cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bengkalis,
Riau
INDONESIA
INOVTEK POLBENG
ISSN : 20886225     EISSN : 25802798     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Inovasi dan Teknologi Politeknik Negeri Bengkalis merupakan jurnal berbasis penelitian ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian, artikel penelitian asli, review dan kajian ilmiah
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Pengaruh Variasi Sekat pada Ruang Muat Kapal Pengangkut Ikan Hidup Terhadap Stabilitas Kapal Alamsyah Syah Alam
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.466 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1067

Abstract

Kapal pengangkut ikan hidup merupakan jenis kapal yang muatannya sebagian besar adalah muatan cair. Muatan cair pada pengangkutan ikan hidup biasanya tidak memenuhi palka secara keseluruhan sehingga menimbulkan permukaan bebas (free surface). Efek free surface pada kapal bermuatan cair sangat berpengaruh terhadap stabilitas kapal. Tujuan penelitian ini menganalisa stabilitas statis berdasarkan variasi sekat ruang muat dan loadcase dengan bantuan software Maxurf Stability. Data kapal digunakan pada penelitian ini adalah LOA 19 m, draft (d) 1.5 m, Lpp kapal 18 m, lebar kapal 3.3 m, tinggi kapal 1.9 m, Cb kapal 0.718, Cp 0.777. Berdasarkan hasil analisa dengan melakukan penambahan sekat dengan ruang muat 1 sekat dan 2 sekat nilai yang didapatkan semakin menjauhi syarat batas dibandingkan dengan kapal dengan ruang muat tanpa sekat. Untuk nilai parameter stabilitas yang dipengaruhi oleh penambahan sekat pada ruang muat kapal adalah nilai pada lengan penegak maximum (GZ) yaitu berada pada heeling 71,7° pada kapal tanpa sekat, 77° pada kapal 1 sekat dan 78° pada kapal 2 sekat. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan semakin banyak sekat yang ada di ruang muat, maka nilai GZ yang didapat semakin menjauhi syarat batas. Sedangkan nilai GM untuk palka tanpa sekat yakni 0,531~0,610 m, untuk palka dengan ruang muat 1 sekat sebesar 0,809~1,021 m, dan untuk palka dengan ruang muat 2 sekat sebesar 0,841~1,096 m di atas dari nilai minimum yang disyaratkan IMO yakni 0.15 meter. 
PENGGUNAAN SERAT IJUK DAN LCP SEBAGAI BAHAN TAMBAH ALAMI PADA BETON budiman budiman budiman
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.093 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1019

Abstract

Abstract – SNI 03-1974-1990, Added material is material other than the basic constituents of concrete (water, cement, and aggregate) which is added to the concrete mixture. The aims of this study are to find the effect of adding palm fiber (SI) and  nugmet shell toward the concrete charasteristics, and to determine the compressive strength value of concrete characteristics. Varition of fiber (SI) and nugmet shell (CP) addition toward the weight of cement is 0%, 0,25% and 0,5%. This research is a sample-based laboratory research and analysis of aggregate characteristics and concrete compression test. The research results shows that the addition of palm fiber (SI) and nugmet shell (CP) into the concrete mixture affects the compressive strength value of concrete characteristics (fck'). The characteristic compressive strength (fck’) in normal concrete is 66.95 kg / cm2, fck’SI 0.25% concrete sample of 70.32 kg / cm2, SI 0.50% of 66.80 kg / cm2 decreases when compared to normal concrete while the fck 'value of CP 0.25% had increased concrete sample was 80.03 kg / cm2, 0.50% CP of 86.13 kg / cm2. The value of concrete shell compressive strength (CP) was 0.25% and CP 0.50% increased by 16.34% and 22.26% at the age of 28 days. 
Analisa Unjuk Kerja Two Stroke Marine Diesel Engine Berbahan Bakar Campuran Biosolar dan Gasoline Ron 92 Raden Dimas Endro
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.256 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1179

Abstract

Ketidakpastian dunia tentang bahan bakar menghadirkan tantangan yang membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengaruh bahan bakar terhadap perilaku motor diesel khususnya dan penggunaan campuran bahan bakar diesel(solar) dan bensin memungkinkan secara ekstrem dibuat secara yang sederhana dan progresif. Baru-baru ini, penggunaan bahan bakar bensin di motor diesel telah menarik minat karena efisiensi termal yang lebih baik daripada motor bensin dan motor diesel. Dua pendekatan yang biasanya diadopsi untuk menyalurkan bahan bakar campuran ke motor diesel. Salah satu strategi menggunakan port fuel injection untuk bahan bakar bensin dan injeksi langsung untuk bahan bakar diesel, yang dikenal sebagai gasoline homogeneous charge induced ignition. Strategi lain memadukan bahan bakar diesel dan bensin bersama sama sebelumnya secara langsung sebelum menginjeksikan campuran bahan bakar ke dalam selinder ruang bakar. Penelitian ini dilakukakan yang pertama untuk mendapatkan seberapa besar pengaruh pencampuran bahan bakar diesel(biosolar) dan bahan bakar bensin(Gasoline ron 92) terhadap unjuk kerja motor diesel. Dan yang kedua untuk mendapatkan prosentase campuran bahan bakar diesel(biosolar) dan bahan bakar bensin(Gasoline ron 92) yang menghasilkan unjuk kerja paling optimal. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksperimen pada variasi campuran bahan bakar antara biosolar dan Gasoline Ron 92. Lalu akan dilakukan pengamatan terhadap unjuk kerja dari motor diesel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Parameter unjuk kerja yang akan diamati adalah daya mesin dan bsfc. Hasil analisa terhadap BSFC pada beban simulator balast load, half load dan full load dari keempat bahan bakar BG5, BG10, B15 dan B20 adalah bahan bakar campuran BG15 mempunyai keunggulan BSFC paling rendah disusul bahan bakar B20, B10 dan BG5. Hasil analisa terhadap  daya motor diesel PE(kW) pada beban simulator balast load, half load dan full load dari keempat bahan bakar BG5, BG10, B15 dan B20 adalah bahan bakar campuran BG15 mempunyai keunggulan daya motor paling tinggi disusul bahan bakar BG20.
SISTEM PENERIMA (RECEIVER) AUTOMATIC IDENTIFICATION SYSTEM (AIS) BERBASIS MINI COMPUTER PADA KAPAL NELAYAN TRADISIONAL DI MADURA Akh Maulidi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.029 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1125

Abstract

Automatic Identification System (AIS) merupakan sistem navigasi yang digunakan pada Vessel Traffic Services (VTS) untuk mengidentifikasi dan bertukar data secara elektronik. Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Jiwa di Laut (SOLAS) 1974 dan Colreg (collision regulation 1972) mewajibkan AIS untuk dipasang dikapal yang mempunyai gross tonnage (GT) 300 ton atau lebih dan juga untuk semua jenis kapal penumpang.AIS dapat menggantikan beberapa alat komunikasi lain yang selama ini digunakan seperti kompas, peta, radar maupun GPS. Akan tetapi fungsi dan kepraktisan yang dimiliki sebanding dengan harganya yang sangat mahal sehingga nelayan tradisional tidak dapat menjangkau harganya yang relative mahal. Dari hal tersebut, peneliti mencari alternatif lain yang dapat menjadi solusi untuk mendapatkan system navigasi yang murah dan handal.Pada Mini PC terdapat pin General Purpose Input Output (GPIO) yang dapat difungsikan sebagai penerima atau pemancar sistem navigasi. Selain itu mini PC memiliki harga yang sangat murah dibandingkan dengan perangkat sejenis. Dengan memberikan algoritma program pada mini PC dapat difungsikan sebagai AIS Pemancar (Tranceiver) untuk mengirimkan data ordinat, kecepatan, dan arah pergerakan kapal. Serta sebagai penerima (Receiver) untuk menerima data ordinat, kecepatan, dan arah pergerakan kapal. Dengan demikian AIS Mini PC dapat menjadi solusi alternatif dan membantu kapal nelayan tradisional di Madura dalam memperoleh sistem navigasi.
ANALISA SEAKEEPING FERFORMANCE KAPAL CEPAT MODEL PLANING HULL CHINE Romadhoni romadhoni
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 1 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 1 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.876 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i1.887

Abstract

Bentuk badan kapal sangat berpengaruh terhadap karekteristik gerakan dan operabilitas kapal itu sendiri. Operabilitas kapal adalah jumlah waktu selama di laut dimana struktur masih mampu  beroperasi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan korelasinya terhadap tinggi gelombang dimana kriteria  akan terlampaui. Dalam penelitan dilakukan analisis 3 derajat kebebasan gerakan translasi dan rotasi heave roll dan pich terhadap model kapal cepat tipe planing hull pada gelombang regular dengan parameter masa body, radius gyrasi, damping dan lain-lain yang disajikan dalam bentuk gambar grafik Response Amplitude Operator (RAO). Karakteristik model kapal yang mampu menekankan pada respon kapal terhadap kondisi operasional di laut (seakindliness), merupakan kriteria utama yang harus dipenuhi oleh suatu kapal, yang berkaitan erat dengan karakteristik gerakan kapal.
ANALISA PENGGUNAAN BIODIESEL MINYAK JAGUNG SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF MESIN DIESEL suardi suardi suardi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.911 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1041

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan terbesar di Indonesia, terutama untuk perikanan tambak maupun perikanan air tawar dan air laut. Namun, hingga tahun 2014 potensi hasil laut di perairan ini baru dimanfaatkan sekitar 30% dari total produksi 341 ribu ton yang ada. Hal ini karena kapal-kapal yang beroperasi masih belum memadai. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan kapal penangkap ikan beserta alat tangkapnya. Keunggulan kapal ini dengan kapal jenis lain adalah kapal penangkap ikan multipurpose yang dapat digunakan sepanjang tahun, berbahan fiber reinforced plastic (FRP) juga direncanakan memiliki 3 (tiga) alat tangkap, yaitu jaring insang (gill net), pukat tarik (seine net) dan pancing (pole and lines). Perencanaan ukuran kapal, data utama kapal, alat tangkap dan perhitungan-perhitungan pendekatan disesuaikan dengan metode desain kapal. Dengan metode iterasi (trial and error) dalam menentukan ukuran utama kapal berdasarkan besar gross tonnage (GT) yaitu 70 GT adalah Lpp = 20.4 m, B = 5 m, H = 2.5 m, T = 1.7 m, Cb = 0.551 dan Vs = 10 knot. Dari ukuran utama yang telah didapat kemudian dirancang gambar rencana garis dan rencana umum kapal.KataKunci: Kapal Ikan, Multipurpose, 70 GT
PENCARIAN JALUR TERPENDEK DALAM PROSES AUTODOCKING PADA MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN ARTIFICIAL BEE COLONY Safriudin Rifandi; Indra Adji Sulistijono; Son Kuswadi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.146 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1009

Abstract

Proses autodocking pada mobile robot merupakan sebuah kemampuan tambahan yang dapat dimiliki oleh sebuah robot. Untuk dapat melakukan proses tersebut, robot terlebih dahulu harus dapat mencari tempat docking station terdekat. Selain itu, robot membutuhkan pemandu agar dapat menuju ke docking station terdekat dengan tepat dan aman. Untuk mendapatkan jalur terdekat, dibutuhkan posisi terakhir robot saat mendeteksi baterai dalam keadaan akan habis. Posisi robot tersebut sebagai masukan bagi artificial bee colony untuk menghasilkan jalur terdekat yang dapat memandu robot menuju docking station terdekat. Artificial bee colony digunakan sebagai optimasi pencarian tempat docking station yang jarak tempuhnya terdekat atau terpendek dari posisi robot serta aman dari halangan atau obstacle. Dari hasil percobaan, metode artificial bee colony mampu untuk mendapatkan jalur terpendek menuju lokasi docking station serta jalur yang didapatkan juga aman dari halangan. Jumlah populasi lebah yang digunakan sangat mempengaruhi jarak terdekat yang didapatkan oleh metode artificial bee colony. Semakin banyak populasi yang digunakan, maka semakin dekat jarak yang didapatkan oleh metode artificial bee colony. Jumlah iterasi juga mempengaruhi jarak terdekat yang didapatkan oleh artificial bee colony. Semakin banyak jumlah iterasi yang digunakan, maka semakin dekat jarak yang didapatkan meskipun jumlah populasi yang digunakan sama.
Tinjauan Hambatan pada Rancangan Kapal Tongkang Tanpa Awak Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics - OpenFOAM Abrari Noor Hasmi; Samsu Dlukha Nurcholik; Muhammad Budi Prasetyo; Alamsyah Alamsyah; Thorikul Huda
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.786 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1151

Abstract

Di Indonesia, proses pengiriman batubara dengan kapal tongkang banyak dijumpai karena kemudahan aksesnya dimana kapal tongkang memiliki sarat air (draft) yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis kapal lain. Penelitian ini mencoba menentukan hambatan pada kapal tanpa awak berbentuk kapal tongkang untuk beberapa kecepatan menggunakan metode CFD dengan program OpenFOAM. Metode ini mendiskritisasi persamaan Navier Stokes dengan menggunakan pendekatan metode volume hingga. Kapal tongkang digambar menggunakan perangkat lunak Maxsurf modeler sebelum diintegrasikan kedalam program CFD. Diskritisasi dilakukan dengan memastikan area sekitar lambung kapal terdiskritisasi cukup rapat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hambatan pada kapal tongkang berkisar antara 39.39kN-227.963kN untuk kecepatan 3-9knot.
Pengembangan Program Simulasi Planetary Gear Set Dengan Kombinasi Gear Rasio Asrul Sudiar
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.036 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1098

Abstract

Various components in a powertrain system can consist of a series of several components that aim to continue the engine rotation from the flywheel to the torque conventer then proceed to the transmission and then to the bevel gear to the final drive, have a variety of different types of technology and of course have advantages and each other's shortcomings. Of the various components, there are several types of components that use a device called the Planetary Gear Set, including the powershift transmission, torque divider and final drive. With the Planetary Gear Set, the rotation of the engine will be able to be doubled in torque as needed when the unit is running and with the combination produced from the Planetary Gear Set it will be possible to create various speed combinations both in the direction of the engine speed and vice versa.This research aims to create and design an application (Engineering Software) to study the workings of the Planetary Gear Set which consists of 3 basic components, namely: Ring Gear, Sun Gear and Planetary Carrier with various interactive gear ratio combinations, which will facilitate students in The Department of Mechanical Engineering in general and the Heavy Equipment Study Program especially in learning the workings of the Planetary Gear Set, so that it is expected to be a tool in the learning and teaching process.Keyword: Planetary Gear Set, Engineering Software.
PENGARUH PARAMETER MENGGURDI BERTAHAP TERHADAP TERBENTUKNYA RASIO DELAMINASI BAIK PADA SISI MASUK MAUPUN SISI KELUAR LUBANG irwan kurniawan; Ismet Hari Mulyadi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.678 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1031

Abstract

Delaminasi merupakan salah satu jenis kerusakan  kritis pada material Komposit. Delaminasi terjadi akibat sebagian dari benda kerja tidak terpotong secara sempurna akan tetapi dilakukan proses pemotongan dengan cara memberikan penekanan melalui pahat gurdi ke material, justru yang terjadi deformasi plastis disebabkan mekanisme penekanan, pada umumnya kondisi seperti ini terjadi pada material  lunak yang memiliki mampu mesin yang rendah dan cenderung menghasilkan cacat seperti delaminasi baik pada bagian masuk (Entrance) maupun keluar lubang (Exit).  penggunaan geometri pahat yang dimodifikasi bertingkat bukanlah  merupakan  kondisi yang  terjadi sebenarnya. Untuk saat ini, kondisi tersebut baru dapat dipenuhi dalam  skala laboratorium, untuk  kondisi sebenarnya penggunaan  metoda menggurdi Step drilling ( Page Drilling Cycle) yang paling memungkinkan  Oleh karena itu pada penelitian ini difokuskan untuk melihat peluang penggunaan metoda  menggurdi bertahap. Dengan menggunakan Rancangan  Metode Taguchi Orthogonal Array L36 pengamatan dilakukan. Hasilnya dianalisa dengan  menggunakan metoda Signal-to-Noise Ratio (S/N ratio) dan ANOVA (Analysis of Variances).  Hasil dari   S/N ratio mengindikasikan bahwa gerak makan kontribusinya sangat kecil untuk menggurangi delaminasi dalam  suatu sistem pemotongan kemungkinan ini disebakan karena gerak makan yang diberikan itu merupakan  rentang yang kecil secara teoritis tidak akan berpengaruh besar terhadap terbentukanya delaminasi