cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2: November 2024" : 12 Documents clear
Kepemimpinan Kristen sebagai Katalisator dalam Pendidikan Inklusif: Implementasi Teologis Kepemimpinan Gerejawi dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i2.338

Abstract

Inclusive education, which aims to provide equal opportunities for all children, including children with special needs, requires support from various parties, one of which is through Christian leadership based on biblical values. However, research linking Christian leadership with inclusive education, especially for children with disabilities, is limited. This research aims to actualise how inclusive principles in the church context can be applied to create a supportive and welcoming educational environment for children with disabilities. In this research, a literature study approach using a descriptive qualitative method is used.  It can be concluded that inclusive theology in church leadership encourages concrete actions to build a welcoming community for all, regardless of physical or social differences, and to fight stigma against people with disabilities. The church, with a commitment to serve with love, creates a space where every individual is valued, according to the teachings of Christ who involves and respects and values the marginalized, namely children with special needs.   Abstrak Pendidikan inklusif, yang bertujuan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memerlukan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya melalui kepemimpinan Kristen yang berlandaskan nilai-nilai alkitabiah. Namun, penelitian yang menghubungkan kepemimpinan Kristen dengan pendidikan inklusif, khususnya untuk ABK, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktualisasi bagaimana prinsip inklusif dalam konteks gereja dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung dan ramah bagi ABK. Dalam penelitian ini, pendekatan studi pustaka dalam metode kualitatif deskritif  menjadi metode penulisan.  Dapat disimpulkan bahwa  Teologi inklusif dalam kepemimpinan gereja mendorong tindakan nyata untuk membangun komunitas yang ramah bagi semua, tanpa memandang perbedaan fisik atau sosial, serta melawan stigma terhadap penyandang disabilitas. Gereja, dengan komitmen untuk melayani dengan kasih, menciptakan ruang di mana setiap individu dihargai, sesuai ajaran Kristus yang melibatkan dan menghormati dan menghargai yang termarginalkan yaitu anak berkebutuhan khusus.
Cinta yang Berkulitas sebagai Dasar Pernikahan Kristiani yang Harmonis: Sebuah Refleksi Biblikal Sugito
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article serves as a practical and innovative guide for Christian couples seeking a harmonious marriage. It does so by implementing four key pillars: Agape love, respect, spiritual and biological intimacy, and open communication, with a particular emphasis on the spiritual foundation compared to other aspects of love. A descriptive qualitative approach is employed through a literature review of the Bible, religious books, and scholarly journals. The author reveals the need for the importance of lifelong commitment and genuine sacrifice to achieve this type of successful marriage.   Abstrak Artikel sebagai panduan praktis dan inovatif bagi pasangan suami istri Kristen yang ingin memiliki pernikahan harmonis. Hal ini dilakukan dengan menerapkan empat pilar utama kasih Agape, penghormatan, keintiman spiritual dan biologi, dan komunikasi terbuka dengan penekanan khusus pada landasan spiritual dibandingkan dengan aspek lain dari cinta. Pendekatan kualitatif deskriptif dilaksankan melalui studi literatur dalam Alkitab, buku agama, dan jurnal ilmiah. Penulis mengungkap kebutuhan akan pentingnya komitmen seumur hidup dan pengorbanan yang tulus untuk mencapai jenis pernikahan yang berhasil.  
Khotbah Ekspositori sebagai Jembatan antara Teks Suci dengan Konteks Kehidupan: Sebuah Studi pada Gereja Pantekosta Tabernakel Surabaya Lumbanbatu, Arjuna; Sugiharto, Ayub
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the teachings of the Bible is a need of the congregation throughout the history of the church. In particular, today's congregation in the midst of the development of the digital world, is required to understand its faith correctly and relevant to the times. The Bible is the highest authority in the teaching and practical life of the congregation, especially in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. However, for the congregation of the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper, understanding the Bible is not easy, because there is a gap between the text of the Bible and the context of this congregation living in the present. There are differences in language, socio-cultural, political and religious that are very contrasting between the context of the Bible and the present. Expository preaching plays an important role as a bridge between the text of the Bible and the congregation. Through a descriptive qualitative method, the research was conducted by collecting and analyzing library data and then comparing it with the factual situation in the field. In addition, observations were made of sermon archives at the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper in the last four years, as well as short interviews related to the development of the topics discussed with several congregations. From the research, it was found that expository preaching is able to bridge the Bible text with today's congregation, specifically in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. First, expository preaching rephrases the Bible's teachings into today's language; second, expository preaching structures the sermon in a systematic way that is easy for the congregation to understand; third, it helps the congregation participate in Bible teaching; and fourth, it increases the congregation's interest in Biblical teaching.   Abstrak Memahami pengajaran Alkitab adalah kebutuhan jemaat sepanjang sejarah gereja. Secara khusus jemaat masa kini ditengah-tengah perkembangan dunia digital, diharuskan untuk mengerti imannya secara benar dan relevan dengan zaman. Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam pengajaran maupun kehidupan praktis jemaat, khususnya di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Namun bagi jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong, memahami Alkitab bukanlah hal yang mudah, karena adanya kesenjangan antara teks Alkitab dengan konteks jemaat ini yang hidup di masa kini. Ada perbedaan bahasa, sosial budaya, politik serta keagamaan yang sangat kontras antara konteks Alkitab dan masa kini. Khotbah ekspositori menjadi penting peranannya sebagai jembatan antara teks Alkitab dan jemaat. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan dengan pengumpulan dan analisa data-data kepustakaan kemudian dikomparasi dengan situasi faktual di lapangan. Selain itu dilakukan pengamatan terhadap arsip-arsip khotbah di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong empat tahun belakangan ini, juga wawancara singkat terkait perkembangan topik yang dibahas dengan beberapa jemaat. Dari penelitian diperoleh fakta bahwa khotbah ekspositori mampu menjembatani antara teks Alkitab dengan jemaat masa kini, secara khusus di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Pertama, khotbah ekspositori membahasakan ulang pengajaran Alkitab kepada bahasa masa kini; kedua, khotbah ekspositori menyusun khotbah dalam sistematika yang mudah untuk dipahami jemaat; ketiga, membantu partisipasi jemaat terhadap pengajaran Alkitab; dan keempat, meningkatkan minat jemaat terhadap pengajaran yang Biblikal.  
Teologi Salib dan Total Depravity: Membangun Kerangka Etika Kristen yang Berpusat pada Penebusan Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dirangkai dalam rangka membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan melalui kombinasi teologi salib dan doktrin total depravity. Teologi salib menggarisbawahi kuasa Allah untuk keselamatan melalui salib Kristus. Total depravity menegaskan tentang kebobrokan manusia karena dosa yang diwarisi oleh Adam dan Hawa. Kerangka etika Kristen yang dibangun atas dasar kombinasi teologi salib dan total depravity akan membawa setiap orang Kristen berpusat pada penebusan untuk membangun kehidupan etisnya. Dengan demikian, setiap orang Kristen akan mengalami kuasa transformatif yang akan membawa setiap orang Kristen dapat menunjukkan kehidupan etis serta moral dengan kuasa ilahi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba menelusuri keterkaitan antara teologi salib dan total depravity untuk membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan. Penulis menegaskan bahwa teologi salib dan total depravity dapat membawa setiap orang Kristen membangun kerangka etika yang berpusat pada penebusan karena disanalah ada kuasa transformatif yang dapat mengubah dan membangun kehidupan etis setiap orang percaya.
Theopreneurical Leadership: Konstruksi Model Pelayanan Pendeta-Pengusaha Berbasis Pendekatan Teologi Paulus Tri Nugroho, Basuki
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i2.515

Abstract

The problem of pastors who also work as entrepreneurs is a complex issue involving religious, social, and economic aspects. To overcome this problem, a comprehensive approach involving various related parties is needed and supported by clear regulations and strict law enforcement. Theological Entrepreneurship introduces the view that ministers of God can also be entrepreneurs, pursuing activities that involve business strategies to achieve more incredible spiritual and social outcomes. This provides a new perspective on the understanding of God's servants as agents of change who are competitive and able to adapt to the dynamics of modern society. The outline of this study is based on literature sources using the literature study method. Paul's influence in the church's history is evident in his travels and letters, which reflect a spirit of spiritual entrepreneurship. Through his work as a tentmaker or entrepreneur, Paul had more freedom to preach the gospel to the Jewish people. This shows how vital the "bridge of evangelism" is for a gospel preacher. Thus, the link between entrepreneurship and church ministry goes beyond just the concept of Christian ministry; it also includes various other aspects relevant to the church's purpose and vocation.  
Menyemai Harmoni dalam Perbedaan: Spiritualitas Pentakostal sebagai Solusi Atas Polarisasi Nurjadi Purnama; Setyobekti, Andreas Budi
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious polarization in Indonesia presents a significant challenge in maintaining social harmony amidst cultural and religious diversity. This polarization is often triggered by doctrinal exclusivism, the politicization of religion, and the lack of interfaith dialogue. This study explores the contribution of Pentecostal spirituality, particularly through the concept of hospitality, as a solution to mitigate polarization. Using a qualitative descriptive approach, the research analyzes literature on the theology of religions, Pentecostal spirituality, and social dynamics related to religious conflicts. The analysis reveals that Pentecostal spirituality, centered on the role of the Holy Spirit as the source of love and acceptance, offers an inclusive approach that fosters equitable interfaith dialogue. The proposed theological model based on Pentecostal hospitality includes interfaith education, community strengthening through acts of love, inclusive doctrinal reinterpretation, and the creation of safe spaces for dialogue. This model is not only theoretically relevant but also practically applicable in pluralistic Indonesian society. With proper implementation, it has the potential to enhance social cohesion and provide a strategic solution for fostering sustainable interfaith harmony.
Keberlanjutan Misiologi di Era Digital: Strategi Menjangkau Generasi Z di tengah Gelombang Revolusi Teknologi Arifianto, Yonatan Alex; Tiwa, Jerry F.
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan teknologi digital yang semakin maju, massif dan terus berkembang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam hal sosial, budaya, dan spiritual, terutama di kalangan generasi Z. Gelombang digital ini sangat riskan bagi generasi Z terbawa arus negatif konten dari era informasi globalisasi. Apalagi kebutuhan dan karakteristik generasi Z yang sangat terhubung dengan teknologi digital, yang sulit dilepaskan dan cenderung memiliki pola pikir dan preferensi yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi misiologi yang efektif dalam menjangkau dan melibatkan generasi Z di tengah gelombang teknologi. Metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature dipilih dalam penelitian ini untuk membangun keberlanjutan misiologi di era digital memerlukan strategi inovatif untuk menjangkau generasi Z, dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menyampaikan pesan iman yang relevan dan efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekristenan harus memahami hakikat misiologi dalam peran Amanat Agung, sehingga adanya transformasi misiologi dalam konteks digital yang sesuai dengan karakteristik generasi Z dan dampaknya terhadap strategi misiologi, sehingga dapat diaktualisasi kekristenan dalam strategi komunikasi digital untuk meningkatkan dampak misiologi. Hal ini suatu keberlanjutan misiologi di era digital memerlukan inovasi dalam strategi komunikasi, serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika teknologi dan perubahan sosial yang terjadi pada generasi Z.
Penggembalaan Efektif Digital Natives dalam Transformasi Budaya Teknologi Society 5.0 Justine, Normando; Theofany, Shekinah; Abraham, Jessica Elizabeth
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya teknologi di era Society 5.0 menimbulkan efek negatif bagi anggota Tubuh Kristus, khususnya Digital Natives. Jika hal ini dibiarkan, maka Gereja akan kehilangan jiwa-jiwa yang berpotensi. Penelitian ini ditujukan supaya para gembala dapat menggembalakan dengan lebih relevan dan menjadikan mereka agen perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menyelidiki karakteristik dan fenomena sosial. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka untuk memberikan landasan teori dalam memecahkan masalah penggembalaan terhadap Digital natives di era Society 5.0. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa strategi efektif dalam membimbing generasi digital. Penelitian ini mengeksplorasi strategi penggembalaan yang relevan serta mendorong partisipasi aktif Digital natives dalam transformasi budaya teknologi. Implementasi nilai-nilai kebenaran Kristen dalam konten dan penggunaan berbagai platform digital seperti media sosial, blog, dan podcast menjadi kunci untuk menjaga relevansi gereja. Dengan demikian, gereja dapat memberikan dukungan dan pemulihan melalui ruang digital, menciptakan generasi terang di tengah dunia modern.
Peran Gereja dalam Meluruskan Pemahaman Tradisi Bedekeh pada Masyarakat Suku Akit di Pulau Rupat Santoso, Novie; Santoso, Christopher
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Alkitab, tercatat ada orang-orang yang sakit akibat roh jahat (Iblis) dan Tuhan Yesus mampu untuk menyembuhkan mereka. Tetapi ditemui pada orang Kristen suku Akit yang masih mempercayai tradisi Bedekeh untuk mengobati penyakit yang dipercaya bersumber dari kekuatan supranatural. Melalui studi literatur dan wawancara, penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penyebab mereka mempercayai tradisi ini dan menemukan peran dari gereja untuk meluruskan pandangan mereka yang tidak sesuai dengan Alkitab. Didapatkan bahwa orang suku Akit mempercayai tradisi ini karena mitos yang berkembang secara turun temurun, efek samping yang minim dan biaya yang murah; pemahaman jemaat suku Akit terhadap kebenaran Injil pun masih kurang. Gereja harus berperan dalam memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani, yaitu metode kombinasi antara penginjilan melalui kunjungan pribadi lepas pribadi dan permuridan secara formal dan membantu/ mengusahakan jemaat untuk terdaftar pada fasilitas kesehatan dari pemerintah. Dengan pemahaman Injil yang lebih mendalam, iman jemaat suku Akit dapat terus bertumbuh dan meninggalkan budaya lama
Membaca 2 Tawarikh 7:14 dalam Konteks Kebangunan Rohani di Kabupaten Supiori, Papua Ferra Wanggai; Gernaida Krisna R. Pakpahan
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the potential of intercessory prayer, as outlined in 2 Chronicles 7:14, as a transformative strategy for advancing Supiori Regency, recognized as the "Island of the Gospel." Intercessory prayer, which emphasizes humility, seeking God, and collective repentance, is pivotal in addressing the region's social, economic, and spiritual challenges. With a poverty rate nearing 40%, the integration of spiritual transformation through intercessory prayer with local cultural values—such as respect, unity, and mutual cooperation—serves as a foundation for fostering social harmony and community well-being. Employing a descriptive qualitative approach, this study utilizes theological hermeneutic analysis to assess the implementation of Gospel principles in societal governance and administration. The findings reveal that intercessory prayer functions as a catalyst for restoring spiritual connections with God while simultaneously strengthening social solidarity. Moreover, intercessory prayer provides a framework for local leaders to develop policies grounded in justice and communal welfare. The integration of prayer practices with cultural values presents a model for spiritual and social transformation applicable to other regions, aligning with Supiori's vision of becoming a harmonious, inclusive, and empowered society.

Page 1 of 2 | Total Record : 12