cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2014): Agrin" : 10 Documents clear
PENGARUH PENYEMPROTAN GA3 DAN ASAL TANAMAN INDUK DALAM MEMPERPANJANG MASA JUVENILE TANAMAN KENTANG Karjadi, A.K.
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.216

Abstract

Penelitian dilaksanakan di screen house Balai Penelitian Tanaman Sayuran pada bulan Maret s.d Oktober 2011. Rancangan dari peneltian adalah split plot dengan lima ulangan, sebagai petak utama perlakuan penyemprotan GA3 150 ppm  (A1) disemprot dan (A2) tidak disemprot; anak petak  asal tanaman induk: tanaman in vitro /plantlet (T1); stek pucuk (T2); umbi mini (T3). Setiap perlakuan ditanam di pot plastik (diameter 25 cm) dengan kerapatan 10 tanaman per pot. Perlakuan penyemprotan GA3 150 ppm dilaksanakan setelah panen stek. Hasil menunjukan bahwa perlakuan penyemprotan GA3 150 ppm dan asal tanaman induk belum mampu meningkatkan persentase tanamam induk berdaun ganda, jumlah batang maupun jumlah stek. Perlakuan penyemprotan GA3 150 ppm relatif meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman induk. Plantlet (tanaman in vitro) menghasilkan stek yang paling. Kata kunci: kentang (Solanum tuberosum L ); GA3, plantlet (tanaman in vitro), stek pucuk, umbi mini. ABSTRACTThe experiment was conducted on the screen house at IVEGRI on March until October 2011, it was arranged by using split plot with five replications. Application of GA3 150 ppm was as the main plot, they were: (A1) GA3 application, (A2) non GA3 application; whereas as the subplot was source of mother plant, they were : (T1) in vitro plant/plantlet, (T2)  stem cutting, (T3) mini tuber. All materials were planted at plastic pot (Ǿ 25 cm), 10 plants/pot. GA3 was applied after harvested cutting. The result of experiment showed that GA3 application and the source of mother plant could not improve yet on plant growth (%), multiple leaves (%), number of stem and number of cutting. It was obviously seen that GA3 application can increase mother plant growth quality (performance). The best mother plant source for producing cutting was plantlet (in vitro plant).  Key words: potato (Solanum tuberosum L); GA3; plantlet (in vitro plant), stem cutting, mini tuber.
PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN DAN KEMIRINGAN LERENG TERHADAP C-ORGANIK DAN PERMEABILITAS TANAH DI SUB DAS CISANGKUY KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Septianugraha, Reza; Suriadikusumah, Abraham
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.221

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan C-organik dan permeabilitas yang terjadi di Sub DAS Cisangkuy Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dan juga pengaruh penggunaan lahan dan kemiringan lereng terhadap C-organik dan permeabilitas tanah di Sub DAS tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei fisiografik secara bebas, peta satuan lahan di buat untuk keperluan dalam pengambilan sampel dilapangan. Sebanyak 27 sampel didapatkan dari penggunaan lahan dan kemiringan lereng yang berbeda di lapangan. Penggunaan lahan yang diamati adalah hutan, perkebunan, dan tegalan sedangkan kemiringan lereng yang diamati adalah 8% - 15%, 16% - 25%, dan 26% - 40%. Hasil sampel yang sudah terkumpul dianalisis di laboratorium untuk menentukan nilai kandungan C-organik dan permeabilitas tanah dan akan di tentukan juga pengaruhnya terhadap penggunaan lahan dan kemiringan lereng menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan lahan dan kemiringan lereng terhadap kandungan C-organik dan permeabilitas di Sub DAS Cisangkuy Kecamatan Pangalengan. Penggunaan lahan hutan dengan kemiringan lereng 16 - 25% memberikan pengaruh terbaik tehadap kandungan   C-organik (4,21%) di bandingkan dengan perlakuan lainnya dan penggunaan lahan hutan dengan kemiringan lereng 8 - 15% hanya memberikan pengaruh terbaik terhadap permeabilitas (12,87 cm/jam) dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: C-Organik, permeabilitas tanah, Sub DAS Cisangkuy ABSTRACTThe objectives of this studi were  to know the soil C-organic content and soil permeability in Sub-Watershed District Cisangkuy, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung as well as the effect of landuse and slope on soil C-organic and soil permeability in the sub-watershed. The methode used was free physiographic survey. Map units are made for the purpose of soil sampling in the field. Sample point to a total of 27 samples taken on a combination of land use and slope. The use of primary forest land is observed, plantations, and farm / moor while the observed slope is 8% - 15%, 16% - 25%, and 26% - 40%. Results of samples already in the analysis can be tested in the laboratory to determined the value of the C-organic and permeability and will be specified as well as its effects on land use and slope using advanced Duncan’s test. The results showed that there is the influence of land use and slope towards the C-organic and permeability in the Sub-Watershed Cisangkuy of Pangalengan. A landuse of the escarpment forest with the slope 16 - 25% only gave the best effect in custom content of C-organic(4,21%)  and a landuse of the escarpment forest with the slope 8 - 16% gave the best effect in custom content of permeability (12,87 cm/hour)  in area of research between other treatment. Key words: C-Organic, soil permeability, Sub Watershed Cisangkuy
KONTRIBUSI USAHA HUTAN RAKYAT DI BAGIAN HULU SUB DAS LOGAWA KABUPATEN BANYUMAS (Kajian Kelayakan Usaha Kayu Sengon di Kecamatan Kedungbanteng) Ethika, Dyah; Purwanto, Ris Hadi; Senawi2, Senawi; Masyhuri, Masyhuri
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumbangan pendapatan hutan rakyat dan kelayakan usaha dari tanaman kayu (khususnya albasia/sengon) dan non kayu (hortikultura) di bagian hulu Sub DAS Logawa di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Desa sampel yang terpilih adalah Desa Baseh dan Desa Kalisalak dengan pertimbangan desa tersebut mempunyai wilayah hutan rakyat terluas (43%) dari luas hutan rakyat di bagian hulu Sub DAS Logawa Kecamatan Kedungbanteng. Diperoleh sampel sebanyak 18 responden untuk Desa Kalisalak dan 12 responden untuk Desa  Baseh. Rata-rata luas kepemilikan lahan sekitar 0.80 ha. Total pendapatan petani hutan rakyat sebesar Rp19.841.011,00/thn. Rata-rata pendapatan dari hutan rakyat sebesar Rp13.437.507,00/thn, terdiri dari pendapatan dari kayu sebesar Rp10.227.560,00/thn dan pendapatan dari non kayu sebesar Rp3.209.947,00/thn. Sumbangan pendapatan usaha hutan rakyat terhadap pendapatan petani sebesara 67.72 %. Besarnya NPV usaha kayu sengon dengan umur 8 tahun pada tingkat bunga sebesar 16 persen adalah sebesar Rp17.164.380,00, artinya investasi yang ditanam saat ini akan memberi manfaat sebesar  Rp17.164.380,00. Nilai Net B/C sebesar 1,80, artinya  bahwa usaha hutan rakyat di daerah tersebut memperoleh keuntungan sebesar 1,80 kali dari modal yang dikeluarkan. Nilai IRR menunjukkan sebesar 49.07 persen, di atas suku bunga yang berlaku (16 persen),  artinya bahwa investasi usaha hutan rakyat di bagian hulu Sub DAS Logawa di Kedungbanteng menguntungkan terutama untuk kayu sengon, sehingga layak untuk diusahakan. Kata kunci: hutan rakyat, hulu Sub DAS Logawa, pendapatan, kayu sengon ABSTRACTThis research aims to determine the income of private forest farmers from the analysis of financial and feasibility analysis of the wood (especially albizia/sengon ) and non-wood in the upstream sub-watershed in the District Kedungbanteng Logawa Banyumas. The study was conducted by using descriptive analysis. The selected sample villages is the Village and Village Kalisalak Baseh considering the village has the largest private forest areas (43%) of the people of the forest area in the upstream Sub-watershed Logawa District of Kedungbanteng. Obtained a sample of 18 respondents to the Village Kalisalak and 12 respondents to the Village Baseh. Total revenues for private forest growers Rp19.841.011,00/ha/thn. Average income from community forests for Rp13.437.507,00/ha/thn, consists of revenue from the wood of Rp10.227.560,00/ha/thn and income from non-timber for Rp3.209.947,00/ha/thn. Contribution of community forest revenues on the income of farmers sebesara 67.72%. The magnitude of the NPV for 8 years from the timber business sengon at an interest rate of 16 percent for Rp17.164.380,00. This means that investments are planted to 8 years will be net benefits obtained by Rp17.164.380,00. Net value of B/C of 1.80, meaning that the business community forests in the region of 1.80 times the gain of the issued capital. Business IRR of 49.07 percent. This means that the investment community forest enterprises in the upstream Sub-watershed Logawa in Kedungbanteng profitable, making it feasible to run. Key words: community forests, upstream Sub-watershed Logawa, income, wood feasibility sengon
RANCANG BANGUN ALAT PENGGORENG TANPA MINYAK UNTUK MENUNJANG AGROINDUSTRI Siswantoro Siswantoro; Rifah Ediati; Riana Listanti
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unjuk kerja alat penggoreng, efisiensi termis dari unit penggoreng, dan prospek pengembangan alat penggoreng tanpa minyak dan tanpa energi listrik untuk menunjang agroindustri.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium yang meliputi tahap perancangan dan tahap uji coba.  Bahan yang digunakan adalah pasir sungai dan kerupuk mentah siap goreng.  Alat yang digunakan meliputi berbagai macam alat dan mesin perbengkelan untuk membuat alat penggoreng tanpa minyak.  Hasil penelitian berupa alat penggoreng tanpa minyak dengan dimensi panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 120 cm.  Kapasitas maksimal alat sebesar 16,8 kg/jam, dengan sumber panas dari kompor gas LPG.  Alat ini beroperasi tanpa energi listrik, dan digerakkan dengan sistem semi-mekanis, sehingga cocok untuk industri pedesaan dengan sumber energi listrik yang terbatas. Efisiensi termis dari unit penggoreng sebesar 35,8 %.  Menggunakan analisis titik impas (Break Even Point) diperoleh jumlah minimal kerupuk yang harus digoreng adalah 406 kg/ tahun atau setara dengan 26 jam proses/tahun, dengan penerimaan bersih sebesar 47.386 (Rp/jam) atau setara dengan 4.738.633 (Rp/bulan). Kata kunci: rancang bangun, penggoreng tanpa minyak, efisiensi termis, titik impas. ABSTRACTThe objective of the research were to analysis fryer performance, thermal efficiency of fryer unit, and development prospec of fryer without cooking oil and without electrical energy for supporting agro-industry.    Research conducted with experiment laboratory as follow steps of design and testing performance.  Material used is sand river and chips which is ready to fry.  Instrument used is several kinds of tools and machine workshop for producing fryer without cooking oil.  Research product is fryer without cooking oil with dimension of length 100 cm, width 80 cm, and height 120 cm.  Maximal capacity of fryer about 16.8 kg/hour, with heat source supply from LPG stove.  These fryer is operated without electrical energy, and rotated with semi mechanic system, so that the fryer is appropriate for rural industry with limited of electrical source.  Thermal efficiency of unit fryer is 35.8%.  Using break even point (BEP) analysis is found that  minimal chip must be fried about 406 kg/year or equivalent with 26 hours process/ year, with net income about 47,386 (Rp/hour) or equivalent with 4,738,633 (Rp/mount).  Keywords: design, frying without cooking oil, thermal efficiency, break even point
ANALISIS FINANSIAL PEMBUATAN SAPU GLAGAH DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus Pada Industri Kecil Sapu Glagah) Kusmantoro Edy Sularso; Ratna Satriani; Nurul Hidayat
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.218

Abstract

Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah merupakan sentra penghasil sapu glagah. Sapu glagah adalah sapu yang terbuat dari ijuk rumput glagah. Permintaan tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga luar negeri,seperti Korea Selatan, Malaysia dan Taiwan, mencapai 200.000 unit/bulan. Tujuan  penelitian: 1) menganalisis biaya dan pendapatan usaha pembuatan sapu glagah; 2) melakukan analisis kelayakan usaha pada Industri Kecil pembuatan sapu glagah di Kabupaten Purbalingga. Sampel ditentukan secara purposif, yaitu Industri Kecil  dengan omset lebih dari 10 ribu per bulan, yaituBina Remaja , Sumber Rezeki, Sumber Rayung dan Rayung Abadi. Lokasi penelitian Kabupaten Purbalingga, metode penelitian  studi kasus. Metode analisis yaitu analisis biaya dan pendapatan serta analisis finansial . Hasil penelitian menunjukan bahwa produk yang dihasilkan  antara 50-60 persen untuk di ekspor. Tahun 2011, Bina Remaja memperoleh profit tertinggi yaitu sebesar Rp628,187,500.  Sumber Rayung mendapatkan profit negative sebesar Rp97,830,000. Hanya ada dua perusahaan yang secara finansial menguntungkan yaitu Sumber Rejeki, dengan NPV sebesar Rp173.395.192,00, IRR sebesar 58,70% dan B/C 3,2.  Bina Remaja, dengan NPV sebesar Rp396.859.412,00, IRR sebesar 47,14% dan B/C sebesar 2,1.  Sedangkan Rayung Abadi dan Sumber Rayung menunjukan NPV negatif.  Hasil observasi dan pengamatan ternyata para IKM sapu glagah belum mengadakan  pembukuan dalam mengelola usahanya.  Hal inilah yang diduga  menyebabkan pada saat  dianalisis secara finansial menghasilkan NPV negatif. Kendala yang dihadapi oleh IKM antara lain sifat musiman dari bunga glagah sebagai bahan baku utama dari sapu glagah, harga glagah yang tidak stabil serta pengrajin tidak dapat menentukan harga jual produknya. Harga ditentukan oleh para eksportir, sehingga IKM hanya sebagai price taker.  Pemilik Industri Kecil juga tidak pernah tahu harga sapu glagah di luar negeri, karena keterbatasan pengetahuan.  Kata kunci: glagah, kelayakan, industri  kecil price taker
ANALISIS MINUMAN INSTAN SECANG: TINJAUAN PROPORSI PUTIH TELUR, MALTODEKSTRIN, DAN KELAYAKAN USAHANYA Retnaningsih, Nugraheni; Tari, A. Intan Niken
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.219

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh putih telur, maltodekstrin terhadap pembuatan minuman instan secang (Caesalpinia sappan L), dan mengetahui kelayakan usahanya. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap faktorial 2 x 3 dengan tiga kali ulangan. Parameter pengamatan dilakukan terhadap sifat kimia instan secang meliputi kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi; dan sifat fisika instan secang meliputi pH, kelarutan, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan kadar abu terendah dicapai pada interaksi perlakuan putih telur 7.5% dan maltodekstrin 15%, masing-masing 2,95%, 1,04%, dan kadar gula reduksi 8.38%. Perlakuan konsentrasi putih telur tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pH dan viskositas instan secang, namun memberikan pengaruh nyata terhadap kelarutan instan secang dengan kelarutan tertinggi sebesar 85,45% pada perlakuan putih telur 2.5%. Maltodekstrin berpengaruh nyata terhadap pH, kelarutan, viskositas instan secang dengan pH 7,79, kelarutan 87,31%, viskositas 1,05 cP pada perlakuan maltodekstrin 15 %. Analisis usaha pembuatan minuman instan secang memiliki nilai BEP 296,43 Kg atau Rp 8.172.509,90; PP (Pay back Periods) 2.90 atau 2 tahun 9 bulan; ROI (Return On Investment) 33,30% ; NPV ( Net Present Value ) Rp 60.809.276,62; PI (Profitability Index) 1,2 dengan demikian usaha instant secang layak untuk dilaksanakan. Kata kunci: proporsi putih telur dan maltodekstrin, kelayakan usaha instan secang ABSTRACT The purpose of this study was assessing the influence of egg whites, maltodextrin of secang instant (Caesalpinia sappan L), and determine feasibility of the business. This study used a completely randomized factorial design 2 x 3 with three replications. While the parameters of the observations made on the chemical properties of instant drink include moisture, ash content, reduction sugar; and physical properties which include pH, solubility, and viscosity. The results showed that the water content and the lowest ash content was achieved in the treatment interactions egg whites 7.5% and maltodextrin 15%, is 2.95%, 1.04%, and 8,38% reduction sugar. Treatment of egg whites concentration  do not give a real effect on the pH and viscosity instant drink, but significant on the solubility, with the highest solubility of 85.45% on 2.5% egg white treatment. While maltodextrin significant effect on pH, solubility and viscosity instant drink, that are 7.79 pH, 87.31% solubility, and viscosity of 1.05 cP at 15% maltodextrin treatment. From a financial analysis, the business of secang instant beverages BEP value of 296.43 kg or Rp. 8,172,509.90; PP (Pay back Periods) of 2.90 or 2 years 9 months; ROI (Return On Investment) of 33.30%; NPV (Net Present Value) of Rp. 60.809.276,62; and PI (Profitability Index) of 1.2 . Therefore the business of secang instant is feasible.  Key words: egg whites and maltodextrin properties, feasibility of the business secang instant
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) SELAMA PERIODE SIMPAN Waluyo, Nurmalita; Azmi, C.; Kirana, R.
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap mutu fisiologis  benih bawang daun varietas Fragrant yang telah disimpan selama beberapa periode simpan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2011-2012 dan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu periode simpan (4 (empat), 8 (delapan) dan 12 (bulan) dan jenis kemasan (kantong alumunium foil kedap, kantong alumunium foil, kantong kertas dan plastik klip)  dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah mutu fisiologis benih yang terdiri dari daya berkecambah benih, kecepatan berkecambah benih, panjang hipokotil, dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu fisiologis benih bawang daun dipengaruhi oleh periode simpan dan jenis kemasan. Pada suhu ruang, mutu fisiologis benih bawang daun menurun seiring bertambahnya masa simpan dengan menggunakan semua jenis kemasan. Waktu penyimpanan dan jenis kemasan meningkatkan daya berkecambah dan kecepatan laju perkecambahan bawang daun. Untuk mempertahankan daya berkecambah benih bawang merah selama 4 bulan dapat menggunakan seluruh kemasan, namun untuk penyimpanan lebih dari 4 bulan harus menggunakan kemasan alumunium foil. Kata kunci: benih bawang daun, mutu fisiologis, penyimpanan, periode simpan ABSTRACT The research aims was to study the effect of packaging on physiological seed quality of bunching onion (Fragrant variety) that have been stored for some period. The research was conducted from 2011 to 2012. A Factorial Completed Randomized Design with two factors was used i.e. , storage period (four (4), 8 (eight) and 12 months) and the type of packaging (bag-tight aluminum foil, aluminum foil bags, paper bags and plastic clips) with four replications. The observations were made on seed germination, speed of germination, hypocotyl length, and seedling growth rate. The results showed that the bunching onion seed physiological quality is affected by the store period and type of packaging. At room temperature, physiological quality of bunching onion seeds decreases with increasing storage period using all types of packaging.  Key words: bunching onion seed, fisiology quality, storage, storage period 
DESAIN MULTI SOIL LAYERING (MSL) BIOMINERAL UNTUK PENYARINGAN LIMBAH CAIR KILANG MINYAK GUNA AIR IRIGASI Tamad, Tamad; Maryanto, Joko
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.841 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.223

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2010 didapatkan bahwa kombinasi zeolit, batuan fosfat, arang aktif dan Andisol dengan inokulasi Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. 10 mL 109 UPK/kg bahan sebagai pengisi MSL efektif  menurunkan cemaran air limbah industri kilang minyak. Sebagai tindak lanjut pada tahun berikutnya dilakukan penelitian dengan tujuan merancang blok MSL biomineral sebagai penyaring air limbah kilang minyak di inlet.  Blok MSL biomineral dibuat dengan ukuran 5 cm x 15 cm x 30 cm dengan mineral pengisi 80-95 %, dan bahan perekat liat (Vertisol), kapur (kalsit) dan semen 5-20 %. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (jenis perekat dan dosis perekat).  Perlakuan bahan penyemen terdiri atas: liat (Vertisol) (B1), kapur (B2), semen (B3), liat + kapur (B4), dan liat + kapur + semen (B5); Dan dosis bahan penyemen terdiri atas: 5 % (D1), 10 % (D2), dan 20% (D3). Variabel yang diamati adalah: pH, hidrokarbon, Cd, Pb, Hg, dan As.  Konsentrasi cemaran air limbah hasil penyaringan MSL dibandingkan dengan baku mutu  FEPA 1991, PP 85 tahun 1999, dan Permen LH No. 04 Th. 2007.  Variabel pH dan kadar Hg air limbah kilang minyak pada lagun satu di bawah baku mutu, sedangkan variabel hidrokarbon/minyak, Cd, Pb, dan As masih di atas baku mutu.  Materi perekat MSL liat, kapur, semen, dan campurannya berpengaruh berbeda terhadap efektifitas MSL dalam menyaring polutan air limbah  kilang minyak.  Liat, dan campuran liat dan kapur paling efektif menyaring polutan air limbah  kilang minyak.  Komposisi perekat MSL 10% paling baik  dalam menurunkan kadar polutan air limbah  kilang minyak. Kata kunci: biomineral, multi soil layering, limbah cair kilang minyak, irigasi ABSTRACTBased on the research in 2010 found that the combination of  zeolite, rock phosphate, activated charcoal and Andisol with inoculation of Pseudomonas sp., and Bacillus sp . 10 mL 109 CFU/kg MSL filler material as effectively lowering contaminant oil refinery industry wastewater. As a follow-up study conducted in 2011 with the purpose of the MSL design blocks biomineral as refinery waste water filter on the inlet. Block MSL biomineral created with a size of  5 cm x 15 cm x 30 cm with 80-95 % mineral filler, and an adhesive/cementing clay (Vertisol), limestone (calcite) and 5-20 % cement. Experiment was arranged in a completely randomized design of two factors (type of adhesive and adhesive doses. Treatment consisted of cementing material: clay (Vertisol) (B1), lime (B2), cement (B3), clay + lime (B4), and clay + lime + cement (B5); And dose cementing material consists of: 5 % (D1), 10 % (D2), and 20 % (D3). The variables measured were: pH, hydrocarbons, Cd, Pb, Hg, and As. Concentration of wastewater contamination screening results compared to the standard quality MSL FEPA, 199, PP 85 of 1999, and Permen LH. No. 04 Th. , 2007. Variable pH and Hg levels in the refinery wastewater lagoon below the quality standard , while the variable hydrocarbon /oil, Cd, P, and As are still on uper of the standard.  MSL adhesive material clay, lime, cement, and mixtures of different influence on the effectiveness of the MSL filter oil refinery wastewater pollutants. Clay, and a mixture of clay and lime most effective filter oil refinery wastewater pollutants. MSL adhesive composition of 10 % is best in lowering oil refinery wastewater pollutants. Key words: biomineral, multi soil layering, liquid waste of oil refinery, irrigation 
Cover Depan Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 2 Faperta Jurnal Agrin
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.897

Abstract

Cover Depan Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 2
Cover Belakang Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 2 Jurnal Agrin, Faperta
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.898

Abstract

Cover Belakang Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol. 18 Edisi 2

Page 1 of 1 | Total Record : 10