kasus di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Syafaah; Meita Puspa Dewi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha peternakan ayam broiler di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Mustika Febri Farm Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2022. Sumber data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian analisis profitabilitas menggunakan rumus NPM menunjukan bahwa keuntungan yang diperoleh Peternakan Mustika Febri Farm dengan populasi 16.000 ekor ayam broiler sebesar Rp.74.473.233 dan nilai NPM yaitu 14,18% yang dapat disimpulkan bahwa pada usaha tersebut menguntungkan peternak
Perubahan Sosial Kultural Dalam Perkembangan Pariwisata Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Intan Qisthi Arbiati
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.24

Abstract

Pembangunan desa wisata diupayakan untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan kepedulian dan kesiapan dalam menyikapi potensi pariwisata di wilayah mereka. Masyarakat nantinya dapat menjadi tuan rumah dari para wisatawan yang berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan super-struktur ideologis masyarakat Desa Sanankerto, Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan struktur sosial masyarakat Desa Sanankerto dengan cara mengetahui stratifikasi sosial yang terjadi seiring berkembangnya Desa Wisata Sanankerto, Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan infrastruktur material masyarakat Desa sanankerto. Penelitian ini mengunakan kajian deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling baik penentuan informan pertama maupun informan selanjutnya. Adapun informan pada penelitian ini merupakan 12 orang dari berbagai Stakeholder. Adapun teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa ideologi umum pada super struktur ideologis. Perubahan ideologi umum ditandai dengan terlepasnya Desa Sanankerto dari status desa IDP dengan memperbaiki potensi-potensi desa wisata, sumberdaya alam dan manusia dan terlaksananya Grebeg 1001 Tumpeng. Perubahan pengetahuan ‘warga melalui stakeholder penta helix yang memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, pedagang, pengerajin, peternak dan pelaku pariwisata lainnya di Sanankerto. Desa Sanankerto tidak mengenal stratifikasi pada hubungan sosialnya, namun secara tidak langsung terdapat juga stratifikasi di dalamnya yang berubah dengan seiring perkembangan zaman. Perubahan infrastruktur material masyarakat Desa Sanankerto di bidang teknlogi dan ekonomi. Perubahan teknologi pada Desa Sanankerto dimana pada saat ini infrastruktur di Desa sanankerto semakin baik. Perubahan ekonomi pada Desa Sanankerto yang dirasakan oleh masyarakat yaitu perekonomian warga terus meningkat dengan seiring perkembangan Desa Wisata Sanankerto.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Karet Di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Adam Feliciano; Novira Kusrini; Marisi Aritonang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.19

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasilliensis) merupakan salah satu hasil pertanian terkemuka karena memiliki peranan penting di Indonesia dan banyak menunjang perekonomian negara sebagai salah satu sumber pemasukan devisa. Selain itu, tanaman karet akan menjadi salah satu sumber pemasok kayu yang dapat mensubtitusi kebutuhan kayu yang saat ini masih menggunakan kayu dari hutan alam. Indonesia juga menjadi salah satu negara produsen karet di dunia. Hal tersebut ditunjukkan dengan potensi sumber daya yang memadai baik melalui pengembangan areal baru maupun melalui peremajaan areal tanaman karet tua dengan menggunakan klon unggul lateks kayu. Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki lahan yang cocok untuk perkebunan karet. Luas areal perkebunan karet pada tahun 2020 tercatat mencapai 8,2 juta Ha diseluruh indonesia yang terdiri dari sekitar 85% perkebunan karet merupakan milik rakyat, 7% perkebunan besar negara dan 8% perkebunan besar swasta. Tumbuhan karet ini dapat hidup dengan baik terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Prospek perkebunan karet di Kalimantan Barat masih cukup menjanjikan karena masih tersedianya lahan yang luas untuk penanaman karet. Prospek yang menjanjikan ini harus didukung dengan upaya pengembangan perkebunan karet yang tentunya didukung dengan adanya upaya pengembangan dari setiap faktor agar produksi karet dapat terus meningkat dan mendapat pangsa pasar yang terus besar. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Karet Di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Oleh karena itu, penelitian ini difungsikan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani karet di Desa Sepulut Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang petani karet. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian, observasi dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Berdasarkan uji-uji diketahui seluruh variabel yaitu curahan tenaga kerja, bibit, pupuk urea, herbisida, dan luas lahan berpengaruh terhadap pendapatan usahatani karet.Kata Kunci: Desa Sepulut, Faktor-Faktor, Pendapatan, Karet
Seberapa Elastis Permintaan Bawang Putih Indonesia? Sebuah Analisis Regresi Linier Berganda Shavira Putri Noviaranti; Ahmad Zainuddin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.10

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki banyak manfaat. Bawang putih bukan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masak namun juga sebagai obat-obatan.  Permintaan bawang putih di Indonesia selama ini terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Indonesia dan bagaimana proyeksi permintaan bawang putih di Indonesia pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2022-2031). Variabel yang digunakan pada penelitian yaitu permintaan bawang putih, jumlah penduduk, pendapatan nasional perkapita, harga riil bawang putih dan harga riil bawang merah di tingkat konsumen. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data time series dari tahun 1985-2020. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dan metode analisis ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Indonesia yaitu pendapatan nasional perkapita dengan koefisien elastisitas 9,14 dan harga riil bawang putih di tingkat konsumen dengan koefisien elastisitas -2,65. Elastisitas permintaan bawang putih di Indonesia dapat dikatakan Elastis. Hasil proyeksi permintaan bawang putih di Indonesia pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2022-2031) mengalami perkembangan yang meningkat atau trend positif. Rata-rata pertumbuhan proyeksi permintaan yaitu  1,81% per tahun.
Analisis Structure, Conduct and Performance (SCP) pada Pemasaran Daging Sapi di Kabupaten Kubu Raya Linda Yulinda Asri
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.1

Abstract

Structural problems of domestic cattle and beef marketing include: marketing infrastructure, market structure and price formation, and the existence of domestic marketing policies and regulations. The purpose of this study was to determine the description of beef marketing in Sungai Subdistrict, Kubu Raya Regency and to calculate the marketing efficiency of beef cattle using market structure, market conduct, and market performance (SCP) analysis approaches. The research was carried out in November-December 2021. Respondents were 60 farmers, and 32 sub-district traders, district traders, and retailers. The method used is a survey using a questionnaire. Descriptive analysis for marketing margins and analysis of market structure, market behavior and market appearance. The results showed that beef marketing in Sungai Raya Subdistrict consisted of 3 marketing channels, namely: 1) Breeders – Collector Traders, Sub-District Traders – Retailers – Consumers; 2) Breeders – District Collectors – Retailers – Consumers. ; 3) Jakarta Retailers-PT Agro Boga Utama Pontianak (Prov Distributor)-Regency/City Traders in West Kalimantan Province-Consumers. With a market structure approach, the beef market in Sungai Raya District tends to be less concentrated (low concentration). From market behavior, the payment system is good. Meanwhile, market performance shows that the distribution of margin, farmer's share, and profit ratio is evenly distributed in each marketing institution. From the SCP indicators above, it can be seen that beef marketing in Sungai Raya District is efficient.
Volatilitas Harga Bawang Putih Indonesia Mochammad Yunus Gerry Fitriadi; Tanti Novianti; Amzul Rifin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.25

Abstract

Allium sativum atau bawang putih merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di Indonesia. Namun, permintaan bawang putih dalam negeri bergantung pada produk bawang putih impor sehingga menyebabkan ketidakpastian harga bawang putih dalam negeri. Ketidakpastian harga bawang putih di Indonesia terkait dengan seberapa tinggi kenaikan atau penurunan harga bawang putih, atau disebut dengan volatilitas harga. Hal ini juga akan diperparah dengan adanya pandemi Covid-19 karena negara tujuan utama impor bawang putih Indonesia adalah China. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis volatilitas harga bawang putih Indonesia sebelum dan selama wabah Covid-19. Data yang digunakan adalah harga konsumen bawang putih Indonesia dan dianalisis menggunakan analisis ARCH-GARCH. Hasil dari penelitian ini adalah volatilitas terjadi baik sebelum maupun selama Covid-19. Volatilitas tertinggi terjadi pada Juli 2019 yang diduga akibat lonjakan impor bawang putih dari China. Selama pandemi Covid-19, harga bawang putih juga mengalami volatilitas harga. Volatilitas itu karena dampak panic buying akibat Covid-19. Covid-19 di awal tahun 2020 menyebabkan distributor mengurangi pasokan bawang putih ke pasar, karena dikhawatirkan akan mempersulit distributor untuk mengimpor bawang putih.
Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Melati Di Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Muhamad Rifan Ardhiansyah; Mukson Mukson; Wiludjeng Roessali
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.15

Abstract

Melati (Jasminum sambac L.) merupakan salah satu jenis tanaman florikultura (hias) yang memiliki potensi dikembangkan, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Melati (Jasminum sambac L.) banyak dicari sebagai pelengkap kegiatan upacara adat maupun keagamaan, dekorasi dan aksesoris pengantin tradisional. Permintaan melati juga dari pabrik-pabrik sebagai bahan baku industri untuk bahan pewangi teh dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani melati dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani melati di Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei 2021 di Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive didasarkan pada Desa penghasil bunga melati di Kabupaten Pemalang. Metode penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan sampel menggunakan teknik sensus. Metode pengumpulan data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan petani dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh darin BPS dan sumber lain yang relevan. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan pendapatan petani bunga melati dengan kepemilikan lahan rata-rata 0,16 ha,  sebesar Rp 1.523.407 /bulan.  Hasil uji R/C ratio bernilai 2,0 yang berarti usahatani melati menguntungkan. Hasil analisis nilai R2 sebesar 97,1% artinya variabel dependen (Y) pendapatan dijelaskan oleh variabel independen yaitu luas lahan (X1), biaya produksi (X2), produksi (X3), dan harga jual (X4) sebesar 97,1%, sedangkan sisanya sebesar 2,9% dijelaskan oleh faktor lain. Hasil uji regresi didapatkan hasil bahwa  luas lahan, tenaga kerja, biaya produksi dan harga secara serentak sangat nyata (p<0,01)) berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani melati di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Kata kunci: bunga melati, faktor pendapatan, usahatani
Analisis Efisiensi Pemasaran Nanas (Ananas Comosus. L) (Studi Kasus: Di Kelurahan Tuatunu Indah Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang) Vanni Novita Sari Sihombing; Yulia Yulia; Iwan Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.6

Abstract

Province of Bangka Belitung has considerable potential in the field of horticulture. One of the horticultural fields that is quite large is pineapple which has the potential in Tuatunu Indah Village. The amount of pineapple production is not accompanied by the price received by farmers and the large difference in the price received by farmers and the price paid by consumers. So with this research the researcher aims to describe the marketing channels and functions of pineapple in Tuatunu Indah Village and analyze the efficiency of pineapple marketing in Tuatunu Indah Village. The method used in this research is the case study method. %.   The sampling technique used in this research is the snowball sampling technique. The data analysis method used in this research is descriptive, qualitative and quantitative. The results showed that the marketing channel of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City consisted of 4 marketing channels, namely channel I which consisted of farmers and end consumers. Marketing channel II is a channel consisting of farmers, retailers and end consumers. Marketing channel III is a channel consisting of farmers, middlemen, retailers and end consumers. Channel IV is a channel consisting of farmers, wholesalers, retailers and end consumers. The marketing functions carried out on each marketing channel of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City are the functions of buying, selling, harvesting, transporting, sorting and grading, storage, risk, cost and market information. The marketing efficiency of pineapple in Tuatunu Indah Village, Gerunggang Subdistrict, Pangkalpinang City on channels I to IV has a marketing efficiency value of 15,28%, 14,89%, 24.69% and 52,86%. Based on the value of marketing efficiency from channels I to IV, it shows that channels I to III are efficient because the efficiency value is 50%, while for channel IV it is not efficient because it has a marketing efficiency value of 50%.