cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
Application of The Contextual Teaching and Learning (CTL) Model in Improving The Quality of Balaghah Learning in MAN 3 Jombang Muhammad Afthon Ulin Nuha; Nurul Musyafa’ah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v17i1.2445

Abstract

In Indonesia, the problem that often arises in learning is that students' understanding of the material is still low, as evidenced by student learning outcomes that are still low. This is certainly not caused by the common knowledge of students alone. Still, many factors that influence one of them are the learning process that is less qualified, human resources in the form of unprofessional teachers so that students' abilities will also be low. If this continues, the output of human resources resulting from learning in Indonesia will not be able to compete with countries that are both developing. This study aims to reveal in more depth the application of the contextual teaching and learning (CTL) learning model in improving the quality of Balaghah learning at MAN 3 Jombang, with the focus of the discussion as follows 1) Planning of Contextual Teaching and Learning (CTL) models in improving the quality of Balaghah learning at MAN 3 Jombang, (2) the quality of Balaghah learning as the output of the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model at MAN 3 Jombang. This research uses a qualitative approach, with the type of case study research in schools. Data collection was done by interview, observation, and documentation. Data analysis was done through data reduction, presentation, and conclusion. The results of this study are 1) Planning the Contextual Teaching and Learning (CTL) Model, there are three stages; first, the introduction is to see the suitability of essential competencies with methods, materials, models, media, and learning resources. Second, implementation is the student centre learning process through several stages of learning. Third, the teacher evaluates the students. 2) The quality of Balaghah learning as the output of applying the Contextual Teaching and Learning (CTL) model at MAN 3 Jombang is related to teacher learning behaviour, student learning behaviour, impact, learning climate, learning materials, and learning media
Pendidikan Multikultural dan Pendekatan Quantum dalam Pembelajaran Rahmathias Jusuf
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v10i2.594

Abstract

Pendidikan memberikan ruang pada budaya untuk mengembangkan dan melestarikan serta memperjelas proposisi esensialnya sebagai bagian yang melekat pada masyarakat. Proses saling mempengaruhi antar satu budaya dengan budaya lain semakin intens dan cepat, baik budaya itu bersifat positif ataupun negatif. Pikiran dan budaya tidak dapat dipisahkan dan saling konstitutif. Relevansi konsep dasar untuk mengkonstruksi pendidikan multikultural dengan pendekatan quantum dalam pembelajaran, proposisi idealnya pada neurolinguistik program dalam pembelajaran. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku yang dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara pendidik dan peserta didik. Pendidik mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif yang merupakan faktor penting untuk merangsang otak. Pikiran dan budaya tidak dapat dipisahkan dan saling konstitutif, studi tentang bagaimana psikologis dan kecenderungan perilaku berakar dalam budaya mempengaruhi penanaman nilai multikultural dalam pembelajaran yang dapat dipahami oleh peserta didik, jika pendekatan quantum memberi penekanan teori pada konsep psikologi melalui kajian neurolinguistik maka bahasa sebagai simbol atau identitas budaya adalah pendukung utama kontruksi pendidikan multikulturalKata Kunci: pendidikan multikultural, pendekatan quantum, pembelajaran
PROSPEK PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN KECAMATAN MALANGKE KABUPATEN LUWU Yunus Yunus
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.894

Abstract

AbstrakPola Strategi pengembangan Pondok Pesantren di Malangke, strategi pengembangan pesantren adalah cara atau srategi yang digunakan oleh wadah atau tempat guna proses suatu perubahan berencana yang memerlukan dukungan semua pihak, anatara lain Kepala, staff, guru, dan siswa dengan perubahan-perubahan itu diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan, yang memerlukan usaha jangka pendek, menengah, dan panjang guna menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa mendatang. Peluang dan tangan pengembangan Pesantren di Luwu Utara,  terdapat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang beberapa pasalnya menekankan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, seperti, pasal 30 ayat (1) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pada pasal 1 ayat (2) tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang didalamnya secara tegas dikemukakan bahwa pondok pesantren menyelenggarakan pendidikan diniyah pada tingkat dasar dan menengah, tergolong dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa, menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menajdi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan tantangan ada beberapa hambatan 1)Sistem kurikulum yang lebih modern, sehingga pesantren ketinggalan jauh dari sekolah umum, 2) Kurangnya anggaran dan sumber pendanaan disebabkan oleh kurang siswa. 3) adanya sebagian orang tua tidak tertarik menyekolahkan anak di sekolah Pesantren.Kata kunci:      Pengembangan, Pondok Pesantren As’addiyah.  AbstractThe pattern of the development of Islamic boarding schools in Malangke, the strategy of developing pesantren is the method or strategy used by the place or place for the process of planning changes that require the support of all parties, among others, the Head, staff, teachers and students are expected to develop and improving educational institutions, which require short, medium and long-term efforts to deal with changes that will occur in the future. Opportunities and hands for the development of Islamic boarding schools in North Luwu, there is Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, some of which emphasize the implementation of religious education, such as article 30 paragraph (1) and Government Regulation (PP) Number 55 of 2007 concerning Education Religion and Religious Education in Article 1 paragraph (2) concerning Religious Education and Religious Education in which it is expressly stated that Islamic boarding schools conduct early childhood education at the elementary and secondary levels, belonging to the national education sub-system in Indonesia which aims to educate the nation, make humans who have faith and devotion to the Almighty God, are noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become a democratic and responsible citizen. While the challenges are several obstacles 1) A more modern curriculum system, so that pesantren lag far behind public schools, 2) The lack of budgets and funding sources is caused by lack of students. 3) there are some parents who are not interested in sending their children to school in Islamic boarding schools.Keywords:        Development, As'addiyah Islamic Boarding School.
Prolematika Pengelolaan Pendidikan Islam Non-Formal Pada Komunitas Muslim Rivai Bolotio; Hadirman Hadirman; Musafar Musafar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i1.1072

Abstract

Prolematics of Non-Formal Islamic Education Management in Muslim Communities. This article aims to describe the prolematics of managing non-formal Islamic education in the Muslim community, specifically TPQ Nurul Taqwa Sea in Sea Village, Pineleng District, Minahasa Regency. Management problems in non-formal education, specifically TPQ Nurul Taqwa Sea are related to the non-optimally implementation of institutional management based on management functions (planning, organizing, monitoring and evaluating). In addition, it also illustrates the driving and inhibiting factors in the management of TPQ Nurul Taqwa Sea relating to (1) curriculum and teaching, (2) teaching staff, (3) students, (4) facilities and infrastructure, (5) finance and financing, (6) TPQ's relationship with the community
Filsafat Pendidikan Islam: Telaah Epistimologi Ilmu Mustafa Mustafa
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v3i1.551

Abstract

Philosophy and education are, them, but two stages of the some endeavor; philosophy to think out better values and idealism, education to realize these in life, in human personality. Philosophizing and education are, ten, but two stages of the some endeavor; The Islamic theory of education is fundamentally based upon the Qur’anic concepts. In this theory the door is left open for concepts which come from different fiels of knowledge propided thet they fit the Qur’anic perspective. All elements which be reconciled witch Islamic principles should be excluded..Philosophizing to think out better values and idealism, education to realize these in life, in human personality. The ultimate aim of muslim education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of the individual, the community and humanity at large. In Islamic educational  field, howewer, there are some prominent figurest who .have highly proposed educational theories in Islam. Baced on this fact, Islamic educational has two sourcesr for their educational process, and therefore, Islamic  education must combined in balance they fungtion of school with the rule of society.Kata Kunci: Filsafat-Pendidikan Islam dan  Epistimologi ilmu
Implementasi Program Bina Pribadi Islam (BPI) Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik Di SMP Islam Terpadu Harapan Bunda Manado Mohamad Syakur Rahman; Rivai Bolotio; Rukmina Gonibala; Sriwahyuni Puluhulawa
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v16i1.1910

Abstract

The implementation of Islamic Personal Development program in instilling character values for students at Harapan Bunda Manado Islamic Junior High School. This research discusses about the implementation of BPI program in instilling character values for students at Harapan Bunda Manado Islamic Junior High School. In the meantime, this following research limited to the problem of instilling the values of religious character, honesty, and responsibility of students by BPI program.The results show that the implementation of the program is carried out every Friday during school hours for one to two hours of lessons by dividing into classes. Meanwhile, the inculcation of the values of religious, honesty, and responsibility is applied by conveying the materials about the character values at the weekly BPI program, as well as the habits that routinely carried out in shool such as morning dhikr, strengthening homeroom teachers, sunnah dhuha prayers, congregational dzuhur prayers, shaum sunnah, cleaning duty, and school assignments 
Kebijakan Mutu Peningkatan Dosen Kusnan Kusnan
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v11i2.585

Abstract

Dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk dapat melaksanakanan tugas tersebut, seorang dosen harus memiliki sejumlah kompetensi, yaitu kompetensi pendidikan, profesional, kepribadian dan sosial. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas dosen antara lain: memprioritaskan peningkatan kualitas dosen dengan melalui pendidikan, workshop, kursus dan pelatihan;  menggalakkan karya tulis dosen;  memacu kreativitas dan produktivitas dosen berdasarkan kode etik profesi dosen;  kelanjutan studi strata 2 dan strata 3 secara regular;  ada keseimbangan hak dan kewajiban dosen termasuk tingkat kesejahteraan dosen harus diperhatikan. Dengan demikian diharapkan dapat terwujud sosok dosen yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan.Kata Kunci: dosen, produktivitas, pendidikan 
Pemikiran Pendidikan Fazlur Rahman Mustafa Mustafa
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v6i1.617

Abstract

Kelahiran seorang tokoh seperti Fazlur Rahman merupakan produk sejarah dari hasil  integrasi pendidikan, kebudayaan dan sosial masyarakt yang mengitarinya. Dimulai dari keluarga yang disiplin dalam mendidik telah melahirkan generasi yang jujur dan pemberani. Sejak uur 10 tahun Fazlur Rahman telah hafal Al-qur’an dengan baik. Dan ia juga mampu berbahasa arab klasik , Persia, ingris, prancis, dan jerman disamping bahsa Latin dan Yunani. Sebagai pemikir islam yang terkemuka dan kredibe, dengan keberanian intelektual yang mencengangkan , bukan saja ia takut kepada kontroversi, bahkan ia melihat konttoversi adlah bagian dari pada kontroversi kreatifitas intelektual yang tak mungkin dihindari. Karya-karya yang dianggap saripati pengetahuannya dibidang kalam, Al-qur’an, tasauf, fikih, filsafat, wawasan kesejarahan dan pendidikan Islam, yang sejalan dengan matakuliah yang diberikan di beberapa perguuran tinggi di Amerika dan Eropa dan ia juga telah melakukan banyak kajian terhadap pemikiran Ibnu sina, Al-Gazali, Ibnu Taimiyah, Syaikh Waliyullah, Muhammad Ikbal. Khususnya pemikiran Rahman dalam pendidikan merupakan konstribusinya terutama terhadap modernisasi pendidikan islam, ayng di latarbelakangi oleh pengamatannya terhadap pemikiran pendidikan islam di era modern terutama di Timur Tengah, dimana tujuan pendidikan tidak searah dengan tujuan positif, rendahnya kuaitas anak didik dengan munculnya pribadi yang terpecah yang belum memiliki komitmen spiritual dan intelektual yang mendalam terhadap islam, dikotomi sistem pendidikan, sulitnya menemukan pendidik yang berkualitas dan profesional yang memilik pikiran ayng kreatif dan terpadu dan minimnya saran pendidikan seperti buku-buku yang tersedia di perpustakaan merupakan sorotan pemikiran Fazlir Rahman.Kata kunci: Fazlur Rahman-Pemikiran-Pendidikan  
Rabu Wekasan Tradition as an Educational Medium for Strengthening Religious Moderation in Indonesia Hilmy Shalahudin Nasyor; Nur Marliza Rahmi Afdinillah; Iksan Kamil Sahri; Khoirun Ni’am
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v20i1.3990

Abstract

This study examines the integration of the Rabu Wekasan tradition as a media strategy to address low levels of religious moderation literacy in formal education, amid rampant intolerance and the minimal use of local wisdom, such as this Javanese acculturative ritual. The objectives are to analyze the values of wasathiyyah (tolerance, balance, non-violence) in this tradition, to design a model for integrating wasathiyyah into the Islamic Education (PAI) curriculum, and to formulate policy recommendations for educators. A systematic literature review was conducted through literature reflection and thematic content analysis to synthesize data from journals, books, and Ministry of Religious Affairs documents. The main findings show that Rabu Wekasan is rich in values of moderation, cooperation, and inclusive friendship, as well as in the transformation of the Wali Songo into Islamic practices across the archipelago. The significance of this research lies in its conceptual model, which can be replicated to support deradicalization, harmonize the 2025-2045 National Development Plan and Pancasila, and strengthen the moderate character of the younger generation.
Implementasi Penjaminan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam; Studi Multisitus di MAN Model 1 Manado, MAN 1 Kotamobagu dan MAN 1 Kota Bitung Feiby Ismail; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1119

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman dan informasi terkait implementasi penjaminan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam yaitu pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung. FOkus penelitian ini adalah pada proses implementasi penjaminan mutu, dampak penjaminan mutu, faktor pendukung dan penghambat penjaminan mutu dan solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penjaminan mutu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam yang dilengkapi dengan teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan meliputi proses alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi penjaminan mutu telah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya madrasah yang tersedia. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado memiliki lembaga penjaminan mutu yang secara khusus melakukan kegiatan penjaminan mutu, sedangkan 2 situs  yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung tidak memiliki unit atau lembaga penjaminan mutu yang terorganisir namun pelaksanaan penjaminan mutu didelegasikan kepada Wakil Kepala Madrasah dan tenaga yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. Secara umum, implementasi penjaminan mutu di madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan. (2) Dampak penjaminan mutu pendidikan di Madrasah terlihat pada meningkatnya prestasi siswa di bidang akademik, seni, dan olahraga sehingga memberikan penegasan bahwa madrasah memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan sekolah lain. (3) Faktor Pendukung penjaminan mutu di antaranya adalah dukungan peran Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinannya, semangat dan motivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan pemerintah dan Kementerian terkait, dan dukungan masyarakat. (4) Faktor penghambat penjaminan mutu pendidikan di Madrasah di antaranya adalah keterbatasan tenaga, fasilitas, sarana dan prasarana madrasah, dukungan dana dan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi.