cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
Pengaruh Pemberian Tambahan Vitamin D Terhadap Penurunan Resiko Kejadian Pre-eklamsi pada Ibu Hamil Hermawan, Dessy
Syifa'Medika Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v1i1.41

Abstract

Pre-eklamsi adalah masalah yang sering diderita oleh wanita hamil padatrimester ketiga di seluruh dunia dan merupakan salah satu penyebab tingginya angkakematian ibu melahirkan di Indonesia. Namun sampai saat ini belum diketahui penyebabpasti dari pre-eklamsi. Akhir-akhir ini, ada penelitian yang menghubungkan kejadianPre-eklamsi dengan kekurangan vitamin D dan adanya data yang membuktikan adanyapeningkatanjumlah kasus Pre-eklamsi pada musim dingin di Amerika.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberiantambahan vitamin D terhadap penurunan resiko terjadinya Pre-eklamsi.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen sederhana pre post test controldesign, yang mencoba membuktikan bahwa pemberian tambahan vitamin D dapatmenurunkan resiko menderia pre-eklamsi. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu hamiltrimester dua yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok kontrol diberi tambahanvitamin D selama 2-3 bulan dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.Hasil penelitian: ada pengaruh yang signifikan (pV 0,011) pemberian vitamin Dterhadap tekanan darah sistolik, ada pengaruh pemberian tambahan vitamin D terhadappenurunanjumlah ibu hamil yang mengalami proteiuria (pV 0, 033) dan penurunanjumlahibu yang mengalami edema (pV 0,006). Jadi kesimpulan dari penelitian ini adalah adapengaruh yang bermakna antara pemberian tambahan vitamin D dengan penurunanresiko pre-eklamsi pada ibu hamil.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Mioma Uteri di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang Periode Januari 2011–Januari 2012 Agustian, Wisman; kurniawan, Kurniawan; Azhari, Achmad
Syifa'Medika Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v4i1.1410

Abstract

Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menopangnya. Miomauteri juga dikenal dengan istilah fibromioma, leiomoma, ataupun fibroid. Di Indonesia mioma uteri ditemukan2,39 % -11,7 % pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan usia dan paritas dengan kejadian mioma uteri di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periodeJanuari 2011–Januari 2012. Sampel penelitian ini sebesar 84 sampel dari total 4.440 pasien ginekologi diRSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2011 – Januari 2012. Hasil penelitian didapatkan 84sampel yang terdiri dari 44 sampel yang di diagnosis mioma uteri dan 40 sampel yang tidak di diagnosis miomauteri, dilakukan analisa bivariat dengan hasil penelitian ini menunjukkan antara usia dengan kejadian miomauteri memiliki hubungan dengan keeratan makna yang lemah (p =0,01; gamma : 0,165), dan untuk statusparitas dengan kejadian mioma uteri juga memikili hubungan namun keeratan maknanya sedang (p = 0,01;gamma: 0,638). Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa usia dan paritas dapat mempengaruhi kejadianmioma uteri.
Laporan Kasus: Kutil Kelamin pada Uretra dan Meatus Uretra yang Diterapi dengan Krim 5-Fluorourasil 5% Nugrahaini, Pramita Kusuma Catur; Cahyawari, Dartri; Iriani, July; Achdiat, Pati Aji; Rowawi, Rosmia
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1341

Abstract

Angka kejadian kutil kelamin (KK) di seluruh dunia terus meningkat. Sampai saat ini belum terdapat terapi yang lebih unggul dibanding dengan terapi lainnya. Krim 5-fluorourasil (5-FU) 5% merupakan salah satu terapi untuk KK pada meatus uretra dan uretra. Krim 5-FU 5% adalah antimetabolit pirimidin fluorinated yang memiliki fungsi sebagai agen antineoplastik dengan menghambat sintesis DNA. Seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun dengan KK tipe kondiloma akuminta (KA) di meatus uretra dan uretra. Pada meatus uretra dan uretra tampak lesi papula ukuran 0,3x0,5x0,2 cm, sewarna kulit dan mukosa dengan permukaan yang tidak rata, pemeriksaan acetowhite positif, dan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) positif untuk HPV tipe 6. Pasien diterapi dengan krim 5-FU 5% yang diaplikasikan 3 hari berturut-turut setiap minggu per siklus. Setelah mengaplikasikan krim 5-FU 5% selama 3 siklus, didapatkan lesi pada meatus uretra dan uretra menghilang pada pengamatan hari ke-29 serta tidak timbul lesi baru hingga hari ke-180. Hasil, krim 5-FU 5% untuk KK pada meatus uretra dan uretra memiliki efektivitas yang bervariasi, berkisar 25-95%, dan rekurensi sebesar 50%. Penggunaan krim 5-FU 5% efektif untuk lesi KK berukuran kecil pada meatus uretra dan uretra, dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien, mudah digunakan, dan murah. Simpulan, krim 5-FU 5% merupakan terapi yang efektif untuk KK di meatus uretra dan uretra.
Karakteristik Plasenta Previa Data Rekam Medik pada Ibu Melahirkan di RSUD Palembang Bari Periode 2009 - 2011 Al amin, Fajar Maulidian; R, Syahroni Daud; Rahadiyanto, Kms Yakub
Syifa'Medika Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v4i1.1417

Abstract

Plasenta previa merupakan salah satu perdarahan antepartum yang merupakan kasus gawat darurat.Perdarahan terjadi pada kehamilan trimester ketiga dan perlu diantisipasi secara dini sebelum sampaike tahap yang membahayakan ibu dan janin Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadiandan karakteristik pasien plasenta previa di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari. Penelitian inimenggunakan metode penelitian rancangan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian ini adalahsemua pasien yang mengalami plasenta previa yang bersalin di Rumah Sakit Umum DaerahPalembang Bari periode 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2011. Data yang digunakanadalah data sekunder berupa rekam medik. Pada penelitian ini diperoleh 194 (2.77%) kasus plasentaprevia. Kejadian plasenta previa terbanyak pada usia 35 tahun, yaitu 56 orang (28.9%). Pasiendengan ada riwayat seksio sesaria 2 kali 10 orang (5.2%). Plasenta previa paling banyak terdapatpada jumlah paritas 2-4 kali, yaitu 129 orang (66.5%) , terdapat 20 orang (10.3%) pada pasien yangada riwayat abortus, pendidikan ibu tertinggi pada tingkat SD 108 orang (55.7%) dan insiden plasentaterjadi banyak di dalam kota 145 orang (74.7%) . Angka kejadian plasenta previa cukup tinggi diRumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari, dan terus terjadi peningkatan angka kejadianpertahunnya. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan mengetahui gambaran faktor risiko.
Tinjauan Pustaka: Manifestasi Klinis dan Gambaran Dermoskopi pada Karsinoma Sel Basal Fakhrosa, Irma; Sutedja, Eva Krishna; Agusni, Jono Hadi; Feriza, Vina; Saraswati, Nia Ayu
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1346

Abstract

Karsinoma sel basal (KSB) adalah suatu tumor ganas yang berasal dari sel basal  epidermis, ditandai dengan pertumbuhan tumor yang lambat, tetapi dapat menyebabkan destruksi jaringan sekitarnya. Berdasarkan manifestasi klinis, KSB dibagi menjadi subtipe nodular, pigmentasi, superfisial, morfeaformis, dan fibroepitelioma of pinkus. Suatu lesi dapat dicurigai keganasan jika lesi tersebut mudah rapuh, mudah berdarah, sulit sembuh, dan sering berulang. Dalam membantu menegakkan diagnosis KSB selain dari manifestasi klinis, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti dermoskopi. Dermoskopi merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang tidak invasif, mudah dilakukan, murah dan cepat dalam membantu menegakkan diagnosis KSB dengan sensitivitas mencapai 95-97% dan spesifitas mencapai 87-96%. Berdasarkan gambaran dermoskopi, diagnosis KSB harus memenuhi dua syarat yaitu tidak ditemukan gambaran pigment network dan terdapat minimal satu karakteristik gambaran dermoskopi KSB.  Karakteristik gambaran dermoskopi yang dapat ditemukan pada KSB berupa arborizing vessel, superfisial fine telangiectasis, ulserasi, multiple small erosions, blue-gray ovoid nest, multiple blue-gray dots/globules, maple leaf-like areas, dan spoke-wheel areas. Berdasarkan hal tersebut, dermoskopi dapat dijadikan suatu pemerikaan rutin pada setiap lesi yang dicurigai keganasan. 
Gambaran Keberhasilan Puskesmas Pembina Dalam Menerapkan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS Pada Pasien Tuberkulosis Paru Periode Januari 2011-Desember 2013 Rosita, Yanti; Suarni, Ertati
Syifa'Medika Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v5i1.1422

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2013, Indonesia berada pada peringkat ke-4 negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Upaya penanggulangan TB dilakukan dengan menggunakan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan strategi DOTS pada pasien TB Paru di Puskesmas Pembina Palembang. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dan jumlah sampel yaitu 149 pasien. Data diambil dari buku register TB Puskesmas Pembina Palembang periode Januari 2011-Desember 2013, kemudian data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, diagram dan narasi. Terdapat 146 pasien (97,9%) dengan kasus baru dan 3 pasien (2,1%) kasus pindahan, dengan keteraturan berobat 100% teratur, seluruh pasien diberi pengobatan dengan obat anti tuberkulosis kombinasi dosis tetap (OAT KDT), dosis dihitung sesuai berat badan pasien. Hasil pengobatan yaitu 101 pasien (67,8%) dinyatakan sembuh dan 48 pasien (32,2%) pengobatan lengkap. Peningkatan berat badan 149 pasien (100%). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa program DOTS di Puskesmas Pembina Palembang secara umum telah terlaksana sesuai aturan. Saran kepada pelayan kesehatan untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam program penanggulangan dan pengobatan TB Paru supaya keberhasilan pengobatan TB Paru terus meningkat.
Perbedaan Kapasitas Vital Paru dan Kapasitas Vital Paksa pada Atlet Renang dan Voli di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang Tanzila, R.A
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1351

Abstract

Olahraga yang dilakukan secara teratur khususnya pada atlet mampu meningkatkan fungsi paru karena terjadi adaptasi dari sistem sistem respirasi berupa peningkatan konsumsi oksigen. Olahraga renang merupakan salah satu cabang olahraga yang termasuk dalam jenis tipe latihan fisik daya tahan, sedangkan voli merupakan salah satu cabang olahraga yang termasuk dalam jenis tipe latihan fisik kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kapasitas vital paru dan kapasitas vital paksa pada atlet renang dan voli di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan menggunakan data primer dari pengukuran fungsi paru dengan kapasitas vital paru dan kapasitas vital paksa dengan menggunakan spirometri. Sampel penelitian diambil berdasarkan total sampel dan diperoleh sebanyak 40 sampel. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kapasitas vital paru dan kapasitas vital paksa pada atlet renang sebesar 4,45 liter dan 4,31 liter, lebih tinggi dari nilai rerata kapasitas vital paru pada atlet voli sebesar 3,63 liter dan 3,50 liter. Hasil analisis statistic dengan uji T tidak berpasangan didapatkan nilai p = 0,010 dan p = 0,030. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kapasitas vital paru dan kapasitas vital paksa pada atlet renang dan voli di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang.
Hubungan Angka Kejadian Katarak Senilis dengan Hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan RSMP Periode Januari-Desember 2010 Hasmeinah, Hasmeinah; Ansori, Iskandar Z; Meidawaty, Defer S
Syifa'Medika Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v2i2.1437

Abstract

Katarak adalah kekeruhan dari lensa mata, merupakan penyebab utama kebutaan di seluruhdunia. Sebagian besar katarak terjadi pada usia 50 tahun dan berhubungan dengan penyakit matakarena usia (katarak senilis). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan hipertensi dengankatarak senilis. Data dari catatan medis rawat jalan di Departemen Ophtalmology di Rumah SakitMuhammadiyah Palembang periode 1 Januari 2010 - 31 Desember 2010. Metode: Penelitiandilakukan cross-sectional survey yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkanbahwa jumlah pasien katarak di 2010 adalah 384 pasien terdaftar dalam catatan medis rawatjalan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan prevalensi 78,6% pikun katarak. Insidenkatarak pada kelompok usia kebanyakan = 50 tahun (81,5%) dan pasien katarak sebagian besarpada wanita (53,9%). Chi square uji statistik didasarkan pada hubungan hipertensi dengankatarak senilis memperoleh X2 = 3.540, dengan PR 1.108 (CI 0,995 untuk 1,24). Simpulan studiini, hipertensi merupakan faktor risiko katarak senilis dengan nilai-nilai kekuatan lemah.
Pemberian Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Bakar pada Mencit Kurniawan, Yogi; Layal, Kamalia
Syifa'Medika Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i1.1357

Abstract

Luka bakar adalah cedera yang disebabkan oleh kontak langsung atau terpaparnya tubuh dengan sumber-sumber panas, listrik, zat kimia, dan radiasi. Luka bakar tidak hanya mengakibatkan kerusakan kulit, tetapi juga dapat mempengaruhi sistem tubuh. Oleh karena itu, luka bakar memerlukan perhatian khusus. Artocarpus altilis (daun sukun) merupakan salah satu tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa-senyawa yang berperan dalam penyembuhan luka seperti flavonoid, saponin, tanin, dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun sukun terhadap proses penyembuhan luka bakar derajat dua. Ekstrak daun sukun dibuat dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian dibuat sediaan dalam bentuk gel. Penelitian ini menggunakan mencit (Swiss webster) jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol positif yang diberikan bioplasenton, kelompok kontrol negatif yang diberikan basis gel dan 4 kelompok uji yang diberi gel ekstrak daun sukun dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50%. Pembuatan luka bakar derajat dua menggunakan solder yang dipanaskan terlebih dahulu selama 10 menit. Intervensi dilakukan sebanyak dua kali sehari. Hasil analisis statistik uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun dengan 4 konsentrasi yang berbeda dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar secara bermakna dan ekstrak dengan konsentrasi 6,25% dan 12,5% mempunyai hasil yang lebih baik.
Intervensi Kelompok untuk Mengatasi Reaksi Stres PascaTrauma pada Remaja Akhir yang Mengalami Perceraian Orang Tua Fitria, Nurindah; Saragih, Sherly; Fausiah, Fitri
Syifa'Medika Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v3i2.1432

Abstract

Penelitian Taylor dan Weems (2009) menunjukkan perpisahan dan kehilangan orang tua merupakansalah satu peristiwa yang memberikan efek trauma bagi remaja. Efek trauma ini dapat menimbulkanreaksi stres pasca trauma yang berbeda-beda pada setiap remaja, mulai dari dampak yang ringanhingga berat. Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas intervensi kelompok dengan RecoveryTechnique Modul yang dikembangkan oleh Smith, Dyregrov, dan Yule (1999) dalam mengatasi reaksistres pasca trauma pada remaja akhir yang mengalami perceraian orang tua. Metode penelitianintervensi dilakukan sebanyak lima sesi dengan melibatkan tiga remaja akhir yang mendapatkan skorlebih dari 17 dalam alat ukur CRIES-13. Efektivitas intervensi dilihat berdasarkan penurunan skorCRIES-13 serta hasil observasi dan wawancara dari masing-masing partisipan. Hasil penelitian padaakhir intervensi terjadi penurunan skor CRIES-13 pada masing-masing partisipan. Partisipan merasalebih nyaman dan tenang serta mampu mengurangi gejala-gejala reaksi stres pasca trauma yangmereka alami. Dapat disimpulkan Recovery Technique Modul efektif dalam mengatasi reaksi strespasca trauma yang dialami oleh remaja akhir yang mengalami perceraian orang tua. Teknik yangdianggap paling membantu adalah “tempat aman”, relaksasi otot, dan keterpaparan secara imajinatifmaupun in vivo. Teknik-teknik ini mengurangi intensitas reaksi stres pasca trauma yang dialami remajaakhir, terutama dalam mengurangi perilaku avoidance dan arousal.

Page 4 of 23 | Total Record : 230


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue