cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932     DOI : -
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS INTEGRATIF MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH: STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA KURIKULUM 2013 (THE LEARNING OF INTEGRATIVE CRITICAL READING THROUGH THE PROBLEM-BASED LEARNING: THE STRATEGY OF LANGUAGE LEARNING OF CURRICULUM 2013) Abdul Syukur Ghazali
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.552 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3784

Abstract

Pembelajaran Membaca Kritis Integratif melalui Pembelajaran Berbasis Masalah: StrategiPembelajaran Bahasa Kurikulum 2013. Membaca merupakan medium untuk memperolehpengetahuan, hiburan, membuka dunia baru. Karena itu, pembelajaran membaca merupakan kegiatanyang penting untuk membentuk keterampilan berbahasa peserta didik. Dalam pelaksanaannya,membaca acapkali diajarkan secara terpisah dari keterampilan menyimak, berbicara, dan menulis.Padahal, Kurikulum 2013 tidak membagi-bagi pembelajaran bahasa menjadi empat keterampilanberbahasa sebagaimana kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan demikian, akan sangatmenguntungkan bagi perkembangan kemampuan berbahasa siswa apabila keterampilan membacadiajarkan secara integratif, yaitu membaca sebagai tumpuan, sedangkan keterampilan berbahasalainnya secara bergantian dijadikan sebagai penunjang pembelajaran bahasa. Selanjutnya, anakdidik dilatih untuk berpikir kritis dengan menggunakan strategi membaca kritis. Hasil pencobaandi kelas menunjukkan bahwa kegiatan menggunakan bahasa dan hasil belajar secara otentikmeningkat tajam.Kata-kata kunci : pembelajaran membaca integratif, keterampilan membaca sebagai landastumpu, membaca kritis
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI TANAMAN BUNGA DAN BUAH DI PASAR KILOMETER 7 KABUPATEN BANJAR (SPEECH POLITENESS IN INTERACTION BETWEEN THE SELLERS AND THE BUYERS OF PLANTS FLOWERS AND FRUITS AT MARKET ON 7TH KILOMETERS IN BANJAR REGENCY) Rusmini, Rusmini
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.072 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3709

Abstract

Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi antara Penjual dan Pembeli Tanaman Bunga dan Buahdi Pasar Kilometer 7 Kabupaten Banjar. Penelitian ini mendeskripsikan wujud kesantunan danstrategi kesantunan dalam interaksi antara penjual dan pembeli tanaman bunga dan buah di PasarKm.7 Kab. Banjar.Wujud kesantunan dalam data yang ditemukan berjumlah enam jenis, yaitu maksimkebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan atau pujian, maksim kerendahan hati,maksim kesepakatan atau kecocokan, dan maksim kesimpatian. Strategi kesantunan ada tiga jenis.Pertama, strategi kesantunan positif, yaitu melalui menggunakan kata sapaan yang berusaha membuatmitra tuturnya merasa akrab. Kedua, strategi kesantunan negatif, yaitu dengan memberikan pilihankepada mitra tuturnya. Ketiga, strategi Off Record, yaitu dengan menggunakan isyarat daripadaperintah langsung.Kata-kata kunci: kesantunan, penjual, pembeli
WACANA HUMOR CERITA MAHALABIU (HUMOR DISCOURSE OF MAHALABIU STORIES) Juhairi Ramadhan
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4783.547 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3739

Abstract

Wacana Humor Cerita Mahalabiu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis wacana humor yang ada di cerita mahalabiu, (2) struktur wacana humor cerita mahalabiu, dan (3) fungsi wacana humor cerita mahalabiu? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini dari seratus cerita mahalabiu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan tekhnik deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah teks cerita Humor Mahalabiu pada kumpulan Kisah-kisah Humor Mahalabiu. Sumber data adalah buku Kisah-kisah Humor Mahalabiu. Tekhnik pengumpulan data adalah dengan cara pembacaan berulang kali dan pencatatan data. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. Pertama, wacana Humor Cerita mahalabiu banyak menggunakan permainan kata atau makna ambigu, melanggar hal-hal yang dianggap tabu (taboo breaking), dan hal-hal yang dapat diobservasi (obversational). Kedua, Pada wacana Humor Cerita Mahalabiu memiliki struktur wacana dengan diawali sebuah pendahuluan lalu diikuti oleh isi dan diakhiri oleh penutup. Namun ada juga yang hanya memiliki struktur wacana pendahuluan dan isi saja. Ketiga, pada wacana Humor62Cerita Mahalabiu mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan, rekreasi, protes sosial kepada masyarakat, memperbaiki akhlak/moral, dan sarana pendidikan.Kata-kata kunci: wacana humor, cerita mahalabiu, tipe-tipe, struktur, fungsi-fungsi
RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI CAHAYA MAHA CAHAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB (RELIGIOSITY IN THE COLLECTION OF CAHAYA MAHA CAHAYA POEMS BY EMHA AINUN NADJIB) Syarah Veniaty
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.742 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3756

Abstract

Religiusitas dalam Kumpulan Puisi Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui makna religiusitas dalam kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib. Makna-makna prinsip sufistik kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) prinsip tauhid, (b) prinsip ke-Ada-an Tuhan dan (c) prinsipfana baka; dan (2) mengetahui wujud dan makna prinsip kebatinan kumpulan puisi Cahaya MahaCahaya karya Emha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) perasaan dosa, (b) perasaan takut, (c) pengakuan240terhadap kebesaran Tuhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian hermeneutika. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri,namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjang kelancaran kerja penelitidan agar menjaga objektivitas data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna dalam prinsip tauhid berupa: keyakinan terhadapTuhannya, keyakinan bahwa Tuhan adalah zat yang esa, keyakinan bahwa Allah memiliki sifat danperbuatan yang tiada tandingannya., keyakinan melalui ritual ibadah. Makna dalam prinsip ke-Ada-anTuhan berupa: keyakinan bahwa Tuhan adalah asal manusia, keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan,keyakinan bahwa Allah selalu bersama umat-Nya. Makna dalam prinsip fana baqa berupa: penyatuandiri seorang insan kepada Tuhannya, perasaan rindu kepada Tuhan, dan keyakinan bahwa Tuhanadalah tujuan setiap manusia. Makna dalam perasaan dosa berupa: perasaan pasrah seorang insankepada Tuhannya, perasaan sadar atas kesalahannya, perasaan ‘sadar diri’ atas kedudukannya. Maknadalam perasaan takut berupa: munculnya perasaan cemas, munculnya perasaan kesepian dan takingin ditinggalkan Tuhan. Makna dalam pengakuan terhadap kebesaran Tuhan berupa: pengakuanterhadap kebesaran Tuhan atas alam semesta dan pengakuan terhadap peran Tuhan dalam setiapkehidupan manusia.Kata-kata kunci: religiusitas, makna,wujud, prinsip sufistik, prinsip kebatinan
IMPLIKATUR YANG TERUNGKAP DALAM BUKU HUMOR NYENTRIK ALA GUS DUR (IMPLICATURES REVEALED IN THE BOOK OF ECCENTRIC HUMORS ALA GUS DUR) Endah Nurkesi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.983 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3772

Abstract

Implikatur yang Terungkap dalam Buku Humor Nyentrik ala Gus Dur. Gus Dur merupakan ulamaintelektual yang memiliki gaya berbicara sarat makna mendalam. Makna itu disampaikan secara125tidak langsung atau tersirat dengan cara humor. Makna tidak tersirat tersebut disebut implikatur.Tuturan dalam humor Gus Dur yang menyiratkan banyak makna menjadi alasan peneliti melakukanpenelitian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud implikatur yang terungkap dalam BukuHumor Nyentrik Ala Gus Dur dan Mendeskripsikan fungsi implikatur yang terungkap dalam BukuHumor Nyentrik Ala Gus Dur.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pragmatik. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif. Data dan sumber data berupa data yang bersumber dari buku Humor Nyentrik Ala GusDur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan metode simak. Instrumendalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dengan menggunakan model alir.Hasilanalisis menemukan wujud implikatur yang terungkap dalam Buku Humor Nyentrik Ala Gus Duradalah: (1) Wujud implikatur percakapan, terdiri (a) jenis humor politik berkaitan dengan kekuasaan,kewenangan, dan perilaku politikus, (b) jenis humor moral berkaitan dengan tindakan yang memilikinilai positif dan tidak memiliki nilai positif, (c) humor rasial berkaitan dengan perbedaan sosial, budayaantar ras. (2) Wujud implikatur konvensional, terdiri (a) humor politik berkaitan dengan kekuasaan,kewenangan, dan perilaku politikus, (b) humor moral berkaitan dengan tindakan yang memiliki nilaipositif dan tidak memiliki nilai positif, (c) humor rasial berkaitan dengan perbedaan sosial dan budayaantar ras. fungsi implikatur yang terungkap dalam Buku Humor Nyentrik Ala Gus Dur adalah: (1)fungsi implikatur menyatakan yang digunakan untuk (a) menyatakan penilaian terhadap kepintaranseseorang, (b) menyatakan keputusan, (c) menyatakan penjelasan atau keterangan, (d) memberikaninformasi, (e) memberi nasihat dengan tuturan humor menghibur, mengkritik, menyindir, dan mendidik.(2) fungsi implikatur memerintah, (a) berupa larangan, (b) menolak, dan (c) menyetujui dengan tuturanhumor mendidik, menyindir, dan meyakinkan. (3) Fungsi implikatur menanyakan yang digunakan (a)meminta alasan dan (b) meminta keterangan dengan tuturan humor mendidik dan mengkritik. (4)fungsi implikatur mengkritik yang digunakan untuk (a) menyebutkan keburukan, (b) kekeliruan, dan(c) kekurangan seseorang dengan tuturan humor menyindir, mendidik, dan mengkritik. Adapun saranpenelitian ini dapat dikembangkan kembali dan dilakukan penelitian yang lebih mendalam sebagaisalah satu usaha untuk mengembangkan teori implikatur pada buku humor.Kata-kata kunci: implikatur, wacana, humor
RAGAM BAHASA WARIA DALAM SINETRON (SHEMALE LANGUAGE VARIETIES IN SOAP OPERAS) M. Rafiek M. Rafiek
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.387 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4481

Abstract

AbstractShemale Language Varieties in Soap Operas. This study aims to describe and explainthe classification, word formation system, and varieties of language functionstransvestites in private television soap operas in Indonesia. This study uses definitionsof regional variations in sociolinguistics theories and methods of qualitative description.An analysis using the rules of grammar formation transvestite varieties of languageused refers to the rules that have been applied by Oetomo (1988) and Oetomo (2003).The results of this study were 24 classifications, 10 word formation systems, and 2functions in varieties of languages transsexual private television soap operas inIndonesia.Keywords: shemale language, classifications, word formation procedures, and functionsAbstrakRagam Bahasa Waria dalam Sinetron. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikandan menjelaskan tentang klasifikasi, tata bentukan kata, dan fungsi ragam bahasawaria dalam sinetron di televisi swasta Indonesia. Penelitian ini menggunakan ancanganteori ragam bahasa dalam sosiolinguistik dan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisisdata menggunakan kaidah tata bentukan ragam bahasa waria yang digunakan mengacupada kaidah yang telah diterapkan oleh Oetomo (1988) dan Oetomo (2003). Hasilpenelitian ini adalah 24 klasifikasi, 10 tata bentukan kata, dan 2 fungsi ragam bahasawaria dalam sinetron di televisi swasta Indonesia.Kata-kata kunci: bahasa waria, klasifikasi, tata bentukan kata, dan fungsi
DOMINASI BAHASA SANSKERTA DAN BAHASA ARAB DALAM KOSAKATA SERAPAN BAHASA INDONESIA (SANSKRIT AND ARABIC VOCABULARY DOMINATION IN INDONESIAN ABSORPTION) Akhmad Yazidi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.357 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4555

Abstract

AbstractSanskrit and Arabic Vocabulary Domination in Indonesian Absorption. Indonesianderived from Malay, Indonesian but not Malay, Indonesian because it is very differentfrom the Malay language. In the development, the Indonesian language is very muchabsorbed the vocabulary of various languages both foreign languages and regionallanguages . It is an indicator of the vitality of the Malay language, the nature of whichis very easy to accept new developments in adaptation to a modern language. Foreignlanguage vocabulary Indonesian absorbed in development include Sanskrit, thelanguage of India, Tamil, Portuguese, Persians, Chinese, Japanese, Dutch, German,Arabic, and English. While the language of the region include Javanese, Sundanese,Batak language, the language of Minangkabau, Palembang language, the languageof the Bugis, Banjar language, the language of the Papuan languages of Maluku,and others. Referring to the elements of universal culture, which absorbed the vocabularyincludes all the elements, ie the religious system and religious ceremony, and communityorganizations systems, knowledge systems, language, the arts and sports, livelihoodsystems, technologies and equipment, nature and environmental conditions, as well asthe feeling expression and psychosis. In this case the language of Sanskrit and Arabicranks first (9 elements), then the Java language (7 elements), Portuguese (6 elements),Dutch and Parsi (5 elements), English, Tamil, and Chinese (4 elements), as well asother languages relatively low. The height uptake in the vocabulary of the languagerelated to the elements of universal culture showed high intensity of communication,assimilation, acculturation inter-language user is concerned with the people and thenation of Indonesia. The motive of the intensity of communication, assimilation, andacculturation of Sanskrit and Arabic through culture, religion, economics, politics, etc.so that the uptake vocabulary from Sanskrit and Arabic dominates in the formation ofthe Indonesian language.Keywords: domination, absorptionAbstrakDominasi Bahasa Sanskerta dan Bahasa Arab dalam Kosakata Serapan BahasaIndonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, namun bahasa Indonesiabukan bahasa Melayu, karena bahasa Indonesia sangat berbeda dengan bahasaMelayu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia sangat banyak menyerapkosakata dari berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Hal inisebagai indikator vitalitas dari bahasa Melayu, yaitu sifat yang sangat mudah menerimaperkembangan baru dalam adaptasi untuk menjadi bahasa yang modern. Bahasa asingyang kosakatanya diserap dalam perkembangan bahasa Indonesia meliputi bahasa225Sanskerta, bahasa India, bahasa Tamil, bahasa Portugis, bahasa Parsi, bahasa China,bahasa Jepang, bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Arab, dan bahasa Inggris,sedangkan dari bahasa daerah meliputi bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Batak,bahasa Minang, bahasa Palembang, bahasa Bugis, bahasa Banjar, bahasa dari Papua,bahasa dari Maluku, dan lain-lain. Mengacu pada unsur kebudayaan universal,kosakata yang diserap meliputi seluruh unsur, yaitu sistem religi dan upacarakeagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa,kesenian dan olahraga, sistem mata pencaharian, teknologi dan peralatan, kondisialam dan lingkungan, serta ungkapan perasaan dan kejiwaan. Dalam hal ini, bahasaSanskerta dan bahasa Arab menduduki urutan pertama (9 unsur), kemudian bahasaJawa (7 unsur), bahasa Portugis (6 unsur), bahasa Belanda dan Parsi (5 unsur),bahasa Inggris, Tamil, dan Cina (4 unsur), serta bahasa lainnya yang relatif rendah.Tingginya serapan kosakata dari bahasa di atas berkaitan dengan unsur budayauniversal menunjukkan tingginya intensitas komunikasi, asimilasi, akulturasiantarmasyarakat pemakai bahasa yang bersangkutan dengan masyarakat dan bangsaIndonesia. Motif dari intensitas komunikasi, asimilasi, dan akulturasi dari bahasaSanskerta dan bahasa Arab merasuk pada semua aspek kehidupan masyarakat melaluibudaya, agama, politik, dan ekonomi sehingga dominasi bahasa Sanskerta dan bahasaArab sangat tinggi dalam serapan kosakata bahasa Indonesia.Kata-kata kunci: dominasi, serapan
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM NOVEL LADANG PERMINUS KARYA RAMADHAN K.H. (THE CHARACTER VALUES IN LADANG PERMINUS NOVEL BY RAMADHAN K.H.) Darmadi Darmadi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.64 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3789

Abstract

Nilai-Nilai Karakter dalam Novel Ladang Perminus karya Ramadhan K. H. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif tentang 7 nilai karakter dalam Ladang Perminus:(1) Nilai religius, (2) Nilai jujur, (3) Nilai kerja keras (4) Nilai kreatif (5) Nilai rasa ingin tahu, (6)Nilai bersahabat/komunikatif, dan (7) Nilai gemar membaca.Data penelitian ini adalah novel LadangPerminus karya Ramadhan K.H. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatansosiologi sastra. Metode dan teknik penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknikanalisis isi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan kartu data. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 7 nilai karakter dalam novel Ladang Perminus, yaitu nilai religius(16 buah), terdiri atas selalu berdoa/berzikir dalam berbagai aktivitas dan peristiwa, mengerjakanshalat/sembahyang, mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan atau pengajian, percaya dengan takdir,nasib, dan peruntungan manusia; nilai jujur (29 buah), terdiri atas melaksanakan tugas sesuaidengan aturan, hukum yang berlaku, menyebutkan secara tegas keunggulan dan kelemahan suatupokok pembicaraan, mau bercerita tentang permasalahan dirinya, mengemukakan pendapat tentangsesuatu yang diyakininya, mengembalikan barang yang bukan haknya kepada pemiliknya; nilai68kerja keras (19 buah), terdiri atas mengerjakan tugas dengan giat dan rajin, menggunakan waktusecara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan, selalu berusaha untuk mencariinformasi yang dapat menunjang pekerjaan; nilai kreatif (20 buah) terdiri atas mengajukan suatupikiran baru tentang sesuatu pokok bahasan, menerapkan teori, saran, dan nasihat dari seorangprofesional dalam pelaksanaan di lapangan; nilai rasa ingin tahu (28 buah) terdiri atas inginmengetahui sesuatu berita, mencari tahu sesuatu yang tersembunyi untuk memperoleh kepastian,mendiskusikan beberapa peristiwa alam, sosial, dan pekerjaan; nilai bersahabat/komunikatif (19buah) terdiri atas rasa senang berbicara, rasa senang bergaul, bekerja sama dengan orang lain; nilaigemar membaca (7 buah) terdiri atas kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan,suka mengoleksi buku/bahan bacaan.Kata-kata kunci : nilai karakter, novel
KAJIAN STILISTIKA DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA (THE STUDY OF STYLISTICS IN SANG PEMIMPI NOVEL WRITTEN BY ANDREA HIRATA) Susiana Herliati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.531 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v8i1.4814

Abstract

AbstractThe Study of Stylistics in Sang Pemimpi Novel Written by Andrea Hirata. The study of stylists in thenovel of Sang Pemimpi of Andrea Hirata presents an excellent story about young business to achievedreams but still adheres to traditions and religions with all the “juvenile delinquency of the world”, aswell as the hard work of achieving dreams that have been declared. How is the use of figurative languagein the novel Sang Pemimpi by Andrea Hirata which includes: (1) figurative speeches for comparison,(2) figurative speeches for conflicts, (3) figurative speeches for relationships, (4) figurative speeches forrepetition and how the imagery contained in the novel Sang Pemimpi Andrea Hirata which includes: (1)visual imagery, (2) auditory imagery, (3) kinesthetic imagery, (4) motion imagery, (5) olfactory imagery,(6) gustatory imagery, (7) experiences related to nature 8) the souls related to the senses. This research usesdescriptive method. The reason for using this method because based on its characteristics, this methodis oriented to the effort of obtaining information about certain phenomena systematically, factually andaccurately based on the facts obtained from the object of study. Descriptive method is a problem-solvingprocedure that is done by describing or describing the state of the object of research based on existingfacts. Thus, the results of the above research have two topics that have not been achieved because theresults are not there as in figurative language or style of language as in the case of contradictions that iseksimoron or style of language that use the word opposite the word is not found, as well as on the imageryof the novel The Dreamer also did not find the results of the data, while the other data has a number ofdifferent according to the results found in the novel text of the leader of Andrea Hirata’s work.Key words: stylistics, figure of speech, imageryAbstrakKajian Stilistika dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Kajian stilistika dalam novel SangPemimpi Karya Andrea Hirata memaparkan cerita yang sangat baik tentang usaha muda untuk meraihmimpi tetapi tetap menaati tradisi dan agama dengan segala “kenakalan dunia remaja”, sekaligus kerjakeras meraih mimpi yang telah dicanangkan. Bagaimanakah penggunaan bahasa figuratif dalam novelSang Pemimpi karya Andrea Hirata yang meliputi: (1) majas perbandingan, (2) majas pertentangan, (3)majas pertautan, (4) majas perulangan dan Bagaimanakah citraan (imagery) yang terdapat dalam novelSang Pemimpi karya Andrea Hirata yang meliputi: (1) citraan penglihatan, (2) citraan pendengaran,(3) citraan rabaan, (4) citraan gerak, (5) citraan penciuman, (6) Pencecapan, (7) Pengalaman berkaitandengan alam, dan (8) jiwa berkaitan dengan indera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.Adapun alasan menggunakan metode ini karena berdasarkan karakteristiknya, metode ini berorientasi93pada upaya pemerolehan informasi tentang fenomena-fenomena tertentu secara sistematis, faktual,dan akurat berdasarkan fakta yang didapat dari objek kajian. Metode deskriptif merupakan prosedurpemecahan masalah yang dilakukan dengan menggambarkan atau mendeskripsikan keadaan objekpenelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dengan demikian, hasil penelitian di atas tersebut adadua topik yang belum dicapai karena hasilnya tidak ada seperti pada bahasa figuratif atau gaya bahasaseperti pada majas pertentangan yaitu aksimoron atau gaya bahasa yang mempergunakan kata yangberlawanan kata tidak ditemukan, begitu pula pada pencitraan pencecapan pada novel Sang Pemimpijuga tidak ditemukan hasil data tersebut, sedangkan data yang lainnya memiliki jumlah yang berbedabedasesuai dengan hasil yang ditemukan pada teks novel Sang Pemimpin karya Andrea Hirata tersebut.Kata-kata kunci: stilistika, majas, citraan
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL LAYANG-LAYANG PUTUS KARYA MASHARTO ALFATHI (CHARACTER EDUCATION VALUE IN LAYANG-LAYANG PUTUS WRITTEN BY MASHARTHO ALFATHI) Mayang Muhairinnisa
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.604 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3701

Abstract

Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel “Layang-Layang Putus” karya Masharto Alfathi.Nilai pendidikan karakter ini diteliti karena novel merupakan media yang dapat digunakan untukmengajarkan nilai pendidikan karakter melalui sastra. Tujuan penelitian ini adalah (1) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan ketuhanan, (2) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan diri sendiri, dan (3) untukmendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan orang lain atau masyarakat.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologis. MetodePenelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu metode pendekatan untuk mendeskripsikan isiatau kandungan cerita yang memuat nilai pendidikan karakter. Data bersumber dari novel “Layang-Layang Putus” karya Masharto Alfathi, diterbitkan oleh PT Mizan Bunaya Kreativa, Bandungtahun 2005 ketebalan buku sebanyak 287 halaman. Hasil penelitian dari data yang dianalisis sebagaiberikut: 1) Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan ketuhanan: a.ikhlas, b.iman dan c.ihsan,2) Nilai pendidikan karakter yang terkait dengan diri sendiri: a. jujur, b. bertanggungjawab, c.bergaya hidup sehat, d. disiplin, e. kerja keras, f. percaya diri, g. berjiwa wirausaha, h. berpikir logis,kritis, kreatif dan inovatif, i. mandiri, dan j. ingin tahu dan cinta ilmu 3) Nilai pendidikan karakteryang terkait dengan orang lain/ masyarakat: a. sadar akan hak dan kewajiban diri sendiri dan orang302lain, b. patuh pada aturan sosial, menghargai karya dan prestasi orang lain, c. santun, d. demokratis,e. bersahabat dan komunikatif dan peduli sosial.Kata-kata kunci: pendidikan karakter, novel

Page 6 of 30 | Total Record : 295


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 1 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 2 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 2 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 2 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 10, No 1 (2020): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 2 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) More Issue