cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2024): October" : 9 Documents clear
Pola Sebaran Sedimen Tersuspensi di Muara Sungai Peniti Kabupaten Mempawah Adinur, Rizki Suanda; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.58387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dan pola sebaran sedimen tersuspensi di muara Sungai Peniti, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Titik sampling ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Terdapat 6 stasiun pengambilan sampel yaitu Stasiun 1-3 mewakili daerah muara sungai dan Stasiun 4-6 mewakili daerah arah lepas pantai, 500 meter dari mulut muara. Data yang dikumpulkan di masing-masing stasiun adalah data kedalaman, TSS, dan TDS. Nilai kedalaman diperoleh menggunakan depth finder, dan sampel air untuk TSS yang diambil menggunakan water sampler kemudian dianalisis menggunakan metode gravimetri, dan data TDS diukur menggunakan TDSmeter. Pola sebaran TSS diperoleh berdasarkan analisis data citra Landsat 8 dari tahun 2018-2020 yang didapatkan dari USGS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian lepas pantai lebih dangkal (1,1 m) dibandingkan dengan kedalaman di mulut sungai (1,5 m). Konsentrasi TSS tertinggi pada Stasiun 2, bagian mulut muara, dengan nilai 33203 mg/l dan terendah di Stasiun 4, lepas pantai, dengan nilai 45 mg/l. Tingginya konsentrasi TSS dapat mengakibatkan tingginya tingkat kekeruhan. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan bahwa pola sebaran sedimen di muara sungai cenderung ke arah utara. Berdasarkan citra Landsat 8 diketahui bahwa pola sebaran TSS pada setiap musim, sedimen menyebar ke selatan pada Musim Barat dan sebaliknya akan menyebar ke utara pada Musim Timur. Pada Musim Peralihan I dan II, sedimen akan menyebar ke dua arah yang berbeda (utara dan selatan).
Estimasi Karbon Biomassa Atas Mangrove pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Imam, Khairil; Nuraya, Tia; Harfinda, Elliska Murni
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.82392

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat pada bulan Maret sampai April 2021. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah simpanan karbon biomassa atas mangrove di Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil. Pengambilan sampel dilakukan di 4 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan dengan jarak 100 m dari bibir pantai dan jarak antar plot 100 m. setiap stasiun dibagi menjadi 2 plot menggunakan plot persegi dengan kriteria pohon, pancang dan semai. Berdasarkan hasil penelitian estimasi simpanan karbon biomassa atas tertinggi berada pada stasiun dua di lokasi Bakau Besar dengan jumlah kandungan karbon biomassa atas sebesar 776,63 Kg/m2 dan yang terkecil berada pada stasiun 3 di lokasi Bakau Kecil dengan jumlah kandungan 276,62 Kg/m2.
Morfometri dan Karakteristik Reproduksi (Rasio Kelamin dan Indeks Kematangan Gonad) Kerang Darah (Anadara granosa) di Perairan Pemangkat Kota Kalimantan Barat Trisnadi, Yogi Septia; Muliadi, Muliadi; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.71417

Abstract

Anadara granosa, yang dikenal sebagai kerang darah, merupakan spesies bivalvia dengan potensi dan nilai ekonomi yang signifikan, menjadikannya sebagai sumber protein dan mineral penting bagi konsumsi manusia. Selain itu, sebagai organisme penyaring (filter feeder), A. granosa berperan sebagai bioindikator untuk mendeteksi pencemaran air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik morfometrik, rasio jenis kelamin, dan indeks kematangan gonad A. granosa, serta mengevaluasi kondisi lingkungan yang memengaruhi populasinya di perairan pesisir Pemangkat, Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di dua stasiun yang berbeda menggunakan metode belt transect, dimana pada setiap stasiun dibuat dua transek dengan jarak antar transek sejauh 10 m dan panjang transek 25 m yang tegak lurus terhadap garis pantai. Pengukuran morfometrik menunjukkan bahwa panjang cangkang jantan berkisar antara 2,3-5,5 cm, dengan lebar cangkang 1,8-4,2 cm dan tinggi cangkang 1,6-4,0 cm. Cangkang betina memiliki panjang antara 2,2-5,6 cm, lebar cangkang 1,7-4,0 cm, dan tinggi cangkang 1,5-4,0 cm. Rasio jenis kelamin yang diamati adalah 2:1 (jantan dan betina), dengan indeks kematangan gonad pada jantan berkisar antara 28,93-40,28%, dan pada betina antara 0,00-26,98%. Parameter lingkungan di daerah penelitian umumnya tidak optimal bagi spesies ini, kecuali pH yang berada dalam kisaran yang mendukung.
Analisis Kesesuaian Perairan untuk Budidaya Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscogutattus) dengan Pendekatan Geospasial di Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara Bangun, Phiguradi; Saputra, Robin; Linda, Riza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.82445

Abstract

Penggunaan teknologi pemetaan yang berkembang merupakan salah satu opsi dalam menentukan lokasi budidaya. Penerapan teknologi ini digunakan untuk memetakan lokasi pengembangan budidaya laut yang melibatkan integrasi parameter ekosistem perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan lokasi yang optimal untuk membudidayakan ikan kerapu macan. Metode yang digunakan adalah metode spasial multikriteria analisis dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu salinitas, do, amonia, pH,   kecerahan, suhu permukaan air, jenis dasar perairan, keterlindungan, faktor pembatas, kecepatan arus, dan kedalaman di perairan, selanjutnya data kualitas air tersebut diinterpolasi, reclass dan overlay. Hasil analisis data pemetaan menunjukan perairan desa Pelapis potensial dikembangkan untuk budi daya ikan kerapu macan dengan keramba jaring apung dengan kategori sangat sesuai (S1) seluas 1,23 (0,21%) Ha, kategori sesuai (S2) seluas 591,71 (97,89%) Ha, sedangkan wilayah budidaya yang termasuk dalam kategori tidak sesuai (N) seluas 11,50 (1,90%)Ha.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Ikan Karang di Perairan Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara Ramadhan, Sahari; Marista, Etha; Zibar, Zan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.81927

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan produktivitas yang relatif tinggi. Salah satu jenis yang ditemukan di dalamnya adalah ikan karang. Ikan karang adalah sekelompok ikan yang hidup selaras terhadap ekosistem terumbu karang dan memanfaatkannya untuk mencari makan, memijah dan tempat pembesaran. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis ikan karang, keanekaragaman jenis ikan karang dan kelimpahan jenis ikan karang di perairan Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penentuan titik lokasi penelitian dilakukan selama bulan Juni-Agustus 2023. Menggunakan metode purposive sampling untuk membandingkan sampel ikan karang pada tiga stasiun pengamatan dengan kedalaman 3-10 meter. Pengumpulan data selanjutnya menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukan bahwa keanekaragaman, keseragaman, dominansi dan kelimpahan ikan karang tergolong sedang. Jenis-jenis ikan karang yang terindentifikasi terdapat 8 famili dan 22 spesies ikan karang, keanekaragaman ikan karang berkisar antara 1,7567 hingga 2,4331, keseragaman ikan karang berkisar antara 0,5683 hingga 0,7871, dominansi ikan karang berkisar antara 0,1214 hingga 0,2483 dan kelimpahan ikan karang berkisaran 0.384-0.712 ind/m ².
Analisis Hubungan Kandungan Klorofil-a dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara Setiawati, Wulandari; Shofiyah, Sofi Siti; Marista, Etha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.82513

Abstract

Fitoplankton dapat berperan sebagai bioindikator untuk mengindikasi baik atau buruknya perairan. Fitoplankton juga menjadi produsen primer karena menghasilkan klorofil-a yang berperan dalam proses fotosintesisnya. Salah satu komponen yang mempengaruhi produktivitas primer perairan adalah klorofil-a. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis fitoplankton, kelimpahan dan hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton di Perairan Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menentukan enam titik stasiun dan menganalisis data menggunakan analisis kolerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton yang ditemukan   yaitu dari kelas Bacillariophyceae, Dinophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae dan didominasi oleh spesies Chaetoceros sp., Biddulphia sinensis, dan Asteroplanus karianus. Perairan Desa Pelapis memiliki tingkat kesuburan sedang (mesotrofik) berdasarkan kelimpahan fitoplankton. Perairan dengan kandungan klorofil-a 0,005 hingga 0,022 mg/L dianggap memiliki tingkat kesuburan tinggi (eutrotrofik). Hubungan antara kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton sangat kuat, dengan nilai kolerasi 0.941 dan dipengaruhi oleh perameter lingkungan lainnya seperti kecepatan arus dan kecerahan perairan yang bersifat positif, dengan nilai kolerasi 0.551 dan 0.141
Estimasi Stok Karbon Ekosistem Mangrove Sebagai Upaya Pengelolaan Blue Carbon di Desa Riding Panjang Kabupaten Bangka Aprilita, Desi; Supratman, Okto; Farhaby, Arthur Muhammad
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.81929

Abstract

Mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim sebagai komponen utama dari ekosistem karbon biru. Desa Riding Panjang terletak di Kecamatan Merawang, memiliki 70 ha habitat mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi spesies dan mengukur kerapatan vegetasi, menganalisis biomassa, serta menghitung stok karbon di ekosistem mangrove Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Metode pengambilan sampel non-destruktif diterapkan dengan menggunakan plot lingkaran berdiameter 14 m. Data yang dikumpulkan meliputi kerapatan spesies, biomassa di atas dan di bawah permukaan tanah, karbon biomassa, karbon sedimen, dan total stok karbon. Hasil penelitian mengidentifikasi delapan spesies mangrove, yaitu Rhizophora mucronata, R. apiculata, Avicennia alba, Lumnitzera littorea, L. racemosa, Ceriops tagal, dan C. decandra. Kerapatan semai tertinggi ditemukan pada R. mucronata di stasiun 4, dengan 563 ind/ha. Untuk kategori pancang, R. mucronata di stasiun 4 memiliki kerapatan tertinggi sebesar 3.163 ind/ha, sementara C. decandra menunjukkan kerapatan tertinggi untuk kategori tiang di stasiun 2 (22 ind/ha), dan S. alba memiliki kerapatan tertinggi untuk kategori pohon, juga sebesar 22 ind/ha. Rata-rata biomassa di Desa Riding Panjang diperkirakan sebesar 115,09 Mg/ha, dengan R. mucronata dan R. apiculata memberikan kontribusi biomassa tertinggi, masing-masing berkisar antara 2,35-839,68 Mg/ha dan 7,38-457,93 Mg/ha. Rata-rata stok karbon di seluruh kawasan mangrove adalah 252,38 MgC/ha, yang terdiri dari 40,63 MgC/ha pada biomassa di atas permukaan tanah, 13,45 MgC/ha pada biomassa di bawah permukaan tanah, dan 198,30 MgC/ha pada karbon sedimen.
Analisis Kandungan Mikroplastik Pada Air, Sedimen, dan Kerang Kijing (Pilsbryoconcha exilis) di Sungai Dudat Kabupaten Belitung Pernanda, Amelia; Pratiwi, Fika Dewi; Kurniawan, Andri
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.74884

Abstract

Sungai akan mengalami penurunan kualitas air karena pembuangan sampah plastik ke sungai. Plastik dapat mempengaruhi kualitas air atau tingkat tercemarnya perairan melalui mikroplastik. Mikroplastik yang masuk keperairan dapat terakumulasi kedalam sedimen dan biota. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada air, sedimen, dan kerang kijing (Pilsbryononcha exilis) di Sungai Dudat. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan meotode Purposive sampling dengan 3 Stasiun. Preparasi sampel menggunkan Nacl dan Hâ‚‚Oâ‚‚. Hasil dari penelitian ini diperoleh pada sampel air dengan kelimpahan jenis fiber yaitu 0,013 partikel/L dan jenis fragmen yaitu 0,004 partikel/L, pada sampel sedimen dengan kelimpahan fiber sebesar 0,21 partikel/100 gram, fragmen sebesar 0,07 partikel/100 gram, film sebesar 0,04 partikel/100 gram, foam sebesar 0,01 partikel/100 gram, dan pada sampel kerang kijing dengan kelimpahan fiber sebesar 1,47 partikel/Ind, fragmen sebesar 0,6 partikel/Ind, dan film sebesar 0,07 partikel/Ind. Hasil membuktikan bahwa pada sampel air, sedimen, dan kerang kijing sudah terkontaminasi mikroplastik.
Monitoring Kondisi Kesehatan Mangrove di Pantai Tuing Kabupaten Bangka Alfredo, Dwi; Supratman, Okto; Farhaby, Arthur Muhammad
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.81985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis mangrove, nilai tutupan kanopi, nilai kerapatan, serta memonitoring kondisi kesehatan mangrove di Pantai Tuing, Kabupaten Bangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2024 di Pantai Tuing, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan untuk penentuan titik stasiun adalah purposive sampling, pengambilan data kesehatan mangrove dengan metode hemispherical photography dan line transek kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 6 spesies mangrove yaitu R. mucronata, R. apiculata, R. stylosa, B. gymnorrhiza, X. granatum, A. marina. Indeks Nilai Penting didominasi spesies R. mucronata dan R. apiculata. Kondisi tutupan kanopi di Pantai Tuing dikategorikan Baik di seluruh stasiun dengan kisaran persentase 81,69% - 91,45%, persentase kanopi tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 sebesar 91,45%, Stasiun 2 yaitu 87,94%. Tutupan kanopi dengan nilai paling rendah terdapat di Stasiun 1 dengan nilai 81,69%. Kondisi kerapatan mangrove di Pantai Tuing dalam kondisi Jarang hingga Sedang. Pada Stasiun 1 kerapatan 700 ind/ha, menunjukkan kerapatan dalam kriteria Jarang, Stasiun 2 kondisi kerapatan mangrove dengan kriteria Sedang dengan nilai 1.267 ind/ha dan Stasiun 3 kondisi kerapatan dalam kriteria Sedang dengan nilai 1.167 ind/ha. Data dinamika kanopi dan kerapatan mangrove pada tahun 2020 dan tahun 2024 menunjukkan hanya ada sedikit perubahan, sehingga dari tahun 2020 - 2024 kondisi kesehatan mangrove di Pantai Tuing dikategorikan Baik. Mangrove Health Indeks pada Stasiun 1 senilai 54,68 %, Stasiun 2 nilai MHI sebesar 53,68%, Stasiun 3 nilai MHI sebesar 54,43 %. Nilai MHI yang diperoleh dari ketiga stasiun dikategorikan dalam kategori (moderate)

Page 1 of 1 | Total Record : 9