cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI RELIGIUS ISLAMI DENGAN TEKNIK PENGAMATAN OBJEK YANG BERORIENTASI PADA PENGEMBANGAN KARAKTER (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDIT NUR AL RAHMAN) (Learning Model of Islamic Religious Poetry Writing with the Object Oriented Techniques Observations on the Character Development ([Experimental Studies on year-5-student in SDIT Nur al-Rahman]) Rohayati, Rohayati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.181-194

Abstract

Penelitian ini berjudul “Model Pembelajaran Menulis Puisi Religius Islami dengan Teknik Pengamatan Objek yang Berorientasi pada Pengembangan Karakter di Kelas V SDIT Nur Al Rahman Kota Cimahi ( Model PMPRI ).” Penelitian ini diawali dengan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran menulis puisi di SD dan mengembangkan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Data diperoleh dengan teknik random undian. Instrumen pengumpulan data berupa tes dan observasi lapangan. Untuk analisis data kuantitatif digunakan teknik analisis statistik menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian dan perhitungan statistik menggunakan program SPSS dengan uji t didapatkan hasil 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan di bawah 0,005 berarti signifikan, dapat dikatakan bahwa perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen yang  mendapat perlakuan dengan model PMPRI memberikan hasil efektif jika dibandingkan dengan hasil  kelas kontrol  yang  mendapat perlakuan dengan teknik ceramah. Nilai rata-rata prates dan postes kelas eksperimen 70,1429 menjadi 82, 1190, sedangkan kelas kontrol  70,7073 menjadi 77,3659.Abstract:This study entitles Learning  Model  of Islamic  Religious  Poetry  Writing with  the Object Oriented  Techniques Observations on the Character Development (Experimental Studies on year- 5 - to improve student’s writing   skills in learning how to write poetry in elementary school. It is also intended in developing  religious character. student in SDIT Nural -Rah man).  The research  was  initiated  by the need The  study applies a quantitative approach with experimental methods. Data was obtained by random  lottery  technique.  The data collection technique was  taken by conducting a test and field  observations. For quantitative data analysis, the writer uses SPSS. The result of research taken from SPSS show that T- test is  obtained 0.000 with 95% of  confidence level. The result of the calculation is  below 0.005 so it  means significant result. It can be said that  the treatment given to the   experimental  class   treated   with  PMPRI models    gives more  effective results than  those in the control class  with the speech technique.  The prates average value      and   post test  in experimental classes indicates  70,1429  to  82, 1190, while the control class is 70,7073 to 77,3659.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Vol 9, No 2, Desember 2016 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.%p

Abstract

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DALAM CARITA PANTUN MUNDINGLAYA DI KUSUMAH: KAJIAN STRUKTURAL-SEMIOTIK DAN ETNOPEDAGOGI (THE VALUES OF NATION CHARACTER EDUCATION IN PANTUN MUNDINGLAYA DI KUSUMAH: AN ANALYSIS OF STRUCTURE-SEMIOTICS AND ETHNOPEDAGOGY) Koswara, Dedi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.33-48

Abstract

Di dalam khazanah sastra Sunda  klasik terdapat sebuah cerita rakyat yang amat populer dan bernilai mitis-religio-magis bagi masyarakat Sunda masa lalu, yaitu Carita Pantun Mundinglaya di Kusumah (CPMK). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab masalah (1) bagaimanakah struktur formal puisi naratif sastra lisan CPMK? (2) bagaimanakah nilai-nilai pendidikan karakter bangsa yang dikemas dalam teks CPMK? Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dengan metode struktural. Berdasarkan hasil penerapan pendekatan sastra, diperoleh beberapa temuan, yaitu sebagai berikut. (1) Di dalam sastra lisan CPMK terdapat 8 formula, 13 fungsi cerita, dan 7 lingkungan tindakan. (2) Hadirnya teks (cerita) yang dikemas dalam sastra lisan CPMK secara semiotik dan etnopedagogi patut dimaknai sebagai adanya suatu perlambang kehidupan manusia yang tersembunyi di balik rangkaian peristiwa yang dialami para tokoh. CPMK mengisyaratkan makna tentang perjalanan hidup manusia. Hidup adalah perjuangan. Jalan menuju kemuliaan akan selalu dihadang oleh berbagai cobaan dan ujian. Hanya pribadi-pribadi yang tangguh yang akan mampu mengatasi cobaan dan ujian sehingga mencapai martabat terpuji. Ungkapan terakhir ini adalah salah satu konsep dari nilai-nilai pendidikan karakter bangsa (etnopedagogi).Abstract:In the classic Sundanese literary work there is  a  kind of popular folktale containing magical religious myth for Sundanese society in the past called Carita Pantun Mundinglaya Di Kusuma (CPMK). The study aims at answering the research questions:  (1) what are the formal sructure of CPMK oral literary narrative poetry? (2) what are the values of nation character education in CPMK text? The present study  applies objective approach with structural method.  Based on the application of literary approach, the findings are as follows. (1) in the CPMK orality there are  8 formulas, 13 narrative func- tions, and 7 settings. (2) The presence of CPMK oral literature  semiotically and ethnopedagogically should be  meant as a symbol of human life behind a series of events happening to the characters. CPMK contains meaning of the course of human life. Life is struggle. The path to dignity will always deal with obstacles. Only strong individuals are able to deal with them in order to achieve a glorious dignity.This statement is one  of the concepts of the values of nation character education in CPMK story.
Sampul Metasastra Vol. 9, No. 1, 2016 Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

MENYINGKAP SEJARAH PERBUDAKAN DALAM MANUSKRIP INDONESIA: SURAT RAJA TANETTE (Uncovering History of Slavery in Indonesian Manuscript: King Tanette’s Letters) Mu’jizah, Mu’jizah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.63-72

Abstract

Sejarah panjang sebuah peradaban dapat ditelusuri dalam pelbagai dokumen, termasuk manuskrip. Salah satu manuskrip yang menarik adalah surat-surat Raja Tanette, Sulawesi Selatan. Tulisan ini memaparkan bentuk surat-surat Raja Tanette, gambaran perbudakan, dan mengungkap tokoh yang terlibat dalam perbudakan. Penelitian ini menggunakan dua metode, yakni kodikologi dan filologi. Metode kodikologi digunakan untuk mengidentifikasi bentuk dan format manuskrip, sedangkan metode filologi digunakan untuk membuat edisi teks agar teks dapat dibaca dan dipahami. Dalam analisis disingkap bahwa surat Raja Tanette dapat digunakan untuk menelusuri sejarah kelam masa silam, khususnya perbudakan pada abad ke-18 yang secara legal dilakukan oleh raja dan pemerintah kolonial Belanda. Peristiwa sejarah itu dimuat dalam surat yang indah dan dihiasi dengan motif bunga ros yang melambangkan rasa cinta. Terdapat pula nama-nama tokoh yang terlibat. Penelusuran dokumen sejarah ini mengungkapkan sedikit fakta bahwa budak-budak yang dipaksa bekerja pada masa lalu banyak didatangkan dari Indonesia wilayah timur.Abstract:A long history of civilization can be traced in various documents, including manuscripts. One of the interesting manuscripts is King of Tanette’s letters, the King from South Sulawesi. The study examines forms of the letters, analyzes slavery description, and uncovers characters in- volved in the slavery. The research applies twofold: codicology and philology method. The codicology is used to identify manuscript form and format. While, the philology is applied to make the text  readable and understandable. The analysis  reveals that the King of  Tanette’ letters can be used to trace dark history in the past, particularly the  slavery in the 18th century, which was legally handed over by the King to  the Dutch colonial government. The  history was written on beautiful letters which were decorated by  rose motif,  a symbol of love. They also mentioned names of leaders involved in the slavery. Tracing the history of the document exposes a few facts that the slaves who were forced to work in the past came  from the Eastern Indonesia.
IDEALISME KWEE TEK HOAY TENTANG SISTEM PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA TIONGHOA DALAM CERITA PENDEK “RUMA SEKOLA YANG SAYA IMPIKEN” (Kwee Tek Hoay’s Idealism in Establishing A Tionghoa-Culture Based System of Education in “Ruma Sekola Yang Saya Impiken”) Hapsari, Dyah Eko; Hariyanti, Rosana
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.1-16

Abstract

Sebagai bagian dari masyarakat multietnis di Indonesia, etnis Tionghoa mengalami berbagai tekanan dan diskriminasi.Secara internal, mereka juga mengalami persoalan identitas terkait dengan jarak budaya antargenerasi yang mengarah pada melemahnya identitas kultural Tionghoa di kalangan kaum mudanya. Kwee Tek Hoay merupakan satu tokoh Tionghoa yang memiliki gagasan pemertahanan dan pelestarian identitas tersebut seperti tercermin dalam karyanya, “Ruma Sekola Yang Saya Impiken”, sebuah cerita pendek mengenai sekolah impian bagi anak-anak Tionghoa. Metode penelitian kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Data literer yang ditemukan dideskripsikan dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologis, terutama yang terkait dengan kajian mengenai etnisitas Melayu- Tionghoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan ideal bagi anak-anak Tionghoa berupa kurikulum yang komprehensif, dengan ditekankan pada praktik, yang berdasar pada nilai serta falsafah hidup yang berakar pada budaya leluhur. Konsep tersebut merupakan bagian dari resinication.Abstract:As a part of Indonesian multiethnicity in Indonesia, the Tionghoa (Chinese-Indonesian) have undergone various racial discrimination. They also internally have  identity problem  due to intergenerational gap, which leads to weaken the Tionghoa’s cultural identity among their youths. Kwee Tek Hoay is one of the Tionghoa figures having the idea of the retention and preservation of the identity as reflected in his work, “Ruma Sekola Yang Saya Impiken”, a short story about his utopian school for Tionghoa’s children. The applied method is qualitative research. The literary data is described and analyzed by using sociological approach, especially those connected to the study of Malay-Tionghoa ethnicity. The results show that the concept of ideal education for Tionghoa’s children is in the form of a comprehensive curriculum, emphasizing  on the practice, which is based on values and a philosophy of life that is rooted in ancestral cultures. The concept is one of resinications.
MEMBACA HIKAYAT KADIROEN KARYA SEMAOEN Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.64-73

Abstract

Sejarah sastra Indonesia selama ini diketahui titik awalnya ditandai dengan lahirnya novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Namun jika meninjau kembali ke masa-masa tahun 1920-an, novel Siti Nurbaya bukanlah satu-satunya novel yang ada. Salah satu di antara novel yang ada adalah Hikayat Kadirun karya Semaoen. Penelitian ini menyangkut Hikayat Kadirun karya Semaoen yang menggambarkan situasi pergerakan pada zaman kolonial, baik pergerakan yang berbasis nasional maupun pergerakan yang berbasis internasional yang biasa disebut dengan paham internasionalisme.
Abstrak Bahasa Inggris Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.%p

Abstract

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI (Sexuality Illustration in Catatan Buat Emak as a Part of The Trilogy of Novel Ronggeng Dukuh Paruk Written by Ahmad Tohari) Mayasari, Gilang Hanita; Rahayu, Lina Meilinawati; Hidayatullah, M. Irfan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.22-33

Abstract

Artikel ini menggambarkan wacana seksualitas yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk jilid Catatan Buat Emak karya Ahmad Tohari.  Wacana tersebut dibedah dengan melihat peristiwa-peristiwa yang dialami para tokoh. Selain itu, wacana seksualitas juga dikaitkan dengan mitos yang berkembang di masyarakat Dukuh Paruk sebagai latar tempat novel. Hal ini menunjukkan bahwa mitos berperan penting dalam pembentukan wacana seksualitas. Mitos disakralkan karena sejak ada telah disepakati dan diyakini oleh masyarakat setempat. Analisis ini juga menunjukkan bahwa mitos bergantung pada lokasi dan kondisi sehingga daerah satu dengan daerah lain memiliki mitos berbeda. Mitos ronggeng sebagai ikon kesuburan dan kemakmuran masyarakat Dukuh Paruk menyebabkan Srintil, tokoh utama novel ini harus melakukan ritual-ritual khusus. Ritual-ritual inilah yang kemudian menjadi salah satu yang saya analisis dalam bingkai wacana seksualitas.Abstract:This paper aims at describing sexuality discourse in Catatan Buat Emak as a part of the trilogy of Ronggeng Dukuh Paruk written by Ahmad Tohari. The discourse was observed by notic- ing the events experienced by characters in the novel. In addition, it is connected to  the myths developed in the community of Dukuh Paruk where the story happened. It shows that the myth plays as an important role in the formation of the discourse. Myths are often sacred because they have always been agreed and believed by the local people. This analysis also suggests that the myth depends on the location and condition so that it is  different in one areas from others . The myth of Ronggeng as an icon of fertility and prosperity of the Dukuh Paruk makes Srintil, the main character in the novel, has to do special rituals. These rituals are kinds of sexuality discourse issues that is put into the  analysis.
NEGOSIASI BUDAYA DAN DIALEKTIKA KEKUASAAN DALAM DISKURSUS (POS)KOLONIAL: DISKUSI TENTANG A BACKWARD PLACE KARYA R. P. JHABVALA (Cultural Negotiation and Power Dialectics in (Post)Colonial Discourse: A Discussion on R. P. Jhabvala’s A Backward Place) Mayasari, Fitria
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.201-210

Abstract

Penyajian sejumlah teks sastra poskolonial berusaha mengubah citra dunia ketiga dalam dikotomi kaku dunia pertama/dunia ketiga, namun malah menunjukkan apa yang disebut Bhabha colonial mimicry di mana permasalahan ‘nativism’ justru mengasingkan isu identitas (origin) dan membentuk situs kekuasaan baru (Gandhi, 1998). Karya-karya Ruth Prawer Jhabvala, khususnya novel A Backward Place, mengindikasikan gejala tersebut. Esai ini membahas negosiasi budaya dan dialektika kekuasaan yang mengaburkan batasan-batasan biner kerangka pemikiran kolonial. Pendekatan yang  digunakan dalam analisis adalah pendekatan poskolonial. Analisis dalam esai ini berfokus pada persilangan kedua ideologi yang bertentangan pada ranah publik dan pada ranah domestik. Esai terlebih dahulu memetakan relasi kuasa di antara pribumi dan ekspatriat dalam narasi. Selanjutnya, negosiasi budaya dan dialektika kekuasaan dibahas berdasarkan pemetaan tersebut. Persilangan dua ideologi yang bertentangan dalam pemetaan kekuasaan yang sudah dianalisis menghasilkan narasi yang ambivalen.Abstract:  Many of postcolonial texts attempts to change the third world image within the rigid dichotomy first world/third world. However, their presentation ended up being what Bhabha called colonial mimicry in which the problem of ‘nativism’ alienates orginal identity and creates a new power site (Gandhi, 1998). Ruth Prawer Jhabvala’s works, specifically the novel A Backward Place, indicate the exact symptoms. This essay discusses cultural negotiation that blur boundaries between colonial dichotomy using postcolonial approach. Analysis focuses on the crossings of two contradicting ideologies both in public and domestic spheres.  First, power relation between the natives and expatriats in the narrative is mapped. Second, cultural negotiation and power dialectics is discussed based on that power relation mapping. The crossings of two conflicting ideologies is making the narrative ambivalent.

Page 9 of 21 | Total Record : 201