cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN LEVEL SANGRAI TERHADAP ATRIBUT MUTU KOPI ARABIKA KABUPATEN BANJARNEGARA Maksum, Ali; Munasib, Munasib; Purbowati, Ike Sitoresmi Mulyo; Kurniawan, Rully Eko Kusuma; Furqon, Furqon
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.540

Abstract

Karakteristik fisikokimia dan atribut sensori kopi arabika dipengaruhi oleh lingkungan tempat tumbuh tanaman kopi dan proses pengolahannya. Tujuan penelitian mencari pengaruh kombinasi tingkat ketinggaian tempat tumbuh tanaman kopi dengan variasi proses sangrai terhadap atribut fisikokimia dan sensori kopi arabika Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktorial 2 faktor. Faktor yang diujikan pada penelitian ini adalah: 1) Ketinggian tempat tanaman Kopi dengan taraf: 1000 mdpl (Kecamatan Wanayasa), 1050 (Kecamtan Karangkobar) dan 1100 mdpl (Kecamatan Kalibening). 2) Level sangrai dengan taraf: light, medium dan dark. Faktor tersebut disusun kedalam rancangan faktorial sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Perlakuan diulang tiga kali sehinggga diperoleh 27 unit percobaan. Pengujian atribut sensoris kopi arabika menggunakan metode analisis mutu skroring pembeda. Hasil penelitian ini adalah level penyangraian berpengaruh terhadap kadar air, pH, total fenol dan aroma kopi arabika sedangakn ketinggian tempat tanaman kopi tidak berpengaruh terhadap kadar air, pH, total fenol dan aroma kopi.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR PAITAN, BABANDOTAN DAN ECENG GONDOK PADA TANAMAN BAWANG MERAH Selpiya, Ayu; Fahrurrozi, Fahrurrozi; Setyowati, Nanik
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.506

Abstract

Keunggulan Pupuk Organik Cair (POC) dibandingkan pupuk sintetik adalah memiliki efek residu yang lebih kecil bagi lingkungan. Disamping itu, selain kontribusinya dalam menyediakan unsur hara, POC dapat dibuat dari berbagai sumber bahan organik. Gulma atau tanaman pengganggu yang keberadaannya tidak diinginkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber POC. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kosentrasi dan jenis POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah Jenis POC, yaitu POC yang berasal dari gulma paitan (Tithonia diversifolia), babandotan (Ageratum conyzoides) dan eceng gondok (Eichhornia crassipes) sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi POC terdiri atas 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, tingkat kehijauan daun, bobot brangkasan kering bagian atas, jumlah umbi per tanaman, dan bobot segar umbi per tanaman. POC berbahan dasar gulma paitan, gulma babandotan, dan eceng gondok memiliki dampak yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Oleh karena itu, ketiga gulma tersebut memiliki potensi sebagai POC untuk diaplikasikan pada tanaman bawang merah.Kata kunci: babandotan, bawang merah, eceng gondok, gulma paitan, POC.
PENGOMPOSAN LIMBAH SAYUR DENGAN EMPAT ISOLAT Trichoderma harzianum DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN IN PLANTA Ersapoetri, Fida Suci; Soesanto, Loekas; Mugiastuti, Endang; Rahayuniati, Ruth Feti; Manan, Abdul; Rohadi, Slamet
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.536

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan empat isolat Trichoderma harzianum dalam mengomposkan limbah sayur, isolat T. harzianum terbaik pada pengomposan limbah sayur, dan isolat T. harzianum terhadap pertumbuhan tanaman mentimun in planta. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto selama lima bulan. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan empat ulangan dan kombinasi antara empat isolat T. harzianum (T10, T213, T14, dan T15) dengan dua limbah sayur (kubis dan tomat). Variabel yang diamati adalah panjang tanaman, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, panjang akar, jumlah daun, pH akhir kompos, C/N ratio kompos, kepadatan akhir T. harzianum, kegigasan T. harzianum, dan analisis jaringan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isolat T. harzainum efektif dan cepat dalam mengkomposkan limbah tomat dan kubis. Isolat T. harzianum yang paling baik pada pengomposan adalah T10 dan T213. Aplikasi kompos limbah mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun. Isolat terbaik adalah T. harzianum T16 pada kompos tomat dan T10 pada kompos kubis dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun pada panjang tanaman, panjang akar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering dengan peningkatan masing-masing 66,61 dan 52,17%, 61,01 dan 46,55%, 76,41 dan 59,77%, serta 77,99 dan 52,03%.Kata kunci: limbah sayur, mentimun, pengomposan, Trichoderma harzianum.
EFIKASI SUHU PROSES PRODUKSI ASAP CAIR DAN KONSENTRASI ASAP CAIR DARI KAYU LABAN (VITEX PUBESCENS) TERHADAP JAMUR OPHIOSTOMA PILIFERUM Oramahi, Hasan; Diba, Farah; Nurhaida, Nurhaida; Wahdina, Wahdina; Setyawati, Dina; Dirhamsyah, Muhammad
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.496

Abstract

Efficacy wood vinegar produced from wood laban (Vitex pubescens) against Ophiostoma piliferum fungus was evaluated. The objectives of this research to perform in vitro antifungal of wood vinegar from laban wood against O. piliferum. The source of lignocelluloses biomass was carbonization process used three temperature i.e. 350, 400 and 450 °C.  Efficacy of wood vinegar to the fungus carried on PDA (potato dextrose agar) in a Petri dish that has been mixed with the wood vinegar with a concentration of 0, 0.5, 1.0, 1.5, and 2.0 % (v/v). Antifungal test was a factorial 3 by 5 in a completely randomized design. The means were seperated using using Tukey’s test at p = 0.05. All data were analyzed using the SAS softwere (version 8.2, SAS Institute Inc., NC. USA). The test results showed that the pyrolysis suhue effect and concentration of wood vinegar on the inhibition of fungal growth. The higher pyrolysis temperature and concentration the inhibition of fungal growth was increased.Efikasi asap cair dari kayu laban (Vitex pubescens)terhadap Ophiostoma piliferum telah dilakukan.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan asap cair sebagai antijamur (O. piliferum) secara in vitro. Asap cair yang digunakan diperoleh dengan cara pirolisis pada suhu produksi asap cair dan konsentrasi asap cair yang berbeda. Efikasi asap cair terhadap jamur dilakukan pada media PDA (potato dextrose agar) dalam cawan Petri dengan campuran asap cair pada konsentrasi 0, 0,5, 1,5, dan 2,0 (v/v).Pengujian aktivitas antijamur dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap tipe faktorial.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam.Pengaruh  antarperlakuan dilakukan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Analisis data menggunakan SAS versi 9.13. Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu pirolisis produksi asap cair dan konsentrasi asap cair berpengaruh terhadap daya penghambatan pertumbuhan jamur. Makin tinggi suhu pirolisis produksi asap cair dan konsentrasinya dan makin tinggi daya penghambatan terhadap pertumbuhan jamur, O. piliferum.
PENGGUNAAN INDOLE-3-BUTYRIC ACID (IBA) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN STEK BATANG KOPI ROBUSTA Simanjuntak, Bistok Hasiholan; P, Ratna Dewi
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.505

Abstract

Perbanyakan kopi robusta (Coffea canephora) dengan metode stek sering terkendala pada pertumbuhan akar dan tunas daun. Pemberian Indole-3-Butyric Acid (IBA) diharapkan dapat mengatasi masalah pertumbuhan akar dan tunas pada stek batang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konsentrasi IBA yang tepat terhadap pertumbuhan akar dan tunas daun stek kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan perlakuan konsentrasi IBA terdiri atas 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm, dan diulang 4 kali. Parameter pengamatan meliputi panjang akar, jumlah daun, bobot basah dan kering berangkasan stek batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IBA 150 ppm pada stek batang kopi robusta mampu menghasilkan panjang akar terbaik. Namun demikian, seluruh konsentrasi IBA yang diujikan belum mampu meningkatkan jumlah daun, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering stek batang kopi robusta.Kata kunci: Indole Butyric Acid, kopi robusta, stek batang, 
PENGARUH PESTISIDA NABATI DAN METABOLIT SEKUNDER TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT PADA RAKITAN BUDIDAYA TOMAT ORGANIK Suroto, Agus; Mujiono, Mujiono; Istiqomah, Dina
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.537

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida nabati maja-gadung dan metabolit sekunder T. harzianum terhadap populasi serangga hama dan insidensi penyakit pada rakitan teknologi budidaya tomat organik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu: A (aplikasi pestisida nabati dan metabolit sekunder T. harzianum), B (aplikasi pestisida nabati), dan C (tanpa pengaplikasian/ kontrol). Indeks keanekaragaman Shannon Wiener ditentukan dengan bantuan program PAST. Data kelimpahan serangga hama dan penyakit tanaman yang diperoleh dianalisis dengan uji F, dilanjutkan uji DMRT. Data penyakit ditentukan persentase insidensinya. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa secara umum keanekaragaman spesies serangga tergolong sedang (H’: 1.24). Bemicia tabaci menjadi spesies hama yang paling melimpah, diikuti Thrips tabaci, dan Myzus persicae. Dijumpai dua jenis penyakit yaitu penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri. Insidensi penyakit tertinggi terletak pada perlakuan C (13% layu bakteri), di ikuti perlakuan B (6% layu bakteri), dan A (2% layu fusarium dan 2% layu bakteri).
DIVERSITAS ARTHROPODA PADA TANAMAN CABAI TRANSISI ORGANIK DENGAN APLIKASI BEART METHODS (Beaauveria bassiana, Refugia Area, Trichoderma spp) DAN BUDIDAYA KONVENSIONAL Erdiansyah, Iqbal; Putri, Sekar Utami; Eliyatiningsih, Eliyatiningsih
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji investasi dan mengklasifikasi populasi Arthropoda pada lahan budidaya cabai merah (konvensional) dan transisi organik yang berperan sebagai musuh alami hama cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan November 2018 sampai bulan Maret 2019, bertempat di lahan Dusun Gawok, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua petak lahan yaitu teknik konvensional (menggunakan pestisida kimia) dan transisi organik (menggunakan Beauveria bassiana, Refugia Area, Trichoderma spp). Peubah pengamatan pada penelitian ini adalah investasi dan klasifikasi populasi serangga pada masing-masing petak lahan percobaan. Keanekaragaman arthropoda dianalisis menggunakan indeks diversitas Shannon Weiner dan indeks Dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Diversitas arthopoda berdasarkan Indeks Shanon-Wiener (H’) pada petak lahan transisi organik lebih tinggi dibandingkan lahan petak konvensioanl yaitu masing-masong 1,623±0,142 dan 1,376±0,132. Untuk tingkat spesies dominansi (C) tergolong kategori sedang di kedua petak percobaan. Nilai di petak lahan konvensional lebih tinggi dibandingkan dengan lahan petak transisi organik yaitu masing-masing 0,343±0,135 dan 0,322 ±0,123.Kata kunci: arthropoda, budidaya konvensional dan transisi organik, cabai merah, indeks diversitas, indeksdominan.
TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI SAYURAN ORGANIK DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Utami, Nur Istia; Widyarini, Indah; Satriani, Ratna
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.509

Abstract

Kecamatan Kedungbanteng merupakan daerah sentra produksi sayuran organik di Kabupaten Banyumas. Harga jual yang tinggi dari produk organik akan memberikan tingkat pendapatan dan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan dasarnya untuk mencapai kesejahteraan rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) pendapatan yang diterima petani dalam usahatani sayuran organik dan kontribusinya terhadap pendapatan total rumah tangga petani; 2) distribusi pendapatan petani; 3) tingkat kesejahteraan rumah tangga petani sayuran organik di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian ini dilaksanakan di desa Melung dan desa Windujaya kecamatan Kedungbanteng pada bulan September hingga Oktober 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden menggunakan metode sensus diperoleh 18 orang petani sayur organik. Analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan usahatani, analisis kontribusi pendapatan, analisis distribusi pendapatan, dan analisis tingkat kesejahteraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pendapatan usahatani sayuran organik yang diterima petani yaitu Rp7.892.252,00 per tahun dan kontribusinya terhadap pendapatan total sebesar 20,23%; 2) kondisi pemerataan pendapatan petani sayuran organik di kecamatan Kedungbanteng tidak merata; 3) rumah tangga petani sayuran organik di kecamatan Kedungbanteng tergolong sejahtera. Kata kunci: petani sayur organik, pendapatan, kontribusi pendapatan, distribusi pendapatan, dan kesejahteraan.
PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT DARI BENIH POLIEMBRIO JERUK SIAM BANJAR PADA MEDIA TANAH GAMBUT YANG DIAPLIKASIKAN BEBERAPA AMELIORAN Rahmadini, Delvy Diena; Aziza, Noor Laili; Saputra, Riza Adrianoor
Agrin Vol 24, No 2 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.2.538

Abstract

Penyeleksian indukan guna mendapatkan batang atas jeruk siam banjar yang berkualitas di tanah gambut dapat dilakukan dengan cara penanaman benih yang memiliki sifat poliembrio. Tanah gambut memiliki beberapa kekurangan, sehingga media tanam ini diaplikasikan dengan beberapa jenis amelioran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perkecambahan dan pertumbuhan bibit dari benih jeruk siam banjar yang bersifat poliembrio pada media tanah gambut yang diaplikasi beberapa amelioran. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli sampai Bulan Agustus 2019, di Kebun Percobaan dan Laboratorium Produksi Agroekoteknologi Faperta Universitas Lambung Mangkurat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial. Perlakuan yang digunakan yaitu jenis amelioran berupa abu janjang kelapa sawit (p1), abu sekam padi (p2), dan abu sabut kelapa (p3) yang dicampurkan pada media tanah gambut dengan perbandingan amelioran dan tanah gambut sebesar 1 : 14,69. Perlakuan diulang sebanyak enam kali dan setiap ulangan terdiri dari 10 unit, sehingga diperoleh 180 satuan percobaan. Hasil dari penelitian ini yaitu tanah gambut yang diaplikasikan amelioran abu janjang kelapa sawit dan amelioran abu sekam padi mampu digunakan untuk mendukung perkecambahan benih jeruk siam banjar dengan persentase perkecambahan benih masing-masing sebesar 78% dan 73%, serta persentase poliembrio masing-masing sebesar 64,2% dan 46,9%, sedangkan tanah gambut yang diaplikasikan amelioran abu sabut kelapa tidakmampu mendukung perkecambahan benih jeruk siam banjar. Begitupula dengan pertumbuhan bibit dari benih poliembrio, tanah gambut yang diaplikasikan amelioran abu janjang kelapa sawit dan amelioran abu sekam padi mampu digunakan untuk mendukung pertumbuhan tinggi tanaman jeruk siam banjar masing-masing setinggi 4,19 cm dan 3,90 cm, serta jumlah daun sebanyak 3 helai daun pada kedua perlakuan, sedangkan tanah gambut yang diaplikasikan amelioran abu sabut kelapa tidak mampu mendukung pertumbuhan jumlah daun tanaman jeruk siam banjar.Kata Kunci: amelioran, jeruk siam banjar, poliembrio 
PENGARUH LAMA PEMANASAN BASAH DAN PERENDAMAN DALAM GIBERELIN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq.) Agustiansyah, Agustiansyah; Ardian, Ardian; Setiawan, Kukuh; Dewi, Erni Permata
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.508

Abstract

The aims of   this research to determined the effect wet heating and  immersion in gibberellins on breaking dormancy of  oil palm seed. The treatment was arranged in  factorially with two factors in the Completely Randomized Design. The first factors was wet heating which consists of five levels, (1) 20 days of heating; (2) 25 days of heating (3) 30days of heating (4) 35 days of heating (5) 40 days of heating.  The second factor was the concentrations of gibberellin in four levels,  (1) 0 ppm; (2) 100 ppm; (3) 200 ppm and (4) 300 ppm.  Based on the results  could be concluded that (1) wet heating could increased the percentage of germination, maximum growth potential, speed of germination, and time of emergence of sprouts, (2) 30 days wet heating treatment + immersion in 200 ppm giberelin was the best treatment in percentage of germination (64 % ± 1.3), maximum growth potential(70.7%±1.4), and speed of germination  (29% ± 1.0 per etmal).