cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Farmatera
ISSN : 2528410X     EISSN : 2528410X     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Efektivitas Pemberian Jus Buah Tomat (Lycopersacum esculentum m.) dengan Jus Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava l.) terhadap Penurunan Kadar LDL pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus l.) yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Namora Harahap, Asra Dewita; Hariaji, Ilham
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.976 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1742

Abstract

Introduction: Cardiovascular disease is the number one cause of death globally, abnormal levels of LDL are often linked to risk factors for cardiovascular disease. Tomato juice (Lycopersacum esculentum M.) and red guava (Psidium guajava L.) contain lycopene which is high enough antioxidant to prevent oxidation of LDL. Methods: This type of research is an experimental study using pretest-posttest with control group design. As many 24 male white rats (Rattus norvegicus L.) induced with egg yolk 6.25gr/kgBB, grouped into 4, negative controls have given with only aquadest, positive controls only given egg yolks, one treated with tomato juice 30 ml/kg body weight and two treatments given 30 ml/kg of fresh guava juice for 2 weeks which then performed blood sampling for 3 times, pretest, intervention, and posttest. Results: The mean LDL levels of negative control group posttest, positive control, one treatment and two treatments were respectively 68,66 mg / dl, 145,50 mg / dl, 71,41 mg / dl, 36,08 mg / dl. ANOVA test results showed that there was a significant difference between treatment group one and treatment group two with p = 0,016 (p <0,05). Conclusion: The administration of tomato juice and red guava juice can lowering LDL levels of mice. Red guava juice is more effective at lowering LDL concentration of mice with p = 0,001 (p <0,05) compared with tomato juice with p-value = 0,024 (p <0,05). Keywords: Cardiovascular Disease, LDL, Lycopene, Tomato Fruit Juice, Guava Fruit Juice.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Anak Kurang Gizi Terhadap Total Protein dan Albumin Rauza, Irdina; Andina, Meizly
Buletin Farmatera Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.608 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i3.1061

Abstract

Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Asupan gizi yang salah atau tidak sesuai akan menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya adalah kekurangan energi protein. Kurang energi protein (KEP) disebabkan karena kekurangan makan sumber energi secara umum dan kekurangan sumber protein. Albumin serum merupakan 50% total serum protein yang berguna sebagai indikator kekurangan protein yang berat. Perubahan pada kadar albumin akan mempengaruhi nilai protein total.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh pada anak kurang gizi terhadap total protein dan albumin. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi antara dua variabel dan metode korelasi Spearman Somers’d Gamma. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh anak kurang gizi dengan kadar total protein dan albumin (p > 0.05). Kesimpulan: Total protein dan albumin tidak terdapat hubungan dengan indeks massa tubuh anak kurang gizi. Kata Kunci:   albumin, status gizi, total protein.
Gambaran Faktor Lingkungan Yang Memengaruhi Kejadian Malaria Di Desa Telagah Kecamatan Namu Kabupaten Langkat Tahun 2016 Lubis, Hamidah Syukriah; Boy, Elman
Buletin Farmatera Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.747 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i1.874

Abstract

Abstrak:  Kejadian malaria dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik seperti suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin, intensitas cahaya matahari ,topografi, dan lingkungan biologis yaitu berbagai jenis tumbuhan seperti semak, hutan, kebun, sawah dan kandang hewan ternak disekitar lingkungan rumah. Untuk mempelajari bagaimana gambaran faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian Malaria di Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling, jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 98 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat memiliki ketinggian 94 mdpl, suhu udara rata-rata  27,4 °C, kelembaban udara rata-rata 82 %, intensitas cahaya matahari rata-rata 199,6 W/m2, kecepatan angin rata-rata 2,45 m/s, curah hujan rata-rata 161,3 mm. Ditemukan semak disekitar 58 rumah, kebun disekitar 33, hutan disekitar 21 rumah, kandang hewan ternak disekitar 43 rumah dengan jarak dari kandang hewan ternak ke rumah yang terbanyak adalah ≤10 meter yaitu 26 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat memiliki ketinggian tempat, suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, curah hujan yang optimal bagi perkembangan nyamuk. Berdasarkan observasi yang paling banyak dijumpai disekitar tempat tinggal responden adalah semak yaitu sebanyak 58 rumah.Kata kunci: lingkungan, malaria                 Abstract Malaria is influenced by physical environmental factors, such as temperature, humidity, rainfall, wind speed, light intensity, topography and biological environments namely the various types of plants, such as shrubs, woods, farms, fields and livestock enclosures around the house. To study how the environmental factors affect Malaria in Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat in 2016. This research is descriptive using Cross-Sectional Design. Sampling is using Consecutive Sampling Method, the total sample is about  98 responden. Desa Telagah Kecamatan Namu Ukur Kabupaten Langkat is 94 masl, average temperature 27.4oC, average humidity 82%, average light intensity 199.6 W/m2, average wind speed 2.45 m/s, average rainfall 161.3 mm. With shrubs around 58 houses, farms around 33 houses, woods around 21 houses, livestock enclosures around 43 houses, with length from livestock enclosures to the houses at most ≤10 meters are 26 respondents. Desa Telagah Kecamatan  Namu Ukur Kabupaten Langkat have the temperature, humidity, light intensity, wind speed and rainfall that optimal for mosquito’s reproduction. By the observation, the most factors that found around the respondent’s house are shrubs, in 58 housesKeywords: environment, malaria
Kajian Molekuler P53 Pemanfaatan Tanaman Herbal Buah Legundi (Vitex Trifolia L) Terhadap Massa Tumor Jaringan Kulit Humairah Medina Liza Lubis
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.212 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1242

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian adalah untuk (1) membuktikan dan menganalisa potensi antikanker dari ekstrak etanol buah legundi (V. trifolia) pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene, (2) membuktikan adanya hubungan antara molekul protein p53 dengan kejadian sel kanker kulit, (3) membuktikan dan menjelaskan patogenesis terjadinya kanker kulit dengan melihat ekspresi protein p53 yang diduga kuat mengalami mutasi dan kerusakan gen.Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah memperoleh data yang valid dan akurat tentang potensi ekstrak buah legundi (V. trifolia) sebagai antikanker berdasarkan pemeriksaan biomolekuler protein p53 pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene.Metode yang dipakai adalah dengan menggunakan sampel 25 blok jaringan tumor kulit dari tikus putih jantan jenis Wistar yang dibagi atas 5 kelompok, yaitu (1) blok parafin K1 = blok histologi kelompok kontrol negatif yang diambil dari jaringan kulit tikus normal (tikus hanya diberi diet standar tanpa induksi benzoalphapyrene), (2) blok parafin K2 = blok histologi kelompok kontrol positif (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor tidak diberi ekstrak buah legundi, dan diterminasi pada minggu ke-3 untuk melihat jenis tumor kulit secara mikroskopik), (3) blok parafin P1 = blok histologi perlakuan 1 (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan bersamaan dengan pemberian ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (4) blok parafin P2 = blok histologi perlakuan 2 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (5) blok parafin P3 = blok histologi perlakuan 3 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi1g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral).Hasil penelitian didapatkan 3 slide (60%) dari kelompok kontrol yang diinduksi benzoalphyrene adalah tumor ganas (non keratinizing squamous cell carcinoma), 1 slide (20%) adalah lesi atipik, dan 1 slide (20%) adalah lesi jinak. Dengan menggunakan pewarnaan imunohistokimia p53 didapatkan bahwa 2 tumor ganas menunjukkan ekspresi protein p53 kuat sedangkan 1 tumor ganas menunjukkan ekspresi sedang. Pada sel atipik menunjukkan ekspresi lemah sedangkan lesi jinak tidak menunjukkan ekspresi protein p53.  
Tinjauan Anatomi Klinik Pada Pembesaran Kelenjar Prostat Hendra Sutysna
Buletin Farmatera Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.695 KB) | DOI: 10.30596/bf.v1i1.825

Abstract

Kelenjar prostat telah menarik minat dunia kedokteran karena pembesaran kelenjar prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BHP), sering terjadi setelah usia paruh baya, yang menyerang hampir setiap laki-laki yang hidup cukup lama. Di seluruh dunia, hampir 30 juta pria yang menderita gejala yang berkaitan dengan pembesaran prostat, di USA hampir 14 juta pria mengalami hal yang sama. Penduduk Indonesia yang berusia tua jumlahnya semakin meningkat, diperkirakan sekitar 5% atau kira-kira 5 juta pria di Indonesia berusia 60 tahun atau lebih dan 2,5 juta pria diantaranya menderita gejala saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS) akibat BPH.3 Kelenjar prostat yang membesar berproyeksi kedalam vesica urinaria  dan mengganggu urinasi dengan mendistorsi uretra pars prostatika, semakin  seseorang mengedan semakin massa prostatik  yang bersifat seperti katub menyumbat uretra. BHP merupakan penyebab lazimnya obstruksi uretra, yang menyebabkan nokturia (ingin berkemih sepanjang malam), disuria (kesulitan dan/atau nyeri selama berkemih). BHP juga meningkatkan resiko infeksi vesika urinaria (sistitis) serta kerusakan ginjal lainnya.
Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica charantia ) Muhammad Zulfikar Karim Chan; Isnaini Ulfa; Muhammad Farouq Hilmi Harahap; Tania Mulia Utami; Rizkitha Martono Putri; Humairah Medina Liza Lubis
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.171 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1063

Abstract

Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica Charantia )                                                   Abstrak: Indonesia  merupakan  negara  tropis  yang  mempunyai  dua  iklim,  yaitu musim panas dan musim hujan. Hal ini menyebabkan perkembangan nyamuk di Indonesia  semakin  meningkat,  terutama  selama  musim  pancaroba. Hal ini dimanfaatkan oleh produsen obat nyamuk terutama obat nyamuk bakar oleh karena daya beli masyarakat yang kurang. Padahal obat nyamuk jenis ini sangat berbahaya bagi kesehatan paru. Banyak tanaman herbal yang sudah diteliti untuk kesehatan manusia, salah satunya adalah tanaman pare yang memiliki kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pemberian  ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap aktifitas proliferasi sel dan perubahan histopatologi epitelial jaringan paru tikus Wistar yang diinduksi obat nyamuk bakar. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipapar asap obat nyamuk selama 6 jam perhari. Nekropsi untuk pengambilan sampel dilakukan setelah 1 bulan perlakuan pada tikus dan dibuat sediaan histopatologi. Analisis berupa nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti yang dilakukan dengan pengamatan histopatologi jaringan dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan 400x pada empat lapangan pandang. Data hasil penelitian ditabulasi, diskoring,dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara skor nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan pada gambaran histopatologi parenkim paru.Kata kunci: aktifitas proliferasi sel, ekstrak buah pare,, epithelial jaringan paru, histopatologi, obat nyamuk bakar. The Effect of Giving Pare Extract (momordica charantia) to Cell Proliferation Activity and Epistastial Histopathological Changes of Wistar Lung Tissue Abstract: Indonesia is a tropical country that has two climates, namely summer and rainy season. This causes the development of mosquitoes in Indonesia is increasing, especially during the transition season. It is utilized by mosquito repellent manufacturers, especially mosquito coils, because of the poor people's purchasing power. Though this type of mosquito repellent is very dangerous for lung health. Many herbs that have been studied for human health, one of them is a pare that has antioxidant content. This study aimed to determine the effect of giving pare extract (Momordica charantia) to cell proliferation activity and epistastial histopathological changes of Wistar lung tissue. This study consisted of two treatments, namely control group and the group that exposed the smoke of mosquito coil exposed for 6 hours per day. Necropsy for sampling was performed after 1 month of treatment in mice. Sample organ taken in the right and left lung for histopathology making process. Analysis of necrosis, bleeding, inflammation and congestion is done by histopathological observation of tissue under a microscope with 400x and 1000x magnification with four field of view. The research data was tabulated, diskored, and analyzed using non parametric Kruskal-Wallis test. The results showed that there were significant differences between necrosis score, bleeding, inflammation and congestion between treatment group and control group. It can be concluded that there are improvements in the histopathology of the pulmonary parenchyma.Keyword: cell proliferative activity, histopathology, pulmonary tissue epithelial, smoke of mosquito coil.
Diagnosis Cepat (Rapid Diagnosis) Dengan Menggunakan Tes Sederhana Dari Sekret Hidung Pada Penderita Rinosinusitis Siti Masliana Siregar
Buletin Farmatera Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.658 KB) | DOI: 10.30596/bf.v1i2.1272

Abstract

Abstrak: Sinusitis adalah suatu penyakit yang paling sering dijumpai pada tingkat layanan primer, dimana di Amerika Serikat dapat dijumpai sebanyak 32 juta kasus sinusitis pertahunnya. Saat ini sinusitis lebih sering disebut dengan rinosinusitis oleh karena kaitan anatomi yang erat antara hidung dan sinus paranasal. Rinosinusitis merupakan suatu proses peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus paranasal. Berbagai faktor berperan penting dalam perkembangan sinusitis, meskipun mekanismenya belum diketahui secara pasti. Faktor tersebut meliputi faktor intrinsik yang terdiri dari faktor sistemik dan lokal serta faktor ekstrinsik.Hidung dan sinus paranasal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh karena berhubungan erat dalam patofisiologi suatu rinosinusitis. Silia padda hidung dan sinus paranasal bergerak secara ritmik sekitar 9 mm/ menit dimana waktu pembersihan silia (mucociliary clearance time) dengan transport saccharine sekitar 7-11 menit. Sel-sel goblet di sekresi sebanyak 1-2 liter atau 10-30 ml/kg cairan mukus perhari, dan membentuk selimut di mukosa hidung dan sinus paranasal. Lapisan selimut di mukosa ini dapat menangkap partikel-partikel yang dihirup melalui hidung dan sangat efisien pada partikel ukuran diameter 10 µm ataupun lebih. Sekret ini terdiri dari IgA, lisozim dan memiliki pH 5.5-6.5, dimana semua berfungsi sebagai lingkungan yang bakteriostatik. Oleh karena mahalnya suatu pemeriksaan penunjang seperti CT scan ataupun foto polos hidung dan sinus paranasal, dan sering nya overlapping gambaran pada penyakit infeksi saluran nafas atas seperti rinitis alergi ataupun rinitis virus dalam hal mendiagnosis suatu rinosinusitis. Oleh karena itu pemeriksaan sederhna untuk mendiagnosis sinusitis dengan menggunakan tes sederhana dan cepat seperti pemeriksaan pH, lekosit esterase, protein, dengan menghitung clinical score
Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin Terhadap Simtom Depresi Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M.Ildrem Kota Medan Sumatera Utara Pada Tahun 2017 Siti Andira; Nanda Sari Nuralita
Buletin Farmatera Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.845 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i2.1946

Abstract

Abstract: Depressive symptoms in schizophrenia are important not only because they contribute significantly to the suffering caused by the illness, whether positive psychotic symptoms are active or quiscent, but also because they exacerbate deficits in psychosocial functioning and commonly precede attempted and completed suicide. Depressiv symptoms in man often shows itself very differently from female depression, this means that they feel the same difficult emotion but their expression of them is notably different. Depression symptom in woman often express feeling of sadness and hopelessness, depression symptom in male often complain about the physical symptoms of depression, mask their depression with alkoholism or subtance abuce. This study was observational with cross sectional. Population in this study from outpatients in September-October 2017 in Psychiatric hospital Prof.Dr.M.Ildrem Medan, North Sumatera. The sample of the study consisted 113 patients which filtrated from inclusion and exclusion criteria, measuring depression symptom with Beck Depression Inventory II (BDI II), data analyzed with person correlation using Mann-Whitney Test. The result was there has significant differences depression symptom between male (64,19) and female (40,97) patients schizophrenia. Depression symptoms in male schizoprenia patients is more serious p:0,01 (P:<0,05). The conclusion was there has significant differrences depression symptom between male and female patients schizophrenia.Keywords: Depression Symptom, Schizophrenia
Hubungan Kebiasaan Melihat Dekat dengan Miopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Sahara Miranda; Elman Boy
Buletin Farmatera Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.133 KB) | DOI: 10.30596/bf.v1i2.839

Abstract

Abstrak : Kelainan refraksi yang paling banyak terjadi adalah miopia. Tingginya prevalensi miopia disebabkan berbagai faktor diantaranya faktor lingkungan dan genetik. Salah satu faktor lingkungan adalah lamanya aktivitas melihat dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan kebiasaaan melihat dekat dengan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU angkatan 2009-2011. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling, terdiri dari 27 responden miopia dan 27 responden emetropia. Hasil penelitian ini menunjukkan miopia lebih banyak terjadi pada perempuan dan derajat beratnya miopia paling banyak adalah miopia ringan -0.25 s/d -3.00 dioptri (38,9%). Hasil yang diperoleh dari Uji Mann-Whitney untuk lamanya aktivitas membaca atau mengerjakan tugas kuliah, membaca untuk hobi, menonton TV, menggunakan komputer, bermain video game 0-14 jam/minggu dan 15-28 jam/minggu p<0,01. Untuk kegiatan yang dihabiskan 29-42 jam/minggu dan 43 jam/minggu p>0,01. Uji chi square untuk penggunaan kacamata terhadap orang tua p=0,277. Kesimpulan, Miopia tidak berhubungan dengan penggunaan kacamata terhadap orangtua, sedangkan hubungan kebiasaan melihat dekat yang ditinjau dari waktu yang dihabiskan responden menunjukkan statistik yang bermakna untuk waktu 0-14 jam/minggu dan 15-28 jam/minggu.Kata kunci : kebiasaan melihat dekat,lamanya aktifitas, miopia.
Pengaruh Problem Based Learning pada Proses Penalaran Klinik Desi Isnayanti
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.779 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1671

Abstract

Penalaran klinik adalah proses kognitif atau berpikir dalam mengambil keputusan yang digunakan seorang dokter untuk mengevaluasi dan menangani pasien. Penalaran klinik merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang dokter. Melalui proses berpikir inilah, dokter akan membuat keputusan yang tepat dan mengambil tindakan yang terbaik dalam penanganan masalah pasien. Salah satu pembelajaran yang baik dalam pengembangan penalaran klinik adalah melalui metode adult learning, yaitu salah satunya dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Oleh karena, PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah berupa kasus klinik atau masalah kesehatan lainnya, sehingga dapat juga mendorong kemampuan problem solving dan penalaran klinik mahasiswa. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar penalaran klinik dan hubungannya dengan Problem Based Learning.

Page 4 of 25 | Total Record : 242