cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika
ISSN : 23379421     EISSN : 25811290     DOI : -
Core Subject : Education,
urnal SOULMATH berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian, atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Matematika. Terbit dua kali setahun yaitu Maret dan Oktober. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer yang berkompeten di bidangnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Solusi Model Rangkaian Listrik Menggunakan Metode Transformasi Laplace Modifikasi Minggani, Fitriana
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.368 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2380

Abstract

Abstract Laplace transform is one type of integral transformation that allows to be used to solve homogeneous and non- homogeneous second order linear differential equations. Laplace transform modification is obtained by adding coefficients through the corresponding variables in the Laplace transform equation. There are several applications of differential equations, one of which is the electrical circuit model. The prblem that often becomes an obstacle is when encountering a limit value problem. This paper aims to obtain the solution of linear differential equations in a simple electric circuits (RLC) model connected in series, using a modified Laplace transform method. The results of this study provide indicate that a modified Laplace transform method can providesolution of nonhomogenous second order linear differential equation in the form of electric charge equation over time. Keywords:electrical circuits, Laplace transform modifications, second order linear differential equations Abstrak Transformasi Laplace merupakan salah satu jenis transformasi integral yang memungkinkan digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial linear orde dua homogen maupun non homogen. Transformasi Laplace Modifikasi diperoleh dengan melakukan penambahan koefisien melalui variabel yang sesuai pada persamaan Transformasi Laplace. Terdapat beberapa penerapan persamaan diferensial, salah satunya yaitu pada model rangkaian listrik. Permasalahan yang seringkali menjadi kendala yaitu ketika menjumpai masalah nilai batas. Paper ini bertujuan untuk mendapatkan penyelesaian persamaan diferensial linear pada model rangkaian listrik sederhana (RLC) yang dihubungkan secara seri, menggunakan metode transformasi Laplace modifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi Laplace modifikasi dapat memberikan solusi persamaan diferensial linear orde dua non homogen dalam bentuk persamaan muatan listrik terhadap waktu. Kata Kunci:persamaan diferensial linear orde dua, rangkaian listrik, transformasi Laplace modifikasi
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Materi Bangun Datar Segi Empat Rahmawati, Nurina Kurniasari; Kusuma, Arie Purwa
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.374 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2402

Abstract

This study aims to improve student activity and student mathematics learning outcomes through the Contextual Teaching And Learning learning method for VII grade students of AR Rahmah Ujung Krawang, East Jakarta 2019/2020. This research is a classroom action research. The research subjects are Grade VII students of AR Rahmah Ujung Krawang, totaling 30 students. Data collection techniques were taken using observations, field notes, documentation, and tests. Analysis of the data from this study was descriptive qualitative, namely by analyzing student development data from cycle I to cycle III. The results showed that an increase in student activity can be seen from the increase in student activity in the first cycle by 56.25%, in the second cycle 68.75% and in the third cycle reached 8.38%. While the improvement in student learning outcomes can be seen from working on exercises with the achievement of KKM scores, before action 41.66%, in the first cycle obtained an average of 69.33 with a percentage of 53.33%, the second cycle obtained an average of 76 with a percentage of 70, 00%, and the third cycle obtained an average of 80 with a percentage of 86.67%. The conclusion of this study is that through the Contextual Teaching And Learning learning method obtained mathematics learning outcomes of VII grade students of AR Rahmah Ujung Krawang, East Jakarta.
Profil Kreativitas Siswa Feminim Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Open Ended Berdasarkan Kemampuan Matematika Hartiningrum, Esty Saraswati Nur; Maarif, Safiil; Wijayanti, Arin
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.028 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2461

Abstract

Abstract Creativity is a very interesting field to study and has a variety of different views. This study aims to determine the creativity of feminine students of high ability and being in solving open ended questions. This research is a qualitative descriptive study. Subjects were selected based on the BEM test by choosing a high feminine level and taking 2 subjects with high and moderate mathematical abilities. The instruments used were test and interview sheets. Validity of data using time triangulation. Data is analyzed by reducing data, presenting data and summarizing indicators namely fluency, flexibility and novelty.Based on the results of data analysis tests on mathematical story questions and interviews, it was concluded that feminine subjects with high mathematical abilities reached a level of creativity 4 (very creative). This was shown by students being able to work on problems by describing more than one different figure (fluency), being able to work on problems using more from a different method of resolution (flexibility), and shows a new way of determining the volume of building space that has been described in addition to using a formula that has been obtained, that is one size of the pyramid made three times the size of the beam will get the same volume as the volume of the beam (novelty) . Feminine subjects with mathematical abilities are reaching the level of creativity 1 (less creative), because students are only able to write various answers of the ideas generated. This is shown by students only being able to show more than one different picture (fluency), students don't show different or new ways of solving it. Keywords:Student creativity, open ended questions, gender, Bem scale Abstrak Kreativitas merupakan suatu bidang yang sangat menarik untuk dikaji dan memiliki berbagai perbedaan pandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas siswa feminim kemampuan tinggi dan sedang dalam menyelesaikan soal cerita matematika open ended materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Subjek dipilih berdasarkan tes BEM dengan memilih tingkat feminim yang tinggi dan diambil 2 subjek denga kemampuan matematika tinggi dan sedang. Instrument yang digunakan adalah lembar tes dan lembar wawancara. Keabsahan data dengan menggunakan triangulasi waktu. Data dianlisi dengan mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan hasil analisis dengan indikator kreativitas menurut Silver yaitu kefasihan (fluency), felksibilitas (flexibility), dan kebaruan (novelty). Berdasarkan hasil analisis data tes soal cerita matematika dan wawancara diperoleh kesimpulan subjek feminim dengan kemampuan matematika tinggi mencapai tingkat kreativitas 4 (sangat kreatif) Hal ini ditunjukkan dengan siswa mampu mengerjakan soal dengan menggambarkan lebih dari satu bangun berbeda (kefasihan), mampu mengerjakan soal menggunakan lebih dari satu cara penyelesaian yang berbeda (fleksibilitas), dan menunjukkan cara barumenentukan volume bangun ruang yang telah digambarkan selain dengan menggunakan rumus yang sudah didapatkan yaitu salah satu ukuran dari limas dibuat tiga kali ukuran balok akan didapatkan volume yang sama dengan volume balok (kebaruan). Subjek feminim dengan keampuan matematika sedang mencapai tingkat kreativitas 1 (kurang kreatif), karena siswa hanya mampu menuliskan berbagai jawaban dari ide yang dihasilkan. Hal ini ditunjukkan dengan siswa hanya mampu menunjukkan lebih dari satu gambar berbeda (kefasihan), siswa tidak menunjukkan cara penyelesaian yang berbeda ataupun baru. Kata kunci : Kreativitas siswa, soal open ended, gender, Skala Bem
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI, PRESTASI, DAN MOTIVASI Sumianto, Dadang; Wiryokusumo, Iskandar; Leksono, Ibut Priono
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.731 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2299

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan 114 siswa sekolah menengah atas di Mojokerto. Tujuan penelitian ini menyelidiki efektifitas pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pemecahan masalah geometri, prestasi siswa, dan motivasi. Teknik cluster random sampling digunakan untuk memilih dua sekolah menengah atas di Mojokerto yaitu SMA Negeri 1 Dawarblandong dan SMA Negeri 2 Mojokerto. Analisis Anava digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar geometri menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dibandingkan siswa lain yang bukan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Terdapat perbedaan prestasi belajar geometri antara siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Selain itu, terdapat perbedaan motivasi antara siswa yang mempelajari geometri menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan bukan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan guru matematika didorong untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai salah satu alternatif pembelajaran mengajarkan geometri pada siswa SMA. Harapannya adalah siswa dapat meningkatkan kinerjanya ketika mempelajari geometri.
ANALISIS EFEKTIFITAS MENGGUNAKAN METODE GRAF PADA ALAT BANTU DETEKSI SIGNAL SMART ECO TRANSMISSION (SET) Azizah, Nuril Lutvi; Suprayitno, Eko Agus; Indahyanti, Uce
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.365 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2418

Abstract

Abstract Some of the factors cause in terms of signal detection is the signal detection stone tool that cannot function. It’s because the signal issued by the communication device is lost, malfunctioning, or damaged. The difficulty Signal detection is caused off limited visibility, and difficult terrain conditions, so the signal may lost. In the case study that occurred in Indonesia, bad events often occur during mountain climbing, one of which climbers who get lost individually or in groups. Another case is in the existence of a crashed plane, we need a black box found to detect the damage to the aircraft. In This study, the graph method aims to describe the signal formed in the signal detection process on SET. To find step response and a shorter delay time on the Smart Eco Transmission (SET) signal, we combine signal theory to calculate the time delay detector, which the result is 0s, 0.1s, 0.3s, 0.6s, 0.8s, to the largest at 3.2s and the signal categoried into tree for and forest or star graph for . While one receiver using one route signal system in SET is not effective. For two or more receivers using many route signal system, the most effective number is 4 receivers with magnitude of 17.5 dB. Keywords: Signal detection, Smart Eco Transmission (SET), graph, effectiveness analysis Abstrak Beberapa faktor penyebab dalam hal deteksi sinyal adalah alat batu pendeteksi sinyal yang tidak dapat berfungsi. Hal itu dikarenakan sinyal yang dikeluarkan oleh perangkat komunikasi hilang, tidak berfungsi, atau rusak. Kesulitan Pendeteksian sinyal disebabkan oleh visibilitas terbatas, dan kondisi medan yang sulit, sehingga sinyal dapat hilang. Dalam studi kasus yang terjadi di Indonesia, peristiwa buruk sering terjadi selama pendakian gunung, salah satunya pendaki yang tersesat secara individu atau berkelompok. Kasus lain adalah adanya pesawat yang jatuh, sehingga kita membutuhkan kotak hitam yang harus ditemukan untuk mendeteksi kerusakan pada pesawat. Dalam penelitian ini, metode graf bertujuan untuk menggambarkan sinyal yang terbentuk dalam proses deteksi sinyal pada SET. Untuk menemukan respon sinyal dan waktu tunda yang lebih pendek pada sinyal Smart Eco Transmission (SET), kami menggabungkan teori sinyal untuk menghitung detektor waktu tunda, yang hasilnya adalah 0s, 0,1s, 0,3s, 0,6s, 0,8s, hingga terbesar pada 3,2 s dan sinyal dikategorikan ke dalam tree untuk dan forest atau graf bintang untuk . Sedangkan analisis efektivitas pada receiver SET adalah satu penerima menggunakan sistem sinyal satu rute tidaklah efektif. Untuk dua atau lebih penerima yang menggunakan banyak sistem sinyal rute, jumlah yang paling efektif adalah 4 penerima dengan magnitudo sebesar 17,5dB. Kata Kunci: deteksi sinyal, Smart Eco Transmission (SET), analisis efektifitas
Perbedaan Prestasi Akademik Mahasiswa Berdasarkan Nilai Tes Masuk dan Latar Belakang Pendidikan Idayani, Darsih
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.713 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2536

Abstract

Dalam penelitian ini dicari perbedaan prestasi akademik mahasiswa berdasarkan nilai tes masuk dan latar belakang pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah responden 37 lulusan Pendidikan Matematika STKIP PGRI Situbondo yang merupakan lulusan pertama dan kedua (mahasiswa reguler angkatan 2014 dan 2015). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan parametrik. Selanjutnya dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s test. Uji beda dilakukan dengan menggunakan Anova dua arah. Hasil yang diperoleh adalah data prestasi belajar normal dengan nilai Sig. 2,00>0,05 dan homogen dengan nilai Sig. 0,119> 0,05. Terdapat perbedaan prestasi akademik berdasarkan nilai tes masuk yang ditunjukkan dengan nilai Sig. 0,000<0,05. Terdapat perbedaan prestasi akademik berdasarkan latar belakang pendidikan dengan nilai Sig. 0,000<0,05. Terdapat interaksi antara nilai tes masuk dan latar belakang pendidikan dengan nilai Sig. 0,008<0,05. Uji post-hoc dilakukan dengan menggunakan metode Fisher atau Least Square Differences (LSD). Hasilnya menunjukkan terdapat perbedaan prestasi akademik antara mahasiswa dengan nilai tes masuk sangat baik dan baik, sangat baik dan cukup, serta baik dan cukup. Sedangkan berdasarkan latar belakang pendidikan, lulusan SMA dan SMK serta lulusan MA dan SMK mempunyai prestasi akademik berbeda, tetapi lulusan SMA dan MA tidak mempunyai perbedaan prestasi akademik. Oleh karena itu, dalam penerimaan mahasiswa baru perlu dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan nilai tes masuk dan latar belakang pendidikan.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Harisantoso, John; Surur, Miftahus; Suhartini, Suhartini
Jurnal Ilmiah Soulmath : Jurnal Edukasi Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.171 KB) | DOI: 10.25139/smj.v8i1.2537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, antara siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pengajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Khamas Asembagus. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah hasil uji pre-test dan uji post-test. Uji instrument meliputi uji validitas menggunakan metode Prearson Product Moment, uji homogenitas menggunakan Alpha Crounbach dan tingkat kesukaran soal. Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode Kolmogrof-Smirnov dan uji homogenitas, dengan α=0,05. Pengujian signifikan peneliti menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa 3,297 > 1,671. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pelajaran matriks antara yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan Model Pengajaran langsung. Berdasarkan nilai rata-rata siswa setelah perlakuan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 8,2 dan kelas eksperimen sebesar 7,22, artinya kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol.

Page 1 of 1 | Total Record : 7