cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Organisasi Dan Manajemen
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 20859686     EISSN : 24429155     DOI : -
Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan organisasi dan manajemen. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.
Arjuna Subject : -
Articles 389 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KEBUTUHAN PEGAWAI ADMINISTRASI DALAM MENJAMIN OPTIMALISASI OPERASIONAL AKADEMIK Yusuf, Yusuf; Anfas, Anfas; Sudarwo, Raden
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.416 KB)

Abstract

The number of employees needs to be based on the workload of administrative staff UPBJJ-UT Ternate. To calculate the activity time employees who used to work and time are not, researchers using work sampling table. Methods of calculating labor requirements are based on the calculation of the workload with the approach per duties of office according MenPAN No. KEP/75/M.PAN/7/2004 on Guidelines for Employee Needs Calculation based Workload in the framework of preparation of formation of civil servants. Samples were UPBJJ-UT Ternate employee status with the principal administrative officer jobs based Target Achievement Quality Employees (CSKP). Calculation and data processing using Microsoft Excel. The study concluded that there is a significant result in the use of working time and to have the results of the number of employees needed for the actual number of employees, it is known that there are 7 functions of employees, unit administrative KTU has an excess number of employees as much as 1 employee and BPP has a shortage of employees as many as 1 employee. For registration and testing PDA unit has a shortage of the number of employees as much as 1 employee.   Jumlah kebutuhan pegawai harus didasarkan kepada beban kerja pegawai administrasi UPBJJ-UT Ternate. Untuk menghitung waktu aktifitas pegawai yang digunakan untuk bekerja dan waktu yang tidak, peneliti menggunakan tabel work sampling. Metode perhitungan kebutuhan tenaga kerja didasarkan pada perhitungan beban kerja dengan pendekatan per tugas jabatan sesuai Keputusan MenPAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Formasi PNS. Sampel penelitian adalah pegawai UPBJJ-UT Ternate berstatus pegawai administrasi dengan pokok pekerjaan didasarkan Capaian Sasaran Kualitas Pegawai (CSKP). Perhitungan dan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hasil yang signifikan pada penggunaan waktu kerja dan memiliki hasil jumlah karyawan yang dibutuhkan terhadap jumlah aktual karyawan, dapat diketahui bahwa terdapat 7 fungsi karyawan, unit tata usaha KTU memiliki kelebihan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan dan BPP memiliki kekurangan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan. Untuk unit registrasi dan pengujian PDA memiliki kekurangan jumlah karyawan sebanyak 1 orang karyawan.
PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN, PENGALAMAN DAN KUALITAS JASA TERHADAP CITRA DAN KEPUASAN SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS WISATAWAN NUSANTARA (SURVEI TEMPAT REKREASI AIR TERJUN DI KABUPATEN BOGOR) Siswantini, Wiwin; Ayuni, Devi; Mulyana, Andy
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.077 KB)

Abstract

The study aims to get an overview of marketing communications, experience and quality of services as the cause of image formation and satisfaction and its impact on loyalty of domestic tourists in the waterfall recreation area. The object of this research is waterfalls in Bogor, namely Curug Bidadari and Curug Nangka. The number of samples acceptable in this study is 50 respondents. This number is a critical sample size in the sample measurements required through SEM Partial Least Square (PLS). From the questionnaires distributed on both waterfalls, collected 114 complete questionnaires that can be processed. The data analyzed in this research using Partial Least Square (PLS) method and using Smart PLS tools. The results showed that marketing communications significantly related to the image. This shows that interesting communication will form a positive image and encourage tourists to visit. Compared with marketing communications, experience has more role in shaping the image of the place of recreation. Service quality is significantly related to image. Service quality has the most dominant effect on image over experience and communication. Service quality is significantly related to satisfaction. Service quality is not significantly related to loyalty. The image is significantly related to satisfaction. The image is not significantly related to loyalty. Although the image does not directly affect the loyalty, but the image has an indirect effect on loyalty through satisfaction. Satisfaction is significantly related to loyalty. Of all the variables that have influence on loyalty the biggest influence is the variable of respondent satisfaction, that is the promotion of this recreation place as a place of recreation.   Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait komunikasi pemasaran, pengalaman dan kualitas jasa sebagai penyebab terbentuknya citra dan kepuasan serta dampaknya pada loyalitas wisatawan nusantara di tempat rekreasi air terjun. Objek penelitian ini adalah tempat wisata air terjun di Bogor, yaitu Curug Bidadari dan Curug Nangka. Jumlah sampel yang akseptabel dalam penelitian ini adalah 50 responden. Jumlah ini merupakan ukuran sampel kritis dalam pengukuran sampel yang diperlukan melalui SEM Partial Least Square (PLS). Dari kuesioner yang disebar pada kedua air terjun tersebut, terkumpul 114 kuesioner lengkap yang dapat diolah. Data yang dianalisis pada penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dan menggunakan tools SmartPLS. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi pemasaran berhubungan signifikan terhadap citra. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi yang menarik akan membentuk citra yang positif dan mendorong wisatawan berkunjung. Dibandingkan dengan komunikasi pemasaran, pengalaman lebih berperan dalam membentuk citra tempat rekreasi. Kualitas jasa berhubungan signifikan terhadap citra. Kualitas jasa berpengaruh paling dominan terhadap citra dibandingkan pengalaman dan komunikasi. Kualitas jasa berhubungan signifikan terhadap kepuasan. Kualitas jasa tidak berhubungan signifikan terhadap loyalitas. Citra berhubungan signifikan terhadap kepuasan. Citra tidak berhubungan signifikan terhadap loyalitas. Walaupun secara langsung citra tidak berpengaruh terhadap loyalitas, tetapi citra berpengaruh tidak langsung terhadap loyalitas melalui kepuasan. Kepuasan berhubungan signifikan terhadap loyalitas. Dari semua variabel yang memiliki pengaruh terhadap loyalitas pengaruh terbesar adalah variabel kepuasan responden, yaitu promosi yang dilakukan tempat rekreasi ini sebagai suatu tempat rekreasi.
ENAM KEKUATAN LAYANAN JASA INTERNET BANKING: TINJAUAN DARI PERSEPSI NASABAH Ronny
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.264 KB)

Abstract

The banking problem studied is the kind of strength which is become the base of services in the field of internet banking. The study was conducted by analyzing the consumers perception in the 5 variables of service quality consist of security, reliability, responsiveness, physical ability, and collateral. As much as 10 informants who are users of internet banking of bank in Indonesia has been interviewed about their perceptions of the quality of internet banking services. This study uses qualitative approach. The analysis showed that there are 6 strength that underlies the quality of internet banking services namely communication, channel of customer participation, service facilities, human resources, technology infrastructure and norms. The sixth strength of the internet banking service is a dimension of strength to compete in the banking industry.   Masalah bank yang diteliti adalah kekuatan apa yang menjadi landasan layanan jasa di bidang internet banking. Penelitian dilakukan dengan menganalisis persepsi nasabah pada 5 variabel kualitas layanan yakni keamanan, keandalan, responsif, kemampuan fisik, dan jaminan. Sebanyak 10 informan yang merupakan pengguna internet banking dari bank di Indonesia telah diwawancarai mengenai persepsi mereka terhadap kualitas layanan internet banking. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 6 kekuatan yang melandasi kualitas layanan jasa internet banking yakni komunikasi, saluran partisipasi nasabah, fasilitas layanan, sumber daya manusia, infrastruktur teknologi dan norma. Keenam kekuatan layanan internet banking tersebut merupakan dimensi kekuatan bersaing dalam industri perbankan.
KAJIAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA TARAKAN Ariani, Ariani; Utomo, Mohamad Nur
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 13 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.645 KB)

Abstract

This research aims to study the developmentand improvement strategy of competitiveness in facing competitive of free market ASEAN Economic Community (AEC) 2015, at SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Analytical method used is descriptive approaches, which is identify the various problems faced by SMEs and analyze them by using SWOT analysis and strategies formula to solve the model. The population of respondents includes all SMEs in Tarakan City, North Kalimantan. Sample method applies purposive sampling. Result of research in the form of development strategy model and improvement of competitiveness SMEs in facing is competitive globalness. Based on internal and external analysis of SMEs in Tarakan City, it can be obtained that the primary strategy is a strategy of growth in which SMEs Tarakan City strengthened the strength of SMEs which is to preserve the quality of raw materials, the legality/permit products included in the qualifications, the highly competitive price and the improvement of human resource development in SMEs in Tarakan City.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan dan peningkatan daya saing dalam menghadapi kompetitif pasar bebas ASEAN Economic Community (AEC) 2015, pada UMKM di kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, yaitu melakukan identifikasi berkaitan dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM dan menganalisisnya dengan menggunakan analisis SWOT kemudian merumuskan model strategi untuk mengatasinya. Populasi responden meliputi seluruh UMKM yang berada di kota Tarakan, Kalimantan Utara.Metode sampel menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian berupa model strategi pengembangan dan peningkatan daya saing UMKM dalam menghadapi kompetitif global.Kalimantan Utara.Berdasarkan analisis internal daneksternal UMKM kotaTarakan dapat diperoleh bahwa yang menjadi strategi utama adalah strategi Growth (pertumbuhan) dimana UMKM kotaTarakan memanfaatkan seluruh kekuatan UMKM yaitu mempertahankan kualitas dari bahan baku, legalitas/ijin produk yang masuk dalam kualifikasi, harga yang tetap bersaing dan melakukan peningkatan SDM di dalam UMKM di kotaTarakan.
PENGARUH SOSIALISASI KULINER, INOVASI PRODUK KULINER DAN CITRA PRODUK KULINER TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN KULINER TRADISIONAL DI KOTA TANGERANG SELATAN Setiawan, Edi
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.865 KB)

Abstract

South Tangerang city known as the city of education, multiethnic, multicultural and free trade center that brings a variety of shopping centers with malls and factory outlets spread throughout the city. Besides having dozens of factory outlets scattered in different parts of the city. South Tangerang City has a very nice traditional culinary history starting from soto Betawi and egg crust that are excellent. South Tangerang City also has the potential for the development of culinary businesses increasingly encourage other areas to fill the culinary diversity of culinary archipelago. This study was conducted to determine how much influence the socialization of culinary innovation culinary products and the image of culinary products on the traditional culinary buying interest in South Tangerang City. The samples studied 150 consumer culinary in South Tangerang City. The method used is quantitative goal to obtain a picture or description of traditional culinary buying interest, approach to modeling solution techniques will be used as a tool of analysis, multiple regression analysis method. The result showed that the level of socialization and innovative products significantly influence buying interest traditional cuisine in South Tangerang City. And so, in traditional culinary consumers can survive it are required to make innovations to the products offered.   Kota Tangerang Selatan dikenal sebagai kota pendidikan, multietnis, multibudaya dan pusat perdagangan bebas yang menghadirkan berbagai pusat belanja dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini. Selain memiliki puluhan factory outlet yang tersebar di belahan kota. Kota Tangerang Selatan memiliki sejarah kuliner tradisional sangat bagus dimulai dari soto betawi dan kerak telor yang menjadi primadona. Kota Tangerang Selatan juga memiliki potensi bisnis kuliner yang perkembangan itu semakin mendorong kuliner daerah lain untuk mengisi keberagaman kuliner nusantara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sosialisasi kuliner, inovasi produk kuliner dan citra produk kuliner terhadap minat beli kuliner tradisional di Kota Tangerang Selatan. Sampel yang diteliti sebanyak 150 konsumen kuliner di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif tujuannya untuk memperoleh gambaran atau deskripsi tentang minat beli kuliner tradisional, pendekatan pemodelan teknik solusi yang akan digunakan sebagai alat analisis yaitu metode Analisa Regresi Berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat sosialisasi dan inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli kuliner tradisional di Kota Tangerang Selatan. Dan agar konsumen kuliner tradisional yang ada tetap dapat bertahan maka dituntut dapat melakukan inovasi terhadap produk yang ditawarkan.
PENGARUH PELATIHAN DAN KEJELASAN TUJUAN DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH Sahusilawane, Wildoms
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.479 KB)

Abstract

This research was conducted to analyze the influence of training and clarity of objective in the use Local Information Financial System (SIKD). The data were collected by sending 112 questionnaires to the user of Local Information Financial System (SIKD) in Ambon City, in which only 71 questionnaires were given back to the researcher. Processing and analysis of data using multiple linear regression analysis with SPSS (Statistical Product and Service Solution). The test data used for linear regression is test data quality, classic assumption test, test hypotheses and discussion. The results showed that the variables of training have a positive influence on the use of Local Information Financial System (SIKD) and clarity of objective to have a positive influence on the use of Local Information Financial System (SIKD).   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan kejelasan tujuan dalam penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD). Data dikumpulkan dengan mengirimkan 112 kuesioner kepada pengguna Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) di Kota Ambon, di mana hanya 71 kuesioner diberikan kembali kepada peneliti. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan SPSS. Pengujian data yang digunakan untuk regresi linear berganda adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesa dan pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) dan kejelasan tujuan memiliki pengaruh positif terhadap penggunaan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD).
ANALISIS DAYA SAING INDUSTRI MANUFAKTUR JAWA TIMUR: SEBUAH PENDEKATAN SPASIAL Handoyo, Rossanto Dwi
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.587 KB)

Abstract

This research aims to identify the pre-eminent product based on comparative advantages and Location Quotion concept as well as spatial aspect. The analysis result confirm that spatial concentration of manufacture sector industry in East Java located in six region which is Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, and Kabupaten Pasuruan. This six region dominate manufacture industrial output in East Java about 85%. It means that the changing of supply and demand side in these regions will influence to the manufacture industrial performance in east Java as a whole. Manufacture industry in East Java is still dominated by food, beverages and tobacco industries (ISIC 31); textiles, shirt and skin (ISIC 32); wood based industry (ISIC 3.6), paper and print industry (ISIC 3.4) and transportation industry (ISIC 3.8). The analysis result using RTA index shows that East Java Province has export comparative advantages in lead and article thereof (HS 78), explosive; matches; pyrotechinic product (HS 36), cereals (HS 10), zinc and particles thereof (HS 79), tools, implements, cutlery, spoons (HS 82), dan dairy product (HS 04). The analysis on spatial association of output of East Java manufacture industry result several findings. The research results that there is positive spatial autocorrelation, in which high value region is surrounded by the high value regions, otherwise the low value region is surrounded by the low value regions. Spatial lag model also shows the importance of manufacturing industry output growth rate of neighboring regions. Spatial lag models show that the growth of the industrial output in the neighbour region plays an important role as determinant factor of industrial output in one region in the East Java Province.   Perubahan struktural pada perekonomian modern ditunjukkan oleh semakin besarnya peran sektor industri manufaktur dalam suatu perekonomian. Kebijakan yang berorientasi spasial dan regional merupakan  salah satu faktor kunci yang dapat mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan daya saing berdasarkan berdasarkan aspek kewilayahan (spasial) di Provinsi Jawa Timur. Industri manufaktur dari aspek kewilayahan terkonsentrasi pada enam wilayah yaitu Surabaya, Kota Kediri, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, dan Pasuruan. Ke enam wilayah ini mendominasi output  industri manufaktur di Jawa Timur hingga 85%. Hasil analisis daya saing menggunakan indek RTA (revealed comparative trade advantage) menunjukkan bahwa Jawa Timur secara keseluruhan memiliki keunggulan komparatif dalam ekspor untuk komoditi seperti timbal dan produk turunannya (HS 78), pyrotechinic dan produk turunannya (HS 36), cereals (HS 10), seng dan produk turunannya (HS 79), perkakas dan produk sejenis (HS 82), dan produk terbuat dari susu (HS 04). Analisis keterkaitan spasial industri manufaktur dengan cluster di Jawa Timur menunjukkan ada keterkaitan spasial yang positif (positive spatial autocorrelation), dimana daerah yang memiliki daya saing yang tinggi dikelilingi oleh daerah yang nilainya tinggi pula. Analisis menggunakan Model spatial lag juga menunjukkan faktor-faktor penentu daya saing industri manufaktur (berdasarkan teori berlian/Diamond Theory dari Porter) daerah tetangga sangat penting sebagai penentu daya saing industri  manufaktur di masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
KINERJA REKSA DANA SYARIAH DAN KONVENSIONAL: APLIKASI MODEL JENSEN Djaddang, Syahril; Susilawati, Susilawati
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.14 KB)

Abstract

The objective of this research is to evaluate the balanced shariah mutual fund performance compared with the balanced conventional mutual fund performance during the bull market of 2010-2012. Mutual fund performance can be measured by using Jensen Index, Sharpe Index, Treynor Index, MM Index, and TT Index. The information about security selection and market timing ability can be measured by using Henriksson-Merton Model and Treynor-Mazuy Model. The statistic methods used are Mixed Method to test hypothesis are one sample t-test, independent sample t-test, simple regression analysis, and multiple regression analysis. Finally, the results show that the conventional mutual funds have been able to outperform the shariah mutual funds. This underperform of shariah mutual fund performance can be happened because portofolio managers do not have superiority skills in security selection and market timing and also the differences of each mutual fund attributes. Based on the investigation of the data that is ot significant it indicates implication that investors and potential investors have the option to switch between these shariah mutual funds  and  conventional mutual funds depending on the market conditions and their personal preferences.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi syariah kinerja reksa dana dibandingkan dengan kinerja reksa dana konvensional yang seimbang dari 2010-2012. Kinerja reksa dana dapat diukur dengan menggunakan Jensen Index, Sharpe Index, Treynor Index, MM Index, dan TT Index. Informasi tentang pilihan keamanan dan kemampuan market timing dapat diukur dengan menggunakan Henriksson-Merton Model dan Treynor-Mazuy Model. Metode statistik yang digunakan adalah mix model untuk menguji hipotesis adalah salah satu sample t-test, sample t-test independent, analisis regresi sederhana, dan analisis regresi berganda. Akhirnya, hasil menunjukkan bahwa reksa dana konvensional telah mampu mengungguli syariah reksa dana. underperform ini kinerja reksa dana syariah dapat terjadi karena manajer portofolio tidak memiliki keterampilan keunggulan dalam seleksi keamanan dan timing pasar dan juga perbedaan atribut masing-masing reksa dana. Berdasarkan penyelidikan data yang ot signifikan ini menunjukkan implikasi bahwa investor dan calon investor memiliki pilihan untuk beralih antara reksa dana syariah ini dan reksa dana konvensional tergantung pada kondisi pasar dan preferensi pribadi mereka.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMUNIKASI, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI Setiawan, Rudi; Lestari, Etty Puji
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.222 KB)

Abstract

The purpose of this study is examine the influence of organizational culture, organizational communication, working environment, and motivation on organizational commitment to enhance employee performance. The use of variables is based on the results of previous studies. The study was conducted at BPS-Statistic Provincial in Bengkulu Province with respondents about 200 employees. The analytical method used is the Structural Equation Modeling (SEM). The purpose of SEM is obtaining the best structural model of the model developed. The result indicates that organizational culture have not positif and significant impact on performance, organizational culture have positive and significant impact on organizational commitment, organizational communication have not significant impact on performance, organizational communication have not significant impact on organizational commitment, motivation have positive effect but not significant to the performance, motivation have positive effect and significant on organizational commitment, working environment have not positif and significant effect on employee performance, and working environment have not signifikan and significant effect on organizational commitment.   Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh budaya organisasi, komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap komitmen organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penggunaan variabel-variabel tersebut berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian dilakukan BPS Provinsi/ Kabupaten/ Kota di Provinsi Bengkulu dengan responden sebanyak 200 pegawai. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modeling. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, komunikasi organisasi tidak signifikan terhadap kinerja, komunikasi organisasi tidak signifikan terhadap komitmen organisasi, motivasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja, motivasi berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi, lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, lingkungan kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH Marhazni, Marhazni
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.153 KB)

Abstract

This study aims to analyze the influence of internal and external factors on profitability (ROE) Regional Development Banks (BPD) using balanced panel data of 26 bank in the 2009-2013 period. Internal factors include: the size of the bank (total assets), capital ratio (CAR), the efficiency ratio (BOPO), liquidity ratio (LDR), and credit risk (NPL). While external factors consist of: income per capita (PDRB perkapita) and the inflation rate (INF). Test results show the fixed effect model was selected as the estimation model. Estimated fixed effects model was performed using estimator Driscoll-Kraay working under the assumption that heteroskedastic variant, there is serial correlation in some lag, and there is cross sectional dependence. The result indicates that the ROE only influenced by internal factors where the size of the bank, capital ratio, eficiency ratio, and liquidity ratio have a significant negative effect on ROE, while credit risk does not have a significant effect. The model is able to explain the variation ROE of 67,68%, the remaining 32,32% is explained by other factors outside the model.   Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap profitabilitas (ROE) Bank Pembangunan Daerah dengan menggunakan data panel seimbang dari 26 BPD pada periode 2009-2013. Faktor internal meliputi: ukuran bank (total aset), rasio modal (CAR), rasio efisiensi (rasio BOPO), rasio likuiditas (LDR), dan resiko kredit (NPL).Sedang faktor eksternal terdiri atas: pendapatan perkapita (PDRB perkapita) dan tingkat inflasi (INF). Hasil uji menunjukkan model efek tetap terpilih sebagai model estimasi. Estimasi model efek tetap dilakukan menggunakan estimator Driscoll-Kraayyang bekerja dibawah asumsi varian yang heteroskedastik, ada korelasi serial pada beberapa lag, dan ada ketergantungan antar individu. Hasil estimasi menunjukkan bahwa ROE BPD hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dimana:ukuran bank, rasio modal, rasio efisiensi, dan rasio likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap ROE, sedangkan risiko kredit berpengaruh negatif tidak signifikan. Model mampu menjelaskan sebesar 67,68% variasi ROE, sisanya 32,32% dijelaskan oleh faktor lain di luar model.