cover
Contact Name
Dr. Rosihan Asmara
Contact Email
jepa@ub.ac.id
Phone
+62341-580054
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang. Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174     DOI : 10.21776/ub.jepa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Arjuna Subject : -
Articles 904 Documents
Evaluasi Penggunaan Kerangka Sampel Area Sebagai Metode Baru dalam Mengukur Produktivitas Padi di Indonesia diana dwi susanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.4

Abstract

BPS telah menerapkan metode statistik untuk memprediksi produktivitas padi selama bertahun-tahun yang didasarkan pada kerangka sampel rumah tangga (RT) dengan acuan hasil Sensus Penduduk 2010. Namun metode ini memiliki masalah akurasi, karena metode RT tidak mempertimbangkan lokasi sawah petani. Sampel yang tinggal di lokasi yang berbeda, mungkin memiliki sawah di area yang sama, sehingga menghasilkan lokasi pengambilan sampel non-acak dari produktivitas padi. Untuk mengatasi masalah ini, BPS, bekerja sama dengan BPPT, telah mengembangkan metode prediksi baru, yaitu Area Sampling Framework (KSA). Dalam metode ini, sampel plot ubinan dihitung berdasarkan lokasi sawah, bukan lokasi rumah tangga tani. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sampel plot ubinan metode KSA dibandingkan dengan metode RT sebelumnya. Penelitian ini telah menghasilkan beberapa temuan penting untuk meningkatkan metode KSA. Pertama, KSA menunjukkan hasil yang lebih baik daripada metode sebelumnya karena lokasi lahan sawah dianggap sebagai pengganti pendekatan rumah tangga petani, sebagaimana dibuktikan oleh sebaran plot. Kedua, dalam hal rasio petak sampel (ubinan), kedua metode prediksi menunjukkan pola rasio yang sama, di mana rasio petak sampel di kota (Kota) lebih kecil daripada di daerah pedesaan (Kabupaten). Rasio sampel di Kota dan Kabupaten adalah 1:11 dan 1: 360, masing-masing untuk metode RT, dan 1:74 dan 1: 391, masing-masing untuk metode KSA. Ketiga, untuk meningkatkan ketepatan produktivitas padi, sampel plot ubinan di Kabupaten perlu ditingkatkan, terutama untuk rasio sampel plot per hektar luas lebih dari 1000 ha, karena fakta bahwa luas wilayah Kabupaten biasanya lebih besar daripada ukuran Kota
Dampak Kebijakan International Tripartite Rubber Council (ITRC) terhadap Kesejahteraan Petani Karet Indonesia Linda Purwaninngrat; Tanti Novianti; Saktyanu Kristyantoadi Dermoredjo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.18

Abstract

Karet merupakan komoditi rakyat yang berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Namun harga karet alam berfluktuasi dengan tren menurun, sehingga mempengaruhi pendapatan negara dan kesejahteraan petani karet Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia dan negara produsen karet lainnya (Thailand dan Malaysia) membentuk International Tripartite Rubber Council (ITRC). Dalam pertemuan ITRC, ketiga negara sepakat untuk melakukan supply management scheme (SMS), demand promotion scheme (DPS) dan agreed export tonnage scheme (AETS) sebagai upaya stabilisasi harga karet di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak penerapan kebijakan ITRC sebagai kebijakan domestik karet alam terhadap kesejahteraan petani karet Indonesia. Analisis menggunakan model ekonometrik dalam bentuk sistem persamaan simultan yang diestimasi dengan metode Two Stage Least Squares (2SLS) menggunakan data series tahunan 1992–2017. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga kebijakan ITRC memberikan keuntungan bagi petani karet Indonesia.
Menumbuhkembangkan Destinasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Sapi Sonok di Pulau Madura Farahdilla Kutsiyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.956 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.14

Abstract

Pembangunan global melalui wisata pedesaan yang menawarkan keberagaman budaya, keindahan alam, edukasi dan ekonomi kreatif masih trend hingga saat ini. Kearifan lokal yang melingkupi masyarakat Pulau Madura salah satunya budaya sapi sonok. Penelitian ini berdasarkan tujuannya diklasifikasikan sebagai jenis penelitian eksploratif, yaitu bermaksud mengkaji potensi dan upaya menumbuhkembangkan atau memacu hadirnya desa wisata budaya sapi sonok dan ekonomi kreatif di wilayah bagian utara Pulau Madura. Jenis data sebagian besar deskriptif  yang digali melalui indept interview  dan observasi. Target titik-titik lokasi penelitian terpusat pada tiga desa di Kecamatan Pasean, Waru dan Batuputih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi budaya sapi sonok memiliki kekuatan yang bersifat strategis. Budaya ini berjalin kelindan dengan perbaikan performan ternak, peningkatan pendapatan peternak, pemurnian plasma nutfah sapi madura, ajang silaturahmi para peternak, mempermudah transaksi penjualan serta sebagai tontonan yang menarik, rancak dan kaya dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti baju khas madura, alat musik (saronen dan karawitan), tarian hingga kerajinan tangan. Disamping itu perilaku dan interaksi sosial yang melingkupi budaya ini khas, butuh ketelatenan dan atribut-atributnya spesifik karakter Madura. Oleh karena itu, dengan potensi yang dimilikinya diharapkan adanya destinasi desa wisata budaya sapi sonok. Wisata pedesaan tersebut  dibuat menarik, indah dan memberi kenangan bagi wisatawan dan  berisi segala hal terkait sosial-budaya masyarakat di sentra sapi sonok, mulai dari aspek budidaya, pelatihan, kontes, sapi pajangan, kolom taccek, warung taccek, produk kreatif (kolaborasi batik, kuliner, ukiran dan asesoris lainnya seperti pangangguy, baju kedaerahan madura dan saronen)
Model Pengembangan Usahatani Terubuk (Saccharum Edule Hassk) Reny Sukmawani; Ema Hilma Meilani; Asep M Ramdan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.03.18

Abstract

Penelitian   merupakan studi kasus   di  Kabupaten Sukabumi.  Kabupaten Sukabumi dipilih berdasarkan  potensi pertanian dan banyaknya  tanaman terubuk ditemukan tetapi belum dikembangkan dan belum  mendapat sentuhan teknologi.  Penelitian ini tujuan akhirnya  adalah agar terubuk dapat dikembangkan sehingga petani turubuk dapat melaksanakan  usahatani yang menghasilkan terubuk dengan karakter best comodity.    Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk  merancang model pengembangan usahatani terubuk di Kabupaten Sukabumi.  Model kinerja pengembangan usahatani terubuk yang dihasilkan dari kajian ini dapat dijadikan sebagai acuan dengan tetap memperhatikan aspek pengembangan secara terfokus dan dukungan serta kebijakan pemerintah. Pengembangan terubuk akan berhasil apabila memperhatikan enam unsur utama pengembangan yaitu: sumberdaya manusia, lahan, produk, teknologi, pasar dan kelembagaan. Keenam unsur itu apabila dapat melaksanakan proses dan kinerja dengan baik maka pengembangan terubuk akan efektif.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Penyuluh dengan Pelaksanaan Tugas Pokok Penyuluh Pertanian di Kota Batu Rahmad Pulung Sudibyo; Ary Bakhtiar; Mamlu Atul Hasanah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.6

Abstract

Salah satu karakteristik yang dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian yaitu karakteristik sosial ekonomi penyuluh. Sifat ini akan mempengaruhi keberhasilan penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini dapat dianalisis tentang hubungan karakteristik sosial ekonomi penyuluh dengan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Batu. Berdasarkan permasalahan tersebut didapatkan tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosial ekonomi penyuluh dengan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Batu. Cara pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh atau sensus dengan jumlah responden 48. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan mengacu pada skala Likert dan metode analisis yang digunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah karakteristik sosial ekonomi penyuluh pertanian di Kota Batu memiliki keragaman meliputi termasuk usia produktif, pendidikan tinggi, lama menjadi penyuluh cukup pengalaman, pendapatan dan pengeluaran besar. Pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Batu menjalankan tugasnya dengan cukup terlihat dari hasil rata-rata Nilai Prestasi Kerja (NPK) sebesar 68,70. Terdapat hubungan positif antara karakteristik sosial penyuluh latar belakang usia dan lama menjadi penyuluh dengan pelaksanaan tugas pokok penyuluh pertanian di Kota Batu.
PREFERENSI RESIKO PETANI DALAM ALOKASI INPUT USAHATANI JAGUNG MENGGUNAKAN MODEL JUST AND POPE Asmara, Rosihan; Widyawati, Wiwit; Hidayat, Abdul Haris
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.416 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.20

Abstract

Perilaku risiko usahatani tanaman jagung dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu perilaku sumberdaya manusia dan sifat sumberdaya alam. Salah satu kondisi alam yang menyebabkan peningkatan risiko pada sektor pertanian ialah perubahan iklim. Usahatani tanaman jagung merupakan salah satu usahatani tanaman pangan yang dapat menerima kondisi tersebut, yaitu perilaku usahatani yang dilakukan petani dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Peneletian ini menganalisis preferensi petani terhadap risiko produksi jagung menggunakan model Just and Pope. Hasil penelitian menunjukkan petani dengan preferensi risk seeker menggunakan input produksi lebih besar daripada petani dengan preferensi risk averse. Petani dengan preferensi risk seeker lebih efisien secara teknis daripada preferensi risk averse. Pada kondisi sosial petani dengan preferensi risk seeker cenderung memiliki jumlah tanggungan keluarga yang lebih besar, tingkat pendidikan lebih tinggi, serta memiliki pengalaman usahatani jagung lebih lama daripada petani dengan preferensi risk averse.
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN BERAS SEJAHTERA DAN KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN NON TUNAI TERHADAP TITIK EKUILIBRIUM RUMAHTANGGA MISKIN DI INDONESIA hafizah, dian; Hakim, Dedi Budiman; Harianto, Harianto; Nurmalina, Rita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.19 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.15

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada dampak kebijakan Beras Sejahtera (Rastra)  dan kebijakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terhadap kesejahteraan rumahtangga masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SUSENAS Maret 2016 sebanyak 300.000 responden yang dikelompokkan menjadi 496 kelompok berdasarkan kabupaten dan kota di Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah dari dua kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah bagaimana dampaknya terhadap titik keseimbangan permintaan petani yang didasarkan dari elastisitas yang didapatkan dengan menggunakan metode Quadratic Almost Ideal Demand System. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah menganalisis elastisitas permintaan beras rumahtangga miskin di Indonesia menggunakan Quadratic Almost Ideal Demand System selanjutnya tujuan kedua menganalisis dampak kebijakan beras miskin dan kebijakan bantuan non tunai terhadap titik keseimbangan permintaan rumahtangga miskin di Indonesia menggunakan pendekatan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas permintaan beras rumahtangga miskin Indonesia pada tahun 2016 adalah sebesar -0.68466 dimana tergolong pada Inelastis. Kebijakan beras miskin yang telah dilaksanakan memberikan efek terjadi pergeseran titik keseimbangan dari titik keseimbangan sebelumnya dimana jumlah barang yang diminta lebih banyak dengan harga yang lebih rendah. kebijakan program bantuan pangan non tunai memberikan dampak kenaikan harga karena adanya kenaikan permintaan serta sekaligus memicu terjadinya kenaikan harga.
Perilaku Petani Terhadap Usahatani Padi Organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Mulyani, Anik Dwi; Widjayanthi, Lenny; Raharto, Sugeng
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.3

Abstract

Usahatani padi organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember mengalami kendala dari segi peminat. Petani masih beranggapan bahwa pertanian organik rumit dan kurang efisien. Meskipun begitu, masih ada petani yang bertahan melakukan usahatani padi organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku petani terhadap usahatani padi organik di Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan melakukan pendekatan teori Bloom. Metode analisis data pada penelitian ini meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani padi organik sudah memenuhi standar pertanian organik untuk tanaman semusim. Dari segi pengetahuan, petani mengetahui cara-cara pembuatan dan pemberian input organik dalam usahatani padi organik. Dari segi sikap, petani menyetujui dan mampu menerima bahwa usahatani padi organik harus terbebas dari kontaminan kimia mulai dari awal penanaman hingga pasca panen. Dari segi perilaku, petani melakukan kegiatan usahatani padi organik dengan mengikuti standar operasional dan cara-cara penanaman padi organik yang benar dan tidak menambahkan input kimia, baik di on farm maupun off farm.
Menentukan Kondisi Ketahanan Pangan Jawa Barat Wilayah IV Menggunakan Food Security Quotient (FSQ) Rakha Zahra Raihan; Roni Kastaman; Tensiska Tensiska
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.7

Abstract

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan pangan mempunyai 3 indikator penting yaitu ketersediaan pangan, akses pangan serta mutu pangan. Ketersediaan pangan artinya pangan harus tersedia dari sumber alami baik melalui produksi pangan, penggarapan lahan atau peternakan, atau dengan cara lain untuk memperoleh pangan, seperti memancing, berburu atau mengumpulkan makanan. Akses pangan artinya akses ekonomi dan fisik kepada pangan harus dijamin. Aksesibilitas ekonomi berarti harga pangan harus terjangkau. Mutu pangan artinya pangan tersebut harus bergizi dan kondisi masyarakatnya yang dapat menyerap gizi dari pangan itu sendiri. Food security quotient (FSQ) merupakan modifikasi dari metode Location quotient (LQ) yang dapat mentukan komoditas basis agar dapat memilih memilah variabel yang diprioritaskan dan tidak diprioritaskan namun menggunakan variabel yang berpengaruh pada 3 indikator ketahan pangan tersebut. Rata – rata kondisi ketahanan pangan Jawa Barat Wilayah IV berada pada kondisi tahan pangan dengan nilai FSQ 0,951. Daerah dengan kondisi sangat tahan pangan yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang. Daerah dengan kondisi tahan pangan yaitu Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Pangandaran, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. Namun jika ditilik lebih dalam, masih banyak variabel – variabel dari daerah – daerah tersebut yang masih butuh penanganan dan strategi untuk menunjang ketahanan pangan.
Dampak Peningkatan Biaya Transaksi terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani pada Dataran Rendah dan Tinggi di Nusa Tenggara Timur Ferdy Adif I. Fallo; Bonar M Sinaga; Sri Hartoyo; Pantjar Simatupang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.11

Abstract

Biaya transaksi merupakan faktor pengurang terhadap bantuan modal yang diterima dan pendapatan usahatani dan usaha ternak. Peningkatan biaya tarnsaksi akan berdampak terhadap kesejahteraan rumahtangga petani. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak peningkatan biaya transaksi dan kombinasi kebijakan terhadap kesejahteraan rumahtangga petani  pada agroekosistem dataran rendah dan dataran tinggi di Nusa Tenggara Timur. Sampel rumahtangga petani yang diwawancarai sebanyak 118. Metode estimasi yang digunakan adalah Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan biaya transaksi menurunkan kesejahteraan rumahtangga petani dataran rendah dan tinggi. Kombinasi terbaik untuk mengatasi dampak peningkatan biaya  transaksi  pada agroekosistem dataran rendah adalah peningkatan biaya transaksi dan peningkatan alokasi tenaga kerja keluarga untuk usaha non pertanian. Kombinasi terbaik untuk mengatasi  dampak  peningkatan  biaya  transaksi  pada agroekosistem dataran tinggi adalah peningkatan biaya transaksi dan peningkatan harga output usahatani tanaman dan usaha ternak.

Page 11 of 91 | Total Record : 904