cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
BAHASA, PIKIRAN, BUDAYA DAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF BAHASA ARAB Sampiril Taurus Tamaji
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.069 KB)

Abstract

Bahasa adalah salah satu anugrah Tuhan yang memungkinkan manusia untuk mengelola pikirannya dan mengendalikan pengaruh luar terhadap pikirannya. Manusia sebagaimana halnya makhluk lainnya berinteraksi dengan lingkungannya dan memroses data dari organ pancaindranya untuk mencinptakan suatu reprsentasi utama dari dunia. Pikiran dan bahasa pada tahap permulaan berkembang secara terpisah, dan tidak saling mempengaruhi. Jadi, mula-mula pikiran berkembang tanpa bahasa, dan bahasa mula-mula berkembang tanpa pikiran. Lalu, pada tahap berikutnya, keduanya bertemu dan bekerjasama serta saling mempengaruhi. Bertulah, kanak-kanak berpikir dengan menggunakan bahasa dan berbahasa dengan me nggunakan pikiran. Dalam kehidupan sehari-hari bahwa bahasa termasuk aktivitas manusia, kegiatan seseorang dengan orang lain atau kelom social tertentu. Bila bahasa seseorang dengan orang lain (kelompok social) tertentu, peristiwa itu disebut bebicara (talking, conversation). Sedangkan bila seseorang berbicara dengan dirinya sendiri sebagai suatu aktivitas individual disebut peristiwa berpikir (thinking inner speech). Maka, dengan demikian dalam ilmu psikolinguistik ada kajian khusus yang membahas; Apa pengertian berbahasa, berpikir, berbudaya dan pendekatan komunikatif belajar bahasa arab?
INTERNALISASI NILAI TOLERANSI BERAGAMA Moch. Sya’roni Hasan
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.724 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Internalisasi Nilai Toleransi Beragama di Desa Jarak Kec. Wonosalam Kab. Jombang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang berjenis studi kasus. Dalam pengumpulan data digunakan metode observasi peran serta, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan model beberapa komponen yang saling berkaitan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data digunakan perpanjangan penelitian, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah Masyarakat Desa Jarak memiliki sikap inklusif dan pluralis dalam beragama. Kemudian Proses internalisasi nilai toleransi melalui Transformasi nilai: Tokoh Agama sekedar menginformasikan nilai-nilai yang baik dan buruk kepada masyarakat sesuasi ajaran agama masing – masing, yang sifatnya semata-mata merupakan komunikasi verbal. Transaksi nilai: suatu tahap yang dilakukan dengan jalan melakukan komunikasi dua arah antara Tokoh agana (guru) dan Masyarakat (siswa) dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini bersifat interaksi timbal balik. Tekanan dan komunikasi dua arah masih menitik beratkan fisik dari pada komunikasi batin. Tokoh agama yang sebagai Pendidik mengajarkan nilai yang baik dan memberi contoh, kemudian peserta didik atau masyarakat diminta untuk mencontoh. Selanjutnya, Transinternalisasi.Tahap ini lebih dari sekedar transaksi, dalam tahap ini penampilan pendidik bukan lagi sosok fisiknya, melainkan sikap mental dan kepribadiannya. Dalam proses transinternalisasi terjadi komunikasi batin antara pendidik dan peserta didik. Sedangkan Metode yang digunakan dalam Internalisasi Nilai Toleransi adalah mauidhoh Hasanah, Peneladanan, Pembiasaan. Selain itu juga bisa menggunakan metode yang lain seperti memberi motivasi, ibrah atau amtsal
AKHLAK DALAM PRESPEKTIF SEJARAH Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.335 KB)

Abstract

Akhlak sudah ada dan muncul sejak adanya manusia pertama kali. Dengan kata lain akhlak telah menjadi tatanan normatif yang mengatur kehidupan manusia pertama tersebut dalam beriteraksi dengan Tuhan dan lingkunganya. Lebih jauh dapat dimaknai, bahwa akhlak muncul bersamaan dengan munculnya manusia pertama kali, walaupun akhlak belum terdefinisikan secara ilmiah saat itu. Namun demikian, secara ilmiah belum ada penyeledikian akhlak pada masa nabi Adam tersebut. Kabar yang sampai kepada umat manusia periode berikutnya hanya melalui wahyu dan kitab suci agama-agama samawi. Nabi-nabi menceritakan dan menjelaskan apa yang disampaikan Tuhan melalui wahyu untuk menjadi pelajaran bagi umatnya masing-masing di setiap periode nabi. Apabila ditinjau secara Ilmiah, penyelidikan akhlak untuk pertama kali dilakukan oleh filosof yunani yang bernama Socrates (murid Phytagoras). Pada mulanya para filosof Yunani tidak banyak yang memperhatikan hal ini (akhlak), kebanyakan mereka disibukkan dalam menyelidiki alam raya, asal usul dan gejala di dalamnya. Setelah itu akhlak mengalami perkembangan pesat dari generasi ke generasi hingga lintas peradaban dan bangsa
KONTRIBUSI SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muslimah Muslimah; Lailatul Maskhuroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.45 KB)

Abstract

Umat Islam merupakan mayoritas penduduk Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, Pattani (Thailand Selatan) dan Brunei. Proses konversi massal masyarakat dunia Melayu-Indonesia ke dalam Islam berlangsung secara damai. Konversi ke dalam Islam merupakan proses panjang, yang masih terus berlangsung sampai sekarang. Islamisasi itu lebih intens dan luas sejak akhir abad ke-12. Meskipun terjadi beberapa teori tentang kedatangan Islam di Asia tenggara, bahwa pedagang muslim dari kawasan Jazirah Arab telah hadir di beberapa tempat di Nusantara, sejak abad ke-7 akan tetapi tidak ada bukti yang memadai bahwa mereka memusatkan diri pada kegiatan penyebaran Islam di Indonesia.[1] Ulama menjadi salah satu yang punya peran penyebaran Islam di nusantara, karena nusantara pada awalnya berbentuk kerajaan-kerajaan. Dengan penyebaranIslam secara massif (dengan pernikahan putri majapahit dan melalui adat budaya masyarakat setempat,akulturasi nilai-nilai Islam sampai pada masyarakat secara luas). Adapun kontribusi sunan Ampel dalam pendidikan Islam adalah :a). Fungsi pendidikan inspiratif untuk Fungsi ini lebih menekankan pada fungsi traditional sebagai fungsi konservator budaya. Dalam fungsi ini, Sunan Ampel memberikan warna Islami terhadap tradisi yang berlaku dimasyarakat. b). Tujuannya berupa memperbaiki moral dan mengajak masyarakat untuk beriman kepada Allah. Sebelum mengajak masyarakat masuk Islam, Sunan Ampel terlebih dahulu mengajak penguasa Majapahit untuk masuk Islam c). Unsur pendidikan Islam yaitu pendidik sebagai fasilitator, dan sunan Ampel menggunakan metode demonstrasi atau eksperimen dan metode insersi atau sisipan. [1] Rahmawati, Islam Di Asia Tenggara, Jurnal Rihlah Vol.II No.I 2014, 104.
SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP DI SMA NEGERI BARENG KAB. JOMBANG Ahmad Ahmad
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.828 KB)

Abstract

Pendidikan adalah proses merubah manusia menjadi lebih baik, lebih mahir dan lebih terampil. Dalam strategi pembelajaran terkandung tiga hal pokok yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan program berfungsi untuk memberikan arah pelaksanaan pembelajaran sehingga menjadi terarah dan efisien. Salah satu bagian dari perencanaan pembelajaran yang sangat penting dibuat oleh guru sebagai pengarah pembelajaran adalah silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP melalui supervisi berkelanjutan di SMA Negeri Bareng, Jombang. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Pada siklus pertama, tindakan yang dilakukan adalah penerapan supervisi pertemuan individual. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan kuantitas silabus dan RPP yang disusun oleh guru, dari 73% guru yang mengumpulkan menjadi 100%. Begitu pula dari sisi kualitas terjadi peningkatan meningkatnya jumlah silabus dan RPP guru yang baik dari 56% menjadi 100%. Pada siklus kedua, dilakukan tindakan supervisi observasi kelas untuk menguji orisinalitas silabus dan RPP yang telah disusun. Hasil yang diperoleh adalah 100% silabus dan RPP yang telah dikumpulkan oleh guru bersifat orisinil (karya sendiri), hal tersebut terlihat dengan cukup besarnya kemampuan guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang dibuat. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SMA Negeri Bareng, Jombang
KONTROVERSI MAKNA MAJAZ DALAM MEMAHAMI HADIS NABI Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.565 KB)

Abstract

Pemaknaan secara majaz dalam bahasa Arab memiliki porsi yang besar dan luas bila disandingkan dengan pemaknaan secara harfiyah, makna asal, makna letterlijk atau makna tekstual. Rasulullah SAW adalah orang yang paling tepat (afshah) ketika melafalkan huruf dalam ungkapan berbahasa Arab. Artinya; Rasulullah adalah orang yang paling mengerti melafalkan ungkapan-ungkapan berbahasa Arab yang bermakna majaz. Dalam penerapannya sebagai sebuah metode, teori atau pendekatan untuk memahami ayat al-Qur’an dan hadis Nabi makna majaz tidak secara otomatis bisa diterima oleh masyarakat muslim secara keseluruhan. Ada kelompok yang bisa menerima dan ada kelompok yang menolak. Mencermati problematika pemaknaan hadis secara majaz, ditambah dengan terjadinya pro dan kontra di kalangan ulama, maka dalam makalah ini perlu dirumuskan: (1) bagaimana dialektika makna majaz; (2) bagaimana penerapan makna majaz pada hadis-hadis ahkam; (3) apa bahayanya jika makna majaz ditutup; (4) apa saja batasan-batasan makna majaz; serta (5) bagaimana penolakan Ibnu Taimiyah atas makna majaz. Untuk mendapatkan jawaban dari berbagai rumusan masalah di atas, tulisan ini disajikan menggunakan metode deskriptif-analitik. Penyajian data dilakukan secara deskriptif lalu dilakukan analisis, kemudian diakhiri dengan penyimpulan. Setelah dilakukan pemaparan dan analisis tentang persoalan tersebut maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut: (a) Memahami hadis dengan makna majaz terkadang menjadi keharusan karena hadis tersebut mengharuskan untuk diapahami seperti itu. Jika tidak maka pemahamannya menjadi salah dan tidak bisa diterima. Pemahaman yang salah atas content hadis bisa terjadi kepada siapa saja, tak terkecuali para sahabat Nabi dan isteri-isteri Nabi; (b) Semua alur pemaknaan hadis hakikatnya menolak makna hakiki (letterlijk) jika dengan makna hakiki itu menjadikan sempit ruang agama itu sendiri, sehingga agama tidak bisa diterima secara sukarela, ditolak akal sehat, tidak realistis dan tidak dibenarkan ilmu pengetahuan; (c) Pemaknaan secara majaz tidak hanya terbatas pada hadis yang content-nya bersifat non-ahkam, namun terjadi pula pada hadis-hadis ahkam. Seorang mufti bisa mengeluarkan fatwa yang salah sekalipun bersumber dari dalil yang shahih jika mereka memaknai secara tekstual atas hadis-hadis yang mengharuskan untuk dimaknai secara majaz; (d) Menutup makna majaz akan menyulitkan ulama dalam memahami hadis Nabi, bahkan menyulitkan atas Islam itu sendiri. Ulama moderen dan kalangan terpelajar beranggapan bahwa menutup makna majaz dapat menimbulkan keraguan atas kebenaran Islam jika dalil-dalil agama hanya dimaknai secara dhahir; (e) Bila teks-teks hadis dipahami secara ta’wil (yang hal ini merupakan bagian dari majaz) maka bisa mengkhawatirkan salah makna jika pemahaman tersebut tidak dibenarkan logika bahasa (‘aql), dalil agama (naql) dan kaidah-kaidah al-‘ulum al-‘arabiyyah; (f)Penolakan Ibnu Taimiyah atas makna majaz dalam teks-teks keagamaan semata-mata karena kehati-hatian untuk tidak tergerus arus pemikiran yang secara berlebihan memahami teks keagamaan dengan majaz yang overdosis. Oleh karena itu ia mengembalikan pemahaman teks keagamaan kepada makna tekstual sebagaimana yang dilakukan ulama sebelumnya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN MENGGAMBAR DEKORATIF PADA KELOMPOK BERMAIN (KB) BUDI UTOMO PULOKULON KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN Sri Utami; Suwarno Suwarno
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.013 KB)

Abstract

Kemampuan motorik halus pada anak tidak akan berkembang dengan sendirinya, melainkan harus mempelajari keterampilan yang memicu motorik halus tersebut. Maka sejak usia dini dalam pengembangan motorik halus anak diperlukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak. Kegiatan tersebut dilakukan melalui aktifitas bermain. Gerakan motorik anak akan berdampak positif pada aspek perkembangan yang lainnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus salah satunya adalah menggambar dekoratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kegiatan menggambar dekoratif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia dini dalam menerapkan menggambar dekoratif KB Budi Utomo Desa Pulokulon Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Metode penelitian menggunakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi antara guru dengan peneliti dengan menggunakan 2 siklus. Perbaikan dilakukan pada setiap siklus yang dirancang peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah anak KB Budi Utomo Pulokulon Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang berjumlah 20 anak. Peneliti dibantu mitra guru sebagai kolabolator. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa, penerapan metode menggambar dekoratif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus. Data prosentase rata-rata meningkat menjadi 69% dari hasil pra siklus yang hanya mencapai 52%, dengan pencapaian prosentase ketuntasan klasikal semakin meningkat menjadi 17%. Selanjutnya dilaksanakan kembali kegiatan perbaikan pembelajaran pada siklus II, diperoleh hasil prosentase rata-rata hasil evaluasi belajar anak semakin meningkat menjadi 81% dari siklus I yang hanya mencapai 69%, dengan pencapaian prosentase ketuntasan klasikal semakin meningkat menjadi 12%. Kesimpulan yang dapat di ambil dengan metode menggambar dekoratif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus.
PERAN SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN KARAKTER REMAJA DI SEKOLAH (Studi Kasus SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo) Siti Rahayu NM
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana peran sosial media terhadap perubahan karekter remaja di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, display data dan verifikasi data. Adapun hasil penelitian yang di dapat adalah media sosial tidak akan pernah lepas dari pengaruh positif dan negatif. Tinggi rendahya dampaknya tetap tergantung dari diri kita sendiri sebagai penggunanya. Walaupun masa remaja merupakan masa yang dapat dikatakan sangat kritis karena memasuki transisi pencarian jati diri, namun remaja juga bisa berdaya membentengi diri sendiri dengan norma dan moral yang baik. Pembentukan karakter yang baik sejak dini termasuk saat remaja sangatlah penting bagi masa depan diri remaja itu sendiri dan lebih luas lagi yaitu masa depan bangsa. Remaja sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki karakter yang kuat dan tangguh tentunya akan dapat membuat negaranya maju
KEUNGGULAN BAHASA AL-QUR’AN DI BIDANG SASTRA (AL-BALAGHAH) DALAM PANDANGAN IBN ASYUR Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak orang Arab membuka matanya terhadap tekstualitas (al-tsarwah al-bayaniyyah) Al-Qur’an, mereka langsung menimba pati sarinya untuk menuai berbagai mutiara bahasa yang terkandung di dalamnya. Mereka meyakini bahwa mengasah kapasitas kebahasaan (malakat al-bayan) dan usaha untuk menumbuhkan rasa kebahasaan (al-dzauq) tidak akan berhasil kalau tidak mengambil sesuatu dari Al-Qur’an. Maka bahasa dan sastera Arab tumbuh dan berkembang seiring perkembangan studi terhadap bahasa Al-Qur’an. Diantara ulama tafsir yang memiliki passion kajian atas bahasa dan sastera Al-Qur’an adalah Ibn Asyur. Manhaj tafsir yang dibangun adalah menjelaskan keunggulan Al-Qur’an (I’jaz al-Qur’an) dengan perhatian besar pada bahasa dan sasteranya. Dalam tafsir ini ia mengungkapkan beberapa hal, yaitu; keunggulan Al-Qur’an, sastera dan bahasa Arab, gaya bahasa (uslub), serta hubungan (munasabah) antara satu ayat dengan ayat yang lainnya. Dengan mencermati bahasa dan sastera (al-balaghah) dalam Al-Qur’an sebagaimana disebutkan di atas, dalam makalah ini perlu dirumuskan beberapa hal: (1) bagaimana dialektika bahasa Al-Qur’an; (2) bagaimana pengertian ‘ilmu al-balaghah; (3) bagaimana keunggulan Al-Qur’an di bidang sastera (al-balaghah) menurut Ibn ‘Asyur; dan (4) bagaimana tujuan penyusunan ilmu sastera (‘ilmu al-balaghah) menurut Ibn ‘Asyur. Untuk mendapatkan jawaban dari beberapa rumusan masalah di atas, tulisan ini disajikan menggunakan metode deskriptif-analitik. Penyajian data dilakukan secara deskriptif lalu dianalisis, kemudian diakhiri dengan penyimpulan. Dari kajian bahasa dan sastera (al-balaghah) dalam Al-Qur’an menurut Ibn Asyur, dapat ditemukan jawaban bahwa: (1) dialektika bahasa Al-Qur’an tercermin dalam gaya bahasanya (uslub). Gaya bahasa yang ditampilkan bahasa Al-Qur’an berbeda dengan gaya bahasa ungkapan bahasa Arab biasa. Perbedaan ini telah menjadi ciri tersendiri bagi bahasa Al-Qur’an; (2)‘ilmu al-balaghah adalah ilmu yang menjelaskan tentang penyesuaian kalimat antara ungkapan yang dipergunakan dengan keadaan dan tempat audience yang menjadi obyek ungkapan tersebut; (3) menurut Ibn ‘Asyur, bahasa Al-Qur’an adalah bahasa Arab yang memiliki derajat sastera (balaghiyyah) berkualitas tinggi dibandingkan dengan bahasa Arab biasa. Karena bahasa Al-Qur’an mengandung makna yang lembut yang memiliki rahasia tersendiri melebihi batas kapasitas bahasa manusia. Menurutnya, para ulama telah melakukan kajian ini untuk melihat nilai sastera dalam bahasa Arab non Al-Quran dengan cara membandingkan dengan bahasa Al-Qur’an. Hasil kajiannya menyatakan bahwa bahasa Al-Qur’an memiliki nilai sastera lebih tinggi dibandingkan dengan bahasa Arab biasa; dan (4) Tujuan penyusunan ilmu sastera (‘ilmu al-balaghah) sebagai upaya untuk menjelaskan keunggulan bahasa Al-Qur’an dibandingkan dengan bahasa Arab biasa. Tanpa ilmu ini rasanya sulit mendeteksi kadar dan rahasia makna di balik ungkapan sebuah bahasa.
WAKAF-SUKUK SEBAGAI AKSELERATOR PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DAN KEBERLANJUTAN EKONOMI DI UNIVERSITAS Khotib Sholeh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakaf sukuk sebagai akselerator dalam meningkatkan infrastruktur dan keberlanjutan ekonomi di universitas. Dana wakaf telah membuktikan diri menjadi instrument keuangan Islam yang mampu memberikan kemaslahatan, antara lain dalam bidang pendidikan maupun kesehatan. Beberapa universitas di berbagai negara, baik negara muslim maupun non-muslim telah banyak didirikan dengan skema wakaf dan masih terus bertahan hingga sekarang. Munculnya kolaborasi instrument keuangan Islam antara wakaf dan sukuk memberikan peluang yang lebih terbuka dalam proses pendanaan dan pembiayaan. Wakaf-sukuk terbukti menjadi instrumen sumber pendanaan berbiaya rendah untuk pendanaan sector public. Keberhasilan penerbitan wakaf sukuk di Singapura, Arab Saudi, dan Selandia Baru dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan sumber pendanaan bagi universitas-universitas di Indonesia. Struktur unik wakaf-sukuk muda{rabah yang diusulkan dalam penelitian ini diasumsikan mampu memberikan harapan baru dalam pendanaan kegiatan pembangunan, pendidikan, maupun penelitian di universitas.

Page 6 of 25 | Total Record : 243