cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 170 Documents
Pengaruh Kelengkapan Data Pasang Surut Laut Terhadap Kualitas Hasil T_Tide Kurniawan, Ridho; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2019): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v2i3.34432

Abstract

Abstract: Pengaruh kelengkapan data terhadap kualitas hasil t_tide telah dikaji menggunakan data elevasi muka air laut yang diperoleh dari sofware Tidal Model Driver (TMD) di Selat MalakaTingkat kesalahan hasil analisis harmonik dan prediksi pasut oleh t_tide dihitung menggunakan root mean square dan distance error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis harmonik terbaik diperoleh apabila panjang data masukan adalah 45 hari pada periode pengukuran dari pasut purnama ke purnama. Prediksi terbaik didapatkan apabila panjang data 30 hari pada pengukuran dari pasut perbani ke perbani. Untuk data rusak teratur, hasil analisis harmonik terbaik didapatkan apabila panjang data 15 hari dengan kerusakan 5% dan periode pengukuran dari pasut purnama ke purnama. Sedangkan hasil prediksi terbaik, untuk data yang rusak teratur, diperoleh apabila panjang data masukan adalah 30 hari dengan persentase kerusakan sebesar 20% dan periode pengukuran dari pasut perbani ke perbani. Untuk data rusak acak, hasil analisis harmonik terbaik didapatkan apabila panjang data 60 hari dengan kerusakan 20% dan periode pengukuran dari pasut perbani ke perbani. Sedangkan hasil prediksi terbaik, untuk data yang rusak acak, diperoleh apabila panjang data masukan adalah 30 hari dengan persentase kerusakan sebesar 20% dan periode pengukuran dari pasut perbani ke perbani.
Amplitudo K1 dan M2 di Perairan Kepulauan Tambelan Berdasarkan Hasil Pemodelan Dua Dimensi Venansius, Venansius; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko; Nurrahman, Yusuf Arief; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v3i3.41917

Abstract

Karakteristik pasang surut Komponen K1 dan M2 di Perairan Kepulauan Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau telah dipelajari menggunakan model Princeton Ocean Model (POM) hidrodinamika Dua-Dimensi. Persamaan hidrodinamika Dua-Dimensi dengan suku non-linearnya diselesaikan secara eksplisit melalui metode beda hingga. Prosedur penelitian diawali dengan pengukuran elevasi muka air selama 30 hari. Masukan model adalah data elevasi dan arus pasang surut dari hasil Tidal Model Driver (TMD) serta data batimetri pushidorsal yang diberikan pada bagian syarat batas. Model dijalankan selama 30 hari, dalam hal ini simulasi elevasi muka air selama 3 hari pertama digunakan sebagai spin up dan hasil simulasi 27 hari terakhir dianalisis untuk mendapatkan amplitudo dan keterlambatan fase yang akan diverifikasi dengan data lapangan. Hasil simulasi model cukup baik ketika diverifikasi dengan data observasi, selisih amplitudo dan keterlambatan fase iyalah K1 (4 cm dan 273⁰), M2 (16 cm dan 101⁰). Elevasi dianalisis harmonik untuk mendapatkan arah perambatan gelombang pasang surut sehingga dapat menunjukan pola sebaran amplitudo dan fase. Amplitudo K1 berkisar dari 14 cm sampai 26 cm dan M2 berkisar antara 12 cm sampai 26 cm. Sedangkan arah penjalaran gelombang K1 masuk dari Utara yang menyebar ke Selatan dan gelombang M2 masuk dari Barat Laut yang merambat ke arah Tenggara Pulau Tambelan. Berdasarkan hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa gelombang pasang surut komponen K1 masuk dari Samudra Pasifik dan gelombang komponen M2 masuk dari laut Natuna Utara.
Kajian Senyawa Flavonoid pada Sargassum Sp. dengan Pengeringan Asin Sebagai Sumber Antioksidan Helena, Shifa; Sanjayasari, Dyahruri
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2018): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i1.24008

Abstract

Rumput laut diketahui berpotensi mengandung antioksidan yang dapat menghambat pembentukan karsinogenik pada tubuh. Salah satu makroalgae yang memiliki senyawa bioaktif ini adalah alga coklat antara lain Sargassum sp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi senyawa flavonoid pada rumput laut coklat (Sargassum sp.) dengan pengeringan asin sebagai sumber antioksidan. Metode yang digunakan yaitu ekstraksi Soxhletasi. Hasil uji kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa Sargassum sp. mengandung senyawa bioaktif seperti senyawa flavonoid. Kelompok senyawa aktif flavonoid ini dapat menjadi sumber antioksidan yang baik untuk perlindungan tubuh akibat radikal bebas. Nilai rendemen pada ekstrak rumput laut coklat (Sargassum sp.) dengan metode ekstraksi Soxhlet dengan rataan berat 30,00 gram mendapat nilai rataan rendemen 22,56%. Hasil perhitungan kadar air menunjukan bahwa rataan kadar air yang diperoleh adalah 23,63%.
Komposisi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Estuari Sungau Mempawah, Kalimantan Barat Yusuf, Muhammad; Muliadi, Muliadi; Minsas, Sukal
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2019): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v2i1.29933

Abstract

Estuari Sungai Mempawah merupakan wilayah Kalimantan Barat yang terletak di 00Ëš18"™21.82" LU - 108Ëš57"™46.65" BT. Estuari Sungai Mempawah berbatasan langsung dengan Laut Natuna. Estuari Sungai Mempawah dimanfaatkan oleh warga sekitar Sungai Mempawah sebagai lokasi transportasi, dermaga dan juga sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga. Fitoplankton merupakan organisme yang berperan penting sebagai produsen dalam tingkatan rantai makanan, maka dari itu kelimpahan jumlah fitoplankton di suatu perairan dapat dijadikan sebagai indikator baik atau buruknya suatu perairan (Thurman, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas fitoplankton, kualitas lingkungan perairan dan korelasi kepadatan fitoplankton dengan parameter fisika "“ kimia perairan estuari Sungai Mempawah. Penelitian ini telah dilakukan mulai Oktober 2017 dengan menggunakan metode survei dan koleksi langsung dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi fitoplankton di estuari Sungai Mempawah terdiri dari 8 divisi, 10 kelas, 33 ordo, 40 famili dan 57 genus. Kepadatan tertinggi dari fitoplankton adalah berasal dari kelas Bacillariophyceae pada stasiun 1 sebanyak 3391 Ind/L. Kisaran indeks keanekaragaman fitoplankton 2,687 "“ 2,958, indeks keseragaman fitoplankton 0,298 "“ 0,459 dan indeks dominansi 0,077 "“ 0,121. Kondisi perairan di estuari Sungai Mempawah masih dalam kondisi baik. Parameter salinitas berkorelasi positif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai mempawah (0,894), sedangkan nitrat berkorelasi negatif dengan kepadatan fitoplankton di estuari Sungai Mempawah (-0,900).
Identifikasi dan Kepadatan Mikroplastik pada Sedimen di Mempawah Mangrove Park (MMP) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Simamora, Chinda Setia Lestari; warsidah, Warsidah; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2019): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v2i3.34828

Abstract

Salah satu ekosistem mangrove yang diduga tercemar mikroplastik yaitu, Mempawah Mangrove Park (MMP) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan kepadatan mikroplastik pada sedimen di Mempawah Mangrove Park (MMP), Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Hasil penelitian mendapatkan empat jenis mikroplastik, yaitu fiber, fragmen, film dan microbead. Mikroplastik memiliki kepadatan tertinggi pada stasiun I, diikuti oleh stasiun III, stasiun IV dan stasiun II. Identifikasi mikroplastik di Mempawah Mangrove Park (MMP) menunjukkan kedalaman 20-30 cm memiliki kepadatan mikroplastik lebih tinggi dibandingkan kedalaman 0-10 cm dan 10-20 cm. Uji Kruskal-Wallis yang telah dilakukan menunjukkan kepadatan jumlah mikroplastik antar stasiun dan kepadatan mikroplastik antar kedalaman tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (Asimpg. Sig. 0,059 0,05).  
Struktur Komunitas Mikroalga Epifit Berasosiasi Pada Padina sp. di Perairan Desa Sepempang Kabupaten Natuna Lestari, Rita Dwi Ayu; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2020): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v3i2.37844

Abstract

Mikroalga epifit merupakan organisme bentik yang hidup menempel pada berbagai habitat atau substrat makroalga. Kelimpahan dan keanekaragaman jenis mikroalga berpotensi sebagai bioindikator pencemar kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga epifit berasosiasi pada padina sp. di perairan Desa Sepempang, Kabupaten Natuna. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2019. Pengambilan sampel makroalga dan pengukuran parameter lingkungan dilaksanakan secara in situ dan pengambilan data fisika-kimia dilkukan dalam tiga hari pada musim timur pada bulan Januari dengan metode survey dan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari empat stasiun dengan rona lingkungan yang berbeda yaitu zona daerah dermaga, zona daerah pemukiman, zona budidaya ikan dan zona non aktivitas. Hasil penelitian mendapatkan komposisi kelimpahan 9 kelas, 41 ordo, 58 famili dan 81 genus. Mikroalga yang dominan ditemukan adalah kelas bacillariophyceae dengan persentase kelimpahan (70,03%), genus yang mendominan ditemukan adalah Navicula, synedra, nitzschia, cocconeis, pinnularia dan grammatophora. Nilai indeks keanekaragaman (H') berkisar 3.61-3.93, indeks keseragaman (E') berkisar 0.85-0.91, indeks dominansi (C) berkisar 0.02-0.04 dan nilai indeks similarita Sorensen berkisar 81.53-92.62%. Parameter lingkungan perairan Desa Sepempang yang mempengaruhi kelimpahan dan pertumbuhan mikroalga epifit yaitu suhu, kecepatan arus, kedalaman dan oksigen terlarut.
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS DI KAWASAN HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI BAKAU KECIL KABUPATEN MEMPAWAH ani, selviani selvi
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 3 (2018): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i3.29277

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di kawasan pesisir berfungsi sebagai habitat bagi jenis-jenis biota, diantaranya makrozoobentos. Untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman makrozoobentos di Kawasan Hutan Mangrove Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah dilakukan pengambilan sampel pada 17 - 24 Maret 2018. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek kuadran terdiri dari 4 stasiun berdasarkan rona lingkungan yang mewakili wilayah pemukiman, muara sungai, mangove alami dan tambak. Hasil penelitian mendapatkan makrozoobentos sebanyak 17 spesies dengan keragaman dari sedang sampai tinggi. Jenis-jenis makrozoobentos yang memiliki kelimpahan tertinggi antara lain Cerithidea cingulata, Nerita violacea, Littoraria melanostoma, Ellobium aurisjudae, Metaplak sp. dan Cerithidea obtusa. Stasiun II memiliki struktur komunitas makrozoobentos dengan keanekaragaman dan keseragaman tertinggi, namun memiliki indeks dominansi yang terendah. Stasiun IV memilki struktur komunitas makrozoobentos dengan dominansi tertinggi, namun memiliki keanekaragaman yang terendah.
Komponen Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kerang Ale-Ale (Meretrix Sp.) Terfermentas Kalija, Tedi Ahmad; Warsidah, Warsidah; Prayitno, Dwi Imam
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2020): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v3i1.35527

Abstract

Kerang Ale-ale (Meretrix Sp.) adalah salah satu komoditas perairan laut yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan secara turun temurun dipercaya memiliki khasiat untuk pengobatan oleh masyarakat khususnya yang berdomisili di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen bioaktif dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kerang Ale-ale (Meretrix Sp.). Komponen bioaktif dianalisis secara kualitatif dengan pengujian fitokimia dan penentuan aktivitas antioksidan dengan metode scavenging radikal bebas dari DPPH. Hasil uji komponen bioaktif dari ekstrak kerang Ale-ale mengandung komponen antara lain alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Berdasarkan hasil uji antioksidan, menunjukkan bahwa ekstrak metanol dari kerang Ale-ale memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 terendah 84,46 ppm.
Kandungan Logam Berat Pb, Cd dan Hg pada Air dan Sedimen di Perairan Samudera Indah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Robi, Robi; Aritonang, Anthoni; Juane Sofiana, Mega Sari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2021): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v4i1.44922

Abstract

Pantai Samudra Indahmerupakan kawasan pesisir yang merupakan salah satu tempat aktivitas masyarakat seperti lalu lintas kapal angkutan maupun pembangunan tempat wisata yang berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan pesisir. Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan kadar logam berat pada air dan sedimen di perairan Pantai Samudra Indah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cadmium (Cd), Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) yang terakumulasi pada air dan sedimen. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun yang masing-masing  terletak di dekat PLTU, dekat lalu lintas kapal dan   dekat kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metode yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 06-6992.2-2004 menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Series 200 dan 220. Hasil analisis laboratorium, logam berat Pb, Cd, dan Hg pada air dan sedimen masih di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan oleh KLH No. 51 Tahun 2004. Konsentrasi logam berat Pb tertinggi pada air di Stasiun I sebesar 0,0031 dan sampel sedimen tertinggi terdapat di Stasiun I sebesar 0,8684. Sedangkan konsentrasi logam Cdpada sampel air diStasiun I, II dan III tidak terdeteksi. Pada sedimen tertinggi terdapat pada Stasiun I sebesar 0,7449 dan konsentrasi logam berat Hg  tertinggi yang terdapat pada sampel air pada Stasiun II sebesar 0,369. Sedangkan pada sedimen tertinggi pada Stasiun III sebesar 0,0642
Ekstrak Kulit Kayu Pidada (Sonneratia caseolaris) Sebagai Alternatif Potensial Sanitizer Pengganti Klorin Nainggolan, Kristina Novalina; Putra, Yudha Perdana
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 1, No 2 (2018): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v1i2.26116

Abstract

Klorin  merupakan  jenis  sanitier  yang  umum  digunakan  di  Unit  Pengolahan  Ikan  (UPI)  termasuk  pengolahan  udang,namun  potensi  efek  negatif  dari  klorin  yang  mungkin  ditimbulkan  bagi  kesehatan  manusia  membuat  pencarian  alternatif  sanitizer  bagi  industri  pengolahan  pangan  perlu  dilakukan.Salah  satu  alternatif  sanitizer  pengganti  klorin  yang  potensial  dari  sumber  daya  kelautan  Kalimantan  Barat  adalah  ekstrak  tanaman  mangrove  Pidada  (Sonneratia  caseolaris).  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  dosis  penggunaan  ekstrak  Pidada  sebagai  sanitizer  pengganti  klorin  serta  mengetahui  pengaruh  aplikasi  ekstrak  Pidada  sebagai  sanitizer  dalam  menurunkan  level  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  eksperimental  yang  meliputi  ekstraksi  kulit  kayu  Pidada  dengan  metanoldan  pengujian  efektivitas  ekstrak  pidada  dalam  menurunkan  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar  menggunakan  metode  Angka  Lempeng  Total  (ALT).  Hasil  penelitian  menunjukkan  rendemen  ekstrak  solid  kulit  kayu  pidada  sebesar  0,62%.  Efektivitas  penurunan  kontaminasi  mikroba  pada  udang  segar  terbaik  ditunjukkan  oleh  pencucian  dengan  menggunakan  larutan  ekstrak  kulit  kayu  Pidada  dengan  konsentrasi  100  ppm  yaitu  sebesar  77%.  Secara  keseluruhan  dapat  dikatakan  bahwa  ekstrak  kulit  kayu  Pidada  berpotensi  untuk  dikembangkan  sebagai  sanitizer  untuk  unit  pengolahan  udang  maupun  ikan.

Page 6 of 17 | Total Record : 170