cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
IDENTITAS TOKOH PEREMPUAN LINTAS BUDAYA DALAM KUMPULAN CERPEN MALAM TERAKHIR KARYA LEILA S. CHUDORI (The Cross Cultural Identity of Female Protagonist in Leila S. Chudori’s Short Stories Compilation Malam Terakhir) Nurhayati, Nita; Priyatna, Aquarini; Rahayu, Lina Meilinawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.61-76

Abstract

Tulisan ini mengkaji identitas tokoh perempuan lintas budaya yang terdapat dalam kumpulan cerpen Malam Terakhir karya Leila S. Chudori. Kajian ini menggunakan teori identitas, lintas budaya, dan naratologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural yang menganalisis struktur narasi yang membangun konstruksi identitas tokoh perempuan lintas budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Hasil analisis menunjukkan bahwa identitas tokoh perempuan lintas budaya dalam cerpen-cerpen karya Chudori ditampilkan sebagai identitas yang cair, identitas yang dapat berubah sesuai dengan konteks sosial dan budaya tempat tokoh perempuan berada. Gambaran tokoh perempuan lintas budaya dapat dilihat melalui ciri-ciri fisik tokoh yang dapat dibedakan dengan penduduk setempat dan pendatang, interaksi tokoh dengan penduduk setempat, dan keterasingan yang dialami tokoh perempuan. Selain itu, identitas perempuan lintas budaya juga dapat ditunjukkan melalui penggambaran latar yang terdapat dalam cerpen-cerpen karya Chudori.Abstract:This paper examines cross cultural identities of female protagonist in Chudori’s short stories compilation “Malam Terakhir”. The study uses the theory of identity, cross-cultural theory, and naratology. The approach applied in the research is   structural%it  analyzes narrative struc- ture which builds  cross-cultural construction of female identity. The method used in this research is analytic descriptive method. The results of the research show that cross-cultural identity of fe- male characters in Chudori’s short stories compilation are fluid identity, the identity of a female protagonist which can change   according to the social and cultural context where the female character lives. The image of cross cultural identitiy of female protagonist can be seen through physical characteristics which can be distinguished from the natives and settlers, interaction with the native, and the alienation experienced by the female protagonist. In addition, cross-cultural identity of female protagonist can be seen through setting description in Chudori’s short stories compilation.
EKSISTENSIALIME ALBERT CAMUS DALAM ORANG ASING Widiawati, Harfiyah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.26-31

Abstract

Karya Albert Camus, seorang penulis Aljazair yang kemudian pindah ke Perancis, secara signifikan memperlihatkan sifat eksistensialisme. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan unsur-unsur eksistensialisme dalam satu karya Camus. L’etranger, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dengan judul Orang Asing.
MUNDINGLAYA DIKUSUMAH: SATU KAJIAN MORFOLOGI ATAS CERITA PANTUN SUNDA (Mundinglaya Dikusumah: A Morphological Study in Sundanese Poem) Rahmat Hidayat, Asep
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.123-133

Abstract

Mundinglaya Dikusumah merupakan satu cerita pantun Sunda yang cukup populer. Cerita ini merupakan salah satu jenis dari tradisi lisan Sunda. Sumber tertulis tentang cerita Mundinglaya Dikusumah yang sering dijadikan rujukan adalah publikasi C.M. Pleyte, Raden Moending Laja di Koesoema: Een Oude Soendaasche Ridderroman Met Eene Inleiding over den Toekang Pantoen (TBG 49, 1907). Artikel ini bertujuan mendeskripsikan fungsi-fungsi yang terdapat dalam Mundinglaya Dikusumah dengan cara menganalisis cerita itu secara morfologis. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis morfologi yang dilakukan Vladimir Propp terhadap cerita-cerita rakyat Rusia. Dengan metode tersebut akan terlihat fungsi-fungsi apa saja yang ada dan yang tidak ada dalam cerita tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam cerita Mundinglaya Dikusumah terdapat 14 fungsi yang sama dengan fungsi Propp dan 17 fungsi yang terdapat dalam Propp tidak terdapat dalam cerita Mundinglaya Dikusumah.Abstract:Mundinglaya Dikusumah is one of the most popular Sundanese poem. It belongs to the Sundanese oral tradition. The written record of Mundinglaya Dikusumah has mostly been used as reference. It is C .M. Pleyte’s p ublicat ion, Ra den Moending L aja di Koesoema: Een Oude Soendaasche Ridderroman Met Eene Inleiding over den Toekang Pantoen (TBG 49, 1907). The study is aimed at describing functions in Mundinglaya Dikusumah by analyzing its story morpho- logically. The method used in  the article is morphological analysis of Russian fairtales. The method show, which kind of function not found in the story. The result of the research shows that the Mundinglaya Dikusumah story consists of 14 functions having the same function as Propp that in and 17 functions not found in Mundinglaya Dikusumah.
REVITALISASI MITOS GUNUNG SIKLOP (CYCLOOP): SEBUAH ALTERNATIF KONSERVASI DANAU SENTANI MELALUI SASTRA LISAN (The Revitalization of Siklop (Cycloop) Mountain Myth: An Alternative of Conservation at Sentani Lake Through Oral Literature) Yono, Sri
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.71-80

Abstract

Danau Sentani sebagai ikon Kota Jayapura mempunyai peran penting, baik secara ekonomi maupun ekologi. Sayang sekali, danau ini telah mengalami pencemaran dan pendangkalan karena sedimentasi. Kualitas air menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu. Sampah berceceran di tepian Danau Sentani. Danau Sentani berubah menjadi seperti tempat sampah raksasa. Salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya kerusakan ini adalah penggundulan hutan di sekitar Gunung Siklop. Sebagai daerah hulu dan sumber mata air, Gunung Siklop harus dijaga kelestariannya. Tulisan ini mencoba untuk memberikan sebuah tawaran tentang cara baru pemeliharaan lingkungan melalui revitalisasi mitos. Kita bisa mempelajari identitas, jalan hidup, keyakinan, nilai, dan budaya suatu masyarakat dari mitos.Abstract:Sentani Lake as an icon of Jayapura has an important role both economically and ecologically. Unfortunately, the lake has been polluted and become shallow due to sedimentation. The water quality of this lake getting worse  from time to time. Domestic garbage is scattered on the side of the lake. It seems that Sentani Lake has changed to be a giant garbage dump. One major factor causing this condition is the deforestation of cycloop mountain. As an upstream and re- source of water, Cycloop mountain should be protected from the destruction. This paper tries to offer a new way of treating environment through revitalization of myth. As a product of oral tradi- tion, we could learn about the identity, way of life, belief, value, and culture of such a community from myth.
KEARIFAN SISTEM PEMERINTAHAN PUANG RIMAGGALATUNG DALAM LONTARAK BUGIS (The Wisdom of Government System of Puang Rimaggalatung in “Lontarak Bugis”) Darmawati, Besse
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan sistem pemerintahan Puang Rimaggalatung dalam Lontarak Bugis. Melalui representasi kearifan tersebut, beliau mengamanatkan falsafah hidupnya dalam menjalankan roda pemerintahan. Berkenaan dengan tujuan tersebut, penulis menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui analisis struktural dengan teknik penelitian baca- simak dan observasi. Data penelitian ini adalah nasihat Puang Rimaggalatung yang tertuang dalam Lontarak Bugis, sebuah buku yang ditulis oleh Muhammad Sikki dan diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1995. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kearifan Puang Rimaggalatung dalam sistem pemerintahannya berupa nasihat yang mengedepankan prinsip berikut: (1) jujur, (2) adil, (3) tegas, (4) saling memaafkan, (5) taat adat, dan (6) sopan santun. Representasi kearifan tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang dalam mengemban amanah. Kehadiran pemerintah yang arif sangat didambakan masyarakat untuk menciptakan harmonisasi antara pemerintah dan warganya.Abstract:This study aims at describing the wisdom of government system of Puang Rimaggalatung in “Lontarak Bugis”. Through the wisdom representation, he suggested his philosophy  in running the government. Regarding this, the writer applies descriptive qualitative method through struc- tural analysis with reading-listening and observation techniques. The data were taken from the advices of Puang Rimaggalatung in “Lontarak Bugis”, a book written by Muhammad Sikki and published by Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan in 1995. The study indicates  that the wisdom of Puang Rimaggalatung in his government system is in form of some advices with basic principles, such as: (1) honesty, (2) fairness, (3) firmness, (4) forgiving, (5) obedience to custom, and (6) respect. The wisdom can be inherited to the next gen- eration in carying out people’s mandates.  The presence of wise government is expected to create good  harmony between the government and its people.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Vol. 11, No. 1, Juni 2018 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.%p

Abstract

UNSUR-UNSUR GOTIK DALAM NOVEL PENUNGGU JENAZAH KARYA ABDULLAH HARAHAP (Gothic Elements in the Novel Penunggu Jenazah by Abdullah Harahap) Darmawan, Adam; Priyatna, Aquarini; Saidi, Acep Iwan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.161-178

Abstract

Tulisan ini mengkaji unsur-unsur gotik yang terdapat dalam novel Penunggu Jenazah karya Abdullah Harahap. Novel yang dikaji menunjukkan keterkaitan  unsur-unsur gotik sebagai pembangun cerita, yaitu hal-hal supernatural, bentuk-bentuk transgresi, latar yang menyeramkan, bentuk-bentuk monstrositas, excess dan fetis. Kajian ini dilandasi dengan menggunakan teori gotik. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur gotik dalam novel Penunggu Jenazah saling tumpang tindih. Hal-hal supernatural digunakan sebagai sumber konflik dan bentuk transgresi. Transgresi sebagai unsur gotik menggunakan pelanggaran terhadap tabu yang melibatkan transgresi terhadap seksualitas, tubuh, dan kematian. Latar yang menyeramkan, bentuk-bentuk monstrositas dan excess dihadirkan sebagai unsur gotik yang menggangu tatanan norma dan normalitas. Fetis yang muncul dalam Penunggu Jenazah adalah fetis terhadap tubuh perempuan dengan kecenderungan sadomasokis. Novel disajikan dengan mencampurkan semua unsur gotik dengan unsur supernatural, transgresi dan monstrositas sebagai unsur gotik yang dominan. Oleh sebab itu, penelitian ini saya fokuskan untuk mengungkap cara gotik ditampilkan dalam karya Harahap.Abstract: This paper examines the gothic elements in the novel entitled Penunggu Jenazah written by Abdullah Harahap. The novel shows that the gothic elements are supernatural, forms of transgression, scary setting, forms of monstrosity, excess and fetish. This study uses gothic theories. Furthermore, the results of the analysis also show that the gothic elements are overlapping. Transgression as the gothic element is using violation of taboo of sexuality, body and death. The scary setting, the forms of monstrosity and excess are representing to disturb norms and normality. The fetish in the Penunggu Jenazah novel is the fetish of a woman body with a tendency to sadomasochism. Gothic is represented by blending all gothic elements with the supernatural, transgression and monstrosity as the majority elements. Moreover, this study is focused on the way gothic represented.
Abstrak Bahasa Inggris mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.%p

Abstract

AROMA SATIRE DALAM SAMPAH BULAN DESEMBER KARYA HAMSAD RANGKUTI Juhara, Erwan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.17-21

Abstract

Hamsad Rangkuti dikenal sebagai cerpenis Indonesia yang sangat produktif. Tema-tema cerpennya banyak bercerita mengenai kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Melalui kemampuannya mengolah cerita dalam bentuk fiksi, ia mempertanyakan berbagai ketimpangan dalam masyarakat. Kumpulan cerpennya Sampah Bulan Desember layaknya diary yang bercerita mengenai keseharian kehidupan manusia. Kreativitas Hamsad dalam mengolah dan meramu kata menghadirkan cerpen-cerpen yang penuh dengan nada satire. Nada satire ini seolah-olah dihadirkan Hamsad untuk mempertanyakan berbagai ketimpangan dan ironi dalam masyarakat yang dilihatnya.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Volume 5, Nomor 1, Juni 2012 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.%p

Abstract

Page 7 of 21 | Total Record : 201