cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
MEDIAN
ISSN : 19797540     EISSN : 26144298     DOI : -
Core Subject : Education,
Median (Jurnal Ilmu Eksakta) adalah jurnal yang diterbitkan LPPM Univ. Muhammadiyah Sorong dan Fakultas Pertanian dengan frekuensi terbitan tiga kali dalam satu tahun, yakni februari, Juni dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini antara lain Agroteknologi, Perikanan, dan ilmu eksakta lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Kelimpahan Dan Keanekaragaman Jenis Burung Di Hutan Mangrove Kampung Yenanas Kabupaten Raja Ampat Petronela Lekipiou; Lona Helti Nanlohy
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v10i2.404

Abstract

Burung memiliki kemampuan hidup, kemampuan untuk berpindah dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tipe tempat hidup yang luas. Lingkungan yang dianggap sesuai sebagai tempat hidup bagi burung akan menyediakan pakan, tempat berlindung maupun tempat berbiak. Setiap spesies burung memiliki tempat hidup yang berbeda-beda, tempat hidup yang disukai oleh satu jenis burung belum tentu sesuai untuk jenis burung yang lain. Salah satu tempat hidup burung adalah hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode Concentration Counts Metode Concentration counts efektif digunakan untuk mengetahui populasi satwaliar yang mempunyai pola hidup terkonsetrasi pada suatu tempat. Peneliti berada pada suatu tempat tertentu yang telah ditentukan. Titik pengamatan ditentukan berdasarkan kondisi tempat hidup  burung yang akan diamati. Kemudian mencatat dan melakukan indentifikasi jenis dan jumlah individu setiap jenis yang dijumpai dan dilihat secara langsung. Waktu pengamatan burung  dilakukan pada pukul 06.00 WIT sampai pukul 10.00 WIT, dan  pada pukul 16.00 WIT sampai pukul 18.00 WIT. Terdapat 9 jenis  burung yaitu jenis Kuntul karang (Egreta sacra), Tepekong kumis (Hemiprocne mystacea),  Gajahan penggala (Numenius phocopus), Umukia raja (Tadorna radjah),  Jagal Hitam    (Cracticus quoyi), Kuntul perak (Ardea intermedia), Bambangan hitam  (Ixobrychus flavicollis), Gagak orru (Corvus orru), Srigunting lencana (Dicrurus bracteatus) yang termasuk dalam 7 famili yaitu Ardeidae, Hemiprocnidae, Scolopacidae, Recurvirostridae, Cracticidae, Corvidae dan DicruridaeNilai kelimpahan jenis burung termasuk kategori dominan  (> 8) dan melimpah  (2,1 – 8). Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Srigunting lencana (18,08) dan nilai kelimpahan terrendah adalah jenis Gajahan penggala dan Bambangan hitam  (7,23).  Nilai Indeks Keanekaragaman jenis burung adalah 2,17 yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa apabila nilai keanekaragamannya sedang berarti bahwa lokasi tersebut mempunyai populasi burung yang sedang pula.
Sifat Kimia Tanah pada Beberapa Tipe Vegetasi Febrianti Rosalina; Niny Jeni Maipauw
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.512 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah pada beberapa tipe vegetasi. Bahan tanah yang digunakan terdiri dari tiga sampel tanah yang terdiri dari tanah kebun (vegetasi karet, relief datar, OT), tanah tegalan (vegetasi rumput, relief datar dan TOT), dan tanah sawah (vegetasi padi, relief datar,TOT). Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan. Dimana perlakuan yang diberikan terdiri dari kombinasi kedalaman pengambilan sampel (kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm) dan cara pengambilan sampel (non-komposit dan komposit). Data pengamatan dianalisis statistik menggunakan ANOVA dan apabila berpengaruh nyata selanjutnya dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada tanah sawah diperoleh nilai kemasaman tanah (pH), C-organik, dan P-tersedia yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanah kebun dan tanah tegalan. Sedangkan pada tanah kebun diperoleh kadar N-total, P-tersedia, dan Al-dd yang lebih tinggi dibandingkan dengan vegetasi yang lain. Adapun nilai sifat kimia tanah secara berturut-turut adalah pH (5-6), C-organik (0,11%), P-tersedia (23 ppm P2O5), N-total (0,25%), dan Al-dd (1,5 me/100 g).
Tingkat Kerentanan Banjir Kota Sorong Papua Barat Syaiful Maliki Arief; Rima Herlina Siburian; Wahyudi Wahyudi
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.637 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i2.456

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Provinsi Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir.  Namun seberapa luas daerah yang rentan terhadap kondisi ini, belum ada data mengenai hal tersebut. Untuk itu penelitian ini   dilakukan untuk mengetahui sebaran tingkat kerentanan bencana banjir di kota Sorong. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  menggunakan  analisis  dan  sebaran  pola  tingkat  kerentanan  banjirdengan teknik analisa  data  menggunakan  overlay, scoring, dan layout berdasarkan software Arc View 10.5. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa tingkat kerentanan  banjir di Kota Sorong diklasifikasikan  dalam  4  tingkat  kerentanan  banjir  yang meliputi  sangat  rentan,  rentan,  kurang  rentan,  dan  tidak  rentan.  Seluas 4, 53 % wilayah kota Sorong  tergolong sangat rentan terhadap banjir, rentan banjir seluas 33,65 %   yang  kurang rentan sebasar 42.11 % dan  daerah tidak rentan sebesar 19,71 %. Wilayah yang harus diwaspadai  karena rentan dan sangat rentan banjir adalah seluas 38,18  %   meliputi  Distrik Sorong Timur, Manoy, Sorong, Sorong Kota dan Sorong Barat. Daerah tersebut adalah pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat pemukiman penduduk. 
Potensi Flindersia pimenteliana F Muel Di Kabupaten Manokwari Selatan Falen Baransano; Rima Herlina Siburian; Rusdi Angrianto
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.424 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.457

Abstract

Flindersia pimelentiana merupakan salah satu jenis endemik Papua yang saat ini telah masuk dalam status konservasi Endangered (terancam punah) berdasarkan data IUCN. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai potensi tanaman ini di alam, sehingga langkah penyelamatan jenis inipun dapat direncanakan. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  menggunakan  metode deskriptif dengan teknik survey serta observasi lapang dengan menganalisis vegetasi pada lokasi penelitian untuk mengetahui jumlah individu F. pimentilliana serta nilai kerapatan, frekuensi, dominansi dan INP (Indeks Nilai Penting).Hasil penelitian  menunjukkan bahwa vegetasi berkayu yang tumbuh bersama F. pimentilliana di hutan Bembab Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan mulai dari fase semai sampai fase pohon ditemukan 223 jenis (spesies) yang merupakan bagian dari 45 famili. Namun potensi Flindersia pimelentiana yang ditemukan sangat sedikit, dimana untuk tingkat semai hanya ditemukan 5 individu, Pancang 2 individu, tiang 1 individu dan pohon 3 individu. Untuk itu perlu dilakukan perlindungan dan pengayaan jenis ini agar tidak punah.
Evaluasi Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Mansinam Menggunakan Aplikasi Metode Underwater Photo Transect (UPT) Yehiel H. Dasmasela; Thomas F. Pattiasina; Syafril Syafril; Ricardo F. Tapilatu
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.785 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i2.458

Abstract

Sejak tahun 2016, diperkenalkan metode monitor menggunakan Underwater Photo Transect (UPT) untuk menghasilkan hasil monitoring yang bersifat jangka panjang pada stasiun pengamatan yang tetap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kondisi terumbu karang di Pulau Mansinam berdasarkan penerapan metode UPT, dan manfaat yang ingin dicapai dalam pemantauan kesehatan terumbu karang adalah tersedianya basis data dan informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Mansinam. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi persen tutupan karang berdasarkan bentuk pertumbuhan berkisar 32-56%, sehingga dikategorikan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Mansinam memiliki terumbu karang yang cukup baik tetapi mengalami tekanan aktifitas manusia yang merusak maupun karena adanya tekanan dari faktor alam. Nilai rata-rata tutupan karang di perairan pulau mansinam menunjukkan tingginya kerusakan karang, hal ini ditunjukkan dengan nilai patahan karang yaitu 25.62% dan karang hidup umumnya memiliki nilai yang rendah, berkisar antara 3-19%.
Kajian Aspek Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Dalam Melakukan Aktivitas Perladangan Berpindah Oleh Masyarakat Kampung Ibasuf Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat Ihsan Febriadi; Fajrianto Saeni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.755 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat peladang berpindah Kampung Ibasuf Distrik Aityo Kabupaten Maybrat pada umumnya melakukan aktifitas perladangan sehubungan dengan aktifitas perladangan yang dilakukan, terutama pada lahan dengan kondisi kemiringan yang curam. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ibasuf Distrik Aityo Kabupaten Maybrat yang berlangsung pada Tahun 2019.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan survey dengan tehnik  wawancara langsung  di lapangan.Pemilihan responden untuk wawancara dilakukan secara purposif (purposive sampling), yang terdiri dari kepala keluarga, dan informan kunci (kepala desa, sekretaris desa, tokoh adat/masyarakat, dan kaur), dengan jumlah 10 responden. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sosial ekonomi masyarakat mempengaruhi dilakukannya perladangan berpindah oleh masyarakat di kampung Ibasuf Distrik Aitinyo Kabupaten Maybrat. Sistem perladangan berpindah oleh masyarakat di kampung Ibasuf dilakukan secaran turun menurun, yang dipengaruhi oleh tingkat umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Dengan luas keseluruhan perladangan berpindah sebesar 16,725 ha
Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati Di Seram Bagian Timur Halima Kasongat; Muzna Ardin Gafur; Ponisri Ponisri
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.418 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, keanekaragaman, kemerataan dan dominas dan habitat dari jenis-jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di wilayah hutan jati Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pengamatan langsung di lapangan. Untuk pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara  purposive sebanyak 15 plot  pengamatan dengan ukuran plot  20 x 20 m, sehingga luas keseluruhan areal penelitian 6000 m2 (0,6 ha) dari luas keseluruhan hutan jati 7500 m2 (0,75 ha).  Berdasarkan hasil penelitian di lapangan tentang Identifikasi  dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati di Seram Bagian  Timur adalah sebagai berikut jenis jamur ektomikoriza yang terdapat pada tegakan hutan jati di Kampung Wailola di Seram Bagian Timur ditemukan 10 famili dengan 16 jenis jamur ektomikoriza dan jumlah seluruhnya ada  203  individu dimana jenis terbanyak adalah dari famili Polyporaceae ada tiga jenis, kedua dari famili Ganodermataceae, Strophariaceae, Agaricaceae, dan Amanitaceae masing-masing 2 jenis dan selanjutnya dari family Auriculariaceae, Pyronemateceae, Physacriaceae, Schizophyllaceae, dan Cortinariaceae masing-masing 1 jenis. Nilai indeks keanekaragaman dan kemerataan  jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah tinggi.  Untuk  nilai keanekaragaman jenis adalah 1,2625 dan indeks kemerataan jenis yaitu 1,0485.  Sedangkan nilai indeks dominasi jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah rendah (0,1077). Habitat jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati yaitu saprofit dan epifit. Saprofit mempunyai jumlah jenis dan presentase yang lebih tinggi sebanyak 13 jenis (81,25 %) dan habitat epifit 3 jenis (18,75%).
Studi Sekuestrasi Karbon Pada Tegakan Jati (Tectona grandis Linn.) Di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong Azis Maruapey; Irnawati Irnawati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v11i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui biomassa dari tegakan Jati (Tectona grandis L.) di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong; untuk mengetahui sekuestrasi karbon pada tegakan Jati; danuUntuk mengetahui sekuestrasi karbondioksida (CO2) pada tegakan Jati          Metode yang dipergunakan adalah metode petak  tunggal. Penentuan areal lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode ini merupakan metode penentuan lokasi penelitian secara sengaja dengan mempertimbangkan petak ukur yang dibuat terdapat jenis tegakan Jati (Tectona grandis L.). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode petak tunggal dengan ukuran 20 m x 20 m (Fachrul, 2007). Dalam penelitian ini, untuk menghitung biomassa dalam kaitannya dengan estimasi sekuestrasi karbon pada tegakan Jati dilakukan melalui sampling tanpa pemanenan secara in situ yaitu metode ini merupakan cara sampling dengan melakukan pengkukuran tanpa melakukan pemanenan. Metode ini antara lain dilakukan dengan mengukur diameter atau tinggi pohon dan menggunakan persamaan alometrik untuk mengekstrapolasi biomassa dan estimasi sekuestrasi karbon. .           Nilai dari potensi biomassa yang terkandung pada tegakan pohon Jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong dimasukkan dalam persamaan Allometrik, menunjukkan bahwa berat biomassa dari hasil perhitungan 5 petak pengamatan (luasan 0,2 ha) adalah 26.161,13 g. Sehingga untuk mengetahui berat biomassa dalam luasan satu hektar maka hasil dari perhitungan setiap plot dikalikan lima, dengan asumsi rata–rata jumlah tegakan Jati sebanyak 1.100 tegakan per hektar maka jumlah biomassa yang terkandung dalam tegakan pohon Jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong adalah sebesar 130.805,65 g/ha.Estimasi sekuestrasi karbon pada tegakan Jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong berjumlah 12.295,73 g, sekuestrasi karbon tertinggi terdapat pada plot atau petak pengamatan III yaitu sebesar 3.593,15 dan terendah pada petak IV yaitu sebesar 1.714,41. Jumlah karbon yang terkandung pada tegakan jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong sebesar 61.478,65 g/ha hasil ini diperoleh dari jumlah karbon pada setiap plot contoh dikalikan lima karena ukuran plot pengamatan hanya seluas 20 x 20 m2 sebanyak 5 petak. Jumlah sekuestrasi karbondioksida yang tersimpan pada tegakan pohon Jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong adalah sebesar 12.295,73 g, dengan demikian maka tegakan Jati di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong mempunyai potensi serapan karbondioksida sebesar 45.125,33 g atau 225.626,65 g/hektar.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Sistem Akuaponik Muh Arzad; Ratna Ratna; Ahmad Fahrizal
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.108 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i2.503

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui cara budidaya ikan nila dengan sistem aquaponik. 2) Untuk mengetahui tingkat kepadatan yang terbaik dalam pertumbuhan ikan nila dalam sistem aquaponik. Metode pada penelitian ini menggunakan metode uji coba atau eksperimen dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 4 (empat) perlakuan dan 1 (satu) kontrol. Masing-masing perlakuan 3 kali ulangan. Padat tebar yang digunakan yaitu perlakuan I dengan padat tebar 20 ekor, perlakuan II 25 ekor, perlakuan III 30 ekor dan perlakuan IV dengan padat tebar 35 ekor. Tingkat kelangsungan hidup (SR) pada penelitian yaitu perlakuan I tingkat kelangsungan hidup (SR) 93.3%, perlakuan II dengan tingkat kelangsungan hidup (SR)  92%, perlakuan III tingkat kelangsungan hidup (SR) yaitu 94.4% dan perlakuan IV memiliki tingkat kelangsungan hidup (SR) yaitu 90.5%. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa teknik pendederan ikan nila pada sistem aquaponik pada umumnya  sama dengan budidaya ikan biasa yang dilakukan dari, persiapan budidaya, pemeliharaan dan panen dan pasca panen. Tingkat kepadatan yang ideal adalah pada perlakuan ketiga dengan kepadatan 30 ekor dan tingkat kelangsungan hidup 94.4%.
Perlakuan Benih Padi Yang Disimpan Dengan Pestisida Nabati Sereh Wangi Terhadap Hama Bubuk Padi (Sitophilus oryzae L.) Mira Herawati Soekamto; Zainuddin Ohorella; John Rivan Ijie
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v11i2.550

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari pestisida nabati bubuk sereh wangi sebagai seedtreatment pada benih padi yang disimpan terhadap hama bubuk padi Sitophylus oryzae. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang diujikan adalah bubuk sereh wangi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu bubuk sereh wangi 2,5 gr/100 gr benih padi (S1), bubuk sereh wangi 5 gr/100 gr benih padi (S2), bubuk sereh wangi 7,5 gr/100 gr benih padi (S3). Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali, dengan demikian terdapat 15 satuan perlakuan. Setiap satuan perlakuan terdiri atas 20 ekor serangga uji. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, semua perlakuan dosis bubuk sereh wangi mampu mematikan hama bubuk Sitophilus oryzae sejak dari hari ke-5 setelah aplikasi sampai hari ke-3O setelah aplikasi. Perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr/l00 gr benih padi, merupakan dosis bubuk sereh wangi yang terbaik dalam meningkatkan rata-rata persentase mortalitas hama bubuk Sitophilus oryzae. Sampai pada waktu pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi, menghasilkan rata-rata. Selain itu, perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr mampu menurunkan persentase kehilangan berat akhir dari benih padi, dimana sampai pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi kehilangan berat benih padi hanya sebcsar 30,7%. Sedangkan persentase kehilangan bobot akhir benih padi yang tertinggi dihasilkan oleh perlakuan dosis bubuk sereh wangi 2,5 gram, dimana sampai hari ke-30 setelah aplikasi persentase kchilangan berat benih padi sebesar 64, 1%.

Page 4 of 13 | Total Record : 129