cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TOTOBUANG
Published by Kantor Bahasa Maluku
ISSN : 23391154     EISSN : 25976184     DOI : -
Totobuang is a journal that publish results of research or conceptual idea in linguistics and literary studies, also aspects of teaching. Totobuang is published twice a year, on June and December. Totobuang editors accept article submission from researchers, experts, academician, and teachers of language and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
MEMAHAMI PUISI-PUISI HERBAL DALAM ANTOLOGI NAMAKU BUNGA KARYA L.K. ARA [Understanding Poetry with Herbal Theme in L.K. Ara’s Namaku Bunga Anthology] Amir Mahmud
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.313

Abstract

This study aims to describe L.K. Ara’s poetries about the benefits of herbs in traditional medicines (jamu). For centuries, it is a cultural fact that traditional medicines had been used to maintain health in Indonesian (Nusantara) society. The research problem is to describe L.K. Ara’s poetries that mention beneficial herbs to maintain health and that it has become a cultural fact in Nusantara. The method used in this research was descriptive-qualitative. This method was used to solve problems by describing findings of the research. The results showed that literature works apparently play a significant role in maintaining and preserving the natural environment, especially when it deals with herbal plants. The use of herbs in traditional medicine (jamu) for healing the sick is a part of our life so literature ia also also used to represent the used of herbal plants for human health. Herbal remedies such as juice of spices and herbs, remedies for women, herbal remedies in the form of powder, betel chewing, traditional massage with herbal concoctions, and going to traditional healers are cultural facts in Nusantara society. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan puisi-puisi karya L.K. Ara tentang manfaat herbal untuk kesehatan telah menjadi fakta budaya dalam masyarakat Nusantara sudah berabad-abad. Masalah penelitian ini adalah bagaimana gambaran puisi-puisi karya L.K. Ara yang menyajikan herbal bermanfaat untuk kesehatan telah menjadi fakta budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk kebutuhan memecahkan masalah dengan cara memaparkan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra berperan dalam pemeliharaan dan pelestarian alam lingkungan terutama pada tanaman jenis herbal. Pemanfaatan herbal untuk pengobatan guna penyembuhan orang sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan sehingga sastra ikut berperan mempresentasikan fungsi tanaman untuk kesehatan manusia. Pengobatan secara herbal seperti cekok, uyup uyup, tapel, menginang, pijat dengan ramuan herbal, dan peyembuhan melalui dukun dengan herbal tertentu merupakan fakta budaya dalam masyarakat Nusantara.
KAJIAN LINGUISTIK KEBUDAYAAN DALAM TUTURAN RITUAL SÈF ALUMAMA MASYARAKAT BOTI DI NUSA TENGGARA TIMUR [Anthropolinguistic Study of Sèf Alumama Ritual Speech in Boti Community East Nusa Tenggara] I Iswanto
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.229

Abstract

Anthropolinguistics studies examines linguistic phenomena based on a linguistic scientific perspective and not cultural studies. The phenomenon of language is the phenomenon  used e in various events. This study examines Sef Alumama’ ritual speech in the Boti community. The data in this study are recorded, transcribed, translated, and coded with the principle of managing corpus data. Specific theories and methods are used to answer the question of how is the study of anthropolinguistics applying  in the ritual speech 'Sef Alumama' at the Boti community in East Nusa Tenggara ? The main theory in this research is anthropolinguistics theory with cognitive semiotic theory as a specific theory. The results showed that a lexicon has linguistic attributes  connected textually and intertextually. This lexicon or lingual form can be visualized in a cognitive map based on linguistic principles. Furthermore, Dawan's morphosyntaxis shows specific characteristics in the use of pronouns. In-depth studies conclude that the pronoun is used as a semantic interpretation and harmonization of oral literary sounds.Linguistik kebudayaan menjadi ranah pengkajian bahasa yang menelaah fenomena kebahasaan berdasarkan sudut pandang keilmuan linguistik dan bukan kajian budaya. Fenomena kebahasaan adalah fenomena penggunaan bahasa dalam berbagai perisiwa. Penelitian ini mengkaji tuturan ritual sef alu mama pada masyrakat Boti. Data dalam penelitian ini ialah tuturan ritual yang direkam, ditranskrip, ditranslasi, dan dikodekan dengan prinsip pengelolahan data korpus. Teori dan metode yang spesifik digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana kajian linguistik kebudayaan dalam tuturan ritual ‘sef alu mama’ pada masyarkat Boti di Nusa Tenggara Timur. Teori payung dalam penelitian ini ialah teori linguistik kebudayaan dengan teori semiotik kognitif sebagai teori spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah leksikon memiliki atribut kebahasaan yang dapat bergayut secara tekstual bahkan intertekstual. Leksikon atau bentuk lingual ini dapat divisualisasikan dalam peta kognitif berdasarkan prinsip kebahasaan. Lebih lanjut, morfosintaksis bahasa Dawan menunjukkan ciri spesifik dalam penggunaan pronomina. Kajian mendalam menyimpukan bahwa pronomina tersebut digunakan sebagai pemaknaan secara semantis dan harmonisasi bunyi sastra lisan.     
KLASIFIKASI LEKSIKOSTATISTIK BAHASA BANGGOI DAN BAHASA HOTI DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR [Lexicostatistic Classification Of Banggai And Hoti Language In East Seram District] Erniati Erniati
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.333

Abstract

This study is a lexicostatistical study that aims to classify words that are related statistically to classify similarities. This research is focused on Banggoi and Hoti languages spoken by the people in West Bula District, East Seram Regency, Maluku Province. The aim is to determine the kinship classification of Banggoi and Hoti languages and determine the time of separation between the two languages. The method used is quantitative and qualitative methods with data collection techniques using direct observation, listening, note-taking, and recording methods. The results showed that Banggoi language and Hoti language have kinship with percentage of 31.5%. Based on this percentage, the two languages are at the stok/family kinship level. The existence of this kinship is influenced by geographical proximity, while the time of separation of the two languages is estimated at 1,170 years ago. Kajian ini merupakan kajian leksikostatistik yang bertujuan mengelompokkan kata-kata yang berkerabat dengan mengelompokkan persamaan secara statistik. Peneltian ini difokuskan pada bahasa Banggoi dan bahasa Hoti yang ditutukan oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui klasifikasi kekerabatan bahasa Banggoi dan bahasa Hoti dan menentukan waktu pisah dari kedua bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan  metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik  observasi langsung, simak, catat, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara bahasa Banggoi dan bahasa Hoti memilki kekerabatan dengan persentase 31,5%. Berdasarkan persentase tersebut maka kedua bahasa tersebut berada pada tingkat kekerabatan stok/rumpun.  Adanya kekerabatan bahasa Banggoi dan bahasa Hoti karena dipengaruhi oleh letak geografi yang berdekatan dan  waktu pisah kedua bahasa tersebut diperkirakan pada 1.170 tahun  yang lalu.
STRATEGI KESANTUNAN POSITIF PENUTUR BAHASA MELAYU KUPANG PADA FACEBOOK [The Possitive Politeness Strategy of Kupang Malay Languages Speaker on Facebook] Salimulloh Tegar Sanubarianto; Erwin Syahputra Kembaren
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.297

Abstract

This study discusses the positive politeness strategies in Kupang Malay on Facebook social media which are related with the politeness strategy theory  by Brown and Levinson. This research is a qualitative descriptive study with content analysis method. The research data were the status posts/comments in the Kupang Malay language on the Facebook which were selected based on the suitability of the research objectives. The selected data are then collected and analyzed according to theory. As a result, there are 12 strategies used by Facebook users in Kupang Malay namely (1) give sympathy to the interlocutor; (2) exaggerating sympathy for the interlocutor; (3) pay special attention to the interlocutor; (4) increase interest in the interlocutor; (5) use markers that show similarities; (6) seek the approval of the interlocutor; (7) avoid conflict with the interlocutor; (8) presupposes the interlocutor; (9) the strategy of making jokes; (10) strategies for making offers and promises; (11) showing a sense of optimism; and (12) trying to involve the interlocutor. Penelitian ini membahas strategi kesantunan positif dalam bahasa Melayu Kupang pada media sosial Facebook yang dikaitkan dengan teori strategi kesantunan yang dikemukakan oleh Brown dan Levinson. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian adalah tulisan status/komentar dalam bahasa Melayu Kupang pada Facebook yang dipilih berdasarkan kesesuaian terhadap tujuan penelitian. Data yang dipilih kemudian dikumpulkan dan dianalisis sesuai teori. Hasilnya, ada 12 strategi yang digunakan oleh pengguna Facebook berbahasa Melayu Kupang, dan ada 12 strategi yang ditemukan dalam penggunaanya dalam Facebook, yaitu (1) memberikan simpati pada lawan tutur; (2) melebih-lebihkan simpati pada lawan tutur; (3) memberikan perhatian khusus pada lawan tutur; (4) meningkatkan rasa tertarik pada lawan tutur; (5) menggunakan penanda yang menunjukkan kesamaan; (6) mencari dan mengusahakan persetujuan lawan tutur; (7) menghindari pertentangan dengan lawan tutur; (8) mempresuposisikan lawan tutur; (9) strategi membuat lelucon; (10) strategi membuat penawaran dan janji; (11) menunjukkan rasa optimism; dan (12) berusaha melibatkan lawan tutur.
FUNGSI BAHASA MENURUT LEECH PADA PUISI KECOA PEMBANGUNAN KARYA W.S. RENDRA: IMPLEMENTASI PENGAJARAN SASTRA DI MTS [The function of language according to Leech in the poem 'Kecoa Pembangunan' by W.S. Rendra: The Implementation of Literature Teaching at MTs] Arika Rini
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.284

Abstract

The issue  in this article discusses about the understanding meaningcontext of poetry that has been not  be studied from structural linguistics  since the early 20th century. The purpose of this research is  studying and analyzing contemporary poetry WS Rendra using the function of Leech language and  enriching class VIII KD 3.7 material. and 4.7 on the building blocks of poetry text and deducing the meaning of the poetry text. Throughthe qualitative descriptive analysis method, WS Rendra's poetry was described by analyzing the lines in the verse of his poetry. The function of Leech language can be studied and analyzed in poetry literature, especially contemporary poetry.  Five of the  language functions, there is only one function that cannot be examined from the poem. It is the phatic function because the poem in entitled 'Kecoa Pembagunan' contains social criticism which used the words of satire and ridicule in every  lines of the sentences. The function of the Leech language can be implemented in teaching because the results of the analysis can be integrated with the building blocks of poetry. As my suggestion,  the teachers should expand the study of language functions from several experts to improve and expand literary material, especially poetry.Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini tentang adanya pemahaman makna  pada konteks puisi  yang belum bisa dikaji dari linguistik struktural yang sudah ada sejak awal abad 20. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis puisi kontemporer WS Rendra dengan mengunakan fungsi bahasa Leech serta memperkaya materi kelas VIII KD 3.7 dan 4.7 pada unsur pembangun teks puisi serta menyimpulkan makna teks puisi. Dengan metode analisis deskriptif kualitatif, puisi WS Rendra dideskripsikan maknanya dengan menganalisis baris-baris dalam bait puisinya. Fungsi bahasa Leech dapat dikaji dan dianalisis pada sastra puisi, terutama puisi kontempoer. Dari lima fungsi bahasa hanya satu fungsi yang tidak bisa dikaji dari puisi tersebut, yaitu fungsi fatis. Hal ini dikarenakan puisi yang berjudul ‘Kecoa Pembagunan’ berisi kritik sosial yang menggunakan kata kias sindiran dan ejekan pada baris-baris kalimatnya. Fungsi bahasa Leech dapat diimplementasikan dalam pengajaran karena dari hasil analisis dapat terintegrasi dengan materi unsur-unsur pembangun puisi.  Saran penulis, guru sebaiknyalebih memperluas kajian fungsi bahasa dari beberapa ahli untuk meningkatkan dan memperluas materi sastra terutama puisi.
IDENTITAS SOSIAL DAN KEARIFAN LOKAL PADA KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN [Social Identity and Local Wisdom in The Collection of Short Stories Celurit Hujan Panas By Zainul Muttaqin] Bayu Suta Wardianto
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.323

Abstract

Social society and socio-culture cannot be separated from each other. Therefore, literature was born as a product of society and culture. From these literary works, literary teaching materials with social and cultural background can be made. This study explains the social identity and local wisdom contained in the collection of Celurit Hujan Panas short stories by Zainul Muttaqin. In this study, the method used is the quality desriptive method. The data used comes from quotes on a collection of short stories of Celurit Hujan Panas. This research used listening and note-taking techniques. Research data analysis started from presenting the data, reducing the data, and analyzing conclusions. The results of this study show that the social identity contained in the story are namely (1) social structure, (2) social behavior, and (3) ontological definitions. Moreover, the values of local wisdom contained in the story are (1) culture, (2) beliefs, and (3) social values. Sosial masyarakat dan sosial budaya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Karena itulah, sastra lahir sebagai produk dari sosial dan budaya. Dari karya sastra tersebut, dapat dibuat bahan ajar sastra berlatar sosial dan budaya. Penelitian ini menjelaskan tentang identitas sosial dan kearifan lokal yang terkandung dalam kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas karya Zainul Muttaqin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deksriptif kualititatif. Data yang digunakan berasal dari kutipan pada kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas. Penelitian menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data penelitian dimulai dari menyajikan data, mereduksi data, dan kesimpulan analisis. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa identitas sosial yang terkandung yaitu (1) struktur sosial, (2) tingkah laku sosial, dan (3) definisi ontologis. Nilai kearifan lokal yang terkandung adalah (1) nilai budaya, (2) kepercayaan, dan (3) nilai sosial. 
KONSTRUKSI BAHASA GURU PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI PADA KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN [Language Construction of Female and Male Teachers in the Beginning of Learning Activities] Pipiet Palestin Amurwani
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.240

Abstract

Women and men have their own unique language. This study aims to describe the language used by female and male teachers in the beginning of learning activities especially in checking students’ attendance and reviewing previous lesson. This research is a qualitative research using the observation method. The data collected was in the form of utterances from 10 female teachers and 10 male teachers when they carried out the beginning of learning activities. The data is then analyzed using Lakoff's theory of the existence of women's language and supported by other relevant theories. Lakoff believes that syntactic constructs that are more freely used by women are the use of the question label form. The results showed that female teachers express their intentions indirectly by using question sentences, using standard language and showing friendly attitude by smiling when they talk while male teachers express their goals directly using statement sentences or affirmative sentences,  unstandard words, and with flat attitude showing their wisdom Perempuan dan laki-laki memiliki keunikan masing-masing dalam berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa yang digunakan oleh guru perempuan dan laki-laki pada kegiatan awal pembelajaran khususnya dalam mengecek kehadiran peserta didik dan mengulas kembali materi pelajaran sebelumnya. Data yang berhasil dikumpulkan berupa ujaran-ujaran dari 10 guru perempuan dan 10 guru laki-laki pada saat mereka melaksanakan kegiatan awal pembelajaran. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori Lakoff tentang keberadaan bahasa perempuan dan didukung teori-teori lain yang relevan. Lakoff percaya konstruksi sintaksis yang lebih bebas digunakan perempuan adalah penggunaan bentuk label pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perempuan mengungkapkan maksudnya secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan kalimat tanya, cenderung menggunakan bahasa baku dan dengan menunjukkan sikap ramah yang ditandai dengan tersenyum ketika berujar sedangkan guru laki-laki mengungkapkan tujuannya secara langsung dengan menggunakan kalimat pernyataan atau kalimat berita, cenderung menggunakan kata tidak baku yang menunjukkan apa adanya dirinya, serta dengan sikap datar yang menunjukkan kewibawaan .
KETERKENDALIAN PEMILIHAN BAHASA RUANG PUBLIK PELABUHAN DAN BANDARA DI KOTA AMBON [Controlability of Language Application on Public Space Port and Airport in Ambon City] Nita Handayani Hasan
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.328

Abstract

This study aims to review the phenomenon foreign terms using on sign boards at airports and ports in Ambon City. In order to describe this phenomenon, this study will use two ways. Frist, measuring  the level of control language use with the results of language assessment; and second, describing  the reason as the background of chosing the language in public spaces at ports and airports in Ambon City. It is a qualitative descriptive research. This research using photographs signboards and interviews result as the data. Photos analysis using a research instrument made by the Agency for Language Development. The results of photos analysis then supported by the results of interviews. This study found that ports and airports in Ambon City gets category B in control rating. This category shows that the use of Indonesian language in the port and airport areas in Ambon City is quite controlled. Based on the results of interviews, it is known that the effect of less socialization the existence of Law Number 24 of 2009 to ports and airports in Ambon City is signboards which wrote by foregn languages. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas fenomena penggunaan istilah asing pada papan-papan petunjuk yang berada di bandara dan pelabuhan di Kota Ambon. Agar dapat mendeskripsikan fenomena tersebut,  penelitian ini mengukur tingkat keterkendalian penggunaan bahasa menggunakan hasil penilaian bahasa; serta mendeskripsikan latar belakang penyusunan dan penggunaan bahasa ruang publik di pelabuhan dan bandara di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Data yang digunakan yaitu berupa foto-foto papan petunjuk dan hasil wawancara. Foto-foto yang diperoleh dianalisis menggunakan instrumen  penelitian yang dibuat oleh Badan dan Pengembangan Bahasa. Hasil dari analisis foto-foto tersebut kemudian ditunjang dengan hasil wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bahasa pada pelabuhan dan bandara di Kota Ambon masuk pada kategori peringkat  terkendali B. Kategori ini menunjukkan penggunaan bahasa Indoenesia di wilayah pelabuhan dan bandara di Kota Ambon cukup terkendali. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa minimnya sosialisasi mengenai keberadaan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 pada pihak bandara dan pelabuhan menjadi pemicu penggunaan istilah asing di ruang publik pelabuhan dan bandara di Kota Ambon. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan masukan kepada pihak bandara dan pelabuhan di Kota Ambon untuk lebih mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. 
FUNGSI ADJEKTIVA KOMPARATIF DALAM BAHASA MADURA DIALEK KANGEAN DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT KANGEAN: KAJIAN PRAGMATIK [The Function of Comparative Adjectives in Kangean Dialect of Madurese Language and its Impact] Mutaallim Hafidz; Fahmi Reza Alfani; La Mahidin; Yuana Dwi Agustin; Damon Wicaksi
TOTOBUANG Vol. 9 No. 2 (2021): TOTOBUANG: EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i2.299

Abstract

Comparative adjectives of Kangean Dialect of Madurese Language (KDML) are the basic adjectives that has A+D+(-an) stucture or lebbi. This study explored the function of comparative adjectives in KDML and its impact for the Kangean community. The theories used to explore and determine the comparative adjective function are descriptive and pragmatic theories. The research is a qualitative research. The method used in this research is the participatory observation method. The data were obtained from interviews with the dialect speakers by voice recording and field note-taking. Besides, researchers used the introspectiveve method (reflective-introspection method). The data that has been collected were transcribed into written form of orthographic transcription, then translated and classified according to its function. The method applied for analyzing the data are equivalent and distributional method. Meanwhile, the methods used for displaying the results of data analysis are informal and formal steps. The results showed that in KDML, there are several functions of comparative adjectives, namely to motivate, praise, admonish, command, insinuate, advise, criticize and accuse. Meanwhile, the impact of adjective utterances, people become more optimistic, comfortable, easy to appreciate, entertained, strong, cautious, deterred, and humble. Adjektiva komparatif bahasa Madura dialek Kangean (BMDK) merupakan adjektiva dasar yang memiliki struktur A+D+(-an) atau lebbi. Penelitian ini mengeksplorasi fungsi adjektiva komparatif dalam BMDK dan dampaknya bagi komunitas Kangean. Teori yang digunakan untuk menggali dan menentukan fungsi adjektiva komparatif adalah teori deskriptif dan pragmatik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode observasi partisipatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan penutur dialek Kangean melalui rekaman dan catatan lapangan. Selain itu, peneliti menggunakan metode introspektif (metode reflektif-introspekturis). Data yang sudah terkumpul ditranskrip ke dalam bentuk tulisan dengan transkripsi ortografis, kemudian diterjemahkan dan diklasifikasikan sesuai fungsinya. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode ekuivalen dan metode agih dan metode yang digunakan untuk menampilkan hasil analisis data adalah langkah-langkah formal dan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam BMDK terdapat beberapa fungsi adjektiva komparatif yakni untuk memotivasi, memuji, menegur, memerintah, menyindir, menasihati, mencela dan menuduh. Sedangkan dampaknya adalah masyarakat lebih optimis, peka, mudah menghargai, terhibur, kuat, berhati-hati, jera, dan rendah diri.   
TEATER SEKOLAH AJANG KREATIVITAS DAN MASA DEPAN SENI TEATER [Schools’Theater as a Media to Improve Creativity and the Future of Theater itself] I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani; Maria Matildis Banda; I Ketut Nama
TOTOBUANG Vol. 9 No. 1 (2021): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2021
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v9i1.289

Abstract

Theater as one of the extra-curricular activities in Senior High-school gradually attract more students to join. The previous reseaches provedg their  interesting on it. Based on  several undergone activities, there was 40% students who stated that their joining in the literary community  in schools due to the existence of the theater. This research aims to more deeply explore the characteristics of theater in schools, especially the Senior High-Schools which located in the three districts of Bali. The method applied is due to field-method combined by library research. The techniques are  questionnaires and interviews. As a result, the students have great interests in play theater because they think that  this kind of activity is the arena to self improve and also to stimulate creativity. Kegiatan teater sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA semakin lama semakin diminati. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa minat siswa pada kegiatan ini sangat tinggi. Dari beberapa kegiatan yang diselenggarakan, 40% siswa menyatakan bahwa mereka bergabung dengan komunitas sastra di sekolah karena adanya kegiatan teater. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam karakteristik teater sekolah, khususnya di tingkat SMA yang ada di tiga kabupaten di Bali. Metode yang digunakan adalah metode lapangan yang didukung studi pustaka. Teknik yang dipakai adalah kuesioner dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah bahwa siswa-siswi menyukai kegiatan teater/drama karena kegiatan ini dapat menjadi ajang pengembangan diri siswa, di samping membangkitkan kreativitas.