cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
Penggunaan Kontrasepsi Hormonal pada Penderita Kanker Payudara yang dirawat di RSUP Mohammad Hoesin Palembang Muttaqien, Faisal; Umar, Mulawan
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v7i2.1373

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker padat dengan insidensi tertinggi setelah kanker serviks di Indonesia. Ada banyak faktor risiko kanker payudara, salah satunya adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Tujuan dari penelitian deskriptif ini untuk mengetahui karakteristik penggunaan kontrasepsi hormonal pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin. Data diperoleh dari pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin dengan diagnosis kanker payudara pada bulan Mei sampai Juni 2015 (94 kasus). Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan patologi anatomi yang didapat dari biopsi atau mastektomi. Informasi tentang penggunaan kontrasepsi hormonal dan karakteristik peserta didapatkan melalui wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data kontrasepsi hormonal, sebagian besar penderita kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi hormonal yaitu sebanyak 56,38%. Jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan yaitu injeksi 3 bulanan (36,17%). Penderita yang mengkonsumsi kontrasepsi pil sebesar 25,53%. Penggunainjeksi 1 bulanan hanya sebesar 6,3% dan kontrasepsi implan sebesar 9,57%. Penderita kanker payudara yang menggunakan kontrasepsi hormonal sebagian besar lamanya ? 5 tahun, yaitu pada kontrasepsi pil (62,5%), kontrasepsi injeksi 1 bulanan (83,3%), kontrasepsi injeksi 3 bulanan (58,82%). Pada kontrasepsi implan kelompok pengguna dengan lama ? 5 tahun sama dengan kelompok pengguna lebih dari 10 tahun (44,44%). Kesimpulannya sebagian besar pasien dengan kanker payudara menggunakan kontrasepsi hormonal (56,38%) dan yang paling umum digunakan adalah injeksi tiga bulan/Medroxyprogesteron acetat (36,17%). Mayoritas pasien menggunakan kontrasepsi hormonal kurang dari 5 tahun, kecuali pasien yang menggunakan alat kontrasepsi implan.
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN OSTEOSARKOMA PADA EKSTREMITAS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Ismiarto, Yoyos Dias; Sitanggang, Gustman Lumanda
Syifa'Medika Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i1.1690

Abstract

Osteosarkoma adalah suatu keganasan primer tumor tulang pada anak dan remaja, yang pada umumnya menyerang laki-laki pada usia dekade 10 – 20 tahun. Tumor ini paling sering mengenai metafisis tulang panjang, terutama pada tulang femur. Pengobatan osteosarkoma dapat dilakukan secara radikal amputasi ataupun prosedur limb salvage, tergantung dari tingkat keparahan tumor. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang karakteristik klinis osteosarkoma pada ekstremitas. Penelitian dilakukan secara studi retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien yang didiagnosis dengan osteosarkoma mulai dari Januari 2014 – Desember 2014 yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Data diolah secara deskriptif meliputi jenis kelamin, usia, letak dari tumor, metastasedan terapi yang dilakukan. Terdapat 121 pasien yang didiagnosis dengan osteosarkoma di Rumah Sakit Hasan Sadikin, dengan persentase jenis kelamin paling banyak pada laki–laki (52,9 %), usia dibawah 15 tahun (59,5%), letak dari tumor paling banyak pada femur (30,5%), dan sudah terjadi metastasis (46,2 %), untuk terapi lebih banyak dilakukan limb salvage procedure (69,4%). Pasien osteosarkoma yang dirawat di RS Hasan Sadikin lebih banyak dilakukan terapi dengan limb salvage procedure dibandingkan dengan amputasi. Evaluasi jangka panjang diperlukan untuk menilai rekurensi dan penyebaran tumor ke organ lain.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG FAKTOR RISIKO HIPERURISEMIA Badri, Putri Rizki Amalia; Rosita, Yanti; Peratiwi, Della
Syifa'Medika Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i2.2236

Abstract

Prevalensi hiperurisemia meningkat dengan cepat pada populasi dunia. Hiperurisemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko diantaranya genetik, usia, jenis kelamin, obesitas, asupan makanan, alkohol, komsumsi obat maupun gangguan ginjal. Banyaknya faktor risiko tersebut memerlukan adanya pencegahan hiperurisemia berupa peningkatan pengetahuan masyarakat. Tidak semua faktor risiko yang diketahui oleh masyarakat tentang hiperurisemia sehingga pengetahuan tentang faktor risiko hiperurisemia sangat penting dalam mencegah peningkatan prevalensi hiperurisemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang faktor risiko hiperurisemia. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2019 dengan populasi adalah masyarakat kelurahan 16 Ulu kota Palembang. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling yang berjumlah 100 orang. Kriteria inklusi dalam studi ini adalah masyarakat bersedia menjadi responden. Kriteria eklusi adalah yang tidak mengisi kuisioner dengan lengkap. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan pengetahuan masyarakat dinilai dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan menghitung distribusi frekuensi tiap variabel dan analisis bivariat untuk melihat hubungan kedua variabel menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan usia dan penyuluhan memiliki hubungan  signifikan terhadap pengetahuan tentang faktor risiko hiperurisemia dengan p value 0,015 dan 0,016 (p value<0,05). Pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan tentang faktor risiko hiperurisemia dengan p value 0,692 (p value>0,05). Diharapkan bagi tenaga kesehatan atau instansi kesehatan dapat terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama tentang faktor risiko hiperurisemia.
Gambaran Pola Sidik Jari pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Angkatan Tahun 2015 Mundijo, Trisnawati
Syifa'Medika Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v6i2.1385

Abstract

Sidik jari adalah pola guratan-guratan pada jari manusia. Setiap orang memiliki pola yang khas dan unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sidik jari pada mahasiswa FK UM Palembang. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan total sampel 90 orang yang diperoleh secara total sampling, namun hanya 79 data yang dapat dianalisis. Hasil penelitian disimpulkan bahwa distribusi pola sidik jari pada mahasiswa FK UM Palembang angkatan 2015 adalah radial loop, ulnar loop, whorl, dan tented arch. Frekuensi terbanyak adalah pola ulnar loop sebesar 42,28% dan yang paling sedikit ditemui adalah tented arch sebesar 9,62%.
Efek Leptin Berlebih terhadap fertilitas Laki-laki William, William
Syifa'Medika Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v10i2.2069

Abstract

Secara global, kejadian infertilitas pada pasangan suami-istri mencapai 15%, di mana lebih kurang setengahnya disebabkan oleh faktor laki-laki. Beberapa faktor diketahui meningkatkan risiko infertilitas pada laki-laki, antara lain merokok, konsumsi alkohol, paparan polusi udara, hingga obesitas. Obesitas menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang terus meningkat. Obesitas berhubungan dengan kadar leptin, suatu hormon adiponektin yang berperan dalam maturasi dan pengaturan fisiologi sistem reproduksi manusia, termasuk laki-laki. Namun, jumlah leptin yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap fertilitas pria karena meningkatkan jumlah reactive oxygen species (ROS) pada testis, menginhibisi pembentukan testosteron, serta menginduksi produksi prolaktin. Lebih jauh, hiperleptinemia kronis juga dapat menimbulkan resistensi leptin yang akan memengaruhi spermatogenesis. Akibatnya, terjadi penurunan kuantitas dan kualitas spermatozoa.
Peran Nrf2 Dalam Patogenesis Stres Oksidatif dan Inflamasi pada Penyakit Ginjal Kronik Layal, Kamalia
Syifa'Medika Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v7i1.1390

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan serius yang dapat membatasi usia harapan hidup dan meningkatkan biaya kesehatan. PGK ditandai dengan penurunan fungsi dan kerusakan struktur ginjal serta dapat mengalami komplikasi kardiovaskular ataupun berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir. Stres oksidatif dan inflamasi diketahui berperan dalam patogenesis PGK. Ketidakseimbangan reactive oxygen spesies (ROS) dan pertahanan antioksidan mencetuskan keadaan ini. Nuclear factor-erythroid-2 related factor 2 (Nrf2) merupakan faktor tanskripsi yang dapat meningkatkan transkripsi berbagai antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi. Gen-gen protektif ini akan dengan cepat menetralkan ROS. Akan tetapi, pada PGK terjadi gangguan aktivasi dari Nrf2.
UJI DAYA HAMBAT ISOLAT BAKTERI ENDOFIT TANAMAN KAYU JAWA Lannea coromandelica (Houtt.) Merr. TERHADAP Candida albicans Rachman, Eka Astuty; Sari, Sitti Rahma
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2140

Abstract

ABSTRAKCandida albicans adalah jamur patogen yang  bersifat  komensal dalam saluran pencernaan dan genitourinari dan merupakan mikroflora pada oral dan konjungtiva. Namun, dapat menyebabkan infeksi ketika sistem kekebalan tubuh terganggu. Bakteri endofit yang berasosiasi dengan tanaman obat memiliki peran dalam jalur metabolisme dan mendapatkan beberapa informasi genetik untuk menghasilkan senyawa bioaktif spesifik mirip dengan tanaman inang dan diketahui memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat bakteri endofit asal tanaman kayu jawa terhadap Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental laboratory. Uji  daya hambat dari dua belas isolat bakteri endofit terhadap Candida albicans dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  metode difusi cakram. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan semua isolat bakteri endofit mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans. Diantara dua belas isolat tersebut, isolat bakteri endofit KJA3 yang memiliki daya hambat paling besar (20,75 mm). Dari hasil penelitian kami juga menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut tentang karakterisasi kurva pertumbuhan dari bakteri endofit diperlukan untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan ketika metabolit sekunder diproduksiKata kunci : anticandida, bakteri, endofit, kayu jawaABSTRACTCandida albicans is a commensal fungal pathogen in the digestive tract and genitourinary and is an oral and conjunctival microflora. However, it can cause infection when the immune system is compromised. Endophytic bacteria associated with medicinal plants have a role in metabolic pathways and obtain some genetic information to produce specific bioactive compounds similar to host plants and are known to have potential broad-spectrum antimicrobial activity. This study aims to analyze the inhibition of endophytic bacteria from kayu jawa plants against Candida albicans. This research is a true experimental laboratory research. The inhibitory test of twelve endophytic bacterial isolates against Candida albicans in this study was carried out using the disc diffusion method. Inhibition zone measurement results showed that all endophytic bacterial isolates were able to inhibit the growth of Candida albicans. Among the twelve isolates, KJA3 endophytic bacterial isolate which has the greatest inhibition (20.75 mm). Our results also show that further research on the characterization of growth curves of endophytic bacteria is needed to identify the growth phase when secondary metabolites are produced.Keyword : andicandidal, bacteria, endophyte, kayu jawa
Hubungan Pola Asuh Keluarga gengan Parenting Stress pada Orangtua Anak Tunagrahuta di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Palembang Ma'mun, Asmarani; Prameswarie, Thia
Syifa'Medika Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v7i1.1395

Abstract

Orangtua yang mempunyai anak dengan kebutuhan khusus, seperti tunagrahita (retardasi mental), tentunya dituntut untuk selalu menyediakan segala fasilitas yang dibutuhkan anak dan tidak sedikit diantara mereka yang menemukan berbagai masalah dalam proses pengasuhan anak. Apabila masalah tersebut tidak dapat diatasi oleh orangtua dengan baik, maka akan muncul stres sebagai reaksi fisik dan psikis terhadap tuntutan tersebut, hal ini disebut dengan parenting stress. Selain itu kondisi psikologis mempengaruhi pola asuh yang diterapkan oleh orangtua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran parenting stress dan pola asuh serta hubungan antara pola asuh dan parenting stress pada orangtua anak tunagrahita di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (sekat lintang) meliputi semua orangtua yang memiliki anak tunagrahita di YPAC Palembang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Penelitian ini menggunakan adaptasi Parenting Stress Scale (PSS) untuk menggambarkan tingkat stres pada orangtua dan kuesioner pola asuh untuk menentukan tipe pola asuh yang diterapkan. Hasil penelitian didapatkan orangtua yang menderita stres sedang sebanyak 33 orang (75%), stres ringan sebanyak 11 orang (25%) dan tidak ada orangtua yang mengalami stres berat. Sebanyak 42 orang (95,5%) menerapkan pola asuh demokratif, 2 orang (4,5%) menerapkan pola asuh permitif dan tidak ditemukan orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter. Hasil uji statistik ditemukan tidak ada hubungan antara pola asuh dan parenting stress orangtua (p=1,00). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas orangtua menerapkan pola asuh demokratif dan mengalami stres sedang, namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh dan parenting stress orangtua anak tunagrahita di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Palembang.
MODULASI AKTIVITAS CIPROFLOXACIN TERHADAP Pseudomonas aeruginosa OLEH N-ASETILSISTEIN DAN VITAMIN C Agustina, Dini; Indreswari, Laksmi; Tristianti, Farmitalia Nisa; El Milla, Kardiana Izza; Hermansyah, Bagus; Wahyudi, Septa Surya; Firdaus, Jauhar
Syifa'Medika Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v11i1.2389

Abstract

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi yang sulit diobati dengan terapi obat tunggal karena tingkat keberhasilan yang rendah serta kecenderungan menjadi resisten selama pemberian obat tunggal. Salah satu antibiotik yang digunakan adalah ciprofloxacin. Untuk meningkatkan sensitivitas P. aeruginosa terhadap ciprofloxacin, kombinasi N-asetilsistein atau vitamin C mungkin diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara N- asetilsistein dan ciprofloxacin serta antara vitamin C dan ciprofloxacin terhadap pertumbuhan P. aeruginosa. Penelitian ini menggunakan uji difusi cakram yang berisi kombinasi konsentrasi ciprofloxacin konstan 1mg/ml dengan N-asetilsistein dalam berbagai konsentrasi 1,25mg/ml, 2,5mg/ml, 5mg/ml, 10mg/ml, dan 20mg/ml dan vitamin C dengan 2,5 mg/ml; 5 mg/ml; 10 mg/ml; 20 mg/ml; dan konsentrasi 40 mg/ml. Dalam kombinasi antara N-asetilsistein dan ciprofloxacin, peningkatan sensitivitas P. aeruginosa terjadi pada konsentrasi 10ml/mg pada kombinasi obat, dan dalam kombinasi antara vitamin C dan ciprofloxacin, peningkatan sensitivitas P. aeruginosa terjadi pada konsentrasi 2, 5 ml/mg pada kombinasi obat di atas kontrol positif. Regresi logaritmik mengungkapkan konsentrasi minimal N- asetilsistein dan vitamin C masing-masing adalah 9,593 mg/ml dan 1,9 mg/ml dapat meningkatkan sensitivitas P. aeruginosa pada ciprofloxacin. Dapat disimpulkan bahwa N-asetilsistein dan vitamin C meningkatkan aktivitas ciprofloxacin untuk menghambat pertumbuhan P. aeruginosa in vitro.
Hubungan Karakteristik Pasien Jamkesmas dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Poli Penyakit Dalam RSUD Palembang Bari Tahun 2013 Ridwan, Hibsah; Rahadiyanto, Kms Yakub
Syifa'Medika Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v5i2.1401

Abstract

Jaminan Kesehatan Masyarakat merupakan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin yang sebelumnya disebut Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2013 bahwa untuk jumlah peserta pengguna Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) tersebut yaitu sebanyak 410.507 Jiwa, dan untuk para pengguna kartu Jamkesmas tersebut kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat yang kurang mampu atau yang mengalami kesulitan dalam faktor perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Jamkesmas (umur/ usia, pendidikan, dan jenis kelamin), dan kualitas pelayanan kesehatan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Palembang Bari Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu semua pasien pengguna Jamkesmas yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov menemukan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden (p=1,000), tingkat pendidikan responden (p=1,000), jenis kelamin responde (p=0,998) dengan kualitas pelayanan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Palembang Bari tidak memandang usia, tingkat pendidikan, maupun jenis kelamin pasien pengguna JAMKESMAS dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Page 8 of 23 | Total Record : 230


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue