cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2025): April" : 7 Documents clear
EFISIENSI WAKTU KONSTRUKSI BANGUNAN MODULAR BAMBU SEBAGAI HUNIAN SEMENTARA MENGGUNAKAN SISTEM PANEL MODULAR Pramaningdyah, Wening Saraswati; Prihatmaji, Yulianto Purwono; Maghzaya, Abdul Robbi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.87159

Abstract

Hunian sementara perlu dibangun dengan cepat sebagai tahap transisi antara fase tanggap darurat dan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efisiensi waktu konstruksi bangunan modular bambu sebagai hunian sementara dengan menggunakan sistem panel modular, sehingga lebih banyak huntara (hunian sementara) dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi secara cepat. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penelitian baik akademik maupun praktik serta relevansi dalam konteks tanggap darurat bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membuat bangunan modular berbahan bambu. Pada tahap analisis, dilakukan analisis deskriptif untuk menemukan cara meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian konstruksi bangunan modular bambu sebagai hunian sementara berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem panel memungkinkan pengerjaan komponen dinding dan plafon dapat dilakukan paralel dengan pengerjaan komponen struktural sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian secara signifikan. Penambahan lima tukang dan tiga kelompok pekerja (masing-masing terdiri atas tiga mahasiswa) mampu mengurangi waktu penyelesaian konstruksi bangunan modular bambu dari 10 menjadi 5 hari kerja dengan jam kerja efektif 8 jam per hari, sehingga menghasilkan efisiensi waktu total sebesar 50%. Penambahan jumlah pekerja dapat mengurangi waktu penyelesaian bangunan modular bambu ini walaupun kebutuhan man-hours tetap sama dalam setiap tahapnya. Efisiensi waktu penyelesaian ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dari tiga unit menjadi enam unit per bulan, sehingga lebih banyak hunian sementara dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengungsi lebih cepat.
DINAMIKA PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN TREN TRANSFORMASI FISIK PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI PONTIANAK Khaliesh, Hamdil; Zain, Zairin
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.88030

Abstract

Permukiman tepian sungai di Kota Pontianak menghadapi berbagai perubahan lingkungan yang kompleks, termasuk banjir, abrasi, sedimentasi, dan penurunan tanah. Perubahan ini berdampak secara fisik maupun non fisik. Meskipun banyak perubahan, masyarakat tepian sungai di Pontianak menunjukkan daya tahan yang luar biasa dengan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan. Adaptasi ini sering kali mengarah pada transformasi fisik permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi fisik bangunan sebagai respons terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pentingnya memahami fenomena ini berkaitan dengan ancaman terhadap keberlanjutan budaya permukiman tepian air akibat urbanisasi berbasis aktivitas daratan. Studi kasus dilakukan di Kampung Beting, Tambelan, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ruang jalan menjadi faktor paling signifikan yang memengaruhi transformasi, dengan dampak pada 100% rumah. Transformasi dari jalan gertak kayu menuju jalan beton mengubah orientasi permukiman dari berbasis sungai menuju aktivitas daratan. Selain itu, ruang gertak sebagai elemen sosial dan infrastruktur memengaruhi 97% rumah. Penelitian ini menemukan tren adaptasi berupa penguatan struktur bangunan dan pelestarian nilai tradisional dengan inovasi material. Hasilnya memberikan wawasan berbasis data untuk pengembangan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus melestarikan budaya arsitektur lokal sebagai respons terhadap dinamika lingkungan.
INTEGRASI AMDAL DAN SOFTWARE ENVI-met DALAM EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN JOGJA PLANNING GALLERY Budianto, Elisabeth; Wardani, Christina Esti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.88004

Abstract

Jogja Planning Gallery (JPG) adalah rencana proyek pembangunan di Jalan Malioboro, Yogyakarta, berfungsi sebagai ruang budaya dan edukasi yang menginformasikan sejarah, keistimewaan tata ruang serta perencanaan masa depan Yogyakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengevaluasi dampak lingkungan pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kualitas ruang publik dan kenyamanan termal. Tujuan penelitian adalah mengintegrasikan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan software ENVI-met dalam evaluasi kualitas lingkungan, guna memahami interaksi antara elemen desain seperti vegetasi, geometri bangunan, ruang terbuka hijau dan material permukaan serta dampaknya terhadap mikroklimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan simulasi komparatif, melalui pengumpulan data dari studi literatur, observasi lapangan, dan simulasi kondisi lingkungan dengan software ENVI-met. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kualitas lingkungan Jogja Planning Gallery menunjukkan bahwa integrasi dokumen AMDAL dan software ENVI-met memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pemahaman tentang dampak lingkungan pembangunan dengan fokus pada parameter kualitas lingkungan seperti kualitas udara terhadap kenyamanan termal. Pengujian lapangan AMDAL menunjukkan bahwa kualitas udara JPG memenuhi baku mutu lingkungan, sementara simulasi ENVI-met dengan mempertimbangkan faktor iklim mikro seperti suhu, kelembapan, dan kecepatan angin dengan melakukan modeling menghasilkan kenyamanan termal yang cukup baik. Dengan menggabungkan pengukuran langsung dari AMDAL dan simulasi digital dari ENVI-met, penelitian ini memberikan wawasan komprehensif yang mendukung rekomendasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan di ruang publik, sejalan dengan perencanaan yang berkelanjutan dan responsif terhadap konteks Yogyakarta.
ARSITEKTUR POPULIS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN MARGINAL Septanti, Dewi; Narida, Tisya Surya
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.83876

Abstract

Arsitektur sejak awal kemunculannya bersifat populis, yakni memenuhi kebutuhan manusia akan tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan struktur masyarakat menurut peradaban, arsitektur sebagai penyedia fasilitas bagi kehidupan masyarakat pun ikut berkembang untuk beradaptasi. Arsitektur untuk masyarakat umum, arsitektur populis, juga berlaku pada kampung marjinal seperti Kampung Keputih Tegal Timur Baru (Kampung KTTB). Pada lokasi ini ditemukan implikasi berbagai permasalahan perencanaan dan pembangunan yang kurang tepat. Salah satunya adalah dampak terhadap kesehatan yang bersumber dari permasalahan lingkungan karena kampung tersebut sangat dekat dengan bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Selain itu, permasalahan lain yang ditemukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan faktor ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menguraikan berbagai permasalahan yang ada dalam studi kasus dan studi pustaka serta mengusulkan beberapa solusi yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun kembali Kampung KTTB melalui arsitektur populis. Metode kuantitatif-kualitatif (campuran) digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian tersebut berupa rekomendasi desain hunian wisata sampah edukatif yang dapat meningkatkan kualitas kampung dan menjadikannya berkelanjutan.  
REKONSTRUKSI ASPEK FUNGSI DAN ESTETIKA BANGUNAN KOMERSIAL ERA KESULTANAN BULUNGAN, TANJUNG SELOR, KALTARA Risnafaty, Risnafaty; Wihardyanto, Dimas; Fajarwati, Anisah Nur
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.84092

Abstract

Identitas sebuah kota dapat diwujudkan dengan cara mengungkapkan peninggalan arsitektur bangunan bersejarah. Salah satu contoh peninggalan bangunan bersejarah yang ikonik dan bersifat komersial adalah rumah toko dan bioskop. Kedua bangunan ini digolongkan ke dalam ragam bangunan komersial lama yang dahulu banyak berdiri di bekas kawasan dagang pada era Kesultanan Bulungan, Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah aspek fungsi dan estetika pada bangunan komersial lama yang berupa rumah toko dan bioskop. Metode yang digunakan adalah rasionalistik dengan pendekatan kualitatif "“ deskriptif serta menjadikan aspek fungsi dan estetika bangunan sebagai variabel penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara rekonstruksi secara virtual. Artinya, rekonstruksi tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui gambar virtual yang digunakan untuk menemukan dan mengungkap keaslian fungsi dan estetika dalam bangunan rumah toko di kawasan Tanjung Selor. Hasil temuan yang diperoleh adalah tersisa sembilan bangunan komersial peninggalan era Kesultanan Bulungan yang masih menunjukan keaslian fungsi dan estetika di dalamnya. Kesembilan bangunan komersial tersebut menunjukkan keseragaman fungsi ruang dan esetika yang menjadi karakter dari bangunan komersial. Setiap bangunan komersial memiliki lima jenis ruang dengan susunan dari bagian depan sampai dengan belakang adalah beranda (emperan), toko, hunian, pelataran, dan dapur. Dari sembilan bangunan komersial yang tersisa, dapat dikelompokkan menjadi enam tipe berdasarkan jumlah lantai dan akses atau jalan masuk yang menghubungkan kelima jenis ruang. Akses atau jalan masuk tersebut ada yang menerus ada pula yang terputus di salah satu ruang.
PERSEPSI RAMAI DENGAN METODE SOUNDWALK PADA KAWASAN PENDIDIKAN KOTABARU YOGYAKARTA Wardani, Christina Esti; Budianto, Elisabeth; Lim, Kelly; Purbadi, Djarot; Felasari, Sushardjanti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.81972

Abstract

Yogyakarta memiliki predikat sebagai Kota Pendidikan dengan identitas sarana pendidikan yang tersedia. Kawasan Kotabaru Yogyakarta memiliki perkembangan sejarah menyediakan bangunan pendidikan sebagai pendukung kawasan permukiman penduduk Eropa pada masa kolonial. Saat ini, perubahan dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya telah mempengaruhi citra kawasan. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui persepsi suara pada kawasan pendidikan di Kotabaru, Yogyakarta. Metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan deskripsi kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui soundwalk dengan merekam sumber suara, sedangkan pengumpulan data sekunder melalui studi pustaka. Evaluasi persepsi soundscape dilakukan dengan memainkan rekaman suara kepada sekelompok orang dan hasilnya dikategorikan berdasarkan standar ISO 12913-2:2018. Hasil penelitian menunjukkan persepsi suara "ramai" mendominasi Kawasan Kotabaru pada saat pagi, siang, dan malam. Implikasi penelitian terhadap persepsi suara pada Kawasan Kotabaru diharapkan dapat menjadi evaluasi lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar di Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan masyarakat bertujuan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara secara lebih luas. Pengendalian lingkungan suara yang kondusif, diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang mendukung bagi proses pendidikan yang efektif.
SPACE SYNTAX: PENGARUH KONFIGURASI JARINGAN JALAN PADA PERGERAKAN DAN PEMANFAATAN LAHAN DI RUANG PERKOTAAN. STUDI KASUS KOTA YOGYAKARTA Yudhanta, Widi Cahya; Ikaputra, Ikaputra
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.82435

Abstract

Ruang perkotaan merupakan ruang dinamis tempat di mana penghuni kota berinteraksi. Interaksi manusia dalam ruang- ruang perkotaan akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan perkotaan itu sendiri. Memahami hubungan manusia, pergerakan dan ruang perkotaan akan memudahkan melihat bagaimana ruang berkembang. Dalam sistim perkotaan Konfigurasi mempunyai pengaruh yang besar dimana bentuk dan pola    jaringan jalan akan menjadi penghubung setiap ruang perkotaan. Tujuan penelitian untuk memberi pemahaman bagaimana jaringan jalan mempengaruhi pola pergerakan,penggunaan lahan serta perkembangan perkotaan. Pendekatan teori dan metode  Space Syntax  digunakan untuk mendapakan hasil interpretasi dan mengungkapkan hal tersebut. Hasil dari penelitian pada jaringan jalan Kota Yogyakarta mengunakan nilai NACH (Normalized Angular Choice)  dan NAIN (Normalized Angular Integration)  didapat hasil bahwa nilai yang sama sama tinggi pada dua nilai akan mempengaruhi pola mobilitas dan pergerakan menuju dan dari jaringan serta pemanfaatan lahan sebagai area komersial. Nilai integrasi dan  choice  baik rendah atau tinggi akan berpengaruh terhadap bagaimana perkembangan dan pemanfaatan lahan perkotaan

Page 1 of 1 | Total Record : 7