cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
TOTOBUANG
Published by Kantor Bahasa Maluku
ISSN : 23391154     EISSN : 25976184     DOI : -
Totobuang is a journal that publish results of research or conceptual idea in linguistics and literary studies, also aspects of teaching. Totobuang is published twice a year, on June and December. Totobuang editors accept article submission from researchers, experts, academician, and teachers of language and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN MEMAHAMI PADANAN KATA BAHASA INDONESIA Ramadan, Syahru
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.504

Abstract

Abstract             This research is prompted by the prevalent use of foreign words in Indonesian language communication in public domains. Actually, many of those words have been assimilated into the Indonesian language as equivalent words. From this standpoint, this study aims to (1) describe the proficiency of Indonesian language users in comprehending Indonesian equivalent terms, (2) describe the rationale behind the utilization of equivalent terms, (3) describe the inclination towards employing equivalent terms, and (4) describe the endeavors to enhance the comprehension of equivalent terms. This research is a qualitative descriptive study that employs the researcher as the primary data collection instrument, assisted by questionnaires. The listening method, specifically the techniques of active listening and note-taking, is employed as a data presentation method in this research. The results of this research show that Indonesian language users have a low understanding of equivalent words. This is evident from the 15 foreign vocabulary words asked for their equivalents, only 5 words were understood by most respondents. In addition, the reason respondents chose equivalent words was that they often heard them from others and read articles or news in the media. Furthermore, most respondents tend to choose and use foreign terms rather than their equivalents in communication. Efforts to develop Indonesian language users' understanding of equivalent words include socializing equivalent words, increasing educators' understanding of equivalent words, and directing public figures and the mass media to intensify the use of equivalent words. Keywords: words, word equivalent, foreign language, Indonesian language user   Abstrak             Penelitian ini dilatarbelakangi atas fenomena merebaknya kosakata asing dalam komunikasi pengguna bahasa Indonesia di ruang publik. Kosakata tersebut sebenarnya telah banyak diserap ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk padanan kata. Dari hal itu, penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan pengguna bahasa Indonesia dalam memahami padanan kata bahasa Indonesia; (2) mendeskripsikan alasan pemadanan kata; (3) mendeskripsikan kecenderungan penggunaan padanan kata; dan (4) mendeskripsikan upaya pengembangan pemahaman terhadap padanan kata. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan menjadikan peneliti sebagai instrumen utama dan dibantu oleh angket. Metode simak, khususnya teknik simak cakap dan catat, digunakan sebagai metode penyajian data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemahaman pengguna bahasa Indonesia terhadap padanan kata masih rendah. Dari 15 kosakata asing yang ditanyakan padanan katanya, terdapat 5 kata yang dipahami oleh sebagian besar responden. (2) Alasan para responden dalam memilih padanan kata adalah sering mendengar dari orang lain dan membaca artikel atau berita di media. (3) Sebagian besar responden cenderung memilih dan menggunakan istilah asing daripada padanan katanya dalam berkomunikasi. (4) Adapun upaya mengembangkan pemahaman pengguna bahasa Indonesia terhadap padanan kata adalah menyosialisasikan padanan kata, meningkatkan pemahaman pendidik terhadap padanan kata, dan mengarahkan figur publik dan media massa untuk mengintensifkan penggunaan padanan kata Kata kunci: kosakata, padanan kata, bahasa asing, bahasa Indonesia, pengguna bahasa Indonesia
STRATEGI PERSUASIF DALAM IMBAUAN PUBLIK MASJID DI YOGYAKARTA DAN MAGELANG, JAWA TENGAH Yahya, Mad; Fadillah, Arif
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.505

Abstract

Abstract As a country with the largest number of mosques in the world, Indonesians often encounter a variety of public appeals in mosques. These appeals are crafted with specific linguistic structures and pragmatic strategies to ensure compliance from mosque visitors. To understand the linguistic patterns and non-linguistic factors influencing their creation, this study examines the persuasive discourse of Indonesian-language public appeals in mosques in Yogyakarta and and surrounding areas using a qualitative method. The analysis is conducted through the identification of the discourse's linguistic structure, speech act strategies, and the socio-cultural factors influencing the creation of these appeals. The analysis shows that the linguistic structures of public appeals in mosques consist of three primary units, namely phrases, simple sentences, and compound sentences. These structures use direct, indirect, literal, and non-literal speech act strategies. These structures combined with various pragmatic strategies aim for concise, comprehensive, and effective message delivery. The sociopragmatic analysis identifies five main socio-cultural factors influencing text production: religiosity, environmental/ecological concerns, security, order and comfort, and government regulations. The prevalence of appeals related to order and comfort suggests that some mosque-goers may overlook aspects of orderliness and comfort during worship. Keywords: Persuasive discourse, public appeal, speech acts strategies, sociopragmatics   Abstrak Sebagai negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia, masyarakat Indonesia kerap menemukan ragam imbauan publik di masjid. Imbauan-imbauan tersebut dibuat dengan struktur lingual dan strategi pragmatik tertentu agar pesannya ditaati oleh pengunjung masjid. Untuk mengetahui pola-pola lingual dan faktor-faktor nonlingual yang memengaruhi pembuatannya, penelitian ini mengkaji wacana persuasif imbauan publik berbahasa Indonesia di masjid-masjid DI Yogyakarta dan sekitarnya. Menggunakan metode kualitatif, analisis dilakukan melalui identifikasi struktur lingual wacana, strategi tindak tutur, dan faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi pembuatan imbauan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur lingual imbauan publik di masjid tersusun dari tiga satuan lingual yakni frasa, kalimat tunggal, dan kalimat majemuk. Struktur-struktur lingual tersebut menggunakan strategi pragmatik tindak tutur langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal. Kombinasi variasi struktur lingual dan strategi pragmatik yang digunakan dalam imbauan publik di masjid bertujuan agar pesannya tersampaikan secara ringkas, utuh, dan efektif. Berdasarkan telaah sosiopragmatik terhadap faktor-faktor sosial budaya dalam wacana, terdapat lima faktor utama yang memengaruhi produksi teks, yakni faktor religiositas, lingkungan/ekologis, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, serta peraturan pemerintah. Di antara kelima faktor tersebut, imbauan bermotif ketertiban dan kenyamanan merupakan yang paling banyak ditemukan. Hal ini mengindikasikan sebagian perilaku pengunjung masjid yang kurang memperhatikan aspek-aspek ketertiban dan kenyamanan dalam peribadatan di masjid. Kata-kata kunci: Wacana persuasi, imbauan publik, strategi tindak tutur, sosiopragmatik
KAJIAN LINGUISTIK: KESALAHAN BAHASA INDONESIA DALAM PIDATO PELANTIKAN BUPATI KARAWANG Samsulhadi, Mellyonisa Athariq; Sabardila, Atiqa
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.513

Abstract

Abstract This study aims to analyze language errors in the transcription of a speech by an MPBI UMS student who was elected as the regent of Karawang. The research method used is a qualitative approach focusing on descriptive and in-depth understanding of the types of language errors that occur. Data were obtained from speech recordings that were later transcribed, along with direct observations to identify language errors. The analysis results indicate various types of errors, such as wasteful word usage, ambiguous words, non-standard sentence structures, as well as errors in capitalization and prefixes. These findings provide a comprehensive overview of language errors in the context of speeches, contributing to understanding the importance of using correct and proper language in oral communication within society. This study is expected to provide recommendations for prospective language teachers and public speakers to enhance their speech delivery skills. Keywords: language errors, speech, transcription,   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam transkripsi teks pidato seorang mahasiswa MPBI UMS yang terpilih sebagai Bupati Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada deskripsi dan pemahaman yang mendalam mengenai jenis-jenis kesalahan berbahasa yang terjadi. Data diperoleh dari rekaman pidato yang kemudian ditranskripsi serta observasi langsung untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis kesalahan, seperti penggunaan kata mubazir, kata ambigu, struktur kalimat tidak baku, serta kesalahan dalam penulisan huruf kapital dan prefiks. Temuan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang kesalahan berbahasa dalam konteks pidato serta memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam komunikasi lisan di masyarakat. Studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi calon guru bahasa dan pembicara publik untuk meningkatkan kemampuan berpidato mereka. Kata-kata kunci: kesalahan berbahasa, pidato, transkripsi
BENTUK DAN FUNGSI SATIRE DALAM AKUN YOUTUBE TEKOTOK Rahmawatim, Solikhah Anita; Sanubarianto, Salimulloh Tegar; Mulyani, Wahyu
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.515

Abstract

Abstract Language is a communication tool that humans use to communicate to convey their intentions and meanings to achieve their respective goals according to the wishes of the speaker and the interlocutor. Cloaking the meaning of speech is then called satirical language. The Tekotok YouTube account presents many short videos in the form of animations containing comedy, knowledge, anxiety, satire, criticism and personal experiences in their work. This research uses descriptive research. This research describes the satirical language style found in videos uploaded by the Tekotok YouTube account. The method used is a qualitative approach. This data collection technique is gradual, namely, listening, observing, collecting video screenshot data, and evaluating the use of satirical language styles in videos uploaded to the Tekotok YouTube account. Then the results of these observations are classified based on the style of satirical language used. Data was collected with 6 video titles, including “Nabung Dosa Calon Pemimpin”, “Hones Translator Koruptor”, “500 T”, “Sifat Pemimpin Negeri Kotok”, and “Korupsi”. In this video, 8 dialogues were found containing satirical language, consisting of 2 dialogues using Horatian satire, 2 dialogues using Juvenalian satire, and 4 dialogues using Mennipean satire. Keywords: Satire Language Style, YouTube, Video, Tekotok. Abstrak Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Akun YouTube Tekotok menyajikan video singkat yang di dalamnya menggunakan gaya bahasa satire. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa satire dan mendeskripsikan fungsi-fungsi bahasa satire dalam akun Youtube Tekotok.  Penelitian ini menggunakan penelitian secara deskriptif. Metode yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data ini bertahap, yakni menyimak, mengamati, mengumpulkan data tangkapan layar video, serta mendeskripsikan bentuk dan fungsi gaya bahasa satire dalam akun Youtube Tekotok. Terkumpul data dengan delapan judul video, yaitu Nabung Dosa Calon Pemimpin, Hones Translator Koruptor, 500 T, Nyari Suara, 44 Miliar, Sifat Pemimpin Negeri Kotok, Kelakuan Rakyat Negeri Kotok, dan Korupsi. Dalam video ini ditemukan 15 dialog mengandung bahasa satire yang terdiri atas 5 dialog menggunakan gaya bahasa satire horatian, 4 dialog menggunakan gaya bahasa satire juvenalian, dan 6  dialog menggunakan gaya bahasa satire mennipean. Kata kunci: gaya bahasa satire, YouTube, video, Tekotok  
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DALAM CERITA ALTERNATE UNIVERSE “BENDERA SETENGAH TIANG” KARYA @97NISAIURS Azzahra, Mahesa; Dewi, Trie Utari
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.526

Abstract

Abstract Current technological developments influence the development of digital literature.  One popular form of the digital literature among teenagers is Alternate Universe (AU) genre, entitled "Bendera Setengah Tiang" by @97NISAIURS, which revolves around hostage situation of university students. Specifically, the aim of this research is to examine the form of literary psychology in the characters of the Alternate Universe "Bendera Setengah Tiang" by @97NISAIURS. This research employs a qualitative descriptive research methodology. As a result of this research, the Id was obtained in 16 instances, including coercive pressure, encouragement of desires through action, curiosity, yearning for reunification, seeking help, feelings of wanting to protect, feelings of willingness to sacrifice, worry and hope which are evident in the characters’ utterances and expressions, as captures in the story’s narrative and quotes. The Ego is observed in 7 instances, in the form of the determination to sacrifice, striving to protect others, exercising self-control, optimistic attitude, defensive actions, refusing to give up, that are evident in the characters’ actions and behaviors, as depicted in the story’s narrative and quotes. Furthermore, the Superego is revealed in 3 instances, in the form of sense of empathy, gratitude, a drive to fight, and feelings of guilt experienced by the characters as captured in the story’s narrative and quotes. Keywords: Psychology of Literature, Alternate Universe, Bendera Setengah Tiang.   Abstrak Perkembangan teknologi saat ini memengaruhi perkembangan sastra digital.  Salah satu sastra digital yang digemari kalangan remaja terdapat pada Alternate Universe (AU) berjudul “Bendera Setengah Tiang” karya @97NISAIURS, berkisahkan tentang penyanderaan mahasiswa. Tujuan pada penelitian ini tepatnya untuk mendeskripsikan bentuk psikologi sastra dalam karakter tokoh pada Alternate Universe “Bendera Setengah Tiang” karya @97NISAIURS. Penelitian ini mengenakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan aspek Id yang berjumlah 16 data, berupa tekanan paksaan, dorongan keinginan melalui tindakan, rasa ingin tahu, perasaan rindu ingin bertemu, rasa membutuhkan pertolongan, rasa ingin melindungi, rasa rela berkorban, rasa khawatir, dan rasa berharap, dari ungkapan atau pernyataan para tokoh yang dapat terlihat dari narasi dan kutipan dalam cerita. Ego berjumlah dengan 7 data, berupa tekad berkorban, usaha melindungi, usaha menahan diri, sikap optimis, tindakan bertahan, perilaku pantang menyerah, yang dialami para tokoh, terbukti dari narasi dan kutipan dalam cerita. Selain itu, Superego berjumlah 3 data, berupa rasa haru dan rasa syukur serta kesadaran untuk berjuang dan perasaan bersalah yang dialami para tokoh yang terdapat pada narasi dan kutipan dalam cerita. Kata-kata kunci: Psikologi Sastra, Alternate Universe, Bendera Setengah Tiang.
BENTUK PELANGGARAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA NAMA TEMPAT DI BSD-GADING SERPONG TANGERANG Fauzi, Aziz -; Pratama, Aditya; Fajrin, Verawati
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.530

Abstract

Abstract This study discusses the use of Indonesian in public spaces. In accordance with Law No. 24 of 2009 concerning Flag, Language, and State Emblem and National Anthem, the Indonesian language is mandated for use in public spaces. One such application is in place naming, including residential complexes and shophouses. This regulation is designed to position Indonesian as the state and national language, thereby playing a crucial role in its implementation across all sectors. The objective of this study is to describe the phenomenon of deviations from the standard use of Indonesian in the names of residential complexes and shophouses. This study employed a qualitative research method. The use of qualitative methods to provide ease for researchers in analyzing the presented data. The data comprised the names of housing complexes and shophouses located in the BSD-Gading Serpong area, Tangerang. Data were collected using document analysis and recording techniques. Once the data is collected, the researcher reduces the data and then analyzes it. Upon data collection, a process of data reduction was undertaken followed by analysis. The findings revealed a prevalent use of foreign language vocabulary in the names of privately-developed housing complexes and shop houses. These foreign languages included English, Italian, French, and Brazilian indigenous language (Tupi). Keywords: deviation of Law No. 24 of 2009, Indonesian language use, public space, housing and shophouse names Abstrak Penelitian ini membahas penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, bahasa Indonesia seharusnya dapat diterapkan di ruang-ruang publik. Salah satunya adalah aturan pemberian nama pada tempat, seperti nama pada perumahan dan ruko. Hal itu diatur guna memosisikan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan nasional sehingga memiliki peran penting dalam menerapkan bahasa Indonesia di segala sektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena dari penyimpangan penggunaan bahasa Indonesia pada nama perumahan dan ruko. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penggunaan metode kualitatif untuk memberikan kemudahan peneliti dalam menganalisis data yang disajikan. Data yang peneliti gunakan adalah nama-nama perumahan dan ruko yang ada di wilayah BSD-Gading Serpong, Tangerang. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumen dan teknik catat. Setelah data terkumpul peneliti mereduksi data tersebut, kemudian menganalisisnya. Ketika data terkumpul, peneliti menganalisis dan menarik simpulan dari analisis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak penggunaan kosakata yang berbahasa asing pada nama perumahan dan ruko yang dibangun oleh swasta. Penggunaan bahasa asing tersebut di antaranya adalah penggunaan bahasa Inggris, bahasa Italia, bahasa Prancis, dan bahasa Brazil. Kata Kunci: pelanggaran Undang-Undang No. 24 Tahun 2009, penerapan bahasa Indonesia, ruang publik, nama perumahan dan ruko
TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM SERIAL DRAMA PEAKY BLINDERS (SEASON I) Anggraini, Melina; Rustan, Megawati; Nugroho, Miftah
TOTOBUANG Vol. 12 No. 1 (2024): TOTOBUANG: EDISI Juni 2024
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/totobuang.v12i1.546

Abstract

Abstract Communication, particularly at the verbal or spoken level, demands careful attention as it has the potential to generate a multitude of interpretations from the speaker to the listener. The research focuses on identifying commissive speech acts in found in Steven Knight's drama series, Peaky Blinders. Using a qualitative descriptive method with a pragmatic approach, the research analyzes the utterances of the characters. The data for this study consists of speech acts performed by the characters in the drama series Peaky Blinders. Data collection was conducted using a note-taking and listening technique through orthographic transcription. Data analysis employed a pragmatic matching method, with the interlocutors themselves serving as the determining factor based on the speaker's language. The fundamental technique applied was the classification of determining elements. The findings reveal that speakers who make commissive utterances are accountable for their words. In this study, fifty-two patterns of commissive speech acts were identified, illustrating how language can be used to create binding commitments between speakers and their interlocutors. This study highlights the importance of considering various factors in communication, as misinterpretations can easily arise if these factors are not carefully observed. If the supportive factors of communication are not carefully observed, the chances of a misperception between the speaker and the interlocutor are greater. Ultimately, this research offers a deeper understanding of how language is employed to construct narratives and characters within a specific context, as seen in Peaky Blinders season I. Keywords: commissive speech acts, language function, Peaky Blinders   Abstrak Dalam berkomunikasi khususnya pada tataran verbal atau lisan perlu karena berpeluang untuk menghadirkan banyak persepsi dari penutur terhadap mitra tutur. Intensi focus ini adalah untuk mengidentifikasi tindak tutur komisif yang ditemukan di dalam serial drama yang berjudul Peaky Blinders karya Steven Knight. Penelitian ini menggunakan metodede deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang terfokus pada kajian tindak tutur. Data dalam penelitian ini berbentuk tindak tutur pada tokoh serial drama Peaky Blinders. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik catat dan simak melalui transkripsi ortografis. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode padan pragmatik dengan alat penentunya merupakan mitra tutur itu sendiri berdasarkan bahasa penutur. Teknik dasar yang diaplikasikan ialah pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tindak tutur komisif, penutur harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dituturkannya. Dalam penelitian ini ditemukan 52 tuturan yang mengandung tindak tutur komisif yang mengikat penutur terhadap tuturannya. Hal tersebut terjadi karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi, terutama dalam komunikasi secara verbal. Apabila faktor-faktor pendukung komunikasi tidak diperhatikan dengan saksama, peluang akan terjadinya suatu kesalahan persepsi antara penutur dan mitra tutur makin besar. Penelitian ini mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk membangun cerita dan karakter dalam konteks tertentu, seperti yang terlihat dalam Peaky Blinders (Season I). Kata kunci: tindak tutur komisif, fungsi, Peaky Blinders