cover
Contact Name
Rinto Manurung
Contact Email
pedontropika@untan.ac.id
Phone
+6285249321249
Journal Mail Official
pedontropika@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Ahmad Yani Pontianak. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
ISSN : 2443101X     EISSN : 25799800     DOI : https://10.26418/pedontropika
Core Subject : Agriculture,
Research and study in soil science and other fields related, include : Soil physics and conservation Soil chemistry and fertility, Soil biology and biotechnology Clay mineralogy Plant nutrient Pedogenesis Geology and Mineralogy Soil survey and classification Soil reclamation and remediation Soil and Water Quality
Articles 73 Documents
PENGARUH PENGKAYAAN PUPUK ORGANIK DENGAN BFA DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS Sulakhudin, Sulakhudin; Sunarminto, Bambang Hendro
PedonTropika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.196 KB)

Abstract

Hasil jagung manis di Indonesia per hektarnya masih rendah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka selain pupuk anorganik, tanaman jagung manis membutuhkan pupuk organik. Salah satu sumber pupuk organik adalah pupuk kandang kambing karena kambing merupakan bagian integral dari sistem usahatani yang diterapkan di pedesaan. Kandungan hara yang rendah dari pupuk kandang kambing menyebabkan kebutuhan per hektarnya menjadi sangat banyak dan kesulitan dalam penggadaannya. Untuk itu perlu dilakukan pengkayaan dengan menggunakan batuan fosfat, dan zeolit.  Sementara itu, nilai estetika pupuk organik diatasi dengan membentuk pupuk granul. Percobaan pengujiaan efektivitas pupuk organik di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan pupuk kandang kambing dengan BFA atau Zeolit dapat meningkat nilai pH, kadar C-organik dan bahan organik tanah. Zeolit meningkatkan pertumbuhan tanaman Jagung Manis pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan BFA meningkatkan diameter daun. Takaran Zeolit 4,5% dapat menghasilkan berat dan panjang tongkol paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci: BFA, Jagung manis, pupuk organik, zeolite.
STUDI PERBANDINGAN PENGUKURAN KONDUKTIVITAS HIDROLIKA JENUH PADA TANAMAN SAWAH BERIRIGASI Tino Orciny Chandra
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.516 KB) | DOI: 10.26418/pedontropika.v2i1.15692

Abstract

Kemampuan tanah melewatkan air disebut permeabilitas dan nilai numeriknya dinyatakan sebagai konduktivitas hidrolika.  Konduktivitas hidrolika jenuh dapat diukur dengan metode sampel tanah utuh dan metode tekstur tanah.  Hasil pengukuran dari dua metode tersebut dibandingkan besarnya secara statistik dengan Uji-t Student pada tingkat kepercayaan 95%. Pada tanah sawah beririgasi, struktur dan tekstur tanah serta bidang batas antara horizon-horizon termasuk kemungkinan adanya lapisan tapak bajak secara keseluruhannya berhubungan dengan kemampuan tanah untuk melewatkan air.  Porositas berpengaruh pada bobot isi dan secara langsung mempengaruhi konduktivitas hidrolika jenuhnya.  Hasilnya menunjukkan konduktivitas hidrolika jenuh yang diukut dengan metode sample tanah utuh nilainya lebih besar dibandingkan dengan hasil pengukuran metode tekstur tanah dan secara statistik berbeda nyata. Sampel tanah utuh menggambarkan kondisi tanah yang alami, tetapi sulit sampel tanahnya terhindarkan dari getaran-getaran, adanya batu/kerikil, akar/sisa tanaman dan bahan-bahan kasar lainnya serta lubang-lubang kecil bekas jalan serangga/hewan kecil yang ikut terambil dalam sampel tanahnya.  Sedangkan pengukuran dengan metode tekstur tanah pendekatannya hanya berdasarkan fraksi liat, debu dan pasir, tetapi pengambilan sampel tanahnya mudah dilakukan. Kata kunci : bobot isi, konduktivitas hidrolika, porositas
EVALUASI LAHAN PERTANIAN UNTUK PENCEGAHAN DEGRADASI DAN KEKRITISAN LAHAN KOTA SINGKAWANG Krisnohadi, Ari
PedonTropika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.11 KB)

Abstract

Kota Singkawang berdasarkan letak geografis memiliki fungsi strategis untuk mencegah degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi lahan melalui identifikasi kelas, sebaran dan luasan kekritisan lahan pertanian di Kota Singkawang, dan mengetahui tingkat kerusakan tanah pada tiap Land Mapping Unit kekritisan lahan Kota Singkawang. Penelitian ini menggunakan metode survey tanah, analisis sampel tanah, klasifikasi kekritisan lahan dan klasifikasi kerusakan tanah serta analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan terdiri dari tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, dan kritis. Sebaran kelas kerusakan tanah tidak linear dengan land unit kekritisan lahan, sehingga pada kelas Tidak Rusak (N), Rusak Ringan (R.I) dan Rusak Sedang (R.II) terdapat pada seluruh area lahan tidak kritis, potensial kritis, agak kritis, dan kritis. Kelas Lahan Tidak Rusak (N) memiliki luas terbesar 8.371 ha, Kelas Lahan Rusak Ringan (R.I-a) dengan faktor pembatas pH tanah masam memiliki luas 7.520 ha, R.I-d dengan faktor pembatas bobot isi memiliki luas 2.630 ha, R.I-f dengan faktor pembatas tekstur tanah berpasir memiliki luas 7.924 ha, R.I-p dengan faktor pembatas permeabilitas tanah cepat memiliki luas 757 ha. Kelas Lahan Rusak Sedang (R.II d) memiliki faktor pembatas bobot isi tanah >1,5 gr/cm3 (286 ha), R.II-a,p,d memiliki faktor pembatas pH tanah sangat masam, permeabilitas tanah cepat, dan bobot isi tanah (71 ha), dan R-II a,r memiliki faktor pembatas pH tanah dan potensial redoks >400 dengan luas 153 ha.
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN HORTIKULTURA DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN ANALYTHICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Krisnohadi, Ari; Riduansyah, Riduansyah
PedonTropika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.571 KB)

Abstract

Pertanian terpadu untuk komoditas unggulan hortikultura Kabupaten Kayong Utara, khususnya di Kecamatan Simpang Hilir dan Seponti Jaya, dapat dikembangkan berdasarkan ciri agroklimat dan lahan, serta sumberdaya manusia/petani. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan hortikultura berdasarkan kriteria biogeofisik lahan dan persepsi  ahli dengan menggunakan analisis spasial dan Anaythical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman hortikultura kelompok tanaman sayuran yang paling dominan adalah kelas S2 na/nr dengan faktor pembatas unsur hara tanah dan pH tanah. Kelas kesesuaian untuk kelompok tanaman buah-buahan didominasi oleh kelas S3 – na (faktor pembatas nutrisi tanah), dan kelompok tanaman biofarmaka didominasi oleh kelas kesesuaian lahan S3-nr (faktor pembatas pH tanah). Hasil pembobotan kriteria AHP yang tertinggi menunjukkan bahwa pengambilan keputusan untuk tanaman hortikultura dipengaruhi oleh pendapatan dan transfer teknologi untuk budidaya kelompok tanaman buah-buahan dan biofarmaka.Kata kunci: Pewilayahan, tanaman hortikultura, Analythical Hierarchy Process
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MENPAWAH Sulakhudin, Sulakhudin
PedonTropika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.068 KB)

Abstract

Produksi padi di Kecamatan Sungai Kunyit pada tahun 2014 menurun dibandingkan produksi padi tahun 2013. Penurunan produksi satu diantaranya disebabkan oleh pemberian pupuk oleh petani masih bersifat umum karena terbatasnya data sumberdaya lahan, khususnya data status kesuburan tanah. Pemupukan dengan pupuk anorganik yang terus menerus menyebabkanketidakseimbangan hara dalamtanah dan kesuburuan tanah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkajikesuburan tanah di lahan sawah di Kecamatan Sungai Kunyit. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagaiinformasi dasar dalam pengelolaan budidaya tanaman padi di Kecamatan Sungai Kunyit. Penelitian akan dilaksanakan di beberapa lokasi lahan sawah dengan metode survei untuk mengambil sampel-sampel tanah pewakil. Analisis beberapa sifat fisika dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Beberapa  sifat kimia yang ditetapkan, antara lain: Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa tanah (KB), N-total, P-total, K-total, C-organik. Penentuan status kesuburan tanah didasarkan pada petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar tanah sawah di Kecamatan Sungai Kunyit memiliki KTK, KB, P total, K total dan C-organik yang rendah. Lahan sawah yang terdapat di Kecamatan Sungai Kunyit mempunyai status kesuburan rendah. Lahan sawah yang ada di Desa Sie Dungu mempunyai status kesuburan tanah yang sedang. Status kesuburan tanah di sebagian lahan sawah di Kecamatan Sungai Kunyit ditentukan oleh nilai KB dan kandungan P total yang sangat rendah.
KEANEKARAGAMAN FUNGI EKTOMIKORIZA PADA VEGETASI YANG BERBEDA DI AREAL PERKEBUNAN GAHARU Suci, Urai
PedonTropika Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.256 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan memperoleh banyak genus fungi  ektomikoriza yang indegenous pada lahan perkebunan rakyat di Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. memperoleh genus  fungi ektomikoriza yang sangat efektif untuk  pertumbuhan dan pengembangan tanaman gaharu di Kalimantan Barat dan melakukan  perbanyakan terhadap genus ektomikoriza tersebut. Pengambilan contoh tanah rhizosfir dan akar anakan alam gaharu dilakukan di hutan gaharu rakyat Desa Maringin Jaya. Pengamatan infeksi fungi ektomikoriza pada akar anakan alam gaharu dan identifikasi sporanya dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian UNTAN selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keanekaragaman mikoriza di 6 tegakan terdapat perbedaan yang nyata, dimana populasi yang ditemukan dari ke 6 tegakan tersebut berbeda, (2) Dari hasil  pengamatan yang telah dilakukan di peroleh 3 jenis genus yaitu Glomus dengan 4 tipe spora, Acaulospora dengan 4 tipe spora dan Gigaspora  dengan 1 tipe spora, (3) Dari hasil penelitian populasi mikoriza menunjukkan populasi mikoriza terbanyak  pada tegakan rumput gajah yaitu sebanyak 3032 spora, sedangkan yang paling sedikit terdapat pada tegakan kelapa yaitu sebanyak 416 spora dengan jumlah jenisnya sama yaitu 9 species, (4) Index Keanekaragaman tertinggi terlihat pada tegakan rumput gajah   yaitu 1,917   sedangkan Index Keanekaragaman terendah pada tegakan kelapa yaitu 1,417,  (5) Index Kemerataan Jenis tertinggi  terdapat pada tegakan rumput gajah yaitu 0,692  sedangkan Index  Kemerataan Jenis terendah  terdapat pada sampel tanah pada     tegakan kelapa yaitu 0,645. (6) Spora mikoriza yang dominan ditemukan dari 6 tegakan pada lahan perkebunan  gaharu rakyat adalah  jenis Glomus sp 3,  (7) Perbedaan tipe pemanfaatan lahan (tegakan) menyebabkan perbedaan kondisi lahan yang diakibatkan oleh perbedaan kegiatan pengelolaan lahan sehingga  mempengaruhi keberadaan mikoriza pada lahan tersebut. Kata kunci : ektomikoriza, fungi, gaharu
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) PADA CEKAMAN KEKERINGAN DI TANAH GAMBUT Suryani, Rini
PedonTropika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.794 KB)

Abstract

Tanaman bawang merah merupakah satu diantara komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Budidaya tanaman bawang merah di tanah gambut mempunyai banyak permasalahan, terutama sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang buruk. Fokus utama dari tanah gambut adalah kemampuannya dalam menyimpan dan melepaskan air secara cepat. Air merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air sangat berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi terutama berhubungan dengan fungsinya sebagai bahan pelarut unsur hara tanah. Sistem perakaran tanaman bawang yang dangkal akan menyebabkan terhambatnya penyerapan air terutama pada ketersediaan air  yang terbatas. Penggunaan cendawan mikoriza arbuscular (CMA) dapat membantu tanaman bawang merah untuk menyerap air dari dalam tanah, terutama pada kondisi cekaman kekeringan.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh CMA dan frekuensi penyiraman serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah di tanah gambut. Penelitian dilakukan di rumah kaca lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi yang terdiri dari 2 faktor. Fungsi perlakuan CMA sebagai plot utama terdiri dari 2 taraf; m0 = tanpa CMA, m1 =  dengan CMA, sedangkan fungsi perlakuan frekuensi penyiraman sebagai sub-plot terdiri dari 4 taraf; a1 = setiap hari, a2 = setiap 3 hari, a3 = setiap 5 hari, a4 = setiap 7 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi AMF berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, serapan P, volume akar, persentase akar terinfeksi dan berat kering bulir bawang per rumpun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara perlakuan inokulasi AMF dan frekuensi penyiraman.
KAJIAN KARBON DAN HARA TANAH GAMBUT AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT Nusantara, Rossie Wiedya
PedonTropika Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : PedonTropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.313 KB)

Abstract

Alih fungsi hutan alami menjadi lahan pertanian, perkebunan dan hutan produksi dapat mengancam keberadaan ekosistem gambut alami dan berdampak terhadap lingkungan. Kerusakan lahan gambut terbesar terjadi melalui drainase dalam dan pembakaran tak terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan-perubahan hara dan C-organik tanah gambut akibat alih fungsi lahan. Lokasi kajian merupakan lahan gambut di Kabupaten Kubu-Kalimantan Barat dan terdapat 5 (lima) tipe gambut, yaitu hutan gambut primer (HP), hutan gambut sekunder (HS), semak belukar (SB), kebun sawit (KS) dan  kebun jagung (KJ). Analisis sampel tanah meliputi Nitrogen-total, Posfor-tersedia, Kalium-dd, Carbon organik tanah dan kadar abu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan dari hutan alami menjadi lahan pertanian dan semak belukar dan pengelolaan lahan menyebabkan penurunan P-tersedia (53,7%), K-dd (80,6 %), N-total (30,9%), C-organik (4,4%) dan peningkatan kadar abu tanah (81,5%). P-tersedia tanah gambut pada HP lebih tinggi daripada HS, KS, KJ, SB. K-dd pada HP lebih tinggi daripada SB, HS,KJ, KS. N-total pada HS lebih tinggi daripada SB, HP, KS, KJ. C-organik pada HP lebih tinggi daripada HS, SB, KS, KJ. . Perubahan penggunaan lahan berarti merubah ekosistem alami yang bersifat anaerob menjadi aerob sehingga mempercepat proses dekomposisi atau penguraian bahan organik dan pencucian hara  tanah gambut.
Kesesuaian Lahan Sawah Pasang Surut dan Faktor Pembatas Utama Tanaman Padi di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir Muntazar, Mhd Roqi; Nasrul, Besri; Wawan, Wawan; Idwar, Idwar; Khoiri, M Amrul; Silvina, Fetmi; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 8, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v8i2.57038

Abstract

The paddy production is decreasing due to land characteristics that are not suitable for its crop requirements. This study aims to identify the inhibiting factors of growth and production and evaluate land suitability based on the factors that inhibit growth and production of tidal paddy fields. The research method used is a soil survey. Soil sampling points were determined based on the overlay results of the current paddy field map and the map of land and soil units. The suitability assessment of paddy fields is carried out using a matching system in actual and potential conditions. The actual land suitability of all SLH is not current suitable (N1) with a very high Fe inhibiting factor. Limiting factors of Fe content can be overcome by making one-way drainage channels, adding organic matter, liming, fertilizing and or using tolerant varieties. The potential land suitability of all SLH is marginally suitable (S3).
Metode Klasifikasi Normalized Difference Vegetation Index Berbasis Citra Landsat 8 untuk Identifikasi Sebaran Kondisi Kesehatan Tanaman Kelapa Sawit di PT. Andira Agro, Sumatera Selatan Rosa Bela Yurianda; Dwi Setyawan; Warsito Warsito
Pedontropika : Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 8, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v8i2.56431

Abstract

Kesehatan tanaman merupakan hal yang penting karena dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan keberlanjutan produksi tanaman tersebut. Perkebunan kelapa sawit merupakan areal yang luas sehingga dalam pengamatan kesehatan kelapa sawit ini dapat menggunakan penginderaan citra satelit. Penilaian secara cepat kesehatan tanaman kelapa sawit dengan menggunakan metode NDVI berbasis citra Landsat 8 dapat dengan cara menganalisis tingkat kehijauan daun. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan tanaman sawit dan untuk mengetahui tingkat akurasi penilaian kesehatan kelapa sawit berbasis citra Landsat 8. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Andira Agro, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi NDVI dengan band komposit 562. Hasil analisis kandungan klorofil total tertinggi terdapat pada tahun tanam 1999 sebesar 26,13 mg/L dan nilai kandungan klorofil total terendah terdapat pada tahun tanam 2008 sebesar 16,67 mg/L. Nilai kesehatan tanaman kelapa sawit di PT. Andira Agro dapat dibagi menjadi tiga kelas yang menunjukkan kesehatan vegetasi buruk terdapat pada rentang nilai berkisar 0,11 hingga 0,22. Kesehatan vegetasi normal berkisar 0,22 hingga 0,42; sedangkan, kesehatan vegetasi baik berkisar 0,42 hingga 0,72. Nilai hasil prediksi dan hasil pengukuran lapangan memiliki hubungan yang positif.