cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
Pengembangan Media Puzzle pada Mata Pelajaran Fikih Materi Sholat Fardu di MTs Al-Inayah Manado Nur Fadli Utomo; Mutmainah Mutmainah; Indah Prayudhisty Mamonto
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v16i2.2096

Abstract

Development of Puzzle Media in the Fiqh Subject of Fardu Prayer Material at MTs Al-Inayah Manado. This study aims to produce puzzle media products in the fiqh subject of fardu prayer material and test the feasibility of these products to support learning in class VII MTs Al-Inayah Manado. The development model used is Sugiyono's level 1 development model which has 5 stages, namely potentials and problems, literature study or information gathering, product design, design validation, and tested design. Data collection techniques used in this study were questionnaires, observation, and documentation. The questionnaire was addressed to the media validator and material validator. The subjects of this research trial were educators and class VII students of MTs Al-Inayah Manado, totaling 30 students. The measurement scale used is the Likert scale. The results of the Likert scale measurements, then look for the percentage of a number of sample subjects.The results of this study indicate that this puzzle is suitable for use as teaching material, this is based on scores obtained through assessments from material experts getting a percentage of 87% with very valid criteria, and an assessment score from media experts getting a percentage of 77.33% with valid criteria. In product trials on students, it was found that the percentage of feasibility of puzzle media was 91.6% with very valid criteria. And the response from educators gets a percentage of 85.33% with very valid criteria. Based on the results of expert validation and product trials, the authors can conclude that puzzle media is very suitable for use as teaching material
Implementasi Total Quality Management (TQM) di Lembaga Pendidikan Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v10i2.591

Abstract

Implementasi Total Quality Management (TQM) perlu dilakukan pada lembaga pendidikan sebagai bentuk dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini penting untuk menjalankan fungsi manajemen dalam setiap lembaga pendidikan. Kajian ini membahas tentang implementasi total quality management (TQM) di lembaga pendidikan serta upaya peningkatan mutu pendidikan dalam mencapai standar mutu yang telah ditentukan. Setiap lembaga pendidikan sudah seharusnya menunjukkan kualitas yang lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar lembaga pendidikan tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat dan stakeholder. Salah satu cara untuk tetap mendapatk hal tersebut adalah dengan melakukan perbaikan secara berkelanjutan (continous improvement), baik dari aspek fisik maupun non fisik. Sehingga menjadi lembaga pendidikan yang bermutu dan terjamin kualitasnya. Ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan dalam penerapan TQM di dunia pendidikan, yaitu: perbaikan secara terus menerus (continous improvement); menentukan Standar Mutu, (Quality assurance); perubahan kultur (change of culture); perubahan organisasi (upside-down-organization); dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan (keeping close to the customer). Implementasi TQM perlu ditunjang dengan strategi pelaksanaan yang baik serta kerjasama seluruh elemen sekolah.Kata Kunci: Implementasi, TQM, Manajemen, Pendidikan
Analisis Kritis Kebijakan Kurikulum Antara KBK, KTSP, dan K-13 Abdul Muis Vangino Daeng Pawero
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i1.889

Abstract

AbstrakKurikulum merupakan alat yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa disekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh Ijazah tertentu, sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan dalam suatu lembaga pendidikan atau jurusanPerubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia dewasa ini salah satu diantaranya adalah karena ilmu pengetahuan itu sendiri selalu dinamis. Selain itu, perubahan tersebut juga dinilainya dipengaruhi oleh kebutuhan manusia yang selalu berubah juga pengaruh dari luar, dimana secara menyeluruh kurikulum itu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh perubahan iklim ekonomi, politik, dan kebudayaan.Kata Kunci; Analisis Kebijakan, KBK, KTSP, K-13.AbstractThe curriculum is a tool that is very important for the success of an education. Without an appropriate and appropriate curriculum it will be difficult to achieve the desired educational goals and objectives. The curriculum is a number of subjects that must be taken or studied by students at school or college to obtain a particular diploma, a number of subjects offered in an educational institution or departmentCurriculum changes that occur in Indonesia today, one of which is because science itself is always dynamic. In addition, the changes are also influenced by human needs that are always changing as well as outside influences, where the curriculum is not entirely independent, but is influenced by changes in the economic, political and cultural climate.Keywords; Policy Analysis, KBK, KTSP, K-13.
Artificial Intelligence and the Future of Teachers: Redefining Roles in the Digital Era Laila Fitri; Mhd. Kurniawan; A. Masrurah Aswidyaningrat; Muhammad Sabri Latif; Al- Mahdi
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 20, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v20i1.4195

Abstract

The rapid development of artificial intelligence (AI) has transformed the educational landscape through applications such as adaptive learning systems, intelligent tutors, chatbots, and learning analytics. While these innovations enhance learning effectiveness, efficiency, and personalization, they also raise important questions regarding the future role of teachers in education. This study aims to analyze the forms of AI implementation in learning, examine their implications for teachers’ roles and professional identities, and propose strategies for fostering a collaborative relationship between AI and educators. Using a literature review method with a critical analysis of recent national and international studies, the research finds that AI offers significant opportunities to support teaching and learning processes. However, its integration also presents challenges, including the potential dehumanization of education, ethical concerns, privacy issues, and the need to redefine teachers’ professional functions. To address these challenges, the study highlights the importance of strengthening teachers’ AI literacy, developing human-centered curricula, implementing ethical governance frameworks, and positioning teachers as guardians of human values and character development. The study concludes that AI should function as a strategic partner rather than a substitute for teachers and recommends multidisciplinary collaboration in designing equitable, inclusive, and ethically grounded AI-based education policie
Evaluasi Implementasi K-13 Berdasarkan Model CIPP di SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo Meiskyarti Luma; Ardianto Tola; Hadirman Hadirman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i2.1307

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang efektivitas komponen konteks, input, proses dan produk dalam mendukung implementasi K-13 pada SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk).  Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 19 orang responden, yakni 1 orang kepala sekolah dan 18 orang guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasi ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype model Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi K-13 sangat efektif (73,68%) ditinjau dari komponen konteks; (2) implementasi K-13 sangat efektif (84,21%) ditinjau dari komponen input; (3) implementasi K-13 sangat efektif (94,73%) ditinjau dari komponen proses; dan (4) implementasi K-13 sangat efektif (68,42%) ditinjau dari komponen produk.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Motivasi Belajar terhadap Perilaku Belajar Siswa Abdul Haris Abdullah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v3i1.548

Abstract

This research aimed to describe: (1) the relationship between the utilization of Information Technology, learning motivation, and learning behavior; (2) the relationship of the utilization of Information Technology and learning motivation, individually or combined toward the learning behavior of the students of SMK in Manado City.The research sample was 84 students chosen proportionally from the total population of 530 students scattered at 4 SMK in Manado City. This research applied survey method with data collecting technique through questionnaires which had been tested before for their validity and reliability. Furthermore, the collected data was analyzed by computer, using SPSS 16 for Windows 2007.Based on the research analysis, the following findings were: (1) Relationship was found between the utilization of Information Technology, learning motivation, and learning behavior; (2) significant impact was found between the utilization of information technology and learning motivation toward learning behavior of the students of SMK in Manado City, either individually or combined.Kata Kunci: Information Technology, Motivation, Learning behaviour
Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Moral Generasi Z di Pekalongan Ana Chonitsa; Muhammad Mufid; Razie Bin Nasarruddin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v16i1.1833

Abstract

The Role of Islamic Boarding Schools in Shaping Generation Z's Morals In Pekalongan. This article aims to analyze the role and values of Islamic boarding schools in the traditions carried out in Islamic boarding schools as a solution to the problems of Generation Z regarding their morals, manners and morals which are fading and disappearing in the era of globalization. This research is a qualitative research. The informants in this study were caregivers, Mu'alim, and students at the Al-Uthmani Islamic Boarding School. Methods of data collection using interviews, observation and documentation. The results showed that the role of Islamic boarding schools in shaping generation Z had three dimensions, namely the divinity dimension (hablum minallah), the human dimension (hablum minannas), and the natural environment dimension (hablum minal 'alam). These dimensions are formed from the traditions and customs that exist in Islamic boarding schools. The cottage tradition has its own value that can shape the character of the santri so that the pesantren becomes the best consideration and solution for the guardians of the santri to choose the best education in the era of digitalization with clear educational achievements in the formation of good morals.
Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Tinjauan Konsep Mutu Edward Deming dan Joseph Juran) Mardan Umar; Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v11i2.581

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama di semua lembaga pendidikan. Demikian pula di lembaga pendidikan Islam yang sementara berproses menjadi lembaga pendidikan yang memiliki kualitas setara dengan lembaga pendidikan lain bahkan menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka upaya terus dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam. Salah satu upayanya adalah dengan menerapkan berbagai teori dan konsep manajemen mutu agar kualitas pendidikan dapat terjaga dan diakui sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan proses dengan baik dan menghasilkan output yang baik. Ada beberapa konsep peningkatan mutu/kualitas yang dikemukakan para ahli seperti Edward Deming dan Joseph Juran yang berkaitan dengan  perencanaan mutu, pengendalian dan peningkatan mutu. Kajian ini akan membahas tentang beberapa konsep mutu dan relevansinya pada lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan global.Kata Kunci: mutu, lembaga pendidikan, Edward Deming dan Joseph Juran
Arabanisani Husni Mubarak
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v6i1.614

Abstract

Seperti dengan bahasa Eropa yang lain, banyak kata-kata inggris diserap dari bahasa Arab, selalunya melalui bahasa Eropa lainnya, terutama dari Spanyol dan Italia, diantaranya kosakata harian seperti “aula” (sukkar), kapas (qutn) atau “majalah” (makhzen). Kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya “aljabar”, “alcohol” dan “zenith”. Pengaruh Arab telah menjadi paling mendalam dimana pada Negara yang dikuasai oleh Islam atau kuasa Islam. Arab adalah sumber kosa kata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa Berber, Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di Negara di mana bahasa ini adalah dituturkan. Contohnya perkataan Arab untuk buku / kita:b/ digunakan dalam semua bahasa yang disenaraikan, selain dari Melayu dan Indonesia (spesifiknya termaksud “buku agama”Kata Kunci: Arab, bahasa, agama
Peran Kepala Madrasah Dalam Pencegahan Krisis Akhlak Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mata Air Kota Padang Ahmad Putra
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1048

Abstract

Berkembangnya zaman ke era digital turut memengaruhi akhlak dan perilaku setiap manusia, termasuk siswa. Pada akhirnya, penting sekali bila perbaikan akhlak menjadi hal utama dalam menjadikan siswa tetap konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pelajar. Kepala madrasah memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dialami siswa sehingga dapat meminimalisasi krisis akhlak yang ditampilkan siswa. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam mencegah krisis akhlak di sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Lokasi penelitian di MIS Mata Air Kota Padang. Subjek penelitian ini ialah kepala sekolah, siswa, dan guru. Hasil penelitian ini ialah terdapat beberapa bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa seperti bolos belajar, merokok di wc, tidak menghargai guru, tidak sopan ketika berbicara kepada guru, sering berkata kotor ketika berkomunikasi dengan teman sebaya, kedapatan membawa handphone, bergaya yang tidak pantas dan tidak patuh kepada kedua orangtua. Peran yang dilakukan oleh kepala madrasah terkait pencegahan krisis akhlak siswa ialah memberikan hukuman, menasehati, mengajarkan cara menjadi siswa yang baik, melalui cerita-cerita motivasi dan berdiskusi.