cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Environmental Justice Advocacy Oleh Gerakan Masyarakat Cinta Alam dalam Konflik Pembangunan Kereta Gantung Rinjani Lalu Ary Kurniawan Hardi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 1 (2023): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i1.83010

Abstract

GEMA ALAM muncul sebagai konfigurasi gerakan sosial baru yang memiliki domain tuntutan terkait keadilan lingkungan dalam konflik pembangunan kereta gantung rinjani, dimana keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi dua hal yang paling krusial didalamnya. Artikel ini ditulis melalui pendekatan kualitatif, dengan memanfaatkan metode pengumpulan data sekunder dan wawancara untuk menjawab dua pertanyaan mendasar terkait faktor pendorong keterlibatan GEMA ALAM dalam konflik ini dan strategi advokasi yang digunakan dalam menjawab berbagai persoalan yang timbul di masyarakat.   Keterlibatan GEMA ALAM sendiri didorong oleh jati diri gerakan yang mereka miliki, serta berbagai fenomena lain yang mengindikasikan minimnya akses bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan yang partisipatif. Hal inilah yang mendorong GEMA ALAM melakukan berbagai strategi seperti edukasi, advokasi digital, membangun jejaring, serta public hearing untuk menjembatani terbentuknya kesepahaman antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aktor multisektoral. Upaya ini pula yang turut mendudukkan GEMA ALAM sebagai pihak penting yang berperan besar sebagai mediator lintas aktor, edukator masyarakat, agregator perspektif publik, dan katalisator tuntutan masyarakat dalam upaya resolusi konflik pembangunan Kereta Gantung Rinjani ini.
Gerakan Mahasiswa di Indonesia dan Tantangannya terhadap Hegemoni Negara Barung, Anselmus Apritno Yomarda
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.82612

Abstract

Dalam perannya sebagai agen perubahan lewat aktivisme gerakan sosial, mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan dan tuntutan baik internal dan struktural yang semakin kompleks. Perangkat-perangkat kekuasaan menjadi senjata represi dan melakukan pembajakan perangkat negara dalam membangun hegemoninya. Mahasiswa dibawa dalam situasi yang membuatnya terombang-ambing dengan dinamika politik yang sedang berlangsung. Situasi ini membawa fakta baru bahwa demokrasi sedang menuju dalam bentuk demokrasi elitisme dan bukan lagi menjadi demokrasi rakyat. Fokus dan tujuan penelitian ini adalah berfokus pada gerakan mahasiswa dan mengungkap tantangan yang dihadapinya dalam praktik hegemoni negara lewat instrument-instrument politiknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan jenis studi literatur. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk memahami permasalahan secara deskriptif analitik tentang situasi sosial politik dalam hal ini fenomena tentang gerakan mahasiswa yang berhadapan dengan hegemoni negara yang semakin tak terkontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana pembajakan atas perangkat-perangkat negara yang dilakukan oleh elit politik atau yang bisa disebut oligarki. Selain itu penelitian ini mengulas kembali bagaimana terminologi Anarkisme seharusnya dipahami dengan pandangan teoritis. Kemudian pelabelan ini cenderung ditempatkan pada gerakan mahasiswa dengan upaya menyandingkannya lewat data-data lapangan yang menunjukan fakta yang sebaliknya. Dengan adanya situasi semacam ini menunjukan berbagai tantangan yang begitu kompleks. Dengan begitu perlunya membangun wacana konsolidasi sebagai bagian dari kelompok civil society yang lebih luas menjadi strategi lain dalam menghadapi tantangan atas hegemoni dan dominasi rezim yang sedang terbangun.
Urgensi Pengesahan RUU MHA melalui Kerangka Indigenous Environmental Justice: Studi Kasus Pembangunan Pabrik Semen di Kendeng Darmawan, Arif Budi; Virgy, Muhammad Arief
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.82649

Abstract

Dalam konteks studi kasus Kendeng di Jawa Tengah, artikel ini mengilustrasikan perihal urgensi pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang dapat dipahami melalui kerangka Indigenous Environmental Justice (IEJ). Kerangka ini memiliki lima aspek dalam melihat MHA, yang terdiri dari non material, komunitarian, holistik, berbasis pada lokalitas, dan temporalitas keberlanjutan. Melalui kerangka tersebut, terdapat gambaran bahwa RUU MHA merupakan hal yang sangat diperlukan oleh MHA untuk menjamin hak-haknya yang notabene keberadaannya sudah hadir sebelum Republik Indonesia berdiri. RUU MHA juga diperlukan agar ke depan, masyarakat Samin maupun MHA di daerah lain dapat memiliki peran yang lebih besar atas setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam di daerahnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yakni studi pustaka dari berbagai sumber seperti artikel akademik, buku, berita, dokumen laporan, hingga regulasi dan kebijakan terkait.  
Yang Maya Yang Melawan: Aktivisme Kontra-Hegemoni Di Ruang Twitter Dalam Perspektif Ernesto Laclau Benedict, Josef Christofer; Dharmesa, Yohanes Wisnu
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.82675

Abstract

Hadirnya ruang-ruang baru dalam dunia maya telah memberikan formasi kuasa yang juga baru. Twitter, sebagai salah satu ruang maya tersebut, lantas dimanfaatkan untuk giat kontra-hegemoni digital melalui produksi dan distribusi diskursus antagonistik terhadap hegemoni konvensional di dunia korporeal. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana aktivisme kontra-hegemoni di Twitter terwujud dan terlanggengkan dengan pisau bedah pemikiran hegemoni Ernesto Laclau. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis deskriptif terhadap dua jenis data, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari proses text mining terhadap tiga akun Twitter, yaitu @txtdrberseragam, @PolJokesID, dan @JDAgraria, sebagai representasi populer akan ruang aktivisme kontra-hegemoni. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur atas pandangan hegemoni Ernesto Laclau untuk pembedahan terhadap data pertama secara kritis. Penelitian ini menemukan subjek-subjek hegemonik yang secara spesifik diantagoniskan dalam ketiga ruang Twitter, yakni aktor politik, aparat bersenjata (Polri dan TNI), dan pemerintah daerah. Melalui kacamata Laclau, penelitian ini juga menemukan bahwa ketiga akun tersebut adalah subjectless dan menghidupkan dimensi populisme dalam formasi wacana sebagai representasi “the people”. Sebagai kesimpulan, giat kontra-hegemoni dan relasi antagonistik hidup dalam aktivisme digital di ruang Twitter. Giat maya tersebut menjadi bentuk pergerakan baru melawan kuasa konvensional melalui populisme digital.
Studi Life History Buruh Migran Perempuan dalam Sektor Informal di Kabupaten Wonosobo Khafifi, An'ngam
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.82765

Abstract

Tulisan ini membahas proses menjadi buruh migran perempuan di Kabupaten Wonosobo, terutama di sektor informal. Latar belakang dari penelitian ini adalah menjadi buruh migran masih besar peminatnya di tengah kerentanan-kerentanan yang harus dihadapinya. Berdasarkan catatan BNP2TKI di 2019 persentase perempuan yang bekerja di sektor informal adalah 60 hingga 80 persen. Meskipun telah banyak artikel yang membahas alasan menjadi buruh migran, namun masih sedikit yang membahas tentang konstruksi dan relasinya dengan struktur sosial yang melingkupi dinamika tersebut dari level keluarga, komunitas lokal, hingga transnasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif life history dengan melakukan wawancara mendalam kepada lima mantan buruh migran perempuan dan dilengkapi dengan pendekatan intersectionality life course dari Ferrer et al. (2017). Hasil penelitian ini menunjukan, menjadi buruh migran dalam skala makro merupakan bagian dari proses ekonomi-politik global. Di dalam skala mikro, dalam hal ini lingkungan komunitas informan, menjadi buruh migran dianggap pilihan dan keterpaksaan karena dengan latar belakang kelas dan gender yang dimiliki menjadi buruh migran dirasa mampu menjawab tuntutan atas kebutuhan keluarga dan kebutuhan sosial yang terus meningkat, hingga mampu mengangkat status sosial yang ditandai dengan kepemilikan lahan yang luas dan dapat memenuhi kebutuhan tersier. Untuk dapat mencapai tujuan, keagensian dalam diri informan menjadi penting. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana informan bernegosiasi untuk re-migrasi dan upaya resistensi melalui kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan uang remiten.
From Religious Hybridity to Indigenous Religion: Perubahan Paradigma dan Praktik Ritual Penghayat di Minahasa, Sulawesi Utara Pinatik, Hun Johanis Alfrits
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.83166

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi perubahan paradigma dan praktik ritual agama hibrid menuju agama lokal yang terjadi karena peran agen perubahan sosial. Tulisan ini berfokus pada perubahan sosial dari dominasi Kekristenan menuju paradigma dan praktik ritual non-Kristen di Minahasa. Paradigma agama lokal merupakan dekonstruksi terhadap pendekatan agama dunia. Hal tersebut tidak dapat terlepas dari konteks modernitas yang membatasi dan mengkonstruksi dominasi terhadap agama lokal. Dalam mengkaji perubahan sosial akibat aspek modernitas, maka tulisan ini menggunakan teori social change dari Piotr Sztompka (2017) yang menawarkan perspektif modernitas dan agent of change. Selain itu, penelitian ini juga akan menggunakan perspektif Indigenous Religion Paradigm dari Samsul Maarif (2019) untuk menganalisis paradigma agama lokal Minahasa. Penelitian ini berbasis pada metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis kasus perubahan paradigma dan praktik ritual Minahasa. Berbasis pada pendekatan studi kasus, maka penelitian ini akan dianalisis menurut pola, konteks, dan setting yang terjadi di lapangan, khususnya peran Tona’as pada proses perubahan paradigma dan praktik ritual. Data-data pendukung juga diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumenter untuk menggambarkan dan menganalisis peristiwa kasus perubahan agama di Minahasa. Argumentasi utama dalam tulisan ini bahwa, paradigma dan praktik ritual Minahasa telah mengalami perubahan sosial melalui dekonstruksi paradigma agama dunia yang hibrid oleh agen religius (Tona’as), sehingga  mengkonstruksi kembali paradigma agama lokal yang berbasis lokalitas.
The Ecofeminism Practice: The Women's Movement in the Documentary Film “Sangihe Melawan” Khairiyah, Alfiatul; Muryani, Tri; Isnania, Rahma
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 11, No 1 (2024): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v11i1.87864

Abstract

Ecofeminism is an interrelated and holistic theory and practice. Ecology, in conjunction with discourses on women's freedom and radical democracy, constitutes one of the primary pillars of democratic confederalism, which is the development of the political paradigm in Indonesia. Ecofeminism also manifests in several areas, including the women's resistance movement against gold mining by PT Tambang Mas Sangihe (TMS) in Sangihe. This study aims to describe the representation of the women's movement in the documentary film "Sangihe Melawan," which was uploaded to the YouTube channel of Watchdoc Documentary on July 1, 2022. This research employs semiotics techniques. The data analysis unit in this study includes images or visuals, audio (dialogue and narration), acting, setting, type of shot, and angle, which collectively demonstrate the role of women in the concept of Social Ecofeminism. The results indicate that women are represented as the most disadvantaged parties in the exploitation of natural resources. The women's movement to protect the environment is also depicted as an effortful endeavor. The women's resistance to the expansion of gold mining in Sangihe was manifested in various actions, including awareness-raising activities, a women's rally, legal action against PT TMS through the Manado and Jakarta Administrative Courts, and other legal avenues.
Human Rights Violations in the Development of the Super Priority Tourism Destination Labuan Bajo Pahlevi, Muhammad Reza
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 11, No 1 (2024): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v11i1.97299

Abstract

Globalization offers various features such as the presence of Global Travel which continues to overgrow. However, Indonesia is still ranked at the bottom of tourist visits that compared to neighboring countries, therefore the Government plans to develop Destinasi Super Prioritas (DSP) or Super Priority Destinations. Labuan Bajo is the only one of the 5 areas that will be created. So, the author is interested in seeing the impact of the development of the DSP area in Labuan Bajo on fulfilling the human rights of the local community. In order to provide the recommendations for solutions to these issues the research method is descriptive qualitative by using the secondary data. To answer the problem formulation, the author uses the thinking framework of Peter M Burns on Tourism and Politics Global Frameworks and Local Realities, and Alyson Brisk on the Introduction: Transnational Threats and Opportunities. The results show that in the process of the Labuan Bajo DSP's social presence, various kinds of human rights violations occurred, starting from the loss of the right to work and obtain food security, the right to private property, the right to do the same before the law, the right to shelter and the environment. These conditions occur because there is a friendship relationship between the Government and Investors through regulatory support to State apparatus so that local communities is becoming the victims of this asymmetric relationship. This condition received resistance from the civil society alliances by using networks, solidarity, and social media.
United States’ Political Rights Values: Critiques of Human Rights Violations Towards Hispanic Americans Purwitasari, Artie Indah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 11, No 1 (2024): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v11i1.99283

Abstract

This study examines the ongoing violations of political rights experienced by Hispanic Americans, despite the United States established democratic principles. It examines the impact of globalization on human rights issues, leading to the "othering" of Hispanic Americans by the United States government. The study uses Herbert Blumer's Symbolic Interactionism as a theoretical framework to analyze how meanings and interpretations influence the experiences and treatment of this excluded group. A thematic review of the current literature, utilizing a qualitative research methodology, uncovers a complex interaction of elements that contribute to these violations. The study examines the conflict of national interests, changing ethical norms, and the symbolic creation of "otherness" that rationalizes discriminatory behaviors. Research indicates that globalization, whilst fostering connection, may also intensify pre-existing inequities and generate novel forms of marginalization. The study indicates that the United States, as a global power, confronts a significant issue in aligning its democratic principles with its treatment of Hispanic Americans. It underscores the imperative for the US to reinforce its dedication to human rights and harmonize its policies with the tenets of inclusivity and equality for all citizens. This necessitates a thorough analysis of the symbolic mechanisms that sustain prejudice and a fresh commitment to protecting human rights in a worldwide context.
Examining Trends and Social Complexity of Clean and Healthy Living Behavior through Bibliometric Analysis Pamungkas, Martinus Danang; Anwariyah, Hilya Raudhotul
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 11, No 1 (2024): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v11i1.98883

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) provides information, education, and empowerment to encourage individuals, families, groups, and communities to adopt healthier lifestyles and minimize disease risk. Despite its crucial role in health, CHLB implementation in Indonesia is still low, with various studies highlighting inadequate CHLB practices among students and households. We conducted a bibliometric analysis to explore research results and identify trends and social complexity of CHLB. This study reports a bibliometric analysis through a systematic search of academic literature applying the CHLB theme. Bibliographic data were retrieved from the Scopus database on June 18, 2024, and then analyzed using the Bibliometrix R package. The 131 publications focused on journal articles, conference papers, and reviews in English, which were then collected and analyzed based on publication trends, influential articles, country contributions, and theme development. The authors also interpreted and synthesized the results of the bibliometric description of CHLB using Ulrich Beck's risk society theory. Articles on CHLB are published in 11 influential journals, with Indonesian authors contributing the most articles with 447 frequencies, followed by the USA (14 frequencies), China (11 frequencies), and Netherlands (11 frequencies). As part of the CHLB research hotspots, ten research areas and nine motor themes were presented, such as COVID-19, alternative medicine, pandemic, knowledge, diabetes mellitus, attitude and practice, education, empowerment, and environmental health. Using Ulrich Beck's risk society theory, this study also highlights how uncertainty and social complexity affect the implementation of CHLB in Indonesia.