cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TOTOBUANG
Published by Kantor Bahasa Maluku
ISSN : 23391154     EISSN : 25976184     DOI : -
Totobuang is a journal that publish results of research or conceptual idea in linguistics and literary studies, also aspects of teaching. Totobuang is published twice a year, on June and December. Totobuang editors accept article submission from researchers, experts, academician, and teachers of language and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA MAT DAWUK DALAM NOVEL DAWUK KISAH KELABU DARI RUMBUK RANDU KARYA MAHFUD IKHWAN [The Personality of Mat Dawuk as Main Figure in the Novel Dawuk Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu by Mahfud Ikhwan] Tito Tri Kadafi
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.308

Abstract

This research uses descriptive qualitative method with reading-note technique as data collection technique. The research data is taken from the narrative of the character Mat Dawuk in the novel Dawuk Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu by Mahfud Ikhwan, which is analyzed using Sigmund Freud's theory of psychoanalysis. The results showed that the personality structure of the Mat Dawuk character was influenced by three personality systems, namely the id, ego, and superego. His preference in Mat Dawuk's id is Mat Dawuk's libido drive towards Inayatun. The ego that appears in Mat tries to realize and fulfill what the id wants, resulting in an attitude of loyalty, protection, until even Mat Dawuk pledges that Inayatun is a power within him - that power disappears after Inayatun dies, which is illustrated through a willing attitude. Mat to be persecuted. The superego, which acts on the principle of morality, is here to help in making decisions about what the id wants, and also helps the ego to control the id that is wanted to be fulfilled. The Mat Dawuk character also has a living instinct that comes from Inayatun. Meanwhile, after Inayatun died, Mat tended to be controlled by a dead instinct which made him helpless, and chose to withdraw from society. Not only that, the character Mat Dawuk is depicted as experiencing anxiety several times, which later will correlate with Mat's personal development in survival, or what is known as a defense mechanism, and Mat Dawuk's tendency to be in aggression and repression mechanisms. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik baca-catat sebagai teknik pengumpulan datanya. Data penelitian diambil dari pengisahan tokoh Mat Dawuk dalam novel Dawuk Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan, yang ditelaah menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukkan struktur kepribadian tokoh Mat Dawuk dipengaruhi oleh tiga sistem kepribadian yakni id, ego, dan superego. Id dalam diri Mat Dawuk preferensinya adalah dorongan hasrat libido Mat Dawuk terhadap Inayatun. Ego yang muncul pada diri Mat berusaha mewujudkan dan memenuhi apa yang diinginkan oleh id, sehingga timbul sikap kesetiaan, melindungi, hingga bahkan Mat Dawuk mengikrarkan bahwa Inayatun adalah kekuatan di dalam dirinya – kekuatan itu pun hilang, setelah Inayatun meninggal, yang digambarkan melalui sikap rela Mat untuk dipersekusi. Superego yang bertindak berdasarkan prinsip moralitas, hadir untuk membantu dalam pengambilan keputusan apa yang diinginkan oleh id, serta turut membantu ego untuk mengendalikan id yang bersifat ingin dipenuhi. Tokoh Mat Dawuk juga memiliki insting hidup yang berasal dari Inayatun. Setelah Inayatun meninggal, Mat cenderung dikuasai oleh insting mati yang membuatnya tidak berdaya, dan memilih menarik diri dari masyarakat. Tak hanya itu, tokoh Mat Dawuk digambarkan beberapa kali mengalami kecemasan, yang nantinya akan berkorelasi dengan perkembangan kepribadian Mat dalam bertahan hidup, atau disebut sebagai mekanisme pertahanan, dan kecenderungan Mat Dawuk berada pada mekanisme agresi dan represi.
KONSEP ILMU PENGETAHUAN LOKAL DALAM LEKSIKON PENANDA WAKTU DAN MUSIM SUKU DAYAK MERATUS [The Indigenous Knowledge Science Lexicon Marking the Time and Season of the Meratus Dayak Tribe] Hestiyana Hestiyana
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.306

Abstract

This study aims to describe the indigenous science in the lexicon of time and season markers by the Meratus Dayak tribe. The method used in this research is descriptive qualitative ethnolinguistic approach. The data in this study are lexicon markers of time and season spoken by the Meratus Dayak tribe who reside in the Balangan Regency, namely Meratus Balangan Dayak, especially traditional leader  and balian. Meanwhile the data collection techniques used were participant observation, listening techniques, and record techniques. Data analysis includes: (1) transcribing data obtained through the results of records and records; (2) identifying time and season marker data; (3) classifying data according to lingual form and lexicon function; and (4) analyze and conclude. Based on the results of the analysis it was found that the concept of local science in the lexicon markers of time and season can be classified into two: (1) based on the lingual form and (2) based on the function of the lexicon. The concept of local science is based in the lingual form: first, the lexicon marking the time and season of tangible words which a total of 30 lexicons. Second, lexicons marking the time and season in the form of phrases that include noun caterogical phrases, verb categorized phrases, and numeralia categorized phrases with a total of 21 lexicons. Then, the concept of local science based on the function of the lexicon, among others: (1) the function of the daily time lexicon is as much as 19 lexicon and (2) the time and season lexicon functions with a larger unit of 20 lexicon. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep ilmu pengetahuan lokal dalam leksikon penanda waktu dan musim oleh suku Dayak Meratus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa leksikon penanda waktu dan musim yang dituturkan oleh suku Dayak Meratus yang bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Balangan, yakni Dayak Meratus Balangan, terutama tokoh adat dan balian. Adapun, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, teknik simak, dan teknik rekam. Analisis data meliputi: (1) mentranskripsikan data yang diperoleh melalui hasil catatan dan rekaman; (2) mengidentifikasi data penanda waktu dan musim; (3) mengklasifikasikan data sesuai dengan bentuk lingual dan fungsi leksikon; dan (4) menganalisis dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa konsep ilmu pengetahuan lokal dalam leksikon penanda waktu dan musim dapat diklasifikasikan menjadi dua: (1) berdasarkan bentuk lingual dan (2) berdasarkan fungsi leksikon.  Konsep ilmu pengetahuan lokal berdasarkan bentuk lingual: pertama, leksikon penanda waktu dan musim berwujud kata yang meliputi nomina, verba, dan numeralia dengan jumlah keseluruhan 30 leksikon. Kedua, leksikon penanda waktu dan musim berwujud frasa yang meliputi frasa berkategori nomina, frasa berkategori verba, dan frasa berkategori numeralia dengan jumlah keseluruhan 21 leksikon. Kemudian, konsep ilmu pengetahuan lokal berdasarkan fungsi leksikon, antara lain: (1) fungsi leksikon penanda waktu harian sebanyak 19 leksikon dan (2) fungsi leksikon penanda waktu dan musim dengan satuan yang lebih besar sebanyak 20 leksikon.
MARAKNYA PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA SARKASME DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK AKUN @DENISE.CHARIESTA Mellyonisa Athariq Samsulhadi; Atiqa Sabardila
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the sarcasm figure of speech used in commenting on Tiktok accounts and then analyze it into the form of language politeness violations and what factors support language politeness violations. This study uses a data analysis method by collecting data and then presenting a description of the situation under study in the form of a narrative. The researcher records the data in the form of speech in the form of uploading comments and then analyzes it so that conclusions can be drawn. The result of this research is the common use of sarcasm figure of speech used in commenting, where the speaker mostly ignores the feelings of the interlocutor. The use of sarcasm that is widely used in comments is the cause of the violation of language politeness. Several factors that cause language politeness violations, namely, showing the existence of netizens, expressing expressions, non-face to face communication, behavior in use, and social media. The results of this study conclude that many comments on Denise Chariesta's tiktok account violate the principles of politeness in language conveyed by Leech.
PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA TULISAN DI BAK TRUK: KAJIAN STILISTIKA PRAGMATIK Arika Rini; Kusuma Peny Kuncara; Rizky Dian Safitri
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKThe objectives of this study are: (1) to examine the use of language styles written on the back of the truck, where the results of the study are expected to add to the research treasury of stylistics on types of public transportation, and (2) describe the variations in the use of language styles in basins. trucks in the form of speech acts and the use of language styles. This study used a qualitative descriptive method and a pragmatic stylistic approach. The data collected was obtained from a number of sources on social media and the internet showing a number of pictures of writing on the back of the truck. The results obtained include various speech acts and language styles in the writing on the back of the truck, including: (1) forms of assertive, directive, expressive, commissive, declarative speech acts, and (2) puns, invitation sentences, sarcasm, cynicism figure, assonance figure, and ironi figure.Key words: truck body, language style, pragmatic stylics ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengkaji penggunaan gaya bahasa yang ditulis di bak-bak truk, dimana hasil dari penelitian diharapkan menambah khazanah peneitian tentang stilistika pada jenis-jenis transportasi umum, dan (2) mendeskripsikan variasi penggunaan gaya bahasa dalam bak truk bentuk tindak tutur dan penggunaan gaya bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan stilistika pragmatik. Data yang diperoleh dari sejumlah sumber di media sosial maupun internet yang menunjukkan sejumlah gambar tulisan di bak truk. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi berbagai tindak tutur dan gaya bahasa pada tulisan di bak truk, antara lain: (1) bentuk tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif, dan (2) gaya bahasa plesetan, kalimat ajakan, majas sarkasme, majass inisme, majas asonansi, serta majas ironi.Kata kunci : bak truk, gaya bahasa, stilitika pragmatik
MAJAS PERSONIFIKASI DALAM ANTOLOGI KOLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH TSANAWIYAH Iqbal Syahrul Akbar Al Aziz
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT                    The problem in this journal is how personification figure of speech can find meaning in poem The purpose of this study was to describe the figure of speech of personification in the Poem anthology of Poetry and its relevance to learning Indonesian at Madrasah Tsanawiyah.This research method uses qualitative research with literature study as the type of research. The data collection technique in this study is to use documentation techniques, namely analyzing content with listening and note-taking techniques, while the validity of the data uses theoretical triangulation. The data analysis technique in this study uses an interactive model from Miles and Huberman. The results of this study show 57 data on personification figures found in 25 poems. Personification figure of speech can reveal the meaning of poetry in the anthology of Kolam through a hermeneutical approach which partly tells about topics related to death and daily life, and this research is relevant to be used as a medium for learning Indonesian at Madrasah Tsanawiyah.Keywords: Poetry, Personification, Sapardi, Indonesia Languange Learning. ABSTRAKPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana majas personifikasi dapat menemukan makna dalam suatu puisi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan majas personifikasi dalam antologi puisi Kolam serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi pustaka sebagai jenis penelitiannya.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik dokumentasi yaitu menganalisis isi dengan teknik simak dan catat, sedangkan keabsahan datanya menggunakan triangulasi teori. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan model interaktif dari Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan 57 data majas personifikasi yang ditemukan pada 25 puisi. Majas personifikasi dapat menyingkap tabir makna puisi dalam antologi Kolam melalui pendekatan hermeneutika yang sebagian menceritakan tentang topik yang berhubungan dengan kematian dan kehidupan sehari-hari, serta penelitian ini relevan untuk dijadikan media pembelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah. Kata Kunci: Puisi, Majas Personifikasi, Sapardi, Pembelajaran Bahasa Indonesia.  
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM SYAIR ARDAN: KAJIAN FEMINISME Maiyang Resmanti; Asep Yudha Wirajaya
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is the result of a study that reviews Syair Ardan which is studied with feminism theory. Syair Ardan tells the phenomenon of women living in patriarchal culture and their opposition both directly and indirectly. The types of research used are descriptive qualitative research, data collection techniques with library, read, and take note techniques. The data are validated by theoretical triangulation. Data analysis techniques are in the form of data classification, data reduction, and data analysis. This paper contains the explanation of the representation of women who are able to develop their abilities and take part in the public sphere. Zuhrah was the daughter of the King who could become a woman who was good at self defence and using weapons. She was also able to become a wise king, set the right policies or regulations, and be respected by the ministers and their people in the midst patriarchal culture. However, Zuhrah was not shown as a female king, but a female king disguised as a male. It seems that the co-author chose to side with the acceptance of the text which still adhered to the patriarchal culture.Tulisan ini merupakan hasil kajian yang mengulas Syair Ardan yang dikaji dengan teori feminisme. Syair Ardan mengisahkan fenomena perempuan yang hidup di kebudayaan patriarkat dan upayanya menyamaratakan peran gender baik secara langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Data diabsahkan dengan triangulasi teoretis. Teknik analisis data berupa klasifikasi data, reduksi data, dan analisis data. Tulisan ini berisi penjelasan mengenai representasi perempuan yang mampu mengembangkan kemampuan dirinya dan berperan di wilayah publik. Zuhrah adalah putri Raja yang mampu menjadi perempuan pandai bela diri, pandai menggunakan senjata, menjadi raja yang bijaksana, dapat menetapkan kebijakan atau regulasi yang tepat, dan disegani menteri serta rakyatnya di tengah kebudayaan patriarkat. Namun, Zuhrah tidak ditampakkan sebagai raja perempuan, tetapi raja perempuan yang menyamar sebagai laki-laki. Agaknya penyalin memilih berpihak pada keberterimaan teks yang masih berpegang teguh pada kebudayaan patriarkat.    
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM JUAL BELI DI KAMPUNG PEJABAT (PENJUAL JAMU LOKTABAT) BANJARBARU Noorain Noorain
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Penggunaan bahasa pada  masyarakat multibahasa  di bidang perdagangan merupakan suatu fenomena dalam ranah kajian sosiolinguistik yang menarik untuk dianalisis. Penelitian ini dilakukan oleh pemikiran tentang kegiatan jual beli di Kampung Pejabat (Penjual Jamu Loktabat), khususnya antara pedagang yang sebagian besar terdiri dari Suku Jawa, dan pembeli yang terdiri dari suku yang berbeda, misalnya Suku Banjar yang dominan mendiami wilayah Banjarbaru. Dari interaksi tersebut, maka akan muncul adanya ialih ikode idan icampur ikode. iData ipenelitian iini iadalah ituturan iinteraksi ijual-beli iyang imengandung i(1) ialih ikode, i(2) icampur ikode. iData idalam ipenelitian iini iadalah ituturan ipembeli idan ipenjual idi iKampung iPejabat i(Penjual iJamu iLoktabat), iBanjarbaru. iTeknik ipengambilan idata iadalah iteknik i icakap isimak, i idilanjutkan idengan i irekam idan icatat. iHasil ipenelitian iini imenunjukkan ipenjual idan ipembeli ibertransaksi ijual ibeli idi iKampung iPejabat i(Penjual iJamu iLoktabat) ibanyak imenggunakan ialih ikode idan icampur ikode. iAlih ikode iyang iditemukan iyaitu iberalihnya ikode idari ibahasa iJawa ike ibahasa iBanjar idan isebaliknya, iserta iberalih i idari ibahasa iJawa ike i ibahasa iIndonesia. iCampur ikode iyang iditemukan iberwujud ipenyisipan ikosakata ibahasa iInggris ike idalam ipercakapan ibahasa iJawa idan ipenyisipan iklausa ibahasa iIndonesia ike idalam ipercakapan ibahasa iJawa.
JANGAN MUDIK: ANALISIS SEMIOTIK PADA POSTER LARANGAN MUDIK SELAMA PANDEMI COVID 19 DI AKUN INSTAGRAM KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Rizki Amalia Sholihah
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda verbal dan visual serta makna di balik rangkaian tanda yang terdapat pada e-poster larangan mudik selama pandemi Covid 19 terjadi Indonesia pada akun sosial media instagram Kementerian Perhubungan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, yaitu @kemehub151. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan analisis diksi bahasa yang digunakan di sosial media yaitu khususnya instagram. Dari poster yang diunggah oleh akun Kementerian Perhubungan yang dijadikan sampel penelitian ini menunjukkan larangan mudik dengan penggunaan berbagai diksi.  Penelitian ini menganalisis 5 e-poster larangan mudik yang diunggah oleh akun Kementerian Perhubungan @kemenhub151 mulai tanggal tanggal 27 Maret 2020 hingga 24 Mei 2020 yang bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Tanda verbal dan visual yang digunakan dalam e-poster pada akun instagram kementerian perhubungan ini pun beragam, di antaranya itu ada yang berupa larangan tegas, himbauan, dan anjuran yang dibungkus dengan tanda visual yang menarik dan mudah diterima oleh masyarakat pengguna media sosial instagram.
Variasi Bahasa Penggemar Kpop dan Kdrama dalam Kolom Komentar Media Sosial Twitter dan Tiktok Rahayu Duwi Rohmah
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan faktor sosial yang melatarbelakangi penggunaan variasi bahasa penggemar kpop dan kdrama dalam kolom komentar media sosial twitter dan tiktok. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik yang dipakai dalam pengumpulan data ialah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dalam menggali permasalahan dengan menggunakan padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk variasi bahasa penggemar kpop dan kdrama dalam kolom komentar media sosial twitter dan tiktok meliputi (1) bahasa bahasa gaul yang meliputi (a) bentuk singkatan atau akronim sebanyak tujuh bentuk, (b) bentuk yang dipendekkan sejumlah 3 bentuk, dan (c) bentuk bahasa campuran yaitu bahasa asing bercampur dengan bahasa Indonesia sejumlah 5 bentuk. (2) mengkaji makna variasi bahasa penggemar kpop dan kdrama yang terdapat dalam kolom komentar media sosial twitter dan tiktok berdasarkan konteksnya. (3) Faktor yang melatarbelakangi penggunaan variasi bahasa penggemar kpop dan kdrama adalah (a) faktor efisiensi berbahasa, (b) faktor anutan berbahasa, (c) faktor kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, dan (d) faktor keinginan untuk menciptakan varian (bahasa Indonesia) yang dapat menunjang ekspresi perasaan, pikiran, dan identitas lingual penuturnya.
STRATEGI BLAKA ‘TERBUKA’ DALAM TINDAK TUTUR MEMINTA MAAF BERBAHASA JAWA: KAJIAN PRAGMATIK Endang sri maruti
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apology is typically done when someone made a mistake. In Javanese speech community, apologized tend declared first even though it is spoken or done is not necessarily wrong. This research focus on form of apology speech acts in the Javanese community in the Beringin Village, District Lakarsantri, Surabaya. To explain the focus, the researcher used descriptive-qualitative with ethnopragmtic design. Data are collected from 46 subjects by observation and indepth interviews. Data are analizd using Miles and Huberman’s flow model covering three steps: reduction, display, and verivication/concluison. The results showed that the form says to apologize distinguished by mode and components. Keywords: form, speech act, apology, Javanese speech community Abstrak Permintaan maaf lazimnya dilakukan seseorang jika melakukan kesalahan. Pada masyarakat tutur bahasa Jawa, meminta maaf cenderung dinyatakan terlebih dahulu meskipun sebenarnya hal yang dituturkan atau dilakukannya belum tentu salah. Fokus penelitian ini adalah bentuk tindak tutur meminta maaf pada masyarakat Jawa di wilayah Kelurahan Beringin, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan etnopragmatik. Data penelitian diperoleh dari 46 subjek penelitian melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, sajian, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tutur untuk meminta maaf dibedakan berdasarkan modus dan komponennya. Kata-kata kunci: bentuk, tindak tutur meminta maaf, masyarakat Jawa