cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Induksi Umbi Mikro dan Regenerasi Tunas Langsung Tanaman Kentang Dataran Medium pada Beberapa Jenis Auksin dan Konsentrasi Sukrosa yang Berbeda Asmono, Sepdian Luri; Sari, Vega Kartika
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.697 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.466

Abstract

Pengambangan tanaman kentang di dataran medium atau rendah sangat diperlukan untuk memperluas areal penanamannya. Oleh sebab itu harus ditunjang dengan metode kultur in vitro untuk memproduksi umbi dan tunas mikro kentang dan secara teknis diperlukan asupan zat pengatur tumbuh dan konsentrasi sukrosa yang cocok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa jenis auksin dan beberapa level sukrosa terhadap pembentukan umbi mikro dan regenerasi tunas kentang DTO-28 dan Desiree, serta mengetahui jenis auksin terbaik dan konsentrasi sukrosa. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 5 ulangan. Faktor perlakuan pertama ialah kultivar kentang (DTO-28 dan Desiree). Faktor kedua ialah auksin (IAA, IBA, NAA) dan faktor ketiga ialah konsentrasi sukrosa yang terdiri atas tiga taraf (90g/l, 120g/l, 150g/l). Parameter yang diamati meliputi persentase pembentukan umbi, waktu inisiasi, jumlah dan diameter umbi mikro, serta jumlah dan panjang tunas. Jenis auksin yang mampu memacu pembentukan umbi mikro lebih baik adalah NAA. Selain itu data menunjukkan bahwa semakin tinggi sukrosa yang diberikan akan berpengaruh pada jumlah umbi yang terbentuk. Perlakuan yang menggunakan 0,25 ppm NAA + 150 g/l sukrosa berpengaruh sangat nyata pada saat inisiasi umbi, yaitu pada 22 HST dan menghasilkan umbi terbanyak yaitu rata-rata 2,4 umbi/planlet. Kultivar yang sangat responsif terhadap media perlakuan adalah DTO-28. Selain itu, hasil analisis manyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi sukrosa semakin menurunkan jumlah dan menghambat pemanjangan tunas. Sukrosa pada konsentrasi 90 g/l memberikan jumlah tunas terbanyak yaitu rata-rata 5,27 tunas dengan panjang rata-rata 4,70 cm.Kata kunci: umbi mikro, sukrosa, auksin, desiree, DTO-28
GENETIKA SIFAT KETAHANAN CABAI MERAH TERHADAP VIRUS ChiVMV Noor Farid; Darini Sri Utari
Agrin Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.202 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2010.14.2.110

Abstract

Produksi cabai merah terkendala adanya hama dan penyakit tanaman. Virus ChiMV (Chilli Veinal MottleVirus) adalah salah satu penyakit tanaman yang dapat menurunkan hasil cabai merah. Perakitan hibrida cabaimerah yang hasil tinggi dan tahan penyakit virus ChiVMV diperlukan informasi antara lain daya gabung umum,khusus, heterosis, letak gen dan heritabititas. Penelitian ini bertujuan untuk : 1). mendapatkan nilai daya gabungumum dan khusus, 2). memperoleh nilai heterosis dari sejumlah persilangan yang ada, 3). memperoleh nilaiheritabilitas dari sifat ketahanan terhadap virus ChiVMV. Hasil penelitian adalah 1) genotip cabai merah yangyang sesuai untuk tetua tahan ChiMV berdasarkan DGU intensitas penyakit: G6321 dan X4271, 2) genotip cabaimerah yang berdasarkan DGK intensitas penyakit yang tahan: X4271xG6321, dan G3257xX427, 3) berdasarkannilai DGK, heterosis, intensitas penyakit, dan bobot buah bahwa persilangan antaraX4271xG6321,G3257xx4271 dan G3257x Jatilaba dipilih sebagai genotip tahan ChiMV dan hasil tinggi 4) nilaiheritabilitas arti luas termasuk tinggi tetapi heritabilitas arti sempit berkisar antara tinggi sampai rendah, dan 5)sifat ketahanan terhadap virus ChiVMV dipengaruhi tetua betina.Kata kunci : daya gabung, heterosis, heritabilitas, ketahanan virus ChiVMV, efek tetua betina ABSTRACTYield of chilli pepper is limited by disease and insect pests. ChiMV virus is off important disease thatcould decrease chilli pepper production. Genetic information, such as genetic parameter, combining ability,heterosis and heritability is required in order to improve resistance variety. The research’s objectives were: 1)to estimate the general combining ability (GCA) and specific combining ability (SCA), 2) to estimate theheterosis of several diallel mating, 3) to estimate heritability of resistance to ChiMV virus. It was evidenced that:1) genetype of chilli pepper having low GCA (desease intensity) were G6321 and X4271, 2) genetypes of chillipepper resulted from diallel mating of X4271xG6321, dan G3257xX4271 low high SCA on desease intensity toChiMV virus, 3) base on SCA, heterosis, disease intensity, fruit weigh, X4271xG6321,G3257xx4271 danG3257x Jatilaba genotypes could be selected for high yielding chili and resistance to ChiMV virus, 4) boardsense heritability values of observed character were high, but range of narrow sense heritability were high tolow, 5) resistance character to ChiMV virus was influenced by maternal effect.Key words: combining ability, heterosis, heritability, ChiMV resistance, maternal effect
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI PENGHAMBAT NITRIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN NITROGEN PADI SAWAH Joko Pramono; Djoko Prajitno; Tohari Tohari; Dja’far Shiddieq
Agrin Vol 15, No 2 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.102 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.2.185

Abstract

Pemupukan merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah guna menunjangpertumbuhan tanaman yang optimal. Sistem usahatani padi sawah intensif di Indonesia, sejak era revolusi hijauhingga sekarang tidak terlepas dari peran pupuk kimia yang bernama urea. Penelitian bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian bahan penghambat nitrifikasi alami terhadap pertumbuhan, hasil dan efisiensipemupukan N pada tanaman padi. Penelitian rumah kaca untuk mengetahui efektivitas pengunaan pupuk N +nitrat inhibitor (NI) alami dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Rancanganyang digunakan adalah Acak Lengkap dengan perlakuan sebagai berikut; N0 = tanpa urea tanpa NI (kontrol);N1 = urea tanpa NI; N2 = urea + NI dari bubuk kulit bakau pada dosis 20 % dari urea; N3 = urea + NI daribubuk kulit bakau pada dosis 30 % dari urea; N4 = urea + NI dari bubuk biji mimba pada dosis 20 % dari urea,dan N5 = urea + NI dari bubuk biji mimba pada dosis 30 % dari urea, diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa (1) Perlakuan NI rata-rata mampu mempertahankan nilai kandungan klorofil pada daunpadi pada umur 60 hst berada diatas batas kritis, (2) Perlakuan terbaik adalah bahan NI yang berasal dari serbukbiji Nimba dengan takaran 20 % dari dosis urea yang diberikan, yang memberikan kenaikan hasil sebesar 9,6 %,dan (3) Penggunaan pupuk urea + serbuk biji Nimba 20 % lebih efektif dengan nilai efektivitas (RAE) sebesar34 % dan efisiensi agronomi (AE) sebesar 50 g g-1 dan lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain.Kata kunci : Nitrat inhibitor, efisiensi pemupukan N, bahan alam ABSTRACTFertilization is an effort to improve nutrient availability in the soil to support optimal plant growth.Intensive rice farming systems in Indonesia, since the green revolution era to the present is inseparable from therole of chemical fertilizer called urea. The study aims to determine the effect of giving the material a naturalnitrification inhibitor on growth, yield and N fertilizer efficiency in rice plants. Greenhouse studies to determinethe effectiveness of the use of N fertilizer + nitrate inhibitors (NI) carried out in greenhouse Faculty ofAgriculture, Gadjah Mada University. The design used was Randomized Complete with treatments as follows:N0 = no urea without NI (control); N1 = urea without NI: N2 = urea + NI of mangrove skin powder at doses of20% of urea; N3 = urea + NI from mangrove skin powder at doses of 30% of urea; N4 = urea + NI of neemseed powder at doses of 20% of urea, and N5 = urea + NI of neem seed powder at doses of 30% of urea,repeated 4 times. Results showed that (1) NI treatment on average is able to maintain the value of the content ofchlorophyll in the leaves of rice at the age of 60 DAT is above the critical limit, (2) The best treatment is a NIfrom Neem seed powderwith a dose of 20% of the dose of urea, which gives rise to a yield of 9.6%, and (3)Theuse of urea + 20% Neem seed powder is more effective with the effectiveness (RAE) by 34% and agronomicefficiency (AE) of 50 g g-1 and higher than the other treatments.Key words: Nitric inhibitor, N fertilization efficiency, natural materials
STUDI KETIDAK SELARASAN ANTARA TANAH DAN BATUAN KARBONAT YANG MEMBAWAHINYA PADA JALUR BARON – WONOSARI GUNUNGKIDUL Mulyanto, Djoko
Agrin Vol 12, No 2 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.839 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.2.89

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengaji ketidakselarasan antara tanah dan batuan karbonat yangmembawahinya. Analisis baik tanah maupun batuan karbonat meliputi komposisi mineral dan kimia. Komposisimineral fraksi pasir tanah di atas batugamping dirajai oleh labradorit sedangkan fraksi lempungnya oleh haloisitdan kaolinit. Kristobalit juga dijumpai terutama pada tanah-tanah di lingkungan karst. Berdasarkan macammineral tersebut diduga bahan induk tanah banyak dipengaruhi oleh bahan volkanik. Komposisi batugampingdirajai kalsit dan kuarsa. Terdapat perbedaan yang tegas antara komposisis mineral tanah dan batugamping,nisbah Fe tanah dan batugamping sangat rendah, adanya lithic contact yang sangat tegas. Terdapat mintakatpelapukan napal yang membawahi tanah, nisbah Fe tanah/ napal jauh lebih tinggi dibanding terhadapbatugamping, kadar CaCO3 napal rendah, dan baik tanah mapun napal mengandung smektit sehingga dikatakanbahwa napal bersifat mewariskan pada tanah yang terbentuk. Labradorit juga melimpah pada tanah di atas napal.Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka disimpulkan bahwa ada ketidakselarasan antara tanah dan batugampingyang membawahinya kecuali pada napal. Bahan volkanik sangat berpengaruh sebagai bahan induk tanah.Kata kunci: batuan karbonat, bahan volkanik, batugamping, tanah, ketidakselarasan ABSTRACTThe aim of research was to study of the unconformity of soil–carbonate rock underlying relationship.Analysis both soil and carbonate rock cover minerals and chemical composition. Sand fraction mineralcomposition of soil overlying limestone dominated by labradorite whereas clay fraction by halloysite andkaolinite. Chrystobalite also was found especially on soils of karst area. Based of those minerals, soil parentmaterial predicted much be influenced by volcanic material. Limestone mineral composition dominated bycalcite and quartz. There are distict differences of carbonate mineral composition and soils, ratio Fe of soil/limestone is very low, and there is a sharply lithic contact of soil and limestone underlying. Soils overlying marlshow paralithic contact, there is a zone of marl weathering, and ratio Fe of soil to marl is higher than ratio Fe ofsoil to limestone, and CaCO3 concentration lower than limestone. Both soils and marl underlying containsmectite. Based factors above be said that marl have inheritate characteristic. Sand fraction minerals of soiloverlying marl are also dominated by labradorite. Based on boundary of soil and rock material underlying andkind of minerals concluded that there are unconformity between soils and limestone underlying, but relationshipbetween soils and marl underlying are conformity. Soils underlying carbonate material much be influenced byvolcanic material.Key words: carbonate, volcanic materials, limestone, soil, unconformity
DESAIN MULTI SOIL LAYERING (MSL) BIOMINERAL UNTUK PENYARINGAN LIMBAH CAIR KILANG MINYAK GUNA AIR IRIGASI Tamad, Tamad; Maryanto, Joko
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.841 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.223

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2010 didapatkan bahwa kombinasi zeolit, batuan fosfat, arang aktif dan Andisol dengan inokulasi Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. 10 mL 109 UPK/kg bahan sebagai pengisi MSL efektif  menurunkan cemaran air limbah industri kilang minyak. Sebagai tindak lanjut pada tahun berikutnya dilakukan penelitian dengan tujuan merancang blok MSL biomineral sebagai penyaring air limbah kilang minyak di inlet.  Blok MSL biomineral dibuat dengan ukuran 5 cm x 15 cm x 30 cm dengan mineral pengisi 80-95 %, dan bahan perekat liat (Vertisol), kapur (kalsit) dan semen 5-20 %. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (jenis perekat dan dosis perekat).  Perlakuan bahan penyemen terdiri atas: liat (Vertisol) (B1), kapur (B2), semen (B3), liat + kapur (B4), dan liat + kapur + semen (B5); Dan dosis bahan penyemen terdiri atas: 5 % (D1), 10 % (D2), dan 20% (D3). Variabel yang diamati adalah: pH, hidrokarbon, Cd, Pb, Hg, dan As.  Konsentrasi cemaran air limbah hasil penyaringan MSL dibandingkan dengan baku mutu  FEPA 1991, PP 85 tahun 1999, dan Permen LH No. 04 Th. 2007.  Variabel pH dan kadar Hg air limbah kilang minyak pada lagun satu di bawah baku mutu, sedangkan variabel hidrokarbon/minyak, Cd, Pb, dan As masih di atas baku mutu.  Materi perekat MSL liat, kapur, semen, dan campurannya berpengaruh berbeda terhadap efektifitas MSL dalam menyaring polutan air limbah  kilang minyak.  Liat, dan campuran liat dan kapur paling efektif menyaring polutan air limbah  kilang minyak.  Komposisi perekat MSL 10% paling baik  dalam menurunkan kadar polutan air limbah  kilang minyak. Kata kunci: biomineral, multi soil layering, limbah cair kilang minyak, irigasi ABSTRACTBased on the research in 2010 found that the combination of  zeolite, rock phosphate, activated charcoal and Andisol with inoculation of Pseudomonas sp., and Bacillus sp . 10 mL 109 CFU/kg MSL filler material as effectively lowering contaminant oil refinery industry wastewater. As a follow-up study conducted in 2011 with the purpose of the MSL design blocks biomineral as refinery waste water filter on the inlet. Block MSL biomineral created with a size of  5 cm x 15 cm x 30 cm with 80-95 % mineral filler, and an adhesive/cementing clay (Vertisol), limestone (calcite) and 5-20 % cement. Experiment was arranged in a completely randomized design of two factors (type of adhesive and adhesive doses. Treatment consisted of cementing material: clay (Vertisol) (B1), lime (B2), cement (B3), clay + lime (B4), and clay + lime + cement (B5); And dose cementing material consists of: 5 % (D1), 10 % (D2), and 20 % (D3). The variables measured were: pH, hydrocarbons, Cd, Pb, Hg, and As. Concentration of wastewater contamination screening results compared to the standard quality MSL FEPA, 199, PP 85 of 1999, and Permen LH. No. 04 Th. , 2007. Variable pH and Hg levels in the refinery wastewater lagoon below the quality standard , while the variable hydrocarbon /oil, Cd, P, and As are still on uper of the standard.  MSL adhesive material clay, lime, cement, and mixtures of different influence on the effectiveness of the MSL filter oil refinery wastewater pollutants. Clay, and a mixture of clay and lime most effective filter oil refinery wastewater pollutants. MSL adhesive composition of 10 % is best in lowering oil refinery wastewater pollutants. Key words: biomineral, multi soil layering, liquid waste of oil refinery, irrigation 
EFEKTIVITAS PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA Pseudomonas fluorescens DALAM PENGENDALIAN HAYATI PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Hatyanta Nuha Pradhipta; Irianti Kurniasari; Ugik Romadi
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.427

Abstract

Bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung yang disebabkan cendawan patogen Peronosclerospora maydis. P. maydis menyebabkan potensi kehilangan hasil mencapai 100%. Berbagai pengendalian yang dilakukan belum memberikan hasil yang optimal dan bahkan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. PGPR Pseudomonas fluorescens diketahui berpotensi sebagai pengendali penyakit bulai yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas P. fluorescens terhadap penekanan penyakit bulai pada tanaman jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi larutan P. fluorescens sebagai perlakuan terdiri dari: P1=0 ml/L, P2=50 ml/L, P3=75 ml/L, P4=100 ml/L, P5=fungisida fenamidon 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa P. fluorescens dapat efektif mengendalikan penyakit bulai, sedangkan perbedaan konsentrasi P. fluorescens tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung. Kata kunci: Penyakit bulai, PGPR,  Pseudomonas fluorescens, tanaman jagung ABSTRACTDowney mildew is the main disease in maize that caused by the fungus pathogen Peronosclerospora maydis. P. maydis caused significant yield loss of up to 100%. The various controls of downey mildew did not bring out succeed and even have a negative impact for the environment and human health. PGPR Pseudomonas fluorescens considered can be used as biological control agents against downy mildew which is environmental friendly. This study aims to determine the effectiveness of P. fluorescens in the controling of downey mildew in maize. Randomized Block Design were used in this research with concentration of P. fluorescens as a treatment consist of:  P1 = 0 ml / L, P2 = 50 ml / L, P3 = 75 ml / L, P4 = 100 ml / L, P5 = fenamidone fungicide 50 %. The results showed that P. fluorescens effective to controling of downy mildew, while differences in P. fluorescens concentration has not significant effect for controlling downy mildew in maize. Keywords: Downy Mildew, PGPR,  Pseudomonas fluorescens, Maize
PENGARUH BOKASHI BERBASIS Azolla microphylla DAN Lemna polyrhiza TERHADAP SERAPAN N DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (Brassica chinensis L.), SERTA POROSITAS INSEPTISOLS Rahmawati, Ersalita; Widyasunu, Purwandaru
Agrin Vol 17, No 2 (2013): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.827 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2013.17.2.201

Abstract

Pakchoy adalah salah satu sayuran daun yang banyak mengandung berbagai mineral dan vitamin, kayaklorofil (antioksidan).Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pupuk organik (bokashi) berbasis biomassaAzolla microphylla(Am) dan Lemna polyrhiza (Lp) terhadap: 1) serapan unsur N tanaman pakchoy, 2)pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy,dan 3) porositas Inseptisols. Penelitian ini adalah percobaan potyang dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto padaketinggian 110m dpl. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2012 sampai Februari 2013.Rancangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pupukorganik bokashi meliputi : kontrol; 60% biomassa Azolla microphylla + 40% kompos kotoran sapi; 60%biomassa Lemna polyrhiza + 40% kompos kotoran sapi; 100% kompos kotoran sapi; pupuk majemuk NPK.Variabel yang diamati adalah serapan N tanaman,, pertumbuhan, dan hasil tanaman pakchoy, serta BJI, BJP, danporositas Inseltisols. Hasil penelitian menunjukanpemberian pupuk bokashi berbasis Am dan Lp masing-masingmampu: (1)meningkatkanserapan N tanaman 669% dan 512% terhadapkontrol tanpa pupuk, (2) meningkatkanhasil sebesar 263,89 % (hasil 15,72 t/ha) dan 267,82 % (hasil 15,89 t/ha) terhadap kontrol tanpa pupuk, dan (3)menurunkan nilai BJI Inseptisols sebesar 16% dan 23%, dan menurunkan porositas Inseptisols sebesar 23% dan18%.Kata kunci: Azolla microphylla, Lemna polyrhiza, pupuk kandang sapi, pakchoy, pertanian organikABSTRACTPakchoy is one of vegetable contains lot of minerals and vitamins as well as rich in chlorophyll that canserve as antioxidants.This research purpose were to know influence of Bokashi Azolla microphylla (Am) andLemna polyrhiza (Lp) biomass-based on : 1) plant N uptake, 2) growth and yield of pakchoy, and 3)Inceptisolporosity. This research was used polybag to cultivate the pakchoy during October 2012 until February 2013 inscreen house Jenderal Soedirman University, Purwokerto at 110m above sea level. This research used RCBD(Randomized Complete Block Design) with 5 treatments and 4 replications. The treatment tested were: control;60% Am biomass + 40% cattle manure; 60% Lp biomass + 40% cattle manure; 100% cattle manure; NPKfertilizer. Variabel observed plant N uptake, growth and yield of pakchoy, Bulk Density (BD), Particle Density(PD), and porosityof Inceptisols. The result showed that bokashi based of both of Am and Lp biomass, compareto no-fertilizer, it had respectively ability to: (1) increase plant N uptake by 669% and 512%, (2) increase theyield of pakchoy by 263,89 % (yield15,72 t/ha) and 267,82 % (yield15,89 t/ha), and (3) decrease Inseptisols’BDby16% and 23%, anddecrease Inseptisols’ porosity by 23% and 18%.Keywords : Azolla microphylla, Lemna polyrhiza, cattle manure, pakchoy, organic agriculture
INDUKSI KALUS LIMA KULTIVAR SELEDRI (Apium graveolens L.) DENGAN SUKROSA DAN BERBAGAI KONSENTRASI MALTOSA Humaira, Adinda; Amien, Suseno
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.727 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon berbagai kultivar seledri terhadap induk sikalus dengan menggunakan sukrosa dan maltosa. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah kultivar seledri terdiri atas lima taraf yaitu Aroma, Bamby, Samantha, Sunda,Tall Utah. Faktor kedua adalah konsentrasi karbohidrat yang terdiri atas lima taraf yaitu sukrosa 20 g/L, maltosa 20 g/L), maltosa 30 g/L, maltosa 40 g/L, maltosa 60 g/L. Variabel yang diamati meliputi waktu awal kalus terbentuk, diameter kalus, warna kalus, tekstur kalus, kalus embriogenik, dan jumlah tunas pada tahap regenerasi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sukrosa 20 g/L merupakan konsentrasi terbaik terhadap kecepatan muncul kalus pada kultivar Bamby. Sukrosa 20 g/L memberikan pengaruh paling baik terhadap ukuran kalus pada kultivar Aroma. Maltosa 30 g/L mampu menginduksi kalus dari semua kultivar seledri yang digunakan. Kulvivar Samantha  responsif terhadap pembentukan kalus di semua konsentrasi Maltosa yang digunakan. Kata kunci: seledri, sukrosa, maltosa, kalus Keywords: Celery, Plant Breeding, Carbohydrate, Maltose, and Callus
KARAKTER MORFOLOGI PADI PADA PERTANAMAN DENGAN PENDEKATAN SRI (System of Rice Intensification) Harjoso, Tri; Nurchasanah, Siti; Rahayu, Ahadiyat Yugi
Agrin Vol 15, No 2 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.202 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.2.191

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi dari tiga varietas padi danpengaruh dari aplikasi pupuk kandang sapi dengan pendekatan System of Rice Intensification. Percobaandilaksanakan menggunakan rancangan split plot design dalam 3 ulangan. Sebagai petak utama adalah pupukorganik sapi yang terdiri dari lima taraf perlakuan (0, 2,5 , 5,0 , 7,5 dan 10 t/ha) dan sebagai anak petak adalahtiga varietas padi (IR-64, Situ Bagendit dan Mekongga). Pertanaman dengan pendekatan System of RiceIntensification dengan memanfaatkan pupuk kandang sapi dengan dosis 7,5 dan 10 t/ha + pupuk sintetis 50persen rekomendasi memberikan peluang untuk dikembangkan yang ditunjukan oleh karkater luas daun,biomasa, jumlah anakan dan total panjang akar tinggi dibandingkan dengan pemberian 100 persen pupuk sintetistanpa pupuk kandang. Varietas Mekongga (lokal) berpeluang untuk dikembangkan dengan karakter luas daundan total panjang akar tinggi dibandingkan dengan varietas nasional IR-64 dan Situ Bagendit.Kata kunci: pupuk kandang sapi, varietas padi, System of Rice Intensification. ABSTRACTObjective of this study was to know the morphological characters of three different varieties withapplication of cow manure grown under System of Rice Intensification. Split plot design with the main plot ofcow manure dosage viz. 0, 2,5 , 5,0 , 7,5 and 10 t/ha and sub plot of rice variety viz. IR-64, Situ Bagendit andMekongga were test with three replications. System of Rice Intensification with dosage of cow manure of 7,5and 10 t/ha + recommendation sintetic fertilizer by 50 percent gave opportunity to develop with the followingcharacters of high in leaf area, dry biomass, number of panicle and total root length compared to 100 percentsintetic fertilizer without cow manure. Mekongga variety (local variety) gave the better opportunity to developregarding on leaf area and total root length compared to IR-64 and Situ Bagendit.Key words: cow manure, rice variety, System of Rice Intensification
EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN DAN ANALISIS FINANSIAL USAHA TANI BAWANG MERAH BERPENYAKIT MOLER PADA BERBAGAI POLA TANAM DAN DOSIS PUPUK KALIUM aziza, noor laili
Agrin Vol 23, No 1 (2019): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.429 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2019.23.1.473

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran dengan nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Kalimantan Selatan masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya yaitu penyakit moler yang disebabkan oleh patogen Fusarium spp., namun patogen ini diduga dapat ditekan melalui manipulasi lingkungan seperti pengubahan pola tanam bawang merah dari monokultur menjadi tumpang sari sekaligus pengaplikasian beberapa dosis pupuk kalium dalam usaha peningkatan ketahanan tanaman.  Oleh karena itulah dilakukan penelitian ini untuk mengetahui efisiensi pemanfaatan lahan dan analisis finansial usaha  tani bawang merah berpenyakit moler pada lingkungan yang telah dimanipulasi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru dan lahan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITTRA) Banjarbaru dari bulan Oktober 2015-Maret 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dari tiga faktor dan dua kali ulangan. Faktor pertama yaitu Fusarium spp.: tanpa Fusarium spp. dan dengan Fusarium spp.. Faktor kedua berupa dosis pupuk Kalium: 60 kg ha-1, 120 kg ha-1, dan 180 kg ha-1. Faktor ketiga berupa pola tanam: monokultur bawang merah, monokultur bawang sabrang, tanaman bawang merah 1 baris dan bawang sabrang 1 baris, tanaman bawang merah 2 baris dan bawang sabrang 1 baris, dan tanaman bawang sabrang mengelilingi pertanaman bawang merah. Total terdapat 60 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi pemanfaatan lahan dan analisis finansial usaha tani terbaik terdapat pada perlakuan 120  kg ha-1 K2O  dengan pola tanam tanaman bawang sabrang mengelilingi pertanaman bawang merah berpenyakit moler.