cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TOTOBUANG
Published by Kantor Bahasa Maluku
ISSN : 23391154     EISSN : 25976184     DOI : -
Totobuang is a journal that publish results of research or conceptual idea in linguistics and literary studies, also aspects of teaching. Totobuang is published twice a year, on June and December. Totobuang editors accept article submission from researchers, experts, academician, and teachers of language and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON: STUDI KASUS BAHASA DAERAH DI NEGERI LAHA SEBAGAI SATU-SATUNYA BAHASA DAERAH DI KOTA AMBON [Local Language Maintenance in the city of Ambon: A Local Language Case Studying in the Laha Village as a Local Language only in the City of Ambon] Harlin Turiah
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.337

Abstract

The purpose of this research is to describe local language maintenance in Laha village as the only local language in the City of Ambon. The kind of this research uses quantitative desceiptive. The method of this research is qualitative method where questionnaires were specifically given to 50 respondents that were chosen randomly (random sampling). Beside that, the writer also interviewed some informants and did observation in Laha village and some decent villages in Ambon. The result of this research showed that the condition of local language in Laha village is in danger of extinction. It is shown from local language mastery in society, speakers’ age, first language use, mother tongue, mastery period of local language, and local language acquisition in Laha village. Most speakers of Laha local language can only communicate with little local language of Laha (passive speakers). In terms of age, most of the fluent speakers of local language of Laha are above 50. Those who are under 50 can communicate limitedly, passively understand the language, and even some of them can not communicate using the language at all.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemertahanan bahasa daerah yang ada di Negeri Laha  (setingkat desa) sebagai satu-satunya bahasa daerah yang ada di Kota Ambon. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang secara spesifik responden diberikan kuesioner atau daftar tanyaan dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang diambil secara acak (random sampling).  Daftar tanyaan penelitian secara umum meliputi situasi dan kondisi bahasa daerah yang ada di Negeri Laha termasuk pemakai dan pemakaiannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekarang ini, kondisi bahasa daerah yang ada di Negeri Laha Kota Ambon terancam punah. Hal itu terlihat dari penguasaan bahasa daerah dalam masyarakat, usia penutur, bahasa yang digunakan ketika masa kecil (anak-anak), bahasa pertama yang dipelajari, masa penguasaan bahasa daerah, dan pemerolehan bahasa daerah di Negeri Laha. Kemampuan penguasaan berkomunikasi dalam bahasa daerah di Negeri Laha lebih banyak hanya bisa berkomunikasi secara sedikit-sedikit daripada bisa berkomunikasi secara aktif. Dari segi usia, kebanyakan yang dapat dan lancar berbahasa daerah Laha rata-rata usia di atas 50 tahun. Untuk usia di bawah usia 50 tahun, kebanyakan dapat berkomunikasi secara sedikit-sedikit, bisa memahami (pasif), dan sebagian pula tidak bisa berkomunikasi sama sekali.Abstrak
LITERASI DIGITAL: IMPLIKATUR DALAM PEMBERITAAN WACANA PANDEMI COVID-19 PADA PORTAL BERITA LOKAL KABUPATEN WAJO BERBASIS DARING [Implicatures about Covid-19 Pandemic on The Local News Port of Wajo Regency Based in Network: Digital Literacy] Muhsyanur Muhsyanur; Inne Pelangi; Eva Harista
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.271

Abstract

The purpose of this study is  describing the types of implicatures in reporting the Covid-19 discourse at the Local News Port of Wajo Regency on  online basis (in the network). Based on the type of data, this research is qualitative. This study uses pragmatic studies, which focus on the aspects of implicature. This research data source from the local news portal in Wajo Regency based online, such as  Berita Wajo, Inilai Celebs, and Pena Rakyat. therefor the  data were set in the form of words, sentences, statements, and discourse. The research data collection technique uses a careful and intensive reading technique to do the reading activity in earnest while looking closely at and looking for data that fits the focus of the research. Then, the collected data   processed through the some stages suc as collection, selection, and organizing. The data analysis technique used in this research is pragmasemantic interpretation- techniques with descriptive presentation methods. This study suggests three types of implicatures: satire, the protest implicature, and the appeal implicatureTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis implikatur dalam pemberitaan wacana Covid-19 pada Porta Berita Lokal Kabupaten Wajo berbasis daring (dalam jaringan). Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik yang berfokus pada aspek implikatur. Sumber data penelitian ini berasal dari portal berita lokal di Kabupaten Wajo berbasis daring, yaitu Berita Wajo, Inilah Celebes, dan Pena Rakyat. Adapun data-data penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, pernyataan, dan wacana. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik baca-cermat dan intensif dengan membaca secara sungguh-sungguh sambil mencermati dan mencari data-data yang sesuai fokus penelitian. Data yang terkumpul selanjutnya diolah melalui tahap koleksi, seleksi, dan organisasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik interpretasi pragmasemantik (pragmasemantica interpretative), pragmatik menggunakan interpreasi pemaknaan terhadap makna dari tuturan. Adapun metode penyajian terhadap hasil analisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini mengemukakan tiga jenis implikatur yakni implikatur sindiran, implikatur protes, dan implikatur imbauan.
NILAI MORAL DALAM TOKOH CERITA BUAYA LEARISA KAYELI: KAJIAN SASTRA ANAK [Moral Value in Character of Learisa Kayeli's Crocodile Story: A Study of Children's Literature] DUDUNG ABDULAH
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.327

Abstract

This study aims to discover the moral value in character of Learisa Kayeli's Crocodile story written and developed by Asrif. Literary studies talking about children's literature through Maluku folklore are still not found in scientific journals. Therefore, the theory used in this study is the children’s literature theory of Burhan Nurgiyantoro. The research method used descriptive method of content analysis. This study describes the qualifications and disclosure of the character from the story as an introduction in interpreting the moral values. This story was chosen because (1) it has never been examined using children's literature theory; (2) the important characters are played by animal characters and result in more readers’ imagination compared to stories with human characters; (3) this story is intended for children especially for the fourth, fifth, and sixth graders; (4) it has a complete storyline; and (5) it is printed Maluku folklore written in Indonesian and went through digitalization process. This study concludes that there are seven moral values conveyed by the author in character of Learisa Kayeli's Crocodile story, namely: (1) do not be afraid to defend the truth or to quell tyranny even though life is at stake in order to create a harmonious and peaceful life; (2) appreciate the one who has contributed in (saving) your life in order to establish eternal brotherhood until the end of life; (3) do not disturb the peace of other people's lives so that your lives remain fortune; (4) never give up in trying to do something so that your dreams can be achieved; (5) make good friends with others so that you may be accepted by anyone and anywhere including in any new environment; (6) be patient in solving any obstacles in life so you can cherish other people; and (7) be wise to the surrounding environment in order to create a healthy natural balance so that it can provide benefits for mankind. Kajian ini bertujuan menelusuri nilai moral dalam tokoh cerita rakyat Maluku berjudul Buaya Learisa Kayeli yang ditulis dan dikembangkan oleh Asrif. Kajian sastra yang mengangkat tentang sastra anak melalui cerita rakyat Maluku masih belum ditemukan dalam karya ilmiah. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori sastra anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Kajian ini mendeskripsikan kualifikasi dan pengungkapan watak tokoh cerita sebagai pengantar dalam menafsirkan nilai moral yang terkandung di dalamnya. Cerita ini dipilih karena (1) belum pernah dikaji melalui  kajian sastra anak; (2) para tokoh penting diperankan oleh karakter binatang sehingga nilai fantasinya lebih tinggi daripada cerita dengan tokoh manusia; (3) cerita ini diperuntukkan bagi anak-anak terutama kelas 4, 5, dan 6; (4) memiliki cerita yang utuh; dan (5) merupakan cerita rakyat Maluku yang sudah dibukukan dan sudah berbahasa Indonesia bahkan sudah mengalami proses digitalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada tujuh nilai moral yang disampaikan pengarang dalam tokoh cerita Buaya Learisa Kayeli, yaitu (1) janganlah takut membela kebenaran/menumpas kezaliman meskipun nyawa menjadi taruhannya supaya tercipta kehidupan yang harmonis dan tenteram; (2) hargailah orang yang telah berjasa dalam (menyelamatkan) hidupmu supaya terjalin persaudaraan yang abadi sampai akhir hayat; (3) janganlah suka mengganggu ketenangan hidup orang lain supaya tidak bernasib buruk di kemudian hari; (4) jangan pernah menyerah dalam berusaha supaya impianmu bisa tercapai; (5) berperangailah dengan baik terhadap orang lain supaya kamu bisa diterima oleh siapa pun dan di mana pun termasuk di lingkungan baru sekali pun; (6) bersabarlah dalam menghadapi rintangan kehidupan supaya buah dari kesabaran itu bisa bermanfaat bagi orang lain; dan (7) bersikap bijaklah terhadap lingkungan sekitar supaya tercipta keseimbangan alam yang sehat sehingga bisa memberikan keuntungan bagi umat manusia.
SUBORDINASI PEREMPUAN JAWA DALAM TEKS SUNTINGAN SERAT CENTHINI TAMBANGRARAS AMONGRAGA: PENDEKATAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL [Subordination of Javanese Women in Edited Text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga: Systemic Functional Linguistic Approach] Anggun Putri Aminatul Musrichah; B. R. Suryo Baskoro
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.293

Abstract

Edited text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga is a text that contains the teachings of Javanese culture. The teachings in it are also addressed to Javanese women. This study describes linguistic forms that contain gender bias regarding Javenese women in edited text of Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Data are words, phrases, and clauses collected from edited text of Serat Centhini Tambangraras Amongranga part II and V. The analysis was carried out with a qualitative descriptive method using three steps of data analysis, namely data reduction, data display, and conclusion drawing/verivication. The theory used is Halliday’s Sistemic Functional Linguistic, as textual, conceptual, and interpersonal metafunction. The results of this study found that the use of lexicals are categorized as adjectives, representing women’s subordinate position, the use of verbs that place women as the target function, and the use modality, as modulated-obligation to oblige women to have citeria that men want.  Teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga adalah teks yang memuat ajaran kebudayaan Jawa. Ajaran di dalamnya juga ditujukan kepada perempuan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kebahasaan yang mengandung bias gender dalam teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongraga. Data yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan data kebahasaan berupa kata, frasa, dan klausa yang dikumpulkan dari teks suntingan Serat Centhini Tambangraras Amongranga jilid II dan V. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan tiga langkah analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Linguistik Sistemik Fungsional yang digagas Halliday, yaitu metafungsi tekstual, ideasional, dan interpersonal. Hasil dari penelitian ini, ditemukan penggunaan leksikal berkategori adjektiva yang merepresentasikan bahwa posisi perempuan tersubordinasi, ditemukan penggunaan verba yang menempatkan perempuan sebagai fungsi Sasaran, dan penggunaan penekanan pada modalitas, yaitu modulasi obligasi untuk mewajibkan perempuan memenuhi kriteria-kriteria perempuan idaman laki-laki.
STRATIFIKASI SOSIAL DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA [Social Stratification in Bumi Manusia Novel by Pramoedya Ananta Toer: Literature Sociological Approach] Nurul Arpa Lestaluhu; Falantino Eryk Latupapua
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.296

Abstract

This paper was the result of a qualitative research used sociology of literature approach.  by descriptive method describing the social stratification in Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer’s. The Data  had descriptively analyzed by literature sociological theory, particularly through Social Stratification Theory. The Social Stratification points to the element of social level  which consists of ascribed status and achieved status. Thus, the result describes the social stratification that occurs in the novel Bumi Manusia as ascribed status and achieved status. Finally, there are several determinants which constructing social stratification. Those factors are: power, marriage, attitude, resistance, struggle, effort or hardwork. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra melalui penerapan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan stratifikasi sosial yang tampak dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan perspektif teori sosiologi sastra, khususnya teori stratifikasi sosial. Stratifikasi sosial menyasar pada unsur kedudukan yang terdiri atas ascribed status (status alamiah) dan achieved status (status yang diusahakan). Sebagai temuan, artikel ini mendeskripsikan stratifikasi sosial yang terjadi dalam novel Bumi Manusia yaitu berupa unsur kedudukan ascribed status (status alamiah) dan achieved status (status yang diusahakan) dan terdapat beberapa determina dalam membentuk stratifikasi sosial  yaitu kekuasaan, pernikahan, sikap, perlawanan, perjuangan, usaha, dan kerja keras.
PENINGKATAN MENULIS CERPEN KELAS X SMAN 9 BURU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FILM PENDEK SEJUTA ASA BAKULAN JAMU TRANS 7 [Improving Writing Short Stories in Class X SMAN 9 Buru by Using the Short Film Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans 7] Nanik Indrayani; Sari Tasijawa
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.256

Abstract

Writing short stories  is very difficult for some students at SMAN 9 Buru. This study aims to describe the effectiveness of writing short stories using the short film media of Sejuta Asa Bakulan JamuTrans7 in Indonesian language learning, especially in writing short stories for students of class X IPS at SMAN 9 Buru. Data collection techniques in this study used observation and test techniques. The collected data were then analyzed using descriptive statistical techniques. The results obtained  a significant influence in the use of the short film media of Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans7.  It is successful. This can be seen through prethepretest score and posttest score which have a significant difference. In the control class,   only 3 students or 10% who obtained scores in the complete category and 27students or 90% were uncomplete, while  The KKM score at SMAN 9 Buru is 65.The average value of learning outcomes obtained by students was 54.83,. Thus  the control class students didnot achieved classical completeness. In the experimental class, there were 26 students or 87% who were categorized as complete, while 4 students or 13% received incomplete scores. The average value of learning outcomes obtained by students is 70.73 It shows that the application of the short film media of Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans7in learning  writring short stories for students of SMAN 9 Buru is effectively used. Menulis cerpen atau cerita pendek terasa sangat menyulitkan bagi sebagian siswa di SMAN 9 Buru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan penulisan cerpen dengan menggunakan media film pendek Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans7 dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia tentangpenulisaan cerpen bagi Siswa Kelas X IPS SMAN 9 Buru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media film pendek Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans7terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia  tentang penulisan cerpen. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa media yang diterapkan di kelas X SMAN 9 Buru dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (postest) yang memiliki perbedaan yang signifikan. Pada siswa kelas kontrol hanya 3 siswa atau 10% yang memperoleh nilai dengan kategori tuntas, siswa yang tidak tuntas sebanyak 27 atau 90%, sedangkan nilai KKM di SMAN 9 Buru yaitu 65. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 54.83. Jadi, siswa kelas kontrol dinyatakan tidak mencapai ketuntasan klasikal. Pada kelas eksperimen terdapat 26 siswa atau 87% yang dikategorikan tuntas, sedangkan 4 siswa atau 13% yang memperoleh nilai tidak tuntas. Nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 70.73, kesimpulannya ialah penerapan media film pendek Sejuta Asa Bakulan Jamu Trans7 dalam pembelajaran menulis cerpen pada siswa SMAN 9 Buru efektif untuk digunakan.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PIDATO MAHASISWA MPBI-UMS [Analysis of Language Errors in MPBI-UMS Student Speech] Wara Angreni; Atiqa Sabardila
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.303

Abstract

This study aims to describe the form of speech errors of the candidates for Regional Head of Kulon Progo Regency. The research method used is qualitative descriptions. The data source is the utterances of the student speech. The data collection techniques are listening and note-taking. The data analysis used referential matching techniques and articulatory phonetic equivalents, extension techniques in the distribution method and sign reading technology. The results of the study shows that there are language errors in the form of speech of the candidates for Regional Head of Kulon Progo Regency The five areas of error are (1) phonological errors including phonological change, phoneme formation and pronunciation, (2) morphological errors including prepositions, repetition, tone, and combination of meN- and -kan prefixes, (3) syntax errors including ambiguous sentences, redundant words, and unclear sentence types (4) sociolinguistic errors, including misuse of language coding in sentences, and (5) spelling errors in capital letters, and punctuation.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pidato mahasiswa calon kepala daerah Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian menggunakan deskripsi kualitatif. Data penelitian berupa tuturan pidato mahasiswa. Teknik pengumpulan simak dan catat.  Analisis data menggunakan teknik padan referensial dan padan fonetis artikulatoris, teknik perluasan dalam metode agih dan teknologi membaca tanda. Hasil penelitian terjadi kesalahan bahasa pada bentuk tuturan pidato mahasiswa calon kepala daerah Kabupaten Kulon Progo memiliki lima wilayah kesalahan yaitu (1) kesalahan fonologi termasuk kesalahan perubahan fonem, kesalahan pembentukan dan pengucapan fonem, (2) kesalahan morfologi meliputi preposisi, penulisan ulang, bentuk nada, dan tulis kombinasi prefiks meN- dan -kan, (3) kesalahan sintaks termasuk kalimat yang ambigu, rancu, kata-kata yang berlebihan, jenis kalimat yang tidak jelas (4) kesalahan sosiolinguistik, termasuk penyalahgunaan campur kode bahasa dalam kalimat, dan (5) kesalahan ejaan dalam huruf kapital, dan tanda baca.
ANALISIS GEJALA BAHASA PADA SURAT DINAS DI KANTOR DESA PENGKOL NGUTER SUKOHARJO [Analysis of Language Symptoms in Service Letters in The Village Office Of Pengkol Nguter Sukoharjo] Desy Anggraini; Yakub Nasucha
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.305

Abstract

Official letters are one of the written languages used in government agencies or organizations. Official letters sometimes do not pay attention to the correct grammatical rules. This study aims to analyze the language phenomena in official letters of the Pengkol Village Office, Nguter, Sukoharjo. This research is qualitative research using descriptive method. The data used in this study are language phenomena contained in the official lettesr of the Pengkol Village Office. The source of data in this research is an official letter made by employees of the Pengkol Village Office. The data collection technique used is the literature review, listening, and note-taking. The data analysis technique used is qualitative technique. The results of this study indicate that the language phenomena found in official letters of the Pengkol Village Head Office are interference, hypercorrection, pleonasm, and contamination. Out of the four forms of those phenomena, the most frequesnt is hypercorrection, while the least is interference. Surat dinas merupakan salah satu bahasa tulis yang digunakan dalam instansi pemerintah atau organisasi. Dalam surat dinas terkdang tidak memperhatikan penulisan yang sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala bahasa yang ada dalam penulisan surat dinas di Kantor Desa Pengkol, Nguter, Sukoharjo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gejala bahasa yang terdapat dalam surat dinas Kantor Desa Pengkol. Adapun sumber data dalam penenlitian ini adalah surat dinas yang dibuat oleh pegawai Kantor Desa Pengkol.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka, simak, dan catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gejala bahasa yang ditemukan dalam penulisan surat dinas Kantor Kepala Desa Pengkol, yaitu gejala interferensi, gejala hiperkorek, pleonasme, dan kontaminasi. Dari keempat bentuk gejala tersebut, gejala bahasa yang sering mucul adalah bentuk gejala bahasa hiperkorek, sedangkan yang paling sedikit yaitu bentuk gejala bahasa interferensi.
EKSKLUSI PEREMPUAN, SASTRA, DAN PSIKOLOGI GENDER: STUDI PADA CERPEN KARYA BUDI DARMA TAHUN 2016—2020 [Female Exclusion, Literature, and Gender Psychology: Study On Budi Darma's Short Stories 2016—2020] Anas Ahmadi
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.290

Abstract

The study of gender is currently attracting the researchers from various fields. One of them is  research gender in literature. Therefore, this study aims to describe the exclusion of women contained in Indonesian literature through a gender psychology perspective. The method used qualitative with narrative exposure style. The data source used a short story by Budi Darma in 2016-2020. Data analysis techniques includes identification, classification, and data exposure. The results of the study and discussion showed that exclusion in literature emerged some categories: (1) exclusion of women through the selection of short story titles that were more tendent to men, (2) exclusion of wartime women, and (3) exclusion of women through labeling. Studi mengenai gender saat ini menarik perhatian peneliti berbagai bidang. Salah satunya adalah penelitian gender di bidang sastra. Berkait dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksklusi perempuan yang terdapat dalam sastra Indonesia melalui perspektif psikologi gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan gaya pemaparan naratif. Sumber data yang digunakan adalah cerpen karya Budi Darma tahun 2016-2020. Teknik analisis data meliputi, identifikasi, klasifikasi, dan pemaparan data. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa eksklusi dalam literatur muncul dengan kategori (1) eksklusi perempuan melalui pemilihan judul cerpen yang lebih condong kepada laki-laki, (2) eksklusi perempuan masa perang, dan (3) eksklusi perempuan. melalui pelabelan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SASTRA BERBASIS CERITA RAKYAT MASYARAKAT NIAS [Development of Literature Teaching Based on Nias Traditional Story] Sahril nln; Biatus Buulolo; Ita Suriani
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.291

Abstract

This study aims to produce a module and describe the validation and description of the effectiveness of Nias folklore based on literature for learning character values. The Research uses the R & R method. The research subjects were students of SMPN 2 Sidua Ori 2, SMPN 1 Gomo, and SMPN 2 Lahusa with,totaly 75 people. The steps  in this study are collecting data, product design, expert validation, product revision, and product implementation. Based on the results of expert validation, an average value of 84.6% was obtained with a very good category. In addition, the results of the assessment of Indonesian language subject teachers were 89.66%. Student response to the module is 90.41%. Furthermore, the average learning outcomes of students taught using Nias literature based folklore modules for learning character values is 85.11% while the average learning outcomes of students were taught without using Nias folklore based on literature for learning character values is 71.28%. This shows that Nias folklore based on literature modules for learning character values are effectively used in learning  in "very good" level of effectiveness. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul dan mendeskripsikan validasi serta mendeskripsikan keefektiafan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter. Penelitian ini menggunakan metode R&R. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 2 Sidua Ori, SMPN 1 Gomo, dan SMPN 2 Lahusa dengan jumlah keseluruhan 75 orang.  Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, mendesain produk, validasi ahli, revisi produk, dan implementasi produk. Berdasarkan hasil validasi ahli, diperoleh nilai rata-rata 84,6% dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil penilaian guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 89,66%. Respon siswa terhadap modul sebesar 90,41%. Selanjutnya rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan menggunakan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter sebesar 85,11%, sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan tanpa menggunakan modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter sebesar 71,28%. Hal ini menunjukkan bahwa modul sastra berbasis cerita rakyat masyarakat Nias untuk pembelajaran nilai-nilai karakter efektif digunakan dalam pembelajaran dengan tingkat keefektifan “sangat baik”.