cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
Menerapkan Makna Ibadah Menurut 1 Timotius di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Hosana Keerom Barat Eddy Banne; Daud Manno
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.363 KB) | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i1.151

Abstract

Worship is not just liturgy. More than that, worship has a close relationship between God and humans and humans with each other. In worship, it has an impact on the Christian life. The Apostle Paul in his writings outlines the importance of worship from the viewpoint of the church and the servant of God. The purpose of this study is to describe the meaning of worship according to 1 Timothy and how the congregation applies the meaning of worship. This article is a qualitative study of the meaning of worship according to Chapter 1 Timothy. By approaching the descriptive analysis method so as to get a clear picture through data obtained from the church of GPdI Keerom Barat.AbstrakIbadah bukan hanya sekedar sebuah liturgi. Lebih dari pada itu, ibadah memiliki hubungan yang erat relasi antara Allah dengan manusia dan manusia dengan sesama. Di dalam beribadatan mengandung dampak bagi kehidupan kekristenan. Rasul Paulus di dalam tulisannya menguraikan pentingnya ibadah dari sudut pandang jemaat dan pelayan Tuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan makna ibadah menurut 1 Timotius dan bagaiaman jemaat mengaplikasikan makna ibadah tersebut. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif tentang makna ibadah menurut Surat 1 Timotius. Dengan pendekeatan metode deskriptif analisis sehing-ga mendapatkan gambaran yang jelas melalui data yang diperoleh dari jemaat GPdI Keerom Barat.
Implementasi Pelayanan Holistik Berdasarkan Matius 25:35-36 pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Abepura, Jayapua Suyatin Suyatin
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i1.84

Abstract

Pelayanan Holistik berdasarkan Matius 25:35-36
Peran Manajemen dalam Mengembangkan Pelayanan di Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Perumnas Martubung, Medan Akdel Parhusip; Merry G. Panjaitan; Maya Dewi Hasugian
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.467 KB) | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i1.144

Abstract

Management is an effort and a way of utilizing human resources and existing objects, in order to achieve goals effectively and efficiently. Management has functions in planning, organizing, implementing, and controlling. Good management will usually give good results including in relation to the world of service. The method used in this literature research is descriptive, which provides a general description of management and the importance of applying management in the world of the church to be able to develop the services that are in it.AbstrakManajemen adalah sebagai usaha dan cara dalam pemanfaatan sumber-daya manusia serta benda yang ada, agar tercapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen memiliki fungsi-fungsi dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Manajemen yang baik biasanya akan memberikan hasil yang baik pula termsuk dalam kaitannya dengan dunia pelayanan. Metode yang digunakan dalam penelitian lite-ratur ini adalah deskriptif, yaitu memberikan gambaran umum tentang manajemen dan pentingnya penerapan manajemen dalam dunia gereja untuk dapat mengembangkan pelayanan yang ada di dalamnya.
Pernikahan, Perceraian dan Pernikahan Kembali menurut Matius 19:1-12 Abednego Bamba
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i1.149

Abstract

Pernikahan, Perceraian dan Pernikahan Kembali menurut Maitus 19:1-12
Peran Orang tua dalam Pembentukan Iman Anak berdasarkan 2 Timotius 3:14-17 Welmina Takanyuai; Nelly Nelly
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.192

Abstract

The role of parents in fostering children's faith is very important because children are the next generation of families, churches, and nations. However, in nurturing children to grow in faith, it is not easy, because in this phase they experience many challenges so that children need to be directed in a positive direction so that they are in accordance with God's will. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. Data collection techniques were carried out through literature and interviews. The conclusion obtained based on the study of text 2 Timothy 3: 14-17 is, the role of parents is to be ready to face the challenges of future education, focus on educational goals, become role models, and teach and hold on to the truth, remembering the teachings of true leaders.AbstrakPeranan orang tua dalam pembinaan iman anak sangatlah penting karena anak-anak adalah generasi penerus keluarga, gereja dan bangsa. Akan tetapi dalam membina anak bertumbuh dalam iman tidaklah mudah, karena pada fase ini mereka mengalami banyak tantangan sehingga anak  perlu diarahkan kearah yang positif agar sesuai dengan kehendak Tuhan. Penelitian ini meng-gunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pe-ngumpulan data dilakukan melalui literatur dan wawancara. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan kajian teks 2 Timotius 3:14-17 adalah, peran orang tua adalah siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan, fokus pada tujuan pendidikan, menjadi teladan serta mengajar dan berpegang pada kebenaran, mengingat ajaran pemimpin yang benar.
Hubungan Karakter Kepemimpinan dan Kepemimpinan Visioner Gembala dengan Pertumbuhan Gereja Rivo Manansang; Jefit Sumampouw
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.208

Abstract

Church growth is associated with many factors, but the most essential factor affecting church growth is the influence of church leaders. GPdI in Jayapura often experience leadership fluctuations related to the character of the leader and the vision of the leader, which of course ultimately has an impact on the slow development of local churches and certain areas in Jayapura. The purpose of this study was to determine how the influence of the visionary leadership and lead character of pastors on the growth of the Pentecostal Church in Indonesia in Jayapura. The research method used in this research is quantitative using multiple linear regression analysis techniques through hypothesis development tests, namely the F test and the t-test. The results showed that the lead character and visionary leadership of the shepherds proved to have a significant effect on the growth of the GPdI church in Jayapura.AbstrakPertumbuhan gereja dikaitkan dengan banyak faktor, namun faktor yang paling esensial mempengaruhi pertumbuhan gereja adalah dari pengaruh pemimpin gereja. GPdI di kota Jayapura sering mengalami gejolak kepemimpinan yang berkaitan dengan karakter pemimpin dan visi pemimpin, yang tentu saja akhirnya berdampak pada lambannya gereja-gereja lokal berkembang dan daerah-daerah tertentu di Jayapura. Adapun tujuan peneliti-an ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan visioner dan karakter kepemimpinan para gembala terhadap pertumbuhan Gereja Pantekosta di Indonesia di kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda melalui uji pengembangan hipotesis yakni uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kepemimpinan dan kepe-mimpinan visioner para gembala secara bersama-sama terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan gereja GPdI di kota Jayapura.
Dari Church Planting ke Hospitalitas: Rekonstruksi Misi Gereja dalam Konteks Keberagaman Rut Debora Butarbutar
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.191

Abstract

The mission is the identity of the church. On the other hand, the reality of diversity requires every religion to practice its dogma by not harming diversity. For this reason, this article aims to propose a new understanding of the mission to renew the traditional mission of the church, that is from church planting to the hospitality of the Triune God. By comparing the church plan-ting model through the church documents research, specifically HKI and the hospitality model specifically from the view of Velli-Matti Kärkkäinen, as well as an explanation of both models, the authors demonstrate the advantages of the hospitality model and its relevance in answering the mission amidst the reality of diversity. The research shows that the hospitality model emphasizes the mission is not merely exploiting diversity for Christianization or church planting but rather giving acceptance to others as the implication of the church's participation in God's universal salvation work.AbstrakMisi dan keragaman merupakan dua hal besar yang menjadi perhatian utama gereja. Misi adalah identitas gereja sedangkan keberagaman adalah realitas yang dihadapi gereja. Persoalan muncul ketika gereja menjalankan misi, na-mun menciderai keberagaman. Gereja menjadikan keberagaman sebagai ob-yek misinya, seperti kristenisasi di tengah dengan tujuan church planting. Artikel ini bertujuan menyajikan sebuah pemahaman misi yang baru sebagai upaya membaharui misi tradisional gereja, yaitu dari church planting kepada hospitalitas Allah Trinitas. Dengan melakukan komparasi antara model church planting melalui penelitian dokumen dan model hospitalitas Allah Trinitas dalam perspektif Velli-Matti Kärkkäinen, serta penjelasan atas kedua model, penulis memperlihatkan keunggulan model hospitalitas Trinitas dan relevansinya bagi misi dalam konteks keberagaman. Penelitian ini menunjuk-kan bahwa, misi tidak semata-mata untuk melakukan church planting di tengah keberagaman, namun pewartaan sekaligus penerimaan akan yang lain.
Analisis Dasar Teologi terhadap Pelaksanaan Ibadah Online Pascapandemi Covid-19 Fernando Tambunan
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.210

Abstract

The development of digital technology has made the world change, forcing the church to also change the pattern of its ministry, coupled with the Covid-19 pandemic conditions, the church has changed services that require physical meetings to become online services. This raises pros and cons because it does not yet have an adequate theological foundation, so this research is conducted to analyze and explore the principles of Worship theology, in particular, to answer what is the theological basis of the implementation of online worship. The method used is the literature review method in order to get theological writing. Based on this research, it was found that online worship has a theological basis and can still be carried out after the Covid-19 pandemic ends. This is important so that the church is not left behind and left behind by the progress of the times.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membuat dunia berubah  sehingga memaksa gereja juga harus ikut mengubah pola pelayanannya, ditambah dengan kondisi Pandemi Covid-19 membuat gereja mengubah pelayanan yang mengharuskan pertemuan fisik menjadi pelayanan secara online. Hal ini menimbulkan pro dan kontra karena belum memiliki landasan teologis yang memadai, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisa dan menggali prinsip teologi Ibadah khususnya menjawab apa dasar teologis dari pelaksanaan Ibadah online. Metode yang digunakan adalah  metode tinjauan literatur guna mendapatkan tulisan yang bersifat teologis. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa ibadah online memiliki dasar teologis dan tetap boleh dilaksanakan setelah pandemi Covid-19 berakhir. Hal ini penting supaya gereja   tidak ketingalan dan ditinggal oleh kemajuan zaman.
Tinjauan Sosio Kultur tentang Posisi Anak dalam Keluarga Israel Kuno Noh Ibrahim Boiliu; Aeron F. Sihombing; Fibry J. Nugroho; Daud A. Pandie
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.195

Abstract

The strong ties of kinship that are built provide clues to the social processes that occur in early Israeli society. This includes education as a social process. The Israelites want children, especially boys, this is intended to perpetuate family lines and wealth, and to preserve ancestral heritage. Since the name defines or indicates the existence or essence means expressing the character and purpose carried. The name expresses hope. Boys are growing up to adulthood, so they are entrusted to their father. One of the most sacred duties of a father is to teach his children about the teachings of true religion.AbstrakKuatnya ikatan kekerabatan yang dibangun memberikan petunjuk pada proses sosial yang terjadi dalam masyarakat Israel. Termasuk di dalamnya pendidikan sebagai salah satu proses sosial. Bangsa Israel menginginkan anak terutama anak laki-laki, ini dimaksudkan untuk mengabadikan garis ke-luarga, dan untuk melestarikan warisan leluhur. Nama mendefinisikan atau menunjukkan keberadaan atau esensinya; nama mengungkapkan karakter dan tujuan yang diusung; nama mengekspresikan harapan. Anak laki-laki da-lam masa pertumbuhan untuk dewasa, dipercayakan kepada ayahnya. Salah satu tugas yang paling sakral dari seorang ayah adalah mengajar anaknya ten-tang ajaran agama yang benar
Pentingnya Pemahaman Eskatologi Menurut Matius 24 bagi Jemaat GPdI Pisga Dolfinus B. Watopa; Zulkisar Pardede
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 2: November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i2.213

Abstract

Eschatology is generally understood as the teaching of the Bible about the last days or the time before Jesus' return. The assurance of Christ's second coming, accompanied by the events of the resurrection and the final judgment, is one of the doctrinal points that many theologians agree on. This is also one of the important doctrines in the GPdI. This article aims to show the importance of this doctrine being taught and understood in the church, especially in the GPdI Pisga Waropen Timur environment. The method used in this research is the interpretive descriptive analysis method of the Bible text in Matthew 24. In conclusion, the GPdI Pisga Waropen Timur congregation has a good understanding of the concept and a good understanding of Matthew 24's eschatology.AbstrakEskatologi umumnya dipahami sebagai pengajaran Alkitab mengenai hari-hari terakhir atau masa menjelang Yesus datang kembali. Kepastian keda-tangan Kristus kedua kalinya  yang disertai  dengan peristiwa  kebangkitan dan penghakiman terakhir, merupakan salah satu pokok doktrinal yang disetujui oleh banyak ahli teologi. Hal ini juga menjadi salah satu doktrin penting dalam GPdI. Artikel ini bertujuan untuk memperlihatkan pentingnya doktrin ini diajarkan dan dipahami di gereja, terutama di lingkungan GPdI Pisga Waropen Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif interpretatif terhadap teks Alkitab pada Matius 24. Kesimpulannya, jemaat GPdI Pisga Waropen Timur memiliki pemahaman yang baik tentang konsep dan pemahaman yang baik tentang eskatologi Matius 24.

Page 5 of 18 | Total Record : 174