cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
STRUKTUR WACANA ARGUMENTASI TEKS KHOTBAH JUMAT (THE STRUCTURE OF ARGUMENTATION DISCOURSE OF FRIDAY SERMON TEXT) Rudi Hartono Ahli Siddiq
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.658 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3712

Abstract

Struktur Wacana Argumentasi Teks Khotbah Jumat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukanstruktur argumentasi teks khotbah Jumat, dan (2) susunan pesan teks khotbah Jumat. Untuk mencapaitujuan tersebut, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdengan orientasi teoretis analisis wacana. Data penelitian ini berupa wacana tulis argumentasi tekskhotbah. Data ini diperoleh dari teks khotbah yang ditulis oleh khotib, sehingga teknik pengumpulannyamenggunakan dokumen teks khotbah yang didokumentasikan oleh khotib. Penelitian ini dilaksanakandengan jangka waktu selama enam bulan dimulai pada bulan Januari sampai Juni 2014 dengan jumlah71teks khotbah sebanyak 7 buah teks khotbah. Dalam penelitian ini ada dua teori yang digunakan yaitu teoriargumentasi dari Abdul Rani dan teori susunan pesan Monroe. Berdasarkan hasil penelitian diperolehbeberapa kesimpulan struktur argumentasi dalam teks khotbah, yaitu lima bagian (a) pernyataan, (b)alasan, (c) pembenaran, (d) dukungan, dan (e) modal. Berikut ini akan dijabarkan tiap-tiap bagianstruktur argumentasi tersebut. Struktur pernyataan, alasan, pembenaran, dukungan, terdapat padasetiap judul teks khotbah, yaitu Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah, ShalatBerjamaah, Sifat Dengki, sedangkan struktur argumentasi yang menyatakan modal tidak terdapatpada semua teks, sedangkan mengenai penyusunan pesan dalam teks khotbah dapat disimpulkanbahwa susunan pesan yang terdapat pada kelima teks khotbah sebagai berikut. Penyusunan pesan yangmenyatakan perhatian terdapat setiap judul teks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban,Tawakal, Sedekah, Shalat Berjamaah, Sifat Dengki. Susunan pesan yang menyatakan kebutuhanterdapat pada setiap judul teks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah,Shalat Berjamaah, Sifat Dengki. Susunan pesan yang menyatakan pemuasan terdapat pada setiap judulteks khotbah Shalat Fardu Lima Waktu, Hikmah Kurban, Tawakal, Sedekah, Shalat Berjamaah, SifatDengki.Kata-kata kunci: struktur argumentasi, penyusunan pesan, teks khotbah
PEMERTAHANAN BAHASA DAYAK DEAH DESA PANGELAK KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG (LANGUAGE MAINTENANCE OF DAYAK DEAH IN PANGELAK VILLAGE, UPAU SUBDISTRICT, TABALONG REGENCY) Isna Kasmilawati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4821.002 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3742

Abstract

Pemertahanan Bahasa Dayak Deah Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Bahasa Dayak Deah merupakan bahasa daerah yang memiliki kekhasan sendiri bagi penuturnya yang dijadikan sebagai lambang identitas masyarakat tutur Dayak Deah yang sudah dialihkan dari generasi ke generasi sebagai bahasa ibu, sehingga mereka tetap mempertahankan identitas Dayak Deah melalui penggunaan bahasa Dayak Deah sebagai sarana komunitas utama. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan93faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanan BDD di Desa Pangelak, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong. Tujuan penelitian ini difokuskan pada pola-pola penggunaan bahasa oleh informan dalam berbagai ranah, sehingga mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemertahanan BDD di Desa Pangelak. Manfaat penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pemertahanan BDD di Desa Pangelak. Secara teoritik dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu bahasa dan sebagai masukan dalam penyusunan dan perencanaan kebijakan bahasa daerah di tingkat Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian Pemertahanan Bahasa Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong sangat sesuai dengan tujuan penelitian dan mudah digunakan karena metode deskriptif, yaitu menggambarkan suatu fenomena tentang Pemertahanan Bahasa Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Oleh karena itu, data yang diperlukan ada dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemertahanan BDD masih sangat baik (dipertahankan oleh penuturnya) atau berada dalam kategori dapat bertahan, baik oleh GTDD dan GMDD, sehingga kemungkinan terjadi pergeseran BDD di DP masih relatif kecil sekali. Hal ini dikarenakan warga DD masih konsisten menggunakan BDD di rumah dan di luar rumah berdasarkan situasi dan kondisi.Kata-kata kunci: pemertahanan, bahasa dayak deah
FONOTAKTIK BAHASA BANJAR (BANJARESE PHONOTACTIC) Sudarmo Sudarmo
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.497 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3759

Abstract

Fonotaktik Bahasa Banjar. Fokus penelitian linguistik ini adalah distribusi fonem dan aturanfonemis perubahan Bahasa Banjar, dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuanuntuk menentukan distribusi fonem dan aturan fonemis perubahan juga menggambarkan ataumenjelaskan peristiwa atau kejadian secara objektif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi langsung dan studi sastra. Penelitian ini berfokus pada bunyi dalam katakataatau sistem fonotaktik fonem Banjar. Oleh karena itu, studi ini akan mendapatkan penjelasan sambilmenikmati sistem baris fonem Banjar, untuk mengetahui peraturan distribusi fonem dalam kata-kataBanjar, untuk mengatur sistem syllabification kata-kata Banjar yang dapat menentukan aturan dalambahasa Banjar suara-perubahan bahasa, perubahan kelenturan pengucapan fonem dalam distribusiyang berbeda, untuk mengetahui jenis cluster jenis bunyi yang mungkin dan tidak mungkin di tingkatkata-kata, dan untuk mengetahui masalah yang timbul karena diasystem dalam Bahasa Banjar. Has279il studi yang fonem vokal dari bahasa Banjar ada lima, yaitu /a/, /i/, /u/, / o/dan/ѐ/. Semua fonem ini oleh distribusi yang dapat digunakan dalam posisi awal, posisi tengah, danakhir posisi. Ada delapanbelas fonem konsonan Bahasa Banjar, yaitu: /p /, / b /, / t /, / d /, / c /, / j /, / k /, / g /, / s /, / h /, / m/, / n /, / ŋ /, / ñ /, / r /, / l /, / w/ dan/y /. Semua fonem ini oleh distribusi mereka dapat digunakandalam posisi awal, posisi tengah dan posisi akhir, dengan pengecualian fonem/b/, /d/, /j/, /g/ dan /ñ/yang tidak boleh digunakan dalam posisi akhir. Ada empat pola suku kata bahasa Banjar, yaitu V, VK,KV, dan KVK. Pola suku kata, keterbatasan munculnya fonem vokal dan konsonan fonem pada sukukata disyllabic KVKKVK.Kata-kata kunci: fonotaktik, distribusi fonem
WIRAMARTAS DAN KAPAL PRABAYAKSA DALAM HIKAYAT RAJA BANJAR (WIRAMARTAS AND PRABAYAKSA SHIP IN HIKAYAT RAJA BANJAR) M. Rafiek M. Rafiek
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.538 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4417

Abstract

Wiramartas dan Kapal Prabayaksa dalam Hikayat Raja Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan dan menjelaskan tentang wiramartas dan kapal si Prabayaksa dalam HikayatRaja Banjar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hermeneutika Ricoeur. Metodeyang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah kerja hermeneutika Ricoeur.Teknik lain yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah (1)Wiramartas sebagai Keluarga Empu Jatmaka, (2) Wiramartas sebagai Pimpinan Semua Nakhoda danJuru Perdagang, (3) Wiramartas sebagai Seorang yang Menguasai Banyak Bahasa, (4) Wiramartassebagai Menteri Perdagangan dan Pemelihara Kapal si Prabayaksa, (5) Wiramartas sebagai SeorangNakhoda yang Menguasai Bahasa Cina, (6) Wiramartas sebagai Utusan Raja Nagara Dipa kepadaraja Cina, (7) Wiramartas sebagai Pimpinan Semua Nakhoda yang Memelihara dan MemperbaikiKapal si Prabayaksa dan Kapal-Kapal Lainnya, (8) Wiramartas sebagai Nakhoda Kapal si Prabayaksayang Mengantarkan Lembu Mangkurat ke Majapahit, (9) Prabayaksa adalah Kapal yang MemilikiKecepatan Lebih Cepat dan Ukuran Lebih Besar daripada Kapal dan Pelang, (10) Prabayaksa memiliki162Banyak Perhiasan ketika Hendak Berlayar ke Majapahit, (11) Prabayaksa Dibelit Naga Putih SuamiIstri, dan (12) Prabayaksa Ditinjau dari Asal-Usul Kata.Kata-kata kunci: wiramartas, prabayaksa, hikayat raja banjar
PEMAKAIAN AKSARA DALAM PENULISAN BAHASA MELAYU HINGGA BAHASA INDONESIA (THE USAGE OF LETTERS ON MALAY TO INDONESIAN LANGUAGE WRITING) Akhmad Yazidi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4484

Abstract

AbstractThe Usage of Letters on Malay to Indonesian Language Writing. This paper discussesthe history of the Indonesian language, literacy in the writing of a variety of languages, Malay letter in writing to the Indonesian language, and spelling in Indonesian. Ofthis section may conclude that in writing the history of written language or alphabetletters contained Paku, the letter Babylonian, Assyrian letters, letters of Ancient Persia;Pallawa, Kawi Letter used in Sanskrit; Arabic, Kanjiin Japanese and Chinese, letters,Jawi Premodern, Modern Java, Bali Modern: literacy Hanacaraka from Lampung,Rencong, Karo Batak, Bugis-Makassar as well;and Latin script. Indonesian languagethat comes from the Malay language has a long history, There are some developmentspase formation of the Indonesian language, namely Old Malay, Malay Market, HigherMalay, and Bahasa Indonesian. Since the 5th century inscription has been found to beYupa in Kutai in East Kalimantan with a script and inscription Pallawa Tarumanegara,and inscriptions in Old Malay inscriptions in a script that is Pallawa Towu Gutters,Cape Inscription Land, and the inscription Limestone City. In a later development afterthe Arabs came to trade missions and preaching, use Malay Arabic script known asJawi letters, and beginning of the 20th century the concept put forward by the Ch. A.Dutch van Ophuysen applied linguists Latin letters into the Malay language. Ever seenon the spelling of force, then in the Indonesian language contained van OphuysenSpelling, Spelling Republic, and Spelling Enhanced.Keywords: letter of the alphabet, spelling, languageAbstrakPemakaian Aksara dalam Penulisan Bahasa Melayu hingga Bahasa Indonesia. Tulisanini membahas tentang sejarah bahasa Indonesia, aksara dalam penulisan berbagaibahasa, aksara dalam penulisan bahasa Melayu hingga bahasa Indonesia, dan ejaandalam bahasa Indonesia. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa dalam sejarahtulisan atau aksara bahasa tulis terdapat huruf Paku, yaitu huruf Babylonia, hurufAssyiria, Huruf Persia Kuno; Pallawa, Huruf Kawi yang digunakan dalam bahasaSanskerta; huruf Arab, huruf Kanji dalam bahasa Jepang dan Cina, huruf, JawiPramodern, Jawa Modern, Bali Modern; Aksara Hanacaraka dari Lampung, Rencong,Batak Karo, serta Bugis-Makassar; serta aksara Latin. Bahasa Indonesia yang berasaldari bahasa Melayu mempunyai sejarah yang cukup lama, Terdapat beberapa faseperkembangan terbentuknya bahasa Indonesia, yaitu bahasa Melayu Kuno, MelayuPasar, Melayu Tinggi, dan Bahasa Indonesia. Sejak abad ke-5 sudah ditemukan prasastiberupa Yupa di Kutai Kalimantan Timur dengan aksara Pallawa dan PrasastiTarumanegara, kemudian prasasti dalam bahasa Melayu Kuno dalam aksara Pallawa,yaitu Prasasti Talang Towu, Prasasti Tanjung Tanah, dan Prasasti Kota Kapur. Dalamperkembangan kemudian setelah bangsa Arab datang dengan misi dagang dan dakwah,48digunakan aksara Arab Melayu yang dikenal sebagai huruf Jawi, dan awal abad ke-20atas konsep yang di kemukakan oleh Ch. A. van Ophuysen ahli bahasa Belandaditerapkan huruf Latin kedalam bahasa Melayu. Dilihat dari ejaan yang pernah berlaku,dalam bahasa Indonesia terdapat Ejaan van Ophuysen, Ejaan Republik atau EjaanSuwandi, dan Ejaan Yang Disempurnakan.Kata-kata kunci: aksara, ejaan, bahasa
MADIHIN: ANALISIS STRUKTUR TEKS, TEMA, DAN CARA PENYAJIANNYA (MADIHIN: TEXT STRUCTURE, THEME, AND WAY OF PRESENTING ANALYSIS) Sri Helda Herawati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.874 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4558

Abstract

AbstractMadihin: Text Structure, Theme, and Way of Presenting Analysis. This research reviewsthree aspects in oral madihin literature. There are text structure, theme, and way ofpresenting. Text structure in Madihin performance consists of four sections; overture,batabi, content, and closing. This structure is generally used by pemadihinan. However,it is not a standard. Every madihin has differentiation in determining which part shouldbe the first or which section should be omitted. The theme depends on the agenda thatwill be held. Way of presenting can be varied. There is madihin that performed by soloand duet. Solo performance usually tends to use pattern of structure text that generallyused. Whereas, in duet carries feedback poems from each other. Pattern in duet usestext structure which is less different than the general one.Keywords: madihin, text structure, theme, way of presentingAbstrakMadihin: Analisis Struktur Teks, Tema, dan Cara Penyajiannya. Penelitian ini mengkajitigas aspek di dalam sastra lisan madihin, yaitu struktur teks, tema, dan cara penyajian.Struktur teks yang ada pada pertunjukan madihin terdiri dari empat bagian, yaitupembukaan, batabi, isi, dan penutup. Struktur ini merupakan susunan yang umumdigunakan oleh pamadihinan. Namun, struktur ini tidak terlalu baku. Setiap madihinmemiliki perbedaan dalam menentukan bagian mana yang lebih dulu atau penghilanganbagian tertentu. Tema yang diangkat dalam sebuah madihin sangat tergantung dengantema acara tempat madihin itu dilaksanakan. Cara penyajian madihin dapat bermacammacam.Ada pertunjukan madihin yang ditampilkan oleh satu orang, ada yangberpasangan. Penampilan tunggal biasanya cenderung menggunakan pola strukturteks yang umum digunakan. Namun, penampilan yang berpasangan dilaksanakandengan cara berbalas-balasan syair antara pamadihinan yang tampil. Pola berpasanganmenggunakan struktur teks yang sedikit berbeda dengan struktur teks yang umumdigunakan.Kata-kata kunci: madihin, struktur teks, tema, cara penyajian
ANALISIS BENTUK DAN BAHASA FITUR PENDIDIKAN DALAM SURAT KABAR BANJARMASIN POST (THE ANALYSIS ON FORM AND FEATURE OF EDUCATION LANGUAGE IN BANJARMASIN POST NEWSPAPER) Ratna Restapaty
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.709 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3786

Abstract

Analisis Bentuk dan Bahasa Fitur Pendidikan dalam Banjarmasin Post. Surat kabar sebagaimedia yang menggunakan cerita-cerita yang tidak hanya untuk menghibur membaca, tetapi jugauntuk memberikan wawasan tentang budaya dan kehidupan di sekitar kita. Salah satu bentukinformasi yang terdapat dalam surat kabar, yaitu fitur. Fitur sebagai jenis tulisan yang unik danmempunyai nilai artistik tersendiri. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah wujudbentuk fitur berita, wujud kohesi dan koherensi, wujud diksi dalam fitur berita pendidikan padaharian Banjarmasin Post. Wujud bentuk fitur dalam penelitian ini mencakup, judul, teras ataulead, tubuh atau body dan penutup atau conclution. Wujud kohesi dalam penelitian ini, yaitukajian 1) referensi, 2) substitusi, 3) elipsis, dan 4) konjungsi. Wujud kohesi mencakup kohesi leksikalyang mengkaji tentang reiterasi (pengulangan), sinonim, dan kolokasi. Unsur tersebut mempunyaikarakter koherensi, yaitu adanya kontinuitas konsep dan relasi yang relevan dan adanyaperkembangan (Progression) dalam paragraf. Wujud diksi yang ditemukan, yaitu 1) pemilihankata (konotasi dan denotasi, istilah asing, kata umum dan kata khusus), dan 2) perubahan makna(perluasan makna, penyempitan makna, ameliorasi, peyorasi, metafora, dan metonimi)Kata-kata kunci : bentuk, bahasa, fitur
TINDAK TUTUR SARKASTIK DI MEDIA SOSIAL (SARCASTIC SPEECH ACTS IN SOCIAL MEDIA) Wiwin Hardiati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.91 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v8i1.4817

Abstract

AbstractSarcastic Speech Acts in Sosial Media.The research entitled sarcastic speech acts in social media ismotivated by the use of speech acts in social media that contain many sarcastic elements, in this study,there are four themes raised, namely the theme of politics, social themes, cultural themes, and economicthemes, and it based on three types of speech acts, namely directive speech acts, expressive speech acts,and assertive speech acts. This research applied the descriptive method. The sources of data obtained fromsocial media and research data are in forms of words or sentences expressed in social media. Then, thedata were collected through several techniques including classification, analysis, and conclusion. Fromthe results of data analysis, researchers can conclude that the act of sarcastic speech is very dominantin the political theme. Based on the type of speech acts of the four themes,the most frequent one toappear is expressive speech acts. Viewed from expressive speech types, the use of sarcastic speech actsis manifested in a variety of expressive ways of expressing displeasure, criticizing, swearing, mocking,insulting, disparaging, venting, and calling nicknames with discriminatory calls. The sarcastic speech actsthat unconsciously stated can have a negative impact on the psychological conditions of the opponent otthe readers and other people who are along with the utterances.Key words: speech acts, sarcastic, social mediaAbstrakTindak Tutur Sarkastik di Media Sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan tindak tuturdi media sosial yang banyak mengadung unsur sarkastik, dalam penelian ini ada empat tema yangdiangkat, yaitu tema politik, tema sosial, tema budaya, dan tema ekonomi kemudian berdasarkan daritiga jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur asertif. Penelitianini menggunakan metode deskriftif. Sumber data didapat dari media sosial dan data penelitian ini ialahkata-kata atau kalimat yang terdapat di media sosial kemudian dikumpulkan melalui beberapa teknik,diklasifikasi, dianalisis, dan disimpulkan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat peneliti simpulkanbahwa tindak tutur sarkastik yang sangat dominan terdapat pada tema politik, sedangkan berdasarkanjenis tindak tutur dari empat tema tersebut yang dominan muncul, yaitu tindak tutur ekspresif. Jikaditinjau dari jenis tuturan ekspresif, penggunaan tindak tutur sarkastik diwujudkan dalam berbagaijenis tindak ekspresif, yaitu mengungkapkan rasa tidak senang, mengkritik, umpatan, ejekan, hinaan,meremehkan, meluapkan, dan memanggil nama panggilan dengan panggilan yang diskriminatif.Sementara itu, jika ditinjau dari fungsi dan maknanya, penggunaan tindak tutur ekspresif mempunyaipotensi yang dapat menimbulkan dampak penggunaan..Kata-kata kunci: tindak tutur, sarkastik, media sosial
JENIS, MAKNA, DAN FUNGSI LELEI MASYARAKAT DAYAK NGAJU (TYPE, MEANING, AND FUNCTION OF LELEI FROM DAYAK NGAJU SOCIETY) Sabur Sabur
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.367 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3707

Abstract

Jenis, Makna, dan Fungsi Lelei Masyarakat Dayak Ngaju. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi lelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap, yaitu merekam kegiatan tutur lisanlelei (teka-teki) masyarakat Dayak Ngaju dan mencatat semua data yang diperoleh melalui perekamankemudian diwujudkan dalam bentuk teks tertulis, dan juga mengumpulkan data dari berbagai bukukumpulan teka-teki. Selain dari buku, penulis juga mengumpulkan data dari internet. Dalam penelitianini pragmatik digunakan sebagai tinjauannya karena satuan analisisnya berupa tuturan yang maknanyaterikat dengan konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lelei masyarakat Dayak terbagi mejadidua jenis, yaitu lelei berhubungan (related riddle) dan lelei tidak berhubungan (unrelated riddle). Leleiberhubungan terbagi lima jenis, yaitu (1) lelei bentuk pertanyaan biasa, (2) lelei bentuk pemahaman,15(3) lelei bentuk superlatif, (4) lelei yang pertanyaanya menggunakan bentuk pertanyaan , dan (5) leleiyang terdiri dari dua pernyataan atau lebih dengan satu jawaban sekaligus. Lelei tidak berhubungan(unrelated) terbagi menjadi enam jenis, yaitu (1) lelei berbentuk pertanyaan yang bersifat teka-teki(riddling questions), (2) lelei yang berisi peretnyaan yang bersifat permainan kata-kata (punning), (3) leleiyang berisi pertanyaan yang bersifat permasalahan (problem atau puzzle),(4) lelei yang pertanyaanyamerupakan perangkap(catch question),(5) lelei yang pertanyaannya bersifat lelucon (ruddle zoke), dan(6) lelei yang merupakan gabungan antara bahasa lisan dan gambar (lelei bersifat konyol). Makna leleimasyarakat Dayak menempati dua bagian pertama, bagian pertanyaan dan kedua, bagian jawaban.Selain jenis dan makna, lelei Dayak Ngaju mempunyai fungsi pendidikan/nasihat, fungsi sosial, danfungsi hiburan.Kata-kata kunci: lelei, jenis, makna dan fungsi
REALISASI MAKSIM TUTUR DALAM TUTURAN ANAK-ANAK REMAJA DI SIRING BANJARMASIN (THE REALIZATION OF SPEECH MAXIMS IN SPEECH TEENAGERS IN BANJARMASIN SIRING) Nurul Huda Fitriani
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.802 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3726

Abstract

Realisasi Maksim Tutur dalam Tuturan Anak-Anak Remaja di Siring Banjarmasin. Maksim tuturmerupakan kaidah kebahasaan di dalam interaksi lingual, kaidah-kaidah yang mengatur tindakannya,penggunaan bahasanya, dan interpretasi-interpretasinya terhadap tindakan dan ucapan lawantuturnya. Selain itu maksim juga disebut sebagai bentuk pragmatik berdasarkan prinsip kerja sama.Tuturan dapat dikatakan sebagai realisasi dari bahasa yang bersifat abstrak. Sedangkan anak-anakremaja ialah kelompok anak-anak yang berusia 12 tahun sampai dengan usia 21 tahun untuk anakwanita sedangkan usia 13 tahun sampai dengan 22 tahun untuk anak laki-laki. Tujuan penelitianuntuk mendeskripsikan pelaksanaan dan pelanggaran implikatur percakapan dalam tuturan anakanakremaja di siring Banjarmasin dengan memperhatikan prinsip kerja sama dari Grice. Pendekatanpenelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitusuatu metode penelitian yang memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimanaadanya pada saat penelitian berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian terungkap pelaksanaan IPdan pelanggaran IP dengan memperhatikan prinsip kerjasama dari Grice. Pelaksanaan maksim tuturterungkap empat pelaksanaan maksim tutur dan empat pelanggaran maksim tutur, yaitu maksimkualitas, maksim kuantitas, maksim relevan, dan maksim cara.Kata-kata kunci: maksim tutur, tuturan, anak-anak remaja

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue