cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS TERHADAP MINAT PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS CH.M.TIAHAHU Asmin, Elpira
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2149

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada WUS (Wanita Usia Subur). Hampir 50% penderita kanker serviks ternyata tidak melakukan pemeriksaan IVA. Cakupan skrining deteksi dini kanker serviks di Indonesia melalui pemeriksaan IVA masih sangat rendah, yakni sekitar 5%, padahal cakupan skrining yang efektif dalam  menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85%. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan minat wanita usia subur terhadap pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) di puskesmas Ch.M.Tiahahu Kota Ambon. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan November 2018 dengan populasi adalah Wanita Usia Subur yang berdomisili di Kota Ambon. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap responden sebagian besar dalam kategori kurang yaitu 81,8 % dan 69,3%. Hal ini berpengaruh terhadap minat pemeriksaan IVA responden hanya 40,9 %. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa tingkat pengetahuan (p = 0,002) dan sikap (p = 0,001) berpengaruh terhadap minat WUS (Wanita Usia Subur) melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Ch. M. Tiahahu agar lebih sering melakukan penyuluhan tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA minimal 2 kali dalam satu bulan kepada WUS di wilayah kerjanya.  Kata kunci : WUS,  kanker serviks, IVA ABSTRACTCervical cancer is one of the highest causes of death in women of childbearing age. Nearly 50% of cervical cancer sufferers apparently do not do an Visual Inspection of Acetic Acid. The coverage of early cervical cancer screening in Indonesia through Visual Inspection of Acetic Acid is still very low, which is around 5%, whereas the effective screening coverage in reducing morbidity and mortality due to cervical cancer is 85%. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and attitudes with the interest of women of childbearing age to the inspection of acetic acid visual inspection in the health center Ch.M.Tiahahu Ambon City. This study is an observational analytic study with cross sectional design. The study was conducted in November 2018 with a population of Fertile Age Women who live in Ambon City. Samples were taken by purposive sampling technique. The results showed that the level of knowledge and attitudes of respondents were mostly in the poor category namely 81.8% and 69.3%. This affects the interest of respondents Visual Inspection of Acetic Acid only 40.9%. From the results of the study it can be concluded that the level of knowledge (p = 0.002) and attitude (p = 0.001) influences the interest of women of childbearing age conducting Visual Inspection of Acetic Acid. It is recommended to health workers in Puskesmas Ch. M. Tiahahu to make more frequent counseling about cervical cancer and IVA examination at least 2 times a month to women of childbearing age in the working area. Keywords: women of childbearing age, cervical cancer, Visual Inspection of Acetic Acid
Delayed Tension Pneumocephalus pada Pasien Cedera Kepala Hardian, Tony; Farihin, Muhammad
Syifa'Medika Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v7i1.1394

Abstract

Pneumocephalus didefinisikan sebagai adanya gas di dalam kompartemen intrakranial. Penumpukan udara pada intrakranial dapat ditemukan segera (< 72 jam ) ataupun lambat (>72 jam) pada trauma kepala beberapa hari sebelum timbulnya gejala klinis. Apabila udara di intrakranial ini menyebabkan hipertensi intrakranial dan terjadi efek massa dengan gejala neurologis, disebut dengan tension pneumocephalus. Pada CT scan tension pneumocephalus akan tampak sebagai gambaran “Mount Fuji Sign”. Seorang perempuan 15 tahun, datang ke RS Mohammad Hoesein Palembang dengan keluhan utama perubahan perilaku berupa sering melamun, pandangan mata kosong, tidak mau diajak bicara sejak 1 bulan yang lalu, mual, muntah, badan lemas. Keluhan tidak disertai demam, kelemahan lengan dan tungkai, dan penurunan kesadaran. Hasil CT Scan kepala didapatkan kesan pneumoencephal bifrontal. Riwayat operasi kraniotomi evakuasi dan kraniektomi debridement atas indikasi cedera kepala sedang tertutup GCS 13 + SDH lobus frontotemporoparietal dextra + fraktur depressed sinus frontal dextra 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Penderita didiagnosis tension pneumocephalus region frontal dextra et sinistra. Pada pasien ini dilakukan dekompresi dan eksplorasi, didapatkan duramater yang robek di dasar os frontal, dilakukan jahit primer pada duramater yang robek dan dilakukan tampon pada sinus frontalis dengan mengunakan otot temporal.Simpulan, dengan penatalaksanaan yang tepat maka kondisi penderita membaik dan tidak ada lagi tension pneumocephalus
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN DERMATITIS ATOPIK BAYI DAN ANAK DENGAN KUALITAS HIDUP KELUARGA Chairani, Liza; Saraswati, Nia Ayu; Hastuti, Riliani; Vayari, Tasya Dwi
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2216

Abstract

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronik, kambuhan, dan sangat gatal yang umumnya berkembang saat masa awal kanak-kanak dimana distribusi lesi ini sesuai dengan umur.Dermatitis Atopik juga dapat meningkatkan kecemasan, stres, dan depresi serta ketidak nyamanan, gejala tersebut dapat berdampak terhadap kualitas hidup keluarga pasien atau pasien sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas hidup keluarga pada dematitis atopik bayi dan anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Sampel yang diambil dengan cara total sampling dengan jumlah 15 responden. Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner WHO-QoL Breff. Hasil peneltian dengan menggunakan uji statistik chi-square menunjukan p=0,007 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dermatitis atoptik pada bayi dan anak dengan kualitas hidup keluarga dalam kategori yang buruk.
Perbedaan Berat Badan Lahir Bayi dan Berat Plasenta Lahir pada Ibu Hamil Aterm dengan Anemia dan Tidak Anemia di RSUD Palembang Bari Tahun 2013 Kurniawan, Kurniawan; Rosita, Yanti
Syifa'Medika Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v5i2.1400

Abstract

Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relatif tinggi. Anemia dalam kehamilan diketahuiberdampak buruk baik bagi kesehatan ibu maupun bayinya. Anemia merupakan penyebab pentingyang melatarbelakangi kejadian morbiditas dan mortalitas. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis perbedaan berat badan lahir bayi dan berat plasenta lahir pada ibu hamil atermdengan anemia dan tidak anemia di RSUD Palembang BARI tahun 2013. Jenis penelitian ini adalahpenelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukansecara total sampling dengan besar sampel sebesar 69 orang. Data diambil dengan cara melakukanpenimbangan berat badan lahir bayi dan berat plasenta lahir bayi. Data dianalisis denganmenggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna antara beratbadan lahir bayi dari ibu hamil aterm dengan anemia dengan dari ibu hamil aterm tidak anemia(p=0,009), namun tidak menemukan perbedaan berat lahir plasenta yang bermakna antara plasentayang lahir dari ibu dengan anemia dengan plasenta yang lahir dari ibu tanpa anemia (p=0,403).Pada penelitian ini anemia merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi berat badan bayilahir namun tidak mempengaruhi berat plasenta lahir.
Pelaksanaan Konsep Pemberdayaan Keluarga Dan Optimalisasi Posyandu Dalam Mengatasi Balita Gizi Kurang Murni, Nani Sari
Syifa'Medika Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v1i1.40

Abstract

Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) balita di Kota Palembang, prevalensi balita yangmengalami gizi buruk menurun yaitu, 1,38% (2007) menjadi 0,65% (2006), sedangkan prevelensibalita yang menderita KEP total menurun dari 15,04% (2006) menjadi 10,75% (Dinkes KotaPalembang, 2007). Pada tahun 1989-2000 intervensi gizi dari pemerintah memang lebih cepatdilakukan saat posyandu karena masih berfungsinya posyandu dan tenaga-tenaga medis wajibpraktek yang menjangkau hingga ke pelosok-pelosok daerah. Namun, saat ini tinggal 40 persenyang masih aktif. Pendekatan yang digunakan untuk kondisi darurat penanggulangan lebihdifokuskan pada intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Jika bukan dalam keadaandarurat pencegahan kurang gizi harus dilakukan dengan konsep pemberdayaan keluarga.Penelitian dilakukan guna menggali informasi lebih dalam pelaksanaan konseppemberdayaankeluarga dan optimalisasi posyandu dalam mengatasi kasus balita gizikurang/buruk di Kecamatan Gandus Palembang. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikaninformasi yang bermanfaat untuk penurunan kasus gizi kurang/buruk dan kebijakan daerahsetempat dalam menentukan arah dan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan masalah gizikurang/gizi buruk.Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, dilakukan terhadap 74 ibu balita.Sedangkan informal? adalah Staf Sie Perbaikan Gizi Subdin Kesga Dinas Kesehatan KotaPalembang, dokter Puskesmas Gandus, Koordinator Posyandu di Daerah Gandus, Staf ProgramGilingan Mas (Gizi, Kesehatan Lingkungan, dan Imunisasi) Puskesmas Gandus Palembang.Strategi untuk mengatasi gizi makro berupa konsep pemberdayaan keluarga belumdapat dilaksanakan (74,3 %) di Wilayah Kecamatan Gandus Palembang. Hasil analisis kualitatifpelaksanaan konsep pemberdayaan keluarga bahwa ibu-ibu tahu tentang konsep keluarga sadargizi sebagai konsep pemberdayaan keluarga tetapi tidak melaksanakannya dengan alasanekonomi. Kegiatan posyandu belum optimal karena datangnya masyarakat ke posyandu masihdengan alasan adanya PMT berdasarkan data monitoring Sistem Kewaspadaan Dini Nasional(SKDN) di kola palembang tahun 2007, peran serta masyarakat terhadap program perbaikan gizimasyarakat masih kurang yaitu 78% dengan target 80%. Dampak kegiatan program perbaikangizi pun masih kurang yaitu 75,6% dengan target 80%.Simpulan penelitian ini adalah : 1) Strategi yang dilaksanakan untuk mengatasi gizimelalui pemberdayaan keluarga belum dilaksanakan secara optimal, 2) Posyandu sebagaiwahana pelayanan belum dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Saran-saran berupa :1) Perlunya pengembangan kegiatan peduli gizi keluarga dengan cara membantu modal usaha, 2)Peningkatan peran serta masyarakat dalam memanfaatkan posyandu, 3) Pengembangan keluargamandiri sadar gizi dan diseminasi informasi kepada masyarakat khususnya tentang PedomanUmum Gizi Seimbang (PUGS).
Efek Imunostimulasi Ekstrak Etanol Tubuh Buah Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus Jacq Fr.Kumm) terhadap Aktivitas Makrofag Mencit (Swiss Webster) Patricia, Venny
Syifa'Medika Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v4i2.1405

Abstract

Telah dikembangkan produk nutrisi medikal sebagai imunostimulan, Tubuh buah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus Jacq Fr.Kumm) dipilih untuk diteliti khasiatnya terhadap respon imun innate. Jamur tiram putih merupakan jamur terbesar ketiga sekitar 25 % dari total jamur didunia yang mudah dikembangkan, karena pembudidayaan yang sederhana. Jamur tiram putih mengandung senyawa pleuran. Pleuran adalah (1-3)-?-D-glucans yang berasal dari polisakarida, yang ditemukan berkhasiat sebagai antitumor dan sebagai imunostimulan melalui aktivasi dari sel makrofag. Tiga dosis jamur tiram yang diuji yaitu 100, 200 dan 400 mg/kg bobot badan yang diberikan secara oral 1x sehari selama 7 hari berturut-turut. Uji efek ekstrak etanol FJTP terhadap respon imun innate dilakukan melalui uji fagositik sistem retikuloendothelium (RES) dengan metode bersihan karbon dan aktivitas fagositik makrofag pada mencit Swiss Webster yang ditekan sistem imunnya dengan metil prednisolon. Ekstrak etanol tubuh buah jamur tiram putih dosis 100, 200, 400 mg/kg bb meningkatkan kecepatan eliminasi partikel karbon dengan koefisien regresi (1,187; 1,504; 1,040 vs 1,040, p<0,05) dan indeks fagositik sebesar (1,16, 1,47, 1,02 vs 1,00, p<0,05). Ekstrak etanol tubuh buah jamur tiram putih dosis 100, 200 dan 400 mg/kg meningkatkan aktivitas makrofag peritoneal untuk menelan Escherichia coli yang ditandai dengan meningkatkan rasio fagositik (95,68; 94,50; 91,85% vs 51,28%, p<0,05), indeks fagositik (3,48; 2,48; 4,06 vs 1,50, p<0,05) dan jumlah leukosit total secara bermakna (p<0,05). Namun tidak berkhasiat meningkatkan indeks organ hati, limpa dan kelenjar timus yang diberi ekstrak dibandingkan terhadap kontrol.
PENGARUH BEDA TEMPAT PELETAKKAN BANGKAI DENGAN PERTUMBUHAN LARVA LALAT PADA TIKUS Rattus norvegicus Switha, Elfinchia Tiara; Anwar, Chairil; Dalilah, Dalilah; Ghiffari, Ahmad
Syifa'Medika Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i1.1743

Abstract

Lalat merupakan serangga yang sering digunakan pada bidang entomologi forensik sebagai indikator penentu lama waktu kematian makhluk hidup (post mortem interval) karena merupakan serangga yang pertama kali datang pada proses dekomposisi bangkai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai tempat meletakkan bangkai terhadap pertumbuhan larva lalat pada bangkai tikus Rattus norvegicus. Sampel menggunakan 28 ekor tikus R.norvegicus yang kemudian diletakkan masing-masing di ruang terbuka, di dalam kotak kayu, di dalam tas yang dimasukkan ke dalam kotak kayu, dan di dalam kotak kayu yang ditanam di tanah. Larva yang muncul kemudian diambil dan diperiksa secara mikroskopis dengan menggunakan kunci identifikasi. Pengambilan data dilakukan selama 6 hari berturut-turut. Spesies yang banyak ditemukan adalah Chrysomya megacephala, muncul sejak hari pertama setelah kematian pada bangkai tikus.  Pertumbuhan panjang larva lalat dianalisis untuk mengetahui hubungan dengan lama kematian. Disimpulkan terdapat pengaruh tempat peletakkan bangkai terhadap pertumbuhan larva lalat pada bangkai tikus Rattus norvegicus, dan disarankan untuk melakukan perbandingan hasil serupa dengan sampel korban manusia yang ditemukan belatung.
Identifikasi Gen SHV pada Enterobacteriaceae Produsen Extended-Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs) Yuwono, Yuwono
Syifa'Medika Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v4i1.1413

Abstract

Salah satu problem resistensi terhadap antimikroba terutama di rumah sakit adalah kelompokEnterobacteriaceae yang memproduksi Extended-Spectrum Beta-Lactamases (ESBLs). Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gen SHV pada Enterobacteriaceae produsen ESBLs padapasien yang dirawat di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Didapatkan 75 sampelEnterobacteriaceae berdasarkan uji Double Disk Approximation dan PCR. Spesies yang ditemukanadalah Klebsiella pneumoniae 30 (40,00%), Escherichia coli 17 (22,66%), Enterobacter sp 14(18,67%), Proteus Sp 12 (16,00%), dan Acinetobacter calcoaceticus 2 (2,67%). Berdasarkan hasilPCR didapatkan 32 sampel mengandung gen SHV. Distribusi gen SHV adalah 20 (62,50%) padaKlebsiella pneumoniae, 7 (21,87%) pada Escherichia coli, 4 (12,50%) pada Enterobacter sp dan 1(3,13%) pada Proteus sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Klebsiella pneumoniae dominanpada Enterobacteriaceae produsen ESBLs dan gen SHV juga dominan ditemukan pada spesies ini.
Hubungan Nilai Ujian MCQ Tengah Blok dengan Nilai Ujian MCQ Akhir Blok I - XXIII pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Angkatan 2014 Hartanti, Miranti Dwi; Layal, Kamalia
Syifa'Medika Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i1.1342

Abstract

Pendidikan kedokteran mempunyai peran yang sangat strategis dalam mencetak tenaga dokter berkualitas. Dokter yang berkualitas akan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas pada masyarakat, dan tentunya dokter tersebut merupakan hasil didikan dari lembaga pendidikan kedokteran yang berkualitas pula. Salah satu bentuk penilaian untuk melakukan evaluasi terhadap pembelajaran pada mahasiswa yang diterapkan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (FK UM Palembang) yaitu dengan evaluasi formatif dan sumatif berupa ujian tulis dalam bentuk Multiple Choice Question (MCQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai ujian MCQ tengah blok dengan nilai ujian MCQ akhir blok I – XIII pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang angkatan 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa nilai ujian MCQ tengah blok dan nilai ujian MCQ akhir blok I – XIII. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara nilai ujian MCQ tengah blok dengan nilai ujian MCQ akhir blok (p = 0,001) dan menunjukkan adanya hubungan korelasi (r = 0,428) berpola positif yang artinya semakin besar nilai ujian MCQ tengah blok, maka semakin besar pula nilai ujian MCQ akhir blok.
Peran Keluarga terhadap Anak dengan Sindrom Down di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Palembang Fitria, Nurindah; Thaib, Siti Hildani; Fitriani, Ayu
Syifa'Medika Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v4i1.1418

Abstract

Sindrom Down adalah kumpulan gejala atau kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yangdiakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Gambaran klinis keterbatasan kondisi pada anaksindrom Down menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam bentuk dukungan sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran peran keluarga terhadap anak dengan Sindrom Down. Jenis penelitian ini adalahpenelitian deskriptif. Populasi penelitian ini keluarga yang memiliki anak dengan sindrom Down di YPACPalembang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik acidentall sampling. Datadikumpulkan melalui data primer berupa kuesioner dukungan sosial keluarga dan data sekunder berupa rekammedik. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial keluarga terhadap anak dengan sindrom Down di YPACPalembang dari 5 komponen dukungan sosial. Terdapat 3 komponen yang tinggi, yaitu dukungan informasisebanyak 71% (22 orang), instrumen sebanyak 94% (29 orang), dan dukungan emosional 61% (19 orang).Sebaliknya dua komponen tergolong rendah yaitu dukungan dukungan penghargaan 55% (17 orang), dukunganjaringan sosial 52% (16 orang). Kesimpulan yang didapatkan adalah dukungan sosial yang rendah dari keluargasecara umum dipengaruhi oleh usia orang tua saat ini, usia ibu melahirkan dan jumlah saudara. Sedangkan,dukungan informasi dipengaruhi pendidikan tinggi orang tua dan ibu yang rata-rata tidak bekerja, dukunganinstrumen yang tinggi dapat dikaitkan dengan kelas sosial ekonomi yang menengah. Dukungan emosional tinggikarena didapatkan tidak hanya dari keluarga inti melainkan juga dari anggota lain. Sedangkan, dukunganpenghargaan dan jaringan sosial cenderung rendah dipengaruhi faktor sosial ekonomi keluarga.

Page 6 of 23 | Total Record : 230


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue