cover
Contact Name
Dewi Anggraeni
Contact Email
dewianggraeni@unj.ac.id
Phone
+6285797904139
Journal Mail Official
jurnalstudialquran@unj.ac.id
Editorial Address
Gedung K, Lt II, Ruang 207 Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta Jln. Rawamangun Muka, Jakarta Timur Tel./Fax 021-47881925
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Studi Al-Qur'an
ISSN : 02161648     EISSN : 23392614     DOI : https://doi.org/10.21009/JSQ
Jurnal Studi Al-Quran (JSQ) published two times a year in January dan July. Jurnal Studi Al-Quran contains scientific articles, research, research of community society, and students thesis reviewing socially religious problems and education issues by using tafsir thematic perspective and Islamic Study approach
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 232 Documents
" دراسة نقدية لحديث " من حسن إسلام المرء تركه مالا يعنيه Ahmed Ali Al Handody Al Ghamdi
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.014.2.07

Abstract

معرفة علل الحديث من أهم فنون علم السنة وأدقها وأشرفها وأطلبها للجهد والكدِّ. ولأهمية هذا العلم نجد بعض جهابذة العلماء يصرِّح بأنّ مَعْرِفَة العلل عنده مقدَّمٌ على مجرد الرِّوَايَة. فقد أحببت أن أشارك ببعض الجهد في سبيل خدمة السنة النبوية ؛ وذلك باختياري لحديث:" مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لا يَعْنِيهِ ". فقمت بتخريجه تخريجا موسعاً ، وتكلمت على ما فيه من علل ، وأوجه الاختلاف الواقعة فيه. وأسميته:" الإعلام والتنبيه بعلل حديث: مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لا يَعْنِيهِ " تعتمد هذه الدراسة على المنهج الاستقرائي المتمثل باستقراء الكتب الحديثية من خلال التتبع لطرق الحديث ، والمنهج النقدي المتمثل في دراسة الأحاديث والحكم عليها بحسب منهج المحدثين. أهدف البحث هو جمع طرق الحديث من المصادر الحديثية المسندة ودراستها دراسة نقدية وفق منهج المحدثين،وجمع أقوال العلماء في هذه الطرق أبرز النتائج :أهمية وأولوية دراسة مثل هذه الأحاديث التي اشتهر العمل بها ، مع وجود شيءٍ من الكلام في أسانيدها. روي الحديث مرفوعاً عن عشرة من الصحابة ، وروي مرسلاً عن اثنين من التابعين أن الحديث مع شهرته ومكانته ضعيف من جميع طرقه كلمات الرئسية : نقد الحديث، الجرح و التعديل، العلل
Persepsi Dosen PAI di Perguruan Tinggi Umum tentang Praktek Perbankan Syariah dan Konvensional Izzatul Mardhiah; Rihlah Nur Aulia; Sari Narulita
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.014.2.06

Abstract

The study describes the perception of Islamic Religious Lecturers (PAI ) at Public University (PTU) about the practice of Islamic and conventional banking. This study is a descriptive qualitative research. The data were collected through a questionnaire distributed among several PAI Lecturers in Jakarta and other regions. This research used the Improvisation theory formulated by Ibrahim Warde , which stated about traditionalist, modern and moderate view about bank interest. The study concluded that PAI lecturers perceptions in PTU are divided into three views. Most respondents tended to have the modern perspective, accepting the concept of debt interest as a banking transaction instrument, and regarded it as a halal transaction. The second group is classified as the traditionalist , they consider the bank interest is additional loans, falling under the usury and is unlawful. The last group is between traditionalist and modern and stated that the bank interest is syubhat. PAI lecturers also have different views on Islamic banking . The majority of respondents considered that Islamic banking is not much different from conventional, only a few respondents stated that there are many differences between conventional and Islamic banks. Keywords:Perception, Islamic banking, PAI lecture,Bank interest Abstrak Penelitian mendeskripsikan persepsi Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) tentang praktek perbankan syariah dan konvensional. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket yang disebarkan kepada beberapa Dosen PAI di Perguruan Tinggi Jakarta dan luar Jakarta. Teori persepsi merupakan improvisasi dari teori yang dirumuskan Ibrahim Warde tentang bunga bank, yakni pandangan aliran tradisionalis, modern dan moderat. Penelitian menyimpulkan bahwa Dosen PAI di PTU terbagi kepada tiga pandangan. Sebagian besar responden dikelompokkan kepada golongan modern, menerima konsep bunga sebagai instrumen transaksi di perbankan, dan menganggapnya sebagai transaksi yang halal. Kelompok kedua digolongkan tradisionalis, mereka menganggap bunga bank adalah tambahan pinjaman, termasuk riba dan hukumnya haram. Terakhir adalah kelompok yang berada di antara tradisionalis dan modern. Kelompok ketiga menyatakan bahwa hukum bunga bank adalah syubhat. Dosen PAI juga mempunyai pandangan yang berbeda mengenai perbankan syariah. Mayoritas responden menilai perbankan syariah tidak jauh berbeda dengan perbankan konvensional, beberapa responden menyatakan bahwa terdapat banyak perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah. Kata Kunci: Persepsi, Dosen PAI PTU, Bank konvensional , Bank syariah
The Role of Religious Presuppositions and Precomprehensions in Selecting Narratives Related to the Cause of Revelation (Asbab al-Nuzul) Ali Dashti; Mehdi Akbarnejad; Mohammad Reza Hosseininia
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.2.01

Abstract

Abstract The narratives of the cause of revelation (Asbab al-Nuzul) play a decisive role in the interpretation of Quranic verses. On the other hand, when coming across with these narratives, presuppositions, and precomprehensions play an important role in selecting them. This research tries to study the narratives of the cause of revelation in the Tafsir al Munir fi al Aqidah wa al Shariah wa al Manhaj (by Karya Wahbah al Zuhaili) and explain the role of Wahbah al Zuhaili’s religious presuppositions and precomprehensions in selecting narratives related to the cause of revelation (Asbab al-Nuzul). This study uses library research method that has been discussing the subject with a descriptive-analytical approach. This research shows that in many cases, Wahbah al Zuhaili has been influenced by religious presuppositions and precomprehenstion and has used them to develop his interpretative goals. Keywords: Wahbah al Zuhaili, Tafsir al-Munir, Asbab an-Nuzul
Respon Al-Qur’an Terhadap Legalitas Kaum LGBT Mamluatun Nafisah
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.04

Abstract

In the reality of social life, there are so diverse communities with a variety of social life backgrounds, including LGBT groups. Many people who assess variously about the existence of LGBT, both from academics, activists of feminism and society in general. This difference is caused by a different perspective on the LGBT community regarding whether human sexual orientation that leads to homosexuality is something that is natural, or constructed by cultural aspects? This paper aims to find out how the Al-Quran responds to the legality of LGBT people with the Tafsir Maudhu'i approach. This approach was carried out in order to gain a full understanding of LGBT legality. In the Koran, it is explained that Allah created human beings in pairs (azwaj)> In another verse it is also mentioned, where the word pair is clarified with the next words, dzakr (male) and camel (female) (QS. An-Najm [53]: 45 and al-Qiyamah [75]: 39). This shows, while at the same time breaking the assumption of some people who understand the meaning of zauj with a gender partner (social sex). Keyword: LGBT, Sexual behavior, Sexual orientation Abstrak Dalam realitas kehidupan sosial, ada begitu beragam masyarakat dengan berbagai latar belakang kehidupan sosialnya, termasuk di dalamnya kelompok LGBT. Banyak kalangan yang menilai secara beragam tentang keberadaan LGBT, baik dari kalangan akademisi, pegiat feminisme maupun masyarakat pada umumnya. Perbedaan ini disebabkan cara pandang yang berbeda terhadap komunitas LGBT mengenai apakah orientasi seksual manusia yang mengarah ke homoseksual merupakan sesuatu yang bersifat fitrah, atau dikonstruk oleh aspek budaya? Tulisan ini bertujuan untuk menemukan bagaimana respon Al-Quran terhadap legalitas kaum LGBT dengan pendekatan Tafsir Maudhu’i. Pendekatan ini dilakukan supaya mendapatkan pemahaman secara utuh terhadap legalitas LGBT. Dalam al-Quran dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan (azwaj), supaya diantara keduanya merasa tenang dan tentram. Di ayat lain juga disebutkan, dimana kata berpasangan diperjelas dengan kata-kata berikutnya, dzakr (laki-laki) dan untsa (perempuan) (QS. an-Najm [53]: 45 dan al-Qiyamah [75]: 39). Ini menunjukkan, sekaligus mematahkan anggapan sebagian orang yang memahami makna zauj dengan pasangan gender (jenis kelamin sosial). Kata Kunci: LGBT, Perilaku seksual, Orentasi seksual
Keruntuhan Peradaban Suatu Masyarakat dalam Perspektif Al-Qur’an Rianto Hasan
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.03

Abstract

Al-Qur'an as a guide book through the concept of social laws seeks to encourage a positive transformation in human social life so that its function as a hudan can be realized. The social principles discussed in the Qur'an among other are those related to the dogmas that regulate the existence or period limit of human civilization. The doctrine is implied by this holy book through the terminology of ajal which is framed with the word ummah in QS. al-A‘raf 7: 34. The problem then arises regarding how to determine the meaning of ajal. This article is then written to address the problem that can be solved based on the mechanism of the epistemological framework of exegesis, using the syntagmatic-paradigmatic semiotic analysis of Ferdinand De Saussure. From the research that has been done, it is understood that the terminology of the collapse of the society’s civilization which is contained in the verse can be interpreted with the following senses: 1) It expresses the meaning of the population destruction caused by punishment; 2) It is interpreted as the phase of the end of the power/sovereign order of a nation as part of the characteristics of the community civilization entity. Generally, it was concluded that the trigger for the end of the civiliztion existence was caused by the fading of the religiosity in their lives which influenced the pattern of community interaction which then caused various kinds of social inequality. The disequilibrium that arises in the midst of this social ecosystem then ends the glory period of the civilization. Keywords: Collapse of society’s civilization, Al-Qur’an, Tafsir. Abstrak Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk lewat konsep hukum-hukum kemasyarakatan berupaya mendorong terjadinya transformasi positif dalam kehidupan sosial manusia agar fungsinya sebagai hudan dapat terealisasikan. Dimensi sosial al-Qur’an dalam QS. al-A‘ra>f[7]: 34 diantaranya memperkenalkan dogma mengenai aturan batas periode eksistensi peradaban melalui terminologi ajal yang dirangkaikannya dengan kata ummah. Problem kemudian muncul terkait bagaimana memaknai ajal bagi masyarakat yang disebutkan pada redaksi ayat tersebut. Artikel ini menjadikan topik di atas sebagai problem akademik yang diselesaikan berdasarkan mekanisme kerangka epistemologi tafsir dengan pendekatan analisis sintagmatik-paradigmatik semiotika Ferdinand De Saussure. Hasil dari penelitian ini adalah : 1) Indikasi arti musnahnya populasi masyarakat yang disebabkan oleh azab, 2) fase berakhirnya orde kekuasaan/daulat suatu bangsa sebagai bagian dari ciri entitas peradaban komunitas. Pemicu berakhirnya eksistensi tamadun suatu kaum disebabkan oleh pudarnya nuansa religiusitas dalam kehidupan sehingga mempengaruhi pola interaksi masyarakat yang kemudian menimbulkan berbagai macam ketimpangan sosial. Disekuilibrium yang timbul di tengah-tengah ekosistem sosial ini lantas mengakhiri periode kegemilangan peradaban masyarakat. Kata Kunci: Peradaban masyarakat, Al-qur’an, Tafsir.
مُصْطَلَحً" لا يُتْرك " عِنْدَ الإِمَامِ الدَارَ قُطْنِي دِرَاسةً وتَطْبِيْقاً Ahmed Eid Ahmed Altahfi
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.01

Abstract

تناولت في هذه الدراسة، مصطلح " لا يُتْرك " عند الإمام الدَّارَقطنيّ، دراسة تطبيقية، وتعرضت فيها، لترجمة موجزة للإمام الدَّارَقطنيّ، وبينت مراد الإمام من هذا المصطلح، من خلال تفسير الأئمة من بعده، مع المقارنة بأقوال النقاد في الراوي، ودراسة نموذج من مروياته عند الحاجة، ووصلت إلى حكم واضح فيه بعد الدراسة النقدية لكل راوٍ، وقد تبين أن الإمام الدَّارَقطنيّ، يطلق هذا المصطلح على الراوي الذي يعتبر بحديثه، وهم متفاوتون في الاعتبار بين مراتبه الثلاثة، فمنهم صالح الحديث في الجملة، ومنهم من في حديثه لين، ومنهم الضعيف ضعفًا محتملًا بسبب الخطأ، أو السهو، أو غيرهما مما لا يُتْرك حديث الراوي بالكلية بسببه، وفي معرفة مرتبة كل راو فائدة جليلة عند الترجيح بين ما ظاهره التعارض من الروايات ،وجميعهم لا يقبل منهم التفرد إذا خالف من هو أولى منه، وقد أشار الحافظ الدَّارَقطنيّ إلى ذلك بإضافة وصف للراوي مع قوله " لايُتْرك " يدل على حاله.
مجالات الوسطية في السنة النبوية: نماذج تطبيقية Muhammad Abdurajak Aswad
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.02

Abstract

من أبرز سمات دين الإسلام العظيم أنه يتصف بالوسطية، وهي منهج رباني، ووحي من الله تعالى، والأمة الناجحة هي الأمة التي تتمسك بالوسطية، وقد أوصلت الوسطية الأمة الإسلامية بأن تتبوأ يوم القيامة؛ مقام الشهادة على الأمم السابقة بإبلاغ الرسل لها، وهي منسجمة مع فطرة الإنسان، وتشمل كل مناحي حياته، ولهذا يركز هذا البحث على مجالات الوسطية في السنة النبوية، والتي تمثلت في الأمور العقدية، والأخلاقية، والعبادية، والدعوية، والصحية، والبيئية، والأسرية، والاجتماعية، والاقتصادية، والجنائية، والسياسية، والعسكرية، وتهدف هذه الدراسة إلى فهم معنى الوسطية في السنة النبوية، ومجالاتها، والتمييز بين التأويل الصحيح والتأويل الباطل في مفهوم الوسطية، وتعتمد هذه الدراسة على المنهج الاستقرائي التحليلي، وتوصي بالممارسة العملية الواقعية لمنهج الوسطية في الإسلام من قبل العلماء، وطلاب العلم، والدعاة، مما يتيح للناس رؤية القدوة الصالحة التي هم في أمس الحاجة إليها.
Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal Dewi Anggraeni; Ahmad Hakam; Izzatul Mardhiah; Zulkifli Lubis
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.05

Abstract

Indonesia is a multicultural country with a variety of the diversity has the potential to build a nation’s civilization based on knowledge of nationalism and local cultural values. In other side, the diversity that owned by Indonesian nation has the potential to split the unity specially when that implementation to broke tradition called by Islamic puritanism. Palang Pintu tradition in Betawi cultures is still preserving until now especially in wedding ceremony and has development at welcoming guests. The method of research is qualitative with ethnographic approach. The theory used of religion and culture. The results of this research show that the tradition of Palang Pintu in Betawi Cultures has contain of Islamic values. The values of religiosity in that tradition are such as glorifying the Prophet Muhammad, Silaturrahmi, Protecting with Silat, Manners. Local culture can build a civilization where the human as the actors of the builder civilization are be able to formulate a system of values contained in the tradition. So Far local culture can build national civilization when the local culture is formulating as the ontological level of culture. Keywords: Local Culture, Palang Pintu, Religiosity Abstrak Indonesia merupakan Negara majemuk dengan berbagai keanekaragaman memiliki potensi dalam membangun peradaban bangsa yang didasari pada pengetahuan wawasan kebangsaan serta nilai-nilai budaya local. Disisi lain, keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia memiliki potensi yang dapat memcah belah persatuan dan kesataun khususnya ketika anti tradisi melalui puritanisme Islam. Palang Pintu merupakan salah satu budaya Betawi yang hingga saat ini masih dilestarikan pada acara mantenan dan pada perkembangannya digunakan pada penyambutan tamu secara adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai religiusitas yang terdapat pada tradisi Palang Pintu yang dapat dikembangkan dalam membangun peradaban. Dengan pendekatan teori Agama dan Budaya. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis etnografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tradisi Palang Pintu pada Budaya Betawi kayak akan nilai-nilai religious yang bersumber dari ajaran Islam. Nilai-nilai religiusitas tersebut seperti memuliakan nabi Muhammad Saw, Silaturrahmi, Melindungi diri atau menjaga diri, Sopan santun. Selanjutnya budaya local dapat membangun peradaban sejuah mana manusia sendiri sebagai pelaku budaya dan pembangun peradaban tersebut mampu memformulasiakan system nilai yang terdapat dalam tardisi.budaya local dapat dapat membangun peradaban bangsa ketika budaya local tersebut diformulasikan pada tataran ontologis budaya. Kata kunci: Budaya Lokal, Palang Pintu, Religiusitas
Orientasi Beragama dan Implikasinya pada Daya Berfikir Kritis Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Sari Narulita; Miftahul Jannah
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.06

Abstract

Many factors cause weak thinking power in religion; one of them is religious orientation. This article aims to map the religious orientation of UNJ students so that it can be understood the direction, its tendency and its implications on its critical power. The study used a descriptive analytical approach with the acquisition of data through observation, questionnaires, and interviews. The findings are prepared with data presentation to be analyzed and drawn conclusions, as well as inputs and suggestions that can be submitted. The results of the study show that in general, religious orientation does not correlate with critical power in religion. But specifically, it was found that intrinsic orientation has a strong enough correlation with students' thinking ability. To increase the level of intrinsic orientation can be done by following religious studies. Keywords: Religious Orientation, Student, Critical thinking Abstrak Lemahnya daya pikir dalam beragama disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya di tenggarai oleh orientasi beragamanya. Artikel ini bertujuan untuk memetakan orientasi beragama mahasiswa UNJ, sehingga bisa dipahami arah, kecenderungannya dan implikasinya pada daya kritisnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan perolehan data melalui observasi, kuesioner dan wawancara. Temuan disusun dengan sajian data untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan, serta masukan dan saran yang bisa diajukan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum, orientasi beragama tidak berkorelasi dengan daya kritis dalam beragama. Namun secara spesifik ditemukan bahwa orientasi instrinsik memiliki korelasi yang cukup kuat terhadap daya pikir dalam beragama mahasiswa. Untuk meningkatkan tingkat orientasi instrinsik bisa dilakukan dengan mengikuti pengajian dan pengkajian agama. Kata kunci: Orientasi Beragama, Mahasiswa, Daya Berfikir Kritis
Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi Menuju Pendidik Profesional Zulkifli Lubis; Dewi Anggraeni
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FIS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSQ.015.1.07

Abstract

Islamic Education in the globalization eras makes an opportunity to fill the moral and spiritual emptiness of modern humans in another side has a challenge when its inability to respond to various crises and discussions. The era of globalization with all the elements, encourage variety of new paradigms in Islamic religious education through various types of educational components, so that Islamic education can provide the right answers to various challenges in accordance with the times. The method used in this study is a literature review, with primary sources of Islamic Education; Tradition and Modernization in the Middle of the Challenge of Millennium III. As well as Law No. 14, 2005 concerning teachers and lecturers. The results of this study conclude that to face the challenges of globalization of Islamic education requires human resources who have quality, through professional educators and have a work ethic and high commitment, have leadership spirit, become role models, motivators, broad-minded, creative and democratic. Which is illustrated through professionalism in design and learning models, planning and evaluation of learning. Keywords: Islamic Education, Professional educators, Globalization eras. Abstrak Pendidikan Agama Islam di era globalisasi menjadikan peluang untuk mengisi kekosongan moral dan spiritual manusia modern disatu sisi sebagai tantangan ketika ketidak mampuannya menjawab berbagai krisis serta pembahruan yang dihadapi. Era globalisasi dengan segala unsur yang ada di dalamnya, melahirkan berbagai paradigma baru dalam pendidikan agama Islam melaui berbabagai macam kompenen pendidikan, sehingga pendidikan Agama Islam bisa memberikan jawaban yang tepat atas berbagai tantangan sesuai dengan zamannya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kajian pustaka (litelatur research), dengan sumber primer Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Serta UU No.14 Tahun 2005 mengenai guru dan dosen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menghadapi tantangan globalisasi pendidikan Agama Islam membutuhkan SDM yang hadal dan berkualitas, lewat pendidik yang professional serta memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi, memiliki jiwa kepemimpinan, menjadi teladan, motivatoris, berwawasan luas, kreatif dan demokratis. Yang tergambar melaui profesionalitas dalam desain serta model pembelajara, perencanaan serta evaluasi pemeblajaran. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Pendidik profesional, Era globalisasi