cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
PENENTUAN JARINGAN LOGISTIK MENGGUNAKAN FUZZY C-MEANS DAN MINIMUM SPANNING TREE BERBASIS GENETIC ALGORITHM shinta tri kismanti; andi ard maidhah
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.802 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.964

Abstract

Indonesia  sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dengan wilayah perairan menjadi salah satu moda transportasinya. Dengan demikian sebagian besar aktivitas terjadi di wilayah perairan, diantaranya distribusi logistik. Pergerakan distribusi logistik tersebut akan menghasilkan pola rute suatu pergerakan logistik. Penentuan pola jaringan pergerakan logistik yang optimal dapat mendukung kelancaran dalam sistem pendistribusian. Pada penelitian ini penentuan pola jaringan logistik dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama, akan dilakukan pengklasteran dengan menggunakan Fuzzy C-means, pengklasteran bertujuan untuk mendapatkan kelompok-kelompok pulau yang berada pada lokasi yang berdekatan. Tahap kedua setelah didapatkan hasil cluster yang optimal, dengan menggunakan minimum spanning tree berbasis hybrid genetic algorithm akan didapatkan pola jaringan yang optimal. Pola jaringan tersebut akan menghubungkan pulau yang terpilih sebagai titik pusat ke pulau-pulau disekitarnya. Hasil uji coba pada proses pengklasteran menggunakan FCM didapatkan jumlah cluster optimal sebanyak 3 cluster. Pada proses pembentukkan MST berbasis hybrid GA digunakan parameter crossover rate 0,2 dan mutation rate 0,4 dan diperoleh hasil terbaik ketika iterasi minimumnya konvergen pada solusi optimal. Cluster 1 didapatkan hasil terbaik dengan ukuran populasi 100 dan generasi maksimum 2000 dengan nilai fitness yaitu 9.41, cluster 2 dengan ukuran populasi 100 dan generasi maksimum 1000 dengan nilai fitness yaitu 14.97, dan cluster 3 dengan ukuran populasi 100 dan generasi maksimum 1000 dengan nilai fitness yaitu 17.46.
Disain Sistem Navigasi Automatic Identification System (AIS) Transceiver Berbasis Mini Computer Pada Kapal Nelayan Tradisional Di Madura Akh. Maulidi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.598 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.878

Abstract

Navigation system is the key of ship safety in sailing. Automatic Identification System (AIS) is a navigation system used in Vessel Traffic Services (VTS) to identify and exchange data electronically. The International Maritime Organization (IMO) and the 1974 International Convention for the Safety of Life on the Sea (SOLAS) and Colreg (1972 collision regulation) require AIS to be installed in ships that have a gross tonnage (GT) of 300 tons or more and for all types of passenger vessels.AIS can replace a number of other communication tools that have been used such as compass, maps, radar and GPS. However, the function and practicality that is owned is comparable to the very expensive price so that traditional fishermen cannot reach the expensive price. From this, researchers are looking for other alternatives that can be a solution to get a cheap and reliable navigation system.By General Purpose Output Input (GPIO) pin on Mini PC, it can receive Input and expend output based on instructions given directly or using Web Server. Besides, mini PC has very cheap price compared to similar devices. By providing algorithm program on a mini PC, it can be used as an AIS Transceiver to send ordinate, speed, and direction of ship movement ship. Thus, help traditional fishing boats in Madura to obtain their navigation system.
PENGARUH KECEPATAN POTONG TINGGI PADA PEMOTONGAN PADUAN ALUMINIUM 6061 TERHADAP KEUTUHAN LAPISAN PAHAT KARBIDA BERLAPIS BAHAN (TiAlN/TiN) Sunarto Narto Sunarto; Sri Mawarni
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.866 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.970

Abstract

Peningkatan performa alat potong jenis karbida (Wc+Co) yang banyak digunakan pada bidang pemotongan logam proses pemesinan dilakukan dengan melapisi bahan dasar alat potong dengan bahan pelapis. Dari hasil penelitian sebelumnya disimpulkan bahwa alat potong yang dilapisi dengan bahan pelapis Titanium Aluminium Nitrida dan Titanium Nitrida (TiAlN/TiN) memiliki ketangguhan ketika memotong stainless steel. Penelitian lain menyimpulkan unsur bahan pelapis tidak berfungsi sebagaimana mestinya ketika dipakai untuk memotong paduan logam non ferro (Titanium). Keutuhan unsur pelapis sangat erat kaitannya dengan mekanisme aus pahat yaitu berupa reaksi kimia. Tindak balas antara unsur bahan pelapis TiAlN/TiN dengan bahan dasar yang dipotong yaitu paduan Aluminium 6061 menjadi bahasan untuk diamati dalam penelitian ini. Metode pemotongan dibagi menjadi tiga kategori yaitu rendah dengan kecepatan potong (Vc) 800 m/menit, sedang dengan kecepatan potong (Vc) 1000 m/menit dan tinggi dengan kecepatan potong 1200 m/menit. Hasil penelitian disimpulkan pada setiap kondisi pemotongan yang ditentukan untuk setiap titik pengamatan unsur pelapis TiAlN/TiN sudah tidak ditemukan.  
Rekonstruksi dan Simulasi Penjalaran Tsunami Banyuwangi 1994 Menggunakan Mike 21 Flow Model Rima Gusriana Harahap
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.229 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.900

Abstract

3 Juni 1994, gempa berkekuatan 7,8 skala Richter menghempaskan gelombang tsunami di selatan Banyuwangi. 199 jiwa dikabarkan melayang dan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal. Tsunami dikabarkan mencapai ketinggian hingga 9 meter dan menyapu belasan kilometer daratan. Penelitian ini merekontruksi pembangkitan dan penjalaran tsunami hingga mencapai pantai. Dengan bantuan perangkat lunak MIKE 21 Flow Model, rekonstruksi dilakukan untuk memvalidasi kemampuan perangkat lunak terhadap data primer di lapangan. Parameter gempa dan batimetri dihimpun hingga menghasilkan skenario gelombang yang serupa dengan kejadian asli. Selanjutnya, penggunaan perangkat lunak akan sangat membantu dalam proses pengajian kerentanan pesisir, salah satunya tsunami.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMBANGUNAN TURAP PULAU BENGKALIS Oni Febriani; Boby Rahman; Dedi Enda
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.814 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1032

Abstract

Pulau Bengkalis merupakan salah satu pulau yang ada di Pulau Bengkalis Propinsi Riau, dengan kondisi tanah yang didominasi oleh tanah lunak dan tanah gambut. Dengan kondisi tanah seperti itu maka bagian pinggir drainase alami seringkali terjadi keruntuhan, sehingga Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan giat membangun dinding penahan tanah berupa turap di Pulau Bengkalis untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan makin meningkatnya pembangunan turap di Pulau Bengkalis maka diperlukan penyusunan data penyebaran pembangunan turap di Pulau Bengkalis dengan menggunakan sistem informasi geografis, sehingga dengan terdatanya pembangunan turap di Pulau Bengkalis, memberikan kemudahan untuk mengetahui peningkatan pembangunan turap dari tahun ke tahunnya. Pada penelitian ini dilakukan survey lapangan, dan pengolah data dengan perangkat lunak, MapSource, Arcmap 10.1 serta di integrasikan dengan data koordinat GPS map 62CSx, untuk mendapatkan hasil pemograman Sistem Informasi Geografis, Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Penelitian Deskriptif, artinya pengumpulan data dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh pembangunan turap pada tahun 2013 didapat 17 titik, tahun 2014 didapat 17 titik, tahun 2015 didapat 44 titik dan 2016 didapat 57 titik, dengan kerusakan turap yang ada di Pulau Bengkalis yaitu rusak ringan, rusak sedang, rusak total dan dalam kondisi baik.
Perencanaan Sistem Refrigerasi Pada Ruang-ruang Penyimpanan Kapal Tipe Refrigerated Cargo Ship Sebagai Pendukung Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Rodlian Jamal Ikhwani Jamal Rodlian
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.71 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1142

Abstract

Buah tropis yang paling penting secara komersial di pasar internasional adalah pisang, nanas, mangga, dan pepaya. Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan semua buah-buahan tersebut karena beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem refrigasi pada kapal yang dapat digunakan untuk menyimpan buah-buahan tropis dalam jangka panjang. Metode yang digunakan adalah metode pembanding dan parent ship method. Proses desainnya meliputi pengaturan umum kapal kargo berpendingin, dimensi ruang penyimpanan buah-buahan dan konfigurasi (spesifikasi dan jumlah) evaporator untuk semua ruang penyimpanan di kapal yang masing-masing dapat digunakan untuk penyimpanan pisang, nanas, mangga, dan pepaya serta perhitungan beban pendinginan untuk ruangan. Hasil peneltian didapatkan yakni dengan volume ruang penyimpanan yang sama, nilai beban pendinginan, kebutuhan daya listrik, dan jumlah evaporator yang dibutuhkan secara berurut dengan nilai tertinggi yaitu buah pisang, pepaya, nenas, dan mangga. Informasi ini bisa digunakan dalam pengambilan keputusan tentang manakah jenis buah yang akan diangkut oleh kapal ini jika suatu saat keempat jenis buah tersebut tersedia untuk keperluan ekspor. Sehingga apabila suatu saat harga-harga di pasar internasional dari keempat jenis buah tersebut adalah sama atau tidak terpaut jauh, maka urutan prioritas buah untuk diekspor tersebut secara berturut-turut adalah buah mangga, nenas, pepaya, dan pisang. Dengan urutan prioritas ini, bisa diharapkan bahwa daya listrik yang dibutuhkan adalah lebih rendah, sehingga kebutuhan biaya operasi juga akan menjadi lebih rendah. 
PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM HYBRID DAN JALA-JALA PLN PADA BANGUNAN PT. PERTAMINA EP ASSET 5 TARAKAN FIELD Sugeng Riyanto
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.459 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1049

Abstract

Perancangan instalasi listrik pada bangunan PT. Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field. Menghasilkan total daya dari bangunan 1, 2, 3, 4 dan mushola sekitar 87,36 KW dengan kapasitas MCCB pada panel utama 200 A.  pada setiap bangunan dibagi menjadi 3 fasa (R, S T) kemudian akan dikelompokkan menjadi beberapa grup. Pada setiap fasanya memiliki daya rata-rata 28,8 KW. Susut tegangan yang dihasilkan rata-rata dibawah 5%. Pada sistem Hybrid kebutuhan panel surya dibutuhkan 126 buah panel dengan kapasitas panel 300 Wp dan 96 aki berkapasitas 200 Ah, digunakan untuk mensuplai daya penerangan dengan total daya 17,81 KW.
Identifikasi Sinyal Elektromiografi Otot Vastus Medialis dan Erector Spinae dalam Transisi Gerakan untuk Kontrol Robot Kaki Farid Amrinsani; Zainal Arief; Agus Indra Gunawan
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.664 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1011

Abstract

Kehilangan beberapa bagian tubuh dan kelemahan otot akibat cedera adalah faktor yang mengganggu aktivitas manusia sehari-hari. Konsep exoskeleton adalah pendekatan yang sangat positif bagi manusia dalam hal kerusakan pada tungkai bawah. Dalam studi ini, ekstremitas bawah selama gerakan jongkok ke berdiri, berdiri ke duduk, duduk ke berdiri, dan berdiri ke jongkok menjadi fokus dalam penelitian ini. Sinyal elektromiografi terdeteksi dari vastus medialis dan erector spinae. Enam responden terlibat dalam melakukan percobaan ini. Ada 2 tahap dalam percobaan ini. Pada tahap pertama, gunakan fitur ekstraksi domain waktu seperti MAV, MAD, dan RMS. Latensi 500 ms dengan waktu tumpang tindih 10 ms digunakan. Ambang digunakan untuk mendeteksi awal kontraksi otot 0,002 mV dan bagian akhir kontraksi otot 0,0015 mV. Data dalam ambang batas digunakan sebagai input dari jaringan saraf tiruan. Penggunaan python 2.7 jaringan syaraf tiruan dibuat dengan 240 input node, 80 hidden node, dan 4 output node. Data pergerakan dengan total 556 digunakan untuk melatih jaringan. Data pergerakan dengan total 160 digunakan untuk menguji jaringan. Sistem ini mampu menginterpretasikan gerakan sebenarnya dengan nilai persentase 84% dan nilai kesalahan 16%. Pada tahap kedua menggunakan metode yang sama, sistem diuji dengan responden yang berbeda. Data pergerakan dengan total 104 digunakan untuk menguji jaringan. Persentase keberhasilan sistem dalam menafsirkan gerakan adalah 59% dan nilai kesalahan 41%.
Analisis Temperatur PWHT dan Holding Time pada Sambungan Las Material SA 387 Grade 11 Class 1 Terhadap Nilai Kekerasan dan Struktur Mikro Muhamad Ari
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.492 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1175

Abstract

Material SA 387 Grade 11 Class 1 tergolong material 1.25Cr-0,5Mo sangat sensitif terhadap hydrogen cracking serta nilai kekerasan yang tinggi setelah dilakukan proses pengelasan. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya hydrogen cracking pada Heat Affected Zone (HAZ) dan nilai kekerasan yang tinggi maka direkomendasikan untuk dilakukan preheat dan post weld heat treatment (PWHT). Pada penelitian ini PWHT dilakukan dengan variabel temperatur dan holding time pada masing-masing spesimen, yaitu 590°C, 620°C, dan 650°C dengan holding time 30 dan 60 menit. Pemanasan dan pendinginan dilakukan di dalam automatic muffle furnace. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa perbedaan temperatur dan holding time dapat mempengaruhi struktur mikro. Pada uji struktur mikro diketahui bahwa semakin tinggi temperatur dan semakin lama holding time mengakibatkan dominasi fasa bainit semakin berkurang. Hasil uji kekerasan tertinggi terletak pada temperatur dan holding time terendah, yaitu 590ºC dan holding time 30 menit dengan nilai kekerasan 153,08 HVN pada base metal, 215,23 HVN pada HAZ, serta 239,28 HVN pada weld metal. Nilai kekerasan terendah didapatkan pada temperatur dan holding time tertinggi, yaitu 650ºC dan holding time 60 menit dengan nilai kekerasan 138,71HVN pada base metal, 173,65 HVN pada HAZ, serta 215,52 HVN pada weld metal. 
PERHITUNGAN TEGANGAN POROS MODEL PROPELLER PADA UJI SELF PROPULSION MODEL KAPAL Suyadi Suyadi; ahmad syafiul
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.963 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1106

Abstract

Shaft and propeller is the main function of the implementation of model self-test model self-declaration is a routine work done in BTH - BPPT. Axis serves to move or forward power from transmission to propeller so that the propeller can rotate. The shaft is made of steel pipe or stainless steel (AISI 1020) which has resistance to twist or bending force. Therefore a technical study of the magnitude of torsion and bending stress is necessary for predicting the life of the shaft. To obtain the shaft life is calculated in the propulsion test process where the variable chosen in the propulsion test process is the velocity of the vessel model which is the parameters that influence the force, torque and tension changes. The results of this study indicate that for the model speed of 1.529 m/s obtained the maximum stress 31.75 Mpa / 4.63 Ksi axis operates in normal conditions while the allowable voltage allowable 294,74 Mpa / 42,75 Ksi