cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
Efek Samping Kortikosteroid Topikal Jangka Lama pada Wajah Febrina, Dia; Hindritiani, Reti; Ruchiatan, Kartika
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1347

Abstract

Efek samping penggunaan kortikosteroid topikal (KT) jangka panjang antara lain berupa hipertrikosis, telangiektasis, dan dispigmentasi. KT sering digunakan sebagai kombinasi dengan tretinoin dan hidrokuinon untuk terapi melasma, tetapi penggunaannya juga banyak disalahgunakan untuk memutihkan kulit wajah. Tujuan kasus ini untuk melaporkan efek samping penggunaan KT jangka panjang. Dilaporkan dua kasus dengan berbagai efek samping akibat penggunaan KT jangka panjang pada wajah. Pasien yang pertama diduga sudah menggunakan KT selama empat tahun untuk terapi melasma, sedangkan pasien kedua diduga sudah menggunakan KT selama sepuluh tahun untuk mencerahkan kulit wajah. Pemeriksaan fisik kedua pasien didapatkan hipertrikosis, telangiektasis, dan makula eritema pada wajah. Pada pasien pertama terdapat pula makula hipopigmentasi di kedua pipi. Penatalaksanaan kedua pasien ini yaitu menghentikan penggunaan KT, dan diberikan emolien, tabir surya, serta retinoid topikal. Pada pengamatan hari ke-37 didapatkan perbaikan klinis berupa berkurangnya eritema. Penggunaan KT jangka panjang dapat menimbulkan efek samping hipertrikosis, telangiektasis, dan dispigmentasi seperti pada kedua pasien ini. Penggunaan KT harus memperhatikan indikasi dan durasi penggunaan agar efek samping dapat dicegah.
Hubungan Kebiasaan Membaca Jarak Dekat pada Siswi–Siswi SMA Negeri 5 Kecamatan Ilir Timur II Palembang dan Riwayat Keluarga dengan Miopia Hasmeinah, Hasmeinah; Zulkarnain, Iskandar
Syifa'Medika Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v5i1.1423

Abstract

Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang memiliki prevalensi tinggi di dunia, prevalensi miopia meningkat drastis pada anak dan remaja di asia tenggara, dimana prevalensinya meningkat pada tahun 1995 – 2000 menjadi 84%. Terdapat dua etiologi yang berkaitan dengan miopia yaitu faktor genetik dan lingkungan, kedua faktor ini memegang peranan penting dalam perkembangan miopia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari hubungan kebiasaan membaca jarak dekat dan riwayat keluarga dengan miopia, sehingga dapat dijadikan bahan untuk pencegahan terjadi nya miopia pada anak Sma Negeri 5 Palembang. Dari 150 sampel dibagi menjadi 75 kelompok kasus dan 75 kelompok kontrol. Dari frekuensi distribusi menunjukkan umur termuda 13 tahun dan umur tertua 17 tahun.Didapatkan usia terbanyak yang menderita miopia adalah 70 orang (46.7%) usia 15 tahun. Kebiasaan membaca jarak dekat dengan miopia didapatkan (x2 = 9.307) dengan OR (0.4054) < 1 dan riwayat keluarga dengan miopia didapatkan (x2 = 0.285) dengan OR( 0.866) < 1.
Prevalensi Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Ittihadiyah Kecamatan Gandus Kota Palembang Ramayanti, Indri
Syifa'Medika Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i2.1352

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) adalah kelompok cacing yang menginfeksi usus manusia yang penularannya melalui tanah. Spesies yang paling banyak menginfeksi manusia adalah Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), Strongyloides stercoralis (cacing benang), Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang). Penyakit kecacingan akibat infeksi STH masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang. Penyakit kecacingan tersebut merupakan penyakit endemik di Indonesia dan biasanya ditemukan pada anak-anak, keadaan status ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi STH pada anak Madrasah Ibtidaiyah Ittihadiyah Kecamatan Gandus kota Palembang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa Madrasah Ibitidaiyah Ittihadiyah yang memenuhi kriteria inklusi yang berjumlah 92 anak yang telah terpilih secara Consecutive sampling. Pengumpulan data untuk status infeksi STH ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan tinja dengan menggunakan metode Kato Katz. Hasil yang diperoleh memperlihatkan prevalensi infeksi STH pada siswa Madrasah Ibtidaiyah Ittihadiyah Kecamatan Gandus Kota palembang adalah sebesar 29,3%. Jenis cacing pada infeksi STH adalah Ascaris lumbricoides sebesar (88.90%), Trichuris trichiura (7.4%) dan Ancylostoma duodenale (3.7%).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Obesitas pada Anak Sekolah Dasar Kelas IV dan V di SD Xaverius II Palembang Tahun 2011 Muchtar, Ali; Ramayanti, Indri; Anggraini, Wieke
Syifa'Medika Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v2i2.1436

Abstract

Masalah kegemukan pada anak-anak di Indonesia kurang mendapat perhatian. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang mempengaruhi terjadinya obesitas pada siswa kelasIV dan V. Sampel yaitu siswa kelas IV dan V SD Xaverius II Palembang pada 2011 dengan sampel 172anak. Bentuk penelitian deskriptif analitis dan desain studi cross-sectional, dilakukan chi-square testUji ini menemukan mayoritas anak-anak obesitas sebesar 60,5% dan yang tidak obesitas 39,5%.Setelah pengolahan statistik data, menemukan hubungan antara jenis kelamin dalam kejadian obesitaspada p = 0,02 (dimana p <0,05) dan PR 1,39 (CI 95%: 1.050 - 1.855), menunjukkan jenis kelaminmeerupakan faktor risiko terjadi obesitas. Variabel lainnya genetik dan aktivitas fisik dengan p =0,005 (dimana p <0,05), dengan PR = 1.852 (CI 95%: 1.436 - 2.387) untuk genetik dan PR = 2.632(95% CI: 1.637 - 5231) untuk kegiatan fisik sebagai faktor risiko obesitas. Ada hubungan antara polamakan dan angka kejadian obesitas dengan p = 0,004 (dimana p <0,05) dan PR = 1.482 (CI 95%:1.125 - 1.953) yang menunjukkan bahwa kebiasaan diet merupakan faktor risiko untuk obesitas .Disimpulkan ada hubungan antara gender, genetika, kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengankejadian obesitas pada anak-anak SD Xaverius II Palembang pada 2011. Tidak ditemukan hubunganantara pengetahuan orang tua siswa SD Xaverius II Palembang tahun 2011 dengan kejadian obesitas.
Efek Hipoglikemik Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia {Christm.} Swingle) pada Tikus yang Diberi Diet Tinggi Lemak dan Glukosa Imanda, Yunita Listiani; Lestari, Puji
Syifa'Medika Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v8i1.1358

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efek ekstrak daun jeruk nipis terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari ekstrak daun jeruk nipis terhadap penurunan kadar gula darah puasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 25 ekor tikus model diabetes yang diberi diet tinggi lemak dan glukosa selama 14 hari. Hewan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (tween 80), kelompok pembanding (metformin 45 mg/kgbb), kelompok III, IV, V diberi ekstrak dengan dosis 0,6125 g/kgbb; dosis 1,225 g/kgbb dan dosis 2,45 g/kgbb yang masing-masing diberi sediaan uji selama 14 hari. Pada hari ke-15 darah diambil melalui vena orbitalis (mata) dan dilakukan pengukuran kadar gula darah puasa menggunakan alat spektrofotometer UV-VIS dengan reagent GOD-PAP. Hasil menunjukkan persentase penurunan kadar gula darah terbesar pada ekstrak dosis 0,6125 g/kgbb sebesar 24,75%. Hasil analisa statistik ANOVA One Way menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kontrol negatif (p<0,05), hasil uji Post Hoc (Duncan) menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan 3 variasi dosis ekstrak terhadap kelompok pembanding (metformin), tetapi antara kelompok kontrol negatif dan kelompok dosis 1,225mg/kgbb dan dosis 2,45mg/kgbb tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil menunjukkan ekstrak dosis 0,6125 g/kgbb merupakan dosis yang efektif menurunkan kadar gula darah puasa tetapi tidak melebihi kelompok pembanding (metformin).
Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam Ariadi, Purmansyah
Syifa'Medika Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v3i2.1433

Abstract

Kesehatan mental dari perspektif Islam merupakan suatu kemampuan diri individu dalammengelola fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian dengan diri sendiri, orang lain,maupun lingkungan sekitarnya secara dinamis berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah sebagaipedoman hidup menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat. Pandangan Islam tentang gangguanjiwa tidak jauh berbeda dengan pandangan para ahli kesehatan mental pada umumnya. Perananagama Islam dapat membantu manusia dalam mengobati jiwanya dan mencegahnya darigangguan kejiwaan serta membina kodisi kesehatan mental. Kajian berikut akan mengulasbeberapa bentuk ibadah dan efeknya secara psikis, yang kemudian dikenal dengan psikoterapimelalui amalan ibadah.
Karakteristik Penderita Rawat Inap Diabetes Melitus Komplikasi di Bagian Penyakit Dalam RS Muhammadiyah Palembang Periode Januari 2013 - Desember 2013 Arsyad, KHM; Fitriani, Nyayu
Syifa'Medika Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v6i1.1380

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan terganggunya metabolisme karbohidrat, lemak dan protein akibat kelainan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Peningkatan jumlah penderita DM akan meningkatkan secara proporsional jumlah penderita yang mengalami komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik penderita DM yang dirawat inap di Bagian Penyakit Dalam RS Muhammadiyah Palembang periode 1 Januari 2013-31 Desember 2013. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penderita DM yang memenuhi keriteria inklusi sebanyak 195 kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medik. Dari total sampel terdapat 1% penderita DM tipe 1. Karakteristik subjek yang mengalami DM tipe 1 adalah mengalami komplikasi kronik 100%, neuropati 50%, nefropati 50%, kelompok umur remaja 100%, perempuan 50%, komplikasi pada pegawai negeri sipil 50%, serta mendapat pengobatan dengan insulin sebanyak 100%. Dari total sampel terdapat 99% penderita DM tipe 2 dengan komplikasi sebesar 83,9%. Karakteristik subjek yang mengalami DM tipe 2 dengan komplikasi adalah mengalami komplikasi kronik 51,3%, kelompok umur lansia 61,7%, berjenis kelamin perempuan 61,7%, dan mendapat pengobatan obat hipoglikemi oral 63%. Karakteristik subjek yang mengalami DM tipe 2 tanpa komplikasi sebesar 16,1%, pada jenis kelamin perempuan 61,3%, kelompok umur lansia 45,2%, pada PNS 29%, dan mendapat pengobatan obat hipoglikemi oral 71%.
Terapi Tetanus Imunoglobulin pada Pasien Anak dengan Tetanus Ruslie, Riska Habriel; Darmadi, Darmadi
Syifa'Medika Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v2i2.1442

Abstract

Walaupun tetanus merupakan penyakit yang dapat dicegah, tetanus masih terjadi akibat defisiensi vaksinasi. Tetanus fatal pada sebagian pasien dan kematian terjadi dalam 2-30 hari. Pengetahuan dan kesadaran petugas kesehatan, terutama departemen gawat darurat perlu disegarkan secara berkesinambungan. Tatalaksana luka, TIG, antibiotik, dan toksoid tetanus sama pentingnya dengan imunisasi primer. Disusun artikel ini yang membahas mengenai terapi tetanus imunoglobulin khususnya pada anak dengan tetanus.
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun pada 21 Posyandu di Kota Palembang Alfarizi, Ahmad Bayu; Suarni, Ertati
Syifa'Medika Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v6i1.1375

Abstract

Status gizi memiliki pengaruh pada perkembangan anak, dimana jika gizi yang dikonsumsi tidak terpenuhi dengan baik maka perkembangan akan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 3-4 tahun di wilayah kerja Puskemas Pembina Palembang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskemas Pembina Kota Palembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling, besar sampel sebanyak 82 subjek. Data tinggi badan dan berat badan diambil dengan timbangan dan meteran, serta dimasukkan ke grafik WHO 2006. Skor perkembangan diambil dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data kemudian dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menemukan 59,8 % anak mempunyai status gizi baik dan 23,8% mengalami gizi kurang. Perkembangan anak yang sesuai dengan usianya sebesar 51,2 %, meragukan 18,3 % dan mengalami penyimpangan 30,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan anak usia 3-4 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang.
Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 terhadap jarak yang ditempuh selama Six Minute Walk Test Mayasari, Ni Made Elva; Tanzila, Raden Ayu; Anindhita, Woro Nurul sandra
Syifa'Medika Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v9i2.1659

Abstract

Pasien diabetes melitus sangat rentan terkena komplikasi akibat hiperglikemia yang dialami. Semakin lama pasien diabetes melitus mengalami hiperglikemia maka dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi baik komplikasi mikrovaskular dan juga komplikasi makrovaskular seperti cardiovascular disease, coronary heart disease, heart failure dan lain-lain, meskipun komplikasi tersebut juga dipengaruhi faktor lain seperti diet dan juga pengobatan. Komplikasi makrovaskular pada diabetes melitus dapat menyebabkan penurunan kapasitas fungsional. Penurunan kapasitas fungsional tersebut salah satunya dapat diukur dengan menggunakan six minute walk test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya menderita diabetes melitus terhadap jarak yang ditempuh selama six minute walk test. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional study dengan besar sampel sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Hasil uji Chi-square didapatkan tidak terdapat hubungan antara lama menderita DM terhadap jarak yang ditempuh selama six minute walk test dengan nilai signifikannya adalah 0,69 (p>0,05).

Page 7 of 23 | Total Record : 230


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue