cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020)" : 16 Documents clear
Nilai Antioksidan dan SPF dari Kombinasi Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) dan Minyak Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Indri Astuti Handayani; Anny Victor Purba; Deni Rahmat
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.201 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52244

Abstract

Minyak biji nyamplung dilaporkan memiliki kandungan vit E 2,05% dan β karoten sebesar 8,44mg/100g, minyak kelapa sawit dilaporkan memiliki kandungan vit E 27,6mg/100g dan β karoten 505mg/kg sehingga dapat berfungsi sebagai antioksidan dan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan atau penurunan nilai antioksidan dan SPF dari kombinasi minyak antara minyak biji nyamplung dengan minyak kelapa sawit. Metode untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah peredaman radikal bebas, nilai SPF diukur menggunakan metode perhitungan nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan minyak biji nyamplung, minyak kelapa sawit dan kombinasi minyak (2:3) memiliki aktivitas antioksidan (IC50) secara berturut-turut sebesar 192,77; 140, 89 ; dan 237,26 µg/mL. Nilai SPF dari minyak biji nyamplung, minyak kelapa sawit dan kombinasi minyak (2:3) pada konsentrasi 125 µg/mL sebesar 6,69, 1,33 dan 6,54.
Efektifitas Gel Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Jumlah Fibroblast pada Proses Penyembuhan Luka Insisi Tikus Jantan Galur Sprague Dawley Agustina Susilowati; Dian Ratna Rianti; Erma Yunita; Nanda Syta Nur'aini
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.355 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52451

Abstract

Obat penyembuhan luka saat ini retalif mahal dan memungkinkan terjadinya efek samping dalam penggunaannya, sehingga perlu dikembangkan obat penyembuhan luka yang berasal dari tanaman herbal. Tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka yaitu tanaman asam jawa (Tamarindus indica). Asam jawa memiliki senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui efektifitas gel ekstrak etanol daun asam jawa terhadap jumlah fibroblast pada proses penyembuhan luka insisi tikus jantan galur Sprague Dawley. Metode dari penelitian ini yaitu eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (kontrol positif, kelompok III, IV dan V diberikan sediaan gel ekstrak etanol daun asam jawa 0,5%, 1% dan 2%. Hasil dari penelitian diketahui bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% tidak berbeda bermakna (p>0,05) dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun asam jawa konsentrasi 0,5%, 1% dan 2% dapat berperan sebagai penyembuh luka insisi dengan mekanisme meningkatkan jumlah fibroblast.
Pengaruh Variasi Komposisi Pemanis Xilitol dan Aspartam Terhadap Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) The effect Meri Ropiqa; Sisca Devi; Akhmad Kharis Nugroho; Yosi Bayu Murti
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.275 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.52559

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai antiplasmodium di Indonesia. Kandungan alkaloid karpain pada daun yang bertanggung jawab sebagai senyawa antiplasmodium memiliki rasa pahit sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk sediaan tablet yang mudah diterima. Berkaitan dengan prevalensi malaria yang sering menyebabkan kematian pada usia 5 hingga 9 tahun, maka perlu dilakukan formulasi bentuk sediaan tablet kunyah yang merupakan bentuk sediaan yang disukai kategori usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi pemanis xilitol dan aspartam terhadap karakteristik fisik granul dan fisik tablet kunyah. Formulasi tablet kunyah dibuat dengan kombinasi xilitol dan aspartam sebanyak tiga formula, pada formula I dengan perbandingan xilitol:aspartam (284:40), formula II (292:32), dan formula III ( 300:24).   Berdasarkan hasil penelitian pada uji kekerasan tablet menunjukkan ada perbedaan nilai yang signifikan (p < 0,05) antara satu formula dengan formula lainnya, hal ini menunjukan variasi pemanis sangat berpengaruh terhadap kekerasan tablet yang dihasilkan. 
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Menggunakan Metode Servqual Berdasarkan Status Akreditasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir Hafizh Amrullah; Satibi Satibi; Achmad Fudholi
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.24 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.53647

Abstract

Puskesmas sebagai fasiltas kesehatan tingkat pertama dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Akreditasi menjadi sebuah metode dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Diperlukan adanya evaluasi penerapan standar akreditasi pelayanan kesehatan di puskesmas untuk menilai efektivitas akreditasi puskesmas, salah satunya dengan survei kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan harapan dan kenyataan terhadap mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas terakreditasi dan mengetahui perbedaan skor gap kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian adalah pasien di puskesmas yang pelayanan kefarmasiannya diselenggarakan oleh tenaga kefarmasian menggunakan metode non-probability sampling berdasarkan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun berdasarkan teknik ServQual model. Dimensi responsiveness menduduki peringkat teratas gap kepuasan puskesmas terakreditasi. Dari kelima dimensi, kesemuanya berbeda signifikan antara skor harapan dan kenyataan dengan probabilitas 0,000 (p<0,05) kecuali aspek emphaty. Uji beda gap kepuasan pasien puskesmas terakreditasi dan puskesmas tidak terakreditasi menghasilkan perbedaan yang nyata antara keduanya, probabilitas = 0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan yang nyata antara rendahnya kinerja pelayanan kefarmasian dengan tingginya harapan pasien puskesmas terakreditasi, namun  di sisi lain bahwa status akreditasi berpengaruh terhadap kepuasan pasien puskesmas terakreditasi.
Aktivitas Antibakteri dan Uji Sifat Fisik Sediaan Gel Dekokta Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Alternatif Pengobatan Mastitis Sapi Iramie Duma Kencana Irianto; Purwanto Purwanto; Marwan Triafrian Mardan
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.094 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.53793

Abstract

Mastitis adalah radang yang terjadi pada ambing susu sapi dan dapat menyebabkan penurunan produktivitas sapi perah secara drastis. Senyawa fenolik alam seperti flavonoid dan tanin diketahui dapat membunuh bakteri S. aureus dan E. coli. Dekokta daun sirih hijau (DDSH) yang mengandung senyawa fenolik pada konsentrasi 20% diketahui mampu membunuh bakteri S.aureus dan E.coli. Sediaan gel adalah sediaan yang bersifat menyejukkan, melembabkan, mudah penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formula terbaik dengan memperhatikan daya antibakteri dan sifat fisik gel dalam setiap formula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi DDSH menghasilkan gel dengan pH dan viskositas yang semakin rendah, namun daya antibakteri yang semakin besar, sedangkan peningkatan konsentrasi karbopol menyebabkan peningkatan viskositas gel. Berdasarkan daya antibakteri dan sifat fisik gel dalam setiap formula, maka formula 4 (terdiri dari 62,5% DDSH dan 0,875% karbopol) merupakan formula yang optimal dalam penelitian ini.
Analisis Biaya Penyakit Tuberkulosis: Studi Kasus di Salah Satu Puskesmas dan Rumah Sakit di Yogyakarta Annisa Iswari; Dwi Endarti; Christiana Trijayanti; Restu Nur Hasanah Haris; Aulia Nadya Rizki Imansari
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.251 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i2.54172

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia. Saat ini angka kematian terhadap TB semakin meningkat di Indonesia. Dilaporkan kasus Tuberkulosis (TB) mencapai 420.994 kasus selama tahun 2017 dan sebanyak  8% dari total kasus seluruh dunia di tahun 2018. Perawatan terapi yang panjang pada pasien TB menyebabkan tingginya biaya pengobatan yang harus dibayarkan oleh pasien. Studi ini bertujuan untuk melihat besarnya biaya perawatan pada pasien tuberkulosis dari perspektif societal dan faktor yang mempengaruhinya. Studi dilakukan pada pasien TB di Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta dan Poli Paru di Puskesmas Sewon I yang dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan (Januari-Maret 2019). Penelitian merupakan rancangan deskriptive dengan pendekatan cross-sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling pada 35 pasien. Analisis data secara deskriptif untuk memberikan estimasi biaya dan uji beda untuk melihat faktor yang mempengaruhi biaya  pasien TB. Hasil penelitian menunjukan Biaya medis langsung merupakan komponen biaya yang paling tinggi dibandingkan komponen biaya lainnya. Biaya medis langsung pasien Tuberkulosis per episode rawat jalan sebesar Rp.106.745±77.050, non medis langsung Rp.26.024±31.247, biaya tidak langsung sebesar Rp.70.820±71.488. Faktor jenis pembiayaan (p=0.011) memberikan pengaruh signifikan terhadap biaya medis langsung. Faktor jenis kelamin (p=0.004)  dan status bekerja (p=0.000)  memberikan pengaruh signifikan terhadap biaya tidak langsung.

Page 2 of 2 | Total Record : 16