cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 4 (2025)" : 15 Documents clear
Efektivitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bronkopneumonia Pediatri Di Instalasi Rawat Inap Rsud dr. Loekmono Hadi Kudus Amalia, Shofia; Etikasari, Ria; Rosnarita, Intan Adevia
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.109143

Abstract

Bronkopneumonia menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak balita, terutama di negara-negara dengan status perkembangan rendah hingga menengah, sehingga memerlukan terapi antibiotik yang tepat agar perbaikan kondisi klinis pasien dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri serta mengevaluasi efektivitas penggunaannya berdasarkan penurunan suhu tubuh, nilai respiratory rate (RR), jumlah leukosit, dan perbaikan gejala klinis (batuk, sesak, dan pilek). Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode Juni–Desember 2024. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ampicillin-sulbactam (61,4%), diikuti oleh ceftriaxone (35%). Penggunaan antibiotik efektif dalam menurunkan suhu tubuh, nilai RR, jumlah leukosit, serta memperbaiki gejala klinis pasien. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam dalam menurunkan suhu tubuh (p = 0,411), nilai RR (p = 0,974), jumlah leukosit (p = 0,496), serta pada durasi perbaikan gejala batuk (p = 0,649), sesak (p = 0,767), dan pilek p = 0,188. Dapat disimpulkan bahwa profil penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus didominasi oleh ampicillin-sulbactam, dan penggunaannya efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien, serta tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara ceftriaxone dan ampicillin-sulbactam.
Analsisis Kausalitas Efek Samping Obat (ESO) pada pasien Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam RS Akademik UGM Yogyakarta Marseli, Cindy; Ikawati, Apt., Zullies; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.96130

Abstract

Efek Samping Obat (ESO) merupakan salah satu bagian dari Drug Related Problems (DRPs) yang menjadi masalah penting dikesehatan masyarakat. ESO menjadi salah satu penyebab utama rawat inap dan penyebab morbiditas kelima di negara-negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian ESO dan tingkat keparahan ESO pada pasien rawat inap di Bangsal Penyakit Dalam. Penelitian ini menggunakan studi observational dengan metode cross sectional. Pengambilan data secara prospektif selama periode Desember 2023 hingga Januari 2024. ESO dinilai kausalitasnya menggunakan algoritma Naranjo. Penelitian ini melibatkan 108 pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Angka kejadian ESO pada penelitian ini sebesar 41 pasien (38,0%) dengan 46 kejadian. Manifestasi ESO paling sering terjadi yaitu respons hipersensitivitas (23,91%), diikuti oleh kejadian hipoglikemia (13,04%) dan hipotensi (13,04%). Kulit dan jaringan subkutan merupakan organ yang paling sering terkena dampak ESO (30,43%), sementara antibiotik sistemik merupakan jenis obat yang paling sering menyebabkan ESO (17,39%). Penilaian kausalitas menggunakan algoritma Naranjo menunjukkan bahwa 78,26% kasus probable dan 21,74% kasus possible dengan tingkat keparahan mild (47,83%) dan moderate (52,17%). Pemantauan kejadian ESO sebagai informasi bagi praktisi kesehatan untuk mewaspadai potensi ESO, meningkatkan pelaporan ESO, dan memantau terapi pasien secara lebih komprehensif.
Uji Antihipertensi Seduhan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa.L ) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hastuti, Dwi; Wijaya, Andi
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.103205

Abstract

Bunga rosella banyak digunakan sebagai obat hipertensi karena sifat kardioprotektif dari flavonoid antosianin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh seduhan bunga rosella terhadap aktivitas antihipertensi tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini merupakan eksperimental Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan 25 tikus jantan galur wistar yang dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (CMC Na 1%), kontrol positif (Captopril 2,25 mg/kgBB), dan tiga kelompok perlakuan (seduhan bunga rosella dengan dosis 90 mg/kgBB, 180 mg/kgBB, dan 360 mg/kgBB). Pengecekan tekanan darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu sebelum penginduksian, setelah penginduksian, dan setelah diberikan larutan uji. Analisis data dilakukan menggunakan One-Way Anova SPSS dan diperoleh penurunan tekanan darah perlakuan seduhan bunga rosella dosis 90 mg/kgBB dan 360 mg/kgBB berbeda dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Penurunan tekanan darah kelompok perlakuan berupa seduhan bunga rosella dosis 180 mg/kgBB menunjukkan tidak ada perbedaan dengan kontrol positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seduhan bunga rosella memiliki aktivitas antihipertensi terhadap tikus jantan galur wistar. Konsentrasi dosis seduhan bunga rosella berpengaruh terhadap aktivitas antihipertensi pada tikus uji dengan dosis seduhan bunga rosella 180 mg/KgBB, yang memiliki efek antihipertensi sama dengan Captopril 2,25 mg/kgBB dan dosis seduhan bunga rosella 360 mg/KgBB memberikan efek lebih tinggi dibandingkan Captopril 2,25 mg/kgBB.
Pengaruh Biji Kopi dalam Formulasi Sabun Padat Aromaterapi sebagai Produk Perawatan Kulit Sukoharjanti, Bintari Tri; Sholikhati, Anisa; Mundiyastutik, Yayuk; Janatullaili, Anisa Luthfia
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.110096

Abstract

Biji kopi berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit karena aroma khas dan teksturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji kopi (Coffea sp.) dan menentukan formulasi optimal sabun padat yang mengintegrasikan serbuk biji kopi aromaterapi berbasis minyak zaitun dan Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi serbuk biji kopi yaitu 15%, 30%, dan 45%. Evaluasi meliputi pengamatan organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, hedonik. Efek aromaterapi dinilai berdasarkan kestabilan aroma dan respons sensoris selama pemakaian. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki mutu fisik yang baik, pH sesuai untuk sabun mandi. Seluruh formula memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3532:2016) untuk sabun padat, dengan nilai pH yang berada dalam rentang aman (9,0–11,0) dan homogenitas yang baik. Formula F2 (30%) menghasilkan kinerja optimal. Aroma kopi tetap stabil dan memberikan sensasi nyaman bagi pengguna. Dapat disimpulkan bahwa sabun padat aromaterapi berbahan biji kopi aman digunakan dan berpotensi dikembangkan sebagai produk perawatan kulit berbasis bahan alami. Disimpulkan bahwa konsentrasi biji kopi F2 (30%) adalah titik keseimbangan terbaik untuk menghasilkan sabun aromaterapi yang berkualitas, aman, dan dapat diterima secara sensoris.
Optimasi Gelling Agent Karbopol Dan Na-CMC Serta Uji Aktivitas Gel Heksagamavunon-5 Sebagai Tabir Surya Secara In Vitro Muhlida, Vinilia Ihramatul; Zulkarnain, Abdul Karim; Ritmaleni, Ritmaleni
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.110976

Abstract

Heksagamavunon-5 (HGV-5) merupakan senyawa analog kurkumin yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sediaan tabir surya. Untuk memudahkan penggunaannya pada kulit, senyawa tersebut dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum basis gel, mengevaluasi stabilitas fisik basis dan gel HGV-5, serta mengevaluasi aktivitas tabir surya gel HGV-5 secara in vitro. Metode Simplex Lattice Design dengan software Design Expert digunakan untuk mengoptimasi kadar gelling agent karbopol (0,5-1,5%) dan Na-CMC (2,0-3,0%). Delapan run formula gel dievaluasi sifat fisiknya untuk menentukan formula optimum. Stabilitas gel diuji dengan metode cycling test selama tiga siklus. Aktivitas gel HGV-5 sebagai tabir surya diuji dengan metode spektrofotometri dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), persen transmisi eritema, dan persen transmisi pigmentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel HGV-5 dengan konsentrasi karbopol 0,5% dan Na-CMC 3,0% memiliki pH sebesar 5,71; viskositas 290,51 dPa.s; daya sebar 10,64 cm2; serta daya lekat 10,20 detik. Gel HGV-5 memiliki nilai SPF sebesar 37,14; %TE 0,133; dan %TP 0,002. Basis gel dan gel HGV-5 stabil terhadap respons viskositas, daya sebar, dan daya lekat selama penyimpanan 3 siklus. Gel HGV-5 stabil terhadap respons pH, sedangkan pH basis gel bergeser namun masih dalam ring aman pada kulit selama penyimpanan 3 siklus.

Page 2 of 2 | Total Record : 15