cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Farmatera
ISSN : 2528410X     EISSN : 2528410X     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Gambaran Penyalahgunaan Tetrahidrocannabinol (THC) dan Metamphetamine (Met) Pada Usia Pra Kuliah di Kota Medan Dan Sekitarnya Tahun 2016 Ilham hariaji
Buletin Farmatera Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.161 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i1.884

Abstract

Abstrak : Penyalahgunaan narkotika merupakan masalah serius di Indonesia, data Badan Narkotika Nasional 2014 menunjukan bahwa 4,1 juta orang di Indonesia mengalami penyalahgunaan narkotika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran penyalahgunaan narkotika jenis tetrahidrocannabinol (THC) dan metamphetamine (Met) pada usia prakuliah di kota Medan dan Sekitarnya. Penelitian observasi crosssectional ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara saat penerimaan calon mahasiswa baru pada bulan Agustus hingga Oktober 2016. Skrining dilakukan dengan test urin menggunakan stik narkoba untuk THC dan Met. Dari 4880 sampel yang diambil urin didapatkan 12 sampel urin positif mengandung THC, 33 sampel urin positif mengandung Met, dan 3 sampel urin positif mengandung THC dan Met. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat penyalahgunaan narkotika jenis THC dan Met pada usia pra kuliah di kota Medan dan sekitarnya pada tahun 2016 dan penggunan Met lebih banyak dibandingkan dengan pengguna THC.Kata kunci: metamphetamine(Met),tetrahidrocannabinol (THC), Usia Pra Kuliah narkotikaAbstract: Drug abuse is a serious problem in Indonesia, the National NarcoticsAgency's data in 2014 showedthat 4.1 millionpeople in Indonesia experienceddrugabuse. The purposeofthis study istodescribethetypeofdrugabusetetrahidrocannabinol (THC) andmethamphetamine (Met) attheagepre-college in Medan andsurrounding areas. Thiscross-sectionalobservational study conductedattheUniversityofNorth Sumatra Muhammadiyahuponreceiptofnewstudents in August andOctober 2016. Screeningisdonebyusing a urine testfor THC drugsticksandMet. 4880 samplestakenfrom urine obtained 12 urine samplestestedpositivefor THC, 33 urine samplestestedpositiveforMet, and 3 positive urine samplescontaining THC andMet. Itcanbeconcludedthatthereis a kindof THC anddrugabuseattheageofpre-collegeMet in thecityof Medan andsurroundingareas in 2016 andtheuseoftheMetmorethanusersof THC.Keywords: methamphetamine (Met), tetrahidrocannabinol (THC), Age PreLecturenarcotics
Analisis Peranan Terapis terhadap Perkembangan Bahasa pada Pasien Autisme di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2017 Festy Ladyani; Febri Veronika Silaban
Buletin Farmatera Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.587 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i2.1947

Abstract

Abstrak: Autisme adalah gangguan perkembangan perpasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, dan interaksi sosial. Penderita autisme akan menghambat perkembangan anak baik dari segi fisik maupun mental. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis berat yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi pada perkembangan bahasa dengan dunia luar secara efektif. Dengan adanya peranan terapis penderita autisme dapat diterapi untuk memperbaiki fungsi otak secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan terapis terhadap perkembangan bahasa pada pasien autisme di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan jenis data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari 1 sampel dan 3 informan melalui teknik wawancara terstruktur atau wawancara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan terapis sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa dan komunikasi pasien autisme untuk interaksi sosial.Kata kunci : Peranan Terapis, Kemampuan Berbahasa, Autisme
Sindrom Rett Nanda Sa Sari Nuralita
Buletin Farmatera Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.933 KB) | DOI: 10.30596/bf.v1i2.836

Abstract

Perkembangan yang terlambat sering digunakan untuk menggambarkan anak-anak dibawah umur 5 tahun dengan menunjukkan keterlambatan secara signifikan dalam menunjukkan kemampuan ketrampilan motorik kasar dan halus, kemampuan berbicara dan bahasa, fungsi kognisi, sosial, ketrampilan pribadi, dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari.1Istilah retardasi mental sering disinonimkan dengan perkembangan yang terlambat, tetapi juga harus divalidasi dengan intellegence test (tes IQ). Retardasi mental mempengaruhi sekitar 1 sampai 2 persen dari populasi umum. Penyebab gangguan retardasi mental yang berat, dapat diidentifikasi pada 60 hingga 70 persen dari kasus dan kebanyakan berhubungan dengan kelainan genetik yang mengubah perkembangan dan fungsi otak, sehingga menimbulkan penyimpangan pada fungsi kognitif, tingkah laku, dan fisik. Gangguan retardasi mental yang sering ditemui antara lain fragile x, sindrom rett, dan sindrom prader-wili.1Sindrom rett sejauh ini hanya dilaporkan terjadi pada anak perempuan, yang telah dirinci dasar onsetnya, perjalanan penyakitnya, serta pola gejalanya. Secara khas ditemukan bahwa di samping suatu pola perkembangan awal yang normal atau mendekati normal terdapat suatu kehilangan ketrampilan gerakan tangan yang telah didapat, sebagian atau menyeluruh dan kemampuan berbicara, bersamaan dengan terdapatnya kemunduran/ perlambatan pertumbuhan kepala, yang biasanya terjadi sekitar usia 7 sampai 24 bulan.2 Gejala yang khas adalah, gerakan tangan seperti memeras sesuatu yang strereotipik, hiperventilasi, serta hilangnya kemampuan untuk gerakan tangan yang bertujuan. Perkembangan fungsi sosialisasi dan bermain terhenti pada usia 2 atau 3 tahun pertama, tetapi perhatian sosial cendrung untuk tetap dipertahankan. Pada usia menengah anak terdapat ataksia tubuh, apraksia, disertai skoliosis atau kifoskoliosis, dan kadang terdapat koreoatetosis. Selalu terjadi suatu dampak gangguan jiwa yang berat, pertama berkembang pada masa kanak awal atau menengah.2,3.
Uji Efektivitas Pemberian Minyak Jintan Hitam (nigella sativa l.) terhadap Kadar Gula Darah Mencit Diabetes Melitus yang Diberi Aloksan Yenita Yenita
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.982 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1067

Abstract

Uji  Efektivitas Pemberian Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa l.) terhadap Kadar Gula Darah Mencit  Diabetes Mellitus yang Diberi AloksanAbstrak: Minyak jintan hitam diduga mempunyai efek hipoglikemi karena mengandung thymoquinone serta asam lemak tak jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak jintan hitam terhadap kadar glukosa darah pada mencit diabetes melitus yang diberi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test with control group design. Penelitian ini menggunakan mencit jantan (Mus musculus L.) strein DD Webster dewasa sebanyak 25 ekor yang dibagi ke dalam 5 kelompok secara random. Kelompok K-, diberi diet standar selama 18 hari; K+, disuntikkan aloksan 100ml/kgBB; P1, P2, dan P3 disuntikkan alloxan 100ml/kgBB dan minyak jintan hitam pada hari ke 5 dengan dosis 0,0117ml/20grBB/hari; 0,0234ml/20grBB/hari; dan 0,0468ml/20grBB/hari.Kadar gula darah pada hari ke 12 menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok K- dengan K+, P1, P2, dan P3. Pada hari ke-11 tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Sedangkan pada hari ke-18, kadar gula darah pada kelompok K+, P2 dan P3 lebih tinggi dibandingkan dengan kadar gula darah kelompok K- dan P1. Terdapat perbedaan kadar gula darah antar kelompok yang ditunjukkan pada uji Kruskal Wallis. Terdapat perbedaan signifikan antarkelompok K- dengan K+ dan P3 yang ditunjukkan dengan test Mann-Whitney. Minyak jintan hitam yang diberikan pada mencit diabetes melitus berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah.Kata kunci: diabetes, glukosa darah, mencit, minyak jintan hitam,  The Effect of Black Cumin Oil in Male Mice’s Blood Glucose with induced by Alloksan.Abstract. Black cumin oil is expected has hypoglychemic effect due to the thymoquinone and unsaturated/monosaturated fatty acid. This research objected to find out the effect of giving black cumin oil to the male mice’s level of blood glucose given alloksan. This research was an experimental research with post-test control group design. This research used 25 male mice (Mus musculus L.) strein DD Webster divided randomly into 5 groups. Groups K-, was given a 18 days diet; K+, was given alloxan 100ml/kg weight; P1, P2, and P3 was given alloxan 100ml/weight and 0,0117ml/20gr weight/day; 0,0234 ml/20gr weight/day; and 0,0468 ml/20grBB/day black cumin oil on the 5th day.On the 4th day, the blood glucose level showed a significant difference intergroup K- with K+, P1, P2, and P3. On the 11th day, significant differences couldn’t be found among the treated group. While on the 18th day, the blood glucose level of group K+, P2 and P3 was higher than the blood level glucose of group K- and P1. There was a significant difference of blood glucose level intergroups shown at the Kruskal Wallis test. There was a significant differences intergroup of  K- with K+ and P3 shown by applying Mann Whitney test. There was a significant differences intergroup of  K- with K+ and P3 shown by applying Mann Whitney test. Black cumin oil given to the mice suffer from diabetes mellitus affected the lowering of the blood glucose level.Key words: black cumin oil, blood glucose, mice, diabetes
Pengaruh Pemberian Air Tebu Hitam terhadap Kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) Mardhatilla Ana Fama
Buletin Farmatera Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.452 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i3.1217

Abstract

Keadaan hiperkolesterolemia yang tidak tertangani dapat menginduksi timbulnya plak atau aterosklerosis pada dinding pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian air tebu hitam terhadap kadar Low-density lipoprotein (LDL) darah. Menggunakan metode true eksperimental post test only design. Uji coba dilakukan terhadap Mencit (Mus Musculus) jenis kelamin jantan umur 2 - 3 bulan dengan berat badan 20-30 gram sebanyak 25 ekor. Mencit (Mus Musculus) dibagi dalam 5 kelompok yang sebelumnya telah di berikan masa adaptasi selama 1 minggu, kelompok satu merupakan control negative diberi pakan standart dan kelmpok dua sebagai control positif diberi diet standart dan diet tinggi kolesterol, kelompok perlakuan 1, 2 dan 3  diberi diet standart, diet tinggi kolesterol dan ektrak tebu hitam dengan dosis 0,25  cc, 0,36 cc, dan 0,5 cc yang dilakukan selama 30 hari. Sampel darah diambil langsung dari jantung pada akhir penelitian. Data penelitian perbandingan rata-rata kadar LDL pada setiap kelompok dianalisa menggunakan uji statistic analysis of variance (ANOVA). hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negative dengan perlakuan 1 dengan nilai P=0,024.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air tebu hitam dapat menurunkan kadar LDL mencit yang diinduksi diet tinggi kolesterol dengan dosis yang mendekati nilai control negative adalah pada perlakuan 1.Kata Kunci : LDL, Octacosanol, Tebu hitam, ekstrak tebu
Massage Postpartum dan Status Fungsional Ibu Pascasalin di Medan Ellyta Aizar Ibrahim; Nur Asiah
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.334 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1317

Abstract

Abstrak : Massage (pijat) termasuk terapi komplementer yang bisa diaplikasikan dalam perawatan ibu nifas karena dapat meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, dan mempercepat keseimbangan hormonal setelah persalinan. Praktek pijat badan tradisional yang dilakukan dengan tepat memungkinkan mempercepat pemulihan masa nifas dan meningkatkan produksi ASI selama pascasalin. Penelitian quasi eksperimen ini  melibatkan 60  ibu nifas sehat dengan riwayat persalinan normal, memiliki bayi sehat dan menyusui (30 ibu kelompok intervensi dan 30 ibu kelompok kontrol), dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat tradisional nifas terhadap pemulihan fisik ibu.  Intervensi pijat dilakukan dengan  memasase  seluruh badan kecuali area genetalia dan abdomen bagian bawah, oleh orang yang dikenal sebagai tenaga pijat melahirkan dan diseleksi oleh peneliti. Pemulihan kesehatan ibu dilihat dari status fungsional dan kemampuan merawat diri dan bayinya. Hasil uji statistik dengan Kolmogorov-Smirnov dimanfaatkan untuk mengetahui pengaruh pijat tradisional nifas terhadap status fungsional ibu, di dapat nilai p > 0,05. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna perubahan status fungsional  ibu yang dipijat tradisional nifas dengan ibu yang tidak dipijat tradisional nifas. Begitu juga dengan kemampuan merawat diri dan bayinya. Ketidakbermaknaan ini sangat dipengaruhi oleh faktor budaya dan penglaman ibu, keberadaan dan pengaruh pendukung, serta pengetahuan ibu yang benar tentang perawatan diri dan bayinya selama masa nifas.Kata kunci: Pijat tradisional nifas, pemulihan fisik, perawatan diri dan bayi
Tips Mengenal Pembesar Kelenjar Prostat Jinak Dan Ganas Humairah Medina Liza; Susi Lusanna; Fionna Masitah
Buletin Farmatera Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.284 KB) | DOI: 10.30596/bf.v1i1.792

Abstract

PendahuluanKelenjar prostat merupakan organ fibromuskuler yang berfungsi sebagai kelenjar aksesoris yang terletak dibawah vesika urinaria, berguna untuk menghasilkan semen  untuk memberi kekuatan terhadap sperma untuk  melintasi jalan vagina yang cenderung bersuasana asam, dan mengelilingi uretra pars prostatika. Selain mengandung jaringan kelenjar, kelenjar prostat banyak mengandung jaringan fibrosa dan jaringan otot. Kelenjar prostat dapat membesar seiring dengan pertambahan usia dengan beberapa hipotesis yang mendukung sebagai penyebab diantaranya hipotesis stem sel, keseimbangan estrogen dan testosteron, dihidrotestosteron, dan hipotesis “Growth Factor”.
High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Humairah Medina Liza Lubis
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.115 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.937

Abstract

High-Grade Endometrial Stromal SarcomaAbstrak: High-grade endometrial stromal sarcoma merupakan tumor yang agresif dan pada kebanyakan kasus, kematian sering terjadi tiga tahun setelah histerektomi.Ditandai dengan ketiadaan diferensiasi spesifik dan gambaran histologis yang tidak menyerupai stroma endometrium. Insidensinya diperkirakan sekitar 10% dari keseluruhan tumor mesenkim uterus dan hanya 0,2% dari seluruh keganasan uterus. Sering ditemukan pada korpus uterustetapi dapat meluas ke ekstrauterus.Umumnya keluhan berupa perdarahan pervaginam, nyeri panggul dan pada pemeriksaan fisik terkadang menunjukkan pembesaran uterus atau penonjolan tumor melewati cervical os. Kami melaporkan satu kasus yang ditemukan di praktek swasta dokter spesialis Patologi Anatomi dan RSUP H. Adam Malik Medan pada seorang wanita berumur 27 tahun dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 6 tahun yang lalu. Dilakukan STAH dan BSO di rumah sakit daerah dan beberapa bulan kemudian dilakukan biopsi serviks. Pemeriksaan histopatologi pada endometrium dan serviks didapatkan gambaran yang sama berupa komponen sarcomatous yang diduga berasal dari stroma endometrium. Imunohistokimia menggunakan marker S-100 protein, Vimentin, Desmin, SMA dan CD10, dengan komponen mesenkim yang positif pada Vimentin, Desmin dan SMA, sedangkan komponen epitelial negatif dengan S-100 protein. Kemudian untuk membedakannya dengan limfoma Non Hodgkin dipakai marker CD10 dengan hasil negatif.Sehingga dapat disimpulkan sebagai kasus High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma pada endometrium dan serviks.Kata kunci: high-grade endometrial stromal sarcoma, low-grade endometrial stromal sarcoma, stroma endometrium, imunohistokimia. High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Abstract: High-grade endometrial stromal sarcoma is an aggressive tumor, and death occurs from tumor dissemination within three years after hysterectomy in most cases. A high grade endometrial sarcoma that lacks specific differentiation and bears no histological resemblance to endometrial sarcoma. Represent approximately10% of all uterine mesenchymal tumors. Most occurs in corpus uterine and adjacent to extra uterine. The patient had vaginal bleeding, pelvic pain and on physical examination findings uterine enlargement throughout cervical os. We report an unusual case of ESS arising in a-27-year-old woman had vaginal bleeding since 6 years previously. She had undergone subtotal hysterectomy and bisalphyngoovorectomy previously and a few months ago had cervical biopsy. On histological findings, sarcomatous component was suspectly endometrial stromal origin. Immunostaining showed that mesenchymal component were vimentin, desmin, and SMA-positive, whereas epithelial component were S-100 protein-negative. Distinction ESS from Non Hodgkin lymphoma was usedCD10 antigen, and the result was stained negative for CD10. The conclusion for this case was High-Grade endometrial stromal sarcoma on endometrial and cervical uterine.Keywords: High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, Low-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, endometrial stromal, imunohistochemistry
Pengembangan Media Ajar Anatomi dengan low cost material Ratih Yulistika Utami
Buletin Farmatera Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.572 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i1.876

Abstract

Abstrak: Media ajar merupakan sarana yang digunakan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran. Media belajar yang sesuai akan meningkatkan retensi mahasiswa. Media ajar harus disusun dengan menerapkan desain isntruksional. Metode yang digunakan yaitu literature review tentang desain instruksional pembuatan media ajar dari EBSCO, PUBMED serta dari buku. Pemilihan bahan low cost material untuk model jantung berdasarakan prinsip: access, cost, technology, novelty, objective, audience dan time. Model jantung ini lebih murah, lebih fleksibel sehingga bisa dimodifikasi, bisa digunakan oleh mahasiswa secara mandiri, mudah dimodifikasi menjadi model kelainan jantung, bahan mudah didapat. Namun perlu perawatan agar tidak mudah rusak karena bahan yang lunak.Kata Kunci: Media ajar, low cost material, anatomi, jantung Development of Anatomy oh Heart Learning Resource with low cost material Abstract: Learning resource is used to facilitate the achievement of learning objectives. Appropriate learning resources will increase studenst retention. Learning resources should be structured by applying instructional design. Authors did literature review about the instructional design for  making learning resources from database i.e EBSCO, PUBMED and from books. Material selection of low cost material for cardiac models based on the principles: access, cost, technology, novelty, objective, audience and time. The heart’s model is cheaper, more flexible so that it can be modified, can be used by students independently, easily modified to become a model of cardiac abnormalities, easily obtainable materials. However, it needs to be cared so tha it  is not easily broken because the material is soft.Keyword: Teaching media, low cost materials, anatomy, heart
Perbedaan Kadar Gula Darah dan Tekanan Darah Penderita Stroke Iskemik Baru dan Rekuren di RSU Haji Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2016 Ilham Kurniawan; Meizly Andina
Buletin Farmatera Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.467 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i2.1950

Abstract

Abstract: Stroke is the third leading cause of global premature death every year, in 2015 is estimated to be 6.2 million deaths caused by stroke. Furthermore, stroke is the main cause of death in vast majority hospitals through Indonesia, which is approximately 15.4%. According to Riset Basic Health 2013 survey, the prevalence of stroke has increased numerously from 8.3 per mile in 2007 to 12.1 per mile in 2013. Risk factors for stroke consist of high blood pressure and high glucose level,. The stroke patient has systolic and diastolic blood pressure of >140 mmHg and>120 mmHg, respectively.  To obtain the distinction between blood-glucose level and blood pressure of acute and recurrent ischemic stroke patients at RSU Haji Province North Sumatera  2015-2016. Descriptive analytics research using medical records.  The mean blood pressure of patients with acute ischemic stroke was obtained by systolic and diastolic as follows: 166,02 mmHg and 103,46 mmHg, with blood-glucose of 154,11 mmHg, by age 61-70 years at most by 28 people (16.9%) are mainly women with 44 people (26.5%). While the mean blood pressure of recurrent ischemic stroke by systolic and diastolic as follows: 165,88 mmHg and 105,28 mmHg, with blood glucose of 153,95 mmHg, with age 51-60 years by 30 people (18.1%),mainly male with the total number of 47 people (28,3%).  There is no difference between blood-glucose level and blood pressure of acute and recurrent ischemic stroke patient (p>0,05).Keywords: Blood glucose, blood pressure, acute ischemic stroke,recurrent ischemic stroke.

Page 2 of 24 | Total Record : 231