cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Pemberdayaan Keluarga Melalui Kewirausahaan Sosial Berbasis Lingkungan Wulan Ayu Indriyani; Iip Saripah; Ade Sadikin Akhyadi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.37124

Abstract

Abstrak: Saat ini kewirausahaan sosial menjadi fenomena menarik dikarenakan berorientasi pada pencapaian tujuan sosial dan tidak mengutamakan perolehan laba serta dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam pemberdayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan kajian tentang proses pemberdayaan keluarga melalui program kewirausahaan sosial berbasis lingkungan yang dilakukan oleh salah satu lembaga nonformal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah program kewirausahaan sosial dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam proses pemberdayaan masyarakat. Proses pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lapisan masyarakat yang utama yaitu keluarga. Kemudian, pengelolaan program pemberdayaan keluarga dapat dilakukan dengan pendekatan tujuh komponen sistem. Program kewirausahaan sosial merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah sosial yaitu kerusakan lingkungan yang dapat dijadikan sebagai gerakan aksi sosial dan pemberdayaan keluarga. Family Empowerment through Environmental-Based Social EntrepreneurshipAbstract: Currently, social entrepreneurship is an interesting phenomenon because it is oriented towards achieving social goals and does not prioritize profit gains, and can be used as an approach to empowerment. The purpose of this research is to provide a study on the process of family empowerment through an environmental-based social entrepreneurship program conducted by a non-formal institution. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The result of this research is that social entrepreneurship programs can be used as an approach in the community empowerment process. The process of community empowerment can be started from the main strata of society, namely the family. Then, the management of the family empowerment program can be done with a seven component system approach. The social entrepreneurship program is an alternative to overcome social problems, namely environmental damage that can be used as a social action movement and family empowerment.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan Nonformal di PKBM Tiara Dezzy Samarinda Andi Ismail Lukman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.43669

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pemberdayaan yang dilakukan pada PKBM Tiara Dezzy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, yaitu: Pertama. Tahap penyadaran tidak dilakukan oleh pihak PKBM Tiara Dezzy. Penyelenggara PKBM langsung mendata dan memanggil masyarakat untuk bergabung dan mengikuti program pemberdayaan. Kedua. Tahap transformasi pengetahuan, materi/bahan pembelajaran tidak semuanya bersifat potensi lokal. Pelaksanaan pembelajaran atau pelatihan bersifat partisipatif sehingga masyarakat turut aktif dalam pembelajaran, dan jadwal pembelajaran ditentukan sendiri oleh warga belajar. Ketiga. Tahap peningkatan pengetahuan untuk kemandirian masyarakat, warga belajar belum mandiri. Akan tetapi, terjadi perbaikan pendidikan dan perbaikan tindakan. PKBM Tiara Dezzy belum melakukan pemberdayaan secara tuntas karena hanya melakukan tahap transformasi pengetahuan. Penyelenggara PKBM memaknai pemberdayaan masyarakat sama dengan pengembangan kapasitas, padahal tidak demikian karena pengembangan kapasitas hanya bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Community Empowerment through Non-Formal Education in Tiara Dezzy Community Learning Center Samarinda Abstract: This study aims to see the empowerment process carried out at CLC Tiara Dezzy. This research uses qualitative method with descriptive research type. Data collection techniques were observation, interviews, and documentation. The results of this study, namely: First. The awareness stage was not carried out by CLC Tiara Dezzy. CLC organizers immediately record and call the community to join and participate in the empowerment program. Second. The transformation stage of knowledge, learning materials/materials are not all local potential. The implementation of learning or training is participatory so that the community is actively involved in learning, and the learning schedule is determined by the learning residents themselves. Third. The stage of increasing knowledge for community independence, learning residents are not yet independent. However, there has been improvement in education and improvement in action. CLC Tiara Dezzy has not done empowerment completely because it only performs the knowledge transformation stage. CLC organizers interpret community empowerment as the same as capacity building, even though this is not the case because capacity building is only part of the community empowerment process. 
Model Pemberdayaan Kewirausahaan Mandiri Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19: Sebuah Kajian Literatur Andika Pratama; Ade Sadikin Akhyadi; Iip Saripah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.37141

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak serius bagi sektor kesehatan tetapi juga membuat sektor ekonomi sangat terpuruk. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan bahkan tidak sedikit yang akhirnya menutup usahanya. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan adanya program pemberdayaan kewirausahaan. Artikel ini bertujuan untuk membahas solusi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta berbagai model pemberdayaan kewirausahaan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dengan menghimpun dari berbagai artikel yang relevan. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis berbagai artikel yang membahas mengenai pemberdayaan ekonomi rakyat di masa pandemi Covid-19. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat berbagai solusi dalam membantu memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan memanfaatkan bantuan stimulus dari pemerintah (top down) maupun program pemberdayaan kewirausahaan yang lahir dari masyarakat itu sendiri (bottom up). Selain itu berbagai model pemberdayaan kewirausahaan mandiri masyarakat yang dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada sangat membantu mendorong perekonomian masyarakat. Implikasi temuan yaitu model pemberdayaan kewirausahaan sangat menarik untuk dilakukan penelitian selanjutnya agar dapat menjadi landasan maupun inspirasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di masa Pandemi Covid-19. Community Entrepreneurship Empowerment Model during the Covid-19 Pandemic: A Literature ReviewAbstract: The Covid-19 pandemic not only had a serious impact on the health sector but also made the economic sector very badly affected. Many people lost their jobs, and even a few ended up closing their businesses. One solution to this problem is the existence of an entrepreneurial empowerment program. This article aims to discuss solutions in building community economic independence as well as various models of community entrepreneurial empowerment during the Covid-19 pandemic by compiling various relevant articles. This research method used literature studies by analyzing various articles that discuss the economic empowerment of the people during the Covid-19 pandemic. The results show that there are various solutions to help the community's economic recovery during the Covid-19 pandemic, namely by utilizing stimulus from the government (top down) and entrepreneurial empowerment programs created by the community itself (bottom up). In addition, various models of community-driven entrepreneurial empowerment that are implemented by utilizing various existing potentials are very helpful in encouraging the community's economy. The implication of these findings is that the entrepreneurial empowerment model is very interesting for further research to be carried out so that it can be a foundation and inspiration to improve the community's economy during the Covid-19 pandemic.
Pendampingan Digitalisasi Arsip Melalui Metode In – On – In untuk Meningkatkan Kemampuan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Pelestarian Arsip Pandit Isbianti; Latifah Nur Arbaatun; Eka Bintang; Dwi Nur Cahyaning; Nur Chanabillah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.43597

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali proses pendampingan digitalisasi arsip berikut dampaknya bagi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS). Tenaga administrasi sekolah bertugas memberikan layanan administrasi sekolah dalam hal urusan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, humas, persuratan dan kearsipan, kesiswaan, kurikulum, dan administrasi umum. Kegiatan administrasi tersebut akan bermuara pada terciptanya arsip sebagai asset sekolah yang harus dilestarikan. Sayangnya, kemampuan TAS dalam melestarikan arsip masih kurang dikarenakan ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dengan bidang tugas dan minimnya kegiatan peningkatan kompetensi pengelolaan arsip. Sehubungan dengan hal tersebut, dilakukanlah pendampingan digitalisasi arsip melalui metode In-on_in untuk meningkatkan kemampuan TAS dalam pelestarian arsip. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data tenaga administrasi sekolah. Hasil penelitian ini mencakup proses pendampingan yang meliputi in the job training 1, on the job training dan in the job training 2 serta dampak kegiatan pendampingan berupa meningkatnya kemampuan TAS dalam pelestarian arsip. Assistance in Archive Digitization Through The In-On-In Method to Improve The Ability of School Administration Personnel (TAS) in Archive PreservationAbstract: This study aims to explore the process of assisting archive digitization and its impact on School Administration Staff (TAS). School administration staff are tasked with providing school administrative services in terms of personnel affairs, finance, infrastructure, public relations, correspondence and archives, student affairs, curriculum, and general administration. These administrative activities will lead to the creation of archives as school assets that must be preserved. Unfortunately, TAS 'ability to preserve archives is still lacking due to the incompatibility of educational background with the field of work and the lack of activities to increase archive management competence. In connection with this, assistance was carried out on digitizing archives through the method In-on-in to improve TAS ability to preserve archives. This research is qualitative research with data sources of school administration staff. The results of this study include the mentoring process which includes in the job training 1, on the job training and in the job training 2 as well as the impact of mentoring activities in the form of increasing TAS ability to preserve archives.
Implementasi Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Nurmala Ayu Agistia; Dadang Danugiri; Dayat Hidayat
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.38942

Abstract

Untuk mencapai suatu keberhasilan pada suatu lembaga pendidikan perlu adanya manajemen yang baik, salah satu yang mempengaruhi tercapainya tujuan Pendidikan tersebut adalah dengan adanya manajemen kurikulum sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan serta mengetahui kendala yang terjadi dalam pelaksanaan manajemen kurikulum di SPS TP Plamboyan. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif Miles Huberman yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan (1) perencanaan kurikulum dilakukan setiap awal tahun ajaran baru, terdapat keunikan dalam proses perencanaan kurikulum di SPS TP Plamboyan yaitu selain kepala sekolah dan guru juga melibatkan  orangtua, (2) pengorganisasian dilakukan dengan menjalin kerjasama antara kepala sekolah, guru serta masyarakat, (3) pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SPS TP Plamboyan menyisipkan materi keagamaan seperti hafalan surat pendek, praktik ibadah dan manasik haji, (4) pengawasan yang dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran baru serta terdapat pengontrolan dari kepala sekolah kepada guru dalam waktu-waktu tertentu. Kendala dalam pelaksanaan kurikulum di SPS TP Plamboyan yaitu : (1) Sarana dan Prasarana yang belum memadai (Alat Permainan Edukatif, ruang kelas dan fasilitas lainnya), (2) guru mengalami kesulitan dalam penyusunan perencanaan. Selanjutnya hasil manajemen kurikulum yang baik di SPS TP Plamboyan mendapatkan peningkatan jumlah peserta didik setiap tahunnya serta mampu merubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Implementation of Curriculum Management in Early Childhood EducationAbstractTo achieve success in educational institution, it is necessary to have good management, one of affects the achievement of educational goals is the existence of curriculum management so that the implementation of learning activities can run effective and efficient.  The purpose of this reasearch is to described data on planning, organizing, implementing, monitoring and identifying the obstacles that occur in the implementation of curriculum management at SPS TP Plamboyan.  This research is a qualitative research with a qualitative descriptive approach.  Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation.  Furthermore, the data analysis technique used the Miles Huberman interactive data analysis model, namely through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions.  The results of the study showed (1) curriculum planning was carried out at the beginning of a new school year, there was a uniqueness in the curriculum planning process at SPS TP Plamboyan, namely in addition to the principal and teachers, it also involves parents, (2) organizing is done by establishing cooperation between school principals, teachers and the public, (3) the implementation of learning activities at SPS TP Plamboyan inserts religious materials such as memorizing short letters, worship practices and pilgrimage rituals, (4) supervision which is carried out at the end of each new school year and there is control from the principal to the teacher at certain times.  Obstacles in implementing the curriculum at SPS TP Plamboyan are: (1) Inadequate facilities and infrastructure (Educational Game Tools, classrooms and other facilities), (2) teachers have difficulty in planning.  Furthermore, the results of good curriculum management at SPS TP Plamboyan has got an increase in the number of students every year and are able to change people's mindsets about the importance of Early Childhood Education.
Analisis Faktor Kecakapan Sosial Remaja di Desa Aekanauli 1 Kecamatan Pollung Wisno Defina Lumban Gaol
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.40798

Abstract

Abstrak: Pembentukan kepribadian remaja sebagai generasi muda memiliki peran yang penting untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul melalui kecakapan sosial dalam diri remaja. Kecakapan sosial (social skill) adalah kemampuan untuk dapat berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kecakapan sosial remaja. Penelitian ini dilaksanakan di desa aeknauli 1 kecamatan pollung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi serta melakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan kecakapan sosial remaja di desa aeknauli 1 kecamatan pollung masih tergolong rendah dengan persentase kurang dari 65,00 % dari tiap indikator kecakapan sosial. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor kepribadian, faktor pergaulan, faktor penyesuaian diri.Analysis of Factors Affecting Youth Social Skills in Aeknauli 1 Village, Pollung District Abstract: The formation of the personality of adolescents as the younger generation has an important role to prepare a superior young generation through social skills in adolescents. Social skills are the ability to relate and cooperate with other people. the purpose of this study was to analyze the factors that influence the social skills of adolescents. This research was conducted in aeknauli 1 village, pollung sub-district. the research method used is a qualitative method. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation, as well as triangulation of data. The results showed that the social skills of adolescents in aeknauli 1 village, pollung district were still relatively low with a percentage of less than 65.00% of each social skill indicator. This is influenced by several factors including family factors, environmental factors, personality factors, association factors, adjustment factors.
Analisis Tematik Permasalahan dalam Praktik Pengasuhan Anak yang Dilakukan oleh Guru Pendidikan Anak Usia Dini Arumi Savitri Fatimaningrum
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.43030

Abstract

 Abstrak: Praktik pengasuhan merupakan usaha yang dilakukan untuk membantu proses tumbuh kembang anak. Saat ini praktik pengasuhan banyak dilakukan di lembaga PAUD karena semakin meningkatnya jumlah ibu bekerja di luar rumah dengan durasi yang panjang. Studi ini dimaksudkan untuk menggali permasalahan riil dalam praktik pengasuhan oleh guru PAUD. Studi ini merupakan survei kualitatif online menggunakan Google Form yang disebarkan dengan aplikasi Whats App. Instrumen terdiri atas open-ended question dan data demografi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik dengan program MAXQDA 2018. Terdapat 319 responden yang mengisi survei, dengan 314 respon yang dapat dianalisis lebih lanjut. Hasil studi menunjukkan terdapat lima tema utama permasalahan dalam praktik pengasuhan anak oleh guru AUD, yaitu permasalahan anak, orangtua, guru, relasi orangtua-guru, dan lembaga. Dari lima tema permasalahan tersebut, tema yang menonjol pada responden dengan usia 30 tahun adalah tema permasalahan guru yang terdiri atas sub tema terbatasnya pengetahuan, perbedaan praktik pengasuhan, manajemen waktu, dan kesehatan guru.Problems Thematic Analysis in Child-rearing Practices Conducted by Early Childhood Education TeachersAbstract: Child-rearing practices is an effort to help children’s developmental processes. Currently, many child-rearing practices are carried out in Early Childhood Education (ECE) Institution due to the increasing number of mothers working outside the house for  long durations. This study is intended to explore the problems of child-rearing practices experienced by ECE teachers. This study is an online qualitative survey using Google Form distributed with Whats App application. The research instrument consists of an open-ended question and demographic data. The data obtained analyze thematically with MAXQDA 2018 program. There are 319 respondents, while there only 314 responses that can be analyzed further. The results of the study show that there are five main themes, namely problems with children, parents, teachers, parent-teacher relations, and institutions. A prominent theme for respondents aged 30 years is the teachers’ problems which consists of the sub-themes of limited knowledge, differences in child-rearing practices, time management, and teacher’s health.
Analisis Dampak Pelatihan Peningkatan Kompetensi Layanan Konseling Kelompok pada Guru BK SMA Se-Kabupaten Sleman Siti Aminah; Diana Septi Purnama; Suwarjo Suwarjo; Fathur Rahman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i2.43549

Abstract

Abstrak: Kompetensi profesional guru bimbingan dan konseling merupakan aspek penting yang membekali guru bimbingan dan konseling dalam memberikan bimbingan dan konseling di sekolah. Salah satu kompetensi yang perlu ditingkatkan yaitu kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam menyelenggarakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, diskusi, penugasan dan simulasi. Hasil analisis dampak pelatihan peningkatan kompetensi layanan konseling kelompok dengan analisis kualitatif menunjukkan bahwa Guru bimbingan dan konseling memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan. Berdasarkan analisis penugasan ditemukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam merancang layanan konseling kelompok. Hasil analisis observasi dan wawancara setelah simulasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dalam melaksanakan layanan konseling kelompok. Hasil analisis kuesioner evaluasi berkaitan tentang penyelenggaraan pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan peserta merasa puas dan senang mengikuti pelatihan. Peserta mengharapkan adanya kegiatan lanjutan untuk memperdalam kemampuan menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling. Analysis of the Impact of Training for Competency Improvement in Group Counseling Services for High School Counseling Teachers in Sleman RegencyAbstract: The professional competence of guidance and counseling teachers is an important aspect that equips guidance and counseling teachers in providing guidance and counseling in schools. One of the competencies that need to be improved is the ability of guidance and counseling teachers in providing group counseling services. The methods used in this training are lectures, discussions, assignments and simulations. The results of the analysis of the impact of training on improving the competence of group counseling services with qualitative analysis indicate that guidance and counseling teachers have a high interest in participating in activities. Based on the assignment analysis, it was found that there was an increase in understanding and skills in designing group counseling services. The results of the analysis of observations and interviews after the simulation showed an increase in skills in implementing group counseling services. The results of the analysis of the evaluation questionnaire related to the implementation of the training show that the training participants were satisfied and happy to participate in the training. Participants expect further activities to deepen their ability to provide guidance and counseling services.

Page 1 of 1 | Total Record : 8